You are on page 1of 18

Oleh

Kelompok 7
Selvi Helly Moningka
Muliana Musibo
Siti Asmilah

Pengertian
Gagal jantung, sering disebut juga gagal jantung
kongestif adalah ketidakmampuan jantung untuk
memompa darah yang adekuat untuk memenuhi
kebutuhan jaringan akan oksigen dan nutrisi. Istilah
gagal jantung kongestif paling sering digunakan apabila
terjadi gagal jantung sisi kiri dan sisi kanan (Bruner &
Sudarth, 2002).
Gagal jantung Kongsetif adalah ketidakmampuan
jantung untuk memompa darah dalam jumlah yang
cukup untuk memenuhi kebutuhan jaringan terhadap
oksigen dan nutrient dikarenakan adanya kelainan
fungsi jantung yang berakibat jantung gagal memompa
darah untuk memenuhi kebutuhan metabolisme
jaringan dan atau kemampuannya hanya ada kalau
disertai peninggian tekanan pengisian ventrikel kiri
(Smeltzer & Bare, 2001)

Klasifikasi

Gagal Jantung
New York Heart Assosiation (NYHA) membuat
klasifikasi fungsional dalam 4 kelas, yaitu :
Kelas 1
: bila pasien dapat melakukan
aktivitas berat tanpa keluhan
Kelas 2
: bila pasien tidak dapat
melakukan aktivitas lebih berat dari aktivitas
sehari-hari tanpa keluhan
Kelas 3
: bila pasien tidak dapat
melakukan aktivitas sehari-hari tanpa
keluhan
Kelas 4
: bila pasien sama sekali tidak
dapat melakukan aktivitas apapun dan harus
tirah baring

Kelainan

otot jantung
Aterosklerosis koroner
Hipertensi
Peradangan
dan
penyakit
miokardium
degeneratif
Penyakit jantung lain
Faktor sistemik seperti : demam, hipoksia,
anemia,
asidosis
(respiratorik
atau
metabolik)

Mekanisme

yang mendasari gagal jantung meliputi


gangguan kemampuan kontraktilitas jantung, yang
menyebabkan curah jantung lebih rendah dari curah
jantung normal
Frekuensi jantung adalah fungsi sistem saraf otonom. Bila
curah jantung berkurang, sistem saraf simpatis akan
mempercepat frekuensi jantung untuk mempertahankan
curah jantung. Bila mekanisme kompensasi ini gagal untuk
mempertahankan perfusi jaringan yang memadai, maka
volume sekuncup jantunglah yang harus menyesuaikan diri
untuk mempertahankan curah jantung. Tetapi pada gagal
jantung dengan masalah utama kerusakan dan kekakuan
serabut otot jantung, volume sekuncup berkurang dan
curah jantung normal masih dapat dipertahankan.

Bila reservasi jantung (cardiac reserved) normal untuk berespons terhadap


stres tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh, maka jantung
gagal untuk melakukan tugasnya sebagai pompa,dan akibatnya terjadi gagal
jantung. Demikian juga, pada tingkat awal, disfungsi komponen pompa secara
nyata dapat mengakibatkan gagal jantung. Jika reservasi jantung normal
mengalami kepayahan dan kegagalan, respons fisiologis tertentu pada
penurunan curah jantung adalah penting. Semua respons ini menunjukkan
upaya tubuh untuk mempertahankan perfusi organ vital tetap normal
Terdapat empat mekanisme respons primer terhadap gagal jantung meliputi :
1. Meningkatnya Aktivitas Adrenergik Simpatis
2. Peningkatan Beban Awal melalui Sistem Renin-Angiotensin-Aldosteron
3. Hipertrofi ventrikel
4. Volume cairan berlebihan (overload volume).
Keempat respons ini adalah upaya untuk mempertahankan curah jantung.
Mekanismemekanisme ini mungkin memadai untuk mempertahankan curah
jantung pada tingkat normal atau hampir normal pada gagal jantung dini dan
pada keadaan istirahat. Tetapi, kelainan pada kerja ventrikel dan menurunnya
curah jantung biasanya tampak pada saat beraktivitas. Dengan berlanjutnya
gagal jantung, maka kompensasi akan menjadi semakin kurang efektif.

Tanda dominan gagal jantung adalah meningkatnya volume


intravaskuler. Kongestif jaringan terjadi akibat tekanan arteri
dan vena yang meningkat akibat menurunnya curah jantung
pada kegagalan jantung. Peningkatan tekanan vena pulmonalis
dapat menyebabkan cairan mengalir dari kapiler paru ke
alveoli, akibatnya terjadi edema paru, yang dimanifestasikan
dengan batuk dan nafas pendek. Meningkatknya tekanan vena
sistemik dapat mengakibatkan edema perifer umum dan
penambahan berat badan.
Turunnya curah jantung pada gagal jantung dimanifestasikan
secra luas karena darah tidak dapat mencapai jaringan dan
organ (perfusi rendah) untuk menyampaikan oksigen yang
dibutuhkan. Bebrapa efek yang biasanya timbul akibat perfusi
rendah adalah pusing, konfusi, kelelahan, intoleran terhadap
latihan dan napas, ektermitas dingin, dan haluaran urin
berkurang (oliguri). Tekanan perfusi ginjal menurun,
mengakibatkan pelepasan rennin dari ginjal yang pada
gilirannya akan mengikibatkan sekresi aldosteron, retensi
Natrium dan cairan, serta peningkatan volume intravascular.

Foto torax dapat mengungkapkan adanya


pembesaran jantung, oedema atau efusi pleura
yang menegaskan diagnosa CHF
EKG dapat mengungkapkan adanya tachicardi,
hipertrofi bilik jantung dan iskemi (jika
disebabkan AMI),
Ekokardiogram. Pada ekhokardiografi terlihat
pembesaran dan disfungsi ventrikel kiri, kelainan
bergerak katup mitral saat diastolik.
Pemeriksaan Lab meliputi : Elektrolit serum yang
mengungkapkan kadar natrium yang rendah
sehingga hasil hemodelusi darah dari adanya
kelebihan retensi air, K, Na, Cl, Ureum, gula
darah

Tujuan

dasar penatalaksanaan pasien dengan


gaagal jntung kongesif adalah sebagai
berikut:
- Dukung istirahat untuk mengurangi bebn
kerjaa jantung
- Meningkatkan kekuataan dan evisiensi
kontraksi jantung dengaan bahan-bahan
farmakologis
- Menghilangkan penimbunan cairan tubuh
berlebihan dengan terapi diuretik diet dan
istirahat.

Glikosida jantung,
Digitalis, meningkatkan kekuatan kontraksi otot
jantung dan memperlambat frekuensi jantung.
Efek yang dihasillkan : peningkatan curah jantung,
penurunan tekanan vena dan volume darah dan
peningkatan diurisi dan mengurangi oedema.
Terapi diuretic, diberikan untuk memacu ekskresi
natrium dan air melalui ginjal. Penggunaan harus
hati-hati karena efek samping hiponatremia dan
hipokalemia
Terapi vasodilator, obat-obat fasoaktif digunakan
untuk mengurangi impadasi (tekanan) terhadap
penyemburan darah oleh ventrikel. Obat ini
memperbaiki pengosongan ventrikel dan peningkatan
kapasitas vena sehingga tekanan pengisian ventrikel
kiri dapat diturunkan dan dapat dicapai penurunan
dramatis kongesti paru dengan cepat

Dukungan

diet adalah mengatur diet sehingga


kerja dan ketegangan otot jantung minimal,
dan status nutrisi terpelihara, seuai dengan
selera dan pola makan pasien.
Pembatasan
natrium, ditujukan untuk
mencegah, mengatur, atau mengurangi udem
seperti pada hipertensi atau gagal jantung.

Pengkajian
Pengkajian merupakan langkah utama dan
dasar utama dari proses keperawatan yang
mempunyai dua kegiatan pokok, yaitu :
1. Pengumpulan data
a. Anamnese yang terdiri atas Meliputi nama, umur,
jenis kelamin, agama, pendidikan, pekerjaan,
alamat, status perkawinan, suku bangsa, nomor
register, tanggal masuk rumah sakit dan diagnosa
medis
b. Keluhan Utama
c. riwayat kesehatan sekarang
d. riwayat kesehatan masa lalu
e. riwayat kesehatan keluarga
f. riwayat psikososial
2. pemeriksaan fisik

Penurunan curah jantung berhubungan dengan ;


Perubahan
kontraktilitas
miokardial/perubahan
inotropik, Perubahan frekuensi, irama dan konduksi
listrik, Perubahan structural
Intoleransi aktivitas berhubungan dengan : Ketidak
seimbangan antar suplai okigen. Kelemahan umum,
Tirah baring lama/immobilisasi. Ditandai dengan :
Kelemahan, kelelahan,
Perubahan tanda vital,
adanya disrirmia, Dispnea, pucat, berkeringat.
Resiko tinggi kelebihan volume cairan berhubungan
dengan menurunnya laju filtrasi glomerulus
(menurunnya curah jantung)/meningkatnya produksi
ADH dan retensi natrium/air.
Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan :
perubahan menbran kapiler-alveolus.

Penurunan curah jantung berhubungan dengan ; Perubahan kontraktilitas


miokardial/perubahan inotropik, Perubahan frekuensi, irama dan konduksi
listrik, Perubahan structural
Tujuan/kriteria hasil
Klien akan :
Menunjukkan tanda vital dalam batas yang dapat diterima (disritmia
terkontrol atau hilang) dan bebas gejala gagal jantung ,
Melaporkan penurunan epiode dispnea, angina,
Ikut serta dalam aktivitas yang mengurangi beban kerja jantung.
Intervensi
Auskultasi nadi apical ; kaji frekuensi, irama jantung
Catat bunyi jantung
Palpasi nadi perifer
Pantau TD
Kaji kulit terhadp pucat dan sianosis
Berikan oksigen tambahan dengan kanula nasal/masker dan obat sesuai
indikasi (kolaborasi)

Intoleransi aktivitas berhubungan dengan : Ketidak seimbangan


antar suplai okigen. Kelemahan umum, Tirah baring
lama/immobilisasi
Tujuan /kriteria evaluasi :
Klien akan :
Berpartisipasi pad ktivitas yang diinginkan, memenuhi perawatan
diri sendiri,
Mencapai peningkatan toleransi aktivitas yang dapat diukur,
dibuktikan oelh menurunnya kelemahan dan kelelahan.
Intervensi
Periksa tanda vital sebelum dan segera setelah aktivitas,
khususnya bila klien menggunakan vasodilator,diuretic dan
penyekat beta.
Catat respons kardiopulmonal terhadap aktivitas, catat takikardi,
diritmia, dispnea berkeringat dan pucat.
Evaluasi peningkatan intoleran aktivitas.

Resiko tinggi kelebihan volume cairan berhubungan dengan : menurunnya


laju filtrasi glomerulus (menurunnya curah jantung)/meningkatnya produksi
ADH dan retensi natrium/air.
Tujuan /kriteria evaluasi,
Klien akan : Mendemonstrasikan volume cairan stabil dengan keseimbangan
masukan danpengeluaran, bunyi nafas bersih/jelas, tanda vital dalam
rentang yang dapat diterima, berat badan stabil dan tidak ada edema.,
Menyatakan pemahaman tentang pembatasan cairan individual.
Intervensi :
Pantau pengeluaran urine, catat jumlah dan warna saat dimana diuresis
terjadi.
Pantau/hitung keseimbangan pemasukan dan pengeluaran selama 24 jam
Pertahakan duduk atau tirah baring dengan posisi semifowler selama fase
akut.
Pantau TD dan CVP (bila ada)
Kaji bisisng usus. Catat keluhan anoreksia, mual, distensi abdomen dan
konstipasi.
Pemberian obat sesuai indikasi (kolaborasi)
Konsul dengan ahli diet.

Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan


Tujuan/kriteria evaluasi
Klien akan : Mendemonstrasikan ventilasi dan
oksigenisasi dekuat pada jaringan ditunjukkan oleh
oksimetri dalam rentang normal dan bebas gejala
distress pernapasan., Berpartisipasi dalam program
pengobatan dalam btas kemampuan/situasi.
Intervensi :
Pantau bunyi nafas, catat krekles
Ajarkan/anjurkan klien batuk efektif, nafas dalam.
Dorong perubahan posisi.
Kolaborasi dalam Pantau/gambarkan seri GDA, nadi
oksimetri.
Berikan obat/oksigen tambahan sesuai indikasi