You are on page 1of 7

Ruang Intermediet

LAPORAN PENDAHULUAN
FRAKTUR NASAL
(ARTIKEL)
O L E H :
SUIRDAWATI SULTHAN
C 1! !" #
$RO%RA& STUDI IL&U KE$ERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNI'ERSITAS HASANUDDIN
&AKASSAR
! ! (
FRAKTUR NASAL
$ENDAHULUAN
Trauma sering menjadi penyebab deformitas hidung sehingga menimbulan
gangguan se!ara fungsional dan estetia" #ajah adalah ion seseorang" Le$at $ajah%
arater seseorang dapat dienali% sebab $ajah mengandung banya arti" &arena $ajah
disusun dari beragam tulang belulang" Tulang'tulang $ajah terdiri dari mandibula%
masila% (igoma% nasal dan otot'ototnya" Apabila suatu ejadian e!elaaan
menyebaban suatu jejas di daerah $ajah yang menyebaban patah tulang $ajah )fratur
ma*ilofa!ial+% maa dapat dipastian bentu $ajah aan berubah menjadi urang
proporsional" ,egitu banya strutur penting di daerah $ajah inilah% maa
penatalasanaan trauma masilofa!ial perlu terus diembangan guna men!apai hasil
yang memuasan bai dari segi osmeti maupun perbaian fungsi"
Prof" dr" -unarto Resopra$iro% -p,)On+ memaparan data penelitian
retrospetif tahun .//0'.//1 pada penderita yang dira$at di -23 4lmu ,edah R-U DR"
-oetomo% -urabaya" Dari data penelitian itu menunjuan bah$a ejadian trauma
ma*ilofa!ial seitar 56 dari seluruh trauma yang ditangani oleh -23 4lmu ,edah R- Dr"
-oetomo" &ejadian fratur mandibula dan masila terbanya diantara . tulang lainnya%
yaitu masing'masing sebesar .7%816% disusul fratur (igoma .9%5:6 dan fratur nasal
0.%556" Penderita fratur masilofa!ial ini terbanya pada lai'lai usia produtif% yaitu
usia .0';/ tahun% seitar 5:%;86 disertai !edera di tempat lain% dan trauma penyerta
terbanya adalah !edera ota ringan sampai berat% seitar 156"
Anga trauma os nasal di R- dr -ardjito tahun .//. ditemuan .0 asus% tahun
.//; sebanya 09 asus% dan tahun .//: ada ./ asus" &ejadian murni fratur os nasal
ditemuan 00 asus pada tahun .//.% 8 asus pada tahun .//;% dan 0. asus pada tahun
.//:" &asus lainnya didapatan multipel fratur masilofasial dengan atau tanpa !edera
epala"1
Tujuan laporan asus ini adalah memperenalan rinoplasti sebagai salah satu
!ara untu melauan oresi deformitas hidung pas!a trauma% terutama untu asus
yang penanganannya tertunda lebih dari 9 hari"
ANATO&I FISIOLO%I
Hidung merupaan organ pen!iuman dan jalan utama eluar'masunya udara dari
dan e paru'paru" Hidung juga memberian tambahan resonansi pada suara dan
merupaan tempat bermuaranya sinus paranasalis dan saluran air mata" Hidung bagian
atas terdiri dari tulang dan hidung bagian ba$ah terdiri dari tulang ra$an )artilago+" Di
dalam hidung terdapat rongga yang dipisahan menjadi . rongga oleh septum% yang
membentang dari lubang hidung sampai e tenggoroan bagian belaang"
Tulang yang disebut konka nasalis menonjol e dalam rongga hidung%
membentu sejumlah lipatan" Lipatan ini menyebaban bertambah luasnya daerah
permuaan yang dilalui udara"
Rongga hidung dilapisi oleh selaput lendir dan pembuluh darah" Luasnya
permuaan dan banyanya pembuluh darah memunginan hidung menghangatan dan
melembaban udara yang masu dengan segera" -el'sel pada selaput lendir menghasilan
lendir dan memilii tonjolan'tonjolan e!il seperti rambut )silia+" ,iasanya otoran yang
masu e hidung ditangap oleh lendir% lalu disapu oleh silia e arah lobang hidung atau
e tenggoroan" <ara ini membantu membersihan udara sebelum masu e dalam paru'
paru" ,ersin se!ara otomatis membersihan saluran hidung sebagai respon terhadap
iritasi% sedangan batu membersihan paru'paru" -el'sel penghidu terdapat di rongga
hidung bagian atas" -el'sel ini memilii silia yang mengarah e ba$ah )e rongga
hidung+ dan serat saraf yang mengarah e atas )e bulbus olfaktorius% yang merupaan
penonjolan pada setiap saraf olfaktorius=saraf penghidu+" -araf olfatorius langsung
mengarah e ota"
ANATO&I 'ASKULAR HIDUN%
Arteri% >ena% dan limfe utama nasal tip berjalan di sebelah atas permuaan
mus!uloaponeurosis hidung" Arteria utama yang mem>asularisasi nasal tip termasu
pembuluh darah lateral% dorsal% dan !olummellar" Arteri nasal lateral membentu arus
mulai sebelah lateral arteri fasialis yang menjadi !abang terahir arteri labialis superior"
Arteri ini mensuplai daerah subdermal superfisial nasal tip" Arteri nasal dorsalis berjalan
sepanjang dorsum nasi" Arteri nasal lateral !abang terahir arteri fasialis menjadi
sepasang pembuluh !olummnelar" -aat rinoplasti esterna dierjaan pembuluh darah
diselamatan melaui disesi sebelah atas artilago daan tulang serta lapisan
mus!uloaponeuroti! hidung"
DEFINISI
Patah pada tulang hidung lebih sering terjadi dibandingan dengan patah tulang
lainnya di $ajah" 3ratur didefinisian sebagai terputusnya ontinuitas tulang )jaringan
eras+ oleh berbagai sebab merupaan ondisi yang umumnya disebaban oleh benturan
arena e!elaaan lalulintas )&LL+% e!elaaan erja serta atifitas fisi lain seperti olah
raga% eerasan fisi dan lain'lain" 3ratur daerah $ajah atau masilofasial paling banya
adalah fratur pada tulang hidung% emudian fratur rahang ba$ah )mandibula+%
emudian diiuti fratur pada tulang $ajah lain"
Pada daerah $ajah juga paling sering merupaan fratur yang omples )Pan
fasial+ yang melibatan tulang $ajah 0=; bagian atas% tengah dan ba$ah" Dapat dipahami
bah$a hidung dan rahang ba$ah merupaan bagian $ajah yang paling menonjol" Oleh
sebab itu setiap benturan pada $ajah yang yang pertama mengalami benturan adalah
hidung dan rahang ba$ah" &ondisi ini dapat diperparah oleh penggunaan helm yang tida
sesuai standar eamanan maa fungsi pelindung $ajah tida ter!apai oleh helm"
$EN)E*A*
Patah tulang hidung terjadi aibat benturan dan seringali disertai dengan patah
tulang lainnya di $ajah"
%E+ALA
?ejalanya berupa@
 Nyeri
 Perdarahan hidung
 2emar di seeliling mata
 &elainan bentu hidung )mungin baru aan tampa jia pembengaan telah
hilang+
 Pembengaan
 ?angguan dalam menghirup udara melalui hidung" Aia terjadi penimbunan darah
di dalam tulang ra$an )kartilago+ dari septum )pembatas lubang hidung iri dan
anan+ hidung% maa artilago bisa mengalami infesi dan mati% sehingga hidung
aan mendatar dan berbentu seperti sadel sepeda"
DIA%NOSA
Diagnosis ditegaan berdasaran gejala dan hasil pemerisaan fisi" Untu
memperuat diagnosis dilauan pemerisaan rontgen hidung"
$EN%O*ATAN
Untu men!egah infesi dan mempertahanan artilago% darah yang terumpul di
septum hidung dibuang" -etelah dilauan manipulasi untu mengembalian hidung e
posisi semula% dipasang bidai di luar hidung" Patah pada septum sulit untu diatasi dan
seringali perlu dilauan tindaan pembedahan"
RINO$LASTI
Rinoplasti esterna pertama ali diperenalan oleh Rethi )07;:+ menggunaan
insisi trans!olumellar untu mengespose nasal tip" -er!er )0718+ juga menggunaan
!ara yang sama untu membua nasal piramid" Pado>an )079/+ memperenalan espose
septum nasi melalui pendeatan esternal rinoplasti" Pemaaian rinoplasti esterna
tersebar luas setelah ?oodman dan <harbonneu menerapan pada bedah osmeti"
2enimbang euntungan pendeatan rinoplasti esterna% de$asa ini para ahli
mempertimbangannya sebagai prosedur standar tindaan menyangut anatomi hidung"
Bisualisasi luas sangat membantu indentifiasi strutur artilago% manipulasi
pembedahan% dan apliasi graft" -elain memilii eunggulan rinoplasti esterna juga
memilii eterbatasan% diantaranya penambahan $atu operasi dan timbulnya edema
yang lebih luas"
Rinoplasti era modern mulai tahun 0889 dengan menggunaan pendeatan insisi
intranasal" Pada abad ./ para ahli bedah memperenalan pendeatan insisi olumella
atau yang dienal sebagai rinoplasti esterna"Rinoplasti esterna merupaan suatu
pendeatan yang serba guna dalam e>aluasi anatomi hidung dan telah digunaan untu
mengatasi banya problem pada elainan hidung"
&elainan anatomi dapat terjadi pada ana maupun de$asa" &elainan hidung dapat
disebaban oleh elainan ongenital% infesi% trauma% dan tumor" ,eberapa elainan
hidung diantaranya !rooed nose% septum de>iasi% !elah bibir hidung% atresia oana% atau
elainan pada sinus sphenoid dapat dierjaan menggunaan pendeatan rinoplasti
esterna"
Rinoplasti telah dilauan untu reonstrusi deformitas hidung aibat trauma"
Rinoplasti terutama dierjaan bila rentang $atu antara ejadian trauma dan operasi
untu oresi lama melebihi 9 hari" Pada trauma lama telah terjadi penyembuhan fratur
sehingga reonstrusi membutuhan refraturisasi" Aibat trauma hidung se!ara anatomi
atau osmeti dapat berupa !rooed nose% saddle nose% atau septum de>iasi";': Dampa
trauma hidung berupa gangguan fungsional terbanya adalah hidung tersumbat% rinalgia
dan menimbulan rinore berepanjangan"
DAFTAR $USTAKA
Doenges% 2" E d" .///" Rencana Asuhan Keperawatan edisi ;" Aaarta@ E?<"
)http@==$$$"$ordpress"!om diases% .8 otober .//9+