You are on page 1of 17

Kelompok 4

Kiki Rizki Ramadhani (240210120016)
Gina Firgianti (240210120017)
Fineri Dwi Tami (240210120018)
Nurahma Ruliantia S (240210120020)
Alia Sulistyanti (240210120021)
Proses Ozonisasi pada Limbah Cair
Industri Gula
Produksi Gula Hasil Samping Limbah
Limbah Padat Limbah Cair
ampas tebu
abu dan debu hasil
pembakaran ampas
di ketel
padatan bekas
analisa laboratorium
blotong
tetes.
 air cuci peralatan pabrik.
 cairan bekas analisa di
laboratorium dan luberan
bahan olah yang tidak
disengaja.
Akan
Dibahas
Limbah Gas
gas cerobong ketel
gas SO
2
dari cerobong
reaktor pemurnian
cara sulfitasi
Parameter Utama
BOD
COD
Parameter Sekunder
TSS
pH
Temperatur Nitrogen
Minyak dan Lemak
Sulfida
Padatan Keseluruhan
Parameter Pabrik Penggilingan Tebu dan Pemurnian Gula
Akan
Dibahas
Karakteristik Limbah
Karakteristik Fisika Karakteristik Biologi Karakteristik Kimia
Total Solid (TS)
Total Suspended Solid (TSS)
Kekeruhan.
Bau
Temperatur
Warna
Minyak dan Lemak
BOD pH COD
Banyaknya mikroorganisme
yang terkandung dalam air
limbah
penyerapan (adsorbsi) menggunakan zeolit maupun
bahan pengendap (koagulan) tawas dan perlakuan
menggunakan ozon O3 (Ozonisasi).
Pengurangan Pencemaran Limbah Cair Industri Gula
Pengolahan Air
Tecemar
Caranya
• mengikat koloid-koloid dalam limbah
Zeolit
• mengendapkan koloid
Tawas
• mereduksi senyawa organik, bau, warna dan
menurunkan COD dan BOD
Ozon
Prinsip Ozonisasi terhadap BOD dan COD
O
2
+ tekanan dielektrik -> O* ..... (1)
Oksidator kuat, dengan adanya unsur oksigen yang tidak
stabil, sehingga sangat reaktif
O* + H
2
O -> H + OH
-
.......…........ (2)
Radikal oksigen bertumbukan dengan air akan
membentuk ion hidroksil, membentuk ion
hidroksil radikal yang berperan untuk merombak
ikatan-ikatan dari persenyawaan kimia, baik
organic maupun anorganik yang terdapat dalam
limbah
Perombakan senyawa kimia yang terkandung pada
limbah membuat mikroorganisme kekurangan bahan
atau nutrisi, sehingga oksigen yang terkandung
didalam limbah tersebut berukurang.
Dari Ozoniser
Alat dan
Bahan
Alat
Bahan
Timbangan
Alat penggerus
Alat-alat gelas
pH meter
Alat ozonizer.
Tawas
Zeolit
Kapur
Sampel dari limbah industri dari PG
Pesantren Baru Kediri, Jawa Timur
Sampel 1 liter
Penambahan susu kapur hingga
pH larutan menjadi 8,0.
Penambahan tawas persentase
0,6%, 0,8%, 1,0%, dan 1,2%.
Ozonisasi selama 45 menit
Analisis BOD dan COD.
P
r
o
s
e
d
u
r

Perlakuan
diulang dengan
mengganti
tawas dengan
zeolit dan kapur
penambahan
kapur, pH limbah
tidak dibuat 8
Pembuatan Ozon
Metode Plasma Lucutan Terhalang
Dielektrik (Dielectric Barrier Discharge)
/ Metode Plasma Lucutan Senyap
Proses
Gambar 1. Skema Metode Plasma Lucutan Senyap
Tenaga dari dielektrik
interaksi antar partikel
bermuatan dengan partikel
kimia lain
memisahkan ikatan-ikatan
kimia suatu partikel
terjadinya eksitasi dari partikel
atom dan molekul
membentuk jenis partikel baru
seperti ozon
Adsorban
Adsorbansi
Koagulan
Koagulasi
Pemeriksaan pH
Kapur
pH
meter
Tangki
Proses
Ozonasi
Limbah
Cair
Persiapan Ozonasi
Udara dari luar didinginkan dan disaring
Dialirkan melalui air dryers
Udara yang sudah diproses masuk generator memproduksi ozon
(Ozoniser Lucutan Senyap)
Ozon dialirkan menuju
injector, bercampur
dengan air yang diproses
Campuran
ozon dan
air masuk
melalui
tank
Air yang
sudah
dimurnikan
keluar dari
tank
Gambar 1. Pengaruh penambahan tawas, zeolit dan kapur terhadap nilai BOD pada limbah, dengan waktu ozonisasi 45 menit.
Sumber: Isyuniarto, Usada, Suryadi dan Purwadi (2007)
Ozon memiliki peran besar dalam menurunkan BOD, karena ozon merupakan oksidator yang kuat yaitu
dengan adanya unsur oksigen yang tidak stabil, sehingga sangat reaktif
Gambar 2. Pengaruh penambahan tawas, zeolit dan kapur terhadap nilai COD pada limbah, dengan waktu ozonisasi 45 menit.
Sumber: Isyuniarto, Usada, Suryadi dan Purwadi (2007)
Nilai COD dalam limbah menjadi turun

Limbah cair pabrik pengolahan gula meliputi cairan bekas analisa di laboratorium
dan luberan bahan olah yang tidak disengaja.
Limbah padat pabrik pengolahan gula meliputi ampas tebu, abu dan debu hasil
pembakaran ampas di ketel, padatan bekas analisa laboratorium, blotong dan
tetes
Limbah gas pabrik pengolahan gula meliputi gas cerobong ketel dan gas SO
2
dari
cerobong reaktor pemurnian cara sulfitasi
.
pemakaian bahan-bahan koagulan
dan absorben tawas, zeolit dan kapur yang dikombinasikan dengan proses
ozonisasi dapat menurunkan nilai BOD dan COD limbah cair industri gula dengan
sangat signifikan, yaitu BOD dari 324 ppm menjadi 19 ppm dan COD dari 660
ppm menjadi 40 ppm.
Lebih efektif dibandingkan dengan penanganan limbah sebelumnya.
KESIMPULAN