You are on page 1of 19

ANGGARAN DASAR

TAKMIR MASJID “DARUSSALAM”
“Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman
kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan
tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang
diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk“
(QS. At-Taubah , ayat.18)
Untuk menjadikan cermin dalam memakmurkan masjid perlu kiranya mentauladani
Rasulullah SAW dalam memfungsikan masjid. Fungsi dan peranan masjid
sebagaimana pada masa Rasulullah SAW adalah sebagai pusat berbagai kegiatan
ummat Islam, tidak saja sebagai sarana untuk kegiatan ibadah vertikal, akan tetapi di
masjid pula Rasulullah SAW telah melakukan kegiatan ibadah secara horisontal.
Rasulullah SAW telah menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan dakwah, tempat
menuntut dan mengkaji ilmu (ahlu suffah), merawat orang sakit, menyelesaikan hukum
li’an (hukum adat istiadat), dan bahkan sampai mengatur sebuah politik strategi perang
Rasulullah SAW bermusyawarah di masjid.
Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid
untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan
untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orangorang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka Sesungguhnya
bersumpah: "Kami tidak menghendaki selain kebaikan." Dan Allah menjadi saksi bahwa
sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya).(QS. At-Taubah ,
ayat.107)
Jika kita merujuk surat At-Taubah ayat.107 di atas maka tidak pantaslah orang –
orang yang melakukan kegiatan di masjid, hingga kegiatan tersebut hanya untuk
menimbulkan kemudharatan, untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orangorang mukmin.
Untuk mewujudkan hal tersebut diatas perlu adanya sebuah sistem kepemimpinan
dan kepengurusan masjid yang amanah sehingga mampu membawa ummat Islam
kepada peningkatan kualitas iman dan takwa. Maka dengan menyebut nama Allah
SWT yang Maha Rahman dan Maha Rahim, kami Jamaah Masjid “DARUSSALAM”
Griya Bhayangkara Masangankulon Sukodono Sidoarjo berhimpun dalam suatu wadah
organisasi ketakmiran dengan Anggaran Dasar sebagai berikut :

2.Bab 1 Nama. Sosial. 1. Fungsi Takmir Masjid “Darussalam” berfungsi sebagai berikut : (1) Pembinaan umat Islam dan menggali segala potensi yang ada dalam jamaah (2) Membentengi akidah umat Islam berdasarkan Ahlisunah Wal Jamaah (3) Menjadi rujukan dalam masalah agama Ps. Bab 3 Fungsi dan Tugas Ps. Tujuan dan Usaha Ps. berilmu dan bertaqwa dalam rangka mengabdi kepada Allah SWT (2) Menyelenggarakan aktifitas yang bernafaskan Islam dibidang Ibadah. 1. Tempat Kedudukan Ketakmiran Masjid “DARUSSALAM” bertempat dan kedudukan di Fasum Barat – Griya Bhayangkara – Desa Masangankulon – Kecamatan Sukodono – Kabupaten Sidoarjo Bab 2 Azas. Tugas Tugas Takmir Masjid “Darussalam” adalah : (1) Menegakkan syiar Islam . Seni dan Budaya. Usaha Takmir Masjid “Darussalam” mempunyai usaha sebagai berikut : (1) Membina umat Islam beriman. 1. Waktu dan Tempat kedudukan Ps. 3. Tujuan Tujuan Takmir Masjid “Darussalam” adalah Memakmurkan Masjid “Darussalam” dan siar Islam. Ps. 3. Nama Organisasi ini bernama “Takmir Masjid DARUSSALAM” Ps. (3) Melakukan amar ma’ruf nahi munkar. 2. Ekonomi. Dakwah. Pendidikan. Azas Azas Ketakmiran Masjid “Darussalam” berasaskan islam ahlussunah waljamaah dalam paham Nahdatul Ulama’ Ps. Waktu Berdiri Ketakmiran Masjid “DARUSSALAM” berdiri pada tanggal 17 Mei 2003 Ps. 2.

1. Donatur dan Struktural sebagai berikut : (1) Keanggotaan Jamaah adalah warga muslim di lingkungan masjid “Darussalam” (2) Keanggotaan Donatur adalah warga muslim di lingkungan masjid “Darussalam” yang berpartisipasi dalam donatur. Bab 5 Pembendaharaan Pembendaharaan diperoleh dari usaha-usaha dan sumbangan yang halal dan tidak mengikat.(2) Menjalin ukhuwah Islamiyah (3) Menghidupkan semangat musyawarah (4) Membangun solidaritas jamaah. Bab 4 Keanggotaan dan Struktur Organisasi Ps. 2. Perubahan Anggaran Dasar dapat dimuat dalam addendum tersendiri Bab 7 Pembubaran Organisasi Pembubaran organisasi hanya dapat dilakukan oleh musyawarah dan mufakat keanggotaan Takmir Masjid “Darussalam” . 1. Bab 6 Perubahan Anggaran Dasar Ps. 2. (3) Keanggotaan Struktural adalah warga muslim di lingkungan masjid “Darussalam” yang termasuk dalam struktur organisasi Ps. Keanggotaan Takmir Masjid “Darussalam” mempunyai keanggotaan yaitu Keanggotaan Jamaah. Perubahan dan penambahan dilakukan dalam musyawarah yang dihadiri oleh keanggotaan struktural dan disetujui oleh seluruh keanggotaan Ps. Struktur Organisasi Struktur Organisasi Takmir Masjid “Darussalam” adalah : (1) Nadzir / Pelindung (2) Mukhtasyar / Penasehat (3) Pengurus Harian.

3. Pengesahan Anggaran Dasar Takmir Masjid “Darussalam” disyahkan dalam musyawarah umum Disyahkan di SIDOARJO Tanggal 24 Nopember 2011 . 2. Aturan Tambahan Aturan Tambahan yang dimaksud adalah hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar. Musyawarah hanya dapat dilakukan oleh keanggotaan Takmir Masjid “Darussalam” Ps. 2.Bab 8 Permusyawarahan Ps. dapat dimuat dalam peraturan atau ketentuan tersendiri yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar Ps. 1. Hasil Musyawarah merupakan keputusan tertinggi dalam memecahkan permasalahan ketakmiran Ps. 1. Musyawarah yang dimaksutkan yaitu : (1) Musyawarah Umum (2) Musyawarah kerja (3) Musyawarah kordinasi bidang Bab 9 Aturan Tambahan dan Pengesahan Ps.

Hak Anggota . kami Jamaah Masjid “DARUSSALAM” Griya Bhayangkara – Desa Masangankulon – Kecamatan Sukodono – Kabupaten Sidoarjo berhimpun dalam suatu wadah organisasi ketakmiran dengan Anggaran Rumah Tangga sebagai berikut : Ps. (c). BAB 1 KEANGGOTAAN Keanggotaan Jamaah dan Donatur Yang termasuk Keanggotaan Jamaah dan Donatur adalah : Warga muslim di lingkungan masjid “Darussalam” yang mengikuti sholat Rowatib di masjid “Darussalam” Para Donatur yang telah berpartisipasi dalam dukungan dana untuk masjid “Darussalam” Keanggotaan Struktural Yang termasuk Keanggotaan Struktural adalah : Pelindung yang anggotanya adalah lembaga LTMI MWC NU kecamatan dan kepala desa. ayat : 4) Jamaah di sekitar masjid bersatu dalam suatu wadah organisasi yang disebut dengan takmir masjid. 3. Ps. kyai. ustadz. (a).ANGGARAN RUMAH TANGGA TAKMIR MASJID “DARUSSALAM” ‫هللا ان‬ ‫ك ا ص فا س ب ي له ف ي ي قات لون ال ذي ن ي حب‬ ‫ ال صف( مر صوص ب ن يان ن هم‬٠٤ Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan–akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh ( QS. Ps. Maka dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Rahman dan Maha Rahim. Organisasi ketakmiran ini harus memiliki aturan main berorganisasi agar dapat mencapai tujuan bersama secara efektif dan efesien. 2. Penasehat yang anggotanya dapat melibatkan dari Syuria NU. 1. Ash shoff . (a). (b). (b). atau jajaran Rukun Warga (RW). yang menjadi acuan kerangka dasar bagi jamaah dalam mengelolah aktivitas dalam masjid. Aturan main berorganisasi yang penting adalah Anggaran Rumah Tangga ( ART ) sebagai konstitusi organisasi. Pembentukan Pengurus Harian dilakukan oleh ketua terpilih dan dimusyawarahkan bersama Formatur.

Kewajiban Anggota Menjaga nama baik Masjid “Darussalam” dan jama’ahnya. 2. (b). Uswatun khasanah (6). 1. Mendirikan sholat (3).(a). saran atau pertanyaan baik secara lesan maupun tertulis. Dapat mengikuti musyawarah sesuai dengan jenisnya dan mengeluarkan pendapat. Anggota Struktural dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Takmir Masjid “Darussalam”. (10). (a). (11). Sosial 1 orang (f). Keanggotaan Jamaah dapat dilibatkan dalam musyawarah Pengurus Takmir jika dibutuhkan. Jamaah aktif 3 orang Ps. (9). 3. (c). PEMBENTUKAN KETUA TAKMIR Pembentukan Ketua Umum Takmir Masjid “Darussalam” dimusyawarahkan oleh Tim Formatur yang dibentuk melalui musyawarah Umum. 4. BAB 2 Ps. (c). (a). (b). mengajukan usul. Mempunyai sifat kepemimpinan (leadership) Alim / mempunyai pengetahuan agama Memakmurkan Masjid Laki-laki Cinta masjid Tidak pernah merugikan masjid. . Ps. Mengeluarkan zakat (4). Apabila Tim Formatur tidak mendapatkan keputusan dalam musyawarahnya maka penentuan Ketua Takmir dilakukan voting di dalam tim formatur. (d). Tidak takut kepada selain Allah (5). Penjaringan Ketua Umum Takmir diambil dari keanggotaan jamaah atau keanggotaan struktural dengan kreteria : (1). Ps. yang beranggotakan 13 orang dengan komposisi anggota : Ulama / ustad 4 orang Umaro’ 1 orang Tokoh masyarakat 2 orang Intelektual 2 orang (e). Dapat menjadi anggota struktural sesuai keberadaannya. (8). (7). Iman kepada Allah dan hari akhir (2). (b).

Ketua umum IV. 1. Ketua Takmir Masjid “Darussalam” gugur oleh sebab tertentu. Ketua 2 Bidang Keorganisasian 1. Bentuk Struktur Organisasi Takmir Masjid “Darussalam” adalah sebagai berikut I. VI. Pembentukan Personil dalam Struktur Organisasi dilakukan oleh Ketua Takmir terpilih dan dibantu oleh Tim Formatur. Seksi Sosial 9. maka untuk menjalankan kepengurusan organisasi dilanjutkan oleh oleh ke tiga Ketua Bidang sampai habis masa baktinya BAB 5 PERMUSYAWARAHAN . Sekretaris dan Wakil Sekretaris VIII. Uraian Kerja dari Struktur Organisasai Takmir Masjid “Darussalam” secara rinci diuraikan dalam aturan tambahan BAB 4 MASA BAKTI PENGURUS Ps. 2. 2. 3. Seksi Muslimat 6. 4.BAB 3 STRUKTUR ORGANISASI Ps. Pelindung II. 1. Bendahara dan Wakil bendahara IX.Seksi : Seksi Peribadatan Seksi Dakwah Seksi Pendidikan Seksi Sarana dan Prasarana 5. Jika dalam perjalanan kepengurusan. Seksi Remas 7. Masa bakti Ketua dan pengurus Takmir Masjid “Darussalam” adalah 3 tahun dimulai sejak dilantiknya kepengurusan tersebut. Ps. dan dapat dipilih kembali maksimal 1 periode Ps. 3. Ketua 1 Bidang Keagamaan V. Seksi Humas 8. Penasehat III. Seksi . 2. Seksi Keamanan Ps. Ketua 3 Bidang Sarana dan Prasarana VII.

Rencana Program Kerja yang telah dirumuskan dalam musyawarah kerja disampaikan dalam musyawarah umum. 2. 1. Musyawarah Umum Musyawarah yang dilakukan oleh seluruh keanggotaan Ta’mir Masjid “Darussalam” yang bertujuan untuk: (a). Musyawarah dengan adanya kejadian khusus. Menyusunan Rencana Program Kerja jangka pendek (satu tahun). Musyawarah ini menyusun Program Kerja Ta’mir Masjid “Darussalam” pada bidang masing – masing Ps.Ps. Rencana Program Kerja dirumuskan oleh seksi – seksi pada bidang masing – masing dalam musyawarah kordinasi bidang. Musyawarah Kerja Musyawarah yang dilakukan oleh seluruh Pengurus Harian Ta’mir Masjid “Darussalam” yang bertujuan untuk : (a). Memilih formatur dalam penjaringan calon ketua takmir (e). Ps. 3. Hasil Musyawarah merupakan keputusan tertinggi dalam memecahkan permasalahan ketakmiran dan dilakukan oleh keanggotaan Ketakmiran Masjid “Darussalam” Ps. menengah (dua tahun) dan panjang (tiga tahun) Ta’mir Masjid “Darussalam” Ps. Aturan dalam menjalankan musyawarah secara rinci diuraikan dalam aturan tambahan BAB 6 PERUMUSAN PROGRAM KERJA Ps. 3. 1. Musyawarah Koordinasi Bidang Yang termasuk musyawarah koordinasi bidang adalah : (1). Mengevaluasi program kerja pengurus Ta’mir pertahun berjalan (d). . Musyawarah yang dilakukan oleh seksi – seksi organisasi pada setiap bidang (2). Ps. Menyusun Rencana Anggaran Belanja Ta’mir Masjid “Darussalam” (b). Rencana Program Kerja yang telah dirumuskan dibicarakan kembali dalam musyawarah kerja Ps. 4. Menetapkan dan mengesahkan Ketua Ta’mir Masjid “Darussalam” (f). Laporan Pertanggungjawaban pengurus Ta’mir Masjid “Darussalam” (b). Musyawarah ini menyusun Rencana Anggaran Belanja Ta’mir Masjid “Darussalam” pada bidang masing – masing (3). 5. 2. Menetapkan dan mengesahkan Program Kerja Pengurus Harian Ta’mir pertahun berjalan (c).

(4). 2.Ps. (1). Ps. (4). 2. (2). . (2). (1). Kesekretariatan dan Bendahara 5 % (2). Organisasi 40 % Keagamaan 30 % Sarana dan Prasarana 25 % Komposisi dapat berubah dan disesuaikan dengan melihat kepentingan dan kebutuhan BAB 8 KEGIATAN DAN BIDANG USAHA Ps. (2). (5). (4). 4. BAB 7 PEMBENDAHARAAN Pendanaan Takmir Masjid “Darussalam” dapat diperoleh melalui : Donatur bulanan Infak Bidang Usaha Instansi Komposisi persentase penggunaan dana Takmir Masjid “Darussalam” adalah sebagai berikut : (1). (5). Melaksanakan kegiatan pendidikan sesuai uraian tugas seksi pendidikan Melaksanakan kegiatan sosial sesuai uraian tugas seksi sosial Melaksanakan kegiatan kehumasan sesuai uraian tugas seksi humas Melaksanakan kegiatan remaja masjid sesuai uraian tugas seksi remas Melaksanakan kegiatan kemuslimatan sesuai uraian tugas seksi muslimat Kegiatan keagamaan Takmir Masjid “Darussalam” adalah sebagai berikut : Melaksanakan kegiatan dakwah sesuai uraian tugas seksi dakwah Melaksanakan kegiatan peribadatan sesuai uraian tugas seksi peribadatan Kegiatan Sarana dan Prasarana Takmir Masjid “Darussalam” adalah sebagai berikut : (1). (1). 1. Ps. Kegiatan keorganisasian Takmir Masjid “Darussalam” adalah sebagai berikut : (1). Ps. (3). (3). Melaksanakan kegiatan Sarana dan Prasarana sesuai uraian tugas seksi Sarana dan Prasarana Melaksanakan kegiatan keamanan sesuai uraian tugas seksi keamanan Takmir Masjid “Darussalam” dapat menyelenggarakan bidang usaha sebagai berikut : Membentuk jaringan usaha yang dapat memberikan kontribusi terhadap masjid Membantu kegiatan masyarakat yang dapat memberikan kontribusi terhadap masjid Mendirikan yayasan yang bertujuan untuk perkembangan dan memberikan kontribusi terhadap masjid (2). (3). (2). 3. Ps. (3). 1.

2.(4).ART TAKMIR MASJID . 2. Hal-hal yang belum diatur dalam anggaran rumah tangga dimuat dalam peraturan atau ketentuan tersendiri yang tidak bertentangan dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Ps. Anggaran Rumah Tangga Takmir Masjid “Darussalam” ini di sahkan dalam musyawarah umum Disyahkan di SIDOARJO Tanggal 24 Nopember 2011 AD . 1. Lambang “Takmir Masjid DARUSSALAM” adalah :  Secara global adalah Gambar kubah  Terdapat sembilan bintang diatas kubah dan garis lengkung ditengah menyilang  Ditengahnya terdapat garis tegak lurus yang diatasnya terdapat lafat Allah BAB 10 ATURAN TAMBAHAN DAN PENGESAHAN Ps. Seluruh kegiatan bidang usaha dibicarakan dalam musyawarah umum untuk mendapatkan persetujuan BAB 9 IDENTITAS DAN LAMBANG Ps. 1. Organisasi ini bernama “Takmir Masjid DARUSSALAM” dan beralamat di Fasum Barat – Griya Bhayangkara – Desa Masangankulon – Kecamatan Sukodono – Kabupaten Sidoarjo Ps.

pengabdian kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Waktu Menunjukkan berapa lama Ta’mir Masjid tersebut diwujudkan secara formal dan dijaga eksistensinya. (QS 61:4. perbendaharaan. Muqaddimah Memiliki nilai-nilai filosofi dasar Islam. asas. peran. Aturan yang paling penting untuk dimiliki adalah Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART). waktu. 5.oleh : immasjid Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. aturan tambahan dan pengesahan. misi kemanusiaan. fungsi. keanggotaan. kental dengan nuansa Islam dan memiliki ghirah islamiyah yang kuat. Tempat kedudukan Menunjukkan lokasi Masjid dan kantor sekretariatnya. visi. tempat kedudukan. semangat dan perjuangan serta deklarasi. 1. 4. kebersamaan. sebaiknya melakukan pengukuhan atau penyempurnaan konstitusi organisasi tersebut dalam forum Musyawarah Jama’ah yang diselenggarakan. memiliki korelasi dengan nama Masjid dan mewakili aspirasi jama’ah.AD DAN ART TA’MIR MASJID Kamis. tugas. Organisasi kemasjidan ini harus memiliki aturan main berorganisasi agar dapat mencapai tujuan bersama secara efektif dan efisien. Bagi Ta’mir Masjid yang sudah memiliki AD dan ART. yang menjadi acuan kerangka dasar bagi jama’ah dalam mengelola aktivitas kemasjidan. nama. misi. hubungan makhluq dan Khaliq-nya. bermakna. tujuan. 2. Tiap Ta’mir Masjid perlu memiliki AD dan ART sebagai konstitusi organisasi. Sebaiknya dicantumkan tanggal didirikan baik Hijriyah maupun Miladiyah dan untuk waktu yang lama sekali atau tidak ditentukan batasnya. usaha. Sebagaimana kita ketahui bahwa nama bukanlah hanya sekedar kata-kata tiada arti. 3. ANGGARAN DASAR Beberapa pasal yang perlu diperhatikan dalam AD di antaranya adalah: muqaddimah. indah. ukhuwah. struktur organisasi. Nama Dipilih nama yang baik. Asas . Merupakan alamat lengkap yang terdiri dari nama jalan dan kota domisili. Dipilih kalimat yang filosofis. Ash Shaff) Jama’ah di sekitar Masjid bersatu dalam suatu wadah organisasi yang disebut dengan Ta’mir Masjid. tetapi memiliki harapan atau bahkan doa yang disimbolkan. 26 Februari 09 .

Diupayakan redaksinya simpel. Lembaga kekuasaan tertinggi harus dimiliki oleh jama’ah. Fungsi. mudah diingat. Visi Ta’mir Masjid harus aktual sekarang maupun masa datang. Perubahan AD dan Pembubaran Organisasi . Sebaiknya singkat. 11. Peran dan Tugas Merupakan fungsi. peran dan tugas Ta’mir Masjid yang memiliki korelasi dengan Islam dan umatnya. Karena itu. 13. kepemimpinan dan kepengurusan berkaitan dengan wewenang dan tanggungjawab serta amanah organisasi. Misi Misi merupakan alur utama perjuangan mencapai tujuan yang diperlukan untuk membuat visi menjadi suatu realita. dihafal dan memiliki nilai perjuangan. 9. 10. 14. Jama’ah adalah warga muslim dan keluarganya yang berdomisili di sekitar Masjid. kebutuhan dan kemampuan jama’ah setelah itu dapat dilakukan pengembangan atau diversifikasi usaha yang lain. bukan seseorang atau sekelompok orang tertentu. jelas dan lengkap. mudah dimengerti dan dipahami. Pernyataan misi seharusnya pendek. Adz Dzaariyaat). Sebaiknya disesuikan dengan kemauan. Struktur Organisasi Menunjukkan lembaga kekuasaan. Asas merupakan ideologi dan dasar perjuangan organisasi Ta’mir Masjid dalam usaha mencapai tujuannya. Perbendaharaan Menunjukkan kekayaan Tamir Masjid dan cara-cara memperolehnya. yaitu untuk mengabdi kepada-Nya.Menyebutkan asas Islam yang bersumber pada Al Quraan dan As Sunnah. sebaiknya bersifat jangka panjang. Usaha Dirumuskan tindakan dan bidang-bidang yang akan ditangani. padat. Keanggotaan Jama’ah Masjid dan kriterianya. dan realistis. Sebagai esensi dan komitmen keimanan dan perjuangan jama’ah. jelas. Harus dirumuskan dengan jelas dan mudah disosialisasikan kepada jama’ah. sebagaimana tersebut dalam (QS 51:56. Tujuan Tujuan puncak (ultimate goal) organisasi disesuaikan dengan kehendak Allah dalam menciptakan manusia. memiliki nilai kompetitif. 8. 12. Merupakan manifestasi aktivitas yang akan dilaksanakan oleh Ta’mir Masjid. Visi Memberi gambaran eksistensi sekarang dan masa depan. 7. Seluruh aktivitas organisasi dilakukan dalam rangka mencapai misi yang telah ditetapkan. 6. konsepsi pemikirannya luas. Perbendaharaan diperoleh dengan cara yang halal dan tidak mempengaruhi independensi organisasi. Kriterianya diatur lebih detail dalam Anggaran Rumah Tangga.

Pengesahan merupakan bukti legal berlakunya AD bagi organisasi. waktu dan tempat pengesahan. organisasi. Aturan Tambahan Diatur dalam konstitusi organisasi atau peraturan yang lainnya selama tidak bertentangan dengan AD. seperti misalnya: keanggotaan. 2. Sebaikya disebutkan forum pengesahan. 15. 1. yang selanjutnya diiringi dengan uraian tentang status. Penjelasan yang agak detail sangat diperlukan agar Pengurus tidak canggung dalam menjalankan roda organisasi. instruksi kerja dan formatformat isian. Pengesahan Menunjukkan acara. Aturan tambahan. ANGGARAN RUMAH TANGGA Beberapa masalah AD dapat diperjelas dalam ART Ta’mir Masjid. Organisasi Menerangkan tentang lembaga tertinggi dalam organisasi yang disebut dengan Musyawarah Jama’ah dan kriteria jama’ah yang menjadi pesertanya. contoh AD dan ART Ta’mir Masjid yang seharusnya dihasilkan dari suatu . Demikian pula struktur badan Pengurus dan formasinya dapat diperjelas. misalnya dalam PDO. tanggal Hijriyah dan Miladiyah serta alamat jalan lengkap dengan kotanya. 5. Diikuti dengan penandatanganan pengesahan oleh representasi jama’ah. wewenang dan tanggung jawab. Wewenang dan tanggung jawab Merumuskan wewenang dan tanggungjawab Pengurus Ta’mir Masjid sebagai pelaksana aktifitas organisasi. hak dan kewajiban jama’ah dalam organisasi. Pemilihan dan pengesahan Pengurus perlu dicantumkan untuk mengantisipasi legalitas kepemimpinan organisasi. Berikut ini. 3.Menunjukkan lembaga yang berwenang untuk merubah dan membubarkan organisasi. aturan tambahan dan pengesahan. Hampir sama dengan AD. 16. Keanggotaan Memperjelas kriteria jamaah dan syarat-syarat keanggotaannya. identitas. hal-hal yang belum diatur dapat dibuat dalam peraturan tersendiri yang merupakan tafsir atau derivasi dari ART. Beberapa pasal bisa diperjelas secara detail dalam ART dan Pedoman Dasar Organisasi (PDO). Kekuasan jama’ah dalam Musyawarah Jama’ah adalah merupakan forum tertinggi. 4. Identitas Meskipun akan diatur dalam peraturan tersendiri sebaiknya identitas organisasi dinyatakan dalam ART mengingat simbol-simbol organisasi yang dipergunakan dalam aktivitas Ta’mir Masjid.

agar memakmurkan sesuai dengan kehendak-Nya. kemudian diikuti dengan usaha-usaha yang terencana. untuk waktu yang tidak ditentukan. 1. Jl. Pasal 2. Pasal 3. Untuk mencapai kebahagiaan hidup di akhirat dengan memperhatikan kebahagiaan hidup di dunia dalam tatanan masyarakat adil dan makmur yang diridlai Allah subhanahu wa ta’ala dan dengan keyakinan bahwa tujuan itu hanya dapat dicapai dengan pertolongan. MADANI ________________________________________________________________________ MUQADDIMAH Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta'ala telah mewahyukan Islam sebagai agama yang haq. Tempat Kedudukan Organisasi ini berkedudukan di Masjid “Al Kautsar”. kami sebagian umat Islam berhimpun diri dalam organisasi (jam'iyah) dengan Anggaran Dasar sebagai berikut: BAB I NAMA. Nama Organisasi ini bernama Ta’mir Masjid “Al Kautsar” atau disingkat TMK”. Asas . Madani. ANGGARAN DASAR TA’MIR MASJID “AL KAUTSAR” PERUMAHAN GRIYA MUSLIM. Waktu Organisasi ini didirikan di kota Madani pada tanggal 1 Muharram 1416 Hijriyah bertepatan dengan tanggal 31 Mei 1995 Miladiyah. maka dengan nama Allah. Dia telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya untuk menjadi khalifah-Nya di bumi.Musyawarah Jama’ah. WAKTU DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1. sempurna dan diridlai-Nya serta merupakan rahmat bagi seluruh alam. Kehidupan yang sesuai dengan fithrah manusia adalah kehidupan yang cenderung kepada kebenaran yang akan mengantarkan manusia pada kebahagiaan sejati di dunia dan akhirat. taufiq dan hidayahNya. Perumahan Griya Muslim. terus menerus dan penuh kebijaksanaan. Yang akan mampu menghadirkan karya-karya kemanusiaan berupa amal shalih dalam rangka mengabdi kepada Allah dan mengharap keridlaan-Nya semata. TUJUAN DAN USAHA Pasal 4. BAB II ASAS. Mangga Besar No. teratur.

c. . BAB IV KEANGGOTAAN. b. Misi a.Melakukan 'amar ma'ruf nahi munkar untuk mengajak manusia ke jalan yang benar. Pasal 8. sosial. Usaha a. STRUKTUR ORGANISASI DAN PERBENDAHARAAN Pasal 12. b. Pasal 10. Tugas Organisasi ini bertugas untuk menegakkan syi'ar Islam. BAB III VISI DAN MISI Pasal 7.Anggota Ta’mir Masjid “Al Kautsar” adalah Jama’ah Masjid “Al Kautsar”.Mengisi abad kebangkitan Islam dengan aktivitas yang islami. BAB IV PERANAN. d. berilmu dan beramal shalih dalam rangka mengabdi kepada Allah untuk mencapai keridlaan-Nya. ekonomi dan pendidikan. yaitu warga muslim di lingkungan Masjid “Al Kautsar”. Selanjutnya disebut anggota atau jama’ah. Fungsi Organisasi ini berfungsi sebagai alat perjuangan Islam dan umatnya.Menyelenggarakan aktivitas yang bernafaskan Islam di bidang da'wah. FUNGSI DAN TUGAS Pasal 9. Pasal 5. Visi Menuju Islam yang kaffah.Menjadikan Masjid sebagai tempat untuk beribadah kepada Allah semata dan sebagai pusat kebudayaan Islam. Madani.Membina jama’ah Masjid “Al Kautsar” menjadi pribadi muslim yang bertaqwa. Tujuan Terbinanya umat Islam yang beriman. Keanggotaan a.Organisasi ini berasaskan Islam yang berpedoman kepada Al Quraan dan As Sunnah.Menuju masyarakat islami yang sejahtera dan diridlai Allah subhanahu wa ta’ala. Pasal 11. Pasal 6. Perumahan Griya Muslim. Peranan Organisasi ini berperan sebagai sumber daya pembinaan umat Islam.

Struktur Organisasi a. Perubahan Anggaran Dasar Perubahan dan penjelasan Anggaran Dasar organisasi hanya dapat dilakukan oleh Musyawarah Jama’ah.Ketua Umum dan Anggota Majelis Syura dipilih dan dilantik dalam Musyawarah Jama’ah.Ketua Umum Pengurus dipilih dan dilantik dalam Musyawarah Jama’ah. ANGGARAN RUMAH TANGGA TA’MIR MASJID “AL KAUTSAR” PERUMAHAN GRIYA MUSLIM.Kepemimpinan organisasi dilaksanakan oleh Pengurus Ta’mir Masjid “Al Kautsar”. Selanjutnya dapat disebut dengan Pengurus. Pasal 18. d. Pasal 16. Pasal 14. g. Madani. namun berbeda dalam fungsinya. e. Perumahan Griya Muslim. Pasal 13.Kekuasaan tertinggi dipegang oleh Musyawarah Jama’ah Masjid “Al Kautsar”. f.Kepemimpinan adalah amanah organisasi yang diemban Pengurus dan harus dipertanggungjawabkan kepada jama’ah dalam Musyawarah Jama’ah.Anggota Pengurus dipilih dan dilantik oleh Ketua Umum dalam acara Serah Terima Pengurus Ta’mir Masjid “Al Kautsar”. b.b. BAB VI ATURAN TAMBAHAN DAN PENGESAHAN Pasal 17. Pembubaran Organisasi Pembubaran organisasi hanya dapat dilakukan oleh Musyawarah Jama’ah. c. Aturan Tambahan Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar Ta’mir Masjid “Al Kautsar” dimuat dalam peraturan atau ketentuan tersendiri yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar.Untuk mengarahkan dan mengawasi aktivitas kepengurusan dibentuk Majelis Syura.Setiap Jama’ah memiliki hak dan kewajiban yang sama. MADANI ________________________________________________________________________ . Pengesahan Anggaran Dasar ini diperbaharui dan disahkan dalam Musyawarah Jama’ah Masjid “Al Kautsar” ke-3 tanggal 23 Dzulqa’idah 1426 Hijriyah bertepatan dengan tanggal 25 Desember 2005 Miladiyah di Masjid “Al Kautsar”. BAB V PERUBAHAN ANGGARAN DASAR DAN PEMBUBARAN ORGANISASI Pasal 15. Perbendaharaan Kekayaan Ta’mir Masjid “Al Kautsar” diperoleh dari usaha-usaha dan sumbangan yang halal dan tidak mengikat.

Jama’ah biasa.Status keanggotaan gugur bila meninggal dunia. BAB II ORGANISASI Pasal 6.Jama’ah Masjid “Al Kautsar” terdiri dari : 1.BAB I KEANGGOTAAN Pasal 1.Jama’ah berhak mengeluarkan pendapat.Musyawarah Jama’ah Luar Biasa (MJLB) dapat dilakukan atas permintaan sekurangkurangnya dua per tiga anggota. Pasal 3. memilih dan dipilih. menetapkan pedoman-pedoman organisasi maupun memilih Pengurus periode berikutnya. b. Pasal 4.Musyawarah Jama’ah bertugas untuk mengevaluasi hasil pelaksanaan amanah. b. 2. Status Anggota a. Anggota Jama’ah Masjid “Al Kautsar” yang telah memenuhi syarat-syarat keanggotaan dapat menjadi anggota organisasi ini. Pasal 5. . Madani yang telah menjadi penduduk tetap dan mendaftarkan diri sebagai jama’ah. menetapkan Program Kerja. hak suara. diberhentikan oleh Pengurus atau tidak lagi menjadi warga Perumahan Griya Muslim.Menjaga nama baik Masjid “Al Kautsar” dan jama’ahnya. Musyawarah Jama’ah a. c. b. Hak Anggota a. c. Pasal 2.Jama’ah yang diberhentikan berhak menuntut keadilan dalam Musyawarah Jama’ah. Syarat Syarat Keanggotaan Setiap umat Islam warga Perumahan Griya Muslim. ialah warga Perumahan Griya Muslim.Musyawarah Jama’ah berfungsi sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi dan dilaksanakan tiga tahun sekali.Jama’ah kehormatan berhak mengikuti Musyawarah Jama’ah dan hanya memiliki hak bicara. mengundurkan diri.Jama’ah berhak mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Pengurus. Bagan dan Struktur Organisasi. saran atau pertanyaan baik secara lesan maupun tertulis kepada Pengurus.Berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan Pengurus. b. mengajukan usul. c. Madani. Madani. ialah jama’ah yang diangkat oleh Pengurus atas kebijakan tertentu. Kewajiban Anggota a. d.Jama’ah biasa berhak mengikuti Musyawarah Jama’ah. e.Jama’ah kehormatan.Mentaati peraturan organisasi yang berlaku. memiliki hak bicara.

b. Pasal 10.Majelis Syura berwenang untuk menanyakan dan memeriksa suatu permasalahan kepada Pengurus.Pengurus menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban dalam forum Musyawarah Jama’ah. Peserta Musyawarah Jama’ah Peserta Musyawarah Jama’ah adalah seluruh jama’ah biasa dan luar biasa ditambah dengan undangan khusus.Pasal 7. Pasal 9. saran dan usul kepada Pengurus baik diminta maupun tidak.Pengurus bertanggungjawab kepada jama’ah untuk melaksanakan Program Kerja yang telah ditetapkan dalam Musyawarah Jama’ah. Badan Pengawas a. Selambat-lambatnya satu bulan setelah masa kepengurusannya habis Pengurus harus menyelenggarakan Musyawarah Jama’ah. Tanggung Jawab Pengurus a. . memilih dan melantik baik lembaga maupun pengurus di bawah koordinasinya dengan mempertimbangkan suara dan kemaslahatan jama’ah.Kepengurusan organisasi disebut dengan Pengurus Ta’mir Masjid “Al Kautsar”.Pengurus berhak memimpin dan mewakili kepentingan organisasi sesuai dengan fungsinya. d. b.Majelis Syura berhak memberi nasehat. Sekretaris.Pengurus berhak menggunakan fasilitas dan potensi organisasi dengan cara yang benar.Susunan Majelis Syura terdiri dari satu orang Ketua.Struktur Pengurus dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan jama’ah. Pasal 12. satu orang Sekretaris dan tiga orang anggota.Untuk mengawasi dan mengarahkan Pengurus dalam mengemban amanah organisasi dibentuk Majelis Syura. Badan Pengurus a. c.Ketua Umum Pengurus tidak boleh dijabat tiga kali berturut-turut oleh orang yang sama.Majelis Syura dipilih dan dilantik dalam Musyawarah Jama’ah. c. Bendahara dan tiga orang Anggota. Anggota Pengurus a. e.Reshuffle Anggota Pengurus dilakukan oleh Ketua Umum Ta’mir Masjid “Al Kautsar” dengan menerbitkan Surat Keputusan.Pengurus berhak mendirikan. e.Anggota Pengurus dipilih dan disahkan Ketua Umum yang merangkap Ketua Formatur dengan dibantu dua orang Anggota Formatur yang dipilih dalam Musyawarah Jama’ah. c. b. b. Wewenang Pengurus a.Masa jabatan (periode) Pengurus adalah lima tahun.Formasi Pengurus sekurang-kurangnya terdiri dari Ketua. d. Selanjutnya dapat disebut dengan Pengurus. BAB III WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB Pasal 11. Pasal 8. b.

Identitas a.Lambang dan identitas organisasi lainnya ditetapkan dalam Musyawarah Jama’ah.Lambang organisasi Ta’mir Masjid “Al Kautsar” adalah Gambar Masjid berwarna hijau dengan tulisan TMK berwarna hitam.BAB IV IDENTITAS Pasal 13. Aturan Tambahan a. . Madani. BAB V ATURAN TAMBAHAN DAN PENGESAHAN Pasal 14. Perumahan Griya Muslim.Anggaran Rumah Tangga merupakan penjelasan dari Anggaran Dasar Ta’mir Masjid “Al Kautsar”. Pasal 15. b.Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga dimuat dalam peraturan atau ketentuan tersendiri yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar maupun Anggaran Rumah Tangga. b. Pengesahan Anggaran Rumah Tangga Ta’mir Masjid “Al Kautsar” ini diperbaharui dan disahkan dalam Musyawarah Jama’ah ke-3 pada tanggal 23 Dzulqa’idah 1426 Hijriyah bertepatan dengan tanggal 25 Desember 2005 Miladiyah di Masjid “Al Kautsar”.