You are on page 1of 1

ABSTRAK

(A) DWI AJI MAULANA (2010210083)
(B) UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI PASTA GIGI YANG MENGANDUNG
HERBAL TERHADAP BAKTERI PENYEBAB HALITOSIS
(C) xiii + 87 halaman ; 13 tabel ; 6 gambar ; 22 lampiran
(D) Kata kunci : Halitosis, Pasta Gigi Herbal, Isolasi Bakteri, Streptococcus
mutans, Uji Batas Mikroba, Uji Aktivitas Antibakteri
(E) Penggunaan pasta gigi kini bukan hanya sebagai kosmetik, namun juga sebagai
terapi halitosis. Kandungan herbal dalam pasta gigi dapat membantu terapi
halitosis karena aktivitas antibakteri yang dimilikinya. Tujuan penelitian adalah
mengetahui jenis mikroba patogen dalam pasta gigi uji, mendapatkan isolat
murni bakteri saliva probandus penderita halitosis serta menguji aktivitas
antibakteri pasta gigi terhadap mikroba uji. Dilakukan uji batas mikroba pasta
gigi, isolasi mikroba uji dari saliva probandus penderita halitosis dan uji
aktivitas antibakteri pasta gigi herbal terhadap mikroba uji. Uji batas mikroba
pasta gigi A, B dan D memenuhi syarat tidak lebih 10 3 koloni/g yaitu ALT
antara 3,6x102-5,48x102 koloni/g; AKK antara <10-2,76x102 koloni/g
sedangkan nilai ALT dan AKK pasta gigi C adalah 4,63x10 4 koloni/g dan
9,84x103 koloni/g serta seluruh pasta gigi uji tidak terdapat pertumbuhan
mikroba patogen. Proses isolasi dihasilkan 19 isolat murni kemudian dilakukan
seleksi makroskopis, mikroskopis dan reaksi biokimia dihasilkan 4 isolat murni
bakteri representatif digunakan sebagai mikroba uji. Uji aktivitas antibakteri
menggunakan metode difusi agar dengan kertas cakram. Hasil daya hambat
pasta gigi berdasarkan keefektifannya pasta gigi C mengandung cengkeh antara
23,5-28 mm; pasta gigi B mengandung sirih antara 21-28 mm; pasta gigi A
mengandung siwak antara 18-23 mm; pasta gigi D dengan Natrium fluoride
antara 15,5-22,5 mm. Disimpulkan pasta gigi A, B dan D memenuhi syarat
Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia
Nomor HK.03.1.23.07.11.6662 Tahun 2011 mengenai cemaran mikroba dalam
kosmetik dan seluruh pasta gigi berpotensi sebagai antibakteri terhadap 4 isolat
murni bakteri hasil isolasi saliva probandus penderita halitosis dan bakteri
pembanding Streptococcus mutans.
(F)

Daftar rujukan : 35 (1974 – 2013 )

(G) Dra. Syarmalina, M.Si., Apt.
(H) 2014

xi