STRUKTUR TULANG

A.

B.

C.

Tujuan
a. Untuk mengetahui pengaruh cuka terhadap tulang ayam
b. Mengetahui reaksi tulang keras
c. Memahami struktur tulang keras dan tulang rawan

Latar Belakang
Ayam memiliki tulang yang kuat dengan susunan partikel yang padat dan timbangan
berat yang ringan. Timbangan yang ringan tetapi berat ini memungkinkan bangsa burung
memiliki kemampuan untuk terbang atau berenang bagi unggas air. Tulang punggung di daerah
leher dan otot dapat digerakkan. Tulang punggung tersebut membentuk suatu susunan kaku yang
memberikan kekuatan terhadap tubuh yang cukup kuat untuk menopang gerakan dan aktivitas
sayap (Akoso, 1993).
Tulang-tulang hampir semua jenis unggas adalah bersifat pneumatik (berongga). Ruang
berongga ini berhubungan dengan sistem pernafasan yang memungkinkan seekor burung dengan
satu sayap yang patah untuk bernafas melalui sayap. Hal ini merupakan suatu fenomena yang
telah diperhatikan sejak lama pada burung-burung yang luka oleh para pemburu. Dua belas
persen struktur tulang pada ayam adalah tipe tulang meduler yang unik. Ini merupakan suatu
jaringan tulang yang kecil sekali yang mengikat struktur berongga bersama-sama dengan
sumsum tulang dan bagi unggas liar berguna sebagai suatu substansi untuk pembentukan telur
bila kadar kalsium dalam pakannya rendah (Blakely and Bade, 1991).
Tulang mengandung sel-sel hidup dan matrik intraseluler yang diliputi garam mineral.
Kalsium fosfat menyusun sekitar 80% bahan mineral dan sisanya sebagian besar terdiri dari
kalsium karbonat dan magnesium fosfat (Frandson, 1992).
Rongga sunsum tulang ayam betina selama masa bertelur disusupi oleh sistem tulang
sunsum yang terdiri atas kalsium tulang. Bagian ini mengisi ruang sunsum dengan anyaman
tulang yang lembut kecil dan berfungsi untuk membentuk kulit telur bila kalsium yang tersedia
dalam pakan rendah. Tulang sunsum ini terdapat pada ayam betina yang secara fisiologis normal,
tetapi tidak terdapat pada ayam jantan (Akoso, 1993).
Sunsum tulang terdapat dalam tulang kering, tulang paha, tulang pinggul, tulang dada,
tulang iga, tulang hasta, tulang belikat dan kuku. Anak ayam sewaktu tumbuh dewasa, yakni
sekitar 10 hari menjelang pembentukan telur yang pertama, mulai menampung tulang sunsum.
Pada ayam liar, tulang-tulang ini menghasilkan kalsium yang cukup untuk membentuk kerabang
bila kadar kalsium yang dimakan selama bertelur rendah (Akoso, 1993).
Timbunan kalsium tulang ayam betina piaraan hanya dapat mencukupi pembentukan
beberapa kerabang telur. Apabila kandungan kalsium rendah, maka setelah ayam bertelur kurang
lebih 6 butir, akan kehilangan sekitar 40% dari total kalsium tulang (Akoso, 1993).
Alat dan bahan
1. Alat
 Pinset / penjepit
 Pisau / silet
 Kaca benda / objek

Cara kerja : Siapkan tulang paha ayam yang sudah bersih dari sisa-sisa daging yang melekat Amati keadaan paha ayam sebelum perendaman dengan larutan asam cuka.      Hasil Pengamatan Sebelum direndam dalam air cuka Tulang keras Tulang tidak rapuh Berbau amis Sum-sum berwarna merah Tulang berwarna putih bersih b. kelenturan. 5. misalnya kekerasan. warnanya. 2. E.      Setelah diberi perlakuan Tulang lentur Tulang rapuh Berbau busuk Sum-sum tulang berwarna hitam dan hancur Tulang berwarna putih kehitam-hitaman a. catatlah hasil pengamatan. 6. 1. Tutup rapat wadah tersebut menggunakan plastik beri lubang kecil Rendamlah tulang tersebut selama 1 minggu Setelah satu minggu catatlah perubahan yang terjadi pada tulang ayam tersebut pada table pengamatan 3.      toples Kaca penutup Mikroskop Pipet tetes Tissue Air 2. 4. Tuangkan cairan asam cuka kedalam wadah yang telah disediakan. a. Bahan  Tulang paha ayam  Tulang sayap ayam  Asam cuka D. Gambar Struktur tulang .

seperti:    tulang nya akan rapuh. Pengaruh asam cuka terhadap tulang yaitu terjadi perubahan kelenturan tulang setelah direndam larutan HCl. 2. Umumnya penyusun tulang diseluruh tubuh kita semuanya berasal dari material yang sama. Sebutkan bagian-bagian tulang yang tampak pada pengamatan! Jawab 1. Jika kartilago tersebut tidak mengalami pengerasan (Osifikasi). G. kalsium pada tulang semakin sedikit karena larut dalam asam.F. Kesimpulan : Jika tulang. Namun tulang rawan dapat berubah menjadi tulang keras seiring dengan adanya pertumbuhan yang dialami oleh makhluk hidup tersebut. Pertanyaan 1. maka pada kondisi tertentu. Tulang spongiosa . maka tentulah alat-alat tubuh yang vital seperti jantung dan paru-paru tidak terlindungi dengan baik. Dari luar ke dalam secara berurutan akan dapat menemukan lapisan-lapisan : 1. Seperti halnya pada tulang rangka bayi yang masih berupa kartilago hialin. tulang akan menjadi lentur/lunak karena komposisi Ca pada tulang sudah menurun drastis. sum-sum nya akan berubah warna menjadi hitam dan tulang nya menjadi sangat lentur. Periosteum 2. H. Apa pengaruh asam cuka terhadap tulang ? jelaskan ! 2. Perbedaan inilah yang memberikan identitas yang mencolok pada tulang tersebut yaitu tulang rawan yang sifatnya lentur dan tulang keras yang sifatnya padat dan liat seperti semen. Pembahasan Struktur tulang keras dan tulang rawan memiliki perbedaan pada unsur penyusunnya. kita rendam dalam larutan asam maka akan terjadi perubahan struktur tulang. Jadi. Karena HCl + Ca --> CaCl2 + H2. Oleh karena itulah terjadi proses osifikasi. Tulang kompak 3. Perubahan ini dimaksudkan agar tulang tetap dapat menjalankan fungsi-fungsinya.

6. Menyiapkan tulang yang telah dibersihkan dari sisa-sisa daging 2. Untuk mengetahui peranan kalsium di dalam tulang II. Untuk memahami zat penyusun tulang b. Menyiapkan tulang yang telah dibersihkan dari sisa-sisa daging 2. Tujuan a. Di tempat kering 1. lalu mengangkat tulang tersebut. Cara kerja A. Menyimpan tulang paha di tempat yang terkena matahari langsung 3. 1 4.4. Sumsum tulang praktikum biologi tentang paha ayam I. Mendiamkan tulang paha ayam selama 2 hari IV. 2 Tulang paha ayam 3. Setelah merendam selama 3 hari . Di dalam larutan cuka 1. Membasuh tulang paha ayam tersebut dengan air tawar yang mengalir B. Setelah itu memasukan pahan ayam kedalam gelas yang berisi larutan HCI 4. Gelas III. Larutan HCI 10 % 2. Memasukan larutan HCI 10% kedalam gelas 3. Hasil pengamatan . Alat dan Bahan 1. Menutup dan membiarkan selama 3 hari 5.

Tabel pengamatan Tulang paha ayam Hari 0 1 Direndam di larutan asam cuka Dikeringkan di bawah panas matahari Warna Warna : Putih tulang : Putih tulang Kekerasan : Keras pada seluruh bagian Kekerasan : Keras pada seluruh bagian Kelenturan : Tidak lentur Kelenturan : Tidak lentur Lain-lain : Ada lapisan penutup tulang Lain-lain : Ada lapisan penutup tulang pada pada bagian ujung bagian ujung.1. dan terdapat endapan bagian ujung putih di larutan cuka 2 Warna : Agak gelap dibagian epifisis Warna : Mulai bertambah gelap dibagian epifisis Kekerasan : dibagian diafisis dan kelenturan Kekerasan : Keras pada seluruh bagian di bagian epifisis mulai bertambah Kelenturan : Tidak lentur tapi mulai Kelenturan : Tidak lentur . Warna Warna : Agak gelap di bagian : Agak kecoklatan dibagian tepi epifisis tulang Kekerasanm : Keras dibagian diafisis dan Kekerasan : Keras pada seluruh bagian tepi epifisis mulai melentur Kelenturan : Tidak lentur kecuali pada tepi Kelenturan : Tidak lentur epifisis Lain-lain : Mulai timbul bercak putih di Lain-lain : Ada lapisan penutup tulang pada bagian tepi epifisis.

dan volume larutan berkurang dari sebelumnya 2. Tabel perbandingan No Direndam di larutan asam cuka 1 kenyal keras 2 Volume bertambah Volume berkurang 3 Bau amis sedikit hilang Bau amis 4 Warnanya pucat Warnanya mencolok V. tulang spons. asam cuka. Kekerasan : Bagian diafisis masih keras. Foto Di larutan HCl Dikeringkan di bawah panas matahari . pada epifisis mulai mengelupas. Kekerasan : Keras pada seluruh bagian Seadangkan bagian epifisis sudah melentur Kelenturan : Tidak lentur. endapan putih bertambah. dan tepi epifisis mulai menjadi endapan putih juga bertambah di larutan kasar. dan volume larutan berkurang 3 Warna : Warna gelap pada bagian Warna : Warna gelap pada epifisis mulai epifisis bertambah bertambah sampai ke garis epifisial. Lain-lain : Bercak putih bertambah Lain-lain : Mulai kelihatan rongga pada dibagian epifisis (menjadi lebih banyak).melentur dibagian epifisisnya saja. kecuali dibagian Kelenturan : Tidak lentur epifisis Lain-lain : Bercak putih bertambah Lain-lain : Lapisan pembungkus tulang spons dibagian epifisis.

Warna tersebut berubah karena molaritas HCL termasuk kuat sehingga zat pewarna yang ada pada tulang yang sekaligus diikat oleh kalsium di matriks tulang terlarut oleh larutan asam kuat HCL sehingga kesegaran warna di tulang tersebut pudar dan berubah menjadi pucat. Berbeda jauh dengan yang dikeringkan di sinar matahari kekerasannya semakin keras karena fostur tulang akan menyeras jika terkena sinar matahari langsung. Apa yang menyebabkannya? Ini adalah ulah HCL. Na. Selain itu zat-zat lain yang ada pada tulang keras seperti fosfor. Sedangkan paha ayam yang dikeringkan di bawah sinar matahari berwarna putih mencolok yang disebabkan karena kalsium yang berada di dalam tulang tidak hanyut oleh HCI melainkan masih tetapa berasa di dalam tulang. Tetapi setelah dimasukkan ke dalam larutan tersebut warna tulang paha ayam tersebut menjadi coklat keputihan dan pucat terlihat. K dan hidroksi apit juga terlarut dan menurun drastis sehingga tulang benar-benar menjadi lentur atau lunak. Tetapi setelah dimasukkan dan diangkat ternyata menjadi lunak. Mg. Analisis  Warna Setelah tulang paha ayam dikontraksikan atau dimasukkan ke dalam larutan HCL 20% ternyata terdapat perubahan pada warnanya.VI.  Kekerasan Kekerasan pada tulang sebelum dimasukkan ke dalam larutan HCL sangatlah kuat. Sebelum dimasukkan warnanya masih kuning dan terlihat masih segar. Apa yang menyebabkannya? Penyebabnya adalah larutan HCL. dalam kondisi tertentu tulang tersebut akan menjadi lunak sehingga fungsi kalsium sebagai penguat dan yang membantu pertumbuhan tulang menjadi lemah atau rendah bahkan hilang karena kadar atau prosentase atau komposisi kalsium pada tulang menurun drastis.Otomatis kalsium pada tulang semakin sedikit karena terlarut oleh HCL. HCL memiliki kecenderungan untuk melarutkan zat lain atau unsur-unsur lain seperti Ca dengan mengikuti reaksi kimia: HCL + Ca = CaCl2 + H2 .  Kelenturan . bikarbonat. sirat. larutan HCL adalah larutan yang termasuk asam dan sekaligus sebagai pelarut zat lain.

tulang bisa menjadi lentur. Pertannyaan 1. maka pada kondisi tertentu. Setelah tulang direndam selam 3 hari dalam larutan cuka. Akan tetapi tidak seluruh bagian tulang lentur ada di bagian tengah yang tidak lentur karena banyak mengandung zat-zat organik seperti kalsium.Sebelum dimasukkan ke dalam larutan HCL tulang paha ayam sama sekali tidak lentur tetapi setelah dimasukkan tulang ini menjadi lentur dan dapat dibengkokkan dan dipatahkan. Hal ini terjadi karena asam cuka berfungsi sebagai mineral yang menyebabkan zat kapur (yang tersusun atas kalsiun karbonat. Jadi sekali lagi asam klorida adalah salah satu zat pelarut dan mengandung kadar atau prosentase molaritas yang kuat dan tinggi. sehingga yang tersisa adalah kolagen dan zat-zat organik lain. K dan hidroksi apit dan garam-garam seperti Kalsium Karbonat (CaCO3) dan (Ca(PO4)2) yang dapat menjadikan tulang kuat dan keras. tulang akan menjadi lentur/lunak karena komposisi Ca pada tulang sudah menurun drastis. dan protein) yang mengisi ruang antar sel. bikarbonat.. membentuk endapan di dalam larutan cuka yang menyebabkan kalsium yang berada di dalam cuka menjadi larut dan membentuk endapan tersebut. zat perekat. Mg. sirat. Untuk lebih jelas kita dapat mengikuti persamaan reaksi kimia berikut ini: HCL + Ca = CaCl2 + H2 Jadi otomatis kalsium pada tulang semakin sedikit karena larut dalam asam. kalsium fosfat. Na. Dalam tulang yang disimpan di cahaya matahari langsung tidak sama sekali lentur karena kalsium yang berada di dalam tulang tersebut menyeras oleh sianar matahari langsung. Tulang yang direndam di HCL menjadi lunak karena kadar kalsium dan zat-zat penguat tulang yang lain telah menurun drastis akibat terlarut oleh larutan HCl. sehingga zat-zat penguat tulang menurun drastis karena telah terlarut oleh kuatnya molaritas dari larutan HCL. Hal ini dapat membuktikan bahwa larutan HCL yang notabennya adalah mengandung gabungan dari unsur gas mulia yaitu hidrogen (H) dan unsur lain berupa clor (Cl ) benar-benar dapat menurunkan zat-zat atau unsur-unsur yang ada pada tulang terutama kadar kalsium pada tulang. VII. Mengapa tulang paha ayam harus direndam dalam larutan HCl ? . keluar dari dalam tulang. HCl ini lah yg melarutkan kalsium fosfat dan mineral lain. fosfor.

com/2012/06/laporan-praktikum-pahaayam.com/2009/11/06/percobaan-biologi/  http://faisalnento. Bagaimana kondisi ulang paha ayam setelah direndam dalam larutan HCI ? Jawab : menjadi elastis dan kenyal 3.html Laporan Hasil Praktikum Biologi : Struktur Tulang Keras & Tulang Rawan dan Kontraksi Otot A.html  http://aini28.html  http://indriani-harfina. Dasar Teori . 2.html  http://resti-afrista. Kesimpulan 1. VIII.blogspot.wordpress.blogspot.com/2012/09/laporan-hasil-praktikum-biologi.com/2012/03/praktikum-pengamatan-tulang. termasuk kedalam tulang apakah tulang paha ayam ? Jawab : tulang keras 4. sehingga tulang menjadi lentur 2.blogspot.Jawab : untuk memahami zat penyusun tulang . Tulang menjadi lentur karena kehilangan zat kapurnya.com/2012/12/praktikum-biologi-tentang-paha-ayam.html Buku  Buku biologi kelas VIII bilingual  Students worksheet ( cartilage and hard bone ) http://tifareggi28. Berdasarkan jenisnya. Buatlah simpulan dai percobaan tersebut ! Jawab : ada di bagian VII VII. Larutan asam cuka menyebabkan tulang menjadi lentur.com/2010/01/reaksi-tulang-keras.blogspot.blogspot. maka digunakan larutan cuka untuk merendam tulang sebab cuka sifatnya dapat melarutkan zat kapur dari tulang. Daftar Pusaka Situs  http://biologipedia.

filamen-filamen tipis aktin terikat pada dua garis yang bergerak ke Pita A. serta disisipi olehtendon tumit yang tampak jelas (tendon Achillus) pada permukaan kaki. gerakan pergeseran itu mengakibatkan perubahan dalam penampilansarkomer. tulang dapat dibedakan menjadi tulang rawan (KARTILAGO) dan tulang keras (= tulang/OSTEON). Pembentukan tulang keras berawal dari kartilago (berasal dari mesenkim). Sumsum tulang kuning (MEDULLA OSSIUM FLAVA) 2) OTOT Otot rangka adalah masa otot yang bertaut pada tulang yang berperan dalam menggerakkan tulang-tulang tubuh. Mekanisme kerja otot pada dasarnya melibatkan suatu perubahan dalam keadaan yang relatif dari filamen-filamenaktin dan myosin. Proses pengerasan tulang disebut penulangan atau OSIFIKASI. Osteoblas membentuk osteosit (sel-sel tulang).Tulang panjang (tulang pipa) . Kartilago memiliki rongga yang akan terisi oleh OSTEOBLAS (sel-sel pembentuk tulang). Tulang Keras atau Osteon terbagi menljadi .Bagian tengah yang disebut DIAFISE.1) TULANG Menurut bahan pembentuknya. . Otot gastroknemus katakbanyak digunakan dalam percobaan fisiologi hewan.Tulang pendek . Selama kontraksi otot. Kontraksi berlangsung pada interaksi antara aktin miosin untuk membentuk komplek aktin-miosin. Otot rangka dapat kita kaji lebih dalam misalnya dengan mempelajari otot gastroknemus pada katak. Setiap satuan sel-sel tulang akan melingkari pembuluh darah dan serabut saraf membentuk SISTEM HAVERS. tersusun atas sel-sel tulang rawan (KONDROSIT) yang mensekresikan matriks (KONDRIN) berupa hialin atau kolagen.Namun. Rawan pada dewasa antara lain terdapat pada cincin batang tenggorokan dan daun telinga. Di pusatnya terdapat rongga yang berisi sumsum tulang. Tulang rawan bersifat lentur. meskipun filamen tersebut tidak bertambah banyak.Bagian ujung yang disebut EPIFISE. . pada orang dewasa kondrin lebih banyak dan rawan ini berasal dari selaput tulang rawan (PERIKONDRIUM) yang banyak mengandung KONDROBLAS (pembentuk kondrosit). Rongga terbentuk karena aktivitas OSTEOKLAS (perombak tulang). Kondral meliputi PERIKONDRAL dan ENKONDRAL. Rawan pada anak berasal dari mesenkim dengan kandungan kondrosit lebih banyak dari kondrin. Sebaliknya. Sumsum Tulang ada dua jenis yaitu : 1. yaitu penghapusan sebagian atau seluruhnya garis H.Di antara epifise dan diafise terdapat CAKRAM EPIFISE (DISCUS EPIPHYSEALIS). selain itu filamen myosin letaknya menjadi sangat dekat dengan garis-garis Z dan pita-pita A serta lebar sarkomer menjadi berkurang sehingga kontraksi terjadi.Tulang pneumatika Tulang Pipa terbagi menjadi 3 bagian yaitu : .Tulang pipih . Jenis osifikasi adalah DESMAL dan KONDRAL. . Otot ini lebar dan terletak di atas fibiofibula. Sumsum tulang merah (MEDULLA OSSIUM RUBBA) 2. Cakram ini kaya akan osteoblas dan menentukan pertumbuhan tinggi. Matriks akan mengeluarkan kapur dan fosfor yang menyebabkan tulang menjadi keras.

misalnya kekerasannya. dan proses tersebut mempunyai ikatan dengan ATP. dan warnanya. ADP-pi secara bertahap melepaskan ikatan dengan Pi dan ADP. 2. Miosin merupakan produk. 4. Amati keadaan sebelum perendaman dengan larutan asam. Tetani adalah peningkatan frekuensi stimulasi dengan cepat sehingga tidak ada peningkatan tegangan kontraksi. 2. Masukkan hasil pengamatanmu ke dalam tabel.Kontraksi otot dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain : 1. 5. Pengamatan dan hasil pengamatan Tabel hasil pengamatan No. Tujuan : mengamati struktur tulang keras dan tulang rawan Alat dan bahan : Tulang paha ayam Gelas kimia Cawan petri Larutan HCl Cara kerja : Sediakan tulang yang telah diberikan dibersihkan dari sisa-sisa daging yang melekat. 3. Komponen Sebelum direndam Setelah direndam lar. Summasi. dan kemudian rendamlah tulang tersebut ke dalam larutan HCl yang tersedia selama 1 jam. Metode pergeseran filamen dijelaskan melalui mekanisme kontraksi pencampuran aktin dan miosin membentuk kompleks akto-miosin yang dipengaruhi oleh ATP. Selanjutnya ATP yang terikat dengan miosin terhidrolisis membentuk kompleks miosin ADP-Pi dan akan berikatan dengan aktin. berbeda dengan treppe. Pengaruh ini disebabkan karena konsentrasi ion Ca2+ di dalam serabut otot yang meningkatkan aktivitasmiofibril. kelenturannya. 3. Hasil Pengamatan Hasil pengamatan 1 STRUKTUR TULANG KERAS DAN TULANG RAWAN 1. 5. B. sehingga kalsium tidak lagi dapat dikembalikan ke RS melalui mekanisme pemompaan. 3. Treppe atau staircase effect. Selanjutnya tahap relaksasi konformasional kompleks aktin. 4. Fatique adalah menurunnya kapasitas bekerja karena pekerjaan itu sendiri. Ulangi pengamatanmu dan buatlah perbandingan dengan hasil pengamatan sebelum dan sesudah tulang direndam dalam larutan HCl. yaitu meningkatnya kekuatan kontraksi berulang kali pada suatu serabut otot karena stimulasi berurutan berseling beberapa detik. Angkat tulang dari dalam larutan HCl dengan hati-hati menggunakan penjepit dan sarung tangan. pada summasi tiap otot berkontraksi dengan kekuatan berbeda yang merupakan hasil penjumlahan kontraksi dua jalan (summasi unit motor berganda dan summasi bergelombang). 2.HCl . 4. Potonglah sedikit sehingga kamu dapat mengamati bagian dalam tulang. miosin. Rigor terjadi bila sebagian terbesar ATP dalam otot telah dihabiskan. proses terkait dan terlepasnya aktin menghasilkan gaya fektorial. 6. 1.

asam klorida (HCl) memiliki kecenderungan untuk melarutkan unsur-unsur seperti kalsium (Ca). Setelahkartilago terbentuk. 4.yaitu: (1) langsung di dalam mesenkim yang vaskular. Osteoblas juga menempati seluruh jaringan tulang danmembentuk sel-sel tulang keras (osteosit). antarruas tulangbelakang. tulang wajah dan tulang belakang. pangkal lengan. penghubungantara tulang rusuk dan tulang dada. Apakah terjadi perubahan kelenturan pada tulang sesudah direndam larutan HCl? Mengapa? Jawab : Ya. Tulang keras (Osteon) Tulang rawan (kartilago) 1 Tersusun teratur yang membentuk sistem Tersusun tidak teratur Havers 2 Bersifat keras. dan cakra epifisis (pada anak-anak). Pembentukan tulang disebut dengan osteogenesis atau osifikasi. kuat dan kaku Sifatnya lentur dan elastis 3 Selnya osteosit Selnya kondrosit 4 Matriksnya tersusun atas kalsium dan Matriksnya tersusun atas kondrin fosfat 5 Terdapat pada tulang pipa. tulang pendek (pangkal kaki. tulang pipih (tulang pinggul. dan (2) ditengah daerah osifikasi tulang rawan sebagai model tulangmendatang. Terletak di daun telinga. Proses ini terjadi setelah terbentuk tulang rawan(kartilago). dan tulang tidak sambungan tulang belakang. tulang belikat. 2. Ø Tulang rawan : dapat ditemukan di hidung.Sel-sel . Berasal dari osifikasi tulang rawan perikondrium (kartilago) Tulislah bagian tubuh manusia yang berupa tulang keras! Sebutkan pula bagian tubuh manusia yang berupa tulang rawan! Jawab : Ø Tulang keras : terdapat pada tulang pipa (tulang betis. Tulislah perbedaan struktur tulang keras dengan tulang rawan! Jawab : No. Perkembangan tulang (osifikasi)dapat berubah bentuk sesuai tingkatpertumbuhannya. lunak Putih pucat Lebih lunak.tulang kering. hidung. danruas-ruas tulang belakang).Pengamatan 1 2 3 4 Warna Kekerasan Kelenturan Keadaan bagian dalam Putih kekuningan Sangat keras Tidak Berwarna merah. bagian dalamnya akan berongga dan terisi olehosteoblas. agak rapuh Lebih lentur Isi tulang berhamburan keluar.dan tulang tengkorak). Kartilago dihasilkan dari sel-sel embrional (mesenkim). dll beraturan 6 Berasal dari jaringan ikat embrional. tulang pipih. tulang pendek. Apakah tulang rawan dapat berubah (berkembang) menjadi tulang keras? Jelaskan! Jawab : Ya. tulanghasta dan tulang pengumpil). 3. sendi. berwarna merah pucat/cokelat Pertanyaan : 1. cuping telinga. persendian tulang. Peristiwa osifikasi ini berlangsung pada dua tempat. Jadi kalsium pada tulang semakin sedikit karena terlarut dalam asam (larutan berubah berwarna keruh) dan tulang akan menjadi lentur/lunak karena kandungan Ca pada tulang yang semakin sedikit.

Namun tulang rawan dapat berubah menjadi tulang keras seiring dengan adanya pertumbuhan yang dialami oleh makhluk hidup tersebut. Tiap sistem terdiri atas tabung-tabung tipis lamela yang semakin ketengah ukurannya semakin kecil. Perubahan ini dimaksudkan agar tulang tetap dapat menjalankan fungsifungsinya. Pada bagiantengah sistem Havers terdapat saluran Havers yang berisi pembuluh darahkapiler. Oleh karena itulah terjadi proses osifikasi. Perbedaan inilah yang memberikan identitas yang mencolok pada tulang tersebut yaitu tulang rawan yang sifatnya lentur dan tulang keras yang sifatnya padat dan liat seperti semen. Senyawa protein ini juga mengandungsenyawa kapur dan fosfor sehingga matriks tulang mengeras. Seperti halnya pada tulang rangka bayi yang masih berupa kartilago hialin. Jika kartilago tersebut tidak mengalami pengerasan (Osifikasi).tulang dibentuk dari arah dalam ke arah luar (konsentris). . Di sekeliling sel-sel tulang terbentuk senyawa proteinyang akan menjadi matriks tulang. · Kesimpulan Struktur tulang keras dan tulang rawan memiliki perbedaan pada unsur penyusunnya. Setiap satuan sel tulang mengelilingi suatu pembuluh darah dan saraf yangakan membentuk suatu sistem yang disebut sistem Havers. maka tentulah alat-alat tubuh yang vital seperti jantung dan paru-paru tidak terlindungi dengan baik. Tiap lamela mengandung lakuna (celah)yang berisi osteosit.

Apakah terjadi gerakan? Gerakan tersebut adalah kontraksi otot. 3. 1. Apakah fungsi larutan ringer pada percobaan tersebut ? Jawab : karena otot dapat melakukan kontraksi otot memendek jika sedang berkontraksi dan memanjang jika berelaksi. 5. 5. Sebutkan senyawa kimia yang terkandung dalam otot sehingga otot memiliki kemampuan berkontraksi ! Jawab : senyawa kimia berupa atp (adenosine triposfat) dan keratin fasfat. 2. dan 1 menit masing-masing 3 kali Perhatikan gejala yang timbul pada setiap rangsangan yang diberikan. 4. 2 menit. 2. 4. 8. - . 6. 3. Inteval waktu Jumlah kontraksi otot pada perlakuan 1 2 3 3 menit ++ ++ +++ 1 2 menit + ++ ++ 2 1 menit ++ + + 3 Terus menerus + 4 Keterangan : + Jika ada kontraksi Jika otot diam Pertanyaan : 1. 6. 8.Hasil pengamatan 2 1. 7. 3. 7. 2. Apakah fungsi arus listrik yang bersumber dari batu baterai ? Jawab : sebagai rangsangan untuk melakukan kontraksi pada otot. KONTRAKSI OTOT Tujuan : Mengamati kontraksi otot sebagai bagian proses sistem gerak Alat dan bahan : Tungkai katak hijau (Rana pipiens) segar 1 buah Statif standar 1 buah Tali benang 25 cm 2 helai Larutan Ringer 30 ml Pisau bedah 1 buah Arus listrik dari 3 batu baterai besar Cawan petri Kabel Cara kerja : Bersihkan tungkai katak hijau dari kulitnya Ambil bagian betis dengan kedua ujung tendonnya Tiap ujung tendon diikat dengan tali dan diikatkan pada statif sampai tali tegang (tidak mudah bergerak) Jagalah agar otot tetap basah dengan meneteskan larutan Ringer Sentuhlah ujung otot betis dengan kabel dari sumber listrik baterai dengan interval waktu 3 menit. Hitung berapa kali otot berkontraksi? Masukan data dalam tabel dan bandingkan hasil pengamatanmu pada masing-masing interval waktu yang berbeda Cobalah melakukan pengamatan dengan arus listrik secara terus-menerus! Amati dan bandingkan dengan hasil pengamatan sebelumnya! Pengamatan dan hasil pengamatan No.

. glukosa + O2: Co2 + H2O + energi 7.4. 6. Tuliskan skema penggunaan energi otot pada saat kontraksi ! Jawab : atp à adp + asam fosfat + energi 5. laktasidogen: glukosa + asam laktat. Mengapa hal itu terjadi? Jelaskan! Jawab: karena kadar glukosa di urine dan darah pendiri diabetes meletus sangat tinggi sehingga sering buang air kecil cepat haus dan lapar sehingga menyebabkan kelelahan. Jelaskan dengan skema mekanisme terjadinya kelelahan akibat kontraksi melakukan aktifitas! Apakah senyawa penyebab kelelahan tersebut? Jawab: aglikogen: laktasidogen. Apa akibatnya bila otot mendapat rangsang secara terus menerus? Mengapa hal itu terjadi ? Jawab : apabila otot mengalami rangsangan secara terus menerus mengakibatkan otot mengalami kelelahan hal tersebut disebabkan karena menurunnya atp dan fosfat keratin sedangkan adp amp dan asam laktat naik konsentrsinya. Penderita diabetus mellitus sering cepat mengalami kelelahan saat melakukan aktivitas.

. Jika otot berkontraksi terus menerus maka otot akan mengalami kelelahan dan kontraksi otot semakin melemah. maka dengan bantuan senyawa tersebut otot dapat berkontraksi.· Kesimpulan Otot merupakan alat gerak aktif. yang memiliki kemampuan untuk berkontraksi atau memendek karena otot mengandung senyawa kimia berupa ATP (adenosine triposfat) dan keratin fasfat. Jika otot di beri rangsangan berupa arus listrik.

com/bahan-ajar/materi-kelas-xi/tulang/ http://www.wordpress.id/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi/0058%20Bio%2024b.ac. Bandung : Grafindo Media Pratama http://itozangbio. 2009. Endang. MBS. Biologi SMA/MA kelas XI BSE.wordpress.sentra-edukasi. 2010.com/2011/07/jenis-tulang-berdasar-penyusunnya. Bandung : Pusat Perbukuan Departemen pendidikan Nasional Maniam.com/2009/01/20/kontraksi-otot/ http://bebas.ui.html http://wordbiology. Facil Advanced Learning Biology 2A For Grade XI.Daftar Pustaka · · · · · Sri Lestari.htm .