You are on page 1of 42

Dinamika Kelompok

Kelompok 3 :
Friska Manullang
Ingkan Sayekti
Intan Caritta
Dinamika Kelompok
Pengertian Dinamika :
Kekuatan atau gerak yg timbul sendiri
Pengertian Kelompok :
Sekumpulan individu yg saling berinteraksi
Pengetian Dinamika Kelompok :
Kekuatan yg ada dalam kelompok
(Keith Davis & John Newstromilid 1, 1993,208)
Arti Kelompok Dalam Berbagai
Sudut Pandang
Persepsi
Kelompok : sejumlah orang yang melakukan interaksi
dengan orang lain dalam suatu rangkaian pertemuan
tatap muka
Segi Organisasi
Kelompok : suatu sistem yang terorganisasi yang
terdiri atas dua orang atau lebih yang saling
berhubungan sedemikian rupa sehingga sistem
tersebut melakukan fungsi tertentu

Arti Kelompok Dalam Berbagai
Sudut Pandang
Segi Motivasi
Kelompok : kumpulan individu yang eksistensinya
sebagai kumpulan adalah sangat bermanfaat bagi
para anggotanya
Segi Interaksi
Kelompok : adanya saling ketergantungan dalam
suatu interaksi antar pribadi yang merupakan suatu
sistem

Pentingnya Dinamika Kelompok
Dinamika kelompok sebagai suatu metoda dan
proses, merupakan salah satu alat manajemen
untuk menghasilkan kerjasama kelompok yang
optimal, agar pengelolaan organisasi menjadi
lebih efektif, efisien dan produktif.
Tujuan Dinamika Kelompok
Membangkitkan kepekaan diri seorang anggota
kelompok terhadap anggota kelompok yang lain,
sehingga dapat menimbulkan rasa saling menghargai
Menimbulkan rasa solidaritas anggota sehingga
dapat saling menghormati dan saling menghargai
Menciptakan komunikasi yang terbuka terhadap
sesama anggota kelompok
Menimbulkan adanya itikad yang baik diantara
sesama anggota kelompok.

Tahap Pertumbuhan Kelompok
Performing
Norming
Storming
Forming Ice Breaking
Individu
Faktor-Faktor Pembentukan
Kelompok
Adanya ketergantungan yang sifatnya positif
( positive interdependency )
Keandalan Individu ( Individual Accountability )
Interaksi Langsung ( face to face interaction )
Keterampilan Kerjasama ( collaborative skills )
Proses Kelompok ( group processing)

Teori Pembentukan Kelompok
Propinquity Theory
Kedekatan ruang /geografis
Interaction Theory
Kebersamaan dalam aktivitas.
Balance Theory
Kesamaan sikap & Nilai.
Exchange Theory
Adanya reward

Alasan Membentuk Kelompok

1. Kebutuhan
2. Kedekatan
3. Daya tarik
4. Tujuan kelompok
5. Ekonomi
(Gibson dkk,1989,205-207, Marvin E.Shaw 1981,81-97)
Pembentukan Kelompok

Perpecahan
Penyesuaian
Pembentukan
Perubahan
Interaksi
Tujuan
Motivasi
Perasaan
Perilaku Manusia Dalam Kelompok
HELPING & COOPERATION
1. Model
2. Mood
3. Kejelasan Tanggung Jawab
4. Penilaian Masyarakat
COMPETITION
CONFLICT

Perbedaan Invividu Dalam
Kelompok
Cooperator
Competitor
Individualist

Ciri Cooperator
Menolak segala bentuk persaingan
Menyadari adanya perbedaan individu
Berhasrat untuk meningkatkan diri dan rekan
kerja.
Lebih memilih untuk bekerjasama

Ciri Competitor
Memandang semua orang sebagai kompetitor
Memandang setiap interaksi sebagai suatu
kancah untuk mengalahkan saingannya.
Berhasrat hanya memaksimumkan
keuntungan diri pribadi.
Lebih menyukai kompetisi meskipun
sebenarnya kerjasama lebih menguntungkan

Ciri Individualist
Mengutamakan pencapaian hasil diri pribadi.
Sedikit sekali perhatian terhadap hasil yang
diperoleh orang lain.
Bersifat fleksibel (bisa kooperatif /kompetitif)
tergantung mana yang akan lebih
menguntungkan.

Kecenderungan Munculnya
Kooperasi atau Kompetisi
Type Individu
Reciprocity
Motivasi / Intensi orang lain (attribusi)
Baik / Buruknya Komunikasi
Keterpaduan Kelompok

Masalah Dalam Perilaku Kelompok
Frustasi
Stress
Konflik

Sumber Stress
Diri Sendiri
Keluarga dan lingkungan
Tempat Kerja
- Beban Kerja
- Peran dalam Perusahaan
- Hubungan di tempat kerja
- Karir
- Perubahan Organisasi

Sumber Stress Dari Diri Sendiri
Berawal dari keinginan kita untuk :
1. Dianggap berguna
2. Dianggap mampu
3. Dianggap berhasil
4. Dianggap penting
5. Dianggap terpandang/ dihargai.
Keinginan-keinginan tersebut adalah suatu
konsekwensi kebutuhan hidup manusia
(Maslow, McClelland)

Sumber Stress Dari Keluarga Dan
Lingkungan
Hubungan Suami & Istri
Hubungan Orangtua & Anak
Masalah Kesehatan / Kematian
Ekonomi Rumah Tangga
Pembinaan & Pendidikan anak
Kondisi perumahan & Lingkungan sekitar


Mengelola Stress Lewat Sikap
( Attitudes )
Bersikap Realistis:
-Cita-cita
-Harapan-harapan
-Tujuan-tujuan
Bersikap Positif / Orientasi kedepan
Mengelola waktu dengan baik.

Mengelola Stress Lewat Kebiasaan
( Habits )
Melakukan Pelemasan Ketegangan
Menyenangkan diri sendiri
Istirahat yang cukup
Melakukan olah raga secukupnya
Makan dengan sehat
Berkomunikasi dengan efffektif

Konflik
Pengertian Konflik
Adalah suatu proses yang mulai dengan bila
satu pihak merasakan atau mempersepsi
bahwa satu pihak lain telah mempengaruhi
secara negatif atau akan mempengaruhi
secara negatif atas sesuatu yang disukai pihak
pertama
Konflik Dalam Organisasi
Konflik dalam organisasi terbagi atas :
1. Konflik Fungsional ( Functional Conflict )
Konflik yang mendukung tujuan kelompok
dan memperbaiki kinerja kelompok
1. Konflik Disfungsional (Dys-functional Conflict)
Setiap konflik yang terjadi yang berpengaruh
negatif, menghambat dan menghalangi
peningkatan kerja

Jenis Konflik Dalam Organisasi
Konflik Dalam Diri (Intrapersonal)
Konflik Antar Individu (Interpersonal)
Konflik Antar Anggota Kelompok (Intragroup)
Konflik Antar Kelompok (Intergroup)
Konflik Dalam Organisasi (Intraorganizational)
Konflik Antar Organisasi (Interorganizational)

Tahapan Konflik Dalam Organisasi
Konflik Yang Bersifat Laten
Konflik Yang Dipersepsikan
Konflik Yang Dirasakan
Konflik Yang Dimanifestasikan
Ekor Konflik
Sumber-Sumber Konflik
1. Saling Ketergantungan Tugas
- Ketergantungan Yang Dikelompokkan
- Ketergantungan Berurutan
- Ketergantungan Timbal Balik
2. Perbedaan Tujuan & Prioritas
3. Faktor Birokrasi ( Lini Staf )
4. Kriteria Penilaian Prestasi Yang Saling
Bertentangan

Sumber-Sumber Konflik
5. Persaingan Terhadap Sumber Daya Yang
Langka
6. Sikap Menang Kalah

Model Atau Proses Konflik

Stage 1



Faktor Utama
Penyebab
Konflik

1. Komuniksi
2. Struktur
3. Kep. Pribadi



Stage 2

Kesadaran
Dan
Personalisasi

1. Konflik
Yang
Dipersepsi
2. Konflik
Yang
Dirasakan
Stage 3


Maksud

1. Bersaing
2. Berkompr
omi
3. Bekerja
Sama
4. Menghind
ar
5. Menyesua
ikan
Stage 4


Perilaku

1. Perilaku
Pihak
Berkonflik
2. Reaksi
Orang
Lain


Stage 5


Hasil
1. Prestasi
Kelompok
Meningkat
2. Prestasi
Kelompok
Menurun



Dampak Konflik Terhadap Perilaku
Kelompok
1. Perubahan Perilaku Yang Terjadi Interen
Kelompok Itu Sendiri :
- Meningkatnya Kohesivitas Atau Kepaduan
- Meningkatnya Loyalitas
- Meningkatnya Kepemimpinan Yang
Bersifat Otokratis
- Orientasi Aktivitas
- Penilaian Berlebihan


Dampak Konflik Terhadap Perilaku
Kelompok
2. Perubahan Yang Terjadi Di Antara Kelompok :
- Menurunnya Komunikasi
- Penyimpangan Persepsi
- Stereotip Yang Negatif


Intergroup Conflict vs Performance


Situasi 3
Tingkat Konflik Antar Kelompok
Situasi 1
Rendah
Tinggi
Tingkat Prestasi Organisasi
Tinggi
Situasi 2

Intergroup Conflict vs Performance

Tingkat Konflik
Intergroup
Kemungkinan
Dampaknya
Terhadap
Organisasi
Organisasi Dicirikan Oleh Tingkat
Prestasi
Organisasi
Situasi 1
Rendah atau Tidak
Ada
Disfungsional -Adaptasi Yang Lamban
Terhadap Perubahan
Lingkungan
- Sedikit Perubahan
- Sedikit Stimulasi Gagasan
- Apatis
- Stagnasi
Rendah
Situasi 2
Optimal Fungsional -Gerakan Positif Kearah
Tujuan
- Inovasi & Perubahan
- Mencari Pemecahan
Masalah
- Kreativitas & Adaptasi
Cepat Terhadap Perubahan
Lainnya
Tinggi
Situasi 3
Tinggi Disfungsional - Gangguan Kegiatan
- Kesulitan Koordinasi
- Kekacauan
Rendah
Penanganan Konflik
Penanganan Konflik :
Lose-Lose Strategy
Win-Lose Strategy
Win-Win Strategy
Penanganan Konflik
Lose-Lose Strategy
AVOIDANCE
SMOOTHING
COMPROMISE
Akibatnya :
1. Tidak ada pihak yang menang
2. Sumber masalah tidak terpecahkan
3. Konflik potensial untuk muncul kembali

Penanganan Konflik
Win-Lose Strategy
Satu Pihak dimenangkan melalui :
- Kekerasan
- Superioritas atau Kekuasaan
Akibatnya :
1. Akar konflik tidak ditemukan
2. Cenderung menekan yang kalah
3. Konflik potensial untuk muncul kembali

Penanganan Konflik
Win-Win Strategy
Tidak ada yang merasa kalah, every body
happy.
Caranya :
1. Expanding the pie
2. Trading Issues / Logrolling
3. Nonspecific Compensation
Akan muncul Kedamaian yang kekal

STUDY KASUS
DINAMIKA KELOMPOK SOSIAL PETANI KOPI
(STUDI KASUS DI KEL. MANGAU KEC. MAKALE
KAB. TANA TORAJA)
Pembentukan kelompok petani ini diawali
dengan adanya perasaan atau persepsi yang
sama dalam memenuhi kebutuhan.
Setelah itu akan timbul motivasi untuk
memenuhinya, sehingga ditentukanlah tujuan
yang sama dan akhirnya interaksi yang terjadi
akan membentuk sebuah kelompok.
STUDY KASUS
Interaksi sosial terjadi ketika ada seseorang
atau kelompok orang melakukan suatu
tindakan kemudian dibalas oleh pihak lain
(individu atau kelompok) dengan perilaku atau
tindakan tertentu.
Dengan adanya interaksi sosial antara
kelompok petani dapat mengeratkan
hubungan kekeluargaan dan kerja sama yang
baik antara kelompok petani maupun dengan
anggota kelompok petani tersebut.
STUDY KASUS
sehingga dengan adanya kerja sama secara
berkelompok berdampak pada peningkatan
jumlah produksi yang baik. Terjadinya
dinamika kelompok petani dikarenakan karena
adanya kepentingan bersama yang dapat
mendorong sekelompok orang.
membentuk sebuah kelompok dimana mereka
bekerja sama dengan tekun, bersaing secara
sehat dengan kelompok lain untuk
memperoleh hasil yang baik. Kata kunci:
dinamika kelompok, petani kopi.



Referensi
FX. Suwarto, Drs., MS., Perilaku Keorganisasian, Univ. Atma Jaya Yogyakarta, 1999.
Indriyo Gitosudarmo, Drs., M. Com., I Nyoman Sudita, Drs., M.M., Perilaku
Keorganisasian, BPFE, Yogyakarta, 1997.
Mangkunegara, Anwar P. 2005. Perilaku Dan Budaya Organisasi. Bandung: Refika
Aditama.
James L. Gibson. Jhon M, Ivancevich, James H. Donelly, Jr. 2000, Organization:
Behavior, Structure and Process, Burr Ridge, H:Irwin.
Greenberg, J. & Baron, R.A. 2004. Behavior in Organization: Understanding and
Managing the Human Side of Work, 9th edition. Upper Saddle River, NJ: Prentince-
Hall.