You are on page 1of 2

HIPOTESIS

1. Pengertian Hipotesis
Hipotesis adalah sebagai kesimpulan yang masih kurang atau kesimpulan yang
belum sempurna. Kesimpulan penelitian yang belum sempurna dari sebuah penelitian
sehingga perlu disempurakan dengan membuktikan kebenaran hipotesis tersebut
melalui sebuah penelitian.
Pengertian Hipotesa menurut Sutrisno Hadi adalah tentang pemecahan
masalah. Sering kali peneliti tidak dapat memecahkan permasalahannya hanya dengan
sekali jalan. Permasalahan itu akan diselesaikan segi demi segi dengan cara
mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk tiap-tiap segi, dan mencari jawaban melalui
penelitian yang dilakukan.

2. Macam-macam Hipotesis
Menurut bentuknya hipotesis dibagi menjadi tiga, diantaranya:
a) Hipotesis penelitian / kerja
Hipotesis penelitian merupakan anggapan dasar peneliti terhadap suatu
masalah yang sedang dikaji. Dalam hipotesis ini peneliti mengaggap benar
hipotesisnya yang kemudian akan dibuktikan secara empiris melalui pengujian
hipotesis dengan mempergunakan data yang diperolehnya selama melakukan
penelitian. Misalnya: Ada hubungan antara krisis ekonomi dengan jumlah orang
stress
b) Hipotesis operasional
Hipotesis operasional merupakan hipotesis yang bersifat obyektif. Artinya
peneliti merumuskan hipotesis tidak semata-mata berdasarkan anggapan dasarnya,
tetapi juga berdasarkan obyektifitasnya, bahwa hipotesis penelitian yang dibuat
belum tentu benar setelah diuji dengan menggunakan data yang ada. Untuk itu
peneliti memerlukan Hipotesis pembanding yang bersifat obyektif dan netral atau
secara teknis disebut Hipotesis nol (H0). H0 digunakan untuk memberikan
keseimbangan pada Hipotesis penelitian karena peneliti meyakini dalam pengujian
nanti benar atau salahnya hipotesis penelitian tergantung dari bukti-bukti yang
diperolehnya selama melakukan penelitian. Contoh: H0: Tidak ada hubungan
antara krisis ekonomi dengan jumlah orang stress.
c) Hipotesis statistic
Hipotesis statistik merupakan jenis hipotesis yang dirumuskan dalam bentuk
notasi statistik. Hipotesis ini dirumuskan berdasarkan pengamatan peneliti
terhadap populasi dalam bentuk angka-angka (kuantitatif). Misalnya: H0: r = 0;
atau H0: p = 0

3. Bentuk-bentuk Rumusan Hipotesis Penelitian
a) Hipotesis Deskriptif
Hipotesis deskriptif adalah hipotesis yang menyatakan tentang nilai suatu
variabel mandiri dan tidak membuat perbandingan atau hubungan. Perumusan
hipotesis deskriptif ini didasari oleh permasalahan penelitian yang tidak bertujuan
membuat perbandingan atau melihat hubungan antar variabel. Dalam penelitian
hanya bertujuan untuk menjelaskan satu variabel saja atau lebih dikelan dengan
penelitian univariat. Hipotesis deskriptif dirumuskan untuk menjawab
permasalahan taksiran atau estimasi atas satu variabel.
Misalnya :
 Gaya kepemimpinan di lembaga X telah mencapai 70 % dari yang
diharapkan
 Mahasiswa Ilmu Politik rata-rata membaca 3 buku dalam satu minggu
b) Hipotesis Komparatif
Hipotesis komparatif adalah penyataan yang menunjukkan dugaan nilai pada
satu variabel atau lebih pada sample yang berbeda atau dengan kata lain
membandingkan antara dua sample.
Misalnya : “Ada perbedaan kualitas pelayanan kantor catatan sipil Kota
Padang dengan kota Solok”
c) Hipotesis Asosiatif
Hipotesis asosiatif adalah suatu pernyataan yang menunjukkan hubungan atau
pengaruh antara dua atau lebih variabel.
Misalnya : Terdapat hubungan antara variabel X dengan variabel Y