I.

TUJUAN
1. Menentukan tetapan faraday dengan menggunakan voltameter tembaga.
2. Menghitung massa endapan tembaga
3. Mengetahui proses reaksi redoks
4. Menghitung massa ekuivalen tembaga

II.

DASAR TEORI
Pada percobaan Voltameter Tembaga ini, akan memncari ketetapan Faraday dengan
konsep elektrolisis. Hal ini erat kaitannya dengan ilmu kimia, dimana akan banyak
berhubungan dengan elektrokimia dan reaksi – reaksinya. Voltmeter adalah Merupakan alat
untuk mengukur besar tegangan listrik dalam suatu rangkaian listrik. Alat ini yang akan
berperan penting dalam elektrokimia ini. Elektrokimia adalah kajian mengenai proses
perubahan antara Tenaga Kimia dan Tenaga Elektrik. elektrokoagulasi, elektrokatalis,
elektrodialisis elektrorefining dan elektrolisis. Alat yang digunakan untuk mengukur besar
tegangan listrik dalam suatu rangkaian listrik. Alat ini terdiri dari tiga buah lempengan
tembaga yang terpasang pada sebuah bakelite yang dirangkai dalam sebuah tabung kaca atau
plastik. Lempengan luar berperan sebagai anoda sedangkan yang di tengah sebagai katoda.
Umumnya tabung tersebut berukuran 15 x 10cm (tinggi x diameter). Tembaga memiliki berat
jenis 8,93 gram/cm3, titik cairnya : 1083 0C, mampu tariknya : 200 – 360 N/mm2,
perpanjangan/regangan/ : 35 – 50 %, penyusutan dingin : 2%. Metal/logam dapat bertindak
sebagai konduktor listrik, akibat adanya pergerakan bebas dari elektron-elektron pada
strukturnya. Secara sederhana konduksinya disebut konduksi metalik.
Sesuai dengan namanya, metode elektrokimia adalah metode yang didasarkan pada
reaksi redoks, yakni gabungan dari reaksi reduksi dan oksidasi, yang berlangsung pada
elektroda yang sama/berbeda dalam suatu sistim elektrokimia. Sistem elektrokimia meliputi
sel elektrokimia dan reaksi elektrokimia. Sel elektrokimia yang menghasilkan listrik karena
terjadinya reaksi spontan di dalamnya di sebut sel galvani. Sedangkan sel elektrokimia di
mana reaksi tak-spontan terjadi di dalamnya di sebut sel elektrolisis. Peralatan dasar dari sel
elektrokimia adalah dua elektroda -umumnya konduktor logam- yang dicelupkan ke dalam
elektrolit konduktor ion (yang dapat berupa larutan maupun cairan) dan sumber arus. Karena
didasarkan pada reaksi redoks, pereaksi utama yang berperan dalam metode ini adalah
elektron yang di pasok dari suatu sumber listrik. Sesuai dengan reaksi yang berlangsung,

Elektroda yang disambungakan kepada terminal positif yang dinamakan anoda. tidak mengalami perubahan kimia. Aplikasi lainnya dari metode elektrokimia selain pemurnian logam dan elektroplating adalah elektroanalitik. Elektrolisis ialah proses penguraian elektrolit kepada unsur juzuknya apabila arus elektrik mengalir melaluinya. Larutan ion. Ion positif pula akan bergerak ke katoda yang mana ion ini dikenali sebagai kation. logam cair. misal : air murni. minyak. misal : a. Isolator. yakni elektroda di mana reaksi reduksi (reaksi katodik) berlangsung dan anoda di mana reaksi oksidasi (reaksi anodik) berlangsung.elektroda dalam suatu sistem elektrokimia dapat dibedakan menjadi katoda. Proses ini merupakan kebalikan dari proses Galvani. Pada katode akan mengalami reduksi dan pada anoda akan mengalami oksidasi. Aplikasi metode elektrokimia untuk lingkungan dan laboratorium pada umumnya didasarkan pada proses elektrolisis. Artinya.Oleh itu ion ini dikenali sebagai kation. Istilah elektrolisis diperkenalkan oleh Michael Faraday [1791 1867]. ion negatif akan bergerak ke anoda. 2.Arus elektrik boleh dialirkan melalui elektrolit dengan menggunakan dua elektroda. Kondisi demikian ini disebut elektrolitik. manakala elektroda yang disambungkan kepada terminal negatif dinamakan katoda. b. dll. sebaliknya ion-ion negatif akan bergerak kearah elektrode positif. misal : air raksa. 'Lisis' bermaksud memecah dalam bahasa Yunani. misalnya dalam sel bahan bakar (fuel-cell). Apabila ion-ion dalam larutan terkontak dengan elektrode maka reaksi kimia akan terjadi. ion-ion positif akan bergerak ke elektrode negatif.Semasa elektrolisis berlaku. mengalami perubahan kimia. maka ion-ion pada larutan akan bergerak berlawanan arah. garam. yakni terjadinya reaksi kimia dalam suatu sistem elektrokimia akibat pemberian arus listrik dari suatu sumber luar. di mana reaksi kimia yang berlangsung dalam suatu sistem elektrokimia dimanfaatkan untuk menghasilkan arus listrik. Sifat hantaran listrik zat cair dapat dibedakan 1. Jadi. Pergerakan-pergerakan muatan ion dalam larutan akan membawa energi listrik. misal : asam-basa. Jika kedua elektrode dihubungkan dengan arus listrik searah (DC). elektrolisis bermaksud .

" Rumus: m1 : m2 = e1 : e2 m = massa zat (garam) . Rumus: m = e .500 q=i. Proses Elektrolisis adalah keadaan di mana apabila elektrolit mengkonduksikan elektrik.t m = massa zat yang dihasilkan (gram) e = berat ekivalen = Ar/ Valens i= Mr/Valensi i = kuat arus listrik (amper) t = waktu (detik) q = muatan listrik (coulomb)  Hukum Faraday II "Massa dari macam-macam zat yang diendapkan pada masing-masing elektroda (terbentuk pada masing-masing elektroda) oleh sejumlah arus listrik yang sama banyaknya akan sebanding dengan berat ekivalen masing-masing zat tersebut. t / 96. PRINSIP PERHITUNGAN ELEKTROLISIS:  Hukum Faraday I "Massa zat yang terbentuk pada masing-masing elektroda sebanding dengan kuat arus/arus listrik yang mengalir pada elektrolisis tersebut". i . perubahan kimia berlaku dan elektrolit terurai kepada unsurnya di elektroda.pemecahan oleh arus elektrik.

ALAT DAN BAHAN 1. Stopwatch 7. Q. Quark tidak pernah dideteksi dalam satu partikel. Penghambat geser 15 Ohm 6. menurut daftar konstanta fisika CODATA tahun 2002. Muatan listrik total suatu atom atau materi ini bisa positif. Q adalah sifat dasar yang dimiliki oleh materi baik itu berupa proton (muatan positif) maupun elektron (muatan negatif). yang merupakan 6. nilainya mendekati 4. Bejana berisi larutan CuSO4 2. oleh karena itu muatan materi/atom merupakan kelipatan dari satuan Q dasar. Satuan Q adalah coulomb. Sementara atom yang kelebihan elektron akan bermuatan negatif. muatan dasar partikel diyakini tidak bisa dibagi lagi. Amperemeter 10 A 4. jumlah proton akan sama dengan jumlah elektron yang mengelilinginya (membentuk muatan total yang netral atau tak bermuatan). CARA KERJA . Pemanas atau pengering 10.24 x 1018 muatan dasar. Quark. Sumber arus DC 5. Muatan listrik partikel disimbolkan sebagai e atau kadang-kadang q adalah muatan listrik oleh sebuah partikel proton atau sama dengan angka negatif muatan listrik sebuah partikel elektron. dipercaya memiliki muatan listrik sebesar e/3.803 × 10-10 statcoulomb. Timbangan 9. jika atomnya kekurangan elektron. Plat tembaga 5 buah 3.602 176 53(14) × 1019 C. Besarnya muatan tergantung dari kelebihan atau kekurangan elektron ini. Merupakan konstanta fisika dan satuan muatan listrik. adalah pengukuran muatan dasar yang dimiliki suatu benda. Muatan listrik.e = berat ekivalen = Ar/Valensi = Mr/Valensi Hukum Faraday erat kaitanya dengan muatan lisktrik. Kabel penghubung 8. III. ditemukan tahun 1960s.Sejak pertama kali diukur oleh Robert Millikan pada percobaan tetes-minyak pada tahun 1909.Nilainya adalah 1. Dalam atom yang netral. hanya terdapat dalam jumlah partikel lebih dari satu. Alkuohol 70% IV. Pada sistem Centimetre gram second (CGS).

2 2. Bila terjadi perubahan besar pada arus. Massa Katoda Sebelum Massa Katoda Sesudah Percobaan (g) Percobaan (g) 1. 4.4 3. lalu dibakar hingga alkohol habis hingga alcohol menguap dan katoda kering. 7. 5.Gambar 1.2 120. cepat atur kembali dan jagalah agar arus supaya tetap 4 A selama 20 menit lalu putuskan arus tersebut. 120. Pasang katoda yang telah ditimbang tepat pada tempat katoda percobaan dan alirkan arus. 3. 120. Susunlah rangkaian seperti pada gambar dan gunakan anoda dan katoda dalam percobaan. Ambil katoda. Hubungkan arus dan atur R dan V sehingga amperemeter menunjuk 4A. Bersihkan/siram dengan air kran kemudian bilas dengan alkohol. timbang katoda. Timbang katoda sampai ketelitian dalam mg. 8. V. 2.0 120.3 .2 120. 120. Putuskan arus dan lepaskan katoda. Ulangi percobaan diatas untuk arus 5 A selama 5 menit. 6. Periksakan terlebih dahulu kepada pembimbing.2 A dalam waktu 20 menit No. DATA PENGAMATAN • Percobaan I dengan arus 2. Rangkaian peralatan voltameter tembaga 1.

3 • Percobaan II dengan arus 2.2 – 120 = 0.3 5.5 =  31. 96500 31.2 2. VI.0 120. 120.75 . 120. valensi Cu = 2 Ar Cu = 63.2 . 120.500 C/mol e= Ar Cu 63.75 Valensi Cu 2  Percobaan I M = berat katoda akhir .0 120.0 120. 1200 .4.2 5. 120.0 120. Cu(s) 1 mol Cu = 2 mol e. 120. Massa Katoda Sebelum Massa Katoda Sesudah Percobaan (g) Percobaan (g) 1.2 ANALISA/PENGOLAHAN DATA 6.1 120.berat katoda awal = 120. 120.2 A dalam waktu 5 menit No.5 g/mol F = 96.t = 0.F e. 120.1 Perhitungan Diketahui : CuSO4 (aq)  Cu2+(aq) + SO42.0 120.2 4.(aq) Pada katoda : Cu2+ + 2e.2 gram t = 20 menit = 1200 sekon I = M.0 120.1 3.

29x 10-4 5.2 0.2 1200 2.6 x 10-4 4. 0.2 gram .5065 x 1200 = 3.2 1200 2.2 0.3 1200 2.2 0.2 0. 0.2 – 120 = 0.5065 0.2532 0.5065 A Perhitungan berat ekuivalen elektrokimia Menghitung Z dengan rumus: M  Z  Q Q  I t Z M I t Z(praktek) = M I t = 0.29 x 10-4 Dengan cara yang sama diperoleh: No.14 x 10-4 4. 0.9 x 10-4 Percobaan II M = Berat Katoda Akhir .5065 0.= 19300 38100 = 0.1200 = 0.1 1200 2.7598 1.29 x 10-4 2.2.2 0.2 0.29x 10-4 3.38 x 10-4 1. 0.75 x 10-4 3.75 x 10-4 3.2 1200 2.75 x 10-4 Z(perhitungan) = = M I t 0.75 x 10-4 3.5065 0.2 2.Berat Katoda Awal = 120. 0.  M (g) t (s) I praktek I perhitungan (A) (A) Z praktek Z perhitungan 1.

2 300 2.5 x 10-4 1.2 .6 x 10-4 3. 0.6 x 10-4 4.03 x 300 = 3.2 2.t = 0.1 300 2. 96500 31.2 1. t 0.5 x 10-4 4. 300 = 19300 9525 = 2.03 x 10-4 Z(perhitungan) = = M I.2 2.2 1. M (g) t (s) I praktek I perhitungan (A) (A) Z praktek Z perhitungan 1.F e.03 3. 0.9 x 10-4 .75 .5 x 10-4 1.3 x 10-4 2. 0.1 300 2.t = 5 menit = 300 sekon I = M.2 2.03 A Menghitung Z dengan rumus: M  Z Q Q  I t Z M I t Z(praktek) = M I t = 0.2 x300 = 3. 0.04 4.01 1.03 x 10-4 3.3 x 10-4 Dengan cara yang sama diperoleh: No.2 3.01 1.3 300 2.

2 0.5065 0.2 2.2532 0.1 0.0801) A Ralat Nisbi = 0.2 0 0 0.1284 55  1 0. 0.16 % = 84 % • Untuk M berdasarkan perhitungan M M (M .5065 0.2 0 0 0.5065 ± 0.5065 0 0 0.2 Ralat • Percobaan I Untuk I berdasarkan perhitungan I I (I .1 0.5065 0.2533 0.I )2 0.02 3.3 x 10-4 .2533 0.2 300 2.2 0.01 0.3 0.01  = 0.7598 0.0801 x 100 % = 16 % 0.0642  = 0.5065 Kebenaran Praktikum = 100 % .5065 0.03 x 10-4 6.2 0.1 0.M )2 0.2 0 0 0.00642 ∆I = 0.5065 -0.5065 0 0 0.I ) (I .2 0.1284  I  I  2 I = = = nn  1 0.5.5065 0 0 0.0801 I ± ∆I = (0.M ) (M .0642 0.2 -0.03 3.

15 x 10-8  = 0.015x108 ∆Z = 0.29 x 10-8 55  1 = 0.29 x 10-8  Z  Z  2 Z = nn  1 = 0.75 x 10-4 0 0 1.75 x 10-4 -0.02 55  1 = 0.39 x 10-4 0.75 x 10 ± 0.2 Kebenaran Praktikum = 100 % .37 x 10-4 0.02 20 ∆M = 0.032 M ± ∆M = (0.12 x 10 ) A Ralat Nisbi = 0.16 % = 84 % • Untuk Z yang menggunakan I hasil pembacaan amperemeter Z Z (Z .75 x 10-4 0.16 % = 84 % • Untuk Z yang menggunakan I perhitungan .2 ± 0.75 x 10-4 0. M  M  2 M = nn  1 = 0.12 x 10-4 -4 -4 Z ± ∆Z = (0.032 x 100 % = 16 % 0.Z ) (Z .14 x 10-8 0.12 x10 4 x 100 % = 16 % 0.75 x 10-4 0 0 0.75 x10  4 Kebenaran Praktikum = 100% .38 x 10-4 0.032) A Ralat Nisbi = 0.14 x 10-4 0.75 x 10-4 0.75 x 10-4 0 0 0.Z )2 0.75 x 10-4 0.

6 x 10-4 3.89x10-8 3.9 x 10-4 3.053 1.81 % • Percobaan II Untuk II berdasarkan perhitungan I I (I .18 % 3.23 0.45x10-8  Z  Z  2 nn  1 Z = = 5.79 0.8 0.56x10-8  = 5.35  I  I  2 I = = nn  1 1.8 -0.27x10 -4 x 100 % = 8.3x10-4 0 0 3.35 20 .24 1.3x10-4 0 0 4.3 x10  4 Kebenaran Praktikum = 100% .01 1.7x10-4 2.3x10-4 -1.Z Z (Z .3x10-4 ± 0) A Ralat Nisbi = 0.01 1.8 1.8.23 0.27x10-4 Z ± ∆Z = (3.3 x 10-4 3.Z )2 3.8 0.3 x 10-4 3.03 1.538 2.79 0.Z ) (Z .03 1.3x10-4 0 0 1.45x10-8 55  1 ∆Z = 0.8 -0.6x10-4 2.3x10-4 1.3 x 10-4 3.18 % = 91.624 1.624 3.04 1.053  = 1.I ) (I .I )2 2.

18 0.5 x 10-4 2.12 0.028  M  M  2 nn  1 M = = 0.22 % • Untuk Z yang menggunakan I hasil pembacaan amperemeter Z Z (Z .0064 0.7 x 10-4 0.03 x 10-4 2.76 % 1.0144 0.08 0.2 x 10-8 .7 x 10-4 -1.76 % = 96.037 M ± ∆M = ( 0.18 ± 0.3 0.18 0.18 -0.78 % = 79.4 x 10-8 4.3.2 0.33 x 10-4 0.7 x 10-4 1.Z )2 3.0064 0.18 0.08 0.M )2 0.4 x 10-8 1.1 0.78 % 0.06 x 100% = 3.0004 0.06 I ± ∆I = (1.8 x 10-4 3.1 0.2 x 10-4 1.2 0.02 0.5 x 10-4 2.23 % • Untuk M berdasarkan perhitungan M M (M .8 Kebenaran Praktikum = 100% .18 Kebenaran Praktikum = 100 % .02 0.20.∆I = 0.2 x 10-4 1.18 -0.06) A Ralat Nisbi = 0.028 20 ∆M = 0.M ) (M .1 x 10-8 1.037 x 100 % = 20.0004  = 0.037 ) A Ralat Nisbi = 0.5 x 10-4 2.7 x 10-4 -1.8 ± 0.Z ) (Z .

9x10-4 3.0 x 10 ± 0.3 tugas .3 x10  4 Kebenaran Praktikum = 100% .6 x 10-4 3.3 x 10 ) A 0.0x10-4 1.03 x 10-4 2.11 % 3.61x10-8 3.7 x 10-4 0.0x10-4 0.09x10-8  = 7.96x10-8 4.3.11 % = 99.3 x 10-4 3.Z )2 3.96x10-8 1.33 x 10-4 0.09x10-8 1.4x10-4 1.89 % • Untuk Z yang menggunakan I perhitungan Z Z (Z .0x10-4 1.11.38x10 ) A Ralat Nisbi = 0.1 x 10-8  = 6.7 x10  4 Kebenaran Praktikum = 100% .3x10-4 0.3 x10 4 Ralat Nisbi = x 100 % = 11.38 x10 4 x 100 % = 0.3 x 10-4 3.71x10-8 55  1 ∆Z = 0.0.2 x10 8 55  1 ∆Z = 0.71x10-8  Z  Z  2 Z = nn  1 = 7.2 x 10-8  Z  Z  2 nn  1 Z = = 6.3 x 10-4 -4 -4 Z ± ∆Z = (2.7 x 10 ± 0.6 x 10-4 3.9 x 10-4 3.11 % 2.38x10-4 -4 -4 Z ± ∆Z = ( 3.0x10-4 0.11 % = 88.88 % 6.4x10-4 1.0x10-4 -1.Z ) (Z .3x10-4 0.

7598 A. Setelah percobaan dilakukan diperoleh massa katoda lebih besar dari massa katoda sebelum percobaan seperti pada data pengamatan.6 x 10-4. karena arus listrik konstan pada arus tersebut dan waktu percobaan adalah 20 menit.2 A. ekuivalen praktek 0.3 x 10-4. memiliki tujuan untuk menentukan tetapan faraday dengan menggunakan tembaga. Hal ini terjadi karena arus yang ditunjukkan pada amperemeter dapat dibaca padsa 2. Dari sini dapat diketahi pbahwa adanya perbedaan antara ekuivalen hasil percobaan dengan hasil perhitungan.75 x 10-4 dan ekuivalen hasil perhitungan sebesar 3. Pada hasil .2 g dipeoleh arus sebesar 0. Setelah diketahui kuat arus yang melalui rangkaian diperoleh ekuivalen elektrokimia tembaga sebesar 3.1 gram diperoleh arus 0.9 x 10-4.38 x 10-4 dan ekuivalen hasil perhitungannya adalah 1. PEMBAHASAN Pada percobaan voltameter tembaga ini.2532 A.5065 A. Pada percobaan pertama dilakukan dengan menggunakan arus listrik sebesar 2. Karena pada ekuivalen praktik menggunakan arus sebesar 2. Dan pada massa tembaga 0. Bahwa besarnya kuat arus dan ekuivalen elektrokimia tergantung pada besarnya massa tembaga.3 gram diketahui arusnya sebesar 0. adapun tegangan yang digunakan adalah sebesar 2 Volt.VII.14 x 10-4 dan ekuivalen hasil perhitungannya adalah 4.29 x 10-4. Pada ekuivalen hasil perhitungan diketahui memiliki nilai lebih besar dari ekuivalen hasil perhitungan. Adapun dalam percobaan ini yang perlu diketahui adalah massa dari tembaga sebelum dan sesudah dialiri arus listrik. Sedangkan pada massa tembaga sebesar 0. sedangkan pada ekuivalen hasil perhitungan arus yang digunakan adalah hasil perhitungan yang dikaitkan dengan hukum faraday I.2 A. ekuivalen praktek 1. Adapun tembaga yang digunakan adalah tembaga yang memiliki muatan positif (katoda) dan tembaga yang bermuatan negatif (anoda).2 A. ekuivalen praktek 0. Hal ini di karenakan elektron elektron pada anoda lepas dan ditangkap oleh katoda sehingga berat katoda bertambah sesuai reaksi : anoda : Cu  Cu2+ + 2e katoda : Cu2+ + 2e  Cu Dari data pengamatan percobaan pertama dapat pula dihitung arus yang mengalir melalui rangkaian lebih besar dari arus yang terbaca pada amperemeter. Dimana percobaan dilakukan sebanyak 2 kali dengan 5 kali pengulangan untuk mencari nilai yang lebih akurat waktu yang berbeda. Pada massa tembaga 0. Pada percobaan pertama ini diperoleh data yang berbeda.

9 x 10-4. Memiliki tujuan untuk menentukan tetapan faraday dengan menggunakan tembaga. yaitu pada arus diperoleh ralat kebenaran sebesar 96. Pada percobaan yang kedua.3 gram diperoleh arus 3. Sedangkan dari hasil perhitungan diperoleh pada massa 0.04 A dan ekuivalennya 4. Dari data tersebut didapatkan ralat kebenaran praktikum. KESIMPULAN 1.1 gram diperoleh ekuivalen 1. Dari hasil praktikum pada massa tembaga 0. Pada massa 0.2 g diperoleh ekuivalen sebesar 3.5 x 10-4 dan pada massa 0. Tetapi waktu yang digunakan dalam percobaan adalah 5 menit.89 % dan 99. yaitu pada arus diperoleh ralat kebenaran sebesar 84 %. Setelah percobaan dilakukan diperoleh massa katoda lebih besar dari massa katoda sebelum percobaan. Dari data tersebut didapatkan ralat kebenaran praktikum.88 %.perhitungan diperoleh nilai arus yang lebih kecil dari arus yang digunakan saat praktikum. seperti adanya kerusakan pada alat-alat yang digunakan dalam praktikum.23 %. seperti adanya kerusakan pada alat-alat yang digunakan dalam praktikum. sedangkan hasil ralat kebenaran dari massanya adalah 84 % dan pada ralat kebenaran ekuivalen perhitungan dan praktikum adalah 91. sama seperti percobaan yang pertama. VIII.3 x 10-4 . Hal ini di karenakan elektron . Sehingga saat dimasukkan kedalam rumus ekuivalen dihasilkan ekuivalen hasil perhitungan lebih besar dari ekuivalen hasil praktikum. pada massa 0.23 %.5 x 10-4.03 x 10-4. sedangkan hasil ralat kebenaran dari massanya adalah 79.03 A.2 grm tembaga didapatkan arus 2. 2.1 gram arusnya adalah 1.3 gram diperoleh 4.81 % dan 96. sedangkan massa tembaga 0. Dari ralat yang diketahui tersebut dapat kita ketahui adanya kesalahan dan kekurang telitian para praktikan dalam melakukan percobaan dan bisa pula terjadi karena adanya faktor lain. Sehingga hasil yang diperoleh baik dalam praktikum maupun perhitungan tidaklah sama.6 x 10-4.01 A. ekuivalennya 3. Dari ralat yang diketahui tersebut dapat kita ketahui adanya kesalahan dan kekurang telitian para praktikan dalam melakukan percobaan dan bisa pula terjadi karena adanya faktor lain.elektron pada anoda lepas dan ditangkap oleh katoda sehingga berat katoda bertambah sesuai reaksi : anoda : Cu  Cu2+ + 2e . ekuivalennya 1.22 % dan pada ralat kebenaran ekuivalen perhitungan dan praktikum adalah 88.

yaitu pada arus diperoleh ralat kebenaran sebesar 96. Pada ekuivalen hasil perhitungan arus yang digunakan adalah hasil perhitungan yang dikaitkan dengan hukum faraday I. Dari ralat yang diketahui tersebut dapat kita ketahui adanya kesalahan dan kekurang telitian para praktikan dalam melakukan percobaan dan bisa pula terjadi karena adanya faktor lain.88 %.9 x 10-4.diperoleh arus 3. 8. yaitu pada arus diperoleh ralat kebenaran sebesar 84 %. 5.89 % dan 99. sedangkan hasil ralat kebenaran ekuivalen perhitungan dan praktikum adalah 88.23 %. Dari data percobaan II didapatkan ralat kebenaran praktikum. 4. Sehingga saat dimasukkan kedalam rumus ekuivalen dihasilkan ekuivalen hasil perhitungan lebih besar dari ekuivalen hasil praktikum.katoda : Cu2+ + 2e  Cu 3. 6. sedangkan pada ralat kebenaran ekuivalen perhitungan dan praktikum adalah 91.81 % dan 96.23 %. Pada ekuivalen hasil perhitungan diketahui memiliki nilai lebih besar dari ekuivalen hasil perhitungan. 7. seperti adanya kerusakan pada alat-alat yang digunakan dalam praktikum. .04 A dan ekuivalennya 4. Pada hasil perhitungan diperoleh nilai arus yang lebih kecil dari arus yang digunakan saat praktikum. Dari data percobaan I didapatkan ralat kebenaran praktikum.

2000. . dkk. Surabaya: Gita Media Press. Douglas C. Bandung: Pustaka setia. Winasri. Resnick. Ida Bagus Alit. Tangerang: Binarupa Aksara. Intisari Fisika. 1999. Pintar Fisika. Ilmu Fisik. Jakarta:Erlangga Halliday. Sulistyo. 2012. Fisika Jilid I Edisi Kelima. Bandung: Grafindo Media Pratama Kanginan. Tim Redaksi Time Life.. Penuntun Pratikum Fisika Dasar II. 2008. 1992. 2001. Walker. Materi dan Kimia. Hamparan Dunia Ilmu Time Life. Tim Penyusun Fisika. Energy dan Fisika. Jamal Abdul dan Tamrin BA. R. Dasar-dasar Fisika Versi Diperluas Jilid Satu. Konsep-konsep Fisika SMU. D. Jimbaran: Laboratorium Fisika Dasar.DAFTAR PUSTAKA Giancoli. Cerdas Belajar Fisika. Putu Erika. 1996. Paramarta. Jakarta: Intan Pariwara. J. Kamajaya.. Marthen.Universitas Udayana.. 1988. .. Jakarta : Erlangga. Jakarta: Tirta Pustaka.

M. S. 18 April 2012 Dosen : Ida bagus Alit Pratama. Asisten Dosen : Ni Luh Widyasari (0908205001) Ni Nyoman Putri Wulandari (0908205002) Desi Delimasari (0908205018) JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS UDAYANA 2012 .Si..Si.LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR II VOLTAMETER TEMBAGA Nama : Ana Malia NIM : 1108105017 Kelompok :V Hari/Tanggal Praktikum : Rabu.