Prinsip-prinsip Dasar Desain Audio

Pada media audio, objek yang digunakan untuk menyalurkan pesan adalah suara dan
bunyi. Ada dua istilah yang harus dipahami dalam mengkaji prinsip audio. Yang pertama yaitu
hearing yang artinya Bunyi atau suara yang didengarkan oleh pendengar dan kemudian diproses
ke otak. Sedangkan listening artinya pendengar dengan sadar mendengarkan suara atau bunyi
dan kemudian dipahami.
Kualitas pemahaman pesan yang ditangkap oleh pendengar dipengaruhi oleh kemampuan
sumber pesan dalam mengolah pesan secafra jelas dan logis.
Dalam pembelajaran, listening skill dapat dikembangkan, berikut beberapat teknik dalam
mengembangkan listening skill dalam pembelajaran :
1.
2.
3.
4.
5.

Bimbing pebelajar mendengarkan/menyimak pesan audio
Berikan arahan secara individu atau berkelompok menyimak tape
Pebelajar dilatih mendengarkan arahan audio yang mana beberapa kata dihilangkan
Pebelajar dilatih menganalisis presentasi lisan.
Pebelajar dilatih dalam menganalisis kata yang tidak relevan dalam presentasi lisan.

Tujuan utama dalam mendesain media audio yaitu :
1.
2.
3.
4.

Kejelasan yang berhubungan dengan kepekaan
Mengundang keterlibatan aktif dalam pembelajar
Menginterprestasikan pesan
Memperjelas bagian yang penting

Dalam mendesain media audio perlu diperhatikan
1. Memperhatikan legability
Volume suara yang tepat, artikulasi yang baik, kurangi suara yang mengganggu
2. Memperhatikan active management
Gunakan bahasa lisan, perhatikan setting dan karakter
3. Memperhatikan reduse effort
Kalimat sederhana, tempo, durasi jangan terlalu panjang, hindari kata-kata sulit
4. Memperhatikan focus attention
Aksentuasi, pengulangan, gunakan music seperlunya
Kelemahan audio visual
1. paparan pesan linear walaupun pebelajar mudah melakukan pengulangan informasi

3. tidak bisa memonitor perhatian pebelajar. seperti reaksi ledakan. media video dapat dimanfaatkan untuk karakteristik pebelajar yang lebih luas. Keunggulan audio visual 1. apakah pebelajar betul-betul fokus pada pesan atau sekedar dengar. Pebelajar dapat mengamati interaksi sosial dalam masyarakat yang nyata atau interaksi dalam belajar koperatif dalam rangka mengembangkan keterampilan interpersonal. terutama terkait dengan keterampilan psikomotor. 2. Karena memiliki format informasi yang beragam. Audiovisual (video) Audiovisual menggunakan objek pesan yang lebih lengkap yang mencakup dua rangsangan utam manusia yaitu visual dan auditori. Bebrapa keunggulan media video : 1. sangat baik untuk pembelajaran bahasa dan music 3. Unggul dalam memfasilitasi belajar keterampilan melalui pemodelan dan latihan tahap demi tahap. efek zat beracun. Gambar bergerak lebih unggul dibandingkan dengan gambar statis dalam menggambarkan konsep.2. Media audiovisual (video) tidak semata-mata menampilkan objek visual gerak nyata yang disinkronkan dengan suara. 5. 4. Video bisa diintegrasikan dalam semua jenis pembelajaran dan karakteristik pebelajar. seperti dalam olahraga dan seni dan keterampilan proses sains. sulit dalam mencari segmen-segmen pembicaraan yang penting. dan peristiwa tsunami. 3. melainkan juga menggunakan objek visual statik seperti teks dan gambar serta animasi (tidak nyata). menyediakan pesan verbal bagi individu yang tidak bisa membaca 2. Unggul dalam menjelaskan proses yang mana urutan langkah dapat ditunjukkan dengan efektif. Video memfasilitasi pebelajar mengamati fenomena yang berbahaya. memberikan rangsangan emosi yang lebih kuat melalui aksentuasi atau dramatisasi. .

yaitu: 1. Unggul dalam memonitor keterampilan pebelajar serta kemajuan belajarnya (video portofolio). developmental effects pebelajar memahami (decoding) visual tergantung kepada tingkat perkembangan siswa 2. 7. hubungan hierarki. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi bagaimana siswa memahami visual. terutama bagi pebelajar pemula 3. 8. Unggul dalam membangkitkan emosi. Keunggulan visualisasi dalam pembelajaran Media visual sangat menonjol dimanfaatkan dalam pembelajaran. karakteristik siswa. sehingga sesuai untuk pembelajaran pengembangan afektif (banyak digunakan sebagai propaganda). hubungan antarkonsep. . seperti filsafat dan matematika. dan bagaimana media visual dimanfaatkan dalam pembelajaran. cultural effects Dalam pembelajaran perlu disadari bahwa pemahaman pebelajar terhadap visual dipengaruhi oleh latar budaya 3. Kelemahan video : 1.6. kurang akurat dibandingkan dengan gambar diam dalam pembelajaran yang menekankan pada klasifikasi. sering tejadi misinterpretasi untuk video yang kompleks dan mengandung gambar atau animasi yang artificial atau kiasan. Dapat digunakan sebagai alternatif pengganti guru dalam pembelajaran di kelas. 9. 2. kurang/tidak efektif diterapkan pada pembelajaran konsep abstrak yang nonvisual. Unggul dalam membawa permasalahan nyata atau fenomena laboratorium (kontekstual) ke dalam kelas untuk pembelajaran berbasis permasalahan. Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap superioritas visual dalam pembelajaran adalah karakteristik konten (materi subjek). visual preference kesukaan pebelajar terhadap jenis visual adalah berbeda.

Literasi visual adalah suatu keterampilan. dalam pembelajaran juga penting melatih pebelajar menyampaikan gagasan atau pemahaman secara visual. Selain latihan dalam memahami visual. . Sebagai suatu keterampilan. literasi visual bisa dilatihkan.