P. 1
Review RKI Dibb, Indonesia; The Key to South-East Asia's Security

Review RKI Dibb, Indonesia; The Key to South-East Asia's Security

|Views: 143|Likes:
Published by Tangguh
Bagaimanakah peran Indonesia dalam keamanan kawasan Asia Tenggara? Berbagai pandangan dan gagasan saling berkontestasi. Dari artikel Paul Dibb, “Indonesia: the key to South-East Asia’s security” dalam International Affairs 77, 4 (2001) hlm. 829-842, terlihat bahwa keamanan Indonesia sangat signifikan terhadap keamanan Asia Tenggara, dan terdapat banyak alasan untuk berharap keamanan Indonesia pulih kembali: negara demokrasi, negara Muslim terbesar, serta sentral Asia Tenggara. Maka, sudah sewajarnya seluruh aktor dalam keamanan Asia Tenggara memikirkan perbaikan sistem di Indonesia, sebagai satu inisiatif dalam memperkuat ASEAN.
Bagaimanakah peran Indonesia dalam keamanan kawasan Asia Tenggara? Berbagai pandangan dan gagasan saling berkontestasi. Dari artikel Paul Dibb, “Indonesia: the key to South-East Asia’s security” dalam International Affairs 77, 4 (2001) hlm. 829-842, terlihat bahwa keamanan Indonesia sangat signifikan terhadap keamanan Asia Tenggara, dan terdapat banyak alasan untuk berharap keamanan Indonesia pulih kembali: negara demokrasi, negara Muslim terbesar, serta sentral Asia Tenggara. Maka, sudah sewajarnya seluruh aktor dalam keamanan Asia Tenggara memikirkan perbaikan sistem di Indonesia, sebagai satu inisiatif dalam memperkuat ASEAN.

More info:

Published by: Tangguh on Dec 28, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/05/2014

pdf

text

original

Tangguh 0706291426 Dept.

Ilmu Hubungan Internasional FISIP Universitas Indonesia

1

Indonesia: Key to ASEAN Security
Review Mata Kuliah Rezim Keamanan Internasional Paul Dibb, “Indonesia: the key to South-East Asia’s security” dalam International Affairs 77, 4 (2001) hlm. 829-842
Peran Indonesia dalam Keamanan Kawasan Asia Tenggara Bagaimanakah peran Indonesia dalam keamanan kawasan Asia Tenggara? Berbagai pandangan dan gagasan saling berkontestasi. Laporan intelijen STRATFOR (2000) mengungkapkan bahwa Indonesia adalah fokus kunci kebijakan AS di Asia Tenggara, dengan posisi di sepanjang garis pelayaran minyak utama melalui Selat Malaka. Di bawah kepemimpinan Suharto, Indonesia menjadi benteng antikomunisme di Asia Tenggara. Dua hal ini menyebabkan AS teguh mendukung Suharto, yang otokratik dan diktator. Dukungan ini juga disebabkan sekutu AS di Pasifik Selatan, Australia, yang memandang Indonesia sebagai buffer antara Australia dan potensi instabilitas di Asia, sementara AS memandang Indonesia sebagai komponen kunci strategi membendung China dan sebagai penjaga garis pelayaran yang membawa suplai minyak yang vital dari Timur Tengah ke Asia Utara. 1 Dr. Jim Rolfe (2002) mengungkapkan bahwa Indonesia adalah driving force keberhasilan ASEAN dalam 30 tahun pertamanya, dan hal ini disebabkan stabilitas pemerintahan otoriter Presiden Suharto. Meningkatnya instabilitas Indonesia dapat membawa kepada meningkatnya aktivitas kelompok-kelompok Islamis militan dan menyulitkan kewenangan polisi dalam melacak para teroris.2 Baladas Ghoshal (2009) mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki peran strategis karena ia adalah negara dengan populasi terbanyak di kawasan tersebut dengan populasi Muslim terbesar di dunia serta memiliki sumber-sumber daya alam yang banyak sekali dan lokasi yang strategis yang mengendalikan seluruh jalur perariran utama antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia.3 Gagasan Paul Dibb tentang Indonesia sebagai Kunci Keamanan ASEAN4 Gagasan Paul Dibb (2001) dalam artikel “Indonesia: the key to South-East Asia’s security” adalah bahwa kedamaian dan stabilitas di Indonesia adalah kunci perdamaian dan stabilitas
STRATFOR, “U.S. Influence Retreats from Southeast Asia”, July 21, 2000, 0500 GMT, diakses dari http://www.stratfor.com/node/327 2 Dr. Jim Rolfe, “Security in Southeast Asia: It’s not about the war on terrorism”, Asia-Pacific Center for Security Studies, Volume I – Number 3, June 2002 3 Baladas Ghoshal, “Indonesia’s Role in Indoa’s Look East Policy ”, East-West Center, Asia Pacific Bulletin Number 38, July 6, 2009 4 Paul Dibb, “Indonesia: the key to South-East Asia’s security” dalam International Affairs 77, 4 (2001) hlm. 829-842
1

Tangguh 0706291426 Dept. Ilmu Hubungan Internasional FISIP Universitas Indonesia

2

di Asia Tenggara. Dibb memulai dengan menganalisis potensi-potensi ancaman terhadap keamanan kawasan dan kepentingan negara-negara besar, yaitu 1) instabilitas politik dan sosial dalam negeri serta risiko bahwa pergolakan dan fragmentasi serius, khususnya di Indonesia, akan memengaruhi negara-negara lain; 2) ancaman-ancaman keamanan nontradisional; serta 3) kemungkinan krisis ekonomi lain. Peran negara-negara eksternal pun perlu menjadi perhatian, antara lain China, Amerika Serikat, India, Jepang, serta Rusia. Kemudian, Dibb memprediksi masa depan organisasi-organisasi keamanan kawasan. Dibb menyimpulkan bahwa organisasi multilateral penjaga perdamaian di Asia Tenggara tak dapat diharap banyak. Belum ada perasaan komunitas strategis di kawasan ini. Tidak ada negara yang, dalam waktu dekat, akan bergantung pada ASEAN, ARF, APEC, atau organisasi lain untuk keamanan nasionalnya, yang pasti bukan Indonesia. Bagian utama artikel Dibb menaksir peran Indonesia dalam keamanan kawasan dan prospek terhadap masa depan Indonesia yang stabil dan demokratis. Kini, Indonesia mengalami ekonomi yang kritis, transisi politik yang berbahaya, kerusuhan terus berlanjut. Dibb mengungkapkan bahwa kohesi dan kesatuan Indonesia harus menjadi isu keamanan sentral bagi kawasan Asia Tenggara. Akhirnya, Dibb menaksir implikasi failed state dan pemisahan teritorial bagi negara-negara tetangga Indonesia, termasuk Australia, Papua Nugini, Singapura, dan Malaysia. Menurutnya, Indonesia takkan mengalami disintegrasi, namun Indonesia membutuhkan transfer kekuasaan kepada provinsi-provinsi untuk menjaga keutuhannya. Dibb menutup dengan kesimpulan bahwa situasi Indonesia kemungkinan akan memburuk, dengan transisi menuju demokrasi yang tidak berjalan dengan baik dan kemungkinan rezim otoriter dan xenofobik. Keamanan Australia akan terancam apabila Indonesia kembali kepada nasionalisme agresif tipe Sukarno. AS akan membiarkan Australia memimpin, namun AS harus menyadari bahaya substansial terhadap stabilitas dan keamanan regional. AS harus memperjelas dukungannya terhadap integritas teritorial dan pemulihan ekonomi Indonesia yang demokratis. AS juga harus menyadari bahwa Indonesia adalah kunci keamanan Asia Tenggara. Penutup: Indonesia adalah Kunci Keamanan Asia Tenggara Terlihat adanya konformitas antara gagasan Paul Dibb dengan pandangan berbagai ahli tentang peran Indonesia dalam keamanan kawasan Asia Tenggara. Sebagaimana menurut Theodore Friend (2001), terdapat banyak alasan untuk berharap Indonesia pulih kembali: negara demokrasi, negara Muslim terbesar, serta sentral Asia Tenggara.5 Maka,

Theodore Friend, “Power Vacuum in ASEAN: Indonesia, Regional Security, and the USA ”, E-Notes, April 9, 2001, diakses dari http://www.fpri.org/enotes/20010409.friend.powervacuum.html
5

Tangguh 0706291426 Dept. Ilmu Hubungan Internasional FISIP Universitas Indonesia

3

sudah sewajarnya seluruh aktor dalam keamanan Asia Tenggara memikirkan perbaikan sistem di Indonesia, sebagai satu inisiatif dalam memperkuat ASEAN.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->