You are on page 1of 22

LAPORAN KASUS

OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIS

KONSULEN PEMBIMBING:
dr. Satrio Prodjohoesodo Sp. THT

OLEH:
Lucky Miftah Saviro (2007730076)

BAGIAN THT RSUD CIANJUR
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2012

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah swt karena berkat rahmat dan hidayah-Nya
lah penulis dapat menyelesaikan pembuatan laporan kasus yang berjudul otitis media supuratif
kronis.
Ucapan terima kasih tak lupa penulis ucapkan kepada dr. Satrio Prodjohoesodo, Sp. THT
selaku konsulen dibagian THT di RSUD Cianjur dan rekan-rekan yang telah membantu penulis
dalam pembuatan laporan kasus ini.
Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan laporan kasus ini masih banyak terdapat
kesalahan. Untuk itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan guna
perbaikan dalam pembuatan makalah selanjutnya.
Semoga laporan kasus ini dapat berguna bagi kita semua, khususnya bagi para pembaca.

Cianjur, Maret 2012

Penulis

2|Page

Pasien sering mengeluh nyeri saat menelan. Keluarnya cairan tidak disertai darah.BAB I Identitas Pasien Nama : An. Ibu pasien mengeluh anaknya sulit menyahut ketika dipanggil. ibu pasien membersihkannya dengan kapas untuk mengeluarkan cairan. CM : 512525 ANAMNESIS Keluhan Utama: Keluar cairan dari telinga kanan sejak 1 tahun yang lalu. Keluhan sudah pernah diobati ke bidan. Saat keluar cairan. R Jenis Kelamin : Perempuan Usia : 5 tahun Alamat : Cugenang Pekerjaan : Pelajar Tanggal berobat : 20 Maret 2012 No. kental. sejak 1 tahun yang lalu. dan terkadang terasa sakit pada telinga kanan namun tidak berdenging. Keluhan Tambahan:  Gangguan pendengaran  Nyeri telinga kanan  Nyeri saat menelan Riwayat Penyakit Sekarang Keluar cairan berwarna kehijauan pada telinga kanan. berbau busuk. diberikan obat tetes telinga namun tidak ada perubahan. Pasien tidak mengeluh kelihan yang sama pada telinga kirinya. 3|Page .

pucat (-) Thorax : simetris. dsb (-). cekung (-). obat. sianosis (-). Riwayat Penyakit Keluarga  Tidak ada yang menderita keluhan seperti pasien.Riwayat Penyakit Dahulu  Sakit gigi (-).  Pernapasan : 20 x / menit  Suhu : 37. massa (-/-). massa (-). reguler. retraksi (-/-).  Gatal-gatal setelah memakan seafood. kuat. PEMERIKSAAN FISIK Status Generalis  Keadaan umum : Sakit ringan  Kesadaran : Composmentis  Tanda vital  Nadi : 84 x / menit.  Bersin-bersin di pagi hari (-). scar (-/-) Abdomen : cembung (-). scar (–) Ekstremitas : udem (-/-) Kulit : skar (-) Pemeriksaan Fisik THT Telinga AD AS Heliks sign (-) Tragus sign (-) Heliks sign (-) Aurikula Tragus sign (-) 4|Page .8 °C Kepala : normocephal Mata : sklera ikterik (-/-) Mulut : bibir kering (-).

kiri lapang Mukosa : edema (-/-). massa (-) Sinus Paranasal  Inspeksi : pembengkakan pada wajah (–)  Palpasi : nyeri tekan pada kedua pipi (-/-).Lapang Tidak hiperemis Udem (-) Serumen (+) seropurulen Lapang Meatus Akustikus Eksternus Tidak hiperemis Udem (-) Serumen (-) kehijauan Perforasi (Attik) Refleks Cahaya (-) Intak Membran timpani Serumen (+) seropurulen Hiperemis (-) Refleks Cahaya (+) kehijauan (+) Rinne  Webber ↑ Schwabach (+) Normal Kesimpulan pemeriksaan garpu tala: CHL AD Hidung Kavum nasi : kanan sempit. hiperemis (-/-). sekret (-/-) Konkha : hipertrofi (-/-) Septum : deviasi (-) Nasofaring : hiperemis (-). nyeri tekan pada bagian atas orbita (-/-)  Transiluminasi : tidak dilakukan Faring Arkus faring : simetris Mukosa : edema (-) 5|Page .

kripta (-/-). 5 tahun. Tes garpu tala menandakan CHL AD. hiperemis (-) Laring : tidak dilakukan Leher Trakea : di tengah Kel Tiroid : pembesaran (-) KGB : pembesaran (-/-) RESUME Anak perempuan. detritus (-/-) Uvula : di tengah. Sekret seropurulen kehijauan. Hearing loss (+). Pemeriksaan otoskopi AD. datang ke poli THT dengan keluhan otorea pada aurikula dextra sejak 1 tahun.Dinding faring : hiperemis (-) Tonsil : T1-T1. Otalgia dekstra (+). perforasi (attik) MT. sekret seropurulen kehijauan. Usulan Pemeriksaan Penunjang Roentgen mastoid dextra posisi Schuller Diagnosis Kerja OMSK Penatalaksanaan Umum : Hindari telinga dari kemasukan air Mandi dengan kapas menutupi kedua telinga Khusus : Aural toilet H2O2 Clavamox syrup (125 mg/mL) 3 x cth 1 H2O2 solutio 3 x gtt 3 6|Page .

60% di antaranya (39–200 juta) menderita kurang pendengaran yang signifikan. menunjukkan beban dunia akibat OMSK melibatkan 65–330 juta orang dengan telinga berair. yang biasa disebut “congek” adalah radang kronis telinga tengah dengan adanya lubang (perforasi) pada gendang telinga (membran timpani) dan riwayat keluarnya cairan (sekret) dari telinga (otorea) lebih dari 2 bulan. mukous atau purulen. Infeksi umumnya terjadi dua tahun pertama kehidupan dan puncaknya pada tahun pertama masa sekolah. Otitis media terbagi atas otitis media supuratif dan otitis media non supuratif. 4 Kehidupan sosial ekonomi yang rendah. prevalensi OMSK di Indonesia adalah 3. Walaupun demikian.2 Penyakit ini biasanya diikuti oleh penurunan pendengaran dalam beberapa tingkatan. Masing-masing mempunyai bentuk akut dan kronis. diperkirakan terjadinya otitis media yaitu 25% pada anak-anak. Pada beberapa penelitian. anak-anak aborigin Australia dan orang kulit hitam di Afrika Selatan. insiden OMSK dipengaruhi oleh ras dan faktor sosioekonomi. metode sampling serta mutu metodologi. yang walaupun masih bervariasi dalam hal definisi penyakit. daerah Pasifik Barat.3 Insidensi Insiden OMSK ini bervariasi pada setiap negara. Afrika. baik terus menerus atau hilang timbul.1 Radang telinga tengah menahun atau otitis media supuratif kronik (OMSK).4 Secara umum. Sekret mungkin serous. OMSK lebih sering dijumpai pada orang Eskimo dan Indian Amerika. Secara umum. tuba Eustachius. lingkungan kumuh dan status kesehatan serta gizi yang jelek merupakan faktor yang menjadi dasar untuk meningkatnya prevalensi OMSK pada negara yang sedang berkembang. dan beberapa daerah minoritas di Pasifik. antrum mastoid dan sel-sel mastoid.2 Survei prevalensi di seluruh dunia.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Definisi Otitis media ialah peradangan sebagian atau seluruh mukosa telinga bagian tengah. Misalnya. lebih dari 90% beban dunia akibat OMSK ini dipikul oleh negaranegara di Asia Tenggara.8% 7|Page .

Namun demikian sampai saat ini masih terdapat perbedaan persepsi mengenai manfaat antibiotika. Terapi medikamentosa ditujukan pada OMSK tipe jinak dan tindakan operasi dikerjakan pada OMSK tipe ganas.dan pasien OMSK merupakan 25% dari pasien-pasien yang berobat di poliklinik THT rumah sakit di Indonesia. virulensi kuman yang tinggi. tipe mastoid. Tipe ini disebut juga dengan tipe mukosa karena proses peradangannya biasanya hanya pada mukosa telinga tengah. terapi tidak adekuat.3 Otitis Media Supuratif Kronik ini sangat mengganggu dan sering menyulitkan baik dokter maupun pasiennya sendiri. Proteus sp. 2 Antibiotika merupakan salah satu medikamentosa yang telah digunakan untuk pengobatan OMSK sejak dulu. atau suatu rasa penuh dalam telinga. dan disebut juga tipe aman karena tidak menimbulkan komplikasi yang berbahaya. OMSK tipe jinak (benigna) dengan perforasi yang letaknya sentral. biasanya didahului dengan gangguan fungsi tuba yang menyebabkan kelainan di kavum timpani. dan yang kedua adalah tipe tenang. tipe sekunder.2 OMSK tipe jinak dibedakan menjadi dua. yaitu tipe aktif dimana pada tipe ini terdapat sekret yang masih keluar dari telinga. yaitu tipe tubotimpanal (tipe rinogen. OMSK tipe ganas).3 Penatalaksanaan OMSK didasarkan pada tipe klinik penyakit.4 Sedangkan OMSK tipe ganas dapat menimbulkan komplikasi ke dalam tulang temporal dan ke intrakranial yang dapat berakibat fatal. Tujuan penting dalam penatalaksanaan OMSK adalah untuk mengusahakan telinga yang „aman‟ dan pertimbangan fungsional merupakan tujuan yang sekunder.4 Proses infeksi pada OMSK sering disebabkan oleh campuran mikroorganisme aerobik dan anaerobik yang multiresisten terhadap standar yang ada saat ini. Kuman penyebab yang sering dijumpai pada OMSK ialah Pseudomonas aeruginosa sekitar 50%. yang pada pemeriksaan telinga akan dijumpai perforasi total yang kering dengan mukosa telinga tengah yang pucat disertai gejala lainnya seperti vertigo. Perjalanan penyakit yang 8|Page . 20% dan Staphylococcus aureus 25%. daya tahan tubuh yang rendah (gizi buruk) atau hygiene buruk. OMSK tipe jinak) dan tipe atikoantral (tipe primer. baik yang diberikan secara topikal maupun sistemik.2 Beberapa faktor yang dapat menyebabkan otitis media akut menjadi otitis media kronis yaitu terapi yang terlambat diberikan.2 Klasifikasi Tipe klinik OMSK dibagi atas dua. tinitus.

terlambatnya pengobatan spesialis THT dan sosioekonomi yang rendah membuat penatalaksanaan penyakit ini tetap menjadi problem di bidang THT. 3 Terapi Terapi OMSK memerlukan waktu lama serta harus berulang – ulang. Gizi dan higiene yang kurang. dilarang berenang dan segera berobat bila menderita infeksi saluran napas atas.5 Prinsip pengobatan tergantung dari jenis penyakit dan luasnya infeksi. dan proses infeksi yang terdapat ditelinga. dan pasien di edukasi atau dinasehatkan untuk jangan mengorek telinga. hidung dan sinus paranasal. 3. Bila didiagnosis kolesteatom. Sekret yang keluar tidak langsung cepat kering atau selalu kambuh lagi. Keadaan ini antara lain disebabkan oleh salah satu atau beberapa keadaan: 5 1. 2. Konservatif 2. perubahan-perubahan anatomi yang menghalangi penyembuhan serta menganggu fungsi. dimana pengobatannya dapt dibagi atas: 5 1. tetapi obat -obatan dapat digunakan untuk mengontrol infeksi sebelum operasi. Terdapat sumber infeksi di laring.3. terputusnya terapi. Dengan demikian pada waktu pengobatan haruslah dievaluasi faktor-faktor yang menyebabkan penyakit menjadi kronis. Sudah terbentuk jaringan patologi yang irreversibel dalam rongga mastoid. jangan masuk air pada telinga sewaktu mandi. Pengobatan penyakit telinga kronis yang efektif harus didasarkan pada faktor-faktor penyebabnya dan pada stadium penyakitnya. Bila fasilitas memungkinkan sebaiknya dilakukan operasi rekonstruksi untuk mencegah infeksi berulang serta gangguan pendengaran. 4. maka mutlak harus dilakukan operasi. Adanya perforasi membran timpani yang permanen sehingga telinga tengah berhubungan dengan dunia luar.4 9|Page .2. nasofaring. Pembedahan OMSK Benigna Tipe Tenang Keadaan ini tidak memerlukan pengobatan.panjang.

hal ini dikarenakan biasanya ada gangguan vaskularisasi di telingah tengah sehingga antibiotika oral sulit mencapai sasaran optimal. oleh karena itu penggunaan antibiotik topikal menjadi praktis dan bermanfaat. terapi dilanjutkan dengan memberikan obat tetes telinga yang mengandung antibiotika dan kortikosteroid. larutan yang dipergunakan harus dilarutkan dalam cairan higroskopik. Ada beberapa pendapat mengenai penggunaan antibiotika topikal untuk OMSK. 2 Mengingat pemberian obat topikal dimaksudkan agar masuk sampai ke telinga tengah. kecuali kasus dengan jaringan patologis yang menetap pada telinga tengah dan mastoid. Pemberian antibiotika topikal jauh lebih baik dibanding pemberian secara oral karena dalam waktu singkat sudah ditemui dengan konsentrasi tinggi pada mukus dan debris di telinga tengah. propylene glycol adalah yang terbaik untuk keperluan ini.1 Riff menganjurkan irigasi dengan garam faal agar lingkungan bersifat lebih asam dan merupakan media buruk untuk tumbuh kuman. 3 Antibiotika topikal Setelah sekret berkurang. 2. 3 Supaya didapatkan hasil yang efektif.3 Pembersihan kavum timpani Dengan menggunakan cairan pencuci telinga berupa larutan H2O2 3% selama 3 – 5 hari. Garam faal agar lingkungan bersifat asam sehingga merupakan media yang buruk untuk pertumbuhan kuman. Djaafar dan Gitowirjono menggunakan antibiotika topikal sesudah irigasi sekret profus dengan hasil yang cukup memuaskan.3 Naser Aminifarshhidmehr (1996) dari Kuwait melaporkan irigasi asam asetat 2% menyebabkan keringnya sekret telinga pada 74 penderita OMSK (77%) dan pada 19 orang di antaranya (19%) perforasi membrana timpani menutup secara spontan. Keluarnya sekret menandakan adanya perforasi membrana timpani. Selain itu dikatakan bahwa tempat infeksi pada OMSK sulit dicapai oleh antibiotika topikal.OMSK Benigna Tipe Aktif Pada OMSK jinak aktif prinsip terapi yang dianjurkan adalah pembersihan secara lokal kavum timpani dan liang telinga luar disertai pemberian obat lokal berupa antibiotik tetes telinga. maka tidak dianjurkan menggunakan antibiotika yang ototoksik dan lamanya tidak lebih dari satu 10 | P a g e .

Antibiotika topikal yang sering digunakan untuk pengobatan OMSK adalah: 3 1. Oleh sebab itu. coli. bahwa semua obat tetes yang dijual di pasaran saat ini banyak mengandung antibiotika yang bersifat ototoksik. yang tidak sensitif lagi dengan pemberian kloramfenikol dan gentamisin tetes telinga. Staphylococcus sp.3 Banyak ahli berpendapat. dan S. Dapat terdistribusi dengan baik pada jaringan yang terinfeksi (telinga tengah). Spektrum yang luas meliputi organisme yang ditemuai pada infeksi telinga. (73. Mirabilis. 2.3 Mikrooganisme penyebab terbanyak OMSK seperti Proteus aeroginosa. fragilis dan toksik terhadap ginjal dan susunan saraf. (60%). Proteus sp. (62. 2. Cara pemilihan antibiotika yang paling baik ialah berdasarkan kultur kuman penyebab dan uji resistensi. Aureus. (14. jika perlu ditambahkan kortikosteroid untuk mengatasi manifestasi alergi lokal. Amadasun (1991) melakukan penelitian pada penderita OMSK jinak aktif yang tidak sembuh mendapatkan bahwa kloramfenikol tidak efektif terhadap kuman Gram negatif terutama Pseudomonas sp. al (1983) melakukan penelitian pada 30 penderita OMSK jinak aktif mendapatkan bahwa sensitifitas kloramfenikol terhadap masing-masing kuman adalah sebagai berikut: Bacteroides sp.3%. Klebsiella dan Enterobakter tetapi tidak efektif (resisten) terhadap kuman Gram positif seperti Proteus dan B. dan Pseudomonas sp.4 Preparat antibiotika topikal untuk infeksi telinga tersedia dalam bentuk tetes telinga dan mengandung antibiotika tunggal atau antibiotika dalam kombinasi.minggu. Penelitian tersebut menunjukkan sensitifitas kedua kuman tersebut yang dominan pada OMSK jinak aktif terhadap khloramfenikol sebesar 16% dibanding gentamisin sebesar 28%. Polimiksin B atau Polimiksin E Obat ini bersifat bekterisid terhadap kuman Gram negatif. (90%). P. Preparat yang baru yang banyak digunakan sebagi pengganti adalah ofloksasin 0. Kloramfenikol Losin et.23%). dan Proteus sp.33%). jangan diberikan secara terus menerus lebih dari 1 atau 2 minggu atau pada OMSK yang sudah tenang.4 Adapun dasar pemilihan antibiotika topikal pada OMSK: 1. Bacillus sp. 11 | P a g e . Pseudomonas.23%). E.

dan tidak dijumpai efek ototoksik.3% penelitian Utji (1999) mendapatkan bahwa pemakaian tetes 0.3%. Ofloksasin Merupakan derivat quinolon. DNA gyrase adalah suatu enzim yang berperan dalam mengontrol topologi DNA dan replikasi DNA sehingga sintesis DNA dari kuman akan terhambat. sediaan yang terdapat di pasaran adalah berupa otic solution 0. Pemberian jangka pendek gentamisin 0. aeruginosa. Podoshin. Pada penderita OMSK dengan perforasi membrana timpani. Gentamisin Gentamisin adalah antibiotika derivat aminoglikosida dengan spektrum yang luas dan aktif untuk melawan organisme Gram positif dan Gram negatif termasuk Pseudomonas sp. Antibiotika topikal golongan kuinolon yang lain adalah siprofloksasin 0. hasilnya tidak lebih baik dari placebo. Keuntungan lain pemakaian tetes telinga dari golongan 12 | P a g e . Pada penelitian secara in vitro ofloksasin mempunyai aktivitas yang kuat untuk bakteri Gram negatif dan Gram positif dan bekerja dengan cara menghambat enzim DNA gyrase. P. Proteus sp.3.3% siprofloksasin pada penderita OMSK lebih berhasil guna dan lebih murah dibanding pemakaian tetes telinga kloramfenikol. Ofloksasin efektif terhadap kuman aerob Gram positif seperti Staphylococcus aureus dan Streptococcus pneumonia serta untuk kuman aerob Gram negatif seperti H. dan Staphylococcus s. M. Penelitian Browning.3% tidak meningkatkan efektivitasnya. catarrhalis. Gatehouse and Calder (1988) mendapatkan bahwa penambahan steroid pada tetes telinga gentamisin 0. Telah diketahui bahwa pemberian gentamisin secara sistemik akan menyebabkan efek ototoksik.3%. Salah satu bahaya dari pemberian gentamisin tetes telinga adalah kemungkinan terjadinya kerusakan telinga dalam.influenza. Fradis dan Ben David (1989) pada penelitiannya menganjurkan untuk tidak memberikan gentamisin dan aminoglikosida tetes telinga lainnya untuk penanganan OMSK jangka panjang 4. Konsentrasi ofloksasin ditemukan cukup tinggi di mukosa telinga tengah.3% secara tunggal tanpa kombinasi di samping biayanya murah juga sangat efektif untuk melawan organisme berspektrum luas terutama Pseudomonas aeruginosa. Penambahan steroid akan menyebabkan peningkatan biaya dua kali lipat. konsentrasi tinggi ofloksasin telah ditemukan 30 menit setelah pemberian solusio ofloksasin 0. mirabilis dan P.

3 Antibiotika oral Secara oral dapat diberikan antibiotika golongan ampisilin atau eritromisin (bila alergi pada penisilin). tetapi harus diberikan secara parenteral. misalnya golongan aminoglikosida dengan kuinolon. misalnya golongan beta laktam. aminoglikosida  B. Aureus Anti-stafilikokus : Penisilin. aminoglikosida  Streptokokus : Penisilin. eritromisin. Terapi ini sangat baik untuk OMA sedangkan untuk OMSK belum pasti cukup. sebelum hasil tes resistensi diterima. Pada infeksi yang dicurigai penyebabnya telah resisten terhadap ampisilin. Golongan sefalosforin generasi III (sefotaksim. Golongan pertama daya bunuhnya tergantung kadarnya. Tetapi tidak dianjurkan untuk anak dengan umur dibawah 16 tahun. vulgaris : Aminoglikosida ± Karbenisilin  Klebsiella : Sefalosforin atau aminoglikosida  E. sefalosforin. Antimikroba dapat dibagi menjadi 2 golongan. makin banyak kuman terbunuh. Bila terjadi kegagalan pengobatan. dan ofloksasin) yaitu dapat derivat asam nalidiksat yang mempunyai aktifitas anti pseudomonas dan dapat diberikan peroral. Golongan kedua adalah antimikroba yang pada konsentrasi tertentu daya bunuhnya paling baik. eritromisin. Peninggian dosis tidak menambah daya bunuh antimikroba golongan ini. perlu diperhatikan faktor penyebab kegagalan yang ada pada penderita tersebut.1 Pemberian antibiotika tidak lebih dari 1 minggu dan harus disertai pembersihan sekret profus. sefalosforin. mirabilis : Ampisilin atau sefalosforin  P. dapat diberikan ampisilin asam klavulanat. morganii. seftazidin. fragilis : Klindamisin Antibiotika golongan kuinolon (siprofloksasin. meskipun dapat mengatasi OMSK.kuinolon adalah dapat diberikan secara tunggal tanpa antibiotik oral dan dosis pemberian 2 kali sehari memungkinkan pasien merasa nyaman tanpa mengganggu aktifitas kerja maupun sekolah. P. dan seftriakson) juga aktif terhadap pseudomonas. coli : Ampisilin atau sefalosforin  S. Makin tinggi kadar obat.4 Terapi antibiotik sistemik yang dianjurkan pada Otitis media kronik adalah: 4  Pseudomonas : Aminoglikosida ± karbenisilin  P. 13 | P a g e .

Pendekatan Ganda timpanoplasti (Combined Approach Tympanoplasty). Jenis operasi mastoid yang dilakukan tergantung pada luasnya infeksi atau kolesteatom. memperbaiki membran timpani yang perforasi. kadang-kadang dilakukan kombinasi dari jenis operasi itu atau modifikasinya. Miringoplasti. 6. 4.1 Mastoidektomi Radikal 14 | P a g e . mencegah terjadinya komplikasi serta memperbaiki pendengaran. Dengan tindakan operasi ini dilakukan pembersihan ruang mastoid dari jaringan patologik. antara lain:1 1. Mastoidektomi sederhana (Simple mastoidectomy). Pada operasi ini fungsi pendengaran tidak diperbaiki. Mastoidektomi radikal dengan modifikasi. Tujuannya ialah supaya infeksi tenang dan telinga tidak berair lagi. Timpanoplasti. 3. 4 Bila sekret telah kering tetapi perforasi masih ada setelah diobservasi selama 2 bulan maka idealnya dilakukan miringoplasti atau timpanoplasti yang bertujuan untuk menghentikan infeksi secara permanen. Menurut Browsing dkk metronidazol dapat diberikan dengan dan tanpa antibiotik (sefaleksin dan kotrimoksasol) pada OMSK aktif. 2. Sumber infeksi yang menyebabkan sekret tetap ada atau terjadinya infeksi berulang harus diobati terlebih dahulu. Mastoidektomi radikal. Sesuai dengan luasnya infeksi atau luas kerusakan yang sudah terjadi. 5. sarana yang tersedia serta pengalaman operator.5 Jenis Pembedahan pada OMSK Ada beberapa jenis pembedahan atau teknik operasi yang dapat dilakukan pada OMSK dengan mastoiditis kronik baik tipe aman atau bahaya. Mastoidektomi Sederhana Operasi ini dilakukan pada OMSK tipe aman yang dengan pengobatan konservatif tidak sembuh. dosis 400 mg per 8 jam selama 2 minggu atau 200 mg per 8 jam selama 2-4 minggu.Metronidazol mempunyai efek bakterisid untuk kuman anaerob.

Indikasi timpanoplasti dilakukan pada OMSK tipe aman dengan kerusakan yang lebih berat atau OMSK tipe aman yang tidak bisa ditenangkan dengan pengobatan medikamentosa. supaya tidak terjadi infeksi kembali. tetapi belum merusak kavum timpani. Timpanoplasti diajukan pertama kali oleh Wullstein tahun 1953 yang kemudian membagi timpanoplasti menjadi V tipe pada tahun 1956. Tujuan dari timpanoplasti itu sendiri adalah mengembalikan fungsi telinga tengah. Pendengaran berkurang sekali. antrum dan sistem sel mastoid. Kerugian operasi ini ialah pasien tidak diperbolehkan berenang seumur hidupnya. Pada operasi ini rongga mastoid dan kavum timpani dibersihkan dari semua jaringan patologik dan mencegah komplikasi ke intrakranial. sehingga dapat menghambat pendidikan atau karier pasien. Aerasi dapat diperoleh dengan membersihkan penyumbatan antara kavum timpani. Seluruh rongga dibersihkan dan dinding posterior liang telinga tengah direndahkan. Fungsi pendengaran tidak diperbaiki. Tujuan lainnya membersihkan semua jaringan patologis dimana anatomi dari meatus eksternus termasuk sulkus timpani utuh. Kavum mastoid dibuka untuk menghindari sistem aerasi yang tertutup. yaiut meatus liar telinga luar menjadi lebar. mencegah infeksi berulang dan memperbaiki pendengaran. dan mempertahankan pendengaran yang masih ada. 15 | P a g e . Modifikasi operasi ini ialah dengan memasang tandur (graft) pada rongga operasi serta membuat meatoplasti yang lebar. Tujuan operasi ialah untuk membuang jaringan patologik pada rongga mastoid.1 Mastoidektomi Radikal dengan Modifikasi (Operasi Bondy) Operasi ini dilakukan pada OMSK dengan kolestetoma di daerah atik.Operasi ini dilakukan pada OMSK tipe bahaya dengan infeksi atau kolestetoma yang sudah meluas. tetapi terdapat cacat anatomi.1 Timpanoplasti Timpanoplasti adalah prosedur menghilangkan proses patologik di dalam telinga tengah dan diikuti rekonstruksi sistem konduksi suara pada telinga tengah. Pasien harus datang dengan teeratur untuk control. menutup lubang perforasi telinga tengah. sehingga rongga operasi kering permanen.

Pada operasi ini selain rekonstruksi membran timpani sering kali harus dilakukan juga rekonstruksi tulang pendengaran. dengan melakukan rekonstruksi hanya pada membran timpani dan cangkokan bersandar pada maleus. Sebelum rekonstruksi dikerjakan lebih dahulu dilakukan eksplorasi kavum timpani dengan atau tanpa mastoidektomi. Indikasi operasi ini dilakukan pada OMSK tipe aman yang sudah tenang dengan ketulian ringan yang hanya disebabkan oleh perforasi membran timpani. untuk membersihkan jaringan patologis.1 Tipe-tipe timpanoplasti Tipe I Disebut juga dengan miringoplasti. Pada tipe I ini seharusnya dapat memulihkan pendengaran konduktif sampai normal atau hampir normal. 16 | P a g e . Operasi ini merupakan timpanoplasti yang paling ringan. Timpanoplasti tipe I Tipe II sampai tipe V dilakukan rekonstruksi membran timpani dan rekonstruksi tulang pendengaran. Gambar. Tujuannya adalah untuk mencegah berulangnya infeksi telinga tengah pada OMSK tipe aman dengan perforasi yang menetap.

Diindikasi bila terjadi destruksi pada dua Tipe III tulang pendengaran dengan stapes masih intak dan mobile. Tipe III (c). Cangkokan bersandar pada inkus. Tipe Va Fenestrasi pada kanalis semisirkularis lateralis. Timpanoplasti Tipe II (b).Jenis Timpanoplasti Keterangan Diindikasikan pada perforasi membrane Tipe II timpani dengan erosi maleus. Tipe Vb Stapedektomi. Tipe IV Cangkokan menempel pada basis stapes. Cangkokan menempel pada kaput stapes. Tipe IV (d) 17 | P a g e . Gambar.

1 18 | P a g e . dikerjakan melalui dua jalan (combined approach) yaitu melalui liang telinga dan rongga mastoid dengan melakukan timpanotomi posterior.Gambar. Membersihkan kolesteatoma dan jaringan granulasi di kavum timpani. Teknik operasi ini pada OMSK tipe bahaya belum disepakati oleh para ahli. Timpanoplasti Tipe Va (e). Tipe Vb (f) Timpanoplasti dengan Pendekatan Ganda (Combined Approach Tympanoplasty) Operasi ini merupakan teknik operasi timpanoplasti yang dikerjakan pada kasus OMSK tipe bahaya atau OMSK tipe aman dengan jaringan granulasi yang luas. oleh karena sering terjadi kambuhnya kolesteatoma kembali. Tujuan operasi untuk menyembuhkan penyakit serta memperbaiki pendengaran tanpa melakukan teknik mastoidektomi radikal (tanpa meruntuhkan dinding posterior liang telinga).

dan proses infeksi yang 19 | P a g e . Terapi OMSK tidak jarang memerlukan waktu lama serta harus berulang-ulang. ras dan faktor sosioekonomi mempengaruhi kejadian OMSK. hidung. nasofaring. dan sinus paranasal  Terbentuk jaringan patologis yang ireversibel dalam rongga mastoid  Gizi dan higien yang kurang Pengobatan penyakit telinga kronis yang efektif harus didasarkan pada faktor-faktor penyebabnya dan pada stadium penyakitnya. antara lain:  Adanya perforasi membrana timpani yang permanen  Terdapat sumber infeksi di faring. OMSK merupakan penyakit yang sering dijumpai pada negara yang sedang berkembang. Secara umum. Dengan demikian pada waktu pengobatan haruslah dievaluasi faktor-faktor yang menyebabkan penyakit menjadi kronis. OMSK dibagi atas tipe jinak (tipe tubotimpanal) di mana proses peradangannya hanya terbatas pada mukosa telinga tengah.BAB III PENUTUP Dapat disimpulkan bahwa OMSK atau yang biasa disebut di masyarakat dengan congek adalah suatu infeksi telinga tengah menahun yang dapat mengakibatkan komplikasi yang fatal. Keadaan ini antara lain disebabkan oleh satu atau beberapa keadaan. serta tipe ganas (tipe atikoantral) disertai kolesteatoma yang proses peradangannya sudah melibatkan tulang dan dapat mengakibatkan komplikasi di tulang temporal (ekstrakranial) atau ke dalam otak (intrakranial). kehidupan sosial ekonomi yang rendah. Sekret yang keluar tidak cepat atau selalu kambuh lagi. lingkungan kumuh dan status kesehatan serta gizi yang jelek merupakan faktor yang menjadi dasar untuk meningkatnya prevalensi OMSK pada negara yang sedang berkembang. Indonesia merupakan negara dengan prevalensi tinggi untuk kasus OMSK di mana prevalensi OMSK 3. Penyakit ini ditandai dengan adanya perforasi membran timpani disertai dengan keluarnya cairan dari telinga yang lamanya lebih dari 2 bulan. perubahan-perubahan anatomi yang menghalangi penyembuhan serta menganggu fungsi.8% dan pasien OMSK merupakan 25% pasien yang berobat di poliklinik THT rumah sakit di Indonesia. Berdasarkan tipe klinisnya.

maka mutlak harus dilakukan operasi. Preparat terbaru yang tersedia adalah antibiotika tetes telinga ofloksasin 0. dilarang berenang dan segera berobat bila menderita infeksi saluran nafas atas. Mikroorganisme penyebab terbanyak adalah P. aeruginosa. aureus. Penatalaksanaan OMSK Benigna  OMSK Benigna Tipe Tenang Keadaan ini tidak memerlukan pengobatan. Penatalaksanaan OMSK Maligna Pengobatan untuk OMSK maligna adalah operasi. tetapi obat-obatan dapat digunakan untuk mengontrol infeksi sebelum operasi. mirabilis dan S. baik tipe benigna atau maligna. Mastoidektomi radikal 3. Bila didiagnosis kolesteatom. Miringoplasti 5. antara lain: 1. prinsip terapi yang dianjurkan adalah pembersihan lokal kavum timpani dan liang telinga luar disertai pemberian antibiotika lokal berupa tetes telinga yang rasional. Pendekatan ganda timpanoplasti (Combined approach tympanoplasty) 20 | P a g e . Mastoidektomi radikal dengan modifikasi 4. air jangan masuk ke telinga sewaktu mandi. Ada beberapa jenis pembedahan atau tehnik operasi yang dapat dilakukan pada OMSK dengan mastoiditis kronis.3% yang kelihatan efektif melawan mikroorganisme penyebab OMSK. yang tidak sensitif lagi dengan pemberian kloramfenikol dan gentamisin tetes telinga. Pengobatan konservatif dengan medikamentosa hanyalah merupakan terapi sementara sebelum dilakukan pembedahan. Bila terdapat abses subperiosteal. maka insisi abses sebaiknya dilakukan tersendiri sebelum kemudian dilakukan mastoidektomi. Timpanoplasti 6. Mastoidektomi sederhana (simple mastoidectomy) 2. dan dinasehatkan untuk jangan mengorek telinga. Prinsip pengobatan tergantung dari jenis penyakit dan luasnya infeksi.terdapat ditelinga.  OMSK Benigna Tipe Aktif Dalam pengobatan kasus otitis media supuratif kronis (OMSK) jinak aktif. yaitu konservatif dan operasi. dimana pengobatan dapat dibagi dua. P.

21 | P a g e . memperbaiki membran timpani yang perforasi. mencegah terjadinya komplikasi atau kerusakan pendengaran yang lebih berat.Tujuan operasi adalah menghentikan infeksi secara permanen. serta memperbaiki pendengaran.

id/files/cdk/files/14_PemakaianAntibiotikaTopikal. 2007 3. 2007 2. Cermin Dunia Kedokteran No. dan Leher. Kepala. Buku Ajar Ilmu Keseharan Telinga. Pemakaian Antibiotika Topikal Pada Otitis Media Supurativa Kronik Jinak Aktif. Medan: Universitas Sumatera Utara.html 4.kalbe.blogspot. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.scribd. c2009 (diposkan 28 Juli 2009). Newbrain. Iskandar N. Tenggorok.com/doc/13607134/Otitis-Media-Kronik 5.com/2009/07/otitis-media-supuratifkronis. 2009: diunduh dari http://www. Padang: Otitis Media Supuratif Kronis. Otitis Media Supuratif Kronik. Hidung. 132. 2001: diunduh dari http://www. Lutan R. Anonim.DAFTAR PUSTAKA 1.pdf/14_PemakaianA ntibiotikaTopikal.co. Aboet A. Restuti RD. Wajdi F. Soepardi EA. Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap: Radang Telinga Tengah Menahun.com. Diunduh dari : http://rieck-newbrain.blogspot.html 22 | P a g e . Bashiruddin J.