You are on page 1of 2

Ubin atau tegel dalam bahasa Jawa memiliki banyak ragam motif dan jenis.

Salah
satu jenis ubin yang saat ini sedang tren di Yogyakarta adalah ubin motif klasik atau dikenal
dengan nama tegel retro. Ubin yang dibuat dari semen dan pasir ini erat dengan sejarah
Yogyakarta. Teknik pembuatan tegel dengan cement floor tile itu diperkenalkan bangsa
Belanda pertama kali kepada masyarakat Yogyakarta pada awal abad ke-20. Tegel retro
bahkan dipakai untuk lantai Keraton Yogyakarta dan bangunan kuno. Motifnya yang kuno,
tegel retro memberikan nuansa klasik pada bangunan. Pabrik yang legendaris yang masih
eksis hingga saat ini mungkin hanya pabrik Tegel Kunci. Pabrik yang memproduksi berbagai
macam model ubin bernuansa klasik dan motif yang unik ini sudah berdiri sejak tanggal 16
desember 1929, pabrik in terletak di Jl. KS. Tubun 95 Yogyakarta yang tidak jauh dari
kawasan Malioboro, berada di jalan yang merupakan deretan toko oleh oleh khas jogja
berupa Bakpia. Pabrik ini berada disisi selatan jalan KS.Tubun sebuah papan nama Pabrik
Tegel dan Beton Kunci terpampang dengan jelas sehingga jika menuju tempat ini akan
sangat mudah ditemukan. Tertulis demikian karena memang dahulu memproduksi dua
produk yakni tegel dan beton , namun saat ini hanya tegel saja yang diproduksi. Saat ini
tegel retro tak hanya menghiasi restoran, hotel, butik, dan kafe tapi juga mulai menghiasi
hunian-hunian pribadi. Selain menghasilkan nuansa klasik, penggunaan tegel juga lebih
menguntungkan. Selain polos, tegel retro juga tersedia dalam motif bunga, daun, batik,
bentuk-bentuk geometris, hingga bentuk-bentuk dekoratif lain. Harga untuk tegel polos
dikisaran Rp 60.000 per m², sedangkan tegel motif dikisaran Rp 165.000 per m².
Perlahan namun pasti, tegel mulai ditinggalkan. Tingginya cost, corak yang cendrung
stagnan, dan hadirnya keramik dengan harga yang lebih miring dan warna yang lebih
menarik menyebabkan permintaan pasar terhadap tegel perlahan meringsut, Intinya pasar
menginginkan bukan hanya kualitas baik, juga harga yang terjangkau. Ditambah juga Karena
mengandalkan keterampilan manusia, produk tegel klasik ini tidak mudah diperoleh di
pasar. Yang tertarik menggunakan produk ini harus memesan jauh-jauh hari. Untuk
mendapatkan tegel sesuai dengan pesanan, setidaknya butuh waktu dua bulan. Maklum,
seluruh proses produksi memang dilakukan secara manual yang membuat mereka kalah
dengan pabrik keramik modern.
Karena trend selalu berubah. Maka seharusnya industri tegel lebih mengenali dari
sisi apa tegel tetap diminati dan dicari, tegel tidak hanya memberi warna, harusnya tegel
berkembang dengan motif-motif lain yang lebih beragam namun tetap tidak luput dari
nuansa klasik, Konsep menghadirkan desain interior dan eksterior bergaya vintage dan retro
nyatanya tak pernah mati. Serta tempat-tempat pemasaran tegel seharusnya di buat lebih
banyak sehingga orang mampu dengan mudah mencarinya tidak perlu jauh-jauh ke pabrik
daerah asalnya.
Sebelum keramik populer sabagai bahan penutup lantai, tegel dan marmer merupakan
bahan lantai pilihan di Indonesai. Pemakaian marmer sebagai bahan lantai dapat kita jumpai
di rumah rumah mewah. Namun demikian marmer tidaklah sepopuler tegel karena
harganya yang terlalu mahal bagi masyarakat Indonesia. Bahan penutup lantai yang paling
rasional bagi kelas menengah Indonesia adalah tegel. Dibandingkan dengan keramik, tegel
memiliki kelebihan tersendiri dalam hal pemakaian pola dan penyusunannya. Tegel memiliki
pola floral yang dapat dikombinasikan dengan bentuk polos. Tegel juga dapat di desain
dengan pola “border” dengan warna yang berbeda. Ukuran tegel sebetulnya bervariasi,
namun ukuran yang paling lazim adalah 20X20cm. Ukuran ini lebih kecil dibanding keramik
yang populer dengan ukuran 30 X 30cm. Hal ini memberikan keuntungan untuk pemakaian
desain pola, karena ukuran 30 X 30cm akan memberikan kesan visual yang lebih renggang
sehingga pola kurang bisa tertangkap kesatuannya. Lantai ubin atau tegel berbeda dengan
lantai keramik. Perbedaan itu terletak pada besar pori-porinya, jika pada keramik memiliki
pori yang kecil sehingga kedap air (tertutup rapat), maka tegel memiliki pori yang jauh lebih
besar sehingga memberikan efek dingin dan tidak pecah jika panas.