Prinsip Kerja Motor Sangkar Tupai-Ganda (Double Squirrel Cage Motor

)
Dan Penggunaannya Dalam Mesin-Mesin Listrik
I. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Secara umum motor induksi dibagi menjadi dua buah, yaitu motor satu fasa, dan motor tiga
fasa. Secara prinsip cara kerja kedua jenis ini adalah sama yaitu karena adanya induksi, yaitu
adanya medan putar pada belitan utama (stator), medan putar tersebut akan memotong batang–
batang rotor, sehingga timbul induksi pada rotor.
Motor induksi adalah jenis motor yang paling banyak digunakan baik di industri maupun
untuk dipergunakan pada rumah tangga. Salah satu jenis motor induksi adalah motor induksi
satu fasa. Jenis motor induksi satu fasa sendiri sangat banyak salah satunya adalah motor induksi
satu fasa jenis rotor sangkar tupai (squirel cage). Maka dari itu diperlukan perancangan dengan
menggunakan program bantu komputer, agar hasil rancangan yang baik. Perancangan motor
induksi akan menghasilkan hasil–hasil perhitungan dimensi utama, desain stator,desain rotor,dan
name plte.
Motor induksi merupakan motor arus bolak – balik (AC) yang paling luas digunakan dan
dapat dijumpai dalam setiap aplikasi industri maupun rumah tangga. Penamaannya berasal dari
kenyataan bahwa arus rotor motor ini bukan diperoleh dari sumber tertentu, tetapi merupakan
arus yang terinduksi sebagai akibat adanya perbedaan relatif antara putaran rotor dengan medan
putar (rotating magnetic field) yang dihasilkan arus stator.
Motor ini memiliki konstruksi yang kuat, sederhana, handal serta berbiaya murah. Di
samping itu motor ini juga memiliki effisiensi yang tinggi saat berbeban penuh dan tidak
membutuhkan perawatan yang banyak.
Hampir semua motor ac yang digunakan adalah motor induksi, terutama motor induksi tiga
fasa yang paling banyak dipakai di perindustrian. Motor induksi tiga fasa sangat banyak dipakai
sebagai penggerak di perindustrian karena banyak memiliki keuntungan, tetapi ada juga
kelemahannya.



Keuntungan motor induksi tiga fasa :
a. Motor induksi tiga fasa sangat sederhana dan kuat.
b. Bianya murah dan dapat diandalkan.
c. Motor induksi tiga fasa memiliki efisiensi yang tinggi pada kondisi kerja normal.
d. Perawatanya mudah.
Kerugianya:
a. Kecepatannya tidak bisa bervariasi tanpa merubah efisiensi.
b. Kecepatannya tergantung beban.
c. Pada torsi start memiliki kekurangan.
Ada dua jenis motor induksi tiga fasa berdasarkan rotornya yaitu :
a. Motor induksi tiga fasa sangkar tupai ( squirrel-cage motor).
b. Motor induksi tiga fasa rotor belitan ( wound-rotor motor ).
Kedua motor ini bekerja pada prinsip yang sama dan mempunyai konstruksi stator yang
sama tetapi berbeda dalam konstruksi rotor.
2. Tujuan
a. Dapat mengaplikasikan software untuk proses perancangan motor induksi tiga fasa.
b. Pada akhir perancangan akan di hasilkan suatu perancangan motor induksi tiga fasa,
dengan hasil keluaran berupa nilai–nilai dari desain stator, desain rotor, dan dimensi utama.

3. Pembatasan Masalah
a. Jenis motor yang dirancang adalah motor induksi tiga fasa jenis rotor sangkar.
b. Perancangan meliputi perancangan stator dan perancangan rotor










II. PEMBAHASAN
Motor Sangkar Tupai-Ganda (Double Squirrel Cage Motor) Dan Penggunaannya
Dalam Mesin-Mesin Listrik

Motor Sangkar Tupai-Ganda (Double Squirrel Cage Motor) adalah tipe motor induksi
dimana konstruksi rotor tersusun oleh beberapa batangan logam yang dimasukan melewati slot-
slot yang ada pada rotor motor induksi, kemudian setiap bagian disatukan oleh cincin sehingga
membuat batang logam terhubung singkar dengan batangan logam lainnya.
Konstruksi dari motor induksi jenis rotor sangkar terdiri dari dua bagian utama, yaitu stator
dan rotor.
a. Stator
Stator adalah bagian utama dari motor yang diam. Stator merupakan suatu kerangka yang
dilaminasi terbuat dari besi tuang atau allumunium alloy tuang. Stator mempunyai bentuk alur
yang tirus (tapered) dengan gigi yang sejajar (parallel sided). Alur pada stator adalah tempat
kumparan utama dan kumparan bantu berada.
Prinsip dari stator motor induksi sama dengan motor atau generator sinkron. Dengan terdiri
dari sejumlah slot yang nantinya untuk menempatkan belitan stator.Slot–slot tersebut
ditempatkan dalam suatu rangka besi. Rangka tersebut mempunyai sirip–sirip besi yang
berguna sebagai pendingin motor. Kecepatan medan putar (

) pada stator adalah sebagai
berikut :

Fluk yang berputar pada stator akan menginduksi ke rotor, sehingga rotor juga akan
berputar mengikuti medan putar stator. Diantara putaran rotor ( ) dan putaran stator (

)
tidak sama. Perbedaan antara putaran stator dan putaran rotor disebut slip (S).




b. Rotor
Rotor adalah bagian dari motor yang bergerak. Rotor terdiri dari sebuah inti rotor dengan
alur yang dilapisi laminasi pada bagian utamanya. Jenis rotor yang banyak digunakan pada
motor induksi satu fasa adalah rotor jenis sangkar tupai (squerrel cage rotor). Pada prinsipnya
rotor jenis sangkar tupai dususun dari batang–batang konduktor yang kedua ujungnya
disatukan oleh cincin hubung singkat (end ring).

Batang Konduktor




End ring

Gambar Rotor Sangkar Tupai (Squerrel Cage Rotor)

Lebih dari 90 persen motor induksi adalah merupakan jenis sangkar tupai, karena jenis
rotor sangkar tupai mempunyai konstruksi yang sederhana. Konstruksi dari rotor jenis ini
Pada prinsipnya rotor jenis sangkar tupai disusun dari batang–batang konduktor yang kedua
ujungnya disatukan oleh cincin hubung singkat (end ring).
Bahan yang digunakan sebagai batang–batang konduktor berasal dari tembaga,
alumunium, atau dari campuran logam. Satu batang ditempatkan pada tiap slot, Lebih baik
batang dimasukkan dari belakang. Batang rotor adalah terhubung secara permanen, oleh
karena itu tidaklah dapat menambah suatu resistan dari luar secara seri dengan rotor, yang
bertujuan untuk digunakan pada saat starting. Pada motor – motor berdaya kecil, digunakan
metode lain pada konstruksinya. Terdiri dari batang–batang rotor dengan cincin akhir (end
ring) dalam satu tempat. Bahan yang digunakan adalah alumunium atau campuran alumunium
dengan logam.
Penampang motor sangkar tupai memiliki konstruksi yang sederhana. Inti stator pada
motor sangkar tupai tiga fasa terbuat dari lapisan – lapisan pelat baja beralur yang didukung
dalam rangka stator yang terbuat dari besi tuang atau pelat baja yang dipabrikasi. Lilitan – lilitan
kumparan stator diletakkan dalam alur stator yang terpisah 120 derajat listrik. Lilitan fasa ini
dapat tersambung dalam hubungan delta ( Δ ) ataupun bintang ( Υ ).
Jenis rotor sangkar ditunjukkan pada Gambar di bawah ini.

a. Tipikal rotor sangkar


Batang Poros Cincin Aluminium
Kipas
Batang Poros
Laminasi Inti Besi Aluminium Kipas

b. Bagian-bagian rotor sangkar

Batang rotor dan cincin ujung motor sangkar tupai yang lebih kecil adalah coran tembaga
atau aluminium dalam satu lempeng pada inti rotor. Dalam motor yang lebih besar, batang rotor
tidak dicor melainkan dibenamkan ke dalam alur rotor dan kemudian dilas dengan kuat ke cincin
ujung. Batang rotor motor sangkar tupai tidak selalu ditempatkan paralel terhadap poros motor
tetapi kerapkali dimiringkan. Hal ini akan menghasilkan torsi yang lebih seragam dan juga
mengurangi derau dengung magnetik sewaktu motor sedang berputar.
Pada ujung cincin penutup dilekatkan sirip yang berfungsi sebagai pendingin. Rotor jenis
rotor sangkar standar tidak terisolasi, karena batangan membawa arus yang besar pada tegangan
rendah. Motor induksi dengan rotor sangkar ditunjukkan pada Gambar berikut.

a. Konstruksi motor induksi rotor sangkar ukuran kecil






b. Konstruksi motor induksi rotor sangkar ukuran besar


Prinsip Kerja Motor Induksi
Ada terdapat 4 prinsip dasar yang menjelaskan bagaimana medan magnet dimanfaatkan
dalam mesin-mesin listrik, baik untuk transformator, generator maupun motor listrik, yaitu:
1. Suatu konduktor yang beraliran listrik akan membangkitkan medan magnet disekitar
penghantar tersebut, yangarahnya ditentukan menurut hukum Ampere.
2. Medan magnet yang berubah-ubah terhadap waktu, jika melalui kawat belitanakan
menginduksi suatu tegangan pada belitan tersebut.
3. Suatu konduktor beraliran listrik yang berada di dalam medan magnet akan mengalami
suatu gaya.
4. Suatu kawat belitan yangbergerak memotong garis gaya magnet, akan menghasilkan gaya
gerak listrik(GGL) induksi pada kawat belitan tersebut. Demikian pula jika suatu garis
gaya magnet bergerak memotong kawat belitan akan menginduksi gaya gerak listrik (g.g.l)
pada kawat belitan tersebut.
Salah satu kelemahan dari motor induksi adalah tidak mampu mempertahankan
kecepatannya dengan konstan bila terjadi perubahan beban. Apabila terjadi perubahan beban
maka kecepatan motor induksi akan menurun. Untuk mendapatkan kecepatan konstan serta
memperbaiki kinerja motor induksi terhadap perubahan beban, maka dibutuhkan suatu
pengontrol. Penggunaan motor induksi tiga fasa di beberapa industri membutuhkan performansi
yang tinggi dari motor induksi untuk dapat mempertahankan kecepatannya walaupun terjadi
perubahan beban. Salah satu contoh aplikasi motor induksi yaitu pada industri kertas. Pada
industri kertas ini untuk menghasilkan produk dengan kualitas yang baik, dimana ketebalan
kertas yang dihasilkan dapat merata membutuhkan ketelitian dan kecepatan yang konstan dari
motor penggeraknya, sedangkan pada motor induksi yang digunakan dapat terjadi perubahan
beban yang besar.
Motor induksi adalah alat listrik yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik.
Listrik yang diubah adalah listrik 3 phasa. Motor induksi sering juga disebut motor tidak
serempak atau motor asinkron. Prinsip kerja motor induksi lihat pada gambar ketika tegangan
phasa U masuk ke belitan stator menjadikan kutub S (south = selatan), garis-garis gaya magnet
mengalir melalui stator, sedangkan dua kutub lainnya adalah N (north = utara) untuk phasa V
dan phasa W. Kompas akan saling tarik-menarik dengan kutub S.Berikutnya kutub S pindah ke
phasa V, kompas berputar 120°, dilanjutkan kutub S pindah ke phasa W, sehingga pada belitan
stator timbul medan magnet putar.
Buktinya kompas akan memutar lagi menjadi 240°. Kejadian berlangsung silih berganti
membentuk medan magnet putar sehingga kompas berputar dalam satu putaran penuh, proses ini
berlangsung terus menerus. Dalam motor induksi kompas digantikan oleh rotor sangkar atau
belitan yang akan berputar pada porosnya. Karena ada perbedaan putaran antara medan putar
dengan putaran rotor, maka disebut motor induksi tidak serempak atau motor asinkron.


Gambar Prinsip kerja motor induksi


Perbedaan putaran relative antara stator dan rotor disebut slip. Bertambahnya beban, akan
memperbesar kopel motor, yang oleh karenanya akan memperbesar pula arus induksi pada rotor,
sehingga slip antara medan putar stator dan putaran rotor pun akan bertambah besar. Jadi , bila
beban motor bertambah, putaran rotor cenderung menurun. Dikenal dua tipe motor induksi yaitu
motor induksi dengan rotor belitan dan rotor sangkar.






Gambar berikut menunjukkan sebuah stator tiga fasa dengan suplai arus bolak balik tiga
fasa pula. Belitan stator terhubung wye (Y). Dua belitan pada masing-masing fasa dililitkan
dalam arah yang sama. Sepanjang waktu, medan magnet yang dihasilkan oleh setiap fasa akan
tergantung kepada arus yang mengalir melalui fasa tersebut. Jika arus listrik yang melalui fasa
tersebut adalah nol (zero), maka medan magnet yang dihasilkan akan nol pula. Jika arus mengalir
dengan harga maksimum, maka medan magnet berada pada harga maksimum pula. Karena arus
yang mengalir pada system tiga fasa mempunyai perbedaan 120
o
, maka medan magnet yang
dihasilkan juga akan mempunyai perbedaan sudut sebesar 120
o
pula.
Ketiga medan magnet yang dihasilkan akan membentuk satu medan, yang akan beraksi
terhadap rotor. Untuk motor induksi, sebuah medan magnet diinduksikan kepada rotor sesuai
dengan polaritas medan magnet pada stator. Karenanya, begitu medan magnet stator berputar,
maka rotor juga berputar agar bersesuaian dengan medan magnet stator.



Pada sepanjang waktu, medan magnet dari masing-masing fasa bergabung untuk
menghasilkan medan magnet yang posisinya bergeser hingga beberapa derajat. Pada akhir satu
siklus arus bolak balik, medan magnet tersebut telah bergeser hingga 360
o
, atau satu putaran.
Dan karena rotor juga mempunyai medan magnet berlawanan arah yang diinduksikan
kepadanya, rotor juga akan berputar hingga satu putaran.
Putaran medan magnet dijelaskan pada gambar dengan “menghentikan” medan tersebut
pada enam posisi. Tiga posisi ditandai dengan interval 60o pada gelombang sinus yang mewakili
arus yang mengalir pada tiga fasa A,B, dan C. Jika arus mengalir dalam suatu fasa adalah positif,
medan magnet akan menimbulkan kutub utara pada kutub stator yang ditandai dengan A’, B’,
dan C’.
N
S
= kecepatan sinkron (rpm) N
R
= kecepatan rotor (rpm)
Kecepatan medan putar atau kecepatan sinkron dari suatu motor dapat dicari dengan
menggunakan Equation (12-2).

dimana:
N
S
= kecepatan sinkron (rpm) N
R
= kecepatan rotor (rpm)
Kecepatan medan putar atau kecepatan sinkron dari suatu motor dapat dicari dengan
menggunakan Equation (12-2).
dimana:

Contoh:
Sebuah motor induksi dua kutub, 60 Hz, mempunyai kecepatan pada beban penuh sebesar 3554
rpm. Berapakah persentase slip pada beban penuh?
Solusi:



Satuan listrik :
Arus listrik (I) => ampere
Tegangan listrik (V) = beda potensial => volt
Tahanan (R) = resistansi => ohm
Reaktansi (X)=> ohm
Impedansi (Z)= R ± jX => ohm
Daya (S) = P ± jQ => volt ampere
Daya aktif (P) => watt
Daya reaktif (Q) => volt ampere reaktif
Energi (E) => watt-hour (watt-jam)
Faktor daya (cos j) => tidak ada satuan










DAFTAR PUSTAKA

Anton Susila. 2004. Perancangan Motor Induksi Satu Fasa Jenis Rotor Sangkar (Sqirrel Cage).
From http://eprints.undip.ac.id/25610/1/ML2F399366.pdf
Sumanto. 1993. Motor Listrik Arus Bolak – Balik. Yogyakarta : Andi Offset
Muchsin, Ismail. Elektronika dan Tenaga Listrik. From dosen.narotama.ac.id/wp
content/uploads/2013/01/MOTOR-INDUKSI.doc
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/28692/3/Chapter%20II.pdf