Hama Penyakit Cengkeh

HAMA
1. Penggerek Batang
Penggerek batang yang menyerang tanaman cengkeh adalah Nothopeus sp. Hama ini
meletakkan telurnya pada lekukan kulit batang tanaman.
Gejala Serangan
Gejala Serangan yang ditimbulkan oleh penggerek Nothopeus sp ditandai adanya lubanglubang pada batang tanaman, dari lubang keluar cairan kental bercampur kotoran hama.
Daun muda berubah kekuningan, rontok dan akhirnya pucuk daun mati. Jika tidak
dikendalikan hama ini dapat menyebabkan kematian, karena asupan makanan terganggu.
Cara Pengendalian
Upaya yang dapat dilakukan antara lain menutup lubang bekas gerekan dengan pasak
kayu serta memusnahkan telur-telur yang menempel pada kulit. Pengendalian kimiawi
dengan memasukkan insektisida sistemik berbahan aktif asefat ke dalam lubang gerekan
kemudian ditutup dengan pasak kayu. Dapat pula menaburkan insektisida sistemik
berbahan aktif karbofuran dengan dosis 115-150 g/pohon. Interval 3 bulan sekali.
2. Penggerek Cabang
Penggerek cabang yang menyerang tanaman cengkeh adalah Hyleborus sp., dan Ardela
sp. Hama Hyleborus sp. merupakan kumbang berukuran kecil berwarna hitam, kumbang
jantan tidak mempunyai sayap dan ukurannya lebih kecil daripada serangga betina.
Sedangkan Ardela sp. merupakan ngengat, ngengat jantan berwarna cokelat keputihan,
betina berwarna merah muda keputihan. Larva ngengat ini berwarna putih keabu-abuan.
Gejala Serangan
Gejala Serangan yang ditimbulkan oleh kedua penggerek ini ditandai adanya lubanglubang pada permukaan kulit cabang yang mengakibatkan cabang mudah patah, lemah,
tunas mati, daun dan ranting akhirnya mengering. Lubang-lubang tersebut tertutup
kotoran dan serbuk kayu sisa gerekan yang dijalin dengan serat halus. Serangan parah
menyebabkan cabang mati.
Pengendalian
Upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan hama penggerek cabang ini sama
seperti pada penggerek batang.
3. Penggerek Ranting
Penggerek ranting yang menyerang tanaman cengkeh adalah Coptocercus sp. Serangga
ini berupa kumbang berwarna hitam, sedangkan larvanya berwarna kuning kecokelatan.
Gejala serangan
Gejala Serangan yang ditimbulkan oleh penggerek Coptocercus sp. ditandai pada
permukaan ranting terdapat lubang-lubang gerekan yang berdiameter kira-kira 1,8 mm.
Serangan parah mengakibatkan ranting dan daun mati.

profenofos. dan Carea Angulata. Interval 10 hari sekali. Selain menyerang tanaman muda. sedangkan Carea Angulata berupa ulat. penyemprotan insektisida berbahan aktif alfa sipermetri. Cara Pengendalian Upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan kedua jenis hama ini adalah dengan melakukan pemangkasan untuk menjaga kelembaban di sekitar pertanaman. atau metomil dengan dosis sesuai pada kemasan ke seluruh bagian tanaman. 5. Cara pengendalian Upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan hama ini diantaranya adalah dengan memusnahkan ranting yang terserang. hama ini juga menyerang tanaman dewasa. asefat. ditandai dengan adanya bintikbintik pada bagian tepi dan tengah daun karena bekas hisapan serangga daun cengkeh. Perusak Daun Perusak daun yang menyerang tanaman cengkeh adalah Anthriticus sp. 4. Gejala serangan yang ditimbulkan oleh Carea Angulata ditandai dengan adanya bekas gigitan ulat pada daun yang terserang. bunga banyak yang rontok karena hama ini menyerang dengan cara menghisap cairannya. ulat ini menyerang dengan cara memakan daun. menyerang daun dan ranting yang masih muda. Interval 10 hari sekali. Hama Anthriticus eugeniae adalah kutu hijau. Populasi tinggi menyebabkan daun gundul. sedangkan pada ulat Carea angulata diutamakan pada saat populasi larva masih muda. profenofos. Kutu Daun Kutu daun yang menyerang tanaman cengkeh adalah Coccus viridis. profenofos. . penyemprotan insektisida berbahan aktif alfa sipermetri. Gejala serangan Gejala Serangan yang ditimbulkan oleh Coccus viridis ditandai dengan mengeringnya ranting dan daun tanaman. Hama ini biasanya bersembunyi di permukaan bawah daun. asefat. Untuk pengendalian kutu Anthriticus sp penyemprotan terbatas pada bagian tanaman yang terserang. metomil atau imidakloprid dengan dosis sesuai petunjuk pada kemasan. Hama ini menyerang tanaman pada malam hari. atau metomil dengan dosis sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan. Interval 10 hari sekali. Gejala serangan Gejala serangan yang ditimbulkan oleh Anthriticus sp. asefat.Cara pengendalian Upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan hama ini adalah dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif alfa sipermetri. berwarna hijau.

Penyakit Cacar Daun Penyakit cacar daun yang menyerang tanaman cengkeh adalah cendawan Phyllostica sp. Interval 10 hari sekali. atau imidakloprid dengan dosis sesuai pada kemasan. profenofos. Cara pengendalian Upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan penyakit ini adalah dengan sanitasi lingkungan. Bagian yang terserang biasanya daun dan buah cengkeh. Gejala serangan Gejala serangan yang ditimbulkan oleh Helopeltis sp ditandai dengan gugurnya daun muda dan mati pucuk daun. Gejala serangan Gejala serangan yang ditimbulkan oleh Phyllostica sp ditandai dengan munculnya bercak berbintil hitam menggelembung seperti cacar pada bagian atas daun. memusnahkan tanaman yang terserang. Kepik Kepik yang menyerang tanaman cengkeh adalah Helopeltis sp. mankozeb. streptomisin sulfat. Hama ini menyerang bagian pucuk daun dan daun muda. Penyakit BPKC (Bakteri Pembuluh Kayu Cengkeh) . 3. PENYAKIT 1. Cendawan ini menyerang semua fase pertumbuhan mulai dari pembibitan sampai tanaman dewasa. Cara pengendalian Upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan penyakit ini adalah dengan penyemprotan bakterisida berbahan aktif oksitetrasiklin. Cara pengendalian Upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan hama ini adalah dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif deltametrin.6. Interval 10 hari sekali. benomil atau zineb dan fungisida kontak berbahan aktif propineb. karbosulfan. atau maneb dengan dosis sesuai pada kemasan. Gejala serangan Gejala serangan yang ditimbulkan oleh Xylemlimited ditandai dengan gugurnya daun dan matinya ranting tanaman. Bakteri ini menyerang perakaran dan ranting-ranting muda. kasugamisin atau asam oksolinik dengan dosis sesuai pada kemasan. 2. Interval 1 bulan sekali. Mati Bujang Penyakit mati bujang yang menyerang tanaman cengkeh adalah bakteri Xylemlimited. penyemprotan fungisida sistemik berbahan aktif karbendazim. kemudian daun menggugurkan diri.

Cara pengendalian Upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan penyakit ini adalah dengan penyemprotan fungisida sistemik berbahan aktif benomil. Cara pengendalian Upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan penyakit ini adalah dengan melakukan sanitasi lingkungan (memusnahkan tanaman yang terserang). PENGENDALIAN HAMA TANAMAN CENGKEH Serangan hama sangat berpengaruh terhadap hasil tanaman cengkeh. Gejala serangan Gejala serangan yang ditimbulkan oleh Pseudomonas syzygii ditandai dengan menguningnya daun yang kemudian berguguran. Gejala serangan Gejala serangan yang ditimbulkan oleh Cylindrocladium sp ditandai dengan munculnya bercak coklat kehitaman pada daun yang merupakan spora dari cendawan. Jamur ini menyerang bagian daun tanaman. Tanaman cengkeh merupakan tanaman yang tahan terhadap serangan hama penyakit. 4. Serangan hama pada tanaman cengkeh dapat menurunkan hasil sampai 10-25%. ranting-ranting dan cabang mati diikuti layu mendadak.Penyakit BPKC yang menyerang tanaman cengkeh adalah bakteri Pseudomonas syzygii. profenofos. kartophidroklorida atau karbofuran. Vektor dari penyakit ini adalah serangga Hindola sp. mankozeb. atau tiram dengan dosis sesuai pada kemasan. secara kimiawi menggunakan bakterisida golongan antibiotik berbahan aktif oksitetrasiklin. kasugamisin atau asam oksolinik. metil tiofanat. streptomisin sulfat. lamda sihalotrin. Strategi Pengendalian Hama dan Penyakit : Penyemprotan pestisida harus dilakukan berseling atau penggantian bahan aktif yang tertera di atas setiap melakukan penyemprotan. Jadi penggunaan pestisida dapat dihemat. Serangan parah menyebabkan kematian. Dosis sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan. Bercak Daun Penyakit bercak daun yang menyerang tanaman cengkeh adalah cendawan Cylindrocladium sp. sehingga sangat diperlukan upaya pengendalian hama agar kehilangan hasil dapat ditekan. jangan menggunakan bahan aktif yang sama secara berturut-turut. propineb. Kemudian mengendalikan serangga vektor menggunakan insektisida berbahan aktif asefat. atau karbendazim dan fungisida kontak berbahan aktif klorotalonil. Bakteri ini menyerang tanaman dewasa melalui vektor atau perantara. sehingga penyemprotan dapat dilakukan sesuai kebutuhan. . Interval 1 bulan sekali.

Gejala Serangan Gejala yang tampak pada pohon adalah adanya lubang-lubang berukuran 3-5 mm yang ditutupi serbuk kayu hasil gerekan. Serangan hama ini menyebabkan tanaman menjadi lemah. penggerek cabang. Dapat pula menaburkan insektisida sistemik berbahan aktif carbofuran (misalnya Furadan 3 G) dengan dosis 115-150 g/pohon dan interval 3 bulan sekali. Dari dalam lubang gerekan tersebut keluar cairan kental bercampur kotoran hama.50 %. N.2 % dan Bestox 50 EC 0.1-0. dan Hexamitodera semivelutina Hell. dan penggerek ranting. Gejala serangan Pada cabang-cabang tanaman terdapat lubang-lubang gerekan berdiameter 12.cengkeh adalah Xyleborus sp. Curacron 500 EC 0. yaitu penggerek batang. fasciatipennis hampir sama bentuk. N. Serangan yang berat dapat mengakibatkan kematian.25-0. Jumlah lubang gerekan pada setiap cabang dapat mencapai 2-3 buah. Penggerek cabang Dua jenis penggerek cabang yang banyak menyerang tanaman. Penggerek batang Larva hama menggerek batang cengkeh dan akan makan dan bertahan hidup di lubang gerekan selama 130 – 350 hari. Pengendalian Pengendalian hama penggerek cabang ini dapat dilakukan dengan menusukkan kawat ke lubang gerekan sehingga serangga mati. Ada tiga kelompok hama penggerek. Selain itu dapat pula dilakukan penyemprotan . Tanaman yang terserang hama penggerek batang akan merana pertumbuhannya karena terganggunya aliran zat makanan yang dibutuhkan tanaman. perilaku maupun cara hidupnya. Beberapa spesies hama penggerek batang yang sering menyerang adalah Nothopeus hemipterus Oliv. Jumlah lubang gerekan dapat mencapai 20-70 buah pohon. • Cara kimiawi dapat dilakukan dengan memasukkan insektisida/ racun pernapasan ke dalam lubang gerekan kemudian ditutup dengan pasak kayu. Pengendalian • Cara mekanis dapat dilakukan dengan mengambil dan memusnahkan telur penggerek yang menempel pada kulit batang dan menutup lubang gerekan dengan pasak kayu. lnsektisida yang dapat digunakan adalah : Akodan 35 EC 0...5-25 mm.5-0. Lubang-lubang tersebut tertutup kotoran dan serbuk kayu sisa gerekan yang dijalin dengan serat halus.Beberapa hama utama pada tanaman cengkeh dan cara pengendaliannya adalah sebagai berikut : Penggerek Merupakan hama utama yang paling merusak dan paling sering dijumpai menyerang tanaman cengkeh. hemipterus dan N.15 %. dan Ardela sp. fasciatipennis Watt.

Hama ini dapat menyerang tanaman muda maupun yang produktif. • Anthriticus eugeniae Hama ini berupa kutu berwarna hijau dan hidup dengan cara mengisap daun cengkeh.50%. Serangga berbentuk kutu kecil berwarna hijau dan umumnya terdapat dipermukaan bawah daun.25-0. .2%. dan Bestox 50 EC 0. Serangan hama ini mengakibatkan daun dan ranting meranggas. Pada umumnya hama ini aktif pada malam hari. Pengendalian Pengendalian dapat dilakukan dengan memotong ranting yang terserang kemudian membakarnya. Perusak pucuk Kutu tempurung (Coccus viridis) merupakan salah satu jenis hama perusak pucuk tanaman cengkeh. sedangkan larvanya berwarna kuning kecokelatan. Curacron 500 EC 0.5-0.15%.bintik. Akodan 35 EC. Penggerek Ranting Hama penggerek ranting yang banyak dijumpai menyerang tanaman cengkeh yaitu Coptocercus biguttatus Dinov.50%. Penyemprotan dapat diulang dengan interval 7-10 hari sekali. Akodan 35 EC.5-0.insektida ke dalam lubang gerekan menggunakan Akodan 35 EC 0. Perusak daun Dua jenis hama perusak daun tanaman cengkeh yang umum dikenal adalah Anthriticus eugeniae Hergr dan Carea angulata. Curacron 500 EC 0.1-0.15%. Selain itu dapat pula dilakukan penyemprotan terbatas pada bagian tanaman yang terserang menggunakan insektisida Marshall. Insektisida yang dapat digunakan antara lain Akodan 35 EC 0. Pengendalian Pengendalian dapat dilakukan dengan cara mengurangi kelembaban di sekitar kebun melalui pemangkasan atau penebangan tanaman yang menaungi tanaman cengkeh. Penyemprotan dengan insektisida dapat dilakukan menggunakan Decis 2. Serangga ini berupa kumbang berwarna hitam.8 mm.2% dan Bestox 50 EC 0. Gejala serangan Daun yang terserang hama ini berubah warna dari hijau menjadi kuning kemudian mengering dan akhirnya gugur. Pengendalian Pengendalian dapat dilakukan dengan penyemprotan insektisida ke seluruh bagian tanaman. Curacron 500 EC dan Bestox 50 EC dengan interval 710 hari sekali. Pada umumnya menyerang tanaman yang kondisinya lemah atau tanaman yang tidak dipelihara dengan baik.5 EC. Curacron 500 EC dan Bestox 50 EC dengan interval 7-10 hari sekali. Gejala serangan Pada bagian pinggir dan tengah daun terdapat bintik. Marshall.1-0. Gejala serangan Pada permukaan ranting terdapat lubang-lubang gerekan dengan diameter kira-kira 1.25-0.

Banji banyak terdapat di daerah Blitar dan Jember Saat ini cengkeh sambung sudah mulai meyebar di daerah Blitar. Seiring dengan permintaan bibit cengkeh sambung yang semakin meningkat maka usaha pembibitan cengkeh sambung bisa menjadi peluang yang sangat menjanjikan. Jombang dan Pacitan. Akodan 35 EC.000 rupiah per batang. CENGKEH SAMBUNG (GRAFTING) – Sebuah Peluang LATAR BELAKANG Clove grafting pertama kali ditemukan oleh seorang petani dari Nganjuk bernama H. lnsektisida yang dapat digunakan antara lain Decis. Marsahid.• Carea angulata Hama ini berupa ulat yang hidup dengan cara memakan daun. batang lurus tahan serangan penggerek batang dan mempunyai pertumbuhan yang cepat. Marshall. Berkat ketekunannya dia bisa menyambung bibit cengkeh dengan bibit banji sebagai batang bawah. Gejala serangan Pada daun cengkeh tampak bekas gigitan ulat. Salah satu kendala untuk pengembangan cengkeh sambung adalah harga bibit cengkeh sambung sangat mahal yaitu berkisar 30. Nama latin untuk banji adalah Syzigium syzigioides dan masih satu keluarga dengan cengkeh. H.000 – 40. KEUNTUNGAN BIBIT CENGKEH SAMBUNG (GRAFTING) Sistem perakan bagus. Bahkan beberapa penangkar bibit cengkeh sambung di blitar pernah mengirim bibit cengkeh sambung ke Bali dan Lombok. Curacron 500 EC dan Bestox 50 EC. Mahalnya harga bibit cengkeh sambung karena belum banyak penangkar bibit yang tahu dan mengerti tentang manfaat dan cara membuat bibit cengkeh sambung. dengan interval penyemprotan 7-10 hari sekali. Penyambungan dilakukan dengan menggunakan sistem ”susuan” Banji dipilih karena mempunyai sistem perakaran yang kokoh. Marsahid mengembangkan cengkeh sambung karena terdorong keinginannya untuk bisa menanam dan mempunyai kebun cengkeh di lahannya di Nganjuk yang secara agro ekologi tidak sesuai untuk budidaya cengkeh. kuat dan dalam sehingga cengkeh sambung lebih tahan terhadap tekanan lingkungan terutama kekeringan dan tanah yang kurang subur Cengkeh sambug relatif lebih tahan terhadap serangan penyakit akar Perakaran yang dalam dan kokoh akan membuat tanaman bisa tumbuh lebih cepat dan umur berbunga menjadi lebih cepat Produktivitas akan lebih tinggi karena tanaman akan mempunyai percabangan yang lebih padat dan kompak Daya adaptasi terhadap lingkungan lebih luas sehingga bisa ditanam di dataran rendah yang relatif lebih kering . Serangan yang berat oleh hama ini dapat mengakibatkan tanaman menjadi gundul sehingga menurunkan produksi. Pengendalian Pengendalian dapat dilakukan dengan menyemprot daun menggunakan insektisida terutama pada saat populasi larva masih muda.

3 sampai 6 harus dilakukan dengan cepat dan tepat pada waktu bersamaan.PERSIAPAN PENYAMBUNGAN (GRAFTING) CENGKEH Siapkan bibit cengkeh untuk batang atas. Ikat kembali penyambungan (grafting) yang telah jadi agar tidak mudah terlepas dan tetap menyatu. Cek ikatan penyambungan setiap 3 – 4 bulan dan bibit cengkeh sambung siap dipindah di lapangan setelah berumur minimal 1 tahun setelah di sambung. Pelihara kedua bibit tersebut agar keduanya dapat tumbuh sehat dan seragam TEKNIK PENYAMBUNGAN (GRAFTING) Bibit siap di grafting pada umur 6-7 bulan setelah ditanam (bibit cengkeh berumur 9 – 10 bulan sedang bibit banji berumur 7 – 8 bulan). Siapkan bibit banji (Syzigium syzigioides) untuk batang bawah. Panjang sayatan kira-kira sama dengan diameter batang bibit banji Sisipkan batang bibit cengkeh yang telah disayat tepat diantara sayatan batang bibit banji Ikat dengan kuat dan rapi sehingga batang bibit cengkeh tidak bisa bergerak-gerak Pekerjaan No. dari varietas terpilih. sebaiknya varietas Zanzibar. Bibit cengkeh harus berasal bari pohon induk yang bagus. HAMA PENYAKIT CENGKEH Seperti halnya tanaman-tanaman lain. sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan (bulan Sept/Okt) Gunakan pisau grafting yang tajam (bisa memakai cutter) Sayat batang bibit banji kira-kira 5 cm dari tanah. Pelihara bibit cengkeh sambung yang sudah jadi tersebut terutama dari kekeringan dan angin sehingga batang tetap menyatu. Buka ikatan setelah 3-4 bulan untuk melihat apakah penyambungan (grafting) yang kita lakukan berhasil atau tidak. umur 3-4 bulan. Sekecil apapun pengaruh serangan hama penyakit terhadap tanaman. Berikut ini kami uraikan mengenai hama penyakit tanaman cengkeh beserta cara penanggulangannya. umur 1-2 bulan Tanam bibit banji sebagai batang bawah umur 1-2 bulan disamping bibit cengkeh umur 3-4 bulan. jarak sekitar 2 – 3 cm. Umur bibit sambung terbaik untuk dipindahkan ke lapangan adalah 2 tahun setelah disambung. Penanaman harus berdekatan. sehingga kerugian yang lebih besar bisa dihindari. arah sayatan dari bawah dengan tebal sayat`n separo besarnya batang Sayat sisi kanan dan kiri batang bibit cengkeh. harus tetap dikendalikan agar tidak terjadi penularan serangan yang lebih luas. . tanaman cengkeh pun tidak luput dari serangan hama penyakit yang dapat mengakibatkan kerugian.

Serangan parah mengakibatkan ranting dan daun mati. lemah. rontok dan akhirnya pucuk daun mati. Hama Hyleborus sp. Gejala Serangan Gejala Serangan yang ditimbulkan oleh kedua penggerek ini ditandai adanya lubanglubang pada permukaan kulit cabang yang mengakibatkan cabang mudah patah. Jika tidak dikendalikan hama ini dapat menyebabkan kematian. Serangan parah menyebabkan cabang mati. ditandai pada permukaan ranting terdapat lubang-lubang gerekan yang berdiameter kira-kira 1. Cara pengendalian . Sedangkan Ardela sp. tunas mati. Gejala Serangan Gejala Serangan yang ditimbulkan oleh penggerek Nothopeus sp ditandai adanya lubanglubang pada batang tanaman. Larva ngengat ini berwarna putih keabu-abuan. kumbang jantan tidak mempunyai sayap dan ukurannya lebih kecil daripada serangga betina. Serangga ini berupa kumbang berwarna hitam. Penggerek Ranting Penggerek ranting yang menyerang tanaman cengkeh adalah Coptocercus sp. daun dan ranting akhirnya mengering. merupakan kumbang berukuran kecil berwarna hitam. Hama ini meletakkan telurnya pada lekukan kulit batang tanaman. Cara Pengendalian Upaya yang dapat dilakukan antara lain menutup lubang bekas gerekan dengan pasak kayu serta memusnahkan telur-telur yang menempel pada kulit. Lubang-lubang tersebut tertutup kotoran dan serbuk kayu sisa gerekan yang dijalin dengan serat halus. Pengendalian Upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan hama penggerek cabang ini sama seperti pada penggerek batang. Interval 3 bulan sekali. betina berwarna merah muda keputihan.8 mm. sedangkan larvanya berwarna kuning kecokelatan. ngengat jantan berwarna cokelat keputihan. Gejala serangan Gejala Serangan yang ditimbulkan oleh penggerek Coptocercus sp.HAMA TANAMAN CENGKEH Penggerek Batang Penggerek batang yang menyerang tanaman cengkeh adalah Nothopeus sp. Daun muda berubah kekuningan. dari lubang keluar cairan kental bercampur kotoran hama.. Dapat pula menaburkan insektisida sistemik berbahan aktif karbofuran dengan dosis 115-150 g/pohon. karena asupan makanan terganggu. Pengendalian kimiawi dengan memasukkan insektisida sistemik berbahan aktif asefat ke dalam lubang gerekan kemudian ditutup dengan pasak kayu. merupakan ngengat. dan Ardela sp. Penggerek Cabang Penggerek cabang yang menyerang tanaman cengkeh adalah Hyleborus sp.

penyemprotan insektisida berbahan aktif alfa sipermetri. bunga banyak yang rontok karena hama ini menyerang dengan cara menghisap cairannya. atau metomil dengan dosis sesuai pada kemasan ke seluruh bagian tanaman. Kepik . Perusak Daun Perusak daun yang menyerang tanaman cengkeh adalah Anthriticus sp. Hama ini menyerang tanaman pada malam hari. atau metomil dengan dosis sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan. Cara pengendalian Upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan hama ini diantaranya adalah dengan memusnahkan ranting yang terserang. sedangkan pada ulat Carea angulata diutamakan pada saat populasi larva masih muda. asefat. Cara Pengendalian Upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan kedua jenis hama ini adalah dengan melakukan pemangkasan untuk menjaga kelembaban di sekitar pertanaman. metomil atau imidakloprid dengan dosis sesuai petunjuk pada kemasan. dan Carea Angulata. profenofos. Hama Anthriticus eugeniae adalah kutu hijau. ulat ini menyerang dengan cara memakan daun.Upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan hama ini adalah dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif alfa sipermetri. hama ini juga menyerang tanaman dewasa. asefat. ditandai dengan adanya bintikbintik pada bagian tepi dan tengah daun karena bekas hisapan serangga daun cengkeh. Interval 10 hari sekali. asefat. Interval 10 hari sekali. Selain menyerang tanaman muda. Interval 10 hari sekali. Kutu Daun Kutu daun yang menyerang tanaman cengkeh adalah Coccus viridis. profenofos. Hama ini biasanya bersembunyi di permukaan bawah daun. berwarna hijau. menyerang daun dan ranting yang masih muda. Gejala serangan Gejala serangan yang ditimbulkan oleh Anthriticus sp. Gejala serangan Gejala Serangan yang ditimbulkan oleh Coccus viridis ditandai dengan mengeringnya ranting dan daun tanaman. profenofos. Gejala serangan yang ditimbulkan oleh Carea Angulata ditandai dengan adanya bekas gigitan ulat pada daun yang terserang. Untuk pengendalian kutu Anthriticus sp penyemprotan terbatas pada bagian tanaman yang terserang. Populasi tinggi menyebabkan daun gundul. penyemprotan insektisida berbahan aktif alfa sipermetri. sedangkan Carea Angulata berupa ulat.

Penyakit BPKC (Bakteri Pembuluh Kayu Cengkeh) . Cara pengendalian Upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan penyakit ini adalah dengan sanitasi lingkungan. Cara pengendalian Upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan penyakit ini adalah dengan penyemprotan bakterisida berbahan aktif oksitetrasiklin. profenofos. Interval 1 bulan sekali. streptomisin sulfat. Bakteri ini menyerang perakaran dan ranting-ranting muda. Interval 10 hari sekali. memusnahkan tanaman yang terserang. atau maneb dengan dosis sesuai pada kemasan. Interval 10 hari sekali. Cara pengendalian Upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan hama ini adalah dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif deltametrin. karbosulfan. kemudian daun menggugurkan diri. benomil atau zineb dan fungisida kontak berbahan aktif propineb. Cendawan ini menyerang semua fase pertumbuhan mulai dari pembibitan sampai tanaman dewasa. atau imidakloprid dengan dosis sesuai pada kemasan. mankozeb. kasugamisin atau asam oksolinik dengan dosis sesuai pada kemasan.Kepik yang menyerang tanaman cengkeh adalah Helopeltis sp. Gejala serangan Gejala serangan yang ditimbulkan oleh Phyllostica sp ditandai dengan munculnya bercak berbintil hitam menggelembung seperti cacar pada bagian atas daun. Penyakit Cacar Daun Penyakit cacar daun yang menyerang tanaman cengkeh adalah cendawan Phyllostica sp. Gejala serangan Gejala serangan yang ditimbulkan oleh Helopeltis sp ditandai dengan gugurnya daun muda dan mati pucuk daun. penyemprotan fungisida sistemik berbahan aktif karbendazim. Bagian yang terserang biasanya daun dan buah cengkeh. Gejala serangan Gejala serangan yang ditimbulkan oleh Xylemlimited ditandai dengan gugurnya daun dan matinya ranting tanaman. Hama ini menyerang bagian pucuk daun dan daun muda. PENYAKIT Mati Bujang Penyakit mati bujang yang menyerang tanaman cengkeh adalah bakteri Xylemlimited.

profenofos. Interval 1 bulan sekali. Cara pengendalian Upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan penyakit ini adalah dengan penyemprotan fungisida sistemik berbahan aktif benomil. Bakteri ini menyerang tanaman dewasa melalui vektor atau perantara. Gejala serangan Gejala serangan yang ditimbulkan oleh Pseudomonas syzygii ditandai dengan menguningnya daun yang kemudian berguguran. sehingga penyemprotan dapat dilakukan sesuai kebutuhan. Cara pengendalian Upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan penyakit ini adalah dengan melakukan sanitasi lingkungan (memusnahkan tanaman yang terserang). mankozeb. Tanaman cengkeh merupakan tanaman yang tahan terhadap serangan hama penyakit. kasugamisin atau asam oksolinik. metil tiofanat. Serangan parah menyebabkan kematian. Jadi penggunaan pestisida dapat dihemat. Jamur ini menyerang bagian daun tanaman.2. lamda sihalotrin. streptomisin sulfat. Dosis sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan. atau tiram dengan dosis sesuai pada kemasan. Vektor dari penyakit ini adalah serangga Hindola sp.Penyakit BPKC yang menyerang tanaman cengkeh adalah bakteri Pseudomonas syzygii. Bercak Daun Penyakit bercak daun yang menyerang tanaman cengkeh adalah cendawan Cylindrocladium sp. 4.1 Cacar Daun Cengkeh a Gejala Serangan / Tanda – tanda serangan . jangan menggunakan bahan aktif yang sama secara berturut-turut. propineb. Kemudian mengendalikan serangga vektor menggunakan insektisida berbahan aktif asefat. Strategi Pengendalian Hama dan Penyakit Cengkeh Penyemprotan pestisida harus dilakukan berseling atau penggantian bahan aktif yang tertera di atas setiap melakukan penyemprotan. secara kimiawi menggunakan bakterisida golongan antibiotik berbahan aktif oksitetrasiklin. Gejala serangan Gejala serangan yang ditimbulkan oleh Cylindrocladium sp ditandai dengan munculnya bercak coklat kehitaman pada daun yang merupakan spora dari cendawan. kartophidroklorida atau karbofuran. ranting-ranting dan cabang mati diikuti layu mendadak. atau karbendazim dan fungisida kontak berbahan aktif klorotalonil.

Sasaran PengamatanSasaran Pengamatan adalah daun dan tangkai pucuk yang memperlihatkan gejala serangan cacar daun cengkeh c. mula – mula berwarna kuning berceceran pada permukaan daun yang membuat daun mengerut mulai dari pinggir daun. Unit Pengamatan dan pohon Contoh Wilayah pengamatan adalah luas wilayah kebun milik petani yang dijadikan sample pengamatan Wilayah pengamatan dibagi menjadi blok pengamatan OPT dari blok dibagi menjadi petak dan dari petak diambil sample tanaman yang dapat mewakili wilayah tersebut Pada setiap blok dibagi menjadi 4 petak pengamatan dengan radius satu petak ke petak lainya ± 100 meter dan setiap petak diambil 1 pohon sample/ contoh.Timbul bercak pada daun. bercak berwarna kuning berubah menjadi merah dan kemudian menghitam Daun seperti terkena tetesan minyak tanah Bila serangan sampai pada gagang daun. . daun menjadi rontok b.