You are on page 1of 16

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Meningkatnya usia harapan hidup (UHH) memberikan dampak yang kompleks terhadap
kesejahteraan lansia. Di satu sisi peningkatan UHH mengindikasikan peningkatan taraf
kesehatan warga negara. Namun di sisi lain menimbulkan masalah masalah karena dengan
meningkatnya jumlah penduduk usia lanjut akan berakibat semakin besarnya beban yang
ditanggung oleh keluarga, masyarakat dan pemerintah, terutama dalam menyediakan pelayanan
dan fasislitas lainnya bagi kesejahteraan lansia. Hal ini karena pada usia lanjut indiidu akan
mengalami perubahan fisik, mental, sosial ekonomi dan spiritual yang mempengaruhi
kemampuan fungsional dalam aktiitas kehidupan sehari!hari sehingga menjadikan lansia
menjadi lebih rentan menderita gangguan kesehatan baik fisik maupun mental. "alaupun tidak
semua perubahan struktur dan fisiologis, namun diperkirakan setengah dari populasi penduduk
lansia mengalami keterbatasan dalam aktiitas kehidupan sehari!hari, dan #$% diantaranya sama
sekali tidak mampu beraktiitas. &erkaitan dengan kategori fisik, diperkirakan $'% dari
kelompok umur (' tahun atau lebih mempunyai paling tidak satu masalah
kesehatan(HealthyPeople,1997).
Dari berbagai masalah kesehatan itu ternyata gangguan muskuloskeletal menempati
urutan kedua #),'% setelah penyakit kardioaskuler dalam pola penyakit masyarakat usia *''
tahun(Houehol! "u#$ey o% Health, Dept. &' Health, 199(). Dan berdasarkan surey "H+ di
,awa ditemukan bahwa artritis-reumatisme menempati urutan pertama ().%) dari pola penyakit
lansia (Boe!h) Da#*o+o et. al, 1991).
/eiring dengan meningkatnya usia harapan hidup, jumlah populasi usia lanjut (lansia)
juga meningkat. 0ahun #..., jumlah penduduk lansia di 1ndonesia lebih kurang #( juta jiwa.
&adan 2esehatan Dunia, "H+, memperkirakan tahun 343' jumlah lansia di 1ndonesia (4 juta
jiwa, mungkin salah satu terbesar di dunia.
Dibandingkan dengan jantung dan kanker, rematik boleh jadi tidak terlampau menakutkan.
Namun, jumlah penduduk lansia yang tinggi kemungkinan membuat rematik jadi keluhan
faorit. 5enyakit otot dan persendian ini sering menyerang lansia, melebihi hipertensi dan
jantung, gangguan pendengaran dan penglihatan, serta diabetes(Health,Ne-,.//7).
B. TU0UAN
0ujuan dari penulisan makalah ini adalah sbb6
1!br0ken!! 0ujuan Umum
Mengetahui gambaran umum tentang rheumatoid arthritis yang terjadi pada lansia.
1!br0ken!! 0ujuan 2husus
1!br0ken!! Mengetahui pengertian, etiologi, patofisiologi, serta tanda dan gejala yang terjadi
pada lansia penderita rheumatoid artritis.
2!br0ken!! Mengetahui penatalaksanaan asuhan keperawatan gerontik yang sesuai diberikan
pada lansia dengan rheumatoid arthriti
1
BAB II
TIN0AUAN TE&RITI"
..1 TIN0AUAN TE&RITI" 1EDI"
..1.1 De')%))
2ata arthritis berasal dari dua kata 7unani. 5ertama, arthron, yang berarti sendi. 2edua,
itis yang berarti peradangan. /e8ara harfiah, arthritis berarti radang sendi. /edangkan rheumatoid
arthritis adalah suatu penyakit autoimun dimana persendian (biasanya sendi tangan dan kaki)
mengalami peradangan, sehingga terjadi pembengkakan, nyeri dan seringkali akhirnya
menyebabkan kerusakan bagian dalam sendi.
9rtritis rheumatoid merupakan penyakit inflamasi sistemik kronis yang tidak diketahui
penyebabnya, dikarakteristikkan oleh kerusakan dan proliferasi membrane synoial yang
menyebabkan kerusakan pada tulang sendi, ankilosis, dan deformitas.
9: adalah suatu penyakit kronis, seistemik, yang se8ara khas berkembang perlahan!lahan
dan ditandai oleh adanya radang yang sering kambuh pada sendi!sendi diartrodial dan struktur
yang berhubungan. 9: sering disertai dengan nodul!nodul rheumatoid, arthritis, neuropati,
skleritis, perikarditis, limfadenopati, dan splenomegali. 9: ditandai oleh periode!periode remisi
dan bertambah parahnya penyakit.
..1.. Et)olo2)
5enyebab penyakit rheumatoid arthritis belum diketahui se8ara pasti, namun faktor
predisposisinya adalah mekanisme imunitas (antigen!antibodi), faktor metabolik, dan infeksi
irus.
5enyebab utama kelainan ini tidak diketahui. 9da beberapa teori yang dikemukakan
mengenai penyebab artritis reumatoid, yaitu 6
2
#. 1nfeksi streptokokus hemolitikus dan streptokokus non!hemolitikus
3. ;ndokrin
<. 9utoimun
). Metabolik
'. =aktor genetik serta faktor pemi8u lainnya.
5ada saat ini, artritis reumatoid diduga disebabkan oleh faktor autoimun dan infeksi.
9utoimun ini bereaksi terhadap kolagen tipe 11> faktor infeksi mungkin disebabkan oleh karena
irus dan organisme mikoplasma atau grup difterioid yang menghasilkan antigen tipe 11 kolagen
dari tulang rawan sendi penderita.
..1.3 Pato'))olo2)
5ada rheumatoid arthritis, reaksi autoimun (yang dijelaskan sebelumnya) terutama terjadi
dalam jaringan sinoial. 5roses fagositosis menghasilkan en?im!en?im dalam sendi. ;n?im!
en?im tersebut akan meme8ah kolagen sehingga terjadi edema, proliferasi membran sinoial dan
akhirnya pembentukan pannus. 5annus akan menghan8urkan tulang rawan dan menimbulkan
erosi tulang. 9kibatnya adalah menghilangnya permukaan sendi yang akan mengganggu gerak
sendi. +tot akan turut terkena karena serabut otot akan mengalami perubahan degeneratif
dengan menghilangnya elastisitas otot dan kekuatan kontraksi otot (/melt?er @ &are, 3443).
Aamanya rheumatoid arthritis berbeda pada setiap orang ditandai dengan adanya masa
serangan dan tidak adanya serangan. /ementara ada orang yang sembuh dari serangan pertama
dan selanjutnya tidak terserang lagi. Namun pada sebagian ke8il indiidu terjadi progresif yang
8epat ditandai dengan kerusakan sendi yang terus menerus dan terjadi askulitis yang difus
(Aong, #..().
..1.4 1a%)'eta) Kl)%)
5ada lansia, 9: dapat digolongkan ke dalam tiga kelompok.
3
ü 2elompok # adalah :9 klasik. /endi!sendi ke8il pada kaki dan tangan sebagian besar terlibat.
0erdapat faktor rheumatoid, dan nodula!nodula rheumatoid sering terjadi. 5enyakit dalam
kelompok ini dapat mendorong ke arah kerusakan sendi yang progresif.
ü 2elompok 3 termasuk klien yang memenuhi kriteria dari American Rheumatologic
Association untuk 9: karena mereka mempunyai radang sinoitis yang terus!menerus dan
simetris, sering melibatkan pergelangan tangan dan sendi!sendi jari.
ü 2elompok <, sinoitis terutama memengaruhi bagian proksimal sendi, bahu, dan penggul.
9witannya mendadak, sering ditandai dengan kekakuan pada pagi hari. 5ergelangan tangan
pasien sering mengalami hal ini, dengan adanya bengkak, nyeri tekan, penurunan kekuatan
genggaman, dan sindrom carpal tunnel. 2elompok ini mewakili suatu penyakit yang dapat
sembuh sendiri yang dapat dikendalikan se8ara baik dengan menggunakan prednisone dosis
rendah atau agens antiinflamasi dan memiliki prognosis yang baik.
,ika tidak diistirahatkan, 9: akan berkembang menjadi empat tahap.
#. 0erapat radang sendi dengan pembengkakan membrane synoial dan kelebihan produksi 8airan
synoial. 0idak ada perubahan yang bersifat merusak terlihat pada radiografi. &ukti osteoporosis
mungkin ada.
3. /e8ara radiologis, keruakan tulang pipih atau tulang rawan dapat dilihat. 2lien mungkin
mengalami keterbatasan gerak tetapi tidak ada deformitas sendi.
<. ,aringan ikat fibrosa yang keras menggantikan pannus, sehingga mengurangi ruang gerak sendi.
9nkilosis fibrosa mengakibatkan penurunan gerakan sendi, perubahan kesejajaran tubuh, dan
deformitas. /e8ara radiologis terlihat adanya kerusakan kartilago dan tulang.
). 2etika jaringan fibrosa mengalami kalsifikasi, ankilosis tulang dapat mengakibatkan terjadinya
imobilisasi sendi se8ara total. 9trofi otot yang meluas dan luka pada jaringan lunak sepewrti
nodula!nodula mungkin terjadi.
..1.5 Ko*pl)6a)
4
2elainan sistem pen8ernaan yang sering dijumpai adalah gastritis dan ulkus peptik yang
merupakan komlikasi utama penggunaan obat anti inflamasi nonsteroid (+91N/) atau obat
pengubah perjalanan penyakit ( disease modifying antirhematoid drugs, DM9:D ) yang menjadi
faktor penyebab morbiditas dan mortalitas utama pada arthritis reumatoid.
2omplikasi saraf yang terjadi memberikan gambaran jelas , sehingga sukar dibedakan
antara akibat lesi artikuler dan lesi neuropatik. Umumnya berhubungan dengan mielopati akibat
ketidakstabilan ertebra serikal dan neuropati iskemik akibat askulitis.
..1.( K#)te#)a D)a2%ot)6
Diagnosis arthritis reumatoid tidak bersandar pada satu karakteristik saja tetapi berdasar
pada ealuasi dari sekelompok tanda dan gejala.
2riteria diagnostik adalah sebagai berikut6
#. 2ekakuan pagi hari (sekurangnya # jam)
3. 9rthritis pada tiga atau lebih sendi
<. 9rthritis sendi!sendi jari!jari tangan
). 9rthritis yang simetris
'. Nodula reumatoid dan =aktor reumatoid dalam serum
(. 5erubahan!perubahan radiologik (erosi atau dekalsifikasi tulang)
Diagnosis artritis reumatoid dikatakan positif apabila sekurang!kurangnya empat dari tujuh
kriteria ini terpenuhi. ;mpat kriteria yang disebutkan terdahulu harus sudah berlangsung
sekurang!kurangnya ( minggu.
..1.7 Pe%atala6a%aa%
5enanganan medis bergantung pada tahap penyakit ketika diagnosis dibuat dan termasuk
dalam kelompok mana yang sesuai dengan kondisi tersebut. Untuk menghilangkan nyeri dengan
menggunakan agens antiinflamasi, obat yang dapat dipilih adalah aspirin. Namun, efek
antiinflamasi dari aspirin tidak terlihat pada dosis kurang dari #3 tablet per hari, yang dapat
menyebabkan gejala system gastrointestinal dan system saraf pusat. +bat anti!inflamasi non
steroid sangat bermanfaat, tetapi dianjurkan untuk menggunakan dosis yang direkomendasikan
oleh pabrik dan pemantauan efek samping se8ara hati!hati perlu dilakukan.
0erapi kortikosteroid yang di injeksikan melalui sendi mungkin di gunakan untuk infeksi di
dalam satu atau dua sendi. 1njeksi se8ara 8epat dihubungkan dengan nekrosis dan penurunan
kekuatan tulang. &iasanya, injeksi yang diberikan ke dalam sendi apapun tidak boleh diulangi
lebih dari tiga kali. :asa nyeri dan pembengkakan umumnya hilang untuk waktu # sampai (
minggu.
5enatalaksanaan keperawatan menekankan pemahaman klien tentang sifat alami 9: kronis
dan kelompok serta tahap!tahap yang berbeda untuk memantau perkembangan penyakit. 2lien
harus ingat bahwa walaupun pengobatan mungkin mengurangi radang dan nyeri sendi,mereka
harus pula mempertahankan pergerakan dan kekuatan untuk men8egah deformitas sendi. /uatu
program aktiitas dan istirahat yang seimbang sangat penting untuk men8egah peningkatan
tekanan pada sendi.
... TIN0AUAN TE&RITI" KEPERA7ATAN
....1 Pe%26a+)a%
Data dasar pengkajian pasien tergantung padwa keparahan dan keterlibatan organ!organ
lainnya ( misalnya mata, jantung, paru!paru, ginjal ), tahapan misalnya eksaserbasi akut atau
remisi dan keberadaaan bersama bentuk!bentuk arthritis lainnya.
#. 9ktiitas- istirahat
Gejala
5
Nyeri sendi karena gerakan, nyeri tekan, memburuk dengan stres pada sendi> kekakuan
pada pagi hari, biasanya terjadi bilateral dan simetris. Aimitasi fungsional yang berpengaruh pada
gaya hidup, waktu senggang, pekerjaan, keletihan.
Tanda
§ Malaise
2eterbatasan rentang gerak> atrofi otot, kulit, kontraktor- kelaianan pada sendi.
3. 2ardioaskuler
Gejala
=enomena :aynaud jari tangan- kaki ( mis6 pu8at intermitten, sianosis, kemudian
kemerahan pada jari sebelum warna kembali normal).
<. 1ntegritas ego
Gejala
§ =aktor!faktor stres akut- kronis6 mis> finansial, pekerjaan, ketidakmampuan,
§ =aktor!faktor hubungan. 2eputusan dan ketidakberdayaan ( situasi ketidakmampuan )
§ 9n8aman pada konsep diri, 8itra tubuh, identitas pribadi ( misalnya ketergantungan pada orang
lain).
). Makanan- 8airan
Gejala
§ 2etidakmampuan untuk menghasilkan- mengkonsumsi makanan- 8airan adekuat6 mual, anoreksia
§ 2esulitan untuk mengunyah
Tanda
5enurunan berat badan, 2ekeringan pada membran mukosa
.
'. Hygiene
Gejala
&erbagai kesulitan untuk melaksanakan aktiitas perawatan pribadi.
(. Neurosensori
Gejala
2ebas, semutan pada tangan dan kaki, hilangnya sensasi pada jari tangan.
B. Nyeri- kenyamanan
Gejala
=ase akut dari nyeri (mungkin tidak disertai oleh pembengkakan jaringan lunak pada sendi).
$. 2eamanan
Gejala
2ulit mengkilat, tegang, nodul subkutan, Aesi kulit, ulkus kaki. 2esulitan dalam ringan
dalam menangani tugas- pemeliharaan rumah tangga. Demam ringan menetap 2ekeringan pada
mata dan membran mukosa.
.. 1nteraksi sosial
Gejala
2erusakan interaksi sosial dengan keluarga- orang lain> perubahan peran> isolasi.
..... D)a2%oa
#. Nyeri (akut )
6
Berhubungan dengan
9gen pen8edera 6 distensi jaringan oleh akumulasi 8airan atau proses inflamasi destruksi
sendi.
Ditandai dengan
§ 2eluhan nyeri atau ketidaknyamanan, kelelahan
§ &erfokus pada diri-penyempitan fo8us
§ 5erilaku distraksi-respon autonomi8
§ 5erilaku berhati!hati atau melindungi
Kriteria hasil/ kriteria evaluasi
§ Menunjukkan nyeri hilang-terkontrol
§ 0erlihat rileks, dapat tidur atau beristirahat dan berpartisipasi dalam aktiitas sesuai kemampuan
§ Mengikuti program farmakologis yang diresepkan
§ Menggabungkan keterampilan relaksasi dan aktiitas hiburan ke dalam program 8ontrol-nyeri
Tindakan Keperawatan
T)%!a6a%8)%te#$e%) Ra)o%al
Mandiri
2aji keluhan nyeri, kukalitas, lokasi,
intensitas (skala 4!#4), dan waktu. Catat
faktor yang memper8epat dan tanda rasa
sakit nonerbal
Membantu menentukan kebutuhan
manajemen nyeri dan keefektifan
program
&erikan matras-kasur lembut dan bantal
ke8il. 0inggikan linen tempat tidur sesuai
kebutuhan
Matras lembut dan bantal ke8il
men8egah pemeliharaan kesejajaran
tubuh yang tepat, mengistirahatkan
sendi yang sakit. 5eninggian linen
tempat tidur menurunkan tekanan sendi
yang terinflamasi-nyeri
&erikan posisi nyaman waktu tidur-duduk
di kursi. 0ingkatkan istirahat di tempat
tidur sesuai indikasi
5enyakit berat-eksaserbasi, tirah baring
diperlukan untuk membatasi nyeri atau
8edera sendi
5antau penggunaan bantal, karung pasir,
bebat, dan brace
Mengistirahatkan sendi yang sakit dan
mempertahankan posisi netral. Catatan 6
penggunaan brace menurunkan nyeri,
dan mengurangi kerusakan sendi.
9njurkan mandi air hangat-pan8uran pada
waktu bangun. /ediakan waslap hangat
untuk mengompres sendi yang sakit
beberapa kali.
5anas meningkatkan relaksasi otot dan
mobilitas, menurunkan rasa sakit dan
kekakuan di pagi hari. /ensitiitas pada
panas dapat hilang dan luka dermal.
Dapat sembuh
&erikan massase yang lembut Meningkatkan relaksasi atau
mengurangi ketegangan otot.
Dunakan teknik manajemen stress, missal,
relaksasi progresif dan distraksi, sentuhan
terapeutik, biofeedba8k, isualisasi,
pedoman imajinasi, hipnotis diri dan
pengendalian napas.
Meningkatkan relaksasi, memberikan
rasa 8ontrol, dan meningkatkan
kemampuan koping.
Aibatkan dalam aktiitas hiburan yang
sesuai situasi indiidu
Memfokuskan kembali
perhatian,memberikan stimulasi,
meningkatkan rasa per8aya diri dan
7
perasaan sehat.
2olaborasi
&erikan obat sesuai petunjuk
9setilsalisilat (9spirin)
N/91D lainnya > ibuprofen, naproksen,
piroksikam, fenoprefen
D!penisilamin ( 8uprimine )
9ntasida
5roduk kodein
9/9 bekerja antiinflamasi dan efek
analgesi8 ringan mengurangi kekakuan
dan meningkatkan mobilitas.
Digunakan bila tidak ada efek terhadap
aspirin
Mengontrol efek sistemik rematoid
arthritis jika terapi lainnya tidak
berhasil
Diberikan dengan agen N/91D untuk
meminimalkan iritasi atau
ketidaknyaman lambung.
Narkotik umumnya kontraindikasi
karena sifat kronis dari kondisi.
#4. &antu dengan terapi fisik, missal sarung
tangan parafin
Member dukungan panas untuk sendi
yang sakit
##. /iapkan interensi operasi
( sinoektomi )
5enangkatan sinoium yang meradang
mengurangi nyeri dan membatasi
progresif perubahan degeneratie.
3. 2erusakan mobilitas fisik
Berhubungan dengan
§ Deformitas skeletal
§ Nyeri, ketidaknyamanan
§ 1ntoleransi terhadap aktiitas, penurunan kekuatan otot.
Ditandai dengan
§ 2eengganan untuk men8oba bergerak atau ketidakmampuan untuk bergerak dalam lingkungan
fisik
§ Membatasi rentang gerak, ketidakseimbangan koordinasi, penurunan kekuatan otot-kontroldan
massa (tahap lanjut).
Kriteria hasil/kriteria evaluasi
§ Mempertahankan fungsi posisi dengan pembatasan kontraktur
§ Mempertahankan atau meningkatkan kekuatan dan fungsi dari dan-atau kompensasi bagian tubuh
§ Mendemonstrasikan teknik-perilaku yang memungkinkan melakukan aktiitas.
Tindakan Keperawatan
0indakan-interensi :asional
Mandiri
#. ;aluasi pemantauan tingkat
inflamasi-rasa sakit pada sendi
0ingkat aktiitas atau latihan tergantung
dari perkembangan proses inflamasi
5ertahankan tirah baring.duduk. jadwal
aktiitas untuk memberikan periode
istirahat terus!menerus dan tidur malam
hari
1stirahat sistemik dianjurkan selama
eksaserbasi akut dan seluruh fase
penyakit untuk men8egah kelelahan,
mempertahankan kekuatan.
&antu rentang gerak aktif-pasif, latihan
resistif dan isometrik
Meningkatkan fungsi sendi, kekuatan
otot dan stamina
8
Ubah posisi dengan sering Menghilangkan tekanan jaringan dan
meningkatkan sirkulasi
5osisikan dengan bantal, kantung pasir,
bebat, dan brace
Meningkatkan stabilitas jaringan
(mengurangi risiko 8edera),
mempertahankan posisi sendi yang
diperlukan dan kesejajaran tubuh,
mengurangi kontraktur.
Dunakan bantal ke8il-tipis di bawah leher Men8egah fleksi leher
Dorong klien memeprtahankan postur
tegak dan duduk tinggi, berdiri, serta
berjalan
Memaksimalkan fungsi sendi,
mempertahankan mobilitas
&erikan lingkungan aman, misal
menaikkan kursi, menggunakan pegangan
tangga pada bak-pan8uran dan toilet,
penggunaan alat bantu mobilitas atau kursi
roda
Menghindari 8edera akibat
ke8elakaan-jatuh
2olaborasi
.. 2onsul dengan ahli terapi fisik atau
okupasi dan spesialis okasional
Memformulasikan program latihan
berdasarkan kebutuhan indiidual dang
mengindentifikasi bantuan mobilitas.
#4. &erikan matras busa atau pengubah
tekanan
Menurunkan tekanan pada jaringan
yang mudah pe8ah dan mengurangi
risko imobilitas dan dekubitus.
##. &erikan obat sesuai indikasi 6
! 9gen antireumatik, misal emas, natrium
tiomelat (myo8hrysin) atau auranofin
(ridaura)
! /teroid
2risoterapi (garam emas) menghasilkan
remisi terus!menerus, tetapi
mengakibatkan inflamasi rebound bila
terjadi penghentian-efek samping, mis
pusing, penglihatan kabur, syok
anafilaksis.
Menekan inflamasi sistemik.
<. Dangguan Dambaran Diri
Berhubungan dengan
§ 5er8eptual kognitif
§ 5sikososial
§ 5erubahan kemampuan untuk melakukan tugas umum
§ 5eningkatan penggunaan energy, ketidakseimbangan mobilitas
Ditandai dengan
§ :espon erbal terhadap perubahan struktur atau fungsi dari bagian tubuh yang sakit
§ &i8ara negatie tentang diri sendiri, fo8us pada kekuatan-fungsi masa lalu, dan penampilan
§ 5erubahan gaya hidup-kemampuan fisik untuk melanjutkan peran, kehilangan pekerjaan, dan
ketergantungan pada orang terdekat
§ 5erubahan padea keterlibatan so8ial, rasa terisolasi
§ 5erasaan tidak brdaya, putus asa
Kriteria hasil/kriteria evaluasi
§ Mengungkapkan peningkatan rasa per8aya diri dalam kemampuan untuk menghadapi penyakit,
perubahan gaya hidup, dan kemungkinan keterbatasan
§ Menerima perubahan gaya tubuh dan mengintegrasikan ke dalam konsep diri
§ Menyusun tujuan-ren8ana realitas untuk masa depan
9
§ Mengembangkan keterampilan perawatan diri agar dapat berfungsi dalam masyarakat.
Tindakan Keperawatan
0indakan-interensi :asional
Mandiri
#. Dorong pengungkapan mengenai proses
penyakit dan harapan masa depan
&erikan kesempatan mengidentifikasi
rasa takut-kesalahan konsep dan
menghadapi se8ara langsung
3. Diskusikan persepsi klien mengenai
bagaimana keluarga menerima
keterbatasan
1syarat erbal atau nonerbal keluarga
berpengaruh pada bagaimana klien
memandang dirinya
<. &antu klien mengekspresikan perasaan
kehilangan
Untuk mendapatkan dukungan proses
berkabung yang adaptif
). 5erhatikan perilaku menarik diri,
penggunaan menyangkal-terlalu
memperhatikan tubuh
Menunjukkan emosional-metode
koping maladaptie sehingga
membutuhkan interensi lebih
lanjut-dukungan psikologis.
'. &antu klien mengidentifikasi perilaku
positif yang membantu koping
Membantu mempertahankan 8ontrol
diri dan meningkatkan harga diri.
(. 1kutkan klien dalam meren8anakan
perawatan dan membuat jadwal aktiitas
Meningkatkan perasaan kompetisi atau
harga diri, mendorong kemandirian, dan
partisipasi terapi.
B. &erikan bantuan positif Memungkinkan klien merasa senang
terhadap dirinya> menguatkan perilaku
positif>serta meningkatkan per8aya diri
2olaborasi
$. :ujuk pada konselling psikiatri 2lien-keluarga membutuhkan dukungan
selama berhadapan dengan proses
jangka panjang
.. &erikan obat sesuai indikasi (missal
antiansietas)
Dibutuhkan saat mun8ulnya depresi
hebat sampai klien dapat menggunakan
kemampuan koping efektif.
). 2urang 5erawatan Diri
Berhubungan dengan
§ 2erusakan mus8uloskeletal, penurunan kekuatan, daya tahan, dan nyeri pada waktu bergerak
§ Depresi
§ 5embatasan aktiitas
Ditandai dengan
§ 2etidakmampuan mengatur aktiitas kehidupan sehari!hari (makan, mandi, berpakaian, dan
eliminasi).
Kriteria hasil/kriteria evaluasi
§ Melaksanakan aktiitas perawatan diri pada tingkat yang konsisten dengan kemampuan indiidual
§ Mendemonstrasikan perubahan teknik atau gaya hidup untuk memenuhi kebutuhan perawatan diri
§ Mengidentifikasi sumber pribadi atau komunitas yang dapat memenuhi kebutuhan perawatan diri.
10
Tindakan Keperawatan
0indakan-interensi :asional
Mandiri
Diskusikan tingkat fungsi umum (4!))
sebelum timbul penyakit
Melanjutkan aktiitas dengan
beradaptasi pada keterbatasan saat ini
2aji respons emosional klien terhadap
merawat kemampuan merawat diri yang
menurun dan beri dukungan emosional.
5erubahan kemampuan merawat diri
dapat membangkitkan perasaan 8emas
dan frustasi, dimana dapat mengganggu
kemampuan lebih lanjut
5ertahankan mobilitas, 8ontrol terhadap
nyeri dan program latihan
Mendukung kemandirian fisik atau
emosional
2aji hambatan terhadap partisipasi dalam
perawatan diri. 1dentifikasi modifikasi
lingkungan.
Meningkatkan kemandirian yang akan
meningkatkan harga diri
&eri dorongan agar berpartisipasi dalam
merawat diri. 9ktiitas yang terjadwal
memungkinkan waktu untuk merawat diri.
5artisipasi klien dalam merawat diri
meningkatkan harga diri dan
menurunkan perasaan ketergantungan.
&iarkan klien mengontrol lingkungan
sebanyak mungkin, bantu klien hanya jika
diminta.
Memberi kesempatan mengontrol dapat
meningkatkan harga diri dan
menurunkan perasaan ketergantungan.
,elaskan berapa lama kemampuan
merawat diri yang menurun diharapkan
untuk bertahan, jika diketahui.
Dapat mengurangi ketakutan akan
ketergantungan jangka panjang atau
permanen.
2olaborasi
$. 2onsultasi dengan ahli terapi okupasi Menentukan alat bantu memenuhi
kebutuhan indiidu.
'. 2urang 5engetahuan (2ebutuhan &elajar), mengenai 2ondisi, 5rognosis, dan 5engobatan
Berhubungan dengan
§ 2urangnya pemajanan-mengingat
§ 2esalahan interpretasi informasi
Ditandai dengan
§ 5ertanyaan atau permintaan informasi, pernyataan kesalahan konsep
§ 0idak dapat mengikuti instruksi atau terjadinya komplikasi yang dapat di8egah.
Kriteria hasil/kriteria evaluasi
§ Menunjukkan pemahaman tentang kondisi-prognosis dan perawatan
§ Mengembangkan ren8ana untuk perawatan diri, termasuk modifikasi gaya hidup yang konsisten
dengan mobilitas atau pembatasan aktiitas.
Tindakan Keperawatan
0indakan-interensi :asional
11
Mandiri
0injau proses penyakit, prognosis, dan
harapan masa depan
Memberikan pengetahuan dimana klien
dapat membuat pilihan berdasarkan
informasi.
Diskusikan kebiasaan klien dalam
penatalaksanaan proses sakit melalui diet,
obat, latihan dan istirahat.
0ujuan 8ontrol penyakit adalah untuk
menekan inflamasi atau jaringan lain
untuk mempertahankan fungsi sendi
dan men8egah deformitas
&antu dalam meren8anakan jadwal
aktiitas terintegrasi yang realitas,
istirahat, perawatan pribadi, pemberian
obat, terapi fisik dan manajemen stress.
Memberikan struktur dan mengurangi
ansietas pada waktu menangani proses
penyakit kronis kompleks.
0ekankan pentingnya melanjutkan
manajemen farmakoterapeutik
2euntungan dari terapi obat tergantung
pada ketepatan dosis, missal aspirin
diberikan se8ara regular untuk
mendukung kadar terapeutik darah #$!
3' mg.
:ekomendasikan penggunaan aspirin
bersalut atau salisilat nonasetil
5reparat bersalut di8erna dengan
makanan, meminimalkan iritasi gaster,
mengurangi risiko perdarahan.
9njurkan men8erna obat dengan
makanan, susu, atau antasida pada
sebelum tidur
Membatasi iritasi gaster. 5engurangan
nyeri dapat meningkatkan tidur dan
kadar darah serta mengurangi kekakuan
pada pagi hari.
0injau pentingnya diet yang seimbang
dengan makanan yang banyak
mengandung itamin, protein, dan ?at
besi.
Meningkatkan perasaan sehat dan
perbaikan atau regenerasi jaringan.
Dorong klien obesitas untuk menurunkan
berat badan dan berikan informasi
penurunan berat badan sesuai kebutuhan
5enurunan berat badan mengurangi
tekanan pada sendi, terutama pinggul,
lutut, pergelangan kaki, dan telapak
kaki.
&erikan informasi mengenai alat bantu,
missal tongkat atau palang keamanan.
Mengurangi paksaan untuk
menggunakan sendi dan
memungkinkan klien ikut serta see8ara
lebih nyaman dalam aktiitas yang
dibutuhkan.
#4. Diskusikan teknik menghemat energy,
misal, duduk daripada berdiri untuk
mempersiapkan makanan dan mandi
Men8egah kepenatan, memberikan
kemudahan perawatan diri, dan
kemandirian.
##. Dorong mempertahankan posisi tubuh
yang benar pada saat istirahat dan waktu
melakukan aktiitas, misal, menjaga agar
sendi tetap meregang, tidak fleksi
Mekanika tubuh yang baik harus
menjadi bagian dari gaya hidup klien
untuk mengurangi tekanan sendi dan
nyeri.
12
BAB III
PENUTUP
3.1 Ke)*pula%
:9 adalah suatu penyakit inflamasi sistemik kroni yang tidak diketahui penyebabnya,
dikarakteristikkan oelh kerusakan dan poriliferasi membrane synoial yang menyebabkan
kerusakan pada tulang sendi, ankilosis, dan deformitas.
/ebagian besar penderita menunjukkan gejala penyakit kronik yang hilang timbul, yang
jika tidak diobati akan menyebabkan terjadinya kerusakan persendian dan deformitas sendi yang
progresif yang menyebabkan disabilitas bahkan kematian dini. "alaupun faktor genetik, hormon
seE, infeksi dan umur telah diketahui berpengaruh kuat dalam menentukan pola morbiditas
penyakit ini
.
hingga etiologi 9: yang sebenarnya tetap belum dapat diketahui dengan pasti.
3.. "a#a%
5enyakit mus8uloskeletal bukan merupakan suatu konsekuensi penuaan yang tidak dapat
dihindari dan karenanya harus dianggap sebagai suatu proses penyakit spesifik, tidak hanay
sebagai akibat penuaan. /ebagai seorang perawat , untuk mengatasi terjadinya 8edera sebagai
akibat efek perubahan postur tubuh sebagai seorang perawat kita harus dapat menjadi perawat
yang terper8aya untuk meningkatkan kesehatan merekan sendiri dan melakukan latihan yang
teratur, postur tubuh dan diet yang benar setiap hari dalam kehidupan mereka sendiri, kemudian
dalam merawat lansia yang mengalami masalah mus8uloskeletal kita harus dapat memahami
suatu pemahaman terkait masalah tersebut, agar asuhan keperawatan dapat berjalan dengan baik.
13
DA9TAR PU"TAKA
9?i?ah,Ailik MaFrifatul. Keperaatan !anjut "sia. ;disi #. Daraha 1lmu. 7ogyakarta. 34##
http6--akhtyo.blogspot.8om-344.-4)-rheumatoid!artritis.html. 9skep Muskuloskeletal. dipostkan 0yo di
4..'( 5M ( Diakses tanggal <4 +ktober 34#<)
2ushariyadi. Asuhan Keperaatan pada Klien !anjut "sia. /alemba Medika. ,akarta. 34#4
MubaraG, Chayatin, /antoso. #lmu Keperaatan Komunitas Konsep Dan Aplikasi. /alemba Medika.
,akarta. 34##
/tanley, Mi8key. Buku Ajar Keperaatan Gerontik$ 9lih &ahasa> Nety ,uniarti, /ari 2urnianingsih.
;ditor> ;ny Meiliya, Moni8a ;ster. ;disi 3. ;DC. ,akarta. 344(
0amher, /. Noorkasiani. Kesehatan "sia !anjut dengan %endekatan Asuhan Keperaatan$ /alemba
Medika. ,akarta. 34##
14
DA9TAR I"I
KATA PENGANTAR
DA9TAR I"I
BAB I IPENDAHULUAN......................................................................... 1
BAB . TIN0AUAN TE&RI....................................................................... .
3.1 TIN0AUAN TE&RITI" 1EDI"....................................... .
3.#.# Definisi................................................................................... 3
3.#.3 ;tiologi................................................................................... 3
3.#.< 5atofisiologi............................................................................ <
3.#.) Manifestasi 2linis................................................................... )
3.#.' 2omplikasi.............................................................................. '
3.#.( 2riteria Diagnostik................................................................. '
3.#.B 5enatalaksanaan...................................................................... '
....... TIN0AUAN TE&RITI" KEPERA7ATAN.................... (
3.3.# 5engkajian.............................................................................. (
3.3.3 Diagnosa-1nterensi................................................................ B
BAB 3 Ke)*pula% !a% "a#a%.................................................................... 13
<.# 2esimpulan............................................................................... #<
<.3 /aran......................................................................................... #<
DA9TAR PU"TAKA::::::::::::::::::::::: 14
15
16