Step 1

Keselamatan kerja: menurut who

untuk melindungi pekerja dan hak keselamatan kerja
Menempatkan pekerja sesuai kemampuan fisik mental
Toksikologi industri
Anemi 

Step 2
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.

Tujuan dari HIPERKES?
Aspek utama HIPERKES?
Apa saja yg dilatih dalam pelatihan hiperkes?
Bagaimana penerapan hiperkes?
Factor penghambat dari hiperkes?
Faktor2 yg mempengaruhi keselamatan kerja?
Ruang lingkup dari keselamatan kerja?
Tujuan dan manfaat dari keselamatan kerja?
Faktor2 yg mempengaruhi kecelakaan kerja?
Klasifikasi kecelakaan kerja?
Upaya pencegahan kecelakaan terjadi?
Apa saja akibat dari kecelakaan kerja?
Langkah2 apa saja untuk penangan ditempat kerja?
Perusahaan mana saja yg bisa berpotensi menyebabkan gangguan
paru2,muskulosskeletal,anemi gizi?
Bedanya tugas klinik kesehatan sama dokter perusahaan ?
Tujuan dan manfaat ergonomic kesehatan?
Prinsip ergonomi?
Ruang lingkup ergonomic?

Step 3
1. Tujuan dari HIPERKES?
 Meningkatkan derajat kesehatan karyawan setinggi tingginya melalui pencegahaan
dan penanggulangan penyakit dan kecelkaan akibat kerja serta memelihara
peningkatan kshatan dan gizi karyawan

Peningkatan produktifitas karyawan dgn memberantas kelalahan kerja dan
memberikan kegairahan kerja untuk perlindungan kpd karyawan dan masyarakat
trhd bahaya2 mungkin akan timbul

Melindungi masyarakat sekitar dari bahaya hasil produksi yg bersifat sampah

Memantau gasil produksi agar tdk membahayakan konsumen

Meningkatkan efisiensi dan produktifitas karyawan

Menciptakan tenaga kerja yg sehat dan produktif

Pengertian dan batasan
Hygiene perusahaan merupakan spesialisasi dalam ilmu hygiene beserta prakteknya
yang dengan mengadakan penilaian kepada faktor-faktor penyebab penyakit kualitatif
dan kuantitatif dalarn lingkungan kerja dan perusahaan melalui pengukuran yang hasilnya
dipergunakan untuk dasar tindakan korektif kepada lingkungan tersebut,serta bila perlu
pencegahan, agar pekerja dan masyarakat sekitar perusahaan terhindar dari bahaya akibat
kerja, serta dimungkinkan mengecap kesehatan setinggi-tingginya.
(Suma’mur. 1986. “Higiene Perusahaan dan Keselamatan Kerja”. Gunung Agung
Jakarta)
1. Tujuan hiperkes
 Sebagai alat untuk mencapai derajat kesehatan tenaga kerja yang setinggi2nya, baik
buruh, petani, nelayan, atau pekerja2 bebas, dgn demikian dimaksudkan untuk
kesejahteraan tenaga kerja.
 Sebagai alat untuk meningkatkan produksi, yang berlandaskan kepada meningginya
efisiensi dan daya produktivitas faktor manusia dalam produksi.
(suma’mur, 1986, higiene perusahaan dan keselamatan kerja, jakarta : gunung agung )
 Agar masyarakat pekerja (karyawan perusahaan, pegawai negeri, petani,
nelayan, pekerja-pekerja bebas, dsbg) dapat mencapai derajat keseahtan yang
setinggi-tingginya baik fisik, mental dan sosialnya

Aspek utama HIPERKES? Pemeriksaan kesehatan karyawan dan calon karyawan Pemeriksaan scr berkala Menciptakan suasana lingkungan kerja yg sehat dan bersih Perlindungan trhdp bahaya dan kecelakaan kerja Peningkatan gizi Pelaksanaan sanitasi lingkungan a. (Ilmu Kesehatan Masyarakat.Pengendalian lingkungan (Environmental Control Measures) . Pengenalan lingkungan  bermanfaat guna mengetahui secara kualitatif bahaya potensial di tempat kerja. serta sekaligus merupakan dokumen data di tempat kerja. b. 2000)       2. serta membandingkan hasil pengukuran dan standar yang berlaku. menentukan lokasi. Melalui penilaian lingkungan dapat ditentukan kondisi lingkungan kerja secara kuantitatif dan terinci. sehingga dapat ditentukan perlu atau tidaknya teknologi pengendalian. . Pengendalian  metode teknik untuk menurunkan tingkat faktor bahaya lingkungan sampai batas yang masih dapat ditolerir dan sekaligus pekerja. jenis dan metode pengujian yang perlu dilakukan. Agar masyarakat sekitar perusahaan terlindung dari bahaya-bahaya pengotoran oleh bahan-bahan yang berasal dari perusahaan  Agar hasil produksi perusahaan tidak membahayakan kesehatan masyarakat konsumennya  Agar efisiensi kerja dan daya produktifitas para karyawan meningkat dan dengan demikian akan meningkatkan pula produksi perusahaan. pengambilan sampel dan analisis di laboratorium. Indan Entjang. ada atau tidak korelasi kasus kecelakaan dan penyakit akibat kerja dengan lingkungannya. c. Penilaian / evaluasi lingkungan  dilakukan pengukuran.

merupakan hal yang penting. Disain dan tata letak yang adekuat  Penghilangan atau pengurangan bahan berbahaya pada sumbernya.  Pembatasan waktu selama pekerja terpajan terhadap zat tertentu yang berbahaya dapat menurunkan risiko terkenanya bahaya kesehatan di lingkungan kerja. 3. Bagaimana penerapan hiperkes? Pengenalan lingkungan kerjauntuk mengetahui bhaya kerja seperti jenis lokasi dan metode yg akan digunakan Penilaian lingkungan kerja ini utk mengukur sampel dan analisis shg dapat menentuka kondisi lingkunmgan kerjanya. Namun alat pelindung perorangan harus sesuai dan adekuat . budaya . Personal Control Measures)  Penggunaan alat pelindung perorangan merupakan alternatif lain untuk melindungi pekerja dari bahaya kesehatan.social. Factor penghambat dari hiperkes? 6. Faktor2 yg mempengaruhi keselamatan kerja?  Menurut HLBLOOM Lingkungan meliputi fisik .biologo. terutama untuk para pekerja yang dalam pekerjaannya berhubungan dengan bahan kimia serta partikel lain. Pengendalian dr lingkungan kerjametode teknik menurunkan tingkat faktor bahaya dan untuk melindungi pekerjanya sendiri 5.  Kebersihan perorangan dan pakaiannya.kimia. Apa saja yg dilatih dalam pelatihan hiperkes?  4.

untuk mempercepat pekerjaan tulis menulis diciptakan mesin ketik.   Perilaku meliputi sifat tingkah laku Kesehatan meliputi preventif . dan kemampuan kerja. Disebut beban tambahan karena lingkungan tersebut mengganggu pekerjaan. ataupun beban sosial sesuai dengan jenis pekerjaan si pelaku. Misalnya alat untuk mengangkat barang yang berat diciptakan gerobak. 2. untuk membantu mengurangi beban hitung-menghitung diciptakan kalkulator atau komputer. Beban kerja Setiap pekerjaan apa pun jenisnya apakah pekerjaan tersebut memerlukan kekuatan otot.pengobatan. perawatan Genetic factor bawaan tiga faktor utama. 1. Beban tambahan Di samping beban kerja yang harus dipikul oleh pekerja atau karyawan.promotif. Kesehatan kerja berusaha mengurangi atau mengatur beban kerja para karyawan atau pekerja dengan cara merencanakan atau mendesain suatu alat yang dapat mengurangi beban kerja. Beban tambahan ini dapat dikelompokkan menjadi 5 faktor yakni: . pekerja sering atau kadang-kadang memikul beban tambahan yang berupa kondisi atau lingkungan yang tidak menguntungkan bagi pelaksanaan pekerjaan. dan harus diatasi oleh pekerja atau karyawan yang bersangkutan. dan sebagainya. adalah merupakan beban bagi yang melakukan. beban tambahan akibat dari lingkungan kerja. atau pemikiran. yakni: beban kerja. beban mental. Dengan sendirinya beban ini dapat berupa beban fisik.

Artinya kemampuan tersebut dapat berkembang karena pendidikan atau pengalaman tetapi sampai pada batas-batas tertentu saja.  Faktor kimia. kelembapan yang. dan sebagainya. tinggi atau rendah. Faktor fisik. debu. Perbedaan ini disebabkan karena kapasitas orang tersebut berbeda. dan sebagainya. lumut. suhu udara yang panas. 3. misalnya: bau gas. misalnya: penerangan / pencahayaan yang tidak cukup. lalat. yakni peralatan kerja yang tidak sesuai dengan ukuran tubuh atau anggota badan misalnya: meja atau kursi yang terlalu tinggi atau pcndek. dan sebagainya. kecoa.  Faktor social-psikologis.  Faktor fisiologis.  Faktor biologi. Jadi. yaitu suasana kerja yang tidak harmonis misalnya: adanya klik. taman yang tak teratur. meskipun pendidikan dan pengalamannya sama. dapat diumpamakan kapasitas ini adalah suatu wadah kemampuan yang dipunyai oleh masing-masing orang. Kapasitas adalah kemampuan yang dibawa dari lahir oleh seseorang yang terbatas. gosip. uap atau asap. yaitu bahan-bahan kimia yang menimbulkan gangguan kerja. . cemburu. yaitu binatang atau hewan dan tumbuhantumbuhan yang menyebabkan pandangan tidak enak dan mengganggu misalnya: nyamuk. Kemampuan Kerja Kemampuan seseorang dalam melakukan pckerjaan berbeda dengan seseorang yang lain. suara yang bising. dan sebagainya. dan bekerja pada suatu pekerjaan atau tugas yang sama.

genetik. Dr. (Ilmu Kesehatan Masyarakat. dan lingkungan. Kemampuan seseorang dalam melakukan pekerjaan di samping kapasitas juga dipengaruhi oleh pendidikan. terutama bagi pekerja kasar misalnya. jenis kelamin. Ruang lingkup dari keselamatan kerja? Meningkatkan keselamatan kerja Memelihra dan meningkatkan derajat kesehatan Mencegah timbulnya gangguan fisik atau gangguan kesejahteraan social bagi pekerja Cranya promotif memberi penyuluha kpd pekerja tentang penyuluhan kesehatan Preventifpencegahan resiko yg mungkin terjadi Rehabilitasipenyembuhan scr fisik .Kapasitas dipengaruhi oleh berbagai faktor. dan ukuran-ukuran tubuh. kebugaran. pengalaman. berarti beban kerjanya relatif rendah. adalah merupakan faktor yang sangat penting untuk meningkatkan produktivitas kerja. Semakin tinggi keterampilan yang dimiliki oleh tenaga kerja. tenaga dan pemikiran (mentalnya) dalam melaksanakan pekerjaan. Soekidjo Notoatmodjo)       7.mental. gizi.dan social . kesehatan. Peningkatan kemampuan tenaga kerja ini akhirnya akan berdampak terhadap peningkatan produktivitas kerja. antara lain: gizi dan kesehatan ibu. Kemampuan tenaga kerja pada umumnya diukur dari keterampilannya dalam melaksanakan pekerjaan. Penggunaan tenaga dan mental atau jiwa yang efisien. Prof. Selanjutnya kapasitas ini mempengaruhi atau menentukan kemampuan seseorang. semakin efisien badan (anggota badan). Program perbaikan gizi melalui pemberian makanan tambahan bagi tenaga kerja.

Rineka Cipta Sebagai bagian spesifik keilmuan dalam ilmu kesehatan.  Mencegah timbulnya gangguan kesehatan pada masyarakat pekerja yang diakibatkan oleh keadaan lingkungan kerja. Semarang : UNDIP  Memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan kerja masyarakat pekerja disemua lapangan kerja setinggi-tingginya baik fisik. . “Bunga Rampai Hiperkes dan KK”.S. A. mental maupun kesejahteraan sosialnya  Mencegah timbulnya gangguan kesehatan pada masyarakat pekerja yang diakibatkan oleh keadaan/kondisi lingkungan kerja  Memberikan pekerjaan dan perlindungan bagi pekerjaannya dari kemungkinan bahaya yang disebabkan oleh faktor2 yang membahayakan kesehatan Ilmu Kesehatan Masyarakat.mental amupun kesejahteraan sosialnya. Soekidjo Notoatmodjo. mental.M. kesehatan kerja lebih menfokuskan lingkup kegiatannya pada peningkatan kualitas hidup tenaga kerja melalui penerapan upaya kesehatan yang bertujuan untuk :  Memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan pekerja  Melindungi dan mencegah pekerja dari semua gangguan kesehatan akibat lingkungan kerja atau pekerjaannya  Meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja  Menempatkan pekerja sesuai dengan kemampuan fisik. 2005. Memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan kerja masyarakat pekerja di semua lapangan kerja setinggi2nya baik fisik. Prof.. Dr. dan pendidikan atau ketrampilannya Budiono.

depkes. Memberikan pekerjaan dan perlindungan bagi pekerja didalam pekerjaanya dari kemungkinan bahaya yang disebabkan faktor yang membahaykan kesehatan  Menempatkan dan memeihara pekerja disuatu lingkungan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan fisik. Penyebab langsung  adalah suatu keadaan yang biasanya bisa dilihat dan dirasakan langsung. yang dibagi dalam 2 kelompok : . Faktor2 yg mempengaruhi kecelakaan kerja?          Keadaan tdk amansuhunya trlalu tinggi Tingkah laku pekerjakurang hati2 Pengawasanngasih contoh prosedurnya salah Alat dan bahandipakai tdk aman Gol fisiktek suhu . Tujuan dan manfaat dari keselamatan kerja? Tujuan      Memberantas atau mencegah penyakit saat bekerja Mencegah trjdinya resiko kecelakaan bagi para pejerja Bertanggung jwb atas gizi para pekerja Perlindungan trhdp pekerja yg dsbbkn krna pencemaran dari industry Memelihara sumber produksi dan menjamin semua aman dan efisien Manfaat Menurunkan angka kecelakaan pekerja Meningkatkan produktifitas.go. http://www.id 8.efisiensi pekerja 9.dan psikis pekerjaanya.gaji yg tdk sesuai Gol fisiologi Gol infeksi A.suara Golongan kimia Gol mental psikologpenempatan karyawan yg tdk sesuai.

 Memindahkan alat-alat keselamatan.  Bekerja dengan kecepatan yang salah.  Gagal untuk mengamankan.a) Tindakan-tindakan tidak aman (unsafe acts) yaitu tingkah laku.  Kegagalan memakai alat pelindung / keselamatan diri secara benar. .  Membongkar secara salah.  Mabuk karena minuman beralkohol dan atau minuman / obat keras lainnya.  Memperbaiki alat/ peralatan yang sedang jalan / hidup / bergerak. tindak tanduk atau perbuatan yang akan menyebabkan kecelakaan  dalam konsep MSM (modern safety management) diganti substandard acts / substandard practices.  Menggunakan alat yang rusak. Contoh-contoh dari substandard acts / substandard practices :  Mengoperasikan alat / peralatan tanpa wewenang.  Mengangkat secara salah. b) Kondisi-kondisi yang tidak aman (unsafe conditions) yaitu keadaan yang akan menyebabkan kecelakaan  dalam konsep MSM (modern safety management) diganti substandard conditions.  Menggunakan alat dengan cara yang salah.  Bersenda-gurau di tempat kerja.  Menyebabkan alat-alat keselamatan tidak berfungsi.  Menempatkan / menyusun secara salah.  Mengambil posisi yang salah.  Gagal untuk memberi peringatan.

 Paparan radiasi.  Kerapihan / tata letak (housekeeping) yang jelek.  Tidak cukup rekayasa (engineering).Contoh-contoh dari substandard conditions :  Peralatan pengaman / pelindung / rintangan yang tidak memadai atau tidak memenuhi syarat. debu.  Bising.  Kurangnya / lemahnya pengetahuan dan keterampilan / keahlian.  Sistem-sistem tanda peringatan yang kurang memadai. Penyebab dasar Terdiri dari 2 faktor yaitu faktor manusia / pribadi (personal factor) dan faktor kerja / lingkungan kerja (job / work environment factor).  Terlalu sesak / sempit. uap. i. asap. ii.  Lingkungan berbahaya / beracun : gas. Faktor kerja / lingkungan antara lain karena :  Tidak cukup kepemimpinan dan atau pengawasan. .  Bahaya-bahaya kebakaran dan ledakan.  Stres. alat-alat / peralatan rusak.  Bahan. mental dan psikologi. Faktor manusia / pribadi antara lain karena :  Kurangnya kemampuan fisik.  Ventilasi dan penerangan yang kurang B. dan lainlainnya.  Motivasi yang tidak cukup / salah.

 Penyalahgunaan.keracunan . badan atas.  Tidak cukup perawatan (maintenance).     10.  Tidak cukup standar-standar kerja. perlengkapan dan barang-barang / bahan-bahan.kontak trhdp bhn2 bahaya dan radiasi Menurut penyebab Mesin pembangkit tenaga listrik Peralatan lain misalnya dapur pembakar dan alat2 listrik Bahan2 kimia. Lingkungandidlm dan diluar bangunan dan dibawah tanah Menurut sifat luka daan kelaianan Patah tulang. Tidak cukup pembelian / pengadaan barang. Upaya pencegahan kecelakaan terjadi? Melalui pengendalian bahaya dtmpt kerja bisa dgn pemantauan dgn kondisi tdk aman Pemantaun tindakan upaya pncgahan kecelakaan kerja contohnya pelatihan Upaya kecelakaan melalui menegementsarana dan prasarana Harus mengisolasi ex menghasilkan gas .luka bakar.pengaruh radiasi Mrt letak kelaianan luka dtubuh Kepala .leher.bawah 11.  Tidak cukup alat-alat.peledak.terkena arus listrik. Klasifikasi kecelakaan kerja? Menurut jenis kecelakaan kerja Terjatuh Tertimpa benda tercepit benda karna gerakan2 melebihan kemampuan Suhu tinggi .gas.dislokasi.

Ventilasi umum sesuai dgn yg dtentukan Alat pelindung pekerja Ventilasi keluar Pembersihan sanitasi air diolah dialat Penerangan ruang di pekerjaan tambang Pemeriksaan ada 2 sebelum dan sesudah kerja Substitusi tentang bahan2 yg berbahaya o Substitusi Yaitu dengan mengganti bahan-bahan yang berbahaya dengan bahan-bahan yang kurang atau tidak berbahaya. topi.Misalnya menyendirikan mesin-mesin yang sangat gemuruh. kacamata. dll o Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja Para karyawan atau calon karyawan diperiksa kesehatannya (fisik dan psikis) agar penempatannya sesuai dengan jenis pekerjaan yang dipegangnya secara optimal o Penerangan atau penjelasan sebelum kerja Kepada para karyawan diberikan penerangan/penjelasan sebelum kerja agar mereka mengetahui. sepatu. mengerti dan mematuhi peraturan-peraturan serta agar lebih berhati-hati o Pemeriksaan kesehatan ulangan pada para karyawan secara berkala . o Mempergunakan alat pelindung perseorangan Para karyawan dilengkapi dengan alat pelindung sesuai dengan jenis pekerjaannya. o Ventilasi umum Yaitu dengan mengalirkan udara sebanyak perhitungan ruangan kerja. Misalnya: masker. sarung tangan. agar kadar bahanbahan yang berbahaya oleh pemasukan udara ini akan lebih rendah dari nilai ambang batasnya o Ventilasi keluar setempat Yaitu dengan menghisap udara dari suatu ruang kerja agar bahan-bahan yang berbahaya dihisap dan dialirkan keluar. tanpa mengurangi hasil pekerjaan maupun mutunya o Isolasi Yaitu dengan mengisolir (menyendirikan) proses-proses yang berbahaya dalam perusahaan. udara yang akan dibuang ini harus diolah terlebih dahulu. atau prosesproses yang menghasilkan gas atau uap yang berbahaya. Sebelum dibuang ke udara bebas agar tidak membahayakan masyarakat.

g. h. d. 1986. Penggunaan pakaian pelindung. “Higiene Perusahaan dan Keselamatan Kerja”.kimia. Pendidikan tentang kesehatan dan keselamatan kerja diberikan kepada para buruh secara kontinu agar mereka tetap waspada dalam menjalankan pekerjaannya. Pemeriksaan kesehatan berkala/ulangan.shvoong. Pengadaan ventilasi umum untuk mengalirkan udara ke dalam ruang kerja sesuai dengan kebutuhan. misalnya proses pencampuran bahan kimia berbahaya. http://id.Pada waktu-waktu tertentu secara berkala dilakukan pemeriksaan ulangan untuk mengetahui adanya penyakit-penyakit akibat kerja pada tingkat awal agar pengobatan dapat segera o Pendidikan tentang kesehatan dan keselamatan kerja Para karyawan diberikan pendidikan kesehatan dan keselamatan kerja secara kontinyu dan teratur agar tetap waspada dalam menjalankan pekerjaannya (Suma’mur. Isolasi terhadap operasi atau proses yang membahayakan. ada beberapa usaha yang dapat dilakukan agar para buruh tetap produktif dan mendapatkan jaminan perlindungan keselamatan kerja. i. agar bahan-bahan/gas sisa dapat dihisap dan dialirkan keluar. Substitusi bahan yang lebih berbahaya dengan bahan yang kurang berbahaya atau tidak berbahaya sama sekali.com/business-management/human-resources/1822345usaha-usaha-pencegahan-terjadinya-kecelakaan/ 12. c. f. Pemberian informasi tentang peraturan-peraturan yang berlaku di tempat kerja sebelum mereka memulai tugasnya. dan pengoperasian mesin yang sangat bising. yaitu: Pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja (calon pekerja) untuk mengetahui apakah calon pekerja tersebut serasi dengan pekerjaan barunya. yaitu untuk mengevaluasi apakah faktorfaktor penyebab itu telah menimbulkan gangguan pada pekerja. b. tujuannya agar mereka mentaatinya. baik secara fisik maupun mental. Untuk mencegah gangguan daya kerja.mental . Gunung Agung Jakarta)  Pencegahan a. Apa saja akibat dari kecelakaan kerja? Fisik . e. Pengaturan ventilasi setempat/lokal.

Toksikologi industri membahas tentang berbagai bahan beracun yang digunakan diolah atau dihasilkan oleh industry.anemi gizi? 15. Perusahaan mana saja yg bisa berpotensi menyebabkan gangguan paru2. Pengenalan Bahaya Bahan Kimia Terdapat ribuan jenis bahan kimia yang dihasilkan dalam industry sehingga perlu diupayakan : .muskulosskeletal. B. Pengertian Toksikologi merupakan ilmu yang mempelajari pengaruh merugikan suatu zat/bahan kimia pada organism hidup atau ilmu tentang racun. Prinsip ergonomi? 18. Langkah2 apa saja untuk penangan ditempat kerja? 14. Tujuan dan manfaat ergonomic kesehatan? 17.Fisiksuara yg terlalu tinggi bsa tuli Kimiadebu gangguan di paru2 Infeksi dari domba Fisiologis Mental sekilogis 13. Bedanya tugas klinik kesehatan sama dokter perusahaan ? 16. Ruang lingkup ergonomic? A.

tindakan pertolongan pertama dan prosedur khusus lainnya.1. 3. tidak berbau pada konsentrasi rendah dan dapat berubah menjadi cair atau padat dengan perubahan suhu dan tekanan. 4. Uap : Bentuk gas dari zat yang dalam keadaan biasa berujud cair. jenis bahan yang diperkirakan beracun. Gas : Tidak berbentuk. Debu : Partikel zat padat yang terjadi oleh karena kekuatan alami. mengisi ruangan pada suhu dan tekanan normal. sumber bahaya kimia dan keluhan kesehatan oleh pekerja serta memanfaatkan indera kita untuk mengidentifikasi lingkungan kerja. Mengenal proses produksi dengan mempelajari alur proses mulai dari tahap awal sampai akhir. Kabut : Titik cairan halus di udara yang terjadi akibat kondensasi bentuk uap. 2. Klasifikasi Toksisitas Menurut sifat fisiknya klasifikasi toksisitas dikenal sabagai berikut : 1. Survai pendahuluan untuk mengenal bahan kimia yang terdapat di industri dan merencanakan program evaluasi risiko bahaya serta tindak lanjutnya. . Suatu ceklis yang mencakup pendataan tentang. 2. 3. Mempelajari MSDS (Material Safety Data Sheet) atau Lembar Data Bahan Kimia yakni suatu dokumen teknik yang memberikan informasi tentang komposisi karakteristik. bahaya fisik dan potensi bahaya kesehatan cara penanganan dan penyimpanan bahan yang aman. nama bahan baku dan bahan sampingan.

kwarts). Racun anorganik. HCl.5. . 6. Bahan partikel bersifat : Perangsang (kapas. Zn O). Bahan bersifat non partikel : gas. uap Terhadap tubuh bahan-bahan kimia dapa digolongkan menjadi : 1. dapat dibedakan dalam akut. sebagai akibat pembakaran tidak sempurna bahan yang mengandung karbon. Fibrosis (asbes. kabut 2.5 mikron. merusak alat dalam (C Cl4). Toksik (Pb. Inert (aluminium. helium). As H3). kapas) 2. organic (TEL. awan. bubuk beras). biasanya setelah penguapan benda padat yang dipijarkan. As. Perangsang (amoniak. sabun. Mn). Asap : Partikel zat karbon yang berukuran kurang dari 0. merusak darah (Benzene). merusak saraf (Parathion) Menurut lama terjadinya pemajanan. fume. 7. H2S). Sedangkan bahan kimia di udara menurut sifatnya dapat dibedakan menjadi : 1. Menimbulkan demam (fume. Bahan bersifat partikel : debu. Allergen (tepung sari. Fume : Partikel zat padat yang terjadi oleh kondensasi bentuk gas. subkronik misalnya proses kerja dengan bahan kimia selama 1 tahun/lebih atau kronik missal bekerja untuk jangka waktu lama dengan bahan kimia. kapas). Awan : Partikel cair sebagai hasil kondensasi fase gas. Ukuran partikelnya antara 0.1 – 1 mikron. contoh kecelakaan kerja/keracunan mendadak. Mudah menguap yang : berefek anesthesi (Trichloroetilen). Bahan non partikel bersifat : Asfiksan (metan.

Suatu zat beracun dengan dengan LD50 (lethal dose 50) lebih kecil menunjukkan bahwa zat tersebut relatif beracun. NAB rata-rata selama jam kerja atau TLV-TWA (Thershold Limit Value – Time Weighted Average) yakni kadar bahan kimia di udara tempat kerja selama 8 jam sehari atau 40 jam seminggu yang hampir semua tenaga kerja dapat terpajan berulang kali sehari-hari dalam melakukan pekerjaan tanpa terganggu kesehatannya. Kesehatan dan Keselamatan Kerja. yang ditentukan secara kualitatif dan kuantitatif toksisitas suatu racun. NAB batas pemajanan singkat atau PSD (Pemajan Singkat yang Diperkenankan) yakni kadar bahan kimia yang diperkenankan untuk . Dalam penerapan toksikologi industry diperlukan standar lain terutama barkaitan dengan Higiene Perusahaan. 2. mengacu pada prinsip dasar dalam toksikologi yang mempertimbangkan factor dosis dan dalam pemajanan serta keberadaan bahan kimia di udara tempat kerja. Penetapan Occupational Exposure Limit (OEL) atau Batas Pemajanan Kerja (BPK). Terdapat 3 kategori NAB (NILAI AMBANG BATAS).Penilaian Toksisitas Toksisitas suatu bahan beracun ditentukan melalui berbagai cara. Oleh ACGIH (American Conference of Govermental and Industrial Hygienist) dikembangkan konsep TLV (Threshold Limit Value) atau Nilai Ambang Batas (NAB) yang menunjukkan suatu kadar yang manusia dapay menghadapinya secara fisiologik tanpa terganggu kesehatannya. melalui percobaan binatang. yakni : 1.

3. Sifat fisik misalnya : gas. NAB tertinggi yakni kadar tertinggi bahan kimia di udara tempat kerja yang tidak boleh dilewati selama melakukan pekerjaan. yakni : 1. debu. asap mist/kabut atau fog. fume. Interval antara dua periode pamajanan tidak boleh kurang dari 60 menit. Pada bahan kimia yang bersifat karsinogen terdiri dalam kategori sebagai berikut: A – 1 Terbukti karsinogen pada manusia A – 2 Diperkirakan karsinogen pada manusia A – 3 Karsinogen terhadap binatang A – 4 Tidak diklasifikasikan karsinogen pada manusia A – 5 Tidak diperkirakan karsinogen terhadap manusia Dikenal juga BEI (Biological Exposure Indices) atau Indeks Pemajanan Biologik yang merupakan standar pemajanan untuk menilai dampak pada kesehatan pekerja. uap. .pemajana tidak lebih dari 15 menit atau tidak lebih dari 4 kali pemajanan per hari. Pengaruh Bahan Kimia Pada Manusia Faktor yang mempengaruhi toksisitas Toksisitas tergantung dari berbagai factor.

dan sebagainya. Zat kimia masuk kedalam tubuh melalui saluran pernafasan (per inhalasi). saluran cerna (per oral) dan kulit (per dermal). konsentrasi dan daya larut. Sedangkan gas tidak mudah larut dalam air (nitrogen dioksida. status gizi. Faktor individu seperti usia. kesehatan. jenis kelamin. dan fosgen) dapat mencapai saluran nafas yang lebih dalam. Efek yang terjadi : .2. Selanjutnya konsentrasi dalam organ tubuh tergantung pada lama pemajanan sehingga dapat diketahui pula adanya hubungan sebab akibat antara dosis dan respon tubuh. 3. Sifat kimia misalnya : jenis senyawa. Contohnya. Hubungan Disis dan Respon Toksisitas suatu zat atau respon suatu tubuh timbul tergantung pada kuantitas zat tersebut yang terkumpul pada organ tubuh. minum-minuman keras. gas yang mudah larut dalam air (ammonia dan sulfur oksida) bila terhirup meskipun dengan kadar rendah akan meniritasi saluran nafas atas. ras. Inhalasi merupakan cara masuk yang paling sering dalam industri. besar molekul. Port d’entrée (cara masuk dalam tubuh). Interaksi Bahan Kimia Antara satu zat kimia dengan zat kimia lain dapat menimbulkan interaksi atau saling berpengaruh satu sama lainnya. factor genetic dan kebiasaan lain miaslnya merokok. ozon. 1.

Sebagai contoh karbon tetraklorida dan etanol keduanya toksik terhadap hati tetapi bila seseorang keracunan kedua zat tersebut secara bersamaan akan terjadi kerusakan hati yang jauh lebih parah. Biotransformasi mengupayakan agar terbentuk bahan yang kurang beracun yang dikenal sebagai detoksikasi. Proses Zat Kimia dalam Tubuh Cara masuk bahan beracun ke dalam tubuh sangat besar pengaruhnya terhadap kemungkinan keracunan. Potensiasi yaitu apabila suatu zat yang seharusnya tisak memiliki efek toksik akan tetapi bila zat ini ditambahkan pada zat kimia lain maka akan mengakibatkan zat kimia lain menjadi toksik. . melalui proses enzimatik terjadi perubahan bentuk secara biokimia (biotransformasi) yang terjadi dalam hati. Proses demikian dapat terjadi pada ginjal. Efek antagonis yakni apabila dua zat kimia yang diberikan bersamaan. c).a). Di dalam tubuh. maka zat kimia yang satu akan melawan efek zat kimia yang lain. Sebaliknya mungkin terjadi hasil yang lebih beracun dari zat asalnya misalnya pada berbagai zat penyebab terjadinya kanker. Efek aditif yaitu pengaruh yang saling memperkuat akibat kombinasi dari dua zat kimia atau lebih. patu dan kulit. Efek sinergi yaitu suatu keadaan dimana pengaruh gabungan dari dua zat kimia jauh lebih besar dari jumlah masing-masing efek bahan kimia. d). b).

meskipun air raksa atau arsen yang dijumpai pada rambut umumnya masih dalam bentuk asal. Berikut berbagai bahan kimia yang berpengaruh pada kesehatan : • Asphyxian Asphyxian ialah zat kimia yang menyebabkan asfiksia (kekurangan oksigen). Simple asphyxian mengakibatkan tubuh mengalami kekurangan oksigen karena . sistemik (meracuni seluruh fungsi tubuh) dan sebagainya. Tanda atau gejala yang terjadi akibat keracunan bahan kimia bisa bervariasi dari gejala yang umum atau non spesifik dan spesifik. Pada hewan percobaan diketahui adanya ekskresi melalui air susu. efek bahan kimia bisa terjadi secara akut atau kronik. bahan kimia bisa bersifat neurotoksik (meracuni saraf). Rambut sering pula disebut sabagai kemungkinan proses ekskresi. hematotoksik (meracuni liver/hati). Ditinjau dari lama atau waktu timbulnya gejala. Efek Terhadap Kesehatan Tergantung dari organ target. nefrotoksik (meracuni ginjal). Sedangkan efek kronik timbul setelah pemajanan berulang kali selama tiga bulan atau lebih. sebagian melalui udara pernafasan dan keringat.Pengeluaran atau ekskresi proses tersebut dengan dilakukannya melalui air seni (urin) dan feses. Untuk membedakan gejala yang spesifik ataupun spesifik diperlukan konsultasi dan komunikasi dengan dokter. Efek akut terjadi pada pemajanan bahan kimia dalam waktu singkat (kurang dari 2 minggu) pada kadar yang tinggi. hematotoksik (meracuni darah).

Prinsip Pencegahan atau Pengendalian Bahaya Kimia Mengingat bahaya bahan kimia di tempat kerja diperlukan pencegahan dan pengendaliam yang prinsip penerapannya sesuai Higiene Perusahaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja berupa “Hierarchi of Control” yakni : . Sedangkan pada chemical asphyxian. F. berefek teratogen (mengakibatkan kelainan janin) mutagen (menimbulkan mutasi atau perubahan genetic).kalsium oksida. saluran nafas atau saluran cerna. Diketahui juga berbagai zat kimia yang bersifat karsinogenik (menimbulkan kanker) seperti asbestos. benzene.berkurangnya tekanan parsiil oksigen dalam darah. sulfur dioksida. kulit. Beberapa zat irritan seperti amonia. kekurangan oksigen terjadi karena adanya zat kimia yang mengikat hemoglobin sehingga pengangkutan oksigen ke sel jaringan oleh hemoglobin menjadi tergangggu. nitrogen dioksida. Contoh zat kimia penyebab asfiksia : Chemical asphyxian Asetonitril Karbon monoksida Simple aspyxian Asetilen Karbon dioksida • Irritan Zat irritant akan mengakibatkan iritasi atau rangsangan atau menimbulkan inflamasi/peradangan pada mata. asam fosfat. nikel. Contoh : asam asetat. vinyl klorida. arsen. ozon dan fosgen berpengaruh pada saluran nafas dan mengakibatkan bronchitis. klor. sabab paru atau kerusakan jaringan paru. krom. aseton.

maka dari itu kita dalam sehari-harinya harus hidup yang sehat dan menjaga kekbalan tubuh kita sendiri. pengaruh beban kerja dan pemajanan diluar tempat kerja serta mengidentifikasi pekerja yang rentan. Substitusi. pengujian atau pemantauan biodemik disertai pelatihan tentang bahaya bahan kimia. Pemantauan Biodemik Pemantauan biodemik dilakukan untuk mendeteksi kelainan fungsi organ tubuh atau penyakit akibat kerja. Keuntungan lain adalah mampu memperhitungkan absorpsi zat kimia melalui kulit dan saluran cerna. Pengendalian teknis. bahan kimia dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari . . Banyak efek-efek yang ditimbulkan dari bahan kimia. Pengendalian administrative dan Alat Pelindung Diri. Sehingga semua bahan kimia sangat berbahaya jiwa kita bahkan dapat mengancam jiwa kita . Melalui pemeriksaan urin dapat dideteksi absorpsi bahan beracun dan aktivitas enzim yang mungkin dipengaruhi oleh bahan beracun. higiene perorangan. Kesimpulan Toksik atau racun merupakan bahan kimia yang sangat berbahaya bagi kesehatan atau jiwa manusia.Eliminasi. Sedangkan pada pekerja dilakukan pengujian atau pemantauan kesehatan. Sedangkan toksisitas atau derjat racun yang merupakan kemampuan suatu bahan toksik untuk menimbulkan kerusakan pada organisme hidup. Pemantauan biodemik akan memberi gambaran yang lebih dapat dipercaya daripada pengukuran kadar bahan kimia di udara.

Step 4 Kecelakaan kerja .