You are on page 1of 2

ANAFILAKTIK KUTAN PASIF

I. TUJUAN
- Menentukan reaksi hipersensitifitas tipe I secara in vivo dengan reaksi anafilaksis
kutan pasif
II. METODE
Siapkan mencit normal yang akan digunakan sebagai hewan uji. Kemudian, cukur
bulu di bagian punggungnya, dan bagi dalam beberapa sector penyuntikan sesuai
dengan kebutuhan.
Siapkan serum ovalbumin, yang diambil dari darah hewan yang telah disensitisasi
aktif dengan ovalbumin, lalu biarkan terkoagulasi dan ambil serumnya dengan cara
setrifugasi. Imunoserum yang didapatkan mengandung IgE-antiovalbumin dan lalukan
pengenceran dengan NaCl 0,9 % (2 dan 4 kali).
Lalukan tahap sensitisasi pada mencit, dengan menyuntikan serum yang telah dibuat
dan pengencerannya sebanyak 0,1 ml tiap sector, kemudian tandai dan catat lokasi
penyuntikannya. Setelah itu, lakukan tahap penantangan, dengan menyuntikan secara
intravena 0,5 ml larutan putih telur 25%, kemudian amati gejala yang terjadi terutama
pada daerah penyuntikan imunoserum. Ukurlah dan cata bentolan merah yang
terbentuk pada mencit dari waktu ke waktu dengan interval 15 menit.
III. DATA PENGAMATAN






Keterangan :
- = negative response
+ = positive response

FOTO PENGAMATAN
MENCIT
KELOMPOK
AWAL PERCOBAAN AKHIR PERCOBAAN
6
7

MENCIT
KELOMPOK
WAKTU KE (MENIT)
0 15 30 45 60 75 90 105 120 135 150 165 180
6 - - - - - - - - - - - - -
7 - - - - - - - - - - - - -
8 - - - - - - - - - - - - -
9 - - - - - - - - - - - - -
8

9

IV. PEMBAHASAN
(kenapa harus kutan dan iv)
V. KESIMPULAN
VI. DAFTAR PUSTAKA