You are on page 1of 2

Dasar Mekanisme Genetika Molekular

Dasar mekanisme genetika molekular terdiri dari sintesis DNA, sintesis RNA,
sintesis polipeptida, dan DNA repair. Sintesis untaian DNA baru dimulai setelah dua untaian
DNA induk terpisah membentuk garpu replikasi. Pemisahan kedua untaian DNA induk
dilakukan oleh enzim DNA helikase. Kedua untaian DNA induk digunakan sebagai cetakan
untuk menyintesis DNA baru yang berlangsung dengan orientasi 5 ke 3.
Sintesis RNA di bawah arahan DNA melalui proses transkripsi. Terjadi dalam
nukleus dan akan menghasilkan molekul mRNA. Sintesis RNA melibatkan enzim RNA
polimerase dalam membuka pilinan untai DNA dan mengaitkan dengan nukleotida RNA.
Tahapan dalam transkripsi meliputi inisiasi, elongasi dan terminasi. Tempat berlangsungnya
sintesis protein adalah di ribosom, melalui proses inisiasi, elongasi, dan terminasi. Pada
eukariot terdapat proses lanjutan yang terjadi pada RE untuk menghasilkan protein struktural
dan fungsional yang kondisinya aktif dan inaktif. Sintesis protein melibatkan 3 molekul
penting :
mRNA : Pembawa kode genetik berasal dari RNA
rRNA : Mesin perangkai poilpeptida
tRNA : Membawa asam amino dalam bentuk senyawa amino acyl tRNA
DNA repair merupakan mekanisme perbaikan DNA yang mengalami kerusakan /
kesalahan yang diakibatkan oleh proses metabolisme yang tidak normal, radiasi dengan sinar
UV, radiasi ion, radiasi dengan bahan kimia, atau karena adanya kesalahan dalam replikasi
DNA. DNA yang rusak harus diperbaiki karena jika terjadi pada sel germinal (sel telur dan
sel sperma), maka kerusakan tersebut dapat diwariskan kepada keturunannya dan jika terjadi
pada sel somatis, maka kerusakan tersebut hanya dimiliki oleh individu tersebut. Kerusakan
pada DNA dapat terjadi karena metabolisme seluler, eksposur dengan sinar UV, radiasi ion,
eksposur dengan bahan kimia dan kesalahan replikasi. Kerusakan DNA terjadi dalam
beberapa cara, antara lain adanya modifikasi basa yaitu perubahan ikatan kovalen antara basa
yang berdekatan atau kehilangan basa, intrastrand cross yaitu terjadinya hambatan dalam
replikasi dan transkripsi DNA, dan kerusakan DNA tipe tiga yaitu terjadinya deaminasi
sitosin.
Respon yang terjadi apabila terjadi kesalahan atau kerusakan DNA adalah
pengaktifan DNA repair, tetapi apabila terjadi kesalahan yang fatal dan tidak dapat diperbaiki
lagi, maka DNA akan dinonaktifkan, kemudian sel dengan DNA normal akan tetap
meneruskan siklus sel.

Mekanisme Perbaikan DNA ada 3 macam :


1. Demage Reversal
2. Demage Removal, terdapat 3 tipe yaitu
a.

base excision repair (DNA glycosylase, AP endonuklease, DNA


polymerase I, DNA ligase)

b.

nucleotide excition repair (UVrA, UVrB, UVrC, DNA polymerase I, DNA


ligase)

c. dan mismatch repair (endonuklease, DNA helicase II, SSB protein, DNA
polymerase III, DNA ligase)
3. Demage Tollerance

Genom merupakan kesatuan gen yang secara alami dimiliki oleh satu sel atau virus
atau kesatuanb kromosom jasad eukaryotik dalam fase haploid. Genom dapat digolongkan
menjadi kromosomal genom (nukleus genom) dan ekstrakromosomal genom (plasmid
genom, mitokondrial genom, kloroplas genom). Pada prokaryotik, genome meliputi kesatuan
gen yang ada pada bahan genetik utamanya dan gen yang ada pada plasmid. Genom nukleus
menyediakan sebagian besar informasi genetik antara 23 atau 24 jenis kromosom DNA).
Genom mitokondria merupakan tipe DNA sirkuler tunggal, berukuran kecil, mengkode
beberapa kompoinen untuk sintesis proteihn mitokondria pada ribosom mitokondria. Geom
kloroplas berbentuk sirkuler, pada tumbuhan darat genomnya berukuran sekitar 150kb,
sedangkan pada alga hijau 150-200 kb.