Efisiensi dengan Open Source Software

Bayu Sapta Hari

Dewasa ini dirasakan komputer sudah merupakan kebutuhan bagi setiap orang. Orang menggunakan komputer untuk berbagai keperluan. Pekerja di kantor menggunakan komputer untuk membuat surat, proposal maupun laporan dan menyimpan semua berkas-berkas tersebut, komputer juga digunakan untuk menyimpan semua data-data penting dari suatu perusahaan meliputi data karyawan, data hasil penjualan dan sebagainya. Dalam hal ini komputer sangat membantu dan mempercepat pekerjaan dalam suatu perusahaan. Selain itu, komputer juga digunakan untuk hiburan misalnya untuk menjalankan suatu game, memainkan musik, atau memainkan film. Komputer sebagai sarana hiburan menjadi mungkin dengan adanya multimedia. Perkembangan terakhir dari komputer adalah dengan adanya internet, yang memberi fungsi lebih kepada komputer yaitu sebagai sarana komunikasi global. Dalam hal ini teknologi komputer berkembang lebih jauh menjadi teknologi informasi. Oleh karena itu, komputer sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Tidak bisa dibayangkan bagaimana kehidupan manusia tanpa adanya komputer. Salah satu komponen penting dari suatu komputer adalah software atau perangkat lunak. Software ini adalah sebuah program yang memungkinkan pengguna komputer menggunakan komputer sesuai dengan keinginannya. Tanpa adanya software komputer hanyalah seonggok besi yang tidak ada manfaatnya karena tidak bisa melakukan apapun yang dikehendaki oleh penggunanya. Maka komputer akan berjalan dengan baik dan dapat digunakan secara maksimal apabila didukung oleh software yang bekerja dengan baik sebagai platform dari komputer tersebut. Software bagaikan ruh dari komputer. Oleh karena itu, pengadaan software menjadi sesuatu yang sangat penting. Berbeda dengan perangkat keras (hardware) komputer yang sulit untuk diduplikasi atau dicopy, software sangat mudah diduplikasi atau dicopy. Dan sialnya kebanyakan dari software yang ada dilindungi oleh hak cipta (copyright) yang artinya software tersebut hanya dapat digunakan secara sah apabila lisensinya sudah dibeli. Dengan
Efisiensi dengan Open Source Software 1

kata lain setiap bentuk duplikasi terhadap software adalah perbuatan yang tidak sah (ilegal) dan segala bentuk penggunaan software tersebut adalah juga ilegal. Inilah yang terjadi di tengah masyarakat yang artinya bahwa kebanyakan dari kita telah menggunakan secara tidak sah suatu software komersial yang memiliki hak cipta. Hal inilah yang kurang dipahami oleh sebagian besar masyarakat pengguna komputer. Sehingga yang terjadi adalah proses duplikasi suatu software yang dilindungi hak ciptanya secara besar-besaran dan terus menerus tanpa disadari bahwa tindakan tersebut tidak sah. Dalam hal ini masyarakat tidak sepenuhnya salah karena selama ini tidak memiliki pilihan jenis software yang bisa digunakan. Selama ini masyarakat hanya mengetahui bahwa software tertentu saja yang bisa digunakan sebagai platform dari komputernya tanpa mengetahui adanya alternatif software lainnya. Hal ini juga didukung oleh institusi pendidikan komputer yang dalam memberikan pengetahuan komputer hanya berdasarkan software tertentu saja (yang memiliki hak cipta dan tidak bisa dicopy dengan bebas) tanpa pernah memberikan alternatif software lain. Padahal dalam dunia komputer dikenal adanya open source software dan free software yang jelas-jelas bebas digunakan dan bisa didapat secara gratis tanpa perlu membeli copyrightnya. Dalam rangka mensosialisasikan open source software dan free software dan mencegah terjadinya pemakaian software komersial secara ilegal, tulisan ini dibuat. Pemakaian secara tidak sah software yang memiliki hak cipta Selama ini masyarakat mengenal komputer dengan windows sebagai sistem operasinya tanpa pernah mengetahui bahwa windows merupakan software yang memiliki hak cipta. Setiap penggunaan windows harus memiliki lisensi (ijin) dari perusahaan pengembang yang dalam hal ini adalah microsoft. Jadi setiap penggunaan sistem operasi windows di Indonesia dikatakan sah apabila telah membeli lisensi dari microsoft Indonesia. Dan apabila kita menggunakan windows tanpa pernah membeli lisensi dari microsoft maka kita telah menggunakan windows secara tidak sah. Saat ini sebagian besar masyarakat Indonesia menggunakan windows sebagai sistem operasi komputernya. Tetapi, dari sekian banyak pengguna windows tersebut masih
2 Efisiensi dengan Open Source Software

bisa dipertanyakan apakah mereka telah memiliki lisensi untuk menggunakan windows dari microsoft Indonesia. Bagi mereka yang membeli komputer built-in mungkin hal ini tidak terjadi karena kebanyakan komputer built-in telah mengintegrasikan windows ke dalam sistemnya secara paket ketika komputernya dibeli (lisensi software sudah termasuk dalam harga jual komputer). Namun tidak demikian halnya dengan mereka yang membeli komputer rakitan atau merakit sendiri komputernya. Mereka harus mencari software secara terpisah dan menginstallnya ke komputer dan yang paling gampang dan murah adalah dengan mengkopinya atau dengan membeli cd bajakannya tanpa lisensi. Dan hal terakhir inilah yang banyak terjadi. Selain memang tidak mengetahui bahwa software yang digunakan adalah ilegal dan tidak memiliki lisensi, sebagian masyarakat pengguna komputer secara sadar mengkopi software dengan sengaja dengan alasan terlalu mahal apabila harus membeli lisensi software tersebut sehingga tindakan ilegal berupa duplikasi atau pengkopian software berlisensi menjadi dianggap sah-sah saja. Kurikulum pendidikan komputer di berbagai institusi pendidikan juga berperan menjadikan proses duplikasi ilegal marak terjadi. Karena kurikulum di institusiinstitusi tersebut menyatakan bahwa seolah-olah sistem operasi komputer hanya windows saja dan hanya ada software-software lain yang berbasis windows (under windows) tanpa pernah menyebut adanya alternatif lain. Jangankan di kalangan masyarakat awam, di kalangan pendidikan pun kesadaran akan adanya pemakaian software secara ilegal sangat kurang. Bahkan seakan-akan tidak peduli apakah sistem operasi yang digunakan sudah mengantongi lisensi atau belum. Maka wajar saja apabila praktek duplikasi dan pemakaian software tanpa lisensi terus terjadi. Selain faktor yang telah disebutkan di atas, ada faktor lain yang menjadikan proses duplikasi dan pemakaian secara ilegal software berlisensi marak terjadi. Faktor tersebut adalah pola pikir dan mental dari sebagian besar masyarakat Indonesia yang masih tradisional dan tidak memiliki disiplin. Sebagian masyarakat kita masih kurang menghargai hasil karya orang lain. Bahwa suatu hasil karya dilindungi oleh hak cipta sehingga tidak bisa digunakan sembarangan dan tanpa ijin. Sikap tidak menghargai hak cipta dan keengganan mengikuti prosedur (tidak disiplin) sepertinya sudah menjadi tabiat bangsa Indonesia yang tidak hanya ditunjukkan dalam
Efisiensi dengan Open Source Software 3

pemakaian software saja tetapi juga dalam bidang-bidang lainnya (misalnya dalam berlalu lintas atau dalam kebersihan). Dengan sikap seperti ini maka tidak aneh apabila praktek pemakaian secara ilegal software berlisensi tumbuh subur. Memang membeli lisensi suatu software tidaklah murah. Apalagi bila yang menggunakan software tersebut tidak hanya sebuah komputer saja tetapi banyak seperti di kantor-kantor. Tentu saja pembelian lisensi sangat membebani keuangan institusi maupun perorangan tersebut. Apalagi dalam kondisi perekonomian yang sedang dalam krisis dan kurang mendukung seperti sekarang ini. Tetapi menggunakan software secara ilegal juga bukan merupakan penyelesaian yang baik. Bahkan bisa menjadi sesuatu yang merugikan apabila di kemudian hari ada tuntutan hukum terhadap para pemakai software komersial secara ilegal. Dalam kaitannya dengan penyediaan software yang murah inilah ada satu alternatif yang menarik untuk diterapkan yaitu Open source software dan free software. Open source software dan free software Open source software adalah istilah yang digunakan untuk software yang membuka/membebaskan source codenya untuk dilihat oleh orang lain dan membiarkan orang lain mengetahui cara kerja software tersebut dan sekaligus memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada pada software tersebut. Dan yang menarik dan salah satu keeunggulannya adalah bahwa Open source software dapat diperoleh dan digunakan secara gratis tanpa perlu membayar lisensi. Biasanya orang mendapatkan software ini dari internet. Salah satu open source software yang terkenal, yaitu Linux. Keberadaan open source software ini sangat ditunjang oleh internet. Mula-mula open source software diambil dari internet kemudian digunakan oleh orang dan diperbaiki apabila ada kesalahan. Hasil perbaikan dari open source ini kemudian dipublikasikan kembali melalui internet yang memungkinkan orang lain menggunakan dan memperbaikinya. Dan begitulah seterusnya. Saat ini sangat mudah mendapatkan open source software di internet. Pengembangan open source software melibatkan banyak orang dari berbagai penjuru dunia yang berinteraksi melalui internet. Karenanya bermunculanlah berbagai
4 Efisiensi dengan Open Source Software

macam software yang dibuat berbasis open source ini yang dipublikasikan melalui internet. Pola open source ini telah melahirkan developer-developer handal dari berbagai penjuru dunia. Dengan pola open source orang dapat membuat dan mengembangkan apa yang disebut dengan free software. Software ini dapat digunakan tanpa perlu membayar lisensi atau hak cipta karena memang dikembangkan dengan pola open source. Jadi dengan pola open source orang dapat mengembangkan software dan mempublikasikannya dengan bebas melalui internet. Maka tidak heran apabila kita akan banyak menemukan free software ini di internet dan bisa secara bebas mendownloadnya tanpa perlu membayar uang sepeser pun kepada pengembang software tersebut. Free software disini juga bukan program kacangan. Anggapan bahwa barang yang gratis jelek kualitasnya tidak berlaku buat free software. Karena sudah terbukti kehandalannya. Dan karena free software berbasis open source maka software tersebut sudah melalui proses perbaikan yang terus menerus. Jadi tidak ada alasan tidak mau menggunakan free software ini dengan alasan kualitasnya yang tidak baik. Dengan karakteristik yang telah disebutkan di atas maka tidak salah apabila kita menaruh harapan pada open source ini sebagai platform alternatif yang bisa kita gunakan dalam komputer kita. Penerapan pola open source di Indonesia juga dapat menghilangkan pemakaian software komersial secara ilegal dan memungkinkan bangsa Indonesia dikenal karya ciptanya dengan ikut mengembangkan open source software. Efisiensi dengan open source software Bayangkan di suatu instansi pemerintah yang memiliki puluhan perangkat komputer yang masing-masing bekerja dalam sistem operasi windows. Ini artinya instansi tersebut harus membeli progam windows untuk setiap komputernya yang jumlahnya bisa puluhan (bahkan ratusan) unit. Dan sialnya harga sebuah software tidaklah murah (bila tidak ingin dikatakan mahal) dan dibebankan kepada anggaran pemerintah tersebut. Bila biaya ini dihitung untuk keseluruhan instansi pemerintah di seluruh Indonesia maka bisa dibayangkan betapa besar jumlah biaya yang mesti
Efisiensi dengan Open Source Software 5

dibayar oleh pemerintah untuk menyediakan software yang digunakan untuk setiap komputernya. Penyediaan suatu software dengan harga yang besar untuk komputer di tengah kondisi ekonomi yang sedang sulit seperti sekarang ini menjadi sesuatu yang sangat tidak bijaksana dan tidak menunjukkan adanya sense of crisis. Padahal biaya tadi bisa digunakan untuk keperluan lain yang lebih strategis dan menempati prioritas yang lebih tinggi, misalnya untuk pendidikan dan kesehatan. Demikian juga di instansi-instansi lainnya semisal sebuah universitas yang memiliki lab komputer, lab internet dan fasilitas lain yang menggunakan komputer sebagai pendukungnya (seperti perpustakaan, pelayanan administrasi, keuangan dan sebagainya) yang semua komputernya bekerja dalam suatu platform software komersial tertentu yang membutuhkan biaya untuk menginstalnya. Bukankah ini merupakan suatu yang sangat tidak efisien apabila untuk setiap komputer tersebut harus membeli software komersial. Praktek yang tidak efisien juga dapat terjadi di suatu perusahaan yang banyak menggunakan komputer dalam membantu menjalankan bisnisnya. Apabila perusahaan harus menyediakan software bagi puluhan atau bahkan ratusan komputernya dengan jalan membeli software komersial. Tentu saja hal ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Bagi suatu perusahaan yang ingin mendapatkan keuntungan yang besar perlu pertimbangan yang tepat tentang bagaimana mendapatkan software murah sekaligus baik performanya. Di sisi lain apabila penyediaan software tidak dengan prosedur yang resmi atau dengan cara membeli mengingat harganya yang mahal maka kita akan terjebak kepada praktek yang tidak sah misalnya dengan jalan mengkopi atau menginstal software tersebut tanpa ijin. Ini juga bukan solusi dan bahkan justru akan sangat merugikan. Jalan yang bisa ditempuh untuk mengatasi dilema tersebut adalah dengan memanfaatkan open source software dan free software sebagai platform bagi komputer. Open source software maupun free software (misalnya Linux) sangat mudah didapatkan, yaitu dengan mendownloadnya melalui internet dan tidak perlu membayar untuk
6 Efisiensi dengan Open Source Software

mendapatkan ijin atas hak ciptanya. Bisa kita bayangkan berapa rupiah biaya yang bisa kita hemat apabila kita menggunakan free software ini. Tentu saja tetap akan membutuhkan biaya, yaitu untuk memberikan pelatihan penggunaan software tersebut, tetapi tetap saja biaya ini jauh lebih murah bila dibandingkan dengan biaya membeli software komersial yang juga masih membutuhkan pelatihan. Jadi, dengan memanfaatkan pola open source dan free software suatu instansi baik pemerintah maupun swasta dapat melakukan penghematan biaya sekaligus menghindari praktek ilegal berupa pemakaian secara tidak sah (baca: pembajakan) atas suatu software komersial tertentu. Penghematan ini juga merupakan tindakan yang sangat bijaksana mengingat kondisi bangsa Indonesia yang masih berada dalam krisis ekonomi. Jadi, ada semangat nasionalisme yang melandasi pola open source ini. Perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat Indonesia Sifat open source software yang bebas dan terbuka sehingga memungkinkan orang lain untuk mengutak-atik dan mengembangkan lebih lanjut programnya, dapat dijadikan sarana untuk mengubah perilaku masyarakat Indonesia yang lebih suka menggunakan karya yang sudah jadi. Dalam hal penyediaan software komputer tampak sekali perilaku mau enak tanpa susah payah menjadi ciri yang menonjol dari masyarakat Indonesia. Tetapi, perilaku ini harus segera dihapuskan karena akan hanya akan membawa kerugian. Melalui pola open source masyarakat pengguna komputer akan diberikan keleluasaan dalam menggunakan software secara cuma-cuma. Dan tidak hanya itu, masyarakat juga punya kesempatan untuk berpartisipasi mengembangkan software tersebut sehingga sesuai dengan keperluan mereka masing-masing. Masyarakat diharapkan menjadi produsen bagi aplikasi yang sesuai dengan kepentingan masing-masing. Pola open source ini juga dapat memberdayakan setiap orang untuk ikut berperan dalam pengembangan teknologi informasi dan komputer karena setiap orang di manapun dia berada punya kesempatan yang sama untuk mengembangkan open source software. Dan karena software ini didistribusikan dan dipublikasikan melalui internet maka akan terbentuk komunikasi antar personal yang tidak dibatasi oleh tempat. Setiap orang dapat mengakses maupun mempublikasikan kembali hasil
Efisiensi dengan Open Source Software 7

kreasinya melalui internet. Setiap orang punya sarana untuk berkomunikasi dengan orang-orang di seluruh dunia melalui internet. Pola pengembangan open source software melalui internet dapat membentuk masyarakat yang memiliki sikap terbuka untuk menerima masukan atau kritik dari orang lain. Sikap ini sangat diperlukan di dalam suatu tatanan masyarakat yang demokratis yang menjunjung tinggi hak-hak orang lain dan perbedaan pendapat. Sebagai bangsa yang sedang melakukan transisi menuju tatanan masyarakat yang lebih demokratis dan kehidupan yang lebih efisien maka sikap terbuka ini sangat menguntungkan. Dan sikap ini dapat ditumbuhkan melalui penerapan pola open source. Salah satu ciri efisiensi adalah kemampuan untuk mencipta dan tidak bergantung pada orang lain. Dengan pola open source kita dapat melakukan efisiensi dengan mengembangkan sendiri software atau aplikasi yang sesuai dengan kepentingan diri kita sendiri. Ini dilakukan dengan memanfaatkan dan mengembangkan open source software. Dan supaya terbentuk pola ini maka masyarakat Indonesia harus bertransformasi dari masyarakat berpola konsumsi menuju masyarakat berpola produksi. Saat ini dapat dikatakan masyarakat Indonesia secara umum dapat digolongkan sebagai masyarakat berpola konsumsi bukan masyarakat berpola produksi. Masyarakat berpola konsumsi adalah masyarakat yang selalu tertantang untuk mengkonsumsi produk-produk baru, sedangkan masyarakat berpola produksi adalah masyarakat yang selalu tertantang untuk berkreasi dan menciptakan produk baru. Dalam situasi krisis seperti sekarang ini berperilaku dengan pola konsumsi menjadi sangat tidak bijaksana dan tidak memiliki sense of crisis. Dengan demikian menjadi masyarakat berpola produksi adalah pilihan yang bijaksana dan strategis dalam upaya efisiensi dan berusaha keluar dari krisis. Transformasi untuk menjadi masyarakat berpola produksi dapat dilakukan salah satunya dengan menerapkan pola open source dalam penyediaan software komputer. Hal ini mungkin karena keberadaan komputer yang sudah sangat menyatu dengan kehidupan masyarakat. Segala kebijakan yang berkaitan dengan komputer akan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat dan akan menyebar dengan cepat.
8 Efisiensi dengan Open Source Software

Apabila masyarakat Indonesia telah menjadi bagian dari pengguna dan pengembang open source software maka terbentuknya masyarakat yang berpola produksi tinggal menunggu waktu saja dan efisiensi pun akan tercapai. Usaha-usaha praktis yang dapat dilakukan Memasyarakatkan keberadaan open source software dan free software merupakan langkah awal dalam usaha pengembangan open source software. Selain itu diperlukan pula proses penyadaran akan ilegalitas dari praktek pengkopian software komersial. Dengan adanya proses penyadaran sekaligus memberikan alternatif software lain yang free maka diharapkan masyarakat akan sadar bahwa apa yang selama ini dilakukan melalui praktek pengkopian adalah perbuatan tidak sah dan melanggar hukum. Proses sosialisasi software berbasis open source dan free software dapat dilakukan salah satunya dengan mengubah kurikulum pendidikan komputer yang selama ini hanya didominasi oleh satu software tertentu dan memasukkan alternatif lain yang bisa dijadikan platform atau sistem operasi dari sebuah komputer. Dalam pengajaran sistem operasi komputer perlu ditegaskan adanya software komersial, yang memerlukan lisensi untuk dapat menggunakannya, dan selain itu ada juga software yang berbasis open source dan free yang dapat digunakan dengan bebas tanpa perlu membayar lisensi. Dalam pengajaran komputer menggunakan software tertentu perlu juga ditegaskan bahwa software tersebut merupakan software yang dilindungi oleh copyright yang legal digunakan apabila sudah membayar lisensinya. Jadi dari awal sudah diberikan wawasan tentang aspek legalitas dari suatu software. Dengan memberikan pengetahuan tentang legalitas pemakaian suatu software diharapkan dapat memberikan pilihan-pilihan software yang sesuai dengan keperluan si pengguna komputer. Untuk melakukan migrasi ke software berbasis open source, maka memasukkan materi tentang open source software dan free software ke dalam kurikulum pendidikan komputer menjadi sesuatu yang sangat strategis. Ini merupakan langkah awal untuk

Efisiensi dengan Open Source Software

9

mempersiapkan sumber daya manusia yang siap untuk mengembangkan open source software. Dalam hal ini Institusi penyelenggara pendidikan komputer juga dapat ambil bagian dalam proses pengembangan open source software, yaitu dengan menyelenggarakan pelatihan komputer dengan software yang berbasis open source dan free software. Dan ini merupakan suatu peluang bisnis baru mengingat masih belum banyak orang yang memanfaatkan open source software ini. Selama ini masih belum banyak lembaga yang menyelenggarakan pendidikan software berbasis open source tetapi dengan adanya upaya migrasi ke software berbasis open source maka akan ada lebih banyak orang yang membutuhkan pelatihan software berbasis open source. Dunia pendidikan merupakan tempat yang strategis untuk mengembangkan open source software. Sudah saatnya institusi pendidikan memulai penggunaan open source software ini (Linux) sebagai standar platform dari komputernya. Dan kemudian membuka akses yang luas bagi mahasiswa/siswa untuk mengembangkan open source software tersebut. Penutup Praktek pengkopian secara ilegal software komersial marak terjadi dan seolah-olah sudah menjadi common sense dalam masyarakat pengguna komputer di Indonesia. Kondisi ini tidak seharusnya terjadi dan akan sangat merugikan bagi diri kita sendiri. Praktek ini juga menunjukkan pola pikir dan perilaku sebagian besar masyarakat Indonesia yang kurang menghargai hasil karya orang lain yang dilindungi oleh hak cipta. Perilaku (attitude) ini bertambah parah dengan watak sebagian masyarakat yang lebih suka mengkonsumsi suatu produk dibandingkan menciptakannya sehingga membentuk masyarakat yang berpola konsumtif. Perilaku yang demikian ini melahirkan inefisiensi dalam berbagai bidang. Transformasi menuju masyarakat berpola produktif diperlukan dalam rangka menciptakan pola kerja dan organisasi yang lebih efisien. Dan transformasi ini dimungkinkan melalui kerangka pola open source yang diterapkan melalui penggunaan dan pengembangan open source software dan free software. Melalui pola open source software bangsa Indonesia tidak hanya berada sebagai pengguna tetapi sekaligus juga dapat berperan sebagai pengembang software tersebut.
10 Efisiensi dengan Open Source Software

Daftar Acuan

I Made Wiryana, GNU/Linux Pembuka Jalan Desentralisasi Pengembangan Teknologi Informasi I Made Wiryana, Konsep Linux dan Open Source, Menapak Bisnis Open Source H. Prihantoosa, Open Source & Free Software Sebagai Solusi Dunia Pendidikan Indonesia

Efisiensi dengan Open Source Software

11

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful