You are on page 1of 16

AVIFAH UMMU KALTSUM

121724007
CHILLER
Pengertian
Chiller adalah mesin yang menghilangkan panas
(mendinginkan) dengan cara mendinginkan fluida
melalui kompresi uap atau siklus refrigasi absorpsi.

Fluida disini berfungsi sebagai pendingin, untuk
mendinginkan udara/peralatan yang diperlukan.
Chiller tidak jauh berbeda
dengan AC.

Perbedaan yang sangat terlihat
jelas antara AC dan Chiller,
yaitu pertukaran kalo pada
sistem chiller tidak langsung
mendinginkan udara.
Jenis Chiller
Jenis Chiller terbagi menjadi dua :
 Chiller berpendingin udara (Air-cooled)
 Chiller berpendingin air (Water-cooled)
Skema Chiller
Chiller Uap Kompresi
Pada kompresi uap, digunakan refrigerant secara
internal sebagai fluida kerja.
Temperatur pendinginan, tekanan, dan karakteristik
refrigerant harus dicocokkan, hal ini sebagai parameter
penting dalam kompresi uap.
Menghitung Kapasitas Chiller
Untuk menghitung besarnya kapasitas pendinginan dari
sebuah mesin pendingin (chiller) diperlukan paling sedikit
tiga data.
(Dengan fluida air)
1) Temperatur air pendingin yang masuk ke mesin
2) Temperatur air pendingin yang diperlukan
3) Laju alir air pendingin
Menghitung Kapasitas Chiller
 Langkah-1
Hitung selisih temperatur (dT) antara air pendingin yang
masuk chiller dan temperatur air pendingin yang kita
perlukan.
 Langkah-2
Hitung panas yang harus diserap oleh chiller dalam BTU per
jam, yaitu: laju alir (gallon per jam) x 8.33 x dT F
 Langkah-3
Hitung kapasitas pendinginan dalam tons: panas yang harus
diserap (BTU/jam) ÷ 12,000
 Langkah-4
Tambahkan allowance (oversize) kapasitas pendinginan
dari kondisi ideal yang dihitung di Langkah-3 sebesar 20%
(ton): Tons x 1.2.
Heat Load Chiller & Water Flow
Flow rate penting untuk mengantarkan keluaran
sepenuhnya dari sumber panas pada temperatur drop
secara spesifik.
Q = H / (8.01 x ρ x c x ΔT)
Dimana :
Q = volume flow rate air (GPM)
H = sumber panas (Btu/hr)
ΔT = Temperature drop (°F)
ρ = Densitas fluida (lb/ft3)
c = kapasitas spesifik panas (Btu/lb/°F)
Pada sistem hydronic, dapat dibuat pendekatan :
8.01 x ρ x c = 500 untuk air

Total panas yang dihilangkan oleh chiller :
H = 500 x Q x ΔT

Dimana,
H = total panas yang dihilangkan (Btu/h
Evaporator Flow Rate
Qe = Htons x 24 / T

Dimana,
Qe = Evaporator water flow rate (GPM)
Htons = Air conditioning cooling load (tons)
ΔT = Perbedaan temperatur antara inlet dan outlet (°F)
Condenser Flow Rate
Qc = Htons x 30 / ΔT

Dimana,
Qc = Condenser water flow rate (GPM)
Htons = Air conditioning cooling load (tons)
ΔT = Temperature drop (°F)
Condensate Generation
Q Cond = Qair x W Lb / (SpV x 8.33)
Q Cond = Qair x W GR / (SpV x 8.33 x 7000)

Dimana,
Q Cond = Air Conditioning condensate generated (GPM)
Qair = Air Flow Rate through the air-handling unit cooling
coil (Cu-ft / minute)
SpV = Specific Volume of Air (Cu-ft per lb of dry air)
W Lb = Specific Humidity diff. between inlet and outlet of
air stream across coil (lb-H2O per lb of dry air)
W GR = Specific Humidity diff. between inlet and outlet of
air stream acros s coil (Gr. H2O per lb of dry air)


The volumetric flow rate
Q = H / (Cp x ρ x ▲T)

Dimana,
Q = volumetric flow rate (GPM)
H = heat flow rate (Btu/hr)
CP = specific heat capacity (Btu/lb-°F)
ρ = density (lb/ft3 )
▲T = temperature difference (°F)
Atau
Q = h / (500 x ▲T)

Dimana,
Q = Water flow rate (GPM)
H = Heat flow rate (Btu/hr))
ΔT = Temperature drop (°F)
Water Mass Flow Rate dapat dihitung dengan rumus :

m = h / ((1.2 Btu/lb- 0F) x ▲T)

Dimana,
m = mass flow (lb/hr)