LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA DASAR 1

PERCOBAAN 1
SIFAT-SIFAT UNSUR

NAMA
NIM
GOLONGAN/KELOMPOK
HARI/TANGGAL PERCOBAAN
ASISTEN

: IKA DWIYULITA
: H31114302
: H5/5
: KAMIS/30 OKTOBER 2014
: NUR HASNI

LABORATORIUM KIMIA DASAR
JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2014

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Di alam semesta terdapat ratusan jenis unsur kimia. Sampai saat ini sudah
ditemukan kurang lebih 115 macam unsur dengan sifat-sifat yang khas untuk setiap
unsur. Ketika unsur yang di kenal sudah banyak, para ahli berupaya membuat
pengelompokan sehingga unsur-unsur tersebut tertata dengan baik. Puncak dari
usaha-usaha para ahli tersebut adalah terciptanya suatu daftar yang disebut sistem
periodik unsur-unsur. Sistem periodik ini mengandung banyak informasi mengenai
sifat-sifat unsur sehingga dapat membantu kita dalam mempelajari dan mengenali
unsur-unsur yang kini jumlahnya 155 macam.
Dalam tabel periodik unsur terdapat unsur-unsur yang dikelompokkan dalam
suatu golongan atau suatu periode. Unsur-unsur dalam satu golongan merupakan
kelompok unsur-unsur yang dalam satu periodik memiliki sifat-sifat yang mirip.
Adapun unsur-unsur dalam satu periode merupakan suatu kelompok unsur-unsur
yang sifatnya berubah secara periodik. Dalam tabel periodik unsur dikenal adanya
unsur-unsur golongan utama dan golongan transisi. Penggunaan suatu bahan
bergantung pada sifat-sifat dari bahan tersebut. Oleh karena itu, penting bagi kita.
untuk mengetahui sifat-sifat dari berbagai jenis zat, baik unsur, senyawa maupun
campuran. Kita membedakan sifat-sifat zat atas sifat fisis dan sifat kimia. Sifat fisis
menyangkut penampilan (wujud, kekerasan, warna, bau, dan rasa) serta sifat-sifat
yang tidak melibatkan pengubahan zat itu menjadi zat lain sedangkan sifat kimia
berkaitan dengan reaksi-reaksi yang dapat dialami oleh zat itu, seperti kereaktifan,
daya oksidasi, daya reduksi, sifat asam, dan sifat basa.

Berdasarkan uraian tersebut, maka dilakukanlah percobaan ini agar kita dapat
secara langsung bisa membedakan sifat-sifat unsur terutama unsur golongan IA dan
juga IIA.

1.2 Maksud dan Tujuan Percobaan
1.2.1

Maksud Percobaan

Maksud dari percobaan ini ialah untuk mengetahui sifat-sifat unsur terutama
sifat fisik dan kimianya.

1.2.2

Tujuan Percobaan

Mempelajari beberapa sifat unsur golongan alkali (IA) dan alkali tanah (IIA).

1.3 Prinsip Percobaan
Prinsip dari percobaan ini adalah mereaksikan logam alkali (IA) dan golongan
alkali tanah (IIA) dengan beberapa perlakuan, seperti direaksikan dengan air dingin,
pemanasan, dan penambahan indikator phenolptalin (PP). Dan mereaksikan larutan
alkali (IA) dan alkali tanah (IIA) dengan H2SO4 dan NaOH, kemudian mengamati
kelarutan yang terjadi.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Dalam satu golongan, dari Litium sampai Sesium, jari-jari unsur akan
meningkat. Letak elektron valensi terhadap inti atom semakin jauh. Oleh sebab itu,
kekuatan tarik-menarik antara inti atom dengan elektron valensi semakin lemah.
Dengan demikian, energi ionisasi akan menurun dari Litium sampai Sesium. Hal
yang serupa juga ditemukan pada sifat keelektronegatifan unsur . Secara umum,
unsur Alkali memiliki titik leleh yang cukup rendah dan lunak, sehingga logam
Alkali dapat diiris dengan pisau. Unsur Alkali sangat reaktif, sebab mudah
melepaskan elektron (teroksidasi) agar mencapai kestabilan (konfigurasi elektron ion
Alkali menyerupai konfigurasi elektron Gas Mulia). Dengan demikian, unsur Alkali
jarang ditemukan bebas di alam. Unsur Alkali sering dijumpai dalam bentuk
senyawanya. Unsur Alkali umumnya bereaksi dengan unsur lain membentuk
senyawa halida, sulfat, karbonat, dan silikat (Triosa, 2012)
Logam alkali adalah kelompok unsur-unsur yang berada di golongan IA pada
tabel periodik unsur, yaitu Litium (Li), Natrium (Na), Kalium (K), Rubidium (Rb),
Cesium (Cs), dan Fransium (Fr). Logam pada golongan IA disebut sebagai logam
alkali disebabkan oksida-oksida logam pada golongan tersebut cepat larut dalam air
dan menghasilkan larutan yang bersifat basa kuat (Chang, 2002).
Logam alkali dapat bereaksi dengan air membentuk hidroksida logam alkali
dengan melepaskan gas hidrogem, dapat membentuk oksida, perioksida bahkan
superioksida yang ketiganya menghilangkan bentuk kilapan logamnya. Selain litium
yang hanya dapat membentuk oksida, maka logam yang lain dapat membentuk

perioksida dan untuk K, Rb dan Cs dapat pula membentuk superoksida logam alkali
(Tim Dosen Kimia, 2013).
Menurut Sunarya (2004) bahwa logam alkali mempunyai konfigurasi
elektron np6 (n+1)s1. Konfigurasi elektron ini berlaku untuk semua logam alkali
kecuali Litium (Li). Terdapat pengecualian pada Litium karena sesuai dengan nomor
atom Litium, hanya ada 3 elektron yang mengelilingi inti atomnya, sehingga hanya
mengisi subkulit s. Untuk lebih jelasnya, perhatikan perbandingan konfigurasi Litium
dengan Natrium berikut ini:
3Li

: 1s2 2s1

11Na : 1s2 2s2 2p6 3s1 (memenuhi rumus np6 (n+1)s1).
Dari konfigurasi elektron logam alkali juga dapat dilihat bahwa logam alkali
hanya memiliki 1 elektron pada kulit terluarnya atau dikatakan mempunyai valensi 1.
Layaknya unsur-unsur logam lainnya, logam alkali juga cenderung melepaskan
elektron pada kulit terluarnya (bersifat elektropositif)

sehingga membentuk ion

bermuatan +1 atau dapat juga dikatakan bertindak sebagai kation (Sunarya, 2004).
Sifat fisika dan sifat kimia unsur logam alkali hampir sama, kekuatannya bertambah
secara periodik dari atas ke bawah sesuai dengan konfigurasi elektronnya
(Chang, 2002).
Logam alkali tanah terdiri dari 6 unsur yang terdapat di golongan IIA. Yang
termasuk ke dalam golongan IIA yaitu Berilium (Be), Magnesium (Mg), Calcium
(Ca), Stronsium (Sr), Barium (Ba),

dan Radium (Ra). Konfigurasi elektron

terluaranya membentuk ion M2+ dengan konfigurasinya menyerupai konfigurasi gas
mulia yang stabil dan karakter meningkat dari berilium ke barium. Reaktifitas logam
alkali tanah dengan air sangat berbeda-beda yaitu , Berilium tidak bereaksi dengan
air, magnesium bereaksi lambat dengan air mendidih dan Kalsium, Stronsium serta

Barium cukup reaktif dengan air dingin. (Tim Dosen Kimia, 2013).
Unsur-unsur golongan II A disebut alkali tanah karena dapat membentuk basa,
tetapi senyawa-senyawanya kurang larut dalam air. Unsur alkali tanah umumnya
ditemukan dalam bentuk senyawa berupa deposit (endapan) dalam tanah. Logam
alkali tanah juga tergolong aktif tetapi kereaktifannya kurang dibandingkan logam
alkali seperiode dan hanya akan terbakar di udara bila dipanaskan, kecuali Berilium.
Logam alkali tanah larut dalam air membentuk basa (Rochani, 2009).
Tiap logam memiliki konfigurasi elektron sama seperti gas mulia atau
golongan VIII A, setelah ditambah 2 elektron pada lapisan kulit spaling luar.
Contohnya konfigurasi elektron pada Magnesium (Mg) yaitu 1s22s22p63s2 atau (Ne)
3s2. Ikatan yang dimiliki kebanyakan senyawa logam alkali tanah adalah ikatan ionik.
Karena, elektron paling luarnya telah siap untuk dilepaskan, agar mencapai
kestabilan (Sunarya, 2004).
Unsur alkali tanah memiliki reaktifitas tinggi, sehingga tidak ditemukan
dalam bentuk monoatomik. Unsur ini mudah bereaksi dengan oksigen, dan logam
murni yang ada di udara, membentuk lapisan luar pada oksigen (Chang, 2002).
Sifat elemen kadang-kadang digolongkan sebagai baik kimia atau fisik. Sifat
kimia biasanya diamati dalam proses reaksi kimia, sedangkan sifat fisik yang diamati
dengan memeriksa sampel dari unsur murni. Sifat-sifat kimia suatu unsur adalah
karena distribusi elektron di sekitar inti atom, terutama elektron terluar, atau valensi,
melainkan elektron ini yang terlibat dalam reaksi kimia. Sebuah reaksi kimia tidak
memengaruhi inti atom dan nomor atom karena itu tetap tidak berubah dalam reaksi
kimia (Chang, 2002).
Unsur-unsur utama (IA – VIIIA) dalam golongan yang sama memiliki
konfigurasi elektron valensi yang sama. Akibatnya, unsur-unsur tersebutmemiliki

kecenderungan sifat-sifat kimia dan fisika yang mirip, sepertisifat logam, bukan
logam, muatan ion, dan kemampuan bereaksi (Sunarya, 2004).
Bahwa ciri khas yang paling menyolok dari logam alkali dan alkali tanah
adalah keaktifannya yang luar biasa besar.Karena logam-logam ini begitu aktif
sehingga mereka tak terdapat sebagai unsur,bila bersentuhan dengan udara atau
air.Tak satupun dari unsur- unsur IA dan IIA terdapat di alam dalam keadaan
unsurnya.Semua unsur alkali terdapat dalam senyawaan alam sebagai ion unipositif
(positif-satu),semua unsur alkali tanah terdapat sebagai ion dipositif (positif-dua)
(Sunarya, 2004).

BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN

3.1 Alat Percobaan
Alat-alat yang digunakan pada percobaan ini adalah tabung reaksi, pipet tetes,
gelas piala, penjepit tabung, dan pemanas.

3.2 Bahan Percobaan
Bahan-bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah Logam Mg dan Ca,
MgCl2, CaCl2, SrCl2, BaCl2 dengan konsentrasi masing-masing 0,5 M, H2SO4 dan
NaOH dengan konsentrasi masing-masing 0,5 M, serta indikator phenolptalin (PP)

3.3 Prosedur Percobaan
3.3.1 Reaktivitas Unsur
Disiapkan 2 tabung reaksi yang berisi air 2 mL. Tabung reaksi diisi dengan
logam Mg dan Ca. Diamati dan diperhatikan reaksi yang terjadi, jika tidak terjadi
reaksi, panaskan tabung hingga terjadi reaksi (terjadinya reaksi ditandai dengan
adanya gelembung-gelembung gas). Teteskan indikator PP pada masing-masing
tabung dan catat perubahan warnanya.

3.3.1 Kelarutan Garam Sulfat
Disiapkan 4 tabung reaksi. Masing-masing tabung reaksi diisi dengan MgCl2,
CaCl2, SrCl2, dan BaCl2 dengan volume 1 mL. Menambahkan masing-masing tabung
dengan 1 mL larutan H2SO4 0,5 M. Mengamati endapan yang terbentuk pada tiap
tabung.

3.3.3 Kelarutan Garam Hidroksida
Menyiapkan 4 tabung reaksi. Mengisi masing-masing tabung reaksi dengan
MgCl2, CaCl2, SrCl2, dan BaCl2 dengan volume 1 mL. Menambahkan masing-masing
tabung dengan 1 mL larutan NaOH 0,5 M. Mengamati endapan yang terbentuk pada
tiap tabung.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Percobaan
4.1.1 Reaktivitas Unsur
Tabel 1: Hasil percobaan reaktivitas unsur
Ditambah air
Unsur
Ditambah air panas
dingin

Ditambah
Phenolptalin (PP)

Mg

Tidak bereaksi

Ada gelembung

Berwarna Ungu

Ca

Tidak bereaksi

Ada gelembung

Berwarna Ungu

4.1.2 Pengendapan Garam Sulfat
Tabel 2: Hasil percobaan pengendapan garam sulfat
Larutan
Ditambah H2SO4 0,5 M

Keterangan

MgCl2 0,5 M

Tidak terjadi endapan

-

CaCl2 0,5 M

Sedikit endapan

+

SrCl2 0,5 M

Banyak endapan

+++

BaCl2 0,5 M

Banyak endapan

+++

4.1.3 Pengendapan Garam Hidroksida
Tabel 3: Hasil percobaan pengendapan garam hidroksida
Larutan
Ditambah H2SO4 0,5 M

Keterangan

MgCl2 0,5 M

Terbentuk endapan

+++

CaCl2 0,5 M

Terbentuk endapan

++

SrCl2 0,5 M

Terbentuk endapan

+

BaCl2 0,5 M

Terbentuk endapan

+

Keteragan

- tidak terjadi endapan

++ endapan sedang

+ sedikit endapan

+++ banyak endapan

4.2 Reaksi
4.2.1 Reaktivitas Unsur
2 Mg + 2 H2O → 2 MgOH + H2
2 Ca + 2 H2O → 2 CaOH + H2
4.2.2 Pengendapan Garam Sulfat
MgCl2 + H2SO4 → MgSO4↓ + 2HCl
CaCl2 + H2SO4 → CaSO4↓ + 2HCl
SrCl2 + H2SO4 → SrSO4↓ + 2HCl
BaCl2 + H2SO4 → BaSO4↓ + 2HCl
4.2.3 Pengendapan Garam Hidroksida
MgCl2 + NaOH → Mg(OH)2↓ + 2HCl
CaCl2 + NaOH → Ca(OH)2↓ + 2HCl
SrCl2 + NaOH → Sr(OH)2↓ + 2HCl
BaCl2 + NaOH → Ba(OH)2↓ + 2HCl

4.3 Pembahasan
Pada percobaan pertama yaitu untuk mengetahui reaktivitas unsur. Dimana
logam Mg dan logam Ca masing-masing dilarutkan dalam air, dipanaskan, dan
ditetesi indikator phenolptalin. Hasilnya, larutan Mg berwarna ungu tua/pekat dan Ca
berwarna ungu muda. Dimana disini, untuk perlakuan dipanaskan berfungsi untuk
mempercepat reaksiyang menunjukkan reaktifitas Ca lebih cepat karena banyaknya

gelembung dibanding Mg sedikit gelembung yang terbentuk.Hal ini membuktikan
Ca lebih reaktif daripada Mg. Sedangkan fungsi dari indikator phenolptalin (PP)
yaitu sebagai indikator asam basa, bila asam akan berwarna transparan dan basa
berwarna merah muda atau ungu. Logam Mg saat diberikan indikator phenolptalin,
berubah warna menjadi ungu tua/pekat, sedangkan logam Ca berubah menjadi ungu
muda. Hal ini membuktikanMg lebih bersifat basa daripada Ca.Dari percobaan ini
dapat disimpulkan bahwa dalam 1 golongan, reaktivitasnya makin bertambah dari
atas ke bawah.
Pada percobaan kedua yaitu mengetahui pengendapan garam sulfat. Dimana
masing-masing 1 mL larutan MgCl20,5 M, CaCl2 0,5 M, SrCl2 0,5 M, dan BaCl2 0,5
M ditambahkan 1 mL H2SO4 0,5 M, dan diamati endapan yang terbentuk. Dari hasil
percobaan dihasilkan MgCl2 + H2SO4 bereaksi membentuk 2 fasa, CaCl2+ H2SO4
terjadi reaksi terbentuk sedikit endapan keruh, SrCl2 + H2SO4 terjadi reaksi terbentuk
endapan putih sedang, dan BaCl2 + H2SO4 terjadi reaksi terbentuk banyak endapan.
Perlakuan penambahan H2SO4 berfungsi sebagai reduktor asam kuat.

Adapun

hubungan kelarutan dengan endapan yaitu semakin tinggi kelarutan semakin sedikit
endapan yang terbentuk dan semakin rendah kelarutan semakin banyak endapan
yang

terjadi.

Urutan

tingkat

pengendapan

yang

paling

banyak

yaitu

BaCl2>SrCl2>CaCl2>MgCl2. Dapat disimpulkan urutan kelarutannya makin ke
bawah semakin rendah.
Pada

percobaan

ketiga

yaitu

mengetahui

pengendapan

garam

hidroksida.Dimana masing-masing 1 mL larutan MgCl2, CaCl2, SrCl2, dan BaCl2
ditambahkan 1 mL NaOH, dan diamati endapan yang terbentuk. Dari hasil percobaan

dihasilkan MgCl2 + NaOH terjadi rekasi terbentuk banyak endapan, CaCl2+ NaOH
terjadi reaksi terbentuk endapan putih sedang, SrCl2 + NaOH terjadi reaksi terbentuk
sedikit endapan keruh, dan BaCl2 + NaOH beraksi terbentuk 2 fasa dan ada
endapan.Adapun hubungan kelarutan dengan endapan yaitu semakin tinggi kelarutan
semakin sedikit endapan yang terbentuk dan semakin rendah kelarutan, semakin
banyak endapan yang terjadi. . Urutan tingkat pengendapan yang paling banyak yaitu
MgCl2>CaCl2>SrCl2>BaCl2.
bertambah dari atas ke bawah.

Dapat

disimpulkan

urutan

kelarutannya

makin

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Dari hasil percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
1.

Kereaktifan logam alkali tanah (IIA) yaitu logam Ca lebih reaktif dibandingkan
dengan logam Mg. Sedangkan sifat basanya yaitu Mg lebih bersifat basa jika
dibandingkan dengan Ca.

2.

Kelarutan garam sulfat dari atas ke bawah semakin rendah. Dimana kelarutan
paling tinggi yaitu MgCl2 dan lebih banyak mengendap yaitu BaCl2.

3.

Kelarutan garam hidroksida bertambah dari atas ke bawah. Dimana Mg(OH)2
kelarutannya paling rendah dan yang paling sedikit mengendap BaCl2.

5.2 Saran
5.2.1 Saran untuk Laboratorium
1.

Sebaikya kuantitas bahan di laboratorium lebih ditingkatkan lagi agar praktikan
tidak kekurangan bahan pada saat praktikum.

2.

Sebaiknya kebersihan alat juga lebih ditingkatkan lagi agar praktikan bisa
memakai langsung alat tersebut tanpa harus membersihkannya lebih dahulu dan
ini juga berhubungan dengan efisiensi waktu praktek praktikan.

5.2.1 Saran untuk Asisten
Sebaiknya asisten memberi kesan yang baik pada awal pertemuan di
laboratorium.

LAMPIRAN
BAGAN KERJA

A. Reaktivitas Unsur
Logam Ca

Logam Mg

- Dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang berisi 2
mL air.
- Diamati dan diperhatikan reaksi
- Dipanaskan ketika tidak terjadi reaksi (terjadinya
reaksi

ditandai

dengan

adanya

gelembung-

gelembung gas.
- Diteteskan indikator PP
- Dicatat perubahan warna yang terjadi.

Hasil

B. Kelarutan Garam Sulfat
1 mL MgCl2
0,5 M

1 mL CaCl2
0,5 M

1 mL SrCl2
0,5 M

- Dimasukkan ke dalam tabung reaksi
- Ditambahkan dengan 1 mL H2SO4 0,5 M
- Diamati pengendapan yang terbentuk
Hasil

1 mL BaCl2
0,5 M

C. Pengendapan Garam Hidroksida
1 mL MgCl2
0,5 M

1 mL CaCl2
0,5 M

1 mL SrCl2
0,5 M

- Dimasukkan ke dalam tabung reaksi
- Ditambahkan dengan 1 mL H2SO4 0,5 M
- Diamati pengendapan yang terbentuk
Hasil

1 mL BaCl2
0,5 M

LEMBAR PENGESAHAN

Makassar, 3 November 2014

Asisten,

Praktikan,

NUR HASNI

IKA DWIYULITA

H31111015

H31114302

LAMPIRAN GAMBAR

A. Reaktivitas Unsur

B. Kelarutan Garam Sulfat

C. Kelarutan Garam Hidroksida

DAFTAR ISI

Chang, R., 2002, Kimia Dasar, Erlangga, Jakarta.
Rochani, S., 2009, Materi Pokok Sistem Periodik Unsur (Online),
(http://eprints.uns.ac.id/25/47/1/13447080201008271.pdf, diakses pada tanggal
6 November 2013 pukul 22.38 WITA).
Sunarya, Y., 2004, Kimia Dasar 1, Bandung, YramaWidya.
Sutresna, N., 2006, Unsur Logam Alkali dan Alkali Tanah (Online),
(http://donytriosa.blogspot.com/2012/10/kimia-unsur-alkali-dan-alkali
tanah.html ) diakses pada tanggal 3 November 2013, pukul 22.30 WITA).
Tim Dosen Kimia Universitas Hasanuddin, 2013, Kimia Dasar, Makassar, UPT
MKU Universitas Hasanuddin.