You are on page 1of 3

Vulkanisme di Indonesia penyebarannya dibagi tiga

:
 Sistem Sunda: dari Arakan Yoma (Myanmar) –
Andaman – Nicobar – Sumatra – Jawa –
Kepulauan Nusa Tenggara – Banda
 Sistem Busur Tepi Asia: Dari Jepang-Filipina –
Kalimantan Utara, Kep Sangihe
 Sistem Sirkum Australia: NZ – Kaledonia Baru –
Papua - Maluku
Manfaat Gunung Berapi
 Abu vulkanis menyuburkan tanah
 Memperbanyak hujan (orografis)
 Sumber air panas dan makdani
 Pariwisata
 Potensi tambang dan bahan bangunan
 PLTA dan irigasi
Pengaruh negatif Gunung berapi
 Korban Jiwa / ternak
 Gas beracun
 Awan panas berbahaya bagi jiwa
 Lahar panas dan lahar dingin merusak wilayah
yang dilalui
 Efflata dapat merusak bangunan
 Abu vulkanik mengganggu pernafasan
 Gelombang pasang jika gunung berada di laut
Usaha mengurangi bahaya gunung berapi
 Membuat terowongan air pada gunung yang
berkepundan
 Mengadakan pos-pos pengamatan gunung
berapi
 Mengungsikan penduduk sekitar gunung
Pengertian Seisme
 Getaran kulit bumi / bergetarnya permukaan
bumi
 Penyebab: Energi potensial berubah menjadi
energi kinetik
 Alat pencatat gempa: Seismograf
 Hasil catatan: Seismogram
Beberapa Istilah dalam seisme
 Seismologi : Ilmu yang mempelajari gempa
 Hiposentrum: Titik/garis di dalam lapisan bumi
pada kedalaman tertentu yang menyebabkan
terjadinya gempa
 Episentrum: Titik/Garis di permukaan bumi/laut
sebagai tempat dimana gelombang mulai
dirambatkan
Beberapa Istilah dalam seisme
 Pleistoseista: Garis pada peta yang membatasi
daerah sekitar episentrum yang mengalami
kerusakan terhebat akibat gempa.
 Isoseista: Garis pada peta yang menghubungkan
tempat-tempat yang mempunyai kerusakan fisik
yang sama
 Homoseista: Garis pada peta yang
menghubungakan daerah-daerah yang
mengalami gelombang primer pada waktu yang
sama
Klasifikasi Gempa
1. Berdasar Penyebabnya
a. Gempa runtuhan (Fall Earthquake)
b. Gempa Vulkanik (Vulcanic
Earthquake)
c. Gempa Tektonik (Tectonic
Earthquake)
Berdasar Intensitasnya
 Macroseisme : intensitasnya besar dan dapat
diketahui tanpa menggunakan alat
 Microseisme : Intensitasnya kecil, hanya dapat
diketahui dengan menggunkan seismograf
Berdasar bentuk episentrumnya
 Gempa Linear : Episentrum berupa Garis (Gempa
tektonik)
Gempa Sentral : Episentrum berupa titik (Gempa
vulkanik/runtuhan
Berdasarkan Kedalaman Hiposentrum
 Gempa dangkal : Kedalaman hiposentrum < 100
km
 Gempa menengah : kedalaman hiposentrum 100
– 300 km
 Gempa dalam : kedalaman hiposentrum 300 –
700 km
* Intensitas gempa semakin dangkal semakin kuat
Berdasarkan Jarak episentrum
 Gempa Setempat: Jarak episentrum < 10.000 km
 Gempa Jauh : Jarak episentrum 10.000 km
 Gempa Sangat Jauh : Jarak Episentrum > 10.000
km
Berdasar Letak Pusat Gempa (Episentrum)
 Gempa Laut : episentrum terletak di dasar laut
 Gempa Darat : episentrum terletak di
permukaan darat
Rumus LASKA
 Untuk menghitung jarak episentrum
 Rumus:
Δ = [ (S - P) – 1’ ] x 1000
 Pada tanggal 1 januari 2001 di Jakarta,
gelombang primer tercatat pada pukul 4.30 WIB
sedangkan gel sekunder pada pukul 4.33 WIB.
Berapa jarak episentrum dari kota jakarta ?
 Diketahui : P = 4.30 WIB
S = 4.33 WIB
 Ditanya: Jarak Episentrum ?
 Jawab: Δ = [(S-P) – 1] x 1000
= [ (4.33 – 4.30) – 1] x 1000
= [ 3 – 1] x 1000
= 2000 km dari Jakarta
PENGUKUR INTENSITAS KEKUATAN GEMPA:
 Skala Omari (I – VII)
 Skala Mercalli (I – XII)
 Skala Cancani ( I – XII)
Skala Richter (Berdasar Jarak episentrum dan amplitudo
gelombang gempa )
Peristiwa Eksogenetik meliputi:
Pelapukan (Weathering)
Pengikisan (Erosion)
Pengangkutan (Mass Wasting)
Pengendapan (Sedimentation)
Agen-agen tenaga eksogen:
Sinar Matahari
Angin
Air
Gelombang laut
Gletser
Makhluk hidup
Pelapukan
Merupakan proses penghancuran batuan dari
bongkahan besar menjadi bagian yang lebih kecil
Penyebabnya: Cuaca/iklim, terkena unsur kimia, dan
makhluk hidup
Macam-macam Pelapukan
Pelapukan Mekanik / Disintegrasi
Pelapukan Kimiawi / Dekomposisi
Pelapukan Biologis / Organis
Erosi
Merupakan proses terlepasnya partikel batuan dari
induknya
Tenaga yang bekerja: Air, Angin, Gelombang laut,
Gletser
Erosi oleh air
Erosi percikan / Splash Erosion
Erosi permukaan / Sheet erosion
Erosi alur / riil erosion
Erosi Parit / Gully erosion
Erosi Tebing sungai / Stream Banks Erosion
Erosi Air Terjun / Water fall erosion
Erosi Oleh Gelombang
= Abrasi
Menghasilkan Sea Caves dan Cliff
Erosi oleh angin
= Deflasi
= Korasi  Mushroom rock
Di daerah Plateau menghasilkan Mesa dan Butte
Erosi oleh gletser
Menghasilkan Morena (moraine)
Mass wasting
Slow Flowage/Creep
Rapid Flowage
Land Slides
Subsidence
Creep
Tidak Tampak mata
Terdiri dari:
- Soil Creep / rayapan tanah
- Talus Creep / rayapan talus
- Rock Creep / rayapan batuan
- rock-glacier Creep / rayapan batuan-
gletser
- Soilfluction / aliran massa batuan kenyang
air
Rapid Flowage
Earth flow / aliran tanah
Mudflow / aliran lumpur
Debris Avalanche / guguran puing
Land slides / longsor lahan
Slump / luncur
Debris slide / longsor puing
Debris fall / jatuh puing
Rock slide / longsor batu
Rock fall / jatuh batu
Subsidence
=Amblesan
Pergerakan tanah secara vertikal tanpa permukaan
bebas
SedimentasiProses pengendapan batuan hasil kikisan
Agen pembawanya: Angin, air, gletser, gelombang
laut
Sedimentasi berdasarkan tempat pengendapannyaS.
Fluvial : sungai
S. Terestris : daratan
S. Limnis : danau/rawa
S. Marine : laut
S. Glasial : daerah es
Sedimentasi berdasar tenaga pengangkutnya
S. Aquatis : air
S. Aeolis / Aeris : angin
S. Marine : air laut
S. Glasial : gletser