You are on page 1of 15

BELAJAR PEMBELAJARAN II

TUGAS
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
KD 3.13 MEMAHAMI GARAM-GARAM YANG MENGALAMI HIDROLISIS

OLEH
NAMA

: BAIQ RANTI ANGGIYASTI

NIM

: E1M 012 008

KELAS

:B

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PEBDIDIKAN
UNIVERSITAS MATARAM
2014

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


1

Satuan Pendidikan : SMA


Kelas/Semester

: XI/2

Mata Pelajaran

: Kimia

Materi Pokok

: Hidrolisis Garam

Alokasi Waktu

: 12 jam (2 jam x 6 pertemuan)

A. Komptensi Inti
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2 :
Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,
peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan
proaktif, dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial
dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia
KI 3:
Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah
KI 4 :
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan
metoda sesuai kaidah keilmuan
B. Kompetensi Dasar
1.1
Menyadari adanya keteraturan dari sifat hidrokarbon, termokimia, laju
reaksi, kesetimbangan kimia, larutan dan koloid sebagai wujud kebesaran
Tuhan YME dan pengetahuan tentang adanya keteraturan tersebut sebagai
hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif.
2.2
Menunjukkanperilaku kerjasama, santun, toleran, cintadamai dan peduli
lingkungan serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam.
3.13
Memahami garam- garam yang mengalami hidrolisis
Indikator :
3.13.1. Menentukan ciri-ciri beberapa jenis garam yang dapat terhidrolisis
dalam air melalui percobaan
3.13.2. Menentukan sifat garam yang terhidrolisis dari persamaan reaksi
ionisas
3.13.3. Menghitung pH garam yang terhidrolisis
4.12

Melakukan percobaan untuk mengetahui jenis garam yang mengalami


hidrolisis dalam air dengan menggunakan indikator universal dan pH
2

larutan garam tersebut


Indikator :
4.12.1 Melakukan percobaan dengan berbagai jenis larutan untuk
mengetahui proses hidrolisis garam

C. Tujuan Pembelajaran
Setelah selesai melaksanakan kegiatan pembelajaran siswa diharapkan dapat :
1. Berpikir kreatif dan kritis
2. Bekerjasama dalam kelompok
3. Menghargai pendapat yang berbeda
4. Menentukan ciri-ciri beberapa jenis garam yang dapat terhidrolisis dalam air
5. Menyatakan hubungan antara tetapan hidrolisis (Kh), tetapan ionisasi air (Kw), dan
konsentrasi OH atau H+ larutan garam yang terhidrolisis
6. Menghitung pH larutan garam yang terhidrolisis.
D. Materi Pembelajaran

Hidrolisis garam adalah reaksi antara komponen garam yang berasal dari asam
atau basa lemah dengan air. Jika kita melarutkan suatu garam ke dalam air, maka akan
ada dua kemungkinan yang terjadi, yaitu:

1. Ion-ion yang berasal dari asam lemah (misalnya CH3COO-, CO-, dan S2-) atau ion-ion
yang berasal dari basa lemah (misalnya NH 4+, Fe2+, dan Al3+) akan bereaksi dengan
air. Reaksi suatu ion dengan air inilah yang disebut hidrolisis. Berlangsungnya
hidrolisis disebabkan adanya kecenderungan ion-ion tersebut untuk membentuk asam
atau basa asalnya.
Contoh :
CH3COO- + H2O
CH3COOH + OHNH4+ + H2O
NH4OH + H+
2. Ion-ion yang berasal dari asam kuat (misalnya Cl -, NO3-, dan SO42-) atau ion-ion yang
berasal dari basa kuat (misalnya Na+, K+, dan Ca2+) tidak bereaksi dengan air atau
tidak terjadi hidrolisis. Hal ini dikarenakan ion-ion tersebut tidak mempunyai
kecenderungan untuk membentuk asam atau basa asalnya.
Contoh :
Na+ + H2O
tidak terjadi reaksi
2SO4 + H2O
tidak terjadi reaksi
Hidrolisis hanya dapat terjadi pada pelarutan senyawa garam yang terbentuk dari ionion asam lemah dan ion-ion basa lemah. Jadi, garam yang bersifat netral (dari asam kuat dan
basa kuat) tidak terjadi hidrolisis.

Hidrolisis Garam dari Asam lemah dan Basa Kuat


Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat dalam air mengalami
hidrolisis sebagian. Karena salah satu komponen garam (anion dan asam lemah)
mengalami hidrolisis menghasilkan ion OH, maka pH > 7 sehingga larutan garam
bersifat basa.

Hidrolisis Garam dari Asam Kuat dan Basa Lemah


Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah dalam air mengalami
hidrolisis sebagian karena salah satu komponen garam (kation basa lemah) mengalami
hidrolisis menghasilkan ion H+ maka pH < 7 sehingga larutan garam bersifat asam.
Hidrolisis Garam dari Asam Lemah dan Basa Lemah
Garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah dalam air mengalami
hidrolisis total. Karena kedua komponen garam (anion asam lemah dan kation basa
lemah) terhidrolisis menghasilkan ion H+ dan ion OH sehingga harga pH larutan ini
tergantung harga Ka dan Kb.

Hidrolisis Garam dari Asam Kuat dan Basa Kuat


Garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat dalam air tidak mengalami
hidrolisis. Karena kedua komponen garam tidak terhidrolisis sehingga pH larutan
sama dengan air yaitu pH = 7 bersifat netral.
E. Metode / Model Pembelajaran
4

1. Pendekatan pembelajaran
2. Metode pembelajaran
3. Model pembelajaran

: Scientific
: Ceramah, Diskusi, Praktek, Tanya jawab
: PBL (Probem Based Learning)

a. Orientasi siswa kepada masalah


Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, memotivasi siswa terlibat dalam
aktivitas pemecahan masalah yang dipilihnya.
b. Mengorganisasi siswa untuk belajar
Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas yang
berhubungan dengan masalah tersebut.
c. Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok
Guru membimbing siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai,
melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan
masalah
d. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai
seperti laporan video dan model dan membantu mereka untuk berbagai tugas
dengan temannya.
e. Menganalisis dan mengevaluasi
Guru membantu siswa untuk melakukan evaluasi terhadap penyelidikan mereka
dan proses-proses yang mereka gunakan
F. Alat, Bahan dan Sumber Pembelajaran
1. Alat dan Bahan
: LCD dan laptop, papan tulis dan spidol, alat dan bahan
eksperimen, lembar kerja
2. Sumber belajar
: Buku kimia kelas XI yang relevan
G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan kesatu
a. Pendahuluan (10 menit)
1. Guru mengucapkan salam
2. Berdoa (Guru meminta seorang siswa untuk memimpin doa)
3. Guru mengecek kehadiran siswa
4. Guru memberikan apersepsi
5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
b. Isi (70 menit)
1. Guru menginformasikan materi
2. Guru membagi siswa menjadi kelompok kecil (3 orang)
3. Guru membagikan lembar kerja 1 untuk kegiatan eksperimen
4. Guru mengawasi jalannya eksperimen siswa
5. Guru membimbing siswa untuk mendiskusikan hasil eksperimen dan menjawab
pertanyaan berdasarkasn hasil eksperimen
c. Penutup (10 menit)
5

1. Guru mengawasi siswa merapikan dan membersihkan alat dan bahan untuk
eksperimen
2. Guru menginformasikan kegiatan pembelajaran pada pertemuan selanjutnya
3. Guru memberikan motivasi dan mengingatkan tugas siswa
4. Berdoa (Guru meminta seorang siswa untuk memimpin doa)
5. Guru mengucapkan salam
Pertemuan kedua
a. Pendahuluan ( 10 menit)
1. Guru mengucapkan salam
2. Berdoa (Guru meminta seorang siswa untuk memimpin doa)
3. Guru mengecek kehadiran siswa
4. Guru memberikan apersepsi
b. Isi ( 70 menit)
1. Guru membimbing siswa memprentasikan hasil kerja kelompok
2. Guru mermbimbing siswa diskusi antar kelompok
3. Guru membimbing siswa menyimpulkan hasil eksperimen
c. Penutup (10 menit)
1. Guru menginformasikan kegitan pembelajaran pada pertemuan selanjutnya
2. Guru memberikan motivasi
3. Berdoa (Guru meminta seorang siswa untuk memimpin doa)
4. Guru mengucapkan salam
Pertemuan ketiga
a. Pendahuluan ( 10 menit)
1. Guru mengucapkan salam
2. Berdoa (Guru meminta seorang siswa untuk memimpin doa)
3. Guru mengecek kehadiran siswa
4. Guru memberikan apersepsi

b. Isi ( 70 menit)
1. Guru menjadi moderator dikelas
2. Guru memulai sesi tanya jawab antara siswa berkaitan dengan materi terjadinya
hidrolisis garam
3. Guru mengontrol siswa agar tidak ricuh selama prose tanya jawab
4. Guru memperjelas materi setelah proses tanya jawab usai
c. Penutup ( 10 menit)
1. Guru menginformasikan kegiatan pembelajaran pada pertemuan selanjutnya
2. Guru memberikan motivasi
3. Berdoa (Guru meminta seorang siswa untuk memimpin doa)
4. Guru mengucapkan salam
Pertemuan ke empat
a. Pendahuluan ( 10 menit)
6

1.
2.
3.
4.

Guru mengucapkan salam


Berdoa (Guru meminta seorang siswa untuk memimpin doa)
Guru mengecek kehadiran siswa
Guru memberikan apersepsi

b. Isi ( 70 menit)
1. Guru membagikan lembar kerja 2 untuk dikerjakan secara perorangan sebagai
latihan soal
2. Guru mengawasi kegiatan siswa mengerjakan soal
3. Guru membimbing siswa mengerjakan soal
4. Guru meminta siswa secara bergilir menjawab soal dipapan tulis
5. Guru mengkoreksi hasil kerja siswa
c. Penutup ( 10 menit)
1. Guru menginformasikan kegiatan pembelajaran pada pertemuan selanjutnya
2. Guru memberikan motivasi
3. Berdoa (Guru meminta seorang siswa untuk memimpin doa)
4. Guru mengucapkan salam
Pertemua kelima
a. Pendahuluan ( 10 menit)
1. Guru mengucapkan salam
2. Berdoa (Guru meminta seorang siswa untuk memimpin doa)
3. Guru mengecek kehadiran siswa
4. Guru memberikan apersepsi

b. Isi ( 70 menit)
1. Guru mengingatkan siswa materi singkat
2. Guru membagikan soal ulangan harian
3. Guru mengawasi siswa mengerjakan ulangan selama 50 menit
4. Guru mengumpulkan lembar jawaban siswa
c. Penutup ( 10 menit)
1. Guru membahas soal yang dianggap sulit oleh siswa
2. Guru menginformasikan kegiatan pembelajaran pada pertemuan selanjutnya
3. Berdoa (Guru meminta seorang siswa memimpin doa)
4. Guru mengucapkan salam
Pertemuan keenam
a. Pendahuluan ( 5 menit)
1. Guru mengucapkan salam
2. Berdoa (Guru meminta seorang siswa untuk memimpin doa)
3. Guru mengecek kehadiran siswa
b. Isi ( 80 menit)
1. Guru memberikan remidi bagi siswa yang nilainya kurang pada ulangan harian
2. Guru menanyakan bagian dari materi yang kurang dimengerti siswa
3. Guru menjelaskan materi yang kurang dimengerti
7

4. Guru memberikan soal pengayaan (sebagai tugas dirumah)


5. Guru membimbing siswa menyimpulkan materi sesuai dengan tujuan
pembelajaran
c. Penutup ( 5 menit)
1. Guru menginformasikan kegiatan pada pertemuan selanjutnya
2. Berdoa (Guru meminta seorang siswa memimpin doa)
3. Guru mengucapkan salam
H. Penilaian
a. Jenis/teknik penilaian
1. Tugas
2. Observasi
Sikap ilmiah dalam melakukan percobaan dan presentasi (cara menggunakan
pH meter, pipet tetes, keaktifan, kerjasama, komunikatif, dan peduli
kebersihan).
b. Bentuk instrument dan instrument
1. Lembar kerja
c. Pedoman penskoran
1. Psikomotor
1.1 Keterampilan mengatur alat
1.2 Keterampilan mengambil bahan
1.3 Keterampilan mencelupkan pH meter
1.4 Keterampilan mengamati pH
1.5 Keteramplilan membereskan dan membersihkan alat
2. Afektif
2.1 Terampil
2.2 Jujur
2.3 Cermat
3. Kognitif
Nilai tugas dan ulangan

LAMPIRAN-LAMPIRAN

LEMBAR KERJA 1
Experiment hidrolisis garam!
A.

Alat dan Bahan


Alat

B.

1. Beaker glass

3. Pipet tetes

2. Gelas ukur

4. pH meter

Bahan
1. Larutan NaCl

4. Larutan

2. Larutan KCl

5. Larutan CH3COONa

3. Larutan (NH4)2SO4-

6. Larutan NH4F

Langkah Kerja Na2CO3


1. Masukkan 10 mL larutan NaCl dalam 100 mL beker gelas,
2. Ukur pH larutan dengan pH meter. Catat hasilnya dalam tabel pengamata,
3. Ulangi langkah (1) dan (2) untuk larutan garam lainnya.

C.

Tabel Pengamatan
Lengkapi table dibawah ini
Larutan garam

Komponen penyusun
asam

Basa

pH

Sifat (asam, basa,


netral)

NaCl
KCl
(NH4)2SO4Na2CO3
10

CH3COONa
NH4F

D.

Evaluasi dan Kesimpulan


1. Tentukan :
a. komponen penyusun masing-masing larutan,
b. sifat larutan.
2. Manakah garam yang mengalami hidrolisis? Jelaskan.
3. Buat kesimpulan dari kegiatan kalian dan diskusikan dengan teman kalian.

11

Lembar kerja 2
Jawablah soal-soal dibawah ini dengan tepat!
1. Tuliskan reaksi hidrolisis dan sebutkan jenis hidrolisis garam dari senyawa berikut!
a. KCN
c. K2SO4
b. NH4Cl
d. Ba(NO3)2
c. Al2S3
e. CH3COONa
2. Sebanyak 50 mL larutan NaOH 0,1 M dicampurkan dengan 50 mL larutan CH3COOH
0,1 M. Tentukan pH campuran! (Ka CH3COOH = 1,8 105)
3. Sebanyak 50 mL larutan NH3 0,1 M dicampurkan dengan 50 mL larutan HCl 0,1M.
Tentukan pH campuran! (Kb NH3 = 1,8 105)
4. Suatu larutan HCN 0,1 M mempunyai pH sebesar 3 log 2, berapa gram kalium sianida
yang terlarut dalam 500 cm3 larutan agar diperoleh pH sebesar 9 + log 2? (Ar K = 39; C
= 12; dan N = 14)
5. Berapa gram kristal NH4Cl yang diperlukan untuk membuat 500 mL larutan pH = 5 log
2, bila diketahui Kb = 105 dan Ar N = 14; Cl = 35,5; dan H = 1!

Ulangan Hidrolisis garam


12

I. Berilah tanda silang (X) huruf A, B, C, D atau E pada jawaban yang dianggap paling
benar!
1. Hidrolisis tidak terjadi pada larutan
a.

CH3COONa

d. (NH4)2SO4

b.

NH4Cl

e. K2SO4

c.

CH3COONH4

2. Larutan 1 M yang mempunyai pH paling tinggi adalah


a.

Na2SO4

d. CH3COONa

b.

KCl

e. NH4NO3

c.

CH3COOH

3. Lakmus biru akan menjadi merah apabila dicelupkan dalam larutan


a.

NaOH

d. K2CO3

b.

Ba(NO3)2

e. CaCl2

c.

(NH4)2SO4

4. Berikut ini garam yang larut sebagian jika dilarutkan kedalam air adalah
a.

NaCl

c. K2SO4

b.

Na2SO4

d. (NH4)2SO4

e. NH4CN

5. Sifat-sifat yang dimiliki oleh ammonium sulfat bila dimasukkan kedalam air yaitu:
(1) Bersifat asam

(3) Harga pH < 7

(2) Membirukan lakmus merah

(4) Terhidrolisis sempurna

Sifat yang benar adalah


a. 1,2,3

c. 2,4

b. 1,3

d. 3,4

e. 1,4

6. Dari garam berikut, yang mengalami hidrolisis total apabila dimasukkan kedalam air
adalah
a.

NaCl

d. AgNO3

b.

K2CO3

e. NH4CN

c.

Ba(NO3)2

7. Larutan berikut yang mempunyai pH paling rendah adalah


13

a.

KCN

c. NH4CN

b.

AlCl3

d. AgNO3

e. Al2S3

8. Jika diketahui Ka CH3COOH = 10-5, maka pH larutan Ca(CH3COO)2 0,1 M adalah


a. 5

c. 9

b. 5 log 1,4

d. 9 + log 1,4

e. 9 log 1,4

9. Jika Kb NH4OH = 10-5, maka larutan garam NH4Cl 0,1M mempunyai pH


a. 5

c. 7

b. 6

d. 8

e. 9

10. Besarnya pH larutan dari 100 mL CH3COOK 0,4M (Ka = 10-5) adalah
a. 5 log 2

c. 9

b. 5

d. 10 + log 2

e. 9 + log 2

II. Kerjakan soal berikut ini dengan benar!


1.

50 mL CH3COOH 0,1M tepat dapat dititrasi dengan 50 mLNaOH 0,1M. Berapa pH


titik ekivalen jika Ka asam asetat = 10-5?

2.

Berapa kemolaran larutan NH4NO3 yang diperlukan untuk membuat larutan NH4NO3
dengan pH sebesar 5,63? (Kb NH3 = 1,8 10-5).

3.

Pak Jono ingin membuat garam natrium asetat. Beliau mencampurkan 40 mL larutan
CH3COOH 0,3 M (Ka = 10-5) dengan 80 mL larutan NaOH 0,15 M. Hitung pH larutan
garam yang diinginkan Pak Jono.

Soal pengayaan
1.

Berapakah pH larutan amonium klorida (NH4Cl) 0,05 M jika diketahui Ka = 5.65 x


1010.
14

2.

3.

Berapakah pH larutan 0,100 M metil amonium klorida (CH3NH3Cl)? Diketahui Ka ion


metil amonium (CH3NH3+) adalah 2,70 x 1011
Diketahui pKa ion amonium adalah 9,26. Berapakah pH of 1,00 L larutan yang
mengandung 5,45 g NH4Cl (Mr NH4Cl = 54,5 g mol1)

15