1

pengendalian mikroorganisme
Pengendalian mikroorganisme
1. Dasar –dasar pengendalian mikroorganisme
A. Pentingnya pengendalian mikroorganisme
Alasan utama pentingnya pengendalian mikroorganisme adalah :
Mencegah penyebaran penyakit dan infeksi
Membasmi mikroorganisme pada inang yang terinfeksi
Mencegah pembusukan dan perusakan bahan oleh mikroorganisme
Mikroorganime dapat disingkirkan, dihambat atau di bunuh dengan sarana atau proses
fisikmaupun bahan kimia .
B. Pola dan laju kematian bakteri
Kematian eksponensial dapat dimengarti dengan mudah bila mengambil suatu model
sederhana.peluang bgi terkenanya suatu sasaran sebanding dengan jumlah sasaran yaitu
jumlah bakteri yang ada.
C. Keadaan yang mempengaruhi kerja antimicrobial
Factor dan keadaan yang dapat mempengaruhi penghambatan atau pembasmian
mikroorganisme oleh bahan atau proses antimicrobial :
Konsentrasi atau intensitas zat antimicrobial
Jumlah mikroorganisme
Suhu
Spesies mikroorganisme
Adanya bahan organisme
Keasaman atau kebasaan
D. Cara kerja antimicrobial
Perusakan pada dinding sel
Perubahan permeabilitas sel
Perubahan molekul protein dan asam nukleat
Penghambatan kerja enzim
Penghambatan sintesis asam nukleat dan protein
2. Pengendalian mikroorganisme dengan sarana fisik
Factor –faktor yang mempengaruhi keefektifitannya serta penerapan praktisnya.
a.
Suhu tinggi
Penggunaan suhu tinggi digabung dengan kelembapan tinggi merupakan salah satu
metode paling efektif untuk mematikan mikroorganisme.
Waktu kematian termal dan waktu pengurangan desimal.
Waktu kematian termal mengacu pada periode terpendek yang dibutuhkan untuk
mematian suatu suspensi bakteri atau spora pada suatu suhu tertentu.
b. Penerapan suhu tinggi untuk mematikan mikroorganisme
Prosedur praktis yang memanfaaatkan panasa untuk mematikan mikroorganisme untuk
mudahnya dibagi kedalam dua katogori yaitu :
Panas lembab
Ada beberapa macam yaitu :
o Uap bertekanan
o Sterilisasi bertahap
o Air mendidik

2

o pesteurisasi
Panas kering
Pembakaran
Sterilisasi dengan udara panas
c.
Suhu rendah
Suhu rendah sangat bermanfaat untuk mengawet biakan karena mikroorganisme
mempunyai mikroorganisme yang unik yaitu dapat bertahan hidup pada keadaan yang sangat
dingin.
d. Pengeringan
Pengeringan sel microbe serta lingkungannya sangat mengurangi , atau menghentikan
aktivitas metabolic diikuti dengan matinya sejumlah sel.
e.
Tekanan osmotic
Osmosis ialah difusi melintasi membran semipermeable yang memisahkan dua macam
larutan dengan konsentrasi solute yang berbeda.
f.
Radiasi
Beberapa radiasi dapat bersifat letal ( mematikan ) terhadap sel-sel mikrob dan juga
terhadap organisme lainnya. Radiasi macam ini meliputi bagian dari sprektum
elektromagnetik ( radiasi ultraviolet, gamma, dan sinar X) . dan sinar –sinar katode.
o Cahaya ultraviolet
o Sinar X
o Sinar gamma
o Sinar katode ( radiasi berkas electron )
g. Filtrasi ( penyaringan )
Beberapa bahan khususnya, fluida biologis seprti serum hewan , larutan substansi
seperti enzim , serta beberapa vitamin atau antibiotic , bersifat permolabil, artinya mudah
rusak oleh panas. Sejalan dengan hal itu maka pilihan yang ada untuk mensterilisasinya ialah
dengan cara fitrasi. Ada beberapa cara fitrasi yaitu :
Filter bakteriologi
Filter udara
Pelindung muka
h. Pembersihan fisik
Ultraviolet
Gelombang suara berfrekuensi tinggi digunakan untuk memecahkan sel-sel microbe
serta membersihkan ( menghilangkan ) microbe dari peralatan dan pada teknik –teknik
khusus pada dianogsa serta pembedahan.
Pencucian
Mencuci atau menggosok dengan sabun merupakan cara fisik lain untuk
menghilangkan mikroorganisme dari permukaan‟

3

pengendalian mikroorganisme secara fisik

a)

Suhu rendah

Suhu rendah tidak membunuh mikroorganisme tetapi menghambat perkembangbiakannya.
Dengan demikian pertumbuhan mikroorganisme semakin berkurang seiring dengan semakin
rendahnya suhu, dan akhirnya di bawah “suhu pertumbuhan minimum”
perkembangbiakannya akan berhenti.
Suhu terlalu rendah hingga di bawah suhu optimum pertumbuhan dapat menekan laju
metabolisme Staphylococcus aureus,Clostridium perfringens, dan Bacillus cereus hingga
laju terhenti. Namun, beberapa mikroba mempunyai kemampuan untuk dapat bertahan hidup
pada keadaan yang sangat dingin. Mikroba yang ada pada kondisi beku dianggap dorman
karena tidak terdeteksi adanya aktifitas metabolik. Hal ini merupakan dasar bagi berhasilnya
pengawetan pangan dengan suhu rendah
b)

Pengeringan

Pengeringan identik dengan pengurangan aktivitas air. Pada aw kurang dari 0,70
pertumbuhan agen penyebab infeksi dan intoksikasi tidak perlu dikuatirkan lagi. Pada
produk yang dikeringkan, mikroorganisme berada dalam keadaan “tidur” atau dengan
perkataan lain berada dalam fase lag yang diperpanjang. Bila terjadi rekonstruksi
(penyerapan air kembali) maka flora yang ada dalam bahan makanan dapat kembali
beraktivitas. Secara umum pengeringan dibedakan menjadi pengeringan di bawah tekanan
udara dan pengeringan vakum. Proses yang khusus adalah kombinasi antara pembekuan dan
penghilangan air dengan atau tanpa vakum. Pengeringan dengan udara dilakukan dalam
udara yang bergerak, dalam ruang pengeringan yang dipanaskan, dll.
Faktor yang mempengaruhi lamanya mikroorganisme mati setelah dilakukan pengeringan
a. macam mikroorgaanissme
b. Bahan pembawa yang akan dipakai untuk mengeringkanmikroorganisme
c. Kesempurnaan proses pengeringan
d. Kondisi fissik (cahaya, suhu, kelembaban yang dikenakan padaorganisme yaang
dikeringkan.
c)

Radiasi

·

Radiasi ultraviolet :

Ultraviolet merupakan unsur bakterisidal utama pada sinar matahari
yang meneyebabkan perubahan-perubahan di dalam sel berupa :
- Denaturasi protein
- Kerusakan DNA

Hambatan repikasi DNA .4 . Penicillium rubrum danPenicillium purpurogenum yang terdapat dalam udara penyimpanan gandum (Siagian 2002). larutan karbohidrat dan lain-lainnya · memisahkan kuman dari toksin dan bakterifage · menyaring kuman yang jumlahnya sedikit di dalam suatu cairan. Radiasi sinar ultraviolet dapat mengurangi atau menginaktifkan jenis kapang perusak pada gandum seperti.Merangsang pembentukan kolisin pada kuman kolisigenik dengan merusak penghambatnya di dalam sitoplasma. d) Filtrasi Cara sterilisasi ini berguna untuk: · larutan antibiotika. tempat-tempat umum dan laboratorium bakteriologis. sehingga proses ini mampu menghambat aktifitas pertumbuhan mikroba pada gandum · Radiasi sinar-X dan pengion lainnya : Radiasi pengion memiliki kapasitas lebih esar untuk menginduksikan perubahan-perubahan yang mematikan pada DNA sel.Membunuh mikrooganisme .Membuat vaksin kuman dan virus . semperit sekali pakai. Jenis-jenis saringan kuman ialah : · Tabung porselen misalnya Berkefeld datau Chamberland · Filter piringan asbes misalnya Seitz .Mencegah infeksi melalui udara pada ruang bedah. Cara iniberguna untuk sterilisasi barang-barang sekali pakai misalnya benang bedah. Proses ini dilakukan pada gandum karena kadar air gandum yang rendah. sehinggaserum yang telah di saring tidak cukup aman untuk dipakai didalam klinik karena mungkin masih mengandung virus atau mikoplasma. pembalut lekat dan lain-lain. serum. Kerugian cara penyaringan : virus dan mikoplasma dapat melewati saringan kuman. Lampu ultraviolet dipergunakan untuk : .Pembetukan H2O2 dan peroksida organik di dalam pembenihan .

Hal ini disebabakan karena operasi tidak dilakukan dalam kondisi aseptik. piring kotor ataupun dari kotoran hidung maupun tenggorokan kedalam makanan. dan secara tidak sengaja jarum terkena kerah mantel mereka . merokok. kemudian bersihkan dengan menggunakan air hangat.Setelah makan. dan instrumen bedah yang terkontaminasi dengan mikroba menyebabkan tingginya tingkat infeksi dan kematian. Jika tidak ada kertas toilet bisa menggunakan pengering tangan dan tidak boleh menggunakan apron (celemek) atau lap cuci untuk mengeringkan tangan. 2) Memotong kuku agar tetap pendek dan tidak menggunakan cat kuku dan selalu mencuci tangan menggunakan sabun dan air hangat. Para ahli bedah juga sering menggunakan benang jahit biasa untuk menjahit luka. minuman dan peralatan. membuang sampah atau memindahkan piring kotor.5 · Filter dari gelas berlubang · Filter membran atau koloidon e) Pembersihan secara fisik Hal yang harus dilakukan ketika mengolah dan menyajikan makanan untuk mencegah penularan penyakit menular yaitu: 1) Selalu mencuci tangan sebelum memegang makanan. operasi sangat berisiko dan berbahaya. tanpa mencuci tangan. Pencucian tangan perlu dilakukan kembali setelah menggunakan kamar kecil ataupun setelah kontak dengan cairan tubuh ketika batuk atau bersin. daging mentah. Latar Belakang Pada abad ke-19. Gosok tangan terutama dibawah kuku selama 20 detik dengan sabun. Karena tangan dapat memindahkan kuman (bibit penyakit) dari sampah. Ahli bedah di pertengahan 1800-an sering melakukan praktek operasi mengenakan pakaian sehari-hari. dan bahkan banyak pasien yang menjalani operasi sangat beresiko tinggi terkena infeksi. memegang daging mentah. BAB I Pendahuluan A. tangan dokter bedah. Ruang operasi.

yang disemprotkan di sekitar ruang operasi dengan botol semprot. Secara Fisika 1) Pemanasan suhu tinggi . Lister menggunakan larutan asam karbol (fenol). sehingga mencipatakan operasi antiseptik modern. C. fungisida berarti membunuh jamur. Pengendalian pertumbuhan mikroorganisme biasanya secara fisika dan secara kimia baik membunuh atau mencegah pertumbuhan mikroorganisme. Dalam mikrobiologi. Dengan cara membunuh mikroorganisme atau membuat kondisi yang membuat mikroorgenisme tidak dapat tumbuh. Kemajuan yang signifikan di bidang pertanian. dihambat dan dibunuh dengan sarana atau proses fisika atau bahan kimia. Juga mungkin alasan mereka sulit untuk menerima metode Lister adalah karena selama operasi mereka harus bernapas dengan bau aerosol yang menjengkelkan dari fenol. dapat dengan diminimalisir. agen yang menghambat pertumbuhan sel-sel (tanpa membunuh mereka) yang disebut sebagai statis. Sehingga dengan pengendalian mikroorganisme kita dapat mencegah penyebaran penyakit dan infeksi. tetapi teori-teorinya dianggap kontroversial karena banyak ahli bedah abad ke-19 tidak mau menerima sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh mereka. radiasi atau bahan kimia. Permasalahan Pengendalian pertumbuhan mikroba diperlukan dalam situasi praktis. yang menerapkan teori Pasteur tentang kuman penyakit dalam operasi. Pengendalian mikroorganisme juga merupakan praktek medis modern dan antimikroba untuk mencegah dari infeksi dan menurunkan penyebaran mikroorganisme. Tujuan Pengendalian mikroorganisme bertujuan untuk menekan reproduksi mikroba. Dengan demikian. Teknik Lister efektif dalam meningkatkan tingkat operasi yang lebih aman.6 ketika mengopersi pasien. membasmi mikroorganisme pada inang yang terinfeksi. Pengendalian pertumbuhan mikroba pada prinsipnya adalah menghambat atau mencegah pertumbuhan mikroorganisme. Untuk desinfeksi. istilah sterilisasi sangat erat berkaitan dengan pengendalian pertumbuhan mikroorganisme yang merupakan penghancuran secara sempurna atau penghapusan semua organisme yang terdapat di dalam atau pada suatu zat yang akan disterilkan. Pengendalian mikroorganisme berdasarkan dua hal: (1) dengan membunuh mikroorganisme atau (2) dengan menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Bakterisida berarti membunuh bakteri. Teman kerja Pasteur terpengaruh oleh ahli bedah Inggris Joseph Lister. dan ilmu makanan telah melalui dari pembahasan mikrobiologi. Hal inilah yang merupakan latar belakang ilmuwan Perancis Louis Pasteur menunjukkan bahwa mikroba yang tidak terlihat dapat menyebabkan penyakit. kedokteran.Dalam pengendalian mikroorganisme umumnya dikenal : 1. dan sebagainya. Prosedur Sterilisasi melibatkan penggunaan panas. Padahal pakaian bedah mereka biasanya terbuat dari kapas atau rami yang tidak digunakan dari lantai pabrik kapas. Mikroorganisme dapat dikendalikan dengan beberapa cara. dan bakteriostatik berarti menghambat pertumbuhan sel-sel bakteri. bakterisida berarti membunuh bakteri. B. dan juga penghancuran sel secara fisika. Agen yang membunuh sel-sel yang diistilahkan sidal. Membunuh dan membatasi pertumbuhan mikroorganisme khususnyan sangat penting dalam penyediaan dan pemeliharaan untuk keamanan makanan. dan mencegah pembusukan dan perusakan bahan oleh mikroorganisme.

dinding atau lainnya untuk membunuh sel vegetatif mikrobial. 3. 2) 3) 4) Pendidihan Pasteurisasi Tyndalisasi Autoklaf Pendinginan dan pembekuan Pengeringan (pengangkatan H2O) Radiasi Radiasi Ultraviolet Cahaya Ultraviolet Radiasi sinar-X dan pengion lainnya Filtrasi Filter bakteriologis Filter udara Secara Kimia Antimikroba Antiseptik Desinfektan Pengawet Antibiotik Antimikrobal inhibisi BAB II Pembahasan Ada beberapa istilah dalam mengendalikan jumlah populasi mikroorganisme. Desinfeksi diaplikasikan pada benda dan hanya berguna untuk membunuh sel vegetatif saja. diantaranya adalah sebagai berikut : 1. 2. d. b. Cleaning (kebersihan) dan Sanitasi Cleaning dan Sanitasi sangat penting di dalam mengurangi jumlah populasi mikroorganisme pada suatu ruang/tempat. 1) a. b. 5) a. b. Antiseptis . c. Desinfeksi Adalah proses pengaplikasian bahan kimia (desinfektans) terhadap peralatan. 2. tidak mampu membunuh spora. Prinsip cleaning dan sanitasi adalah menciptakan lingkungan yang tidak dapat menyediakan sumber nutrisi bagi pertumbuhan mikroba sekaligus membunuh sebagian besar populasi mikroba. c. 2) 3) 4) a. b. lantai.7 a.

Secara Fisika Beberapa cara fisika dapat digunakan untuk mengendalikan populasi mikroba. Misalnya seperti temperatur tinggi dan radiasi ionisasi. waktu dan suhu tergantung tujuan untuk membunuh jenis potensial . dihambat atau ditiadakan dari suatu lingkungan. 4. Dalam kasus pasteurisasi susu. pembotolan. Untuk keperluan air minum murni. pH. Dengan cara fisika mikroorganisme dapat dikendalikan. Waktu yang diperlukan untuk membunuh tergantung pada jumlah organisme. Pemanasan Suhu Tinggi Pada suhu-suhu tertentu mikroorganisme dapat dimatikan. dan suhu. A. 1. Metode Pengendalian Mikroorganisme secara fisika adalah teknik mematikan mikroorganisme dengan tujuan menghilangkan semua mikroorganisme yang ada pada bahan atau alat dengan proses dan sarana fisik. sifat produk yang dipanaskan.8 Merupakan aplikasi senyawa kimia yang bersifat antiseptis terhadap tubuh untuk melawan infeksi atau mencegah pertumbuhan mikroorganisme dengan cara menghancurkan atau menghambat aktivitas mikroba. walaupun mungkin tidak sampai sempurna steril. 1) Pendidihan Pendidihan 100 o selama 30 menit dengan cara merebus bahan yang akan disterilkan (memerlukan waktu lebih banyak di ketinggian). dll. umumnya digunakan dalam proses pengalengan. Namun umumnya mencegah pembusukan makanan atau menyembuhkan penyakit menular merupakan tujuan utama. dan prosedur pengemasan steril. spesies. Membunuh semua mikroorganisme yang patogen maupun non patogen kecuali beberapa endospora dan dapat menonaktifkan virus. 100 o selama lima menit adalah "standar" untuk di pegunungan "meskipun ada beberapa laporan yang mengatakan Giardia kista dapat bertahan proses ini di Teluk namun waktu pendidihan yang lebih panjang lebih direkomendasikan. Biasanya dapat dilakukan pada alat-alat kedokteran gigi. Sterilisasi seringkali dilakukan dengan pengaplikasian udara Namun secara umum dalam pengendalian mikroorganisme dibagi dalam teknologi fisika maupun kimia yang banyak digunakan untuk mengendalikan pertumbuhan mikroba (tertentu). yaitu dibasmi. pipet. alat suntik. Sterilisasi Proses menghancurkan semua jenis kehidupan sehingga menjadi steril. Autoklaf merupakan instrumen yang digunakan untuk membunuh semua mikroorganisme dengan panas. 2) Pasteurisasi Pasteurisasi adalah penggunaan panas yang ringan dengan suhu terkendali untuk mengurangi jumlah mikroorganisme patogen dengan berdasarkan waktu kematian termal bagi tipe patogen yang paling resisten untuk dibasmi dalam produk atau makanan.

Susu pasteurisasi dengan pemanasan biasanya pada suhu 63 ° C selama 30 menit (metode batch) atau pada 71 ° C selama 15 detik (metode flash). juga dikenal sebagai ultra high-temperature (UHT) pasteurisasi. Dalam metode tidak langsung ultrapasteurisasi. 3) Tyndalisasi Pemanasan yang dilakukan biasanya pada makanan dan minuman kaleng. streptococcus. Selama proses ultrapasteurisasi. Pasteurisasi biasanya dilakukan untuk susu.5 atmosfir). Suhu pemanasan adalah 65 oC selama 30 menit dalam waktu tiga hari berturut-turut. Sebuah film tipis susu dimasukkan melalui sebuah kamar tekanan uap tinggi. Misalnya. Jika ultrapasteurisai ini dibarengi dengan kemasan aseptik. Dengan kondensasi sejumlah 1600 ml uap pada 100 oC dan tekanan 1 atmosfir. . Dalam proses pasteurisasi yang terbunuh hanyalah bakteri patogen dan bakteri penyebab kebusukan namun tidak pada bakteri lainnya. Susu lalu didinginkan oleh dengan sedikit vakum yang bertujuan ganda menghilangkan kelebihan air dalam susu dari kondensasi uap. rum. Autoklaf merupakan ruang uap berdinding rangkap yang diisi dengan uap jenuh bebas udara dan dipertahankan pada suhu serta yang ditentukan selama periode waktu yang dikehendaki. dan karenanya untuk meningkatkan kualitas susu harus pada suhu dingin (2 ° C). Uap air jenuh memanaskan bahan-bahan tadi sehingga dengan cepat disterilkan dengan melepaskan panas yang laten. dan selama waktu itu susu yang terpapar panas. untuk membunuh bakteri dan menjaga kualitas susu. Air yang mengembun tadi akan menyebabkan keadaan lembab yang cukup utuk membunuh kuman.9 yang patogen yang terdapat dalam susu yang diinginkan. staphylococcus. anggur dan makanan asam lainnya. hasilnya adalah produk yang tahan lama tanpa memerlukan pendinginan. susu dikonttakkan langsung dengan uap pada suhu 140 ° C selama satu atau dua detik. Brucella abortus dan Mycobacterium tuberculosis . Butuh beberapa detik untuk suhu susu mencapai 140 ° C. 4) Autoklaf Autoklaf adalah alat sterilisasi yang mempergunakan uap dan tekanan yang diatur. sehingga terjadi pemanasan susu seketika. susu dipanaskan dalam sebuah pelat penghantar panas. Pada metode langsung. akan terjadi embun sejumlah 1 ml dengan melepaskan 518 kalori. Pada alat ini bahan-bahan yang akan disterilkan dipanaskan sampai 121 oC selama 15 sampai 20 menit pada tekanan uap 15 pon per inci persegi (kirakira 1. Tyndalisasi dapat membunuh sel vegetatif sekaligus spora mikroba tanpa merusak zat-zat yang terkandung di dalam makanan dan minuman yang diproses. susu dipanaskan sampai suhu 140 ° C. Akan tetapi setelah pasteurisasi akan banyak terjadi pembusukan mikroorganisme yang telah terbunuh.

3. Praktek ini dapat digunakan untuk pasteurisasi jus buah dengan mengalirkan jus di atas sumber cahaya ultraviolet intensitas cahaya tinggi. dari psychrophiles memang benar merupakan penyebab pembusukan yang biasa pada makanan pada makanan yang didinginkan. Rongga di dalam otoklaf tidak boleh terlalu penuh diisi dengan bendabenda yang akan disterilakan supaya dapat terjadi aliran uap yang cukup baik.90). radiasi gamma) Banyak mikroorganisme pembusukan dapat segera dibunuh oleh radiasi. Radiasi (UV. beku-pengeringan. Pengeringan sering digunakan untuk mengawetkan makanan (misalnya buahbuahan. dll). Meskipun beberapa mikroba masih dapat tumbuh dalam suhu sangat dingin serendah minus 20 o C. c. perumahan dan komersial untuk dapat digunakan dalam pengendalian bakteri. Pengeringaan sel mikroba serta lingkungannya sangat mengurangi atau menghentikan aktivitas metabolik. Pengeringan di udara dapat membunuh sebagian besar kuman. suhu. biji-bijian. Metode ini melibatkan penghilangan air dari produk oleh panas. Makanan akan tahan lama jika disimpan di temperatur rendah untuk memperlambat laju pertumbuhan dan pembusukan akibat adanya mikroorganisme (misalnya susu). Autoklaf dipergunakan untuk mensterilkan pembenihan.10 Udara merupakan penghatar panas yang buruk. 2. penguapan. Kontrol sterilisasi : (1) Bacillus sterothermophilus (II) Tabung Brownes (III) Pita otoklaf (IV) Thermocouple. karena itu merupakan cara yang kurang memuaskan. oleh sebab itu harus dikeluarkan dari ruangan otoklaf. Pendinginan dan pembekuan Umumnya mikroorganisme hanya tumbuh sangat sedikit atau tidak sama sekali pada suhu 0 o C. Pada umumnya lamanya mikroorganisme bertahan hidup setelah pengeringan bervariasi tergantung dari faktor-faktor yang mempengaruhinya. barang-barang dari karet. baju. 4. dan penambahan garam atau gula. buah-buahan dan sayuran yang diradiasi untuk meningkatkan umur penyimpanan hingga 500 persen. Yaitu : Jenis mikroorgaanissme Bahan pembawa yang akan dipakai untuk mengeringkan mikroorganisme Kesempurnaan proses pengeringan Kondisi fissik (cahaya. pembalut dan lain-lain. Sistem UV untuk penggunaan air tersedia pribadi. Pengeringan (pengangkatan H 2 O) Sebagian besar mikroorganisme tidak dapat tumbuh pada keadaan kekurangan air(A w <0. x-ray. Kasus psychrotrophs. virus dan kista protozoa. Tetapi suhu rendah tidak berarti bebas bakteri. . Diikuti dengaan sejumlaah sel. a. unutuk kebanyakan makanan diawetkan untuk mencegah pertumbuhan mikroba dalam freezer rumah tangga. kelembaban yang dikenakan pada organisme yaang dikeringkan. b. Namun spora tidak terpengaruh oleh pengeringan. semperit. d. Di beberapa negara bagian Eropa.

3) Radiasi sinar-X dan pengion lainnya Radiasi pengion memiliki kapasitas lebih besar untuk menginduksikan perubahanperubahan yang mematikan pada DNA sel. dan biji-bijian untuk pengendalikan serangga. 2) Radiasi Ultraviolet Ultraviolet merupakan unsur bakterisidal utama pada sinar matahari yang meneyebabkan perubahan-perubahan di dalam sel berupa : Denaturasi protein Kerusakan DNA Hambatan repikasi DNA Pembetukan H2O2 dan peroksida organik di dalam pembenihan Merangsang pembentukan kolisin pada kuman kolisigenik dengan merusak penghambatnya di dalam sitoplasma Cahaya Ultraviolet Dipergunakan untuk : a. yaitu filter bakteriologis dan filter udara : 1) Filter bakteriologis .11 FDA telah menyetujui radiasi unggas dan daging babi untuk pengendalikan mikroba patogen. atau penampilan. Cara ini berguna untuk sterilisasi barang-barang sekali pakai misalnya benang bedah. c. bumbu. serta makanan seperti buah-buahan. yang membunuh sejumlah besar serangga. Mencegah infeksi melalui udara pada ruang bedah. dan enzim kering yang digunakan dalam pengolahan makanan untuk mengendalikan mikroorganisme. radiasi tidak membuat makanan menjadi radioaktif. Macam-macam radiasi yang digunakan : 1) a. Produk makanan diperlakukan dengan menurunkan populasi mikrobiologi untuk radiasi dari sumber radioaktif. pembalut lekat dan lain-lain. bakteri patogen dan parasit. juga tidak terlihat perubahan rasa. sayuran. Membuat vaksin kuman dan virus c. b. Menurut FDA. d. tekstur. semperit sekali pakai. 5. tempat-tempat umum dan laboratorium bakteriologis. Radiasi produk pangan untuk mengendalikan penyakit yang terbawa makanan pada manusia umumnya telah disahkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa Organisasi Kesehatan Dunia dan American Medical Association. Membunuh mikrooganisme b. Filtrasi Ada dua filter. e. rempah-rempah. Dua bakteri penyebab penyakit penting yang dapat dikendalikan oleh iradiasi meliputi Escherichia coli dan spesies Salmonella.

Oleh karena itu perlu diketahui perilaku bahan kimia yaang akan digunakan sebagai desinfektan. persyaratan yaang pertama ialah kemampuan substansi untuk mematikan mikroorganisme. dan mereka memiliki efek atau sidal statis pada mikroorganisme. Antimikroba termasuk bahan pengawet kimia dan antiseptik. dll. Ada yang serasi dan ada yaang bersifat merusak. 2) Desinfektan Desinfektan merupakan bahan yang membunuh mikroorganisme. Antimikroba Antimikroba adalah zat kimia yang membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme. antitoksin. larutan yodium. harus mempunyaai komposisi yang seragam sehingga bahan aktifnya selalu terdapat dalam setiap aplikasi Mempunyaai aktivitas antimikrobial pada suhu kamar. lantai. Stabilitas Tidak bersifat raacun bagi manusia maupun hewan dan tumbuhan. f. dan tidak boleh digunakan secara internal. Chamberland (dari porselen). dan tidak aman digunakan untuk jaringan hidup. Homogenitas. Contohnya seperti merkuri. Teknik filtrasi prinsipnya menggunakan penyaringan. d. perak nitrat. antibiotika. Seitz (dari asbes) dan seluosa. Pada konsentrasi rendah. 1) Antiseptik Antiseptik cukup berbahaya jika digunakan pada kulit dan selaput lendir. 2) Filter udara Filter udara berefisiensi tinggi untuk menyaring udara berisikan partikel (High Efficiency Particulate Air Filter atau HEPA) memungkinkan dialirkannya udara bersih ke dalam ruang tertutup dengan sistem aliran udara laminar (Laminar Air Flow) B. Antimikroba didapatkan dari sintetis atau berasal dari alam. b. Secara kimia 1. . dimana yang tersaring hanyalah bakteri saja. misalnya larutan gula. e. tetapi tidak mencakup spora mikroorganisme. zat tersebut harus mempunyai aktivitas antimikrobial dengaan spektrum luas. Efeknya terhadap permukaan benda atau bahan juga berbeda-beda. serta obat yang digunakan dalam pengobatan penyakit menular pada tanaman dan hewan. dan deterjen. yaitu harus dapat larut dalam air atau pelarut lain. Kelarutan.12 Filter Bakteriologis biasanya digunakan untuk mensterilkan bahan-bahan yang tidak tahan terhadap pemanasan. Ciri-ciri Desinfektan yang ideal : a. serum. dll. Diantara jenis filter bakteri yang umum digunakan adalah : Berkefeld (dari fosil diatomae). peralatan. desinfektan hanya digunakan pada benda mati seperti meja. Aktivitas antimikrobial. c.

Berkemampuan sebagai deterjen Contoh-contoh desinfektan seperti Hipoklorit. Desinfektans dalam bentuk aerosol dan gas Uap SO2. dan paling sering digunakan dalam makanan. dan juga dapat membunuh virus. Alkohol Etil alkohol sangat efektif pada kadar 70 persen daripada 100 persen.13 g. klor dan formalin dipergunakan sebagai desinfektan berupa gas. Formaldehida Berguna untuk mensterilkan vaksin kuman dan untuk menginaktifkan toksin kuman tanpa mempengaruhi sifat antigenitasnya. etambutol. isoniazid. Tidak bergabung dengan bahan organik. Sabun dan deterjen Bersifat bakterisidal dan bakteristatik terhadap kuman Gam negatif dan beberapa jenis kuman tahan asam. c. AZT. a. 3. senyawa klorin. formaldehid. k. Contohnya adalah sulfonilamid. Perlu diperhatikan bahwa definisi mikrobiologi mengenai antibiotik mengharuskan bahwa antibiotik akan digunakan untuk tujuan membunuh mikroba dan tidak . Namun tidak membunuh spora. h. Larutan yang dipakai biasanya berkadar 3 persen. sporisidal. Fenol Dipergunakan untuk mensterilkan alat-alat bedah dan untuk membunuh kuman yang tercecer di laboratorium. yaitu : 1) Antibiotik sintetik Antibiotik sintetik berguna dalam pengobatan penyakit dari mikroba maupun virus. Formaldehida bersifat bakterisidal. demikian juga propilen glikol yang merupakan desinfektan yang kuat. Contohnya adalah kalsium propionat. formalin dan senyawa fenol. Bahan yang dapat digunakan tidak berbahaya jika masuk ke dalam tubuh dan tidak beracun. natrium benzoat. Tidak menimbulkan karat dan warna. 2. Kemampuan menghilangkan bau yang kurang sedap. j. Kemampuan untuk menembus permukaan suatu barang. senyawa alkali. Antibiotik Berdasarkan sumber pembuatannya Antibiotik dibagi 3. i. Larutan formaldehida dengan kosentrasi 5 sampai 10 persen di dalam air akan membunuh sebagian besar kuman. senyawa amonium kuartener. Pengawet Merupakan bahan statis yang digunakan untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme. tembaga sulfat. nitrat dan belerang dioksida. Deterjen bekerja dengan cara berkumpul pada selaput sitoplasma kuman sehingga mengganggu fungsi normalnya atau dengan denaturasi protein dan enzim d. e. asam nalidiksat dan kloramfenikol. b.

Beta laktam dalam antibiotik ini biasanya bakterisida dan menunggu sel tumbuh secara aktif untuk mengerahkan toksisitas mereka. Penisilin Ami . terutama oleh mikroorganisme yang hidup di tanah. akhir-silang antara antara rantai samping peptida. Umumnya antibiotik mengerahkan toksisitas selektif terhadap Eubacteria untuk mengurangi efek terhadap dinding sel manusia. Jenis-jenis antibiotik yang bekerja sebagai inhibitor : a. dan kemudian diwakili oleh penisilin dan sefalosporin. farmakologi membedakan kemoterapi agen mikrobiologi sebagai "antibiotik sintetik". yang merupakan sumber utama beta-laktam antibiotik (penisilin dan turunannya). Definisi yang lebih luas antibiotik merupakan bahan kimia yang berasal dari alam (dari semua jenis sel) yang memiliki efek untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan sel-sel jenis lain. Endospora Bacillus sp menghasilkan antibiotik polipeptida seperti polimiksin dan bacitracin. diperantarai oleh karboksipeptidase bakteri dan enzim transpeptidase. b. Penicillium dan cetakan Cephalosporium. Beta Laktam Kimiawi antibiotik yang mengandung beta laktam cincin beranggota-4. Antibiotik yang bermolekul rendah (non-protein) yaitu molekul diproduksi sebagai metabolit sekunder. khususnya Streptomyces spesies. dan ada dianggap ada hubungan (selain temporal) antara produksi antibiotik dan proses sporulasi. Antibiotik beta laktam menghambat langkah terakhir dalam sintesis peptidoglikan. dan tetrasiklin. menghasilkan berbagai jenis antibiotik termasuk aminoglikosida (misalnya streptomisin).14 digunakan untuk terapi terhadap penyakit yang tidak berasal dari mikroba. macrolides (misalnya eritromisin). 2) Antibiotik Alami Antibiotik alami adalah antibiotik yang dihasilkan oleh mikroorganisme yang dapat membunuh atau menghambat mikroorganisme lainnya. Sebagian besar mikroorganisme ini membentuk beberapa jenis spora atau sel dorman lainnya. yang Actinomycetes. 3) Antibiotik semisintetik Antibiotik semisintetik adalah antibiotik yang molekulnya diproduksi suatu mikroba kemudian dimodifikasi oleh ahli kimia organik untuk meningkatkan sifat antimikroba antibiotik tersebut atau membuat mereka unik agar dapat dipatenkan secara farmasi. Antibiotik jenis ini adalah produk dari dua kelompok jamur. Dalam Bakteri. Oleh karena itu. Di antara produk antibiotik yang paling menonjol adalah Penicillium dan Cephalosporium. 1) Jenis-jenis Antibiotik berdasarkan cara kerjanya : Inhibitor pada sintesis dinding sel Antibiotik yang bekerja sebagai inhibitor sintesis dinding sel umumnya menghambat beberapa tahapan dalam sintesis peptidoglikan bakteri. Sejak klinis antibiotik sebagian besar dihasilkan oleh mikroorganisme dan digunakan untuk membunuh atau menghambat Bakteri menular.

Staphylococcus. seperti spektrum meningkatnya aktivitas (misalnya efektivitas terhadap batang Gram-negatif). Hal ini karena dalam banyak persiapan antibiotik topikal. Sintesis asam pada mikroba yang mengharuskan pembawa yang sama. Bacitracin memiliki toksisitas tinggi sehingga tidak boleh untuk penggunaan sistemik tersebut. Klavulanat ini bukan merupakan antimikroba. Semisintetik penisilin Pertama kali muncul pada tahun 1959.15 Seperti penisilin G atau penisilin V yang diproduksi oleh fermentasi Penicillium chrysogenum. Antibiotik jenis ini efektif terhadap streptokokus. Pada individu alergi beta laktam molekul menempel pada protein serum yang memulai suatu respon inflamasi diperantarai-IgE. tidak diserap oleh usus. dan derivatnya telah dikembangkan. Cetakan A menghasilkan bagian utama dari molekul (-aminopenisilanat asam 6) yang dapat dimodifikasi secara kimia dengan penambahan rantai samping. tetapi cenderung resisten terhadap beta-laktamase dari S. dan di profilaksis bedah. penisilin kadang-kadang menyebabkan kematian bila diberikan kepada orang-orang yang alergi. Mengalami degradasi oleh beberapa-beta laktamase bakteri. Cara kerjanya adalah menghambat enzim beta laktamase yang telah sensitif karena merupakan beta laktam-penisilinase. . Asam Klavulanat Asam Klavulanat adalah bahan kimia yang kadang-kadang ditambahkan dalam penyiapan penisilin semisintetik. oleh karena itu diberikan untuk "mensterilkan" usus sebelum operasi. Namun spektrumnya dianggap sempit karena tidak efektif terhadap Gram-negatif batang. e. f. Cephalolsporins Cephalolsporins adalah antibiotik beta laktam dengan modus serupa dengan penisilin yang dihasilkan oleh spesies Cephalosporium. gonococcus dan staphylococcus. Hal ini mencegah pertumbuhan dinding sel dengan menghambat pelepasan subunit muropeptide dari peptidoglikan dari pembawa molekul lipid yang membawa subunit ke luar membran. Biasanya yang ditambah dengan amoksisilin klavulanat adalah clavamox atau Augmentin. Di AS ada 300-500 kematian setiap tahunnya karena alergi penisilin. merupakan derivat penisilin dan efektivitasnya jika diberikan secara oral. d. Contohnya Amoxycillin dan Ampisilin yang memperluas spektrum terhadap Gram negatif dan efektif secara oral. Meskipun tidak beracun. Bacitracin Bacitracin adalah antibiotik polipeptida yang dihasilkan oleh spesies Bacillus. Banyak dari senyawa ini telah dikembangkan untuk memiliki manfaat yang berbeda atau keuntungan atas penisilin G. juga terhambat. Mereka sering digunakan sebagai pengganti penisilin terhadap bakteri Gram-negatif. c. Memiliki toksisitas rendah dan spektrum yang agak lebih luas daripada penisilin alami.

dan mencapai toksisitas selektif dengan cara ini. pneumoniae dan spesies yang umum penyebab ISK. diproduksi oleh polymyxa Bacillus. Namun. Senyawa ini efektif terhadap beberapa jenis bakteri Gram-negatif seperti E. a. Dengan demikian tentu saja dapat menghambat pertumbuhan sel.16 2) Inhibitor Inhibitor mengacaukan struktur membran sel atau menghambat fungsi membran bakteri. Contoh antibiotiknya adalah tetrasiklin. dan senyawa yang mengacaukan membran dengan cepat membunuh sel. Umumnya Protein inhibitor sintesis merupakan terapi antibiotik yang berguna sebagai tindakan dalam penghambatan beberapa langkah dalam proses kompleks penerjemahan. mencegah fungsi normal DNA. Integritas dari luar membran sitoplasma sangat penting untuk bakteri. Beberapa kuinolon menembus makrofag dan neutrofil sehingga lebih baik daripada kebanyakan antibiotik karena itu berguna dalam pengobatan infeksi yang disebabkan oleh parasit intraseluler. Namun biasanya tidak efektif terhadap Pseudomonas aeruginosa. penggunaan utama dari asam nalidiksat pada kurang efektif pada infeksi saluran kemih (ISK). Polimiksin efektif terutama terhadap bakteri Gram-negatif dan biasanya terbatas pada penggunaan topikal. Satu-satunya antibiotik antibakteri penting klinis yang bertindak dengan mekanisme ini adalah Polymyxin. karena kesamaan dalam fosfolipid dan eukariotik membran bakteri. Dua kelas inhibitor sintesis asam nukleat yang mempunyai aktivitas selektif terhadap procaryotes dan beberapa obat-obatan medis seperti kuinolon dan rifamycins. Enterobacter aerogenes. karbenisilin dan tobramycin. atau mengikat DNA atau RNA sehingga pesan mereka tidak bisa dibaca. coli. Keseimbangan antara efektifitas dan kerusakan pada ginjal dan organ lainnya sehingga obat ini hanya diberikan di bawah pengawasan yang ketat di rumah sakit. macrolides (misalnya eritromisin) dan aminoglikosida (misalnya streptomisin). Cara kerjanya pada proses yang terjadi di ribosom dari tahap aktivasi asam amino atau cetakan ke tRNA tertentu. kloramfenikol. dan bakteri Gram- . Asam ciprofloxacin termasuk dalam ke grup kuinolon. Mengikat Polymyxins untuk membran fosfolipid dan dengan demikian mengganggu fungsi membran. Polimiksin kadang-kadang diberikan untuk infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh Pseudomonas yang resisten gentamisin. 3) Mempengaruhi pada Asam Nukleat Beberapa antibiotik mempengaruhi sintesis DNA atau RNA. tindakan ini jarang cukup spesifik untuk memungkinkan senyawa-senyawa ini untuk digunakan secara sistemik. Kebanyakan memiliki afinitas atau spesifisitas untuk 70S (sebagai lawan 80S) ribosom. Bertindak dengan menghambat aktivitas girase DNA bakteri. Sehingga penggunaan obat ini kurang benar. karena dapat mempengaruhi sel-sel hewan dan sel bakteri sama sehingga tidak memiliki aplikasi terapeutik. Kuinolon Kuinolon adalah antibiotik yang memiliki spektrum yang luas dan cepat membunuh bakteri dan diserap dengan baik setelah pemberian oral seperti nalidiksat. Namun. K.

4) Inhibitor Kompetitif Penghambat kompetitif merupakan daya kerja sebagian besar semua antibiotik sintetik. Bakteri yang hampir selalu peka terhadap sulfonamid adalah Streptococcus pneumoniae. dan telah menggantikan isoniazid sebagai salah satu obat lini depan yang digunakan untuk mengobati penyakit ini. dan dalam pengobatan meningitis meningokokus. Parasulfonamid yang dihasilkan memiliki aktivitas antibakteri yang sama luas. dan kompetitif menghambat langkah itu. Mengikat antibiotik ke subunit beta polimerase ketika masuknya nukleotida pertama yang diperlukan untuk mengaktifkan polimerase. fluoroquinolone. Contoh antibiotik jenis ini adalah sulfonamid. terutama ketika resistansi isoniazid terjadi. Namun. Kebanyakan merupakan "analog faktor pertumbuhan". Ciprofloxacin (Cipro) baru-baru direkomendasikan sebagai obat pilihan untuk profilaksis dan pengobatan anthrax. Para sulfonamid sangat berguna dalam pengobatan ISK tanpa komplikasi yang disebabkan oleh E. coli. namun sangat berbeda dalam tindakan farmakologis. Trimethoprim secara struktural mirip dengan dihydrofolate (DBD) dan kompetitif menghambat langkah kedua dalam sintesis THF dimediasi oleh reduktase DBD. Sel hewan tidak mensintesis asam folat sendiri tetapi mendapatkannya dengan cara mengubah sebagai vitamin. yang menunjukkan bahwa salah satu senyawa (prontosil) memiliki efek penyembuhan tikus dengan infeksi yang disebabkan oleh streptokokus beta-hemolitik. Rifamycins ini Rifamycins adalah produk dari Streptomyces. Karena hewan tidak membuat asam folat. bentuk vitamin asam folat penting untuk transfer karbon reaksi1. b. Modifikasi kimia dari senyawa sulfanilamide memberikan senyawa dengan aktivitas antibakteri yang lebih luas dan bahkan lebih tinggi. . sehingga menghalangi sintesis mRNA. Telah dibuktikan memiliki efek bakterisidal yang lebih besar terhadapM. bahan kimia yang secara struktural mirip dengan faktor pertumbuhan bakteri tetapi tidak memenuhi fungsi metabolisme dalam sel. Beberapa antibiotik jenis merupakan bakteriostatik dan beberapa bakterisida. coli.17 positif resisten. Hal ini efektif baik secara oral dan menembus ke dalam cairan serebrospinal karena itu berguna untuk pengobatan meningitis tuberkulosis. streptokokus beta-hemolitik dan E. Parasulfonamid adalah inhibitor dari enzim bakteri yang dibutuhkan untuk sintesis asam tetrahydrofolic (THF). Sulfonamid yang biasa digunakan dalam pengobatan adalah sulfanilamide. Rifampicin merupakan turunan semisintetik dari rifamycin yang aktif terhadap bakteri Gram-positif (termasuk Mycobacterium tuberculosis) dan beberapa bakteri Gram-negatif. serta meningitis yang disebabkan oleh Neisseria meningitidis. Sulfonamid secara struktural mirip dengan para aminobenzoic acid (PABA). Sulfonamid Diperkenalkan sebagai antibiotik oleh Domagk pada tahun 1935. Gantrisin dan trimetoprim. mereka tidak terpengaruh oleh obat-obatan sulfonamid. substrat untuk enzim pertama di jalur THF. Rifampisin bertindak sangat khusus pada RNA polimerase eubacteria dan tidak aktif terhadap polimerase RNA dari sel-sel hewan atau terhadap polimerase DNA.tuberculosis dibandingkan obat antituberkulosis lainnya.

18 .

dan mencegah pembusukan dan perusakan bahan oleh mikroorganisme. dihambat dan dibunuh dengan sarana atau proses fisika atau bahan kimia. yaitusemua kegiatan yang bertujuan untukMenghambat/mengurangi jumlah atauaktivitas mikroorganismeMembasmi atau mematikanmikroorganisme (terutama untuk yangterinfeksi m. 7. DEFINISI PENGENDALIAN M. 5. ALASAN UTAMA dilakukan pengendalian mikroorganisme Mencegah penyebaran penyakit dan penyebaran infeksi Membasmi mikroorganisme pada tanaman/inang yang terinfeksi Mencegah pembusukan dan perusakan oleh mikroorganisme . Membunuh dan membatasi pertumbuhan mikroorganisme khususnyan sangat penting dalam penyediaan dan pemeliharaan untuk keamanan makanan. Manusia tidak akan pernah terlepas dengan mikroorganisme baik yang patogen maupun dan non patogen. Namun ketika berhadapan dengan mikroorganisme patogen pengendalian mikroorganisme bertujuan untuk : 1. Mikroorganisme dapat dikendalikan dengan beberapa cara. membasmi mikroorganisme pada inang yang terinfeksi. Pengendalian mikroorganisme juga merupakan hal yang sangat penting bagi manusia dalam kehidupan. 6. dapat dengan diminimalisir. Terutama sebagai paramedis adalah kunci utama dalam pengendalian mikroorganisme sehingga harus benar-benar menguasai dan dapat melakukan penanganan pengendalian mikroorganisme secara tepat. Mencegah infeksi dan penularan penyakit berbahaya Menjaga kelangsungan hidup dari gangguan mikroorganisme yang patogen Memungkinkan untuk mengkonsumsi makan yang aman dan bebas dari mikroba yang berbahaya Pada kondisi tertentu manusia diharuskan hidup dalam lingkungan yang bebas gangguan dari mikroorganisme. 3. Pengendalian mikroorganisme juga penting pada praktek medis modern dalam menurunkan penyebaran mikroorganisme. Pengendalian mikroorganisme memungkInkan kita untuk dapat mengobati pada serangan infeksi mikroba tertentu.19 BAB III Penutup A. 2. Dalam kebutuhan sehari-hari seperti makanan yang harus higienis dan bersih.o)  3. Kesimpulan Pengendalian mikroorganisme dapat mencegah penyebaran penyakit dan infeksi.O.  1. PENGENDALIANMIKROORGANISME(Control of Microorganisms)  2. lingkungan dan keselamatannya. 4. serta bebas daari mikroorganisme yang merugikan. Dengan cara membunuh mikroorganisme atau membuat kondisi yang membuat mikroorgenisme tidak dapat tumbuh.

tetapitidak ditujukan untuk membunuh semua mikroba.Sterilisasi.20  4. PRINSIP KERJA BAHAN ANTIMIKROBA1.  11. Umumnya pemanasan dengan lembab (uap) lebih efektif daripada panas kering .Sanitasi Dekontaminasi. PROSES-PROSES YANG DAPATDILAKUKAN DALAM PENGENDALIAN M.ANTISEPTIK → bertujuan untuk menghambat atau merusakmikroorganisme di permukaan suatu jaringan hidup sehingga dapatmencegah infeksi  7. PENGENDALIAN M. FUNGISTATIK → ditujukan untuk fungiVIRUSIDA . Penghambatan sintesis asam nukleat dan protein. spora dan virusDESINFEKSI → mengeliminasi/membunuh bentuk-bentuk vegetatifdari sebagian besar organisme yang berbahaya dan patogen.Desinfeksi. Kerusakan dinding sel atau menghambat sintesis dinding sel2. .AntiseptikPENGAWETAN → bertujuan untuk mencegahkerusakan suatu produkCHEMOTHERAPY → adalah suatu perlakuan padapenyakit (contoh : pemberian antibiotika)  8. Mikrobistatik ini tidak membunuh atau membasmi mikroba  5.O : Laju kematian bakteri (The rate of Death of Bacteria) Faktor-faktor yang mempengaruhi kerja antimikroba Prinsip kerja bahan antimikroba  9.SANITASI → biasanya sanitasi ini sangat diperlukan dalampenyiapan proses di industri makanan atau alatalat di rumah sakit.O :STERILISASI → Kegiatan untuk mengeliminasi semua bentukkehidupan yang meliputi sel vegetatif. Penghambatan kerja enzim5. Perubahan molekul protein dan asam nukleat4. VIRUSTATIK → ditujukan untuk virus  6.O FISIKA KIMIA BIOLOGI  12. Perubahan permeabilitas membran sitoplasma3. GERMICIDAL adalah istilah yang umum digunakan sebagaibahan yang dapat mengurangi dan menghilangkanmikroorganismeBAKTERISIDA → bahan/senyawa yang dapat membunuhbakteriBAKTERISTATIK → bahan/senyawa yang dapat menghambatpertumbuhan bakteriSPOROSIDA → bahan/senyawa yang dapat membunuhendospora bakteri FUNGISIDA . FAKTOR – FAKTOR YG MEMPENGARUHI AKTIVITAS ANTIMIKROBAKarakteristik mikrobaJumlah Populasi MikrobaKonsentrasi dan Dosis dari zat antimikrobaFase Per kembangan MikrobaKondisi Lingkungan  10. HAL YANG POKOK DALAM PENGENDALIAN M. antimikroba dapat berupa : MIKROBISIDA /Microbicidal agents (cide = kill) → membasmi/membunuh mikroba MIKROBISTATIK / Microbistatic (static = standstill) → menghambat pertumbuhan dan multiplikasi mikroba sehingga mencegah peningkatan jumlah mikroorganisme. TEMPERATUR TINGGI Panas Lembab a) Uap dengan tekanan : Autoklaf (menggunakan tekanan uap). temperatur lebih tinggi dari mendidih. PENGENDALIAN SECARA FISIK/PROSES FISIK1.

Dilakukan secara bertahap biasanya sebanyak 3 kali dalam 3 hari dengan masa periode inkubasi diantaranya pada temperatur 100 0 C. Panas Kering : a) Oven Lamanya pemanasan kering ini tergantung pada besarnya temperatur yang digunakan. tetapi tidak membunuh semua mikroba  15. b) Pembakaran Membunuh mikroba dengan teknik pembakaran merupakan pekerjaan yang rutin dilakukan di laboratorium (misalnya : membakar ose)  17. KELOMPOK UTAMA BAHAN ANTIMIKROBIAL KIMIAWI Fenol dan persenyawaan fenolik Merusak sel mikroba melalui perubahan permeabilitas membran sitoplasma sehingga menyebabkan bocornya substansi intraseluler. Periode inkubasi ini bertujuan untuk memberi kesempatan bergerminasi spora yang tidak mati pada pemanasan tahap pertama atau kedua. adanya bahan organik lain)  20. TEMPERATUR RENDAHTEKANAN OSMOTIKRADIASIFILTRASIPENCUCIAN  18. waktu.21  13.StabilitasToksisitasHomogenitasTidak bergabung dengan bahan organikAktivitas pada suhu kamar atau suhu tubuhKemampuan penetrasiKeamanan materialKemampuan menghilangkan bau yang kurang sedapBerkemampuan sebagai detergenKetersediaan dan harga yang rendah  19. Dua istilah yang banyak digunakan olehahli mikrobologi adalah : THERMAL DEATH TIME → adalah waktu yang diperlukan untuk membunuh mikroorganisme DECIMAL REDUCTION TIME → adalah waktu yang diperlukan untuk mengurangi populasi mikroba sebanyak 90 % (menit). Bakteriostatik atau Bakterisida tergantung konsentrasi yang digunakan  21. Air mendidih Menghilangkan semua sel vegetatif mikroba. pH. Chlorine → hypoclorit .  14. Pemilihan bahan antimikrobial kimiawiSifat bahan yang akan diberi perlakuanTipe mikroorganismeKeadaan lingkungan (suhu. Temperatur yang tinggi membutuhkan waktu pemanasan yang lebih singkat/cepat sedangkan temperatur yang lebih rendah membutuhkan waktu yang lebih lama. PENGENDALIAN MIKROORGANISME DENGAN BAHAN KIMIA Karakteristik bahan kimia antimikroba yang IDEAL :Aktivitas AntimikrobaKelarutan. Metode ini tidak dapat digunakan untuk sterilisasi di laboratoriumPasteurisasi Bertujuan untuk membunuh hanya jenis mikroba tertentu. Sterilisasi Bertingkat Tyndalisasi (sterilisasi bertingkat). AlkoholHalogen (Iodine.  16. Kepekaan mikroba terhadap panas lembab dapatdigambarkan oleh hubungan antara waktu dantemperatur.konstransi. Mendenaturasi dan menginaktifkan protein seperti enzim.Chloramines)Logam berat dan persenyawaannyaDetergenAldehidKemosterilisator gas .

ANTIBIOTIK DAN CHEMOTHERAPEUTIC AGENT Perlakuan terhadap penyakit dengan substansi kimiawi disebut Chemotherapy (kemoterapi) . diinokulasi denganm. Antibiotik adalah zat kimia yang diproduksi oleh mikroba dimana pada konsentrasi yang rendah dapat membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroba lain secara selektif  24. Zat kemoterapeutik ini dalam kegunaanya harus memiliki syarat :1. dihambat dan dibunuh dengan sarana atau proses fisika atau bahan kimia. Interaksi obat antimikroba  26. Kemampuan kontak dengan parasit melalui penetrasi sel dan jaringan inang dalam konsentrasi yang efektif3.Desinfeksi . Menghambat sistem kerja enzim spesifik 1. Lamanya waktu pengobatan8. Metabolisme obat antimikroba7. Aktivitas spektrum4. → diinkubasikan → diamati : penurunan jumlah pertumbuhanMenghitung Koefisien Fenol Definisi koefisien fenol adalah : kekuatan mematikan dari desinfektan dibandingkan dengan fenol  23. Tempat infeksi dan distribusi obat dalam inang6. Menghambat sintesis dinding sel2. Toksisitas yang selektif2. Kepekaan patogen3. uji. Kemunginan adanya reaksi yang merugikan5. Mikroorganisme dapat dikendalikan dengan beberapa cara. dapat dengan diminimalisir. PENGENDALIAN MIKROORGANISME PENGENDALIAN MIKROORGANISME Oleh: Nur Ilmiyati Alasan utama pengendalian mikroorganisme adalah : 1) Mencegah penyebaran penyakit dan infeksi. EVALUASI EFEKTIVITAS BAHAN KIMIA ANTIMIKROBATube-Dilution and Agar-Plate TechniquesZat kimia yang akan diuji dicampurkan kedalam media atau kaldu.o.Cleaning (kebersihan) dan Sanitasi b). Membunuh atau menghambat pertumbuhan parasit tanpa merusak sel inang2. Merusak membran sitoplasma3. Mencegah timbulnya mekanisme pencegahan secara alami dari inang seperti pagositosis dan produksi antibodi  25. • Beberapa cara untuk mengendalikan jumlah populasi mikroorganisme : a).22  22. sedangkan substansi kimianya disebut Chemoteurapeutic agent (zat kemoterapeutik). Mekanisme kerja Zat antimikroba (antibiotik) :1. Menghambat sintesis asam nukleat dan protein4. Pemilihan Zat Kemoterapeutik yang Terbaik1. 2) Membasmi mikroorganisme pada inang yang terinfeksi 3) Mencegah pembusukan dan perusakan bahan oleh mikroorganisme.

Desinfeksi diaplikasikan pada benda dan hanya berguna untuk membu-nuh sel vegetatif saja.Desinfeksi Adalah proses pengaplikasian bahan kimia (desinfektans) terhadap per-alatan. c). yaitu Panas kering dan Panas lembab : 1) Panas kering. b). Alat yang digunakan pada umumnya adalah oven.Pengendalian Mikroba dengan Filtrasi h). d). daya tembus kuat dan kelembaban sangat tinggi sehingga mempermudah koagulasi protein sel-sel mikroba yang menyebabkan sel hancur.Sterilisasi/suci hama Proses menghancurkan semua jenis kehidup-an mikroorganisme sehingga menjadi steril. Sterilisasi seringkali dilakukan dengan peng-aplikasian udara panas. biasanya digunakan untuk mensterilisasi alat-alat laboratorium.Cleaning (kebersihan) dan Sanitasi Cleaning dan Sanitasi sangat penting di dalam mengurangi jumlah populasi mikroorganisme pd suatu ruang/tempat.Antiseptis d).23 c). Sangat efektif untuk sterilisasi karena menyediakan suhu jauh di atas titik didih. autoklaf (autoclave) dan retort. Suhu efektifnya adalah 160oC selama 2 jam. dinding atau lainnya untuk membunuh sel vegetatif mikrobial. Prinsip cleaning dan sanitasi adalah men-ciptakan lingkungan yang tidak dapat menyediakan sumber nutrisi bagi per-tumbuhan mikroba sekaligus membunuh sebagian besar populasi mikroba. lantai.Sterilisasi e).Pengendalian Mikroba dengan Suhu Panas lainnya : . tidak mampu membunuh spora. Suhu efektifnya adalah 121oC pada tekanan 5 kg/cm2 dengan waktu standar 15 menit.Antiseptis Merupakan aplikasi senyawa kimia yang bersifat antiseptis terhadap tubuh untuk melawan infeksi atau mencegah pertumbuhan mikro-organisme dengan cara menghancur-kan atau menghambat aktivitas mikroba. 2) Panas lembab dengan uap jenuh berte-kanan. Alat yang digunakan : pressure cooker. proses cepat. e).Pengendalian Mikroba dengan Bahan Kimia Penjelasan: a).Pengendalian Mikroba dengan Radiasi g).Pengendalian Mikroba dengan Suhu Panas lainnya f). Ada dua metode yang sering digunakan.

5) Flaming : Pembakaran langsung alat-alat laboratorium diatas pembakar bunsen dengan alkohol atau spiritus tanpa terjadinya pemijaran f). . 1) Filter udara berefisiensi tinggi untuk menyaring udara berisikan partikel (High Efficiency Particulate Air Filter atau HEPA) memungkinkan dialirkannya udara bersih ke dalam ruang tertutup dengan sistem aliran udara laminar (Laminar Air Flow) 2) Filter bakteriologis biasanya digunakan untuk mensterilkan bahan-bahan yg tidak tahan terhadap pemanasan. Boiling dapat membunuh sel vegetatif bakteri yang patogen maupun non patogen. . dll. . . . Pasteurisasi biasanya dilaku-kan untuk susu. dll.Pengendalian Mikroba dengan Filtrasi : Ada dua filter. Tyndalisasi dapat membunuh sel vegetatif sekaligus spora mikroba tanpa merusak zat-zat yang terkandung di dalam makanan dan minuman yang diproses. rum. 1) Sinar UV : Bakteri yang berada di udara atau yang berada di lapisan permukaan suatu benda yang terpapar sinar UV akan mati.Sinar X : Daya penetrasi baik namun perlu energi besar. antibiotika. antitoksin. Namun spora dan beberapa virus masih dapat hidup. Sterilisasi dengan sinar ionisasi memerlukan biaya yang besar dan biasanya hanya digunakan pada industri farmasi maupun industri kedokteran. sinar beta dan sinar gamma.Sinar alfa : Memiliki sifat bakterisidal tetapi tidak memiliki daya penetrasi. Bakteri terutama bentuk sel vegetatifnya dapat terbunuh dengan penyinaran sinar ultraviolet (UV) dan sinar-sinar ionisasi. Suhu pemanasan adalah 65oC selama 30 menit. Dalam proses pasteurisasi yang terbunuh hanyalah bakteri patogen dan bakteri penyebab kebusukan namun tidak pada bakteri lainnya. sinar alfa. 3) Boiling : Pemanasan dengan cara merebus bahan yang akan disterilkan pada suhu 100oC selama 10-15 menit. anggur dan makanan asam lainnya. pipet.Pengendalian Mikroba dengan Radiasi. Biasanya dilakukan pada alat-alat kedokteran gigi. serum. Biasanya digunakan untuk mensterilkan alat yang sederhana seperti jarum ose. Suhu pemanasan adalah 65oC selama 30 menit dalam waktu tiga hari berturut-turut.24 1) Tyndalisasi : Pemanasan yang dilakukan biasanya pada makanan dan minuman kaleng.Sinar beta : Daya penetrasinya sedikit lebih besar daripada sinar X. mis. 2) Sinar Ionisasi : yang termasuk sinar ionisasi adalah sinar X. 4) Red heating : Pemanasan langsung di atas api bunsen burner (pembakar spiritus) sampai berpijar merah. 2) Pasteurisasi : Proses pembunuhan mikroba patogen dengan suhu terkendali berdasar-kan waktu kematian termal bagi tipe patogen yang paling resisten untuk dibasmi. yaitu filter udara dan filter bakteriologis. alat suntik. larutan gula.Sinar gamma : Kekuatan radiasinya besar dan efektif untuk sterilisasi bahan makanan g).

. Golongan Surfactants (Surface Active Agents). sehingga diperlukan suatu cara pengelompokan atau pengklasifikasian. terdiri dari berbagai kelompok dan jenis. Chamberland (dari porselen). h).pH atau derajat keasaman.Golongan oksidator spt gol.Pengendalian Mikroba dengan Bahan Kimia Agen kimia yang baik adalah yang memiliki kemam-puan membunuh mikroba secara cepat dengan dosis yang rendah tanpa merusak bahan atau alat yang di-disinfeksi. gliserol dan bahan-bahan asam dan alkalis. perak. Seitz (dari asbes) dan seluosa. Adanya bahan-bahan organik dapat menurunkan efektivitas agen kimia. Diantara jenis filter bakteri yang umum digunakan adalah : Berkefeld (dari fosil diatomae). Semakin tinggi konsentrasinya maka efektivitasnya semakin meningkat. halogen.Waktu kontak.Konsentrasi agen kimia yang digunakan. sehingga diperlukan alat bantu untuk dapat melihatnya seperti mikroskop. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi Efektivitas Agen kimia di dalam mengendalikan mikroba.Sifat dan jenis mikroba. dimana yang tersaring hanyalah bakteri saja. merkuri dll . Efektivitas bahan kimia dapat berubah seiring dengan perubahan pH. yaitu golongan anionik. 2) Agen kimia yg merusak enzim mikroba. hidrogen peroksida dan formaldehid. Golongan fenol. -. PENGENDALIAN MIKROORGANISME Mikroorganisme merupakan suatu kelompok organisme yang tidak dapat dilihat dengan menggunakan mata telanjang. .Adanya bahan organik dan ekstra. hewan. Mikroba yang berkapsul dan berspora resisten dibandingkan yang tidak berkapsul dan berspora. serta . Agen kimiawi yg menyebabkanterjadinya koagulasi dan presipitasi protoplasma. lup dan lain-lain. cara kerja agen kimia ini digolong-kan menjadi : 1) Agen kimia yang merusak membran sel mikroba. seperti alkohol. yaitu : . Hal itu Nampak dari kemampuannya menginfeksi manusia. . kationik dan nonionik. . .25 Teknik filtrasi prinsipnya menggunakan penyaringan. Cakupan dunia mikroorganisme sangat luas. Semakin lama bahan tersebut kontak dengan bahan yang disterilkan maka hasilnya akan semakin baik. Pada prinsipnya. -.Golongan logam berat seperti arsen. 3) Agen kimia yang mendenaturasi protein.

Pada beberapa kasus mungkin perlu mematikan semua organisme (sterilisasi) sedangkan pada kasus-kasus lain mungkin cukup mematikan sebagian mikroorganisme tetapi tidak semua (sanitasi). Dengan demikian pemilihan suatu bahan kimia untuk penggunaan praktis dipengaruhi juga oleh hasil antimikrobial yang diharapkan daripadanya. Prosedur sterilisasi pilihan seperti radiasi. Tersedia beribu-ribu zat kimia dipakai untuk mengendalikan mikroorganisme. Alasan utama pengendalian organisme adalah : 1) Mencegah penyebaran penyakit dan infeksi. beberapa diantaranya mengubah struktur dinding sel atau membran sel yang lain menghambat sintetis komponen-komponen seluler yang vital atau yang mengubah keadaan fisik bahan selular. obat-obatan. kosmetika dan lainnya. Pengendalian tersebut dapat dilakukan dengan cara mematikan mikro-organisme. Pengetahuan mengenai perilaku khusus tentang bagaimana suatu zat kimia menghasilkan efek anti mikroba sangat berguna baik untuk mempertimbangkan kemungkinannya bagi penggunaan praktis maupun untuk mengusulkan perbaikan-perbaikan apa yang mungkin dilakukan untuk merancang bahan bahan kimia baru. 2) Membasmi mikroorganisme pada inang yang terinfeksi 3) Mencegah pembusukan dan perusakan bahan oleh mikroorganisme. Dasar-dasar Pengendalian Berbagai macam sarana proses fisik telah tersedia untuk mengendalikan populasi mikroba. atau penyaringan harus digunakan untuk mensterilkan bahan-bahan yang akan rusak bila diberi suhu tinggi. atau secara fisik menyingkirkannya.26 tanaman. Tujuan yang dikehendaki dalam hal pengendalian mikroorganisme tidak selalu sama. menimbulkan penyakit yang berkisar dari infeksi ringan sampai pada kematian. rumah-rumah penduduk. . penggunaan berkas elektron. menghambat pertumbuhan dan metabolismenya. Cara kerja zat-zat kimia dalam menghambat atau mematikan mikroorganisme itu berbedabeda. dan rumah-rumah sakit mudah rusak bila dikenai suhu tinggi. Cara pengendalian mana yang digunakan tergantung kepada keadaan yang berlaku pada situasi tertentu. Pemberian suhu tinggi/terutama pada uap bertekanan. Penting sekali memahami ciri-ciri pembeda masing-masing zat ini dan organisme yang dapat dikendalikannya serta bagaimana zat-zat tersebut dipengaruhi oleh lingkungannya. merupakan salah satu cara yang paling efisien dan efektif untuk mensterilkan sesuatu bahan. Namun demikian bahan-bahan tertentu yang biasa digunakan di laboratorium. Setiap zat kimia mempunyai keterbatasan dalam keefektifannya. bila digunakan dalam kondisi praktis keterbatasan-keterbatasan ini perlu di amati. Pengendalian mikroorganisme sangat esensial dan penting di dalam industri dan produksi pangan.

Semuanya menyediakan jumlah tertentu informasi yang berguna namun harus diingat keterbatasan uji yang digunakan. Beberapa infeksi asal udara ini menyerang sistem organ lain pada tubuh meskipun mereka memasuki tubuh melalui hidung maupun tenggorokan. dan preservative (pengawet). jumlah mikroorgansime dengan ciri-cirinya (misalnya perbedaan jenis. spora. antiseptic. dan variabel perlu ditangani sebagaimana diperlukan untuk menjamin hasil yang aman. Faktor yang mengubah laju desinfeksi mencakup macam agen konsentrasi. agen bakteriostasis. Keamanan selalu menjadi pertimbangan utama. Faktor-faktor resistensi yang dibawa sejak lahir adalah. Penyakit-Resistensi dan Pemindah sebarannya Tubuh manusia mempunyai flora normal yang mulai diperolehnya segera setelah lahir. Resistensi inang dapat berupa resistensi alamiah atau resistensi khusus. Berbagai istilah digunakan berkaitan dengan agen-agen kimia sesuai dengan kerjanya atau organisme yang khas yang terkena. karena bertujuan merusak agen-agen patogen. komplemen. Resistensi alamiah bergantung kepada sejumlah faktor. bakterisida. tetapi juga oleh kemampuan inangnya untuk menekan infeksi. Penyakit yang dipindahsebarkan melalui udara meliputi wahana tetesan liur dan sekresi pernafasan liurnya. dan interferon. Berbagai uji dalam penggunaan untuk menilai agen-agen kimia. sporisida. Ada . Penyakit asal makanan ditularkan melalui penelanan makanan yang tercemar oleh jenis-jenis mikroorganisme tertentu dalam jumlah cukup tinggi sehingga mencakup dosis infektif. germisida. desinfektan harus dipilih sesuai organisme yang akan dihancurkan dan material yang akan diperlakukan. spesies. Hasil interaksi antara inang dan mikroba ada yang menyerang inang. Mikroorganisme. debu tercemar. waktu dan suhu. Diantara faktor-faktor pertahanan internal adalah peradangan. Mekanisme desinfektan mungkin beraneka dari satu desinfektan ke desinfektan yang lain dapat menyebabkan kerusakan pada membran sel atau oleh tindakan pada protein sel atau pada gen yang khas yang berakibat kematian atau mutasi. dan fomit. Apakah suatu mikroorganisme itu akan menimbulkan penyakit ditentukan oleh tidak hanya sifat. virisida. fagositosis. Setiap bagian tubuh mempunyai keadaan lingkungan khusus yang didiami berbagai macam mikroba yang berbeda-beda. ras dan perorangan. fungisida. Dalam merencanakan desinfeksi.sifatnya.27 Desinfeksi adalah proses penting dalam pengendalian penyakit. dan kapsul) dan keadaan medium yang mengelilinginya. Gerbang masuk bagi penyebab penyakit adalah nasofaring. Istilah-istilah ini meliputi desinfektan. Faktor-faktor luar meliputi rintangan mekanis dan kimiawi tubuh.

Arthropoda tidak hanya merupakan penular mekanis penyakit ( seperti penularan demam tifoid oleh lalat rumah). tetapi juga merupakan vektor biologis. dinding atau lainnya untuk membunuh sel vegetatif mikrobial. Mikroorganisme dapat dikendalikan dengan beberapa cara. Sayangnya. air merupakan wahana yang baik bagi penularan dan penyebaran penyakit-penyakit enterik semacam itu. Prinsip cleaning dan sanitasi adalah menciptakan lingkungan yang tidak dapat menyediakan sumber nutrisi bagi pertumbuhan mikroba sekaligus membunuh sebagian besar populasi mikroba. Mereka menyerang berjuta-juta manusia dan tersebar luas diseluruh muka bumi. dapat dengan diminimalisir. diantaranya adalah sebagai berikut : a) Cleaning (kebersihan) dan Sanitasi Cleaning dan Sanitasi sangat penting di dalam mengurangi jumlah populasi mikroorganisme pada suatu ruang/tempat. Sterilisasi seringkali dilakukan dengan pengaplikasian udara panas. Ada dua metode yang sering digunakan. Bahan tinja mengandung mikroorganisme patogenik bila berasal dari orang-orang yang terinfeksi atau penular. dihambat dan dibunuh dengan sarana atau proses fisika atau bahan kimia.28 dua mekanisme yang terlibat pada peracunan makanan oleh mikrorganisme. Desinfeksi diaplikasikan pada benda dan hanya berguna untuk membunuh sel vegetatif saja. tidak mampu membunuh spora. d) Sterilisasi Proses menghancurkan semua jenis kehidupan sehingga menjadi steril. yaitu : . yang kesemuanya mempunyai rute tinja ke mulut ke usus. Ada beberapa cara untuk mengendalikan jumlah populasi mikroorganisme. b) Desinfeksi Adalah proses pengaplikasian bahan kimia (desinfektans) terhadap peralatan. karena mikroba patogenik yang ditularkannya berinkubasi dan berkembang di dalam diri mereka. lantai. Terdapat sejumlah besar penyakit yang ditularkan oleh arthropoda. yaitu infeksi asal makanan dan keracunan makanan. Sumber infeksi asal air yang sesungguhnya ialah tinja yang telah mencemari air. Rute ini harus dihambat untuk dapat mengendalikan infeksi enterik asal air dengan baik. c) Antiseptis Merupakan aplikasi senyawa kimia yang bersifat antiseptis terhadap tubuh untuk melawan infeksi atau mencegah pertumbuhan mikroorganisme dengan cara menghancurkan atau menghambat aktivitas mikroba.

d) Red heating : Pemanasan langsung di atas api bunsen burner (pembakar spiritus) sampai berpijar merah. biasanya digunakan untuk mensterilisasi alat-alat laboratorium. c) Boiling : Pemanasan dengan cara merebus bahan yang akan disterilkan pada suhu 100oC selama 10-15 menit. Dalam proses pasteurisasi yang terbunuh hanyalah bakteri patogen dan bakteri penyebab kebusukan namun tidak pada bakteri lainnya. Alat yang digunakan pada umumnya adalah oven. autoklaf (autoclave) dan retort. rum.29 1) Panas lembab dengan uap jenuh bertekanan. Suhu efektifnya adalah 121oC pada tekanan 5 kg/cm2 dengan waktu standar 15 menit. e) Pengendalian Mikroba dengan Suhu Panas lainnya a) Pasteurisasi : Proses pembunuhan mikroba patogen dengan suhu terkendali berdasarkan waktu kematian termal bagi tipe patogen yang paling resisten untuk dibasmi. Biasanya digunakan untuk mensterilkan alat yang sederhana seperti jarum ose. Pasteurisasi biasanya dilakukan untuk susu. Suhu efektifnya adalah 160oC selama 2 jam. b) Tyndalisasi : Pemanasan yang dilakukan biasanya pada makanan dan minuman kaleng. anggur dan makanan asam lainnya. Namun spora dan beberapa virus masih dapat hidup. e) Flaming : Pembakaran langsung alat-alat laboratorium diatas pembakar bunsen dengan alkohol atau spiritus tanpa terjadinya pemijaran. daya tembus kuat dan kelembaban sangat tinggi sehingga mempermudah koagulasi protein sel-sel mikroba yang menyebabkan sel hancur. Sangat efektif untuk sterilisasi karena menyediakan suhu jauh di atas titik didih. Suhu pemanasan adalah 65oC selama 30 menit dalam waktu tiga hari berturut-turut. dll. Boiling dapat membunuh sel vegetatif bakteri yang patogen maupun non patogen. 2) Panas kering. f) Pengendalian Mikroba dengan Radiasi Bakteri terutama bentuk sel vegetatifnya dapat terbunuh dengan penyinaran sinar ultraviolet (UV) dan sinar-sinar ionisasi. proses cepat. . Alat yang digunakan : pressure cooker. alat suntik. Biasanya dilakukan pada alat-alat kedokteran gigi. pipet. Tyndalisasi dapat membunuh sel vegetatif sekaligus spora mikroba tanpa merusak zat-zat yang terkandung di dalam makanan dan minuman yang diproses. Suhu pemanasan adalah 65oC selama 30 menit.

b) Sinar Ionisasi : Sinar ionisasi adalah sinar X. Agen kimia yang baik adalah yang memiliki kemampuan membunuh mikroba secara cepat dengan dosis yang rendah tanpa merusak bahan atau alat yang didisinfeksi. antibiotika. dimana yang tersaring hanyalah bakteri saja. Diantara jenis filter bakteri yang umum digunakan adalah : Berkefeld (dari fosil diatomae). Seitz (dari asbes) dan seluosa. Pada prinsipnya.30 a) Sinar UV : Bakteri yang berada di udara atau yang berada di lapisan permukaan suatu benda yang terpapar sinar UV akan mati. sinar beta dan sinar gamma. a) Filter bakteriologis biasanya digunakan untuk mensterilkan bahan-bahan yang tidak tahan terhadap pemanasan. cara kerja agen kimia ini digolongkan menjadi : a) Agen kimia yang merusak membran sel mikroba. . Semakin tinggi konsentrasinya maka efektivitasnya semakin meningkat. sinar alfa. Sinar gamma : Kekuatan radiasinya besar dan efektif untuk sterilisasi bahan makanan. Chamberland (dari porselen). - Sinar beta : Daya penetrasinya sedikit lebih besar daripada sinar X. misalnya larutan gula. serum. b) Agen kimia yang merusak enzim mikroba. dll. Penelitian dan penemuan senyawa kimia baru terus berkembang. antitoksin. telah banyak agen kimia yang berpotensi untuk membunuh atau menghambat mikroba. g) Pengendalian Mikroba dengan Filtrasi Ada dua filter. Sterilisasi dengan sinar ionisasi memerlukan biaya yang besar dan biasanya hanya digunakan pada industri farmasi maupun industri kedokteran. - Sinar X : Daya penetrasi baik namun perlu energi besar. c) Agen kimia yang mendenaturasi protein. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi efektivitas agen kimia di dalam mengendalikan mikroba. Teknik filtrasi prinsipnya menggunakan penyaringan. b) Filter udara berefisiensi tinggi untuk menyaring udara berisikan partikel (High Efficiency Particulate Air Filter atau HEPA) memungkinkan dialirkannya udara bersih ke dalam ruang tertutup dengan sistem aliran udara laminar (Laminar Air Flow) h) Pengendalian Mikroba dengan Bahan Kimia Saat ini. yaitu : a) Konsentrasi agen kimia yang digunakan. yaitu filter bakteriologis dan filter udara. - Sinar alfa : Memiliki sifat bakterisidal tetapi tidak memiliki daya penetrasi.

seperti alkohol. 2. a) Agen Kimia yang merusak membran sel 1. d) Adanya bahan organik dan ekstra. Golongan fenol. dan evaluasi hasil. yang bertujuan untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi dan bermanfaat. gliserol dan bahan-bahan asam dan alkalis. merkuri. mampu tumbuh pesat. Yang dimaksud dengan pangan disini mencakup semua makanan. yaitu golongan anionik. dan ilmu yang mempelajari tentang mikroba yang sering ditemukan pada pangan disebut mikrobiologi pangan. Golongan logam berat seperti arsen. Golongan oksidator seperti golongan halogen. peroksida hidrogen dan formaldehid. Semakin lama bahan tersebut kontak dengan bahan yang disterilkan maka hasilnya akan semakin baik. baik bahan baku pangan maupun yang sudah diolah. e) pH atau derajat keasaman. Golongan Surfaktans (Surface Active Agents). Makhluk yang sangat kecil tersebut disebut mikroorganisme atau mikroba. di bawah kondisi terkendali. c) Agen Kimia yang menyebabkan denaturasi protein Agen kimiawi yang menyebabkan terjadinya koagulasi dan presipitasi protoplasma. Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mikrobiologi industri adalah isolasi dan seleksi mikroorganisme. Efektivitas bahan kimia dapat berubah seiring dengan perubahan pH. memiliki sifat potensial menjamin proses biotransformasi berlangsung sesuai dengan tujuan yang . dll.31 b) Waktu kontak. Mikrobiologi Industri Mikrobiologi industri membahas perbanyakan mikroorganisme dalam jumlah besar. b) Agen Kimia merusak enzim 1. seleksi media yang sesuai dengan tujuan. Mikroba yang berkapsul dan berspora lebih resisten dibandingkan yang berkapsul dan berspora. Penentuan produk industri menggunakan jasa mikroorganisme sangat tergantung dari sifatsifat mikroorganisme yang dipilih. Adanya bahan-bahan organik dapat menurunkan efektivitas agen kimia. 2. Mikrobiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari makhluk hidup yang sangat kecil yang hanya dapat dilihat dengan menggunakan lensa pembesar atau mikroskop. tidak patogenik. kationik dan nonionik. sterilisasi semua bagian penting untuk mencegah kontamitasi oleh mikroba lain. Mikroorganisme yang dipilih harus memenuhi kriteriakriteria: memiliki sifat-sifat yang stabil. perak. c) Sifat dan jenis mikroba.

Senyawa mikroba komersial diproduksi dalam dua tahap yang berbeda: fermentasi dan pemulihan produk. curah hujan. mikroorganisme. Produk pemulihan dan pemurnian melibatkan serangkaian operasi. membuat produksi skala besar kemungkinan senyawa alami kompleks yang lain akan sangat sulit diperoleh. ekstraksi. Langkah pertama biasanya melibatkan gangguan sel atau pemisahan sel atau puing-puing selular dari media cairan. dimana gas dari komposisi yang terkontrol dan aliran ditiupkan melalui diaduk mikroba murni disuspensikan dalam medium cair komposisi gizi yang optimal. atau bioremediasi.32 diharapkan. Bioremediasi keberhasilan telah dicapai dengan menggunakan bakteri asli untuk menurunkan produk minyak bumi. bersama dengan perkembangan teknologi di Bioprocessing. enzim-enzim yang dihasilkan mikroorganisme. Produk yang paling terlihat dari mikrobiologi industri adalah terapi untuk kesehatan manusia. diagnostik. Segera setelah itu penemuan. dan industri dan pembersihan limbah berbahaya. herbisida diklorinasi beracun. Mikroorganisme yang terpilih ini berupa galur-galur unggul. kelas terbesar obat. perlindungan lingkungan. telah menjadi sangat penting. terutama antibiotik. Dengan teknologi DNA rekombinan.yang dikehendaki. secara selektif diperkenalkan pada tingkat komersial. Pada tahun 1950. Sedangkan penentuan media dan bagian pengendali proses lainnya disesuaikan dengan spesifikasi sifat mikroorganisme serta enzim-enzimnya. mikrobiologi industri mengalihkan fokus kepada produksi agen terapeutik. Kemudian tahap pemurnian termasuk halus filtrasi membran. dan kromatografi. Teknik yang dikembangkan secara bertahap untuk fermentasi murnibudaya dan perbaikan strain. hanya pada abad kesembilan belas adalah aktivitas mikroba yang berkaitan dengan proses fermentasi. terutama bakteri. Kemajuan dalam biologi molekuler telah sangat meningkatkan potensi aplikasi mikrobiologi industri di bidang-bidang seperti pengobatan. dan untuk peningkatan hasil lanjutan. Teknik rekayasa genetika. Mikroorganisme masih memiliki kemampuan luar biasa untuk menghasilkan antibiotik komersial baru. biasanya melalui sentrifugasi dan filtrasi. banyak protein dan polipeptida yang hadir secara alami dalam tubuh manusia dalam jumlah jejak dapat diproduksi dalam jumlah besar selama fermentasi mikroorganisme rekombinan. Produksi biasanya terjadi di dalam fermentor batch. tetapi kemajuan besar dalam mikrobiologi industri terjadi selama Perang Dunia II dengan produksi skala besar penisilin oleh fermentasi terendambudaya. dan biocides beracun. dan pertanian. Macam-macam tipe produk industri dari mikroorganisme antara lain : sel-sel mikroorganisme itu sendiri sebagai produk . Aktivitas mikroba telah lama menjadi dasar untuk fasilitas pengolahan limbah. metabolit dari mikroorganisme. Mikrobiologi Pangan . Meskipun produk fermentasi telah dikonsumsi selama ribuan tahun. sintesis mikroba merupakan metode yang disukai produksi untuk obat kesehatan yang paling peduli dengan kimia yang kompleks.

Tanah merupakan sumber pencemaran bakteri-bakteri yang berasal dari tanah. Bacillus cereus . misalnya di dalam air. Sedangkan mikroba yang menguntungkan adalah yang berperan dalam proses fermentasi pangan. termasuk di antaranya bakteri-bakteri penyebab penyakit saluran pencemaan. melalui hewan dan manusia. sedangkan mikroba yang menguntungkan dirangsang pertumbuhannya. Mikroba juga dapat masuk ke dalam pangan melalui tanah selama penanaman atau pemanenan sayuran.33 Pertumbuhan mikroba pada pangan dapat menimbulkan berbagai perubahan. mikroba mungkin berasal dari kulit dan bulu hewan tersebut dan dari saluran pencemaan. Oleh karena itu orang tersebut dapat menjadi sumber pencemaran pangan jika ditugaskan menangani atau mengolah pangan.oncom. ditambah dengan pencemaran dari sumber-sumber lainnya seperti air dan tanah. dll. Selain itu orang yang sedang menderita atau baru sembuh dari penyakit infeksi saluran pencemaan seperti tifus. kolera dan disenteri. Air merupakan sumber pencemaran bakteri yang berasal dari kotoran hewan dan manusia. Pangan yang berasal dari tanaman dan hewan yang terkena penyakit dengan sendirinya juga membawa mikroba patogen yang menyebabkan penyakit tersebut. Oleh sebab itu dengan mengetahui sifat-sifat mikroba pada pangan kita dapat mengatur kondisi sedemikian rupa sehingga pertumbuhan mikroba yang merugikan dapat dicegah. Pangan yang berasal dari tanaman membawa mikroba pada permukaannya dari sejak ditanam. hewan. baik yang merugikan maupun yang menguntungkan. Pada pangan yang berasal dari hewan. Oleh karena itu mikroba dapat masuk ke dalam pangan melalui berbagai cara. terutama bakteri pembentuk spora yang sangat tahan terhadap keadaan kering. udara. tanaman. dan salah satu bakteri yang berasal dari tangan manusia. misalnya dalam pembuatan tempe. tape. juga merupakan pembawa bakteri penyebab penyakit tersebut sampai beberapa hari atau beberapa minggu setelah sembuh. kita dapat melakukan tindakan untuk mencegah masuknya mikroba pada pangan. Jenis-jenis Mikroorganisme Beberapa bakteri patogen yang dapat mengakibatkan keracunan melalui pangan adalah: 1. kecap. Tangan manusia merupakan sumber pencemaran bakteri yang berasal dari luka atau infeksi kulit. melalui debu dan udara. Dengan mengetahui berbagai sumber pencemaran mikroba. Mikroba yang merugikan misalnya yang menyebabkan kerusakan atau kebusukan pangan. misalnya melalui air yang digunakan untuk menyiram tanaman pangan atau mencuci bahan baku pangan. yaitu Staphylococcus. dan yang sering menimbulkan penyakit atau keracunan pangan. tauco. dapat menyebabkan keracunan pangan. dan pencemaran selama tahap-tahap penanganan dan pengolahan pangan. dan manusia. tanah. Mikroba terdapat dimana-mana. ditambah dengan pencemaran dari lingkungan di sekitamya. terutama bila air tersebut tercemar oleh kotoran hewan atau manusia.

nyeri perut seperti kram. Staphilococcus aureusmerupakan bakteri berbentuk kokus/bulat. bersifat meracuni saraf (neurotoksik) yang dapat menyebabkan paralisis. letih. dan tidak menghasilkan spora. tergolong bakteri Gram-positif. tenggorokan dan hidung terasa kering. 3. berupa mual. diare. Sedangkan spora bersifat resisten terhadap suhu pemanasan normal dan dapat bertahan hidup dalam pengeringan dan pembekuan. tetapi toksin akan tetap tertinggal. muntah. tetapi Staphilococcus aureus merupakan bakteri yang paling banyak menyebabkan keracunan pangan. Gejala keracunan: Gejala botulism berupa mual. Toksin yang dihasilkan bakteri ini bersifat tahan panas sehingga tidak mudah rusak pada suhu memasak normal. pandangan berganda. Toksin dapat rusak secara bertahap saat pendidihan minimal selama 30 menit. diare berair. distensi abdominal. Keracunan akan timbul jika seseorang menelan bakteri atau bentuk sporanya. seperti telur dan . Toksin botulinum bersifat termolabil. Salmonella Salmonella merupakan bakteri Gram-negatif. dan tidak membentuk spora. bersifat aerobik fakultatif. kemudian bakteri bereproduksi dan menghasilkan toksin di dalam usus. demam ringan Beberapa bakteri patogen yang dapat menginfeksi tubuh melalui pangan sehingga menimbulkan sakit adalah: 1. paralisis. lemah otot. sakit kepala. pening. Masa sakit dapat berlangsung selama 2 jam sampai 14 hari. dan pada beberapa kasus dapat menimbulkan kematian. atau seseorang mengkonsumsi pangan yang telah mengandung toksin tersebut. Gejala keracunan: Bila seseorang mengalami keracunan yang disebabkan oleh toksin penyebab diare. bersifat aerobik. tergolong dalam bakteri Gram-positif. dan dapat membentuk endospora. Bakteri dapat mati. Salmonella bisa terdapat pada bahan pangan mentah. Gejala dapat timbul 12-36 jam setelah toksin tertelan. dan tidak tahan asam tinggi. bersifat anaerob fakultatif.34 Bacillus cereus merupakan bakteri yang berbentuk batang. Staphilococcus aureus Terdapat 23 spesies Staphilococcus. muntah (lebih dari 24 jam). Gejala keracunan: Gejala keracunan dapat terjadi dalam jangka waktu 4-6 jam. hilangnya nafsu makan. maka gejala yang timbul berhubungan dengan saluran pencernaan bagian bawah berupa mual. nyeri perut. Pemanasan pangan sampai suhu 800 C selama 30 menit cukup untuk merusak toksin. bersifat anaerobik. yang terjadi 8-16 jam setelah mengkonsumsi pangan 2. kram perut hebat. Clostridium botulinum Clostridium botulinum merupakan bakteri Gram-positif yang dapat membentuk spora tahan panas. Toksin yang dihasilkan dinamakan botulinum. motil.

Banyak orang dapat pulih tanpa pengobatan. gejala yang terjadi adalah diare. Bakteri ini tergolong bakteri Gram-negatif. diare. Di dalam usus. daging mentah. Escherichia coli O157:H7 merupakan tipe EHEC yang terpenting dan berbahaya terkait dengan kesehatan masyarakat. tetapi ada pula yang bersifat patogen terhadap manusia. usus manusia dan hewan. 2. Gejala keracunan: Pada kebanyakan orang yang terinfeksi Salmonella. dan dapat memfermentasi laktosa. Bakteri ini terdapat di tanah. seperti Enterohaemorragic Escherichia coli (EHEC). susu mentah. dan cemaran fekal pada air dan pangan. Gejala dapat berlangsung selama lebih dari 7 hari. E. Escherichia coli Bakteri Escherichia coli merupakan mikroflora normal pada usus kebanyakan hewan berdarah panas. sel-sel vegetatif bakteri akan menghasilkan enterotoksin yang tahan panas dan dapat menyebabkan sakit.35 daging ayam mentah serta akan bereproduksi bila proses pamasakan tidak sempurna. berbentuk batang. mual. tetapi pada kasus yang lebih berat dapat berlangsung selama 1-2 minggu (terutama pada anak-anak dan orang lanjut usia). kram perut. Gejala lainnya adalah menggigil. Kebanyakan strain tidak bersifat membahayakan. Clostridium perfringens dapat menghasilkan 5 enterotoksin yang tidak dihasilkan pada makanan sebelum dikonsumsi. sakit kepala. tidak membentuk spora. Gejala keracunan: Gejala keracunan dapat terjadi sekitar 8-24 jam setelah mengkonsumsi pangan yang tercemar bentuk vegetatif bakteri dalam jumlah besar. Sakit yang diakibatkan oleh bakteri Salmonella dinamakan salmonellosis. Clostridium perfringens Clostridium perfringens merupakan bekteri Gram-positif yang dapat membentuk endospora serta bersifat anaerobik. kebanyakan bersifat motil (dapat bergerak) menggunakan flagela. dapat menghasilkan gas dari glukosa. tetapi dihasilkan oleh bakteri di dalam usus. misalnya daging mentah. mual. coli dapat masuk ke dalam tubuh manusia terutama melalui konsumsi pangan yang tercemar. Gejala keracunan: . dan muntah. dan bahan pangan kering. dan jarang disertai muntah. Gejala dapat berlanjut selama 12-48 jam. Gejala yang timbul berupa nyeri perut. orang lanjut usia. serta orang yang mengalami gangguan sistem kekebalan tubuh. 3. ada yang mempunyai kapsul. unggas. daging yang dimasak setengah matang. tetapi infeksi Salmonella ini juga dapat membahayakan jiwa terutama pada anak-anak. dan demam yang timbul 8-72 jam setelah mengkonsumsi pangan yang tercemar.

Bioteknologi dengan menggunakan Mikroorganisme Pada umumnya bioteknologi menggunakan mikroorganisme karena dapat tumbuh dengan cepat. maka spora-spora tersebut dapat tumbuh menjadi bakteri serta menghasilkan toksin. mengandung protein yang cukup tinggi. Clostridium Aerofoeticum dan C. e.36 Gejala penyakit yang disebabkan oleh EHEC adalah kram perut. Clostridia Anaerob Bakteri ini berkembang dalam produksi pengalengan daging di mana pemanasan yang dilakukan tidak cukup. demam. Pseudomonas Cocovenenans Pseudomonas Cocovenenans terdapat pada tempe bongkrek. Bakteri pada pencemaran makanan lainnya yaitu : a. dapat menggunakan produk-produk sisa . dan muntah. Aspergillus Flavus Bakteri ini terdapat pada udang dalam kondisi tertentu yang menyebabkan bakteri ini berkembang dan menghasilkan racun Aflatoksin yang berbahaya sekali jika sampai termakan. b. diare (pada beberapa kasus dapat timbul diare berdarah). Neurospora Sitophila Bakteri ini terdapat pada oncom yang dalam pembuatannya menggunakan ragi berupa jamur Monilia Sitophila yaitu salah satu spesies jamur tak sempurna. d. mual. Dalam keadaan tertutup dengan pernafasan anaerob dari bakteri ini dan suhu yang menguntungkan. karena spora-spora yang tidak mati dalam proses pasteurisasi. yaitu makanan khas di Jawa tengah yang terbuat dari ampas kelapa. c. Welchii Ciri dari pencemaran makanan oleh bakteri ini adalah adanya bau busuk pada makanan tersebut. sedangkan pada kasus sedang berkisar antara 3-4 hari. Clostridium Welchii dan Perfringens Bakteri ini biasanya terdapat dalam makanan-makanan kaleng. Masa inkubasi berkisar 3-8 hari. f.

pembasmi hama tanaman. bawang merah dan putih. Sebelum membuat tape perlu diperhatikan untuk menghasilkan kualitas yang bagus. e memperhatikan keadaan lingkungan pada saat menyimpannya. air tebu. memilih cara menyimpan tape (dengan plastik atau daun). Tempe terbuat dari kedelai dengan bantuan jamur Rhizopus sp. Meskipun merupakan makanan yang sederhana. Adakalanya pembuatan tape ketan dilanjutkan yang akhirnya akan menghasilan brem. pemisah logam dari bijih logam. Makanan ini dibuat dari beras ketan ataupun singkong dengan jamur Endomycopsis fibuligera. tetapi tempe mempunyai atau mengandung sumber protein nabati yang cukup tinggi. Mikroorganisme Pengubah dan Penghasil Makanan dan Minuman Proses fermentasi dari suatu organisme dapat mengubah suatu makanan dan minuman. Mengapa mikroorganisme dijadikan sebagai sumber makanan? Hal tersebut disebabkan mikroorganisme dapat tumbuh menjadi dua kali lipat dan juga massa mikroba minimal mengandung 40% protein dan memiliki kandungan vitamin dan mineral yang tinggi. penghasil obat. memilih cara pemasakan bahan dasar (ditanak atau direbus). Ragi tersebut tersusun oleh tepung beras. a. kayu manis. bahan dasar singkong atau beras ketan memiliki kualitas baik. Pembuatan Tape Tape merupakan makanan hasil fermentasi yang mengandung alkohol. warnanya menarik. d. rasanya manis dan strukturnya lembut dengan menggunakan cara antara lain: a. Ingatlah kembali pelajaran Metabolisme. Rhizopus oryzae. b. baik untuk diminum atau untuk kue. Beberapa jenis mikroorganisme dalam produk makanan dan minuman adalah sebagai berikut. memperhitungkan macam dan banyak ragi yang digunakan. proses fermentasi merupakan perubahan enzimatik secara anaerob dari suatu senyawa organic dan menjadi produk organik yang lebih sederhana.37 sebagai substratnya misalnya dari limbah dapat menghasilkan produk yang tidak toksik dan reaksi biokimianya dapat dikontrol oleh enzim organisme itu sendiri. Pembuatan Tempe Tempe adalah makanan yang populer di negara kita. Jamur ini akan mengubah protein kompleks kacang kedelai yang sukar dicerna menjadi protein sederhana . c. b. pengolah limbah. Bioteknologi dengan menggunakan mikroorganisme dapat menghasilkan makanan dan minuman. ataupun Saccharomyces cereviceae sebagai ragi.

kecap udang.38 yang mudah dicerna karena adanya perubahan-perubahan kimia pada protein. Dampak positif dari bioteknologi adalah dapat mengatasi kekurangan bahan makanan karena dapat diproduksi secara cepat dan efisien tempat untuk proses pembuatannya. Perendaman kedelai dilakukan dalam larutan garam. akan dihasilkan antibiotika yang akan mencegah penyakit perut seperti diare. atau kelapa. Bakteri yang digunakan adalah Lactobacillus sp. tergantung pada waktu. maka pembuatan kecap dinamakan fermentasi garam. Bagaimana rasa perut Anda apabila makan tempe setiap hari? Bagaimana pula cara membuat tempe? Coba Anda lihat kembali pelajaran kelas X tentang jamur atau fungi! c. misalnya protein sel tunggal. lipase protease yang aktif selama proses fermentasi. Neurospora dapat mengeluarkan enzim amilase. Coba Anda perhatikan beberapa kecap di pasaran. dan menyediakan energy misalnya biogas. Selama proses fermentasi kedelai menjadi tempe. hormon insulin sehingga dapat membantu kesehatan tubuh manusia. Ada juga kecap ikan. serta bermanfaat bagi kehidupan manusia. d. ada pula yang encer. sedangkan kecap yang encer dikarenakan mengandung lebih banyak garam. sedangkan warna larutan kecap yang terjadi. dapat menghasilkan obatobatan. Jamur ini dapat menghasilkan zat warna merah atau oranye yang merupakan pewarna alami.Mikroorganisme tersebut mengubah zat gula yang terdapat dalam sayuran menjadi asam laktat. Pembuatan Asinan Sayuran Asinan sayuran merupakan sayuran yang diawetkan dengan jalan fermentasi asam. atau gula kelapa. Untuk mempercepat fermentasi biasanya dicampurkan sumber karbohidrat atau energi yang berbentuk tepung beras atau nasi.. juga dapat menguraikan bahanbahan dinding sel ampas kacang kedelai. lemak. Fermentasi pada proses pembuatan kecap dengan menggunakan jasmur Aspergillus wentiidan Rhizopus sp. antibodi. yaitu ampas kedelai dengan bantuan jamur Neurospora sitophila. Perkembangan bioteknologi saat ini sangat berkembang dan dapat membantu. Pembuatan Kecap Kecap terbuat dari kacang kedelai berwarna hitam. singkong. Fermentasi ini juga menyebabkan terbentuknya sedikit alkohol dan berbagai ester yang beraroma sedap. Itu bisa dilakukan karena selama proses pembuatan ada penambahan sari ikan ataupun sari udang ke dalamnya. gula aren. Streptococcus sp. . Kecap yang kental karena banyak ditambahkan gula merah. Oncom terbuat dari ampas tahu.. e. dapat membantu mengatasi pencemaran lingkungan. dan Pediococcus. ada yang kental. dan karbohidrat. Selain itu. Asam laktat yang terbentuk dapat membatasi pertumbuhan mikroorganisme lain dan memberikan rasa khas pada sayuran yang difermentasi atau sering dikenal dengan nama „acar‟. Pembuatan Oncom Pernahkan Anda makan oncom? Oncom merupakan makanan yang dikenal di kawasan Jawa Barat. dan sebagainya.

misalnya mengubah gen bakteri menjadi ganas yang digunakan sebagai senjata biologi. lingkungan. dan masyarakat. Sampai saat ini manusia terus menerus menggali dan mengkaji rahasia alam yang belum terungkap. Perkembangan bioteknologi telah banyak memberikan sumbangan baik bagi sains. teknologi. Ada juga kekhawatiran manusia sendiri dengan keterampilan merekayasa genetik dapat dimanfaatkan untuk kejahatan. Dengan munculnya tumbuhan dan hewan transgenic dikhawatirkan akan mempengaruhi keseimbangan lingkungan.39 Jika manusia kesulitan dalam memperoleh keturunan dapat diatasi dengan adanya bayi tabung. Selain menguntungkan perkembangan bioteknologi juga menimbulkan dampak negatif misalnya adanya penemuan bayi tabung dan kloning yang menimbulkan pro dan kontra masyarakat. Pengendalian secara bahan kimia Zat kemoterapiotik . sulit dikendalikan. bahkan dapat membahayakan keselamatan manusia itu sendiri.