KEKUATAN MINDSET

KARYA TULIS
Diajukan untuk memenuhi persyaratan akademis bidang studi Bahasa dan
Sastra Indonesia kelas XI semester genap
Tahun pelajaran 2010/2011

Disusun Oleh :

Nama : Dita Ayu Dwi Prasanti
Kelas : XI IPA 1
NIS

: 09.8035

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 81 JAKARTA
2011

LEMBAR PENGESAHAN

Karya Tulis

KEKUATAN MINDSET

Karya Tulis ini telah diperiksa dan disetujui pada tanggal

2011

Oleh :

Pembimbing Materi

Pembimbing Teknis

Dra. Sa’diyah Salim

Dra. Esti Damayanti, MM

NIP:131261158

NIP: 131070735

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan rahmat
dan hidayah-Nyalah karya tulis ini dapat diselesaikan. Sudah saatnya siswa/i
tingkat SMA belajar membuat karya tulis karena dengan pembelajaran ini dapat
menambah kemampuan siswa/i dalam menuangkan pikiran dan berpikir kritis
terhadap teori-teori yang telah ada.

Penulis membuat karya tulis ini dengan tujuan untuk memenuhi salah satu
syarat program akademis di SMAN 81 Jakarta tahun ajaran 2010-2011 dan untuk
menambaha wawasan penulis serta pembaca tentang kemampuan dan kekuatan
pola pikir manusia beserta cara mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh karena itu penulis menulis karya tulis dengan judul “Kekuatan Mindset” ini.

Penulisan karya tulis ini tidaklah mudah. Selama pembuatannya penulis
menemui beberapa kesulitan seperti sulitnya menuangkan pikiran dalam bentuk
kata-kata agar mudah dimengerti, waktu untuk berkonsultasi dengan guru
pembimbing materi mapun teknis, dan sulitnya menemukan referensi yang tepat
sebagai sumber untuk membuat karya tulis ini. Namun, berbagai kesulitan
tersebut dapat diatasi oleh penulis sehingga karya tulis ini dapat selesai.

Selama pembuatan karya tulis ini, penulis banyak mendapat bantuan dari
berbagi pihak baik secara moril maupun materiil. Oleh karena itu penulis ingin
menghaturkan terima kasih kepada :

iii

iv

1. Dra. Sa’diyah Salim selaku guru pembimbing materi dalam
penyusunan karya tulis
2. Dra. Esti Damayanti, MM selaku guru Bahasa dan Sastra Indonesia
sekaligus guru pembimbing teknis dalam penyusunan karya tulis
3. Kedua orang tua penulis yang tidak pernah berhenti mendukung
penulis dalam pembuatan karya tulis ini
4. Serta para teman-teman dan berbagai pihak yang namanya tidak
bisa penulis sebutkan satu persatu

Dengan tersusunnya karya tulis yang berjudul “Kekuatan Mindset” ini,
penulis berharap semoga karya tulis ini bisa bermanfaat bagi kita semua
khususnya bagi para pembaca yang membutuhkan.

Jakarta, 2011

Penulis

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Manusia diciptakan Tuhan dengan bentuk sedemikian rupa lengkap

dengan seluruh bagian-bagiannya. Tiap anatomi tubuh manusia pasti mempunyai
fungsi dan manfaatnya masing-masing, bahkan beberapa di antaranya mempunyai
kekuatan yang tidak terduga bila kita tahu bagaimana cara mengoptimalkannya.
Salah satu contohnya adalah otak. Otak dapat mempunyai kekuatan yang
diluar logika manusia pada umumnya bila kita tahu bagaimana cara
mengoptimalkan serta memanfaatkannya. Baru-baru ini malah terdapat beberapa
komunitas yang mengadakan training untuk mengoptimalkan fungsi otak,
khususnya otak tengah.
Namun tanpa mengikuti training untuk mengoptimalkan fungsi otak pun
kita dapat memaksimalkan kekuatan otak kita yang lain yaitu kekuatan mindset.
Kekuatan ini juga terbilang cukup luar biasa karena bila kita sudah dapat
menguasai dan mengontrol mindset kita sendiri maka akan banyak sekali manfaat
yang kita dapat. Itu merupakan salah satu alasan mengapa saya tertarik untuk
membuat karya tulis yang bertemakan tentang kekuatan mindset ini.
Selanjutnya untuk mengetahui lebih lanjut mengenai apa itu mindset, apa
saja manfaatnya bila diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, serta bagaimana
cara mengoptimalkannya akan kita ketahui secara keseluruhan dalam karya tulis
ini.
1.2

Pembatasan Masalah
Penulis hanya membatasi masalah pada “Bagaimana cara mengefektifkan

dan mengaplikasikan kekuatan mindset dalam kehidupan

1

2

sehari-hari ?”. Hal tersebut dikarenakan keterbatasan pengetahuan serta waktu
yang dimiliki penulis.

1.3

Ruang Lingkup
Ruang lingkup dari pembahasan masalah dalam karya tulis ini terdapat

pada Bab 2 Pembahasan yang terdiri dari 2.1 Pengertian Mindset. 2.2 Macam
dan faktor-faktor yang mempengaruhi mindset. 2.3 Manfaat kekuatan mindset dan
cara mengaplikasikannya dalam kehidupan

1.4

Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan karya tulis ini adalah sebagai salah satu syarat program

akademis bidang studi Bahasa dan Sastra Indonesia di SMAN 81 Jakarta tahun
ajaran 2010-2011, memberikan informasi lebih mendalam tentang apa itu mindset
serta bagaimana cara memanfaatkan dan mengaplikasikannya dalm kehidupan
sehari-hari.

1.5

Landasan Teori
Selama dua puluh tahun, penelitian saya menunjukkan bahwa pandangan

yang anda adopsi untuk diri anda sangat memengaruhi cara anda mengarahkan
kehidupan. Ia dapat menentukan apakah anda menjadi seseorang yang anda
inginkan dan apakah anda dapat memenuhi hal-hal yang anda hargai. Bagaimana
hal ini terjadi ? Bagaimanakah sebuah kepercayaan sederhana memiliki kekuatan
yang dapat mengubah psikologi (pikiran, kesadaran, perasaan, sikap, dll) Anda
dan, sebagai hasilnya, kehidupan anda ?.1

1

Ruslani, terj. Carol S. Dweck, Change Your Mindset Change Your Life (Jakarta: Serambi,
2007), hlm. 21.

3

1.6

Metode Penelitian
Metode penelitian yang penulis pakai adalah studi kepustakaan yaitu

dengan mengumpulkan data-data yang diperlukan dengan mencarinya di berbagai
media, seperti media cetak dan elektronik untuk menunjang relevansi data.

1.7

Sistematika Penulisan

Bab 1 Pendahuluan

1.1

Latar Belakang

1.2

Rumusan Masalah

1.3

Pembatasan Masalah

1.4

Tujuan Penulisan

1.5

Metode Penelitian

1.6

Sistematika Penulisan

Bab 2 Pembahasan
2.1

Pengertian Mindset

2.2

Klasifikasi Mindset dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya
2.2.1 Klasifikasi Mindset
2.2.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Mindset

2.3

Manfaat kekuatan mindset dan cara mengaplikasikannya dalam

kehidupan

Bab 3 Penutup
3.1

Kesimpulan

3.2

Saran

BAB 2
PEMBAHASAN
2.1

Pengertian Mindset
Sebelum membahas lebih jauh tentang mindset, ada baiknya kita

memahami terlebih dahulu apa itu mindset. Mindset, mempunyai berbagai macam
arti, pengertian, dan pemahaman yang berbeda dari sudut pandang bahasa, istilah,
maupun para ahli. Berikutnya akan dijelaskan satu persatu tentang pengertian
mindset dari berbagai macam sumber dan sudut pandang.
Menurut bahasa, mindset terdiri dari dua kata yaitu Mind dan Set. “Mind”
jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia adalah sumber pikiran dan memori,
pusat kesadaran yang menghasilkan pikiran, perasaan, ide, persepsi, menyimpan
pengetahuan dan memori. Kata “Set” jika diterjemahkan ke dalam bahasa
Indonesia adalah mendahulukan peningkatan kemampuan dalam suatu kegiatan,
bisa juga diartikan keadaan utuh /solid.
Sedangkan menurut istilah secara sederhana, mindset adalah pola pikir
seseorang yang mendasari perilaku atau tindakannya sehari-hari. Tindakan
seseorang dalam kehidupan sehari-hari dibedakan dalam dua bagian, yaitu
conscious dan unconscious. Conscious adalah sebuah tindakan yang dilakukan
secara sadar sedangkan unconscious adalah kebalikan dari conscious. Conscious
dikerjakan oleh alam sadar manusia dan unconcious oleh alam bawah sadar.
Sekitar 90 persen tindakan manusia sehari-hari adalah unconcious seperti makan,
berangkat kerja, bermain, berolahraga, berjalan, mengetik, dll.
Pengertian mindset menurut para ahli yang salah satunya dikemukakan
oleh James Arthur Ray

mengatakan bahwa mindset artinya kepercayaan-

kepercayaan (sekumpulan kepercayaan) yang mempengaruhi sikap seseorang,
atau suatu cara berfikir yang menentukan perilaku pandangan, sikap, dan masa
depan seseorang.

4

5

Kebanyakan masyarakat umum memahami mindset sebagai cetakan/pola
pikir kita yang sebenarnya adalah keyakinan bawah sadar kita, dan mereka
berpendapat bahwa sukses tidaknya kita, bahagia tidaknya kita, sehat tidaknya
kita sebenarnya ditentukan oleh mindset kita sendiri. Cara terbaik untuk
membentuk mindset kita adalah melalui aktifitas sehari-hari yang pada akhirnya
akan menjadi kebiasaan-kebiasaan kita. Untuk lebih lanjut mengenai cara
membentuk mindset akan kita bahas pada subbab 2.3.
Dari berbagai macam definisi mindset diatas, bisa ditarik kesimpulan
bahwa mindset sebenarnya adalah kepercayaan (belief), sekumpulan kepercayaan
atau cara berfikir yang mempengaruhi perilaku (behavior) dan sikap (attitude)
seseorang, yang akhirnya akan menentukan level keberhasilan hidupnya.

2.2

Klasifikasi Mindset dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya

2.2.1 Klasifikasi Mindset
Menurut Carol S. Dweck, Ph.D seorang peneliti di bidang kecerdasan dan
motivasi, di dalam bukunya, Mindset: The New Psycology of Success (2006), di
dunia ini terdapat dua macam mindset, yaitu sebagai berikut.
a) Mindset tetap (fixed mindset)
Orang yang memiliki mindset tetap biasanya mengkaplingkan orangorang, atau penilaian bahwa seseorang hanya dinilai dari hasil yang diperoleh
pandangan yang didasarkan terhadap penilaian agar dianggap hebat. Apabila ada
suatu kejadian, orang memiliki mindset tetap sebagai mindset yang dominan,
orang tersebut dalam bertingkah laku cenderung untuk mempertimbangkan

6

penilaian orang lain atau lingkungan dan lebih fokus kepada hasil yang diperoleh
percaya bahwa kecerdasan bersifat tetap. Adapun ciri-ciri orang yang bermindset
tetap adalah:
1.Menghindari tantangan dan risiko
2.Jika ada halangan atau rintangan: membela diri atau mudah menyerah.
3.Memandang usaha sebagai kesalahan dan kesia-siaan.
4.Tidak memperdulikan kritik yang membangun
5.Merasa terancam dengan kesuksesan orang lain
6.Akibatnya, mereka cepat berada dalam taraf plateau (stabil tanpa kemajuan)
dalam pelajaran dan pencapaiannya lebih rendah daripada kemampuan sebenarnya

Contoh ilustrasi dari seseorang yang bermindset tetap adalah sebagai
berikut : Dalam melaksanakan tugasnya, seorang karyawan yang memiliki
MindSet tetap akan mempertimbangkan Reward berupa kenaikan gaji dan
peningkatan karir. Hal ini menyebabkan dalam bekerja faktor penilaian dari
Atasan ataupun bagian HRD merupakan faktor terpenting. Dampak lanjutannya
adalah si karyawan akan berusaha agar terlihat rajin dan berprestasi didepan
Atasannya yang seringkali itu bukanlah hal yang sebenarnya. Dalam perusahaan
yang memiliki pengawasan yang sangat ketat, hasil yang diperoleh bisa saja
menjadi baik. Tetapi hal ini menyebabkan atasan dan HRD mempunyai kerja
tambahan untuk selalu mengawasi karyawannya secara ketat.

Contoh

lain pernyataan yang merupakan ekspresi dari orang yang

bermindset tetap adalah ketika seorang karyawan tidak berhasil mencapai target
yang ditentukan berkomentar: “ Sudahlah, kemampuan anda hanya sampai situ
saja, tidak mungkin bisa mencapai target yang tinggi itu”, atau “ Kondisi ekonomi
lagi susah, tidak mungkin penjualan kita bertambah lagi”.

7

b)Mindset berkembang (growth mindset )
Personal yang memiliki Mindset berkembang cenderung melihat proses
yang dilalui dan tidak terlalu mempertimbangankan penilaian dari lingkungan,
serta percaya bahwa kecerdasan dapat dikembangkan. Adapun ciri-ciri orang yang
bermindset berkembang adalah sebagai berikut:
1.Menyukai tantangan
2.Jika ada halangan atau rintangan: bertahan menghadapi kemunduran
3.Memandang usaha sebagai langkah untuk menguasaan (mastery)
4.Belajar dari kritik.
5.Menemukan palajaran dan inspirasi dari kesuksesan orang lain

Contoh ilustrasi dari orang yang bermindset berkembang adalah sebagai
berikut: Pada karyawan yang memiliki mindset berkembang, yang menjadi hal
terpenting dalam dirinya adalah proses. Bagaimana proses suatu pekerjaan yang
dilakukan itu menjadi suatu proses yang maksimal tanpa menjadikan hasil
sebagai faktor utama. Saat melaksanakan pekerjaan, karyawan tersebut akan
selalu mencari cara bagaimana memaksimalkan proses yang dilakukan. Secara
logikanya, apabila usaha yang dilakukan sudah maksimal akan menghasilkan hasil
yang lebih maksimal bagi perusahaan. Walaupun sang karyawan tersebut tidak
mendapatkan penilaian yang maksimal dari perusahaan atas usahanya tersebut,
pada dasarnya si karyawan telah memperoleh hasil yang lebih banyak yaitu
berupa penambahan kemampuan diri dalam proses pencarian cara-cara baru
tersebut.

Contoh ekspresi orang bermindset berkembang pada saat target tidak
tercapai adalah : “Target tidak tercapai, coba cari masalah penyebab dan tentukan
alternatif solusinya “. Atau ”kondisi ekonomi sedang turun, kita harus cari cara
bagaimana meningkatkan efisiensi agar biaya produksi turun dan meningkatkan
kualitas produk agar Competitive Advantage produk kita meningkat”.

8

Dari penjelasan di atas terlihat bahwa terdapat perbedaan yang cukup
signifikan antara orang bermindset tetap dengan orang yang bermindset
berkembang. Walaupun pada dasarnya manusia dilahirkan dengan memiliki
mindset berkembang. Pada saat kita baru belajar berjalan, berkali-kali kita
terjatuh, untuk kemudian mencoba dan terus mencoba agar bisa berjalan. Atau
pada saat kita pertama kali kita belajar naik sepeda, dan jatuh, sangat jarang
terjadi kita tidak mau mencoba kembali. Secara naluriah, kita akan tetap mencoba
dan berusaha.

2.2.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Mindset

Selain dapat diklasifikasikan menjadi mindset tetap dan mindset
berkembang, terdapat juga faktor-faktor yang secara umum dapat mempengaruhi
berubahnya mindset seseorang. Kita wajib memahaminya jika ingin merubah
mindset kita secara cepat dan mudah. Faktor-faktor tersebut antara lain sebagai
berikut:
1) Repetisi
Merupakan suatu informasi yang di ulang-ulang, cepat atau lambat, bila
kita tidak hati-hati dan sadar, akan diterima sebagai kebenaran. Cara ini paling
banyak digunakan untuk menanam bibit pikiran atau mindset dan hal ini pula
yang para produsen iklan di media lakukan dengan terus-menerus dan berulangulang. Tujuan repetisi atau pengulangan adalah untuk menembus filter mental
yang ada di pikiran sadar, sehingga unit informasi bisa masuk ke pikiran bawah
sadar. Cara ini diajarkan di berbagai buku dalam bentuk afirmasi yang dibaca
berulang-ulang pagi, siang, dan, malam dengan haapan afirmasi itu bisa masuk ke
pikiran bawah sadar.

9

2) Identifikasi kelompok atau keluarga
Hal- hal yang dipercaya keluarga atau kelompok seseorang akan masuk
kedalam diri seseorang dan di adopsi sebagai kepercayaan (belief). Ini juga teknik
yang kerap kali digunakan dalam iklan. Mereka sering menggunakan kalimat
“Semua keluarga Indonesia menggunakan sabun cuci merek X” atau “Ibu yang
cerdas adalah ibu yang memberikan susu formula merek XYZ kepada buah
hatinya”. Pertanyaannya adalah apakah benar semua keluarga Indonesia
menggunakan sabun cuci X itu ? Apakah benar seorang ibu baru bisa dikatakan
sebagai ibu yang cerdas jika memberikan susu XYZ, kok bukan susu formula
lainnya ? Padah ibu yang cerdas adalah ibu yang tidak termasuk iklan itu dan
memutuskan untuk memberikan ASI eksklusif kepada anak-anaknya.

3) Ide yang disampaikan figur yang dipandang memiliki otoritas
Hati-hati dengan figur otoritas seperti bintang film, dokter, pembicara
publik, atau siapa saja yang dipandang pakar karena apa yang disampaikan
mereka cenderung mudah menembus ke pikiran bawah sadar dan diterima sebagai
kebenaran atau belief. Seperti iklan di TV yang menggunakan artis sebagai
bintangnya, hal tersebut dilakukan oleh para produser iklan untuk menarik
konsumen sebanyak-banyaknya.

4) Emosi yang Intens
Saat suatu pengalaman dialami dengan emosi yang intens, akan sangat
mudah menjadi belief yang kuat. Emosi membuka pemikiran bawah sadar.
Semakin intens emosi yang dialami seseorang, maka semakin terbuka pintu
gerbang pikiran bawah sadar. Dengan demikian, kejadian yang dialami seseorang,
yang masuk ke pikirannya dalam bentuk unit-unit informasi yang unik, akan
terekam dengan sangat kuat dimemori, di pikiran bawah sadar, diikuti dengan
emosi yang kuat.

10

5)Kondisi Alfa
Ini adalah kondisi alamiah anak-anak. Saat kecil, karena lebih banyak dalam
kondisi alfa, anak mudah sekali tersugesti. Apa yang masuk ke pikiran bawah
sadar mereka melalui sugesti, akan diterima sepenuhnya dan menjadi suatu
kebenaran. Kondisi ini biasa dihubungkan dengan ilmu hypnosis.

Pada subbab 2.2.1 disebutkan bahwa pada dasarnya manusia dilahirkan
dengan mindset berkembang, namun mengapa pada akhirnya kebanyakan manusia
menggunakan mindset tetap dalam kehidupannya ?. Hal ini tidak lain
menunjukkan adanya perubahan pola pikir yang disebabkan oleh beberapa faktor,
diantaranya adalah lingkungan sekitar kita sendiri. Kita takut dengan penilaian
lingkungan, kalau kita melakukan hal yang tidak biasa didalam lingkungan kita,
akan dinilai minus, malu, sungkan atau bahkan dijauhi dan dimusuhi. Susahkah
cara mengembalikan mindset kita ke mindset berkembang seperti pada saat kita
masih kecil ? Jawabannya adalah semua tergantung kemauan, dan tentang
bagaimana caranya akan dijelaskan lebih lanjut pada subbab 2.3.

2.3

Manfaat Kekuatan Mindset dan Cara Mengaplikasikannya dalam
Kehidupan

Sebagaimana kita ketahui kekuatan mindset memiliki banyak sekali
manfaat yang dapat terus dikembangkan bila kita tahu bagaimana caranya.
Diantara manfaatnya yaitu :

Meningkatkan daya tahan terhadap stress

Meningkatkan stimulan sel otak dan syaraf

Meningkatkan kekuatan fokus dan konsentrasi

Meningkatkan daya ingat dan kreativitas

11

Tetapi manfaat-manfaat tersebut tidak akan ada artinya jika kita tidak tahu
bagaimana cara yang paling efektif untuk mengaplikasikan kekuatan mindset
tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Pada subbab 2.2 telah dijelaskan bahwa
manusia dilahirkan dengan mindset berkembang, namun setelah tumbuh dewasa
manusia justru beralih ke mindset tetap dikarenakan adanya perubahan pola pikir.
Sekarang pertanyaannya adalah bagaimana cara mengembalikan mindset kita ke
mindset berkembang ?. Cara yang paling efektif untuk mengembalikan mindset
berkembang kita adalah dengan menolak dari dalam diri anggapan-anggapan yang
negatif terhadap usaha yang dilakukan.

Contoh yang konkritnya adalah tentang penetapan atau anggapan tentang
suatu kesuksesan. Anggapan umum yang dianggap dengan kesuksesan adalah
memiliki uang yang banyak, terkenal, dan dikagumi banyak orang. Sebenarnya
kesuksesan memiliki definisi yang luas, tergantung dari pikiran masing-masing.
Misal contoh sederhananya kalau kita menetapkan kesuksesan kita hari ini adalah
bisa makan 1 kali sehari, dan kita telah mencapai hal tersebut berarti kita sudah
mencapai kesuksesan. Atau jika kesuksesan yang kita tetapkan adalah berhasil
datang ke sekolah tepat waktu, berarti kita sudah mencapai kesuksesan.

Dengan merasa sukses setiap hari pada anggapan yang telah kita tentukan
sendiri akan menyebabkan kita berbahagia dan akan berusaha memperoleh yang
lebih baik lagi pada hari berikutnya. Jangan pernah percaya bahwa kemampuaan
kita itu tetap, selalu berusaha untuk mencari cara agar kemampuan yang telah
dimiliki bisa terus berkembang. Dan jangan pernah takut untuk mempelajari halhal baru. Tantang diri kita sendiri untuk melakukan hal-hal yang belum pernah
kita lakukan atau bahkan hal-hal yang takut kita lakukan. Yakinlah bahwa kita
bisa demi masa depan kita sendiri.

Merubah program bawah-sadar atau mindset seseorang walaupun sangat
susah, tetapi masih bisa dilakukan. Salah satu caranya adalah dengan
methoda brain-washing, yakni pemberian “pengertian baru” kepada seseorang

12

secara terus-menerus dan berkesinambungan. Kalau sampai orang tersebut
menolak informasi yang ia terima, ia akan langsung disiksa dsb. Lamakelamaan mindset orang ini akan berubah sesuai dengan “pengertian baru” yang
dipaksakan padanya tersebut, namun jelas cara ini tidak manusiawi.

Contoh cara yang lebih manusiawi adalah cara yang dijalankan di ABRI,
yakni dengan cara penegakkan disiplin. Disini, perilaku yang diharapkan (seperti
keadaan fisik dan mental yang prima, daya tahan yang tinggi, disiplin kuat, patuh
menuruti perintah pimpinan dll) “dipaksakan” kepada mereka (calon ABRI).
Apabila mereka tidak melaksanakannya dengan benar, maka mereka akan
mendapat hukuman. Sebaliknya, bila mereka melaksanakannya dengan baik dan
benar, maka akan mendapat pujian. Hanya dalam waktu sekitar 6 bulan saja,
perilaku dan mindset mereka bisa berubah sesuai dengan yang diharapkan.

Contoh cara lain adalah dengan hipnoterapi. Hipnoterapi terhadap
pasien (=treatment) itu umumnya lebih sulit dilakukan. Hanya sekitar 10% pasien
yang sangat mudah dihipnotis (yakni yang setara dengan yang dipakai untuk
pertunjukan). Pada umumnya (85%) mereka adalah golongan sedang sampai sulit
dihipnotis, dan bahkan 5% adalah golongan yang sangat sulit. Selain itu, banyak
pasien yang walaupun CF (Critical Factor)-nya bisa ditembus, namun tidak bisa
terbuka bebas. Ini berarti, walau pasien tersebut sudah dalam keadaan trance, ia
masih kurang (dan bahkan tidak) mau menerima sugesti. Untuk mengatasi
kesulitan ini, sering diperlukan tehnik / upaya khusus agar sugesti bisa lebih
berhasil.

Bila hipnoterapi pada pasien bisa dilakukan dengan sukses, hasilnya
memang sangat menakjubkan. Pada saat pasien dalam keadaan trance, dokter
(atau ahli lain) pada saat bersamaan melaksanakan berbagai tindakan medis lain,
seperti konsultasi gizi (langsung ditujukan ke bawah-sadar), mesoterapi,
aquapunktur, atau bahkan minor surgery. Ini semua bisa dilakukan tanpa
memerlukan penggunaan anastesi (yang kadang bisa merugikan kondisi pasien),

13

dan si pasien tetap dalam keadaan nyaman dan aman. Walau hipnoterapi itu
berasal dari ilmu lama, tetapi kini sudah banyak diteliti, samakin diminati, dan
sangat mampu diaplikasikan di dunia kedokteran modern masa kini.

Dari bahasan-bahasan di atas diketahui bahwa sesungguhnya pola pikir
(mindset) dan rajutan imajinasi kita memiliki pengaruh yang sangat signifikan
terhadap sejarah masa depan hidup kita. Selama kita selalu mampu menciptakan
pola pikir dengan energi positif dan rasa optimisme yang tinggi, serta sikap yang
selalu penuh rasa syukur terhadap kehidupan, ada peluang besar bahwa hidup
sejati kita akan benar-benar dilimpahi oleh sederet narasi tentang keberhasilan.
Begitu juga sebaliknya, jika kehidupan kita selalu dipenuhi dengan energi negatif
seperti trauma, rasa tak percaya diri, selalu mengeluh dan menyalahkan pihak lain
tanpa mau introspeksi, maka besar kemungkinan kehidupan kita akan benar-benar
penuh ketidakberhasilan.

Itulah mengapa para motivator memberikan nasehat-nasehat agar kita
selalu memunculkan energi optimisme dalam diri kita dan juga mampu merawat
pola pikir positif kita. Positif melihat masa depan kita, positif melihat segenap
tantangan yang menghadang, dan positif dalam berpikir serta berimajinasi. Namun
soalnya kemudian adalah bagaimana cara memasukkan daya serta energi positif
ke dalam sel-sel otak kita ?. Karena nyatanya untuk memunculkan hal-hal positif
tersebut tidak mudah dan acap kali ketika kita dihadapkan pada tantangan yang
sulit atau kerumitan masalah yang menghadang, pikiran kita langsung goyah dan
berpikir : “Ah, saya memang tidak mampu melakukannya, saya mungkin tidak
bisa meraih impian yang saya cita-citakan. Yah, memang ini suratan nasib saya”.
Begitulah, memang sulit untuk memunculkan optimisme dalam diri kita. Namun,
para ahli saraf (neurolog) telah menemukan jawaban agar energi positif tersebut
bisa terus tertanam dalam otak kita, dan jawabannya terletak pada empat level
gelombang otak manusia.

14

Melalui serangkaian eksperimen dan alat ukur yang bernama EEG (Electro
EncephaloGram), mereka menemukan ternyata terdapat empat level getaran
dalam otak kita. Mari kita simak bersama empat gelombang kesadaran itu.
1. Beta (14 – 100 Hz). Pada frekuensi ini kita tengah berada pada kondisi aktif
terjaga, sadar penuh dan didominasi oleh logika. Inilah kondisi normal yang
kita alami sehari-hari ketika sedang terjaga (tidak tidur). Kita berada pada
frekuensi ini ketika kita bekerja, berkonsentrasi, berbicara, berpikir tentang
masalah yang kita hadapi, dll. Saat frekuensi ini kerja otak cenderung
memantik munculnya rasa cemas, khawatir, stress, dan marah. Gambar
gelombang otak kita saat kondisi beta adalah seperti dibawah ini.

2. Alpha (8 – 13.9 Hz). Ketika otak kita berada dalam getaran frekuensi ini, kita
akan berada pada posisi khusyu’, relaks, meditatif, nyaman dan ikhlas. Pada
frekuensi ini kerja otak mampu menyebabkan kita merasa nyaman, tenang, dan
bahagia. Berikut gambar gelombang alpha.

3. Theta (4 – 7.9 Hz). Pada frekuensi yang rendah ini, seseorang akan berada
pada kondisi sangat khusyu’, keheningan yang mendalam, deep-meditation,
dan “mampu mendengar” nurani bawah sadar. Inilah kondisi yang mungkin
diraih oleh para ulama dan biksu ketika mereka melantunkan doa ditengah
keheningan malam pada Sang Ilahi. Berikut gambar gelombang otak kita
ketika berada di kondisi theta.

15

4. Delta (0,1 – 3,9 Hz). Frekuensi terendah ini terdeteksi ketika orang tengah
tertidur pulas tanpa mimpi. Pada frekuensi ini otak memproduksi human
growth hormone yang baik bagi kesehatan kita. Bila seseorang tidur dalam
keadaan delta yang stabil, kualitas tidurnya sangat tinggi. Meski tertidur hanya
sebentar, ia akan bangun dengan tubuh tetap merasa segar.
Penyelidikan selanjutnya menunjukkan bahwa proses penumbuhan
keyakinan positif dalam pikiran kita akan berlangsung dengan optimal jika otak
kita tengah berada pada kondisi Alpha (atau juga kondisi Theta). Dalam frekuensi
inilah, kita bisa menginjeksikan energi positif dalam setiap sel saraf kita secara
mulus. Apabila kita membayangkan keyakinan positif dan visualisasi keberhasilan
dalam kondisi alpha, maka bayangan itu benar-benar akan menembus alam bawah
sadar kita. Pada akhirnya, hal ini akan memberikan pengaruh yang amat dahsyat
pada pola perilaku kita ketika berproses menuju puncak keberhasilan yang
diimpikan.
Pertanyaan selanjutnya yang muncul adalah bagaimana caranya agar kita
bisa berada kondisi alpha?. Nah bagi para muslim ada satu langkah yang mujarab
yaitu sholat tahajud di tengah keheningan malam. Dan bagi yang beragama
Kristen mungkin medianya adalah dengan melakukan “retreat”. Begitulah,
memang ketika kita bersujud dihadapan Sang Ilahi selalu ada perasaan
keheningan yang menggetarkan, perasaan khusyu’ yang sungguh menghanyutkan.
Saya sendiri berpikir perasaan ini muncul karena saat itu kondisi otak kita sedang
berada pada gelombang alpha. Dan percayalah, dalam momen itu kita dengan
mudah bisa memasukkan energi positif dan spirit keyakinan dalam segenap
pikiran kita.
Pada momen inilah dalam kepasrahan total pada Sang Pencipta dan rasa
syukur yang terus mengalir, kita bisa menciptakan keyakinan-keyakinan positif
tersebut dalam segenap raga, jiwa serta batin kita.

BAB 3
PENUTUP
3.1

Kesimpulan
Secara sederhana pengertian mindset adalah pola pikir seseorang yang

mendasari perilaku atau tindakannya sehari-hari. Namun, pengertian mindset tidak
hanya sebatas itu saja, jika dijabarkan pengertian dari mindset itu sendiri sangat
beragam. Dari berbagai macam definisi, bisa ditarik kesimpulan bahwa mindset
adalah

sistem

atau

sekumpulan

kepercayaan

dan

cara

berpikir

yang

mempengaruhi perilaku dan sikap seseorang. Perilaku dan sikap itulah yang pada
akhirnya menentukan level keberhasilan seseorang dalam hidupnya.
Mindset dapat diklasifikasikan menjadi mindset tetap dan mindset
berkembang, walaupun pada dasarnya manusia dilahirkan dengan memiliki
mindset berkembang. Berbagai faktorlah yang menyebabkan mindset seseorang
berubah dari mindset berkembang menjadi mindset tetap, faktor-faktor tersebut
diantaranya adalah repetisi, identifikasi kelompok atau keluarga, ide dari figure
terpandang yang memiliki otoritas, emosi, dan kondisi alfa.
Banyak sekali manfaat yang dapat kita peroleh dari kekuatan mindset ini
jika kita mengetahui bagaimana cara membangkitkannya dan mengaplikasikannya
dalam kehidupan sehari-hari.

3.2

Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas dapat dikatakan bahwa mindset adalah

kekuatan alami yang dimiliki setiap manusia sejak dilahirkan ke dunia ini dan
sangatlah bagus jika kekuatan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal di
kehidupan dan perilaku sehari-hari. Kenyataannya sudah banyak yang
membuktikan baik masyarakat umum maupun para ahli bahwa kekuatan mindset

16

17

tersebut sangatlah berpengaruh terhadap level keberhasilan seseorang di hidupnya.
Ada baiknya jika mulai saat ini kenalilah kekuatan mindset yang terdapat dalam
diri kita masing-masing dan manfaatkan kekuatannya untuk merubah sikap dan
perilaku kita sendiri demi keberhasilan dalam hidup.

DAFTAR PUSTAKA

Gunawan, Adi W. 2007. The Secret of Mindset. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Dweck, Carol S. 2007. Change Your Mindset
Serambi
http://heintjetamburian.blogspot.com
http://strategimanajemen.net
http://mahakosmos.com
http://ariefmaulana.com
http://www.wsoerjodibroto.com
http://defrimardinsyah.wordpress.com

18

Change Your Life. Jakarta:

DAFTAR ISI
KataPengantar ………………………………………………………........ iii
Daftar Isi ……………………………………………………………........ v
Bab 1 Pendahuluan
1.1 Latar Belakang ………………………………………………..

1

1.2 Pembatasan Masalah …………………………………………. 1
1.3 Ruang Lingkup ……………………………………………...... 2
1.4 Tujuan Penulisan …………………………………………....... 2
1.5 Landasan Teori ……………………………………….............. 2
1.6 Metodologi Penelitian ............................................................... 3
1.7 Sistematika Penulisan ................................................................ 3
Bab 2 Pembahasan
2.1 Pengertian Mindset ………………………………………….

4

2.2 Klasifikasi Mindset dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya
2.2.1 Klasifikasi Mindset ……………………………………

5

2.2.2 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Mindset …………

8

2.3 Manfaat Kekuatan Mindset dan Cara Mengaplikasikannya dalam
Kehidupan Sehari-hari …………………………………………..

10

Bab 3 Penutup
3.1 Kesimpulan …………………………………………………..

16

3.2 Saran ………………………………………………………….

16

v

vi

Daftar Pustaka …………………………………………………………... 18