You are on page 1of 2

Nama : Muhammad Fawzul Alif Nugroho

Stambuk : E 281 13 002


Mata Kuliah : Fisiologi Tumbuhan


Anti Transpiran

Anti transpiran merupakan senyawa kimia yang diberikan terhadap tanaman
untuk menurunkan laju transpirasi. Mekanisme kerja anti transpiran didalam
tumbuhan yaitu melalui penutupan lubang stomata oleh partikel tertentu maupun
mendorong berlangsungnya fisiologis yang menyebabkan stomata menutup.
Pada waktu siang hari atau pada waktu malam hari, yaitu dimana waktu
membukanya stomata pada saat proses respirasi berlangsung didalam tumbuhan.
Zat anti transpiran ini merupakan zat/ senyawa kimia yang dapatmenurunkan laju
transpirasi akibat terjadinya transpirasi pada tumbuhan yang berlebihanuang
diakibatkan oleh tekanan turgor yang berlebih. Karena sebagian besar air yang
diseraptumbuhan akan ditranspirasikan oleh tumbuhan tersebut, juka tumbuhan
tersebut nenyerap air dan unsure hara terlalu banyak maka tumbuhan tersebut
akan banyak mengeluarkab nyalewat transfirasi akibatnya tumbuhan tyersebut
akan layu bahkan akan mati. Dengan zat antitranspiran tersebut diharapkan
tumbuhan tersebut dapat menurunkan laju transpirasi. Zat antitranspiran ini
mempunyai kelebihan yaitu dapat menurunkan laju transpirasi pada
tumbuhanadapun kelemahan dari anti transpira ini adalah harganya yang sangat
mahal dan belum adayang efektif untuk menurunkan laju transpirasi
Anti transpiran digunakan untuk menekan laju transpirasi tanaman. Anti
transpirasi dapat membantu mencegah atau setidaknya memperlambat kelayuan
dengan memperlambat laju kehilangan air. Anti transpirasi dapat menghemat
suplai air yang ada pada media tanam, mempertahankan daya tahan tanaman
terhadap cekaman kekeringan, dan melindungi daun dari fungi dan serangga.

Anti transpirasi diklasifikasikan menjadi 3 yaitu anti transpirasi dengan
material pemantul cahaya matahari yang dapat menurunkan absorbsi energi
radiasi matahari sehingga menurunkan suhu daun, anti transpirasi yang dapat
menyebabkan stomata menutup secara kimiawi, dan anti transpirasi yang dapat
membentuk lapisan yang menutupi permukaan daun sehingga laju kehilangan air
berkurang.