Perbandingan antara pasal pasal sebelum dan sesudah amandemen dapat dijelaskan seperti di

bawah ini:
1. Kedaulatan rakyat yang semula dilaksanakan sepenuhnya oleh MPR,
dikembalikan lagi kepada rakyat. (Pasal 1 ayat 2)
2. Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas DPR dan DPD yang
dipilih melalui pemilu. Hal ini menunjukkan bahwa rakyat mempunyai
wewenang untuk menentukan pilihannya sesuai hati nuraninya secara
langsung, sehingga tidak ada penjatahan anggota MPR.(Pasal 2)
3. Tugas dan wewenang MPR semakin diperkecil, karena tugas-tugas
MPR seperti memilih Presiden dan Wakil Presiden diserahkan secara
penuh kepada pilihan rakyat , serta GBHN tidak ditentukan oleh
MPR tetapi diserahkan kepada Presiden sesuai dengan misi dan visi
pemerintahannya. (Pasal 3)
4. Presiden dan Wakil Presiden dipilih rakyat secara langsung, dengan
masa jabatan paling lama dua periode masa jabatan.
5. Pemberlakuan otonomi daerah berdasarkan alas desentralisasi.
6. Peranan DPR semakin ditingkatkan dengan memberdayakan fungsi
DPR baik fungsi legislasi, fungsi anggaran maupun fungsi pengawasan
sehingga terjadi check and balance.
7. Anggota DPR diplih langsung oleh rakyat.
8. DPD (Dewan Perwakilan Daerah), berfungsi sebagai mediator
antara pemerintahan daerah dengan pemerintahan pusat.
9. Adanya lembaga baru yang memegang kekuasaan yudikatif, yaitu
Mahkamah Konstitusi dan Komisi Yudisial.
10. Adanya perhatian secara khusus mengenai HAM, terbukti dengan
dimasukkannya HAM secara rinci dalam UUD 1945.
11. Adanya perhatian yang serius dalam bidang pendidikan, dengan
memberikan anggaran pendidikan sebesar 20%.

DPR. Kementrian Negara. MPR Mengubah dan menetapkan UUD Melantik Presiden dan Wakil Presiden Memberhentikan Presiden dan atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya menurut UUD Mengubah dan menetapkan UUD Melantik Presiden dan Wakil Presiden Memberhentikan Presiden dan atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya menurut UUD 2. MK. Konstitusi negara tidak hanya sekedar teks-teks yang tertuang dalam suatu naskah. Demikian juga halnya dengan warga negara harus taat pada konstitusi. Sebaliknya. mengkaji maknanya. DPD. perilaku inkonstitusional adalah perilaku yang menyimpang dari konstitusi negara. yang mempunyai makna berperilaku peduli atau memperhatikan konstitusi (UUD). Lembaga-lembaga penyelenggara Negara tersebut melaksanakan tugas atau kewajibannya berdasarkan wewenang yang dimiliki berdasarkan ketetapan konstitusi lain : 1. Perilaku konstitusional juga dapat diartikan sebagai perilaku yang sesuai dengan konstitusi negara. maka setiap warga Negara harus dan wajib untuk memiliki prilaku positif terhadap konstitusi. mempelajari isinya. kesetiaan terhadap konstitusi. MA. Atau dengan kata lain. Para penyelenggara negara wajib taat dan melaksanakan semua yang digariskan oleh konstitusi. disiplin. yang meliputi kesetiaan terhadap ideologi negara. konstitusi RIS. kesetiaan terhadap peraturan perundang-undangan. Berikut adalah contoh sikap konstitusional : A. Sebagai warga negara yang baik adalah warga negara yang memiliki kesetiaan terhadap bangsa dan negara. dan berani menegakkan jika konstitusi dilanggar. Ketaatan terhadap konstitusi ini diwujudkan dalam perilaku konstitusional. konstitusi benarbenar harus ditaati dan dijalankan oleh segenap komponen negara. Presiden dan Kementrian Negara Tidak pernah menghianati Negara Mampu secara rohani dan jasmani untuk melaksanakan tugas sebagai Pres dan Wapres Mengajukan rancangan UU kepada DPR Menetapkan peraturan pemerintah untuk menjalankan UU . Konstitusi diharapkan bisa hidup dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh sebab itu. sampai UUD 1945 hasil amandemen. Oleh karena itu. dan Kepolisian Negara Republik Indonesia.B. melaksanakan nilai-nilai yang terjandung didalamnya. UUDS 1950. mengamalkan dalam kehidupan. dan sesuai dengan hukum. TNI. Perilaku konstitusional dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Konstitusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan hal yang penting. Badan Pemeriksa Keuangan. bangsa Indonesia sudah memiliki konstitusi sejak kemerdekaan dari UUD 1945. Perilaku konstitusional wajib dimiliki dan diterapkan oleh semua warga negara. Perilaku Konstitusional Bagi Penyelenggaraan Negara Berdasarkan konstitusi yang berlaku di Indonesia saat ini penyelenggaraan Nagara dilaksanakan oleh lembaga-lembaga Negara meliputi : MPR. Perilaku konstitusional adalah perilaku-perilaku yang senantiasa berdasar dan hanya berpijak pada aturan-aturan penyelengaraan bernegara yang tertuang dalam UUD 1945. Presiden. KPU. karena perilaku konstitusional dapat menciptakan keadaan yang tertib. dan kesetiaan terhadap kebijakan pemerintah.

baik peraturan lalu lintas.3. 5. 13. melindungi dan memelihara keutuhan serta kedaulatan Negara Menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat B. jujur. hubungan antar pusat dan daerah Pembentukan dan pemekaran atau penggabungan daerah. perselisihan tentang hasil pemilihan umum 9. Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Kesatuan Republik Indonesia Mempertahankan. Mahkamah Konstitusi (MK) Memutuskan sengketa kewenangan yang diberikan UUD Memutuskan pembubaran partai politik. Menjalin persatuan dan kesatuan melalui berbagai kegiatan. infiltrasi. Pelaksanaan pemilihan umum secara transparan. Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Mengajukan rancangan undang-undang tentang otonomi daerah. 11. Ikut melaksanakan pembelaan negara sesuai dengan kemampuan. Mengembangkan sikap sadar dan rasional. . tidak dengan money politic. 4. Melanggar apa yang menjadi isi Konstitusi atau melanggar aturan dan norma yang telah ditetapkan di dalam konstitusi. Mematuhi dan menaati peraturan yang berlaku. Berikut adalah contoh perilaku inkonstitusional yang perlu dihindari dalam kehidupan berbangsa dan bernegara : 1. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan Negara Menyerahkan laporan hasil pemeriksaan kepada DPR. dan adil 6. suap. dan bebas. dan lain sebagainya. Mahkamah Agung (MA) Menguji peraturan perundang-undangan di bawah undang-undang 8. 10. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. Tidak main hakim sendiri. kolusi. serta sesuai dengan peraturan yang berlaku. 7. rahasia. adil. Pelaksanaan demonstrasi atau aksi-aksi secara damai bukan dengan kekerasan. DPD. 2. 8. hak dan kewajiban. atau revolusi. Mengakui dan menghargai hak-hak asasi orang lain. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Menyelenggarakan pemilu yang langsung. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bersidang sedikitnya sekali dalam setahun Membentuk undang-undang Membahas rancangan undang-undang bersama dengan Presiden 4. 3. Pengambilan keputusan dengan musyawarah atau pemungutan suara. Perilaku Konstitusional Warga Negara 1. dan intimidasi. sekolah. 6. Adanya keterbukaan dan etika dalam menghadapi suatu permasalahan. Memberikan kritik atau saran kepada pemerintah melalui wakil rakyat. dan lain-lain kepada DPR 5. jujur. Membayar pajak tepat waktu 12. DPRD 7. 9. bebas.

Untuk mengembangkan perilaku konstitusional. sosialisasi UUD 1945 kepada seluruh warga negara harus dilaksanakan secara efektif melalui kegiatan pembelajaran di sekolah. pertama kali dengan mengetahui dan memahami aturan-aturan penyelenggaraan negara yang tecantum dalam UUD 1945. Perilaku konstitusional harus dilaksanakan oleh penyelenggara dan warga negara secara seimbang.2. Oleh karena itu. ataupun untuk memperkaya diri sendiri (korupsi). Menyalahgunakan konstitusi untuk kepentingan pribadi atau kelompok. .