You are on page 1of 19

PERCOBAAN 3

ASAM AMINO DAN
PROTEIN
KELOMPOK 7
A. TUJUAN
1. Membuktikan adanya ikatan peptida.
2. Memahami reaksi xantoproteat dan
uji biuret terhadap bermacam-macam
kandungan dari protein.
3. Memahami kelarutan dan sifat
amfoter dari asam amino.
B. DASAR TEORI
• Asam amino yang terdapat dalam protein adalah asam α-amino
karboksilat.





• Suatu asam amino mengalami reaksi asam basa internal yang
menghasilkan suatu ion dipolar, disebut zwiter ion. Karena
terjadinya muatan ion, asam amino mempunyai sifat garam.
• Oleh karena struktur dipolar ini, maka asam amino mudah larut
dalam air.
H
R
H2N-C-COOH
• Protein adalah polimer alam yang terbentuk dari unit-
unit asam amino yang berikatan satu sama lainmelalui
ikatan peptida.
• Protein juga bersifat amfoter, karena gugus R asam
amino tertentu mengandung gugus NH
2
atau COOH
bebas, dan akan bereaksi pada penambahan asam atau
basa.
• Asam amino mengandung gugus amina sehingga dapat
bereaksi dgn HNO
2
menghasilkan gas N
2
.

R-CH-COOH + HONO
NH
2
R-CH-COOH + N
2(g)
+ H
2
• Bila urea dipanaskan sehingga melebihi titik leburnya
akan diubah menjadi biuret.




• Protein memiliki ikatan peptida sehingga akan menghasilkan
pengujian biuret yang positif, sedangkan asam-asam amino tidak,
karena tidak adanya ikatan peptida.
• Gugus R pada beberapa asam amino bersifat aromatik seperti
tirosin dan fenilalanin, yang cukup banyak terdapat dalam banyak
protein. Oleh karena itu bila protein direaksikan dengan asam
nitrat pekat, cincin aromatik yang menghasilkan senyawa nitro
yang berwarna kuning yang akan ebih pekat dalam suasana basa.
H
2
N-C-NH
2
+ H
2
N-C-NH
2
O O
H
2
N-C-NH-C-NH
2
O O
Fungsi Protein :
• Sebagai enzim
• Pengendali pertumbuhan
• Pertahanan tubuh atau imunisasi
Struktur Protein :
• Struktur protein distabilkan oleh 2 macam ikatan yang
kuat (peptida dan sulfida) dan dua macam ikatan yang
lemah (hidrogen dan hidrofobik).
C. ALAT DAN BAHAN
Alat
• Tabung reaksi
• Pemanas spirtus
• Penjepit tabung
• Pipet tetes

Bahan
• Larutan HNO
3
pekat
• Asam l-aspartat
• CuSO
4
2%
• Larutan NaOH 10%
• Kasein
• Glisin
• Urea
• AgNO
3
• HgNO
3
• Albumin
• Sampel (ekstrak daging
ayam)
D. CARA KERJA
Uji Biuret

0,5 gram urea dimasukkan ke dalam
tabung reaksi kemudian dipanaskan
hingga timbul padatan
Urea didinginkan dan dilarutkan dalam
3 mL akuades kemudian disaring
menggunakan kertas saring.
Filtrat urea ditambah 2 mL NaOH 10%
dan 3 tetes CuSO
4
2%
2 mL kasein dan 2 mL akuades
Pada tabung lain ...
2 mL NaOH 10% 3 tetes CuSO
4
2%
Uji Xantoproteat

Setelah dingin, tambahkan NaOH 10%
Tabung 1, 2, 3 dipanaskan
Tabung 1 : +HNO
3
Tabung 2 : +HNO
3
Tabung 3 : +HNO
3
Tabung 1 : 0,1 g glisin
Tabung 2 : 0,1 g kasein
Tabung 3 : 10 tetes asam aspartat
Pengendapan dengan Ion Logam Berat
+ AgNO
3
2% tetes demi tetes
2 mL albumin
2 mL albumin
+ HgNO
3
5%
E. DATA PENGAMATAN
No Perlakuan Pengamatan Keteranga
n
1 Urea dipanaskan + 3 mL
akuades → diambil filrat
Filtrat (bening) + 2 mL NaOH
+ 3 tetes CuSO
4
(biru bening)

Terbentuk cincin biru di
bagian atas
+
(terdapat
ikatan
peptida)
2 Kasein + akuades
Kasein + akuades + NaOH
Kasein + akuades + NaOH +
CuSO
4

→ endapan putih
→ endapan hilang
→ biru
+
(terdapat
ikatan
peptida)

3 Sampel (ekstrak daging
ayam)
Sampel + akuades
Sampel + akuades + NaOH
Sampel + akuades + NaOH +
CuSO
4

→ endapan coklat
→ endapan coklat
→ cincin biru bagian atas
+
(terdapat
ikatan
peptida)
Uji Biuret
No Bahan Pengamatan Keterangan
1 Glisin + HNO
3

pekat + NaOH
Tetap berwarna
bening
- (tidak mengandung
senyawa aromatik)
2 Kasein + HNO
3

pekat + NaOH
Terbentuk warna
coklat
+ (mengandung
senyawa aromatik)
3 Asam aspartat +
HNO
3
pekat +
NaOH
Warna tetap bening - (tidak mengandung
senyawa aromatik)
4 Sampel + HNO
3

pekat
Sampel + HNO
3

pekat →
dipanaskan
Sampel + HNO
3

pekat + NaOH
Coklat
Kuning

Coklat kemerahan
+ (mengandung
senyawa aromatik)

Uji Xantoproteat
No Bahan Pengamatan Keterangan
1 Albumin + AgNO
3
Terbentuk endapan
putih
+
2 Albumin + HgNO
3
Terbentuk endapan
putih
+
Pengendapan Ion Logam Berat
F. PEMBAHASAN
Pada uji biuret, kelompok kami menggunakan 3 sampel : urea,
kasein, dan ekstrak daging ayam.
Pada sampel yang diujikan mengandung ikatan peptida (+) :
Urea dipanaskan + akuades + NaOH 10% + CuSO
4
2% →
terbentuk cincin ungu kebiruan
Kasein + 2 mL akuades + NaOH 10% + CuSO
4

terbentuk warna biru
Sampel + NaOH 10% + CuSO
4
→ terbentuk cincin biru
Uji biuret menghasilkan warna biru keunguan pada asam
amino yang mengandung kompleks Cu
2+
, HN
2
, dan gugus
CO dari rantai peptidanya. Senyawa biuret dihasilkan dari
larutan sampel ekstrak daging ayam, kasein, dan urea yang
dipanaskan.
Gambaran proses terbentuknya ikatan peptida :
CuSO
4
+ 5 H
2
O + 2 NaOH → Cu(OH)
2
+ Na
2
SO4 + 5H
2
O
Cu (OH)
2
Cu
2+
+ 2 OH
-



 Uji Xantoproteat
Digunakan untuk asam amino yang mengandung inti
benzena. Reaksi yang digunakan adalah reaksi nitrasi pada
inti benzena yang terdapat di protein oleh HNO
3
pekat.
Pada uji xantoproteat kami menggunakan sampel ekstrak
ayam, glisin, kasein, dan asam aspartat. Dari hasil
pengamatan diketahui bahwa 3 dari 4 sampel terbukti
mengandung senyawa aromatik yang ditandai dengan
terbentuknya warna kuning saat praktikum.

OH
protein
+ HONO
2
OH
protein
NO
2
O
-
protein
NO
2
(kuning)
(kuning kuat)
 Pengendapan dengan Ion Logam Berat
 Pada uji ini, logam berat yang digunakan adalah Ag
+
dalam
AgNO
3
dan Hg
+
dalam HgNO
3
 Sedangkan sampel yang digunakan adalah larutan albumin.
 Hasil :
 lar Albumin + AgNO
3
→ + (positif)
 Lar Albumin + HgNO
3
→ + (positif)
 Indikator positif ditandai dengan terbentuknya endapan
berwarna kuning kecoklatan. Logam berat seperti Ag dan Hg
akan membentuk endapan logam proteinat.
 Ikatan yang terbentuk amat kuat akan memutuskan jembatan
garam, sehingga protein mengalami denaturasi.
 Ion-ion positif yang dapat mengendapkan protein adalah Ag
+
,
Ca
2+
, Zn
2+
, Hg
2+
, Pb
2+
, Cu
2+
, dan Fe
2+
1. Ikatan peptida dapat dibuktikan dengan uji biuret.
2. Uji Xantoproteat digunakan untuk asam amino yang
mengandung benzena. Sedangkan uji biuret digunakan untuk
membuktikan ikatan peptida.
3. Hasil percobaan :
 pada uji biuret lar. sampel, urea, dan kasein memiliki ikatan
peptida.
 Pada uji xantoproteat , larutan sampel dan kasein
mengandung senyawa aromatik.
 Pada pengendapan dengan logam berat, semuanya positif.

 Girinda, A. 1986. Biokimia I. Jakarta : Gramedia.
 Winarno, F.G. 1997. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta :
Erlangga.
 Lehninger, A. 1988. Dasar-Dasar Biokimia. Terjemahan
Maggy Thenawidjaya. Jakarta : Erlangga.
 Ridwan, S. 1990. Kimia Organik Edisi I. Jakarta: Binarupa
Aksara.
 Tim Dosen Biokimia. 2014. Petunjuk Praktikum Biokimia
untuk Prodi Pendidikan IPA. Semarang : Unnes.