BAB 1

PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Usia adalah salah satu rintangan sosial yang membedakan kelompokkelompok manusia. Kelompok manusia ini akan memungkinkan timbulnya dialek
sosial yang sedikit banyak memberi warna tersendiri pada kelompok itu. Dialek
sosial yang berdasarkan usia keadaannya berbeda. Ragam tutur anak-anak yang
dimiliki oleh seorang anak akan ditinggalkan jika usiannya menginjak dewasa.
Ragam tutur remaja akan ditinggalkan pemiliknya jika mereka menjadi tua. Yang
relatif tetap ragam orang dewasa. Pada awal perkembangannya bahasa anak-anak
mempunyai ciri antara lain adanya penyusutan (reduksi). Penyusutan bentuk tutur
pada anak-anak sebagian besar menyangkut fungtor. Kata-kata yang tetap
bertahan dalam tutur mereka, adalah kata-kata tergolong kontentif atau kata
penuh, yaitu kata yang mempunyai makna sendiri jika berdiri sendiri. Ragam tutur
anak-anak itu bersifat sementara, artinya akan ditinggalkan kalau usia makin
bertambah menjadi remaja.
Pada orang dewasa penyusutan dilakukan karena alasan ekonomi dan
kepraktisan seperti yang ada pada pengiriman telegram, ragam nonbaku, dan pijin.
Pada tutur anak usia SD, paling tidak ada dua kemungkinan yang bisa terjadi.
Pertama, mereka diajarkan bahasa yang sebenarnya merupakan bahasa ibu mereka
sendiri. Kedua, mereka diajari bahasa lain yang berbeda dengan bahasa ibu.
Sedangkan tutur pada usia remaja apabila diliihat dari segi perkembangan,
merupakan masa kehidupan manusia yang paling menarik dan mengesankan.
Masa remaja mempunyai ciri antara lain petualangan, pengelompokan (klik),
“kenakalan”. Ciri ini tercermin pula pada bahasa mereka. Keinginan untuk
membuat kelompok eksklusif menyebabkan mereka menciptakan bahasa
“rahasia” yang hanya berlaku bagi kelompok mereka, atau kalau semua pemuda
sudah tahu, bahasa ini tetap rahasia bagi kelompok anak-anak dan orang tua.
Oleh karena itu kami ingin memberikan suatu contoh tutur bahasa
menurut tingkatan usia di masyarakat.

1

3 Tujuan a.1.4 Manfaat Untuk mengetahui pengertian dan keterkaitan ragam bahasa berdasarkan usia. Pengertian ragam bahasa dan usia? 2. Untuk mengetahui keterkaitan ragam bahasa dan usia.2 Rumusan masalah 1. Keterkaitan ragam bahasa dan usia? 1. b. Untuk mengetahui pengertian ragam bahasa dan usia. 1. 2 .

media. Meskipun demikian. Pada masa awal perkembangannya. dan pada usia kurang lebih 3 tahun. Tetapi usia menjadi salah satu yang membedakan antara kelompok manusia. Sebagai contoh “Mama. partikel dan sebagainya. Contoh bunyi bahasa bilabial adalah mama. bahasa anak memiliki ciri yang unik yakni adanya penyusutan (reduksi). kata sambung.2. Hal semacam ini bukan berarti sang anak tidak mampu mengolah bahasa atau bahkan merupakan kebingungan anak.variasi bahasa itu sebagai ciri-ciri dimasingmasing individu pada usia tersebut.1 Pengertian Ragam Bahasa dan Usia ragam bahasa adalah variasi dalam pemakaian bahasa yaitu perbedaan penutur. dan bidang. bobok. Aan besar” yang dimaksud adalah “Mama.1 Tutur Anak-Anak Seorang anak mulai belajar berbicara pada usia kurang lebih 18 bulan. 3 . apa yang mereka ucapkan masih bisa dimengerti oleh orang dewasa karena katakata yang masih betahan adalah kata-kata penuh atau kata yang punya makna sendiri jika berdiri sendiri. Bunyi-bunyi yang mudah dihasilkan oleh sang anak adalah bunyi-bunyi bahasa bilabial Bunyi-bunyi bahasa bilabial itu sangat mudah dihasilkan karena hanya menggerakkan dua bibir.2 Ragam Tutur Bahasa menurut Usia 2.BAB II PEMBAHASAN 2. Usia dikelompokkan ke dalam usia anakanak. Dan dalam berbagai usia manusia memiliki ragam bahasa khusus dan variasi. dan lainlain. anak sudah mulai bisa menguasai tata bahasa dari bahasa ibunya. maem. Aan sekarang sudah besar”. 2. usia remaja dan usia dewasa. mimik. Karena B1 anak adalah bahasa sang Ibu. Ada pula ciri bahasa anak yang ditinjau dari segi fonologi. situasi. Kata-kata yang disusutkan atau dihilangkan biasanya kata depan. tetapi semuanya harus dianggap sebagai strategi sang anak untuk berkomunikasi dan sebagai jalan untuk menguasai kaidah-kaidah bahasa berikutnya.

Karena ketika usia anak. terutama peran seorang ibu.Berbeda dengan bunyi bilabial yang mudah diproduksi anak. ada beberapa bunyi yang sulit diproduksi oleh alat ucap sang anak. Hal ini nampak jelas pada bahasa jawa. 2. Ketika seorang ibu berbicara dengan anak menggunakan krama inggil. secara tidak langsung sang anak juga akan berbicara hal yang serupa dengan sang ibu. “s”. Karena menurut teori yang ada cara tutur orang tua terutama ibu sangat mempengaruhi sikap dan tutur sosial anak di masyarakat nantinya. Biasanya seorang ibu lebih halus dalam berbicara jika dibandingkan dengan ayahnya. bunyi-bunyi itu adalah “r”. Tetapi untuk krama inggil tidak. sama halnya dengan “atu” padahal yang dimaksud adalah “aku”. begitu juga dengan “susu” yang biasa diucap “cucu”.2. peran orang tua sangat penting.anak mereka sudah terbiasa dengan krama inggil. Ragam bahasa anak ini bersifat sementara. Disinilah mereka diajarkan keterampilan suatu bahasa dimana yang diajarkan itu adalah bahasa yang sudah mereka kenal sebelumnya atau bisa disebut bahasa ibu (B1).2 Tutur Anak Usia SD Seorang anak mulai memasuki SD sekitar usia 7 tahun. diamana ada bahasa yang lebih halus untuk berbicara dengan orang yang lebih tua atau disebut “krama inggil”. anak yang sedang belajar B2 juga cukup kreatif dan menciptakan bentuk-bentuk baru yang menyimpang dari yang mereka pelajari itu adalah “selamat petang”. sekarang untuk perkembangannya. maksudnya mereka akan meninggalkannya ketika mereka menjadi remaja dan dewasa. 4 . Seperti halnya anak kecil yang sedang menguasai B1. Proses ini akan terus berlangsung sampai anak memasuki usia sekolah. ataupun juga bahasa lain yang berbeda dengan bahasa ibu (B2). Kosa kata anak kecil lebanyakan masih apa yang ada disini dan apa yang terjadi. maka akan selamanya mereka terbiasa untuk krama inggil. Sering kita dengar banyak anak yang mengatakan “jali” yang seharusnya “jari”. Dimana usia sekolah sang anak sudah mulai mengerti dan paham dengan yang namanya sopan santun. “k”. dan lain-lain.

Ada beberapa contoh bahasa-bahasa yang diciptakan oleh para remaja adalah : Penyisipan konsonan V + Vokal. Variasi-varisai bahasa di atas muncul kembali pada remaja sekarang. Bahasa ini sepertinya tidak hanya dalam bahasa Indonesia tapi juga bahasa Daerah juga. 5 . Makan => mavakavan Bahasa ini sudah muncul sebelum tahun 50-an. Penggantian suku akhir dengan “-sye” Contoh : Kunci => kunsye Mandi => mansye Bahasa ini telah muncul menjelang tahun 60-an.3 Tutur Remaja Masa remaja merupakan masa yang paling menarik dan mengesankan. Contoh : Aku => avakuvu. melainkan dilihat dari segi sosialnya.2. tapi mungkin tidak sepopuler tahun-tahun awal kemunculannya. Contoh : Aku => uka Makan => nakam Nasi => isan Bahasa Iini muncul pada tahun 60-an. Ciri-ciri itu tercermin juga dalam bahasa mereka. Tetapi ragam bahasa seperti di atas tidak bisa dilihat dari segi linguistiknya. Terutama variasi bahasa yang menyisipkan “ v + vokal”.2. Variasivariasi bahasa seperti di atas muncul karena kreatifitas remaja. Mereka lebih suka menciptakan bahasa-bahasa rahasia yang mereka gunakan untuk kelompok mereka sendiri. Membalik fonem-fonem dalam kata. Pada masa ini mereka punya ciri khusus dalam sosialnya.

3. Usia dikelompokkan ke dalam usia anakanak. Tetapi usia menjadi salah satu yang membedakan antara kelompok manusia.1 Kesimpulan Ragam bahasa adalah variasi dalam pemakaian bahasa yaitu perbedaan penutur. anak-anak usia SD. remaja dan dewasa. media.BAB III PENUTUP 3. Jadi ragam bahasa menurut usia terdiri dari 4 macam tutur yaitu anak-anak.2 Saran 6 . usia remaja dan usia dewasa. situasi. dan bidang.