REFERAT

CEFADROXIL

Cempaka Kusuma Dewi
NIM. 1410029007

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI DOKTER
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MULAWARMAN SAMARINDA
AGUSTUS 2014

REFERAT CEFADROXIL Cempaka Kusuma Dewi NIM. 1410029007 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MULAWARMAN SAMARINDA AGUSTUS 2014 i .

Apt. Teman-teman sekelompok stase farmakologi 4. Dalam proses penyusunan referat ini. rahmat dan hidayah-Nyalah Referat “Cefadroxil” ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Samarinda.KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. Akhirnya. Khemasili Kosala. tiada gading yang tak retak. Oleh karena itu. Referat ini secara menyeluruh membahas tentang profil obat cefadroxil. saran serta kritik yang membangun penuli harapkan demi tercapainya kesempurnaan dari isi referat ini. Referat ini disusun dari berbagai sumber ilmiah sebagai hasil dari belajar mandiri. 21 Agustus 2014 Penulis ii . Para dosen pembimbing di stase farmakologi 3. karena hanya atas berkah. dra. penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Referat ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas pada program pendidikan profesi dokter di stase farmakologi. tentunya referat ini masih belum sempurna. Seluruh pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu Penulis mengharapkan agar referat ini dapat berguna baik bagi penulis sendiri maupun bagi pembaca. FRS sebagai dosen pembimbing penulisan referat 2. Sp.

........................................................................................................ ii Daftar Isi ............................. 8 3... 3 2...............................................................................................................................................................................4 Dosis Obat ........................ i Kata Pengantar ........................................2 Tujuan Penulisan ......... 4 2.................................................................................................................................................................................................................................6 Indikasi .... 4 2.............. 1 1........................................................................... 7 BAB 3 Penutup ........................................................ 5 2.............................................................................iii BAB 1 Pendahuluan .......3 Manfaat Penulisan ..............................DAFTAR ISI Halaman Judul................................................................................................................... 6 2........... 2 1...................................... 9 iii .......................................................................................................................................................8 Efek Samping dan Toksisitas ............................................................................................... 3 2................................................................ 1 1.................................................................................................................................................................................................3 Farmakodinamik ..............................................9 Interaksi Obat ...............5 Bentuk Sediaan Obat .................................................................................................................................2 Saran ............................................1 Morfologi Obat ....................... 2 BAB 2 Pembahasan ......................................... 3 2......................................................................................................7 Kontraindikasi ............................................................................................................................................................................................................................ 6 2.................................................................................................................................................................................................................................... 8 Daftar Pustaka ...................................................... 8 3............2 Farmakokinetik .........................1 Kesimpulan .............. 7 2...........................1 Latar Belakang ................

Generasi kedua sefalosporin kurang aktif terhadap bakteri gram positif dibandingkan generasi pertama (Gunawan. gonorrhoeae serta bakteri PEK (HNPEK). & Caughey. aureus. Beberapa jenis sefalosporin masih dapat di-inaktivasi oleh beta laktamase (penisilinase) namun tidak seefisien yang dilakukan oleh sefalosporinase (β-lactamase spesifik untuk sefalosporin). Coli dan Klebsiella pneumonia. dan C (Brunton. memiliki aktivitas dan farmakokinetik dengan spektrum yang berbeda sesuai generasinya (Yang. aktivitas antimikroba intrinsik sefalosporin rendah. 2004) seperti S. Secara umum. Bakteri yang gram positif yang juga sensitif adalah S. ternyata mengandung tiga antibiotik berbeda. & Caughey. Sefalosporin dibagi menjadi 4 generasi berdasarkan aktivitas antimikrobanya yang secara tidak langsung juga sesuai dengan urutan masa pembuatannya (Gunawan. pyogenes. viridans dan S. tapi dengan penambahan berbagai variasi pada R1 dan R2 telah mampu menghasilkan ratusan senyawa ampuh dengan toksisitas yang rendah (Katzung. 2004). pneumoniae. Graff. & Caughey. Aktivitasnya terhadap bakteri gram negatif terbatas pada Proteus mirabilis. 2004) ini memiliki kemiripan yang dekat dengan 6-aminopenicillanic acid. Filtrat kasar dari kultur jamur ini ditemukan mampu menghambat pertumbuhan in vitro S. Lazo. Resistensi terhadap sefalosporin dapat timbul karena adanya modifikasi PBPs (Penicillin-binding proteins) mikroba (Craig & Stitzel. Selain 1 . & Parker. Secara alami. Culture fluids di mana jamur Sardinia dibudidayakan. S. 2004). Listeria monocytogenes dan Corynebacterium diphteriae (Gunawan. Inti dari sefalosporin C yaitu 7-aminocephalosporanic acid (7-ACA) terbentuk dari cincin dihydrothiazine yang tergabung dengan cincin beta laktam (Craig & Stitzel. E.1 Latar Belakang Cephalosporium acremonium adalah sumber pertama dari sefalosporin yang berhasil diisolasi pada tahun 1948 oleh Brotzu dari laut dekat outlet saluran pembuangan di lepas pantai Sardinia. 2006). 2012). dapat mengobati infeksi stafilokokus dan demam tifoid pada manusia. 2012). tetapi terdapat peningkatan aktivitas terhadap bakteri gram negatif yaitu Haemophilus influenza dan N. sedangkan substitusi R2 pada posisi 3 cincin dihydrothiazine mempengaruhi metabolisme dan farmakokinetiknya (Gunawan. Sefalosporin generasi pertama sangat aktif terhadap Staphylococcus aureus dan Streptococcus sp. Clostridium perfringens. 2004). 2012). Graff. N. Modifikasi R1 pada posisi 7 cincin beta laktam dihubungkan dengan aktivitas antimikrobanya. yang diberi nama sefalosporin P.BAB 1 PENDAHULUAN 1. Graff. 2012). Masters. 2012). anaerob. antibiotik yang bersifat bakterisidal ini. (Yang. yang biasa diingat dengan mnemonic PEK (Yang. & Trevor.

indikasi. pada generasi keempat. cefadroxil juga ditanggung oleh ASKES dengan harga yang cukup murah yaitu Rp. bentuk sediaan obat. farmakokinetik. farmakodinamik. efek samping obat dan interaksi obat cefadroxil.bakteri gram negatif yang disebutkan sebelumnya. dosis obat. Indikasi 7..per kapsul (500mg) (Direksi PT. Referat ini akan membahas cefadroxil sebagai topik utama. 2011) maupun profilaksis (Medscape. sefalosporin generasi ketiga juga aktif terhadap Serratia marcescans (HNPEKS). farmakodinamik. Dosis obat 5. Morfologi obat 2. ASKES. Farmakodinamik 4. 2014). kita dapat mengenali dan memanfaatkan obat ini sebagaimana mestinya. Tjitrosantoso. 1. Cefadroxil adalah sefalosporin generasi pertama yang sering digunakan sebagai antibiotika terapi infeksi (Tanan. kontraindikasi. Graff. dosis obat. 2004).3 Manfaat Penulisan Penulisan referat ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik bagi penulis maupun pembacanya mengenai profil obat cefadroxil meliputi morfologi obat. 2 . Berbekal dari pengetahuan tentang morfologi obat. & Caughey. & Fatimawali. 500. Kontraindikasi 8. farmakokinetik. Efek samping obat 9. indikasi. bentuk sediaan obat. kontraindikasi. Bentuk sediaan obat 6. Obat ini selain mudah dikonsumsi karena sediaannya tablet. dan Citrobacter sp.2 Tujuan Penulisan Penulisan referat ini bertujuan agar para dokter muda mengetahui profil obat cefadroxil yang meliputi tentang : 1. Farmakokinetik 3. kapsul dan suspensi oral (Micromedex. 2013). Akhirnya. (HENPECKS) (Yang. efek samping obat dan interaksi obat sesehingga kita dapat memanfaatkan obat ini sebagaimana mestinya. 2013). Interaksi obat 1. sefalosporin memperluas spektrumnya terhadap bakteri gram negatif meliputi Enterobacter sp.

2. Struktur kimia cefadroxil terlihat pada gambar 2. 2014).1 Morfologi Obat Cefadroxil adalah senyawa heterosiklik organik. 2014).1 Absorpsi Cefadroxil diabsorpsi dengan cepat dan baik oleh saluran cerna (per-oral). Vd : 0.2.2. larut dalam air dan stabil pada kondisi asam. puncak konsentrasi dalam plasma tercapai setelah 1. 2. 2014).2 Farmakokinetik 2. Sekitar 20% obat terikat pada protein darah (MIMS.2 Distribusi Obat disebarluaskan ke seluruh jaringan dan cairan tubuh. mampu menembus plasenta dan turut disekresikan dalam ASI.1 dibawah ini. 3 .BAB 2 PEMBAHASAN 2. namun akan memanjang hingga 20-24 jam pada pasien dengan gagal ginjal (Medscape. Obat dapat dieliminasi dengan cara dialisis (MIMS. 2012) ini memiliki berat molekul 381.40 dan rumus kimia C16H17N3O5S • H2O (Physicians Total Care. 2013). subkelas β-laktam dengan golongan sefalosporin generasi pertama (The Metabolomics Innovation Centre (TMIC).5-2 jam konsumsi obat (MIMS. Inc.1 Struktur kimia cefadroxil (Bristol-Myers Squibb Co. 2014). Derivat parahidroksi sefaleksin (Gunawan. Antibiotik sefalosporin semisintetik ini ditujukan untuk pemberian oral.2. 2. Gambar 2. 2013). 2010).31 L/kg (Medscape. Karakteristik obat bakterisidal ini adalah bubuk kristal berwarna putih sampai putih kekuningan. waktu paruh obat ini dalam keadaan normal adalah 1-2 jam.3 Metabolisme Obat dimetabolisme secara minimal oleh hepar (Medscape. 2007) 2. 2013).2.4 Ekskresi Obat dieksresikan melalui urin sebagai hasil filtrasi glomerulus dan sekresi tubulus ginjal (90% tidak berubah bentuk).

Selain transpeptidase. 1 jam sebelum dilakukan tindakan  Gangguan ginjal Dosis inisial 1 g.2. Untaian cross-linked peptidoglikan (murein) ini memberikan integritas struktural untuk dinding sel dan memungkinkan bakteri untuk bertahan hidup lingkungan yang tidak sesuai dengan tekanan osmotik internal organisme. 1-2 kali sehari. Dalam reaksi ini. penyimpangan bentuk morfologi. Ketika antibiotik beta laktam menginaktivasi PBPs.4 Dosis Obat 2. pemeliharaan. dan pengaturan dari sintesis dinding sel peptidoglikan. ISK 1 g PO. 1-2 kali sehari  Endokarditis Profilaksis (tindakan pada gigi atau saluran napas atas): 2 g PO.4. Antibiotik β-laktam secara struktural menyerupai terminal D-alanil-D-alanine di pentapeptide pada peptidoglikan (murein). kemudian dosis perawatan 500 mg dalam interval pemberian : Setiap 12 jam : CrCl 25-50 mL/min Setiap 24 jam : CrCl 10-25 mL/min Setiap 36 jam : CrCl <10 mL/min 4 . Cincin beta laktam memodifikasi situs serin aktif pada transpeptidases dan blok fungsi enzim lebih lanjut. Semua PBPs terlibat dalam proses perakitan. dan berujung pada kematian sel bakteri. tonsilitis 1 g PO. 2.3 Farmakodinamik Reaksi terakhir pada proses sintesis dinding sel bakteri adalah cross-linking untaian peptidoglikan yang berdekatan (murein) oleh reaksi transpeptidasi. Cincin beta laktam yang utuh diperlukan untuk aktivitas antibiotik ini. selama 10 hari  Infeksi kulit.1 Dewasa  Faringitis. Transpeptidase bakterial secara kovalen mengikat antibiotik β-laktam di situs aktif enzim. menghasilkan molekul enzim yang stabil namun inaktif. lisis sel. konsekuensinya adalah dinding sel bakteri secara struktural melemah. transpeptidase bakterial membelah terminal D-alanin dari pentapeptida pada satu untai peptidoglikan dan kemudian menghubungkannya dengan pentapeptida dari untaian peptidoglikan lainnya. Penicillin-Binding Proteins (PBPs) lainnya berfungsi sebagai transglycosylase dan carboxypeptidase.

setiap 12 jam  Faringitis akibat streptokokus 30 mg/kgBB/hari PO.2. selama 10 hari (dosis max. 1 jam sebelum tindakan dilakukan (dosis max.4. 2013):  Suspensi oral 250 mg/5ml 500 mg/dl  Kapsul 500 mg  Tablet 1 gram 5 . 1g/dosis)  Endokarditis Profilaksis (tindakan pada gigi atau saluran napas atas): 50 mg/kgBB PO.2 Anak  Rentan infeksi 30 mg/kgBB/hari PO.5 Bentuk Sediaan Obat Cefadroxil tersedia dalam beberapa bentuk sediaan. yaitu (Medscape. 2 g) 2.

saluran kemih dan THT yang disebabkan oleh . 2.Merk cefadroxil yang tersedia di Indonesia (MIMS. & Caughey. 6 . S.6 Indikasi Indikasi terapi menggunakan cefadroksil adalah untuk mengobati pasien dengan infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang terbukti ampuh dibunuh oleh cefadroxil seperti (Physicians Total Care. S. Graff. P. tonsillitis : Streptococcus pyogenes (Group A beta-hemolytic streptococci). Infeksi lainnya pada kulit. 2013).7 Kontraindikasi Kontraindikasi pada pasien yang memiliki riwayat hipersensitivitas terhadap penisilin maupun cephalosporin (Medscape. 2010) :  Infeksi saluran kemih : E. S. viridans. Inc. 2014) : Ancefa [ Meprofarm ] Cefat [ Sanbe ] Drovax/Drovax Forte [ Pharos ] Droxal [ Solas ] Droxefa [ Phapros ] Ethicef [ Ethica Industri Farmasi Joint Venture with Fresenius Kabi ] Lapicef [ Lapi ] Maxcef-500/Maxcef-125/Maxcef250 [ Simex ] Opicef [ Otto ] Qidrox/Qidrox Forte [ Ethica Industri Farmasi .  Pharyngitis. Clostridium perfringens. coli.  Infeksi kulit : staphylococci dan atau streptococci.Joint Venture with Fresenius Kabi ] Roksicap [ Caprifarmindo ] Erphadrox [ Erlimpex ] Grafacef [ Graha Farma ] Lostacef [ Ifars ] Netfad [ Coronet ] Pyricef [ Pyridam ] Renasistin [ Fahrenheit ] Valos [ Mahakam Beta Farma ] Staforin [ Kalbe Farma ] Trodoxil/Trodoxil Forte [ Tropica Mas Pharma ] Vocefa [ Gracia Pharmindo ] Vroxil [ Promed ] Yaricef [ Yarindo Farmatama ] Tisacef [ Metiska Farma ] 2. mirabilis. H. anaerob. 2004) juga bisa diobati dengan cefadroxil. 2014). 2012) serta Proteus mirabilis (Yang. Influenzae (The Metabolomics Innovation Centre (TMIC). pneumoniae. and Klebsiella species. Listeria monocytogenes dan Corynebacterium diphteriae (Gunawan.

& Walters. tromboflebitis 2. Efek samping utama akibat konsumsi obat golongan cephalosporin berhubungan dengan efek obat pada flora normal dan diasosiasikan secara erat dengan C. 2010). memar atau pendarahan  Jarang : reaksi alergi. 2010). Staphylococcus aureus resisten metisilin. 2012).5% pada pasien tanpa riwayat alergi penisilin (Yang. 2004). & Caughey. 2012) 7 . Reid.9 Interaksi Obat  Kombinasi dengan gentamisin atau tobramisin mempermudah terjadinya nefrotoksisitas (Gunawan.8 Efek Samping dan Toksisitas Reaksi alergi merupakan efek samping yang paling sering terjadi. kram perut ringan. diare ringan. gejalanya mirip dengan reaksi yang ditimbulkan oleh penisilin yaitu anafilaksis dengan spasme bronkus dan urtikaria (Gunawan. Reaksi hipersensitivitas silang terjadi sekitar 10% pada pasien yang sensitif terhadap penisilin (McKay. & Walters. dan berkembangnya organisme coliform yang memproduksi betalaktamase extended spectrum (McKay. Insidens terjadinya reaksi hipersensitivitas adalah sebesar 5-10% pada pasien dengan riwayat alergi penisilin dan sebesar 1-2. Graff. kandidiasis vaginal  Kadang-kadang : mual. Efek samping yang mungkin muncul pada terapi cefadroxil (Mosby. difficile. 2013):  Sering terjadi : kandidiasis oral. 2014)  Probenesid dapat menurunkan eliminasi sefalosporin sehingga terjadi peningkatan ekonsentrasi cefadroxil dalam darah (Gunawan. Reid.  Furosemid dan aminoglikosida meningkatkan potensial nefrotoksisitas (Wilkes & Burke.2. 2012).

2 Saran Masih banyak hal-hal yang belum diketahui dari obat cefadroxil ini terutama perbandingan efektivitasnya dengan obat jenis lainnya. Penelitian masih terus dikembangkan. 3. pneumoniae). oleh sebab itu kita senantiasa perlu update informasi baik melalui internet maupun textbook agar tidak ketinggalan. viridans dan S. anaerob. S. E. S. Coli dan Klebsiella pneumonia. (S.BAB 3 PENUTUP 3. 8 . pyogenes. Clostridium perfringens.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa cefadroxil adalah obat sefalosporin generasi pertama yang efektif terhadap penyakit kulit. Listeria monocytogenes dan Corynebacterium diphteriae serta terhadap bakteri gram negatif seperti Proteus mirabilis. saluran kemih dan THT yang disebabkan oleh bakteri gram positif seperti Staphylococcus aureus dan Streptococcus sp.

A.cfm?setid=4306730b-e894-45ca-b4e93fe7f65b7b1d Tanan.. Masters. ASKES. Diambil kembali dari MayoClinic: http://www. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. & Stitzel.050527s022.MIMS. Reid. Jakarta: PT..com. L. (2004). McKay. Farmakologi dan Terapi .Duricef. USA: Elsevier Health Sciences. (2011). Dr. Diambil kembali dari DailyMed Current Medical Information: http://dailymed. L. CEFADROXIL (cefadroxil monohydrate) powder. Inc. N. Cefadroxil. A. Physicians Total Care. Cefadroxil . Katzung. USA: McGraw-Hill Companies.. Diambil kembali dari http://www. 12th Edition. K. B. Direksi PT..ca/drugs/DB01140 Wilkes. S. Inc. H. G.. D.medscape..mims. Yang. B. 6th Edition. (2012). Edisi XXXII. & Burke. G.D. Cefadroxil (Oral Route). (2014). (2010).gov/dailymed/lookup.. (2010).com/INDONESIA/Home/GatewaySubscription/?generic=cefadroxil Mosby. Basic & Clinical Pharmacology. M. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins. Y. Kandao Manado Periode Januari . Diambil kembali dari Drug Bank: http://www.. Dipetik Agustus 2014.DAFTAR PUSTAKA Bristol-Myers Squibb Co.pdf Brunton. ASKES. Craig. Modern Pharmacology With Clinical Applications. R.accessdata. (2004). L. R. USA: Blackwell Publishing. Daftar dan Plafon Harga Obat (DPHO) Bagi Peserta PT. Medscape. Graff. Mosby's Drug Reference for Health Profession's.050528s020 lbl. Edisi 5. USA: The McGraw-Hill Companies.mayoclinic. E.com/drug/duricef-ultracef-cefadroxil-342489 Micromedex. The Metabolomics Innovation Centre (TMIC). (2014). for suspension . (2006). Goodman & Gilman's The Pharmacological Basis of Therapeutics. 8th Edition.gov/drugsatfda_docs/label/2007/050512s046. Lecture Notes Clinical Pharmacology and Therapeutics. Oncology Nursing Drug Handbook 2014.nlm. Prof. Lazo. M. 4th Edition. (2014). B.drugbank. G. Blueprints Notes & Cases Pharmacology. R. R. & Trevor. B. S. (2013). R. (2013). & Walters. & Fatimawali. J. J. 9 . Manado: FMIPA UNSRAT. A... L. Tjitrosantoso. Diambil kembali dari Medscape: http://reference. C. ASKES (Persero). USA: Jones & Bartlett Learning. (2013). (2007). Singapore: Willey-Blackwell.. dari MIMS Indonesiac: http://www..nih. K. 7th Edition. M. & Parker. Cefadroxil (Rx) . Tinjauan Penggunaan Antibiotika Pada Pasien Seksio Sesarea Di BLU RSUP.org/drugs-supplements/cefadroxil-oral-route/description/drg20073247?p=1 MIMS. (2012).fda. Inc. S. Ultracef. & Caughey. G. Gunawan. J. (2014).Desember 2011. L. M.