BAB I

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang

Pengaruh gelombang pada ketidak-stabilan sedimen dasar laut telah menjadi
sebuah subjek yang sangat penting dalam bidang penelitian yang ada hubungannya
dengan transportasi sedimen dasar laur, stabilitas pipa bawah laut serta interaksi
gelombang dengan bangunan pelindung pantai seperti breakwater. Beberapa peristiwa
mengenai bahaya yang terjadi yang berhubungan dengan gelombang badai maupun
pasang surut telah banyak dibahas oleh para peneliti terdahulu. Breakwater dengan atau
tanpa rubble mound, telah diketahui mengalami penurunan yang sangat signifikan akibat
adanya pengaruh dari gelombang badai (Sakai, 1999). Selain itu, kegagalan offshore
platforms dan pipeline system juga telah diteliti dan telah diketahui bahwa hal tersebut
juga berhubungan dengan pengaruh gelombang yang mengakibatkan pergerakan
sedimen, baik itu berupa fine-grained sand maupun silt (Bea & Audibertet, 1980).
Bagaimanapun juga, kesulitan untuk mendapatkan pengukuran serta pengamatan
yang akurat mengenai perilaku sedimen dasar laut di bawah pengaruh gelombang, masih
menjadi sesuatu yang sangat menakutkan dalam kebanyakan kasus. Beberapa peneliti
bahkan sampai memasang sensor tekanan air pori di dasar laut (dengan jenis sedimen
silt) untuk mendapatkan data mengenai tekanan air pori pada saat terjadinya badai yang
menyebabkan terjadinya landslide pada daerah tersebut. Mereka mengukur kenaikan
tekanan air pori pada tanah tersebut, tetapi sensor yang mereka letakkan mengalami
kerusakan selama terjadinya badai, hal ini membuat evaluasi secara kuantitatif terhadap
data tersebut menjadi sulit (Sassa, 2001).
Sebagai hasilnya, hanya pengetahuan yang terbatas yang telah tersedia untuk
memahami proses terjadinya wave-induced liquefaction pada sedimen dasar laut yang
berupa jenis tanah pasir, yang mungkin dapat menunjukkan kelakuan sedimen dasar laut
di bawah pengaruh beban gelombang dengan menggunakan pemodelan yang sederhana.
Pada Gambar 1.1 ditunjukkan mengenai beberapa ancaman yang mungkin terjadi
akibat adanya pengaruh gelombang. Ancaman-ancaman tersebut diantaranya adalah
scouring, soil liquefaction dan juga landslide pada dasar laut. Dimana masing-masing
1

Kodeco Energy. dapat menyebabkan terjadinya penurunan yang sangat signifikan pada bangunan pelindung pantai tersebut. Ltd telah memasang pipa gas bawah laut dari lepas pantai Poleng sampai di Pantai Gresik sepanjang 66. Gambar 1. Co. ada yang terekspos di permukaan/di atas dasar laut. 2001).02 km. PT. dan ada pipa yang melalui HDD (Horizontal Directional Drilling). Sedangkan soil liquefaction dapat menyebabkan terjadinya penurunan tanah.ancaman tersebut dapat menyebabkan kerugian materi. 2 . Di sepanjang rute pipa yang dilewati tersebut.1 Gambaran Umum Bahaya Yang Terjadi Berkaitan Dengan Pengaruh Gelombang (Sassa.2 menunjukkan secara detail lokasi dari sistem perpipaan tersebut. yang lebih lanjut dapat menjadi penyebab terjadinya bentangan bebas pada sekitar jalur pipa bawah laut. Scouring yang terjadi pada sekitar kaki breakwater. dapat menyebabkan terjadinya buckling hingga terjadinya kepecahan pada pipa. beberapa ruas pipa ada yang ditanam di bawah dasar laut. Dalam upayanya memasarkan gas yang diproduksi dari lepas pantai Poleng Madura. Breakwater Rocking Wave Scouring or Liquefaction Slide Lift up Settlement Pipeline Submarine Slide Gambar 1. Dan bila hal ini dibiarkan berlangsung secara terus menerus.

Kondisi tanah yang dilalui pipa pun beragam. akan dikaji beberapa permasalahan yang berkaitan dengan kegagalan pipeline system akibat dari soil liquefaction sedimen dasar laut. silt. Berdasarkan kondisi tanah dan kondisi lingkungan perairan di sepanjang rute tersebut. sand. 2009). 2009). kecepatan arus 1. sampai batu karang. 1.9 knot sampai 5.26 m (LPPM-ITS. mulai dari perairan terbuka sampai perairan selat. dengan kedalaman antara 7. Oleh karena itu.2 Perumusan Masalah Dalam tugas akhir ini. ada kemungkinan terjadinya soil liquefaction di daerah dimana pipa diletakkan. soil liquefaction ini sangat perlu dipelajari untuk merencanakan seberapa kuat daya dukung tanah di sepanjang jalur sistem perpipaan. dan tinggi gelombang maksimum 3. Hal ini dikarenakan adanya pengaruh gelombang yang berinteraksi dengan permukaan tanah dasar laut (seabed). Kondisi lingkungan perairan pada rute pipa juga beragam.6 knot.93 m sampai 52. Adapun permasalahannya adalah: 3 .7 m.2 Rute Pipa Gas Bawah Laut Kodeco Dari Poleng Process Platform (PPP) Sampai Onshore Receiving Facilities (ORF) (LPPM-ITS. mulai dari clay.Gambar 1.

bagaimana cara untuk melindungi stabilitas dari sistem perpipaan tersebut.4 Manfaat Manfaat utama dari tugas akhir ini adalah: • Dapat diketahui perilaku pipeline system akibat soil liquefaction sedimen dasar laut yang terjadi. 1. dimana proses tersebut dapat menyebabkan kegagalan pada sistem perpipaan yang terpasang. maka permasalahan akan dibatasi pada hal-hal berikut: 4 . Selain itu.• Di lokasi mana saja di sepanjang rute pipa diletakkan yang memungkinkan fenomena soil liquefaction terjadi? • Berapa tingkat risiko kegagalan yang akan terjadi pada pipeline system akibat soil liquefaction sedimen dasar laut? • Berapa tingkat penurunan tanah yang terjadi yang diakibatkan oleh soil liquefaction yang dapat menyebabkan kegagalan pada pipeline system? 1. 1. • Mengetahui tingkat penurunan tanah serta kegagalan yang terjadi pada pipeline system akibat soil liquefaction sedimen dasar laut. juga diharapkan dapat ditentukan tindakan preventif yang harus dilakukan. • Mengetahui tingkat risiko kegagalan yang akan terjadi pada pipeline system akibat soil liquefaction sedimen dasar laut.3 Tujuan Dari perumusan masalah yang telah dipaparkan di atas. dapat dijadikan sebagai rujukan oleh pihak terkait ataupun sebagai acuan untuk penelitian yang lebih lanjut dalam bidang yang sama. tujuan dari tugas akhir ini adalah: • Mengetahui dimana lokasi yang mungkin mengalami fenomena soil liquefaction. dari penelitian ini.5 Batasan Masalah Untuk memfokuskan ruang lingkup dari permasalahan yang telah dijabarkan di atas. • Hasil penelitian yang telah dilakukan.

5. 4. 5 . Pengaruh lingkungan yang dipertimbangkan dalam perhitungan adalah gelombang. Data subsea pipeline yang digunakan adalah milik Kodeco Energy. 6. Pipa dalam keadaan beroperasi. 3. Soil liquefaction yang terjadi diasumsikan hanya akibat beban gelombang. Standart yang dipakai untuk acuan dalam menentukan tingkat risiko adalah DNV RP-F107 dan DNV OS-F101. Kondisi aliran fluida diasumsikan steady baik di dalam maupun di luar pipa. properties tanah serta kedalaman laut. 2.1.

~ halaman ini sengaja dikosongkan ~ 6 .