ANKLOSING SPONDYLITIS

I G A Wijayanty P S

1061050065
Pembimbing :
dr. Pherena Amalia Rohani, Sp.Rad

KEPANITERAAN KLINIK ILMU RADIOLOGI
PERIODE 6 OKTOBER – 8 NOVEMBER 2014
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA
JAKARTA

PENDAHULUAN

.
.

.

• Spondilitis ankilosa (disingkat SA) adalah penyakit inflamasi kronis terkait
human leukocyte antigen (HLA)-B27 dengan penyebab yang belum
diketahui, terutama menyerang sendi-sendi sakroiliaka dan skeletal aksial

• Nama lain SA adalah Marie Strumpell disease atau
Bechterew's disease1-2

• Penderita laki-laki lebih banyak dibanding perempuan dengan rasio hampir
3:1

SA merupakan penyakit jaringan ikat yang ditandai dengan
peradangan terutama pada kerangka sumbu dan sendi-sendi yang
besar, menyebabkan kekakuan progresif, nyeri, dengan penyebab
yang tidak diketahui. Penyakit ini dapat melibatkan sendi-sendi
perifer, sinovia, dan rawan sendi, serta terjadi osifikasi tendon dan
ligamen yang akan mengakibatkan fibrosis dan ankilosis tulang

EPIDEMIOLOGI
Penyakit ini menyerang pada pria di banding wanita sebanyak 3:1. Onset dimulainya penyakit
dimulai pada usia dewasa muda sampai usia awal dewasa. Sementara pada usia lebih dari 45
tahun jarang ditemukan.

MANIFESTASI PADA TULANG

Nyeri pinggang yang menjalar ke paha

Nyeri menetap (> 3 bulan)

Kaku pinggang pagi hari yang membaik dengan aktivitas fisik atau bila dikompres air
hangat

Nyeri pinggang bersifat tumpul dan sukar ditentukan lokasinya

Nyeri bisa bersifat unilateral maupun bilateral

MANIFESTASI DI LUAR TULANG

Mata
Jantung

Paru
Sindroma kauda ekuina

PEMERIKSAAN FISIS

Sikap atau postur tubuh
Mobilitas tulang belakang
Ekspansi dada

Enthesitis
Sacroilitis

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan
Laboratorium
• LED ↑
• IgA ↑
• Cairan sendi:
Inflamasi (+)
• HLA B27

Pemeriksaan
Radiologi
• X Ray
• MRI
• CT Scan

DIAGNOSIS SA
Kriteria spondilitis ankilosa berdasarkan Modified New York Criteria for
Ankylosing Spondylitis (1984)
1. Clinical criteria
a. Low back pain and stiffness for more than 3 months, which improves with
exercise but is not relieved by rest.
b. Limitation of motion of the lumbar spine in both the sagittal and frontal
planes.
c. Limitation of chest expansion.
2. Radiological criteria
Sacroiliitis: Grade ≥2 bilateral or Grade 3 or 4 unilateral.
Grading:
1. Definite AS if the radiologic criterion is associated with at least one clinical
variable.
2. Probable AS if:
a. The three clinical criteria are present.
b. The radiologic criterion is present without the clinical criteria.

GAMBARAN RADIOLOGI

Grading sakroilitis menurut kriteria New York
Grade 0 : Normal
1 : Suspicious = tepi sendi jadi kabur
2 : Minimal sacroiliitis = grade 1 + sklerosis periartikuler, pseudowidening
3 : Moderate sacroiliitis = grade 2 + erosi
4 : Ankylosis = ankilosa lengkap

X FOTO POLOS

Perubahan terdini di sendi sakroiliaca yang tampak adalah kekaburan batas korteks tulang subkondral, diikuti oleh
erosi tulang subchondral di sisi iliaka dari sendi terlihat, ini diikuti oleh sclerosis subchondral dan proliferasi tulang

GAMBAR. PANAH MENUNJUKKAN FUSED SENDI SAKROILIAKA18

BAMBOO SPINE

Panah putih: sindesmofit,panah hitam: fused sendi
sakroiliaka

Radiograf lateral menunjukkan erosi sudut anterior pada T12 dan
L1 tubuh vertebralis.
Tanda sudut khas mengkilap (atau lesi Romanus) hadir (panah).

Radiografi lumbal pada penderita SA

CT - SCAN

Bilateral sakroiliitis. Aksial CT
scan menunjukkan erosi dan iliaka sclerosis sisi
subchondral sendi-sendi sacroiliac

MRI

Gambar. MRI menunjukkan sacroiliitis bilateral pada penderita ankylosing
spondyylitis, dengan panah mengindikasikan subchondral bone edema.

Gambar MRI pada Ankilosis Spondilitis menunjukkan
A. Lesi Romanus
B. Proses edema spinous
C. Facet joint enthesitis/osteitis
D. End-plate edema

Pseudoarthrosis. Sagital T1-tertimbang MRI menunjukkan lesi T11-T12
diskovertebral menonjol (panah) dengan keterlibatan elemen posterior
(kepala panah)

USG

Longitudinal ultrasound image through the AT of a patient with ankylosing spondylitis. The
asymptomatic side (A) demonstrated a normal tendon, however, there was a small retrocalcaneal
bursa (*). The symptomatic side (B) revealed a thicker tendon and larger bursa compared to image
(A). There is also mild bone irregularity of the C in image (B) probably representing early bone E.
Abbreviations: AT, achilles tendons; C, calcaneum; E, early bone erosion.

NUCLEAR IMAGING

Skintigrafi memiliki sensitivitas yang tinggi tetapi spesifisitas rendah dalam
diagnosis sakroiliitis

DIFFUSE IDIOPATHIC SKELETAL
HYPEROSTOSIS (DISH) VS AS

Flowing candle wax

Bamboo spine

PENATALAKSANAAN
Medikame
ntosa

OAINS

Imunosupresan

Non
medikame
ntosa

Fisioterapi

Pembedahan

KESIMPULAN
Ankylosing spondylitis adalah proses degeneratif yang dapat mengenai daerah cervical,
thoracal, dan lumbal dari tulang belakang dengan mempengaruhi diskus intervertebralis dan
facet joint. Pada pemeriksaan radiografi (x-ray) dapat memperlihatkan berkurangnya tebal
diskus intervertebralis dan tampak adanya osteofit. Pemeriksaan ct-scan dilakukan jika pada
x-foto polos tampak
normal. Erosi sendi, sclerosis subchondral, dan ankilosistulang yang divisualisasikan lebih
baik pada CT scan daripada radiografi. MRI lebih unggul dari CT scan dalam mendeteksi
perubahan tulang rawan, erosi tulang, dan perubahan tulang subkondral. MRI juga sensitif
dalam penilaian aktivitas penyakit yang relatif dini.