Nama

: Ahmad Syifaul Qulub

Nmr

: SBY/DEL/14-025

KElas

:A

RANGKUMAN PROTEKSI DASAR
Proteksi sistem tenaga listrik adalah sistem proteksi yang dipasang pada peralatan-peralatan
listrik suatu sistem tenaga listrik, misalnya generator, transformator, jaringan dan lain-lain,
terhadap kondisi abnormal operasi sistem itu sendiri. Kondisi abnormal itu dapat berupa antara
lain: hubung singkat, tegangan lebih, beban lebih, frekuensi sistem rendah, asinkron dan lainlain.
Tujuan dari sistem proteksi adalah sebagai berikut :
1. Mengurangi kerusakan peralatan yang terganggu ,maupun peralatan yang dilewati oleh
arus gangguan.
2. Mengisolir bagian sistem yang terganggu sekecil mungkin dan secepat mungkin.
3. Mencegah meluasnya gangguan.
Adapun fungsi dari sistem proteksi adalah sebagai berikut :
1. Mendeteksi adanya gangguan atau keadaan abnormal pada bagian sistem yang
diamankan
2. Melepas bagian sistem yang terganggu , sehingga bagian sistem yang lainnya masih
dapat terus beroperasi

Proteksi Transformator
Fungsi transformator ialah memindahkan energi dari satu tegangan ke tegangan yang lain
secara magnetic. Pada operasinya trafo tenaga diproteksi dari gangguan yang mungkin terjadi
pada trafo. Peralatan proteksi pada trafo antara lain adalah sebagai berikut :
1. Relay Buchollz
berfungsi untuk mengamankan trafo dari gangguan internal trafo yang menimbulkan gas
dimana gas tersebut timbul akibat adanya hubung singkat di dalam trafo atau akibat busur
di dalam trafo.

3. diantaranya adalah: • Hubung singkat antar lilitan pada atau dalam phasa • Hubung singkat antar phasa • Hubung singkat antar phasa ke tanah • Busur api listrik antar laminasi • Busur api listrik karena kontak yang kurang baik. Relay Sudden Pressure Relay sudden pressure digunakan untuk melindungi trafo dari gangguan tekanan berlebih yang disebabkan oleh gangguan di dalam trafo. Relay ini dipasang pada pipa yang menuju konservator. Cara kerja relay jansen pada prinsipnya sama dengan relay bucholz akan tetapi hanya punya satu kontak tripping. 2.Timbulnya gas dapat diakibatkan oleh beberapa hal. Terdapat 2 jenis relay sudden pressure : . Relay Jansen Relay jansen adalah relay yang digunakan untuk mengamankan trafo dari gangguan di dalam tap changer yang menimbulkan gas.

Relay arus lebih bekerja dengan prinsip instant. Relay arus lebih biasanya di beri kode relay 51 dan dipasang pada sisi primer dan sisi sekunder trafo 6. Type Membran Berupa plat tipis yang di desain sedemikian rupa yang akan pecah apabila menerima tekanan melebiihi desainnya. 5. yaitu relay tersebut akan bekerja seketika ketika terdeteksi adanya arus gangguan. antara lain adalah kejadian flash over antara kumparan dengan kumparan atau kumparan dengan tangki atau belitan dengan belitan di dalam kumparan ataupun beda kumparan. . Relay suhu dibedakan menjadi dua jenis. arus dari tangki akan mengalirke tanah dan akan terdeteksi oleh relay arus lebih melalui CT. Relay Suhu Relay suhu berfungsi untuk melindungi trafo dari temperature yang berlebih. Membrane ini hanya sekali pakai sehingga jika pecah harus diganti yang baru. Type Valve Berupa suatu katup yang ditekan oleh sebuah pegas yang di desain sedemikian rupa sehingga apabila terjadi tekanan di dalam trafo melebihi tekanan pegas maka akan membuka dan membuang tekanan keluar bersama sama sebagian minyak. Besar kenaikan suhu adalah sebanding dengan factor pembebanan dan suhu udara luar trafo. Relay tangki tanah biasa diberi kode relay 51G. Kemudian relay akan mentripkan PMT di kedua sisi (primer dan sekunder) 7. Relay Arus lebih Relay arus lebih berfungsi untuk melindungi trafo dari gangguan hubung singkat antar fasa di dalam maupun di luar daerah pengaman trafo. yaitu relay suhu winding (belitan) dan relay suhu Oil (Minyak trafo). Relay Tangki Tanah Relai tangki tanah berfungsi untuk mengamankan trafo terhadap hubung singkat antara fasa dengan tangki trafo dan titik netral trafo yang di tanahkan. b. Apabila temperature trafo melebihi batas yang ditentukan maka relay suhu akan bekerja. Apabila tekanan di dalam trafo sudah turun atau lebih kecil dari tekanan pegas maka valve akan menutup kembali. Relay ini bekerja jika terjadi kebocoran arus dari belitan ke tangki trafo. Sehingga dengan cepat dapat mengamankan trafo dan peralatan lain dari kerusakan. 4. Relai Diferensial Berfungsi mengamankan transformator terhadap gangguan di dalam transformator.a.

Semakin berat beban motor maka konsumsi arus listrik motor semakin besar. Motor listrik digunakan sebagai penggerak pompa. fan. sehingga jika dibiarkan dalam waktu yang lama maka arus overload menyebabkan pemanasan pada belitan yang dapat merusak belitan tersebut. Gangguan hubung singkat dapat menyebabkan kerusakan pada belitan motor. B. Oleh karena itu motor listrik harus dilindungi dari ancamangangguan yang mungkin terjadi pada motor tersebut.Relay overload bersifat invers. Gambar 1Wiring sederhana relay arus lebih pada motor listrik A. valve dan lain sebagainya. C. jadi jika ada gangguan harus segera mengisolasi motor yang dilindungi tersebut. Relay unbalance . Relay arus lebih bersifat instant.Poteksi Motor Mayoritas beban pemakaian sendiri pada pembangkit listrik (terutama PLTU) adalah motor listrik. Relay arus lebih Relay arus lebih berfungsi untuk melindungi motor dari gangguan hubung singkat antar fasa. Relay overload Overload pada motor listrik disebabkan oleh pembebanan berlebih pada motor sehingga putaran motor semakin berat.

Fenomena ini akan menyebabkan timbulnya arus urutan negative (negative sequence) yang dapat menyebabkan pemanasan pada motor. PROTEKSI GENERATOR Generator adalah peralatan utama pembangkit yang berfungsi untuk mengubah energy gerak menjadi energy listrik. F. Relay hubung singkat ke tanah Relay hubung singkat ke tanah berfungsi untuk mengamankan motor dari gangguan arus hubung singkat antara fasa dengan tanah. Gangguan mekanik contohnya adalah kegagalan sstem pendingin dan lain sebagainya.Unbalance pada motor terjadi apabila ada ketidakseimbangan arus pada fasa sumber. Pada kondisi normal. Relay long start berfungsi mengamankan motor ketika arus start tersebut berlangsung lebih lama dari kondisi normal agar tidak terjadi pemanasan pada belitan motor. Temperature berlebih bias disebabkan oleh gangguan mekanik maupun gangguan elektrik. gangguan elektrik contohnya adalah overload. arus start tersebut hanya berlangsung sesaat saja dan arus kembali ke arus nominal setelah motor berputar pada putaran nominal. Arus start tersebut bias mencapai 6 kali dari arus nominalnya. Relay longstart bersifat definite time (karakteristik tunda waktu). Peralatan yang digunakan untuk melindungi generator yang secara umum diperlihatkan pada gambar 24 sistem proteksi generator multifungsi. Seperti kita ketahui ketika motor listrik pertama kali dhidupkan maka akan mengkonsumsi arus yang lebih besar dari arus nominal. D. . longstart dan lain sebagainya 1. E. Relay longstart Relay long start current adalah relay yang digunakan untuk mengamankan motor dari gangguan arus start yang lama. Relay temperatur Relay temperatur pada motor digunakan untuk mengamankan motor listrik dari gangguan temperature yang berlebih. Dalam operasinya generator harus dilindungi dari berbagai macam gangguan yang mungkin terjadi pada operasi generator.

AVR generator mengalami kerusakan. Relay hubung singkat ke tanah Relay ini berfungsi untuk mengamankan hubung singkat fasa dengan tanah. Relay tegangan kurang (Under Voltage) Relay ini berfungsi untuk mengamankan generator dari tegangan kurang (undervoltage). Tegangan berlebih dapat disebabkan oleh lebasnya beban. . E. Relay Loss Off Excitation Relay Loss Of Excitation berfungsi untuk mengamankan generator dari gangguan kehilangan eksitasi. Dengan lepasnya beban maka akan menyebabkan generator mengalami kenaikan tegangan dan frekuensi. F. Relay reverse Power Reverse power adalah fenomena dimana generator berubah menjadi motor. Jadi. B. Gangguan ini dapat menyebabkan daya reaktif balik dari system ke generator dan juga menghasilkan panas yang berlebih pada ujung belitan stator generator. generator tidak diputar oleh prime mover tapi diputar oleh daya dari system.A. Under voltage pada generator biasanya disebabkan oleh : Generator mengalami beban lebih. D. Apabila terjadi hubung singkat fasa dengan tanah maka dapat menyebabkan kerusakan pada belitan stator. Gangguan hubung singkat di sistem. Relay arus lebih (overcurrent) Relay ini berfungsi mengamankan generator dari gangguan beban lebih atau gangguan hubung singkat. sehingga nilai daya aktif generator tersebut adalah negative. Relay Tegangan Lebih (Over Voltage) Relay ini berfungsi untuk mengamankan tegangan berlebih. C.

. Relay beban lebih (Overload) Beban berlebih pada generator yang bertahan lama dapat menyebabkan arus pada stator yang berlebih. Relay differensial Relay differensial generator mempunyai fungsi yang sama dengan relay differensial pada trafo. yaitu untuk melindungi dari gangguan yang berasal dari dalam daerah pengamanan generator. H. Relay Temperatur Over temperature pada generator antara lain disebabkan oleh pembebanan yang melebihi kapasitas generator dan kerusakan pada system pendingin. Relay Frekuensi Overspeed pada generator dapat disebabkan oleh gangguan pada system sehingga beban lepas kemudian governor tidak dapat mengembalikan ke putaran normal. Arus ini dapat menyebabkan pemanasan rotor generator apabila bertahan lama. Relay arus urutan negatif (negative sequence current) Negative sequence adalah arus yang timbul apabila terjadi ketidak seimbangan antar fasa.2 J. sehingga akan menimbulkan panas yang berlebih pada belitan stator generator. Akibat dari overspeed adalah dapat menyebabkan vibrasi dan dapat menyebabkan kerusakan pada bearing dan shaft. I.G. K. Akibat dari gangguan ini adalah dapat menyebabkan kerusakan pada isolasi belitan generator.

Karakteristik Baterai Baterai timah hitam (Load-Acid storage baterai) · Tegangan terminal = 2 Volt · Tegangan pengisian (charge) : 2.18 Volt · Pengisian secara cepat : 2.37 Volt · Tegangan tertinggi pada akhir pengisian : 2.0 . Konstruksi baterai Baterai terdiri dari beberapa bagian yaitu : 1.8 Volt · Tegangan terendah setelah pengosongan : Lebih besar dari 1. Elektrolit : Cairan baik berupa Asam sulfat (H2SO4) maupun potasium hydrokside (KOH).8 Volt Baterai Alkali (Alkaline Storage Battery) . Penggunaan Asam sulfat maupun potasium hydrokside tergantung dari karakteristik baterainya.7 Volt · Tegangan pengosongan (discharge) tanpa rectifier : 2. Container : Tempat elektrolit dan elektroda positif (+) dan negatif (-).PEMELIHARAAN PEMBANGKIT Kesimpulan Pemeliharan Listrik Arus DC Baterai atau accumulator adalah suatu peralatan listrik yang dapat menyimpan dan mengeluarkan energi listrik melalui proses kimia (elektrolisa).1.25 Volt · Pengisian dengan harga tertinggi : 2. 2. Setiap satu sel maupun beberapa sel mempunyai satu container. Sel : Terdiri dari elektroda positif (+) disebut anoda dan elektroda negatif (-) disebut katoda. Baterai dapat terdiri dari susunan beberapa sel atau hanya satu sel dan tiap sel terdiri dari elektroda positif (+). elektroda negatif (-) dan elektrolit. 3.

65 Volt · Tegangan pengosongan (discharge) tanpa rectifier : 1.50 . Jenis-Jenis Sistem UPS A.30 . Pemeliharaan UPS A. Rangkaian Charger dan Penyearah b. Sistem static UPS Sistem UPS ini menggunakan sumber tenaga DC sebagai sumber tenaga pengganti sementaranya melalui rangkaianrangkaian inverter. Sistem UPS Static . Sistem Rotary UPS Sistem UPS ini masih menggunakan mesin diesel yang berfungsi sebagai pembangkit tenaga listriknya. Dengan sistem seperti ini maka penggunaan listrik hanya terganggu dalam beberapa detik saja. UPS merupakan sistem penyedia daya listrik yang sangat penting dan diperlukan sekaligus dijadikan sebagai benteng dari kegagalan daya serta kerusakan system dan hardware. Baterai B.1. Apabila terjadi gangguan listrik maka secara otomatis akan menyalakan mesin diesel tersebut kira-kira 15 detik setelah terjadi gangguan listrik pertama kali.25 Volt (dalam keadaan normal 10 jam) UPS (Uninterruptible power supply) Uninterruptible power supply (ups) adalah perangkat yang menggunakan baterai backup sebagai catuan daya alternative.142 Volt · Pengisian secara cepat : 1. Rangkaian Inverter c. Pada sistem UPS ini dibangun dengan menggunakan tiga bagian utama yaitu : a. Rangkaian-rangkaian inverter ini berfungsi untuk merubah tegangan DC ini menjadi tegangan AC dengan amplitude dan frekuensi yang sama dengan supply tenaga listrik yang sesungguhnya.40 .1.· Suatu baterai dengan tegangan 125 volt terdiri dari 92 sel · Tegangan nominal : 1.2 Volt · Tegangan pengisian (Charger) : · Pengisian secara terapung (Permanent floating) : 1.45 Volt · Pengisian dengan harga tinggi : 1.

Periksa lampu indicator 3. Periksa tap tegangan 6. Battery. Periksa dan ukur tegangan suplay (Input) 2. Generator AC 1. Periksa besaran dan sudut fasa. Periksa bearing : cacat. perlengkapan arrester pada system dan sirkuit dari besaran phasa tegangan (+) da (-) 6. Periksa pengisian kembali dari kapasitor. 5. dan inverter. Ukur tahanan isolasi . Periksa dan bersihkan klem sambungan dan kencangkan bila ada yang kendor Inverter 1. periksa power suplly dan card. 4. 4. Periksa dan ukur tegangan floating Battery 1. kelainan suara. Periksa tegangan output dan bentuk pulsa tegangan. System rotary UPS Motor AC 1.Sistem UPS Static mencakup 3 (tiga) komponen penting. yaitu Rectifier. Periksa tinggi elektrolit di dalam battery 4. B. Periksa arus output 5. Ukur tahanan isolasi 2. kendor 3. Periksa berat jenis (BD) elektrolitnya 3. 3. Periksa tegangan persel 2. Periksa baut terminal. Periksa tegangan auxiliary. karat. Rectifier (Batteray Charger) 1. Periksa power supply : power wiring utama pada transformer dan periksa tegangan sekunder dalam keadaan tidak berbeban. Periksa control signal dari card dan control signal tegangn dan arus. 2. Periksa kluaran tegangan pulsa setelah filter.

Pemeriksaan antar sikat dan gagangnya. Metode Pengisian Baterai Charger Baterai charger digunakan untuk mengisi baik baterai yang baru maupun batera eksisting yang menurun kekuatannya akibat pengosongan (discharge). 3. Periksa kumparan stator maupun rotor apakah ada tanda kelainan. Boost dan quick charging. Dari macam-macam pengisian tersebut diatas umumnya yang digunakan di pusat-pusat pembangkit adalah : · Floating Charging · Equalizing Charging · Cycle Charging Pengisian Air Suling ke dalam Baterai . · Ruang baterai dan cubicle harus mempunyai ventilasi yang sempurna. retak. Cycle charging. Pemeriksaan kumparan jangkar dan kumparan medan 2. cacat. Pemeriksaan sikat arang 3. Periksa bearing (bantalan). Equalizing charging. 3.2. 4. pasok yang kendor. Pemeriksaan kabel sikat arang 4. Floating charging. 5. maka level (tinggi) elektrolit pada baterai harus dijaga diatas level (tinggi) minimum. karat Motor DC 1. 2. Trickle charging. misalnya : overheating. SISTEM PENGISIAN BATERAI Aspek keselamatan kerja dalam penangan : · Selama operasi baterai menghasilkan gas yang dapat terbakar ( Campuran hidrogen dan oksigen ) · Kekurangan elektrolit akan menyebabkan kerusakkan fatal pada baterai. Macam-macam sistem pengisian baterai sebagai berikut : 1.

Untuk mempertahankan tinggi ( level ) cairan elektrolit didalam baterai agar selalu berada diatas tinggi minimum. Pemeriksaan Visual 2. maka perlu penambahan cairan baterai dengan air distilat (air suling) secara periodik dengan langkah – langkah sebagai berikut : · Siapkan peralatan-peralatan yang akan digunakan termasuk peralatan keselamatan kerja · Bersihkan tutup lubang pengisian cairan elektrolit pada baterai Memeriksa Baterai Baterai harus diperiksa secara periodik dan diuji kemampuannya. yaitu: 1. Pemeriksaan elektrolit dan kebocoran 3. Pengujian Beban . Terdapat 3 kelompok pemeriksaan dan pengujian baterai yang sering dilakukan.