You are on page 1of 15

1

BAB I
PENDAHULUAN

SKENARIO 1

BENARKAH SIKAP ANDI DAN DOKTER LEA?

Seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran bernama Andi menemui dr. Lea
selaku pembimbing akademiknya di ruang praktik di Rumah Sakit. Setelah bertemu,
Andi mengucapkan salam kepada dr. Lea dan memohon ijin untuk bisa konsultasi
perihal akademiknya. Andi menyerahkan KHS ke dr. Lea menggunakan tangan kanan
dan dr. Lea yang sedang menerima telfon menerima KHS itu dengan tangan kiri
sambil mempersilahkan Andi untuk duduk. Andi merasa sikap dokter Lea tersebut
tidak sesuai etiket yang dipelajarinya selama ini.
Setelah dr. Lea selesai menerima telfon, terjadilah dialog baik masalah
konsultasi akademik dan memberi nasihat terutama mengenai etika sebagai
mahasiswa kedokteran. Saat sedang memberi nasihat, pintu praktiknya diketuk oleh
orang tua yang membawa anaknya yang sedang kejang.
Dr. Lea kemudian menyuruh orang tua tersebut masuk dan menidurkan
anaknya di tempat tidur periksa dan segera diberi diazepam suppositoria tanpa
meminta ijin secara lisan kepada orang tuanya dengan tujuan mencegah kejang.
Sementara Andi diminta untuk keluar ruangan dan menunggu di ruang tunggu.

Langkah I : Membaca skenario dan memahami pengertian beberapa istilah dalam skenario Dalam skenario ini penulis mengklarifikasi istilah sebagai berikut : a. Konsultasi :pertukaran pikiran untuk mendapat kesimpulan. . f. d. g. Etika :nilai benar atau salah yang dianut oleh golongan masyarakat. Diazepam suppositoria :obat awal prosedur operasi minor dan untuk sedasi suppositoria dengan amnesia dalam prosedur endoskopi dan antikejang. Ruang praktik :kamar dimana dokter dapat menerima dan merawat pasien serta kegiatan lainnya. Secara medis diartikan sebagai tanggung jawab moral dokter terhadap pasien. KHS (Kartu Hasil Studi) :kartu yang menunjukan nilai dan prestasi mahasiswa pada semester tertentu. Mahasiswa :orang yang belajar di perguruan tinggi (Kamus Besar Bahasa Indonesia. Dalam hal ini dapat diartikan sebagai perundingan pemberi dan penerima layanan kesehatan untuk mencari penyebab penyakit dan penyembuhkannya. 2008) h. e. Etiket :tata cara sopan santun dalam memelihara hubungan baik sesama manusia. c.2 BAB II DISKUSI DAN STUDI PUSTAKA A. b. Kejang :pengerutan otot berlebih diluar kehendak atau serangan mendadak yang mengakibatkan gerakan tak terkendali.

Bagaimana efek penggunaan diazepam ? i. Bagaimana perbedaan etika dan hukum kedokteran ? h. dokter dengan teman sejawat. dan dokter dengan diri sendiri. Sanksi jika melanggar etika kedokteran akan dilaksanakan oleh MKEK (Majelis Kehormatan Etik Kedokteran) Indonesia yang dapat berupa hukum . Apa saja etika mahasiswa kedokteran ? g. b. Langkah II : Menentukan/Mendefinisikan masalah Permasalahan pada skenario ini. Apa saja tata tertib yang harus ditaati dokter ? l. Apa saja aspek profesionalisme kedokteran ? k. dokter dengan teman sejawat. Mengapa etika kedokteran itu penting dan harus diterapkan ? f. dan dokter dengan diri sendiri. Apa saja perilaku dan etika dokter Lea dan Andi yang tidak sesuai etika ? C. Didalam Kode Etik Kedokteran Indonesia. Apa tindakan yang tepat sesuai etika untuk menangani pasien yang kejang ? j. Bagaimana sifat etika kedokteran ? b. Langkah III : Menganalisis permasalahan dan membuat pernyataan sementara mengenai permasalahan tersebut a. Apa sanksi jika melanggar etika kedokteran ? c. dibahas mengenai aturan yang mengatur hubungan antara dokter dengan pasien.3 B. Apa saja aturan yang harus diketahui dokter ? e. Mengatur hubungan antara dokter dengan pasien. Sifat etika kedokteran : 1. Mengikat semua tenaga medis Maksudnya adalah semua tenaga medis terikat atau dikenakan etika kedokteran tanpa terkecuali. dalam berperilaku seorang dokter dibatasi oleh etika kedokteran. Etika kedokteran dibuat oleh organisasi profesi dan ditujukan untuk seluruh anggota organisasi profesi tersebut. Dalam kondisi apa dokter boleh menindaklanjuti pasien tanpa ijin? d. 2. Jadi. yaitu : a.

Kode Etik Kedokteran Indonesia pasal 13 bab kewajiban dokter terhadap pasien menyatakan : “Setiap dokter wajib melakukan pertolongan darurat sebagai suatu tugas perikemanusiaan. UU RI NO 32 th 1996 tentang Tenaga Kesehatan 4.4 moral. Kode Etik Kedokteran Indonesia e. tetapi untuk kasus gawat darurat dokter boleh melakukan tindakan tanpa persetujuan pasien. MKEK adalah badan kehormatan yang berwenang untuk mengoreksi penyimpangan-penyimpangan dokter dalam menjalankan tugas khususnya yang berkaitan dengan etika. disimpulkan bahwa tindakan dokter pada pasien harus dengan persetujuan pasien. UU RI NO 29 th 2004 tentang Praktik Kedokteran 2. kecuali bila ia yakin ada orang lain yang bersedia dan mampu memberikannya. Alasan etika kedokteran penting untuk diterapkan : 1.(Kode Etik Kedokteran Indonesia.” Jadi. Peraturan yang harus diketahui dokter: 1. MKEK pun melaksanakan pengawasan secara aktif dan pasif. UU RI NO 23 th 1992 tentang Kesehatan 3. setelah memperoleh persetujuan pasien” 2. Menjaga posisi penderita yang lemah Hal ini dilandasi oleh Kode Etik Kedokteran Indonesia Pasal 7d bab Kewajiban Umum yang berbunyi : . Pasal yang berkaitan antara tindakan dokter dan pasien antara lain : 1. UU RI NO 36 th 2009 tentang Kesehatan 5. 2002) c. Kode Etik Kedokteran Indonesia pasal 5 bab Kewajiban Umum dokter menyatakan : “Tiap perbuatan atau nasihat yang mungkin melemahkan daya tahan psikis maupun fisik hanya diberikan untuk kepentingan dan kebaikan pasien. Contoh kasus gawat darurat adalah saat pasien tidak sadarkan diri d.

j. Melaksanakan kewajibannya terhadap diri sendiri Hal ini dilandasi oleh Kode Etik Kedokteran Indonesia pasal 16 dan 17. Efek dari penggunaan diazepam adalah rasa lelah. g. Menjaga harmonisasi antara dokter terhadap teman sejawat Hal ini dilandasi oleh Kode Etik Kedokteran Indonesia pasal 14 dan 15. kecuali dengan persetujuan atau berdasarkan prosedur yang etis” 3. supaya dapat bekerja dengan baik” Pasal 17 berbunyi : “Setiap dokter harus senantiasa mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran/kesehatan. seperti diazepam yang berfungsi untuk mengurangi impuls. Dibahas di langkah 7. Pasal 14 berbunyi : “Setiap dokter memperlakukan teman sejawat sebagaimana ia ingin diperlakukan” Pasal 15 berbunyi : “Setiap dokter tidak boleh mengambil alih pasien dan teman sejawat. h. Diazepam termasuk obat yang melemahkan. Pasal 16 berbunyi : “Setiap dokter harus memelihara kesehatannya. i. alasan etika kedokteran penting untuk dilakukan adalah demi keselamatan dan kepentingan penderita. Tindakan yang tepat sesuai etika untuk menangani pasien yang kejang adalah memberi pengganjal pada gigi dan memberi obat antikonvulsasi.” 2.5 “Setiap dokter harus senantiasa mengingat akan kewajiban melindungi mahluk hidup insani. gangguan pencernaan dan gangguan sakit kepala. vertigo. f. Dibahas di langkah 7. Aspek profesionalisme kedokteran : .” Secara garis besar.

Lea yang tidak sesuai etika antara lain : 1. . Sesuai sumpah dokter. dan Permenkes. Apabila kita akan memberikan informasi mengenai pasien. 2. Etika profesi Etika profesi tercantum dalam Kode Etik Kedokteran Indonesia yang dibuat oleh organisasi profesi kedokteran. Menghargai dan tidak melanggar HAM Kita harus menghargai HAM agar hak-hak pasien dapat berjalan dengan baik dan tidak merugikan siapapun. Menerima KHS dengan tangan kiri. kita diwajibkan untuk menjaga kerahasiaan pasien dan tidak menyebarkan aibnya. kita seyogyanya bertindak tenang dan tidak terpengaruh oleh perasaan atau emosi kita sehingga apa yang kita kerjakan hasilnya adalah maksimal. Hukum profesi Hukum profesi tercantum pada tercantum dalam UU. Perilaku dr. 3. l. Tindakan adil bukan berarti tindakan yang sama kepada semua orang. Peraturan Pemerintah (PP). 3. Disiplin profesi Disiplin profesi tercantum dalam SOP (Standar Operasional Prosedur). Dalam bertindak. kita harus ijin dahulu kepada pasien. Tindakan tidak terbawa oleh perasaan. Menjaga kepercayaan dari pasien. kita mengetahui pasien seperti apa yang akan kita tolong terlebih dahulu. Tata tertib yang harus ditaati dokter antara lain : 1. 2. 4.6 1. Adil Kita melakukan suatu tindakan sesuai dengan proporsinya dan tidak berat sebelah. Hal tentang keadilan akan tercermin dalam prioritas penanganan pasien. k.

apabila dr. bukan ruangan pendidikan. Melakukan konsultasi akademik diruang praktik. dalam kasus dr. . Lea akan melakukan tindakan medis harus meminta persetujuan orang tua. Oleh karena itu. tindakan Andi yang melakukan konsultasi akademik di ruang praktik termasuk tindakan yang tidak sesuai etika karena dapat mengganggu kelangsungan proses perawatan pasien ataupun aktivitas lainnya. Melakukan tindakan medis tanpa persetujan orang tua Kejang bukan termasuk tindakan gawat darurat. 2. Perilaku Andi yang tidak sesuai dengan etika : 1.7 Umumnya masyarakat Indonesia itu tidak kidal dan melakukan segala sesuatu mayoritas menggunakan tangan kanan. Ruang praktik adalah ruang yang digunakan untuk merawat pasien. Oleh karena itu. Oleh karena itu. Lea yang menerima KHS dengan tangan kiri termasuk perilaku yang tidak sesuai etika.

sifat etika kedokteran. Langkah IV : Menginventarisasi permasalahan-permasalahan secara sistematis dan pernyataan sementara mengenai permasalahan-permasalahan pada langkah III Masalahnya : “Benarkah sikap Andi dan dr. aspek profesionalisme kedokteran. Dalam hukum kedokteran.Lea yang tidak sesuai etika Bagan 1.8 D.Lea ? Untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut. Dalam etika kedokteran dijelaskan mengenai alasan etika kedokteran itu penting.Lea ? Naskah cerita yang terdapat dalam judul ini adalah Benarkah sikap Andi dan dr. kita perlu mengetahui etika kedokteran. dan tata tertib kedokteran. hukum kedokteran. Skema alur berdasarkan skenario Benarkah Sikap Andi dan dr. dijelaskan .Lea?” Etika kedokteran Alasan etika kedokteran penting Sifat etika kedokteran Hukum kedokteran Aspek profesionalisme Kedokteran Tata tertib kedokteran Aturan yang harus diketahui Sanksi bila melanggar etika kedokteran Perilaku Andi dan dr. dan sanksi apabila melanggar etika kedokteran.

Tanggung jawab.20 tahun 2013 tentang pendidikan kedokteran pada pasal 3 berbunyi : “Penyelenggaraan Pendidikan Kedokteran berasaskan : a. Mengetahui peraturan lebih lanjut yang harus diketahui dokter b.Lea yang tidak sesuai etika. alamat website. G. UU no. Mengetahui etika prefesi profesi mahasiswa kedokteran c. membahas. Langkah VII : Melaporkan. Permenkes 585 tahun 1989 tentang Persetujuan Tindakan Medik/informed consent (tidak berlaku lagi dan digantikan Permenkes 290/MENKES/PER/III 2008 pasal 20) 2. Langkah V : Merumuskan tujuan pembelajaran Tujuan pembelajaran (learning objectives) pada scenario ini : a. dan menata kembali informasi baru yang diperoleh a.9 mengenai aturan apa saja yang harus diketahui oleh dokter agar pelaksanaan tugasnya berlangsung maksimal. Mengetahui perbedaan etika dan hukum kedokteran F. E. dan buku-buku yang berkaitan dengan skenario ini. Peraturan lebih lanjut yang harus diketahui seorang dokter : 1.32 tahun 1996 tentang tenaga kesehatan b. Langkah VI : Mengumpulkan informasi baru Masing-masing anggota dari kelompok kami telah mencari referensi dari beberapa artikel ilmiah. jurnal. Aspek-aspek tersebut akan menghasilkan suatu point yang menyatakan mengenai perilaku Andi dan dr. . Permenkes Nomor 2052/MENKES/PER/X/2011 tentang Izin Praktik dan Pelaksanaan Praktik Kedokteran 3. Peraturan Pemerintah RI No. Kebenaran Ilmiah. b.

Kesetaraan. sanksi riil sehingga sanksi itu umumnya berupa sanksi tertulis moral Bentuk secara jelas di peraturan tersebut Etika dapat berupa hal Semua hukum kedokteran tidak tertulis yang ada tertulis secara jelas dan pada etika dan norma yang sistematis. Kemanusiaan. Afirmasi. d. Manfaat. h. g. akan kedokteran. Relevansi. i. Keseimbangan. Etika dan hukum kedokteran Penjelasan lebih lanjut : Perbedaan Tujuan Etika Menghasilkan Hukum kedokteran individu Menghasilkan dengan sikap yang baik individu dengan sikap yang sesuai peraturan Sanksi Tidak ada sanksi riil yang Sanksinya berupa sanksi diberikan. f.10 c. Etika profesi” Oleh karena itu. e. c. Mahasiswa kedokteran dituntut mampu beretika sebagaimana layaknya seorang dokter. disimpulkan bahwa etika mahasiswa kedokteran disamakan dengan etika profesi kedokteran. berlaku di masyarakat Penanganan Apabila terjadi Apabila terjadi pelanggaran etika profesi pelanggaran etika profesi kedokteran. akan ditindaklanjuti oleh ditindaklanjuti oleh .

hukum kalangan kedokteran dokter) Landasan suatu Kode berupa UU.11 MKEK (Majelis pelaksanaan Kehormatan Etik pengadilan yang berlaku di Kedokteran) Indonesia Sasaran masyarakat Sasaran dari etika adalah Sasaran spesifik yaitu profesi tersebut cerita adalah dari adalah (pada masyarkat umum karena kalangan aturan ditujukan untuk masyarakat umum. peraturan yang berkaitan. dan nilai-norma yang berlaku di daerah tersebut. dan Kedokteran di Indonesia. Isi Berisi prinsip moral yang Berisi aturan penanganan harus diterapkan kepada medis yang teman sejawat. pasien dan secara umum masyarakat umum diterapkan . Etik Peraturan Pemerintah. Landasan berupa sumpah Landasan dokter.

Seorang dokter juga harus memperhatikan aspek profesionalisme dan keselamatan pasien. Kita bertindak sebagaimana layaknya dokter . Kode Etik Kedokteran Indonesia di buat oleh organisasi profesi dokter di Indonesia dan bertujuan untuk keselamatan dan kepentingan penderita. kemenkes dan lainnya. Peraturan Pemerintah (PP). Peraturan yang berlaku berupa UU. Aspek profesionalisme dapat berupa menjaga rahasia pasien dan bertindak dengan tidak melanggar HAM. Dokter juga diharuskan untuk memahami peraturan yang berlaku khususnya bidang kedokteran. didapatkan kesimpulan bahwa seorang dokter diharuskan memahami dan melaksanakan Kode Etik Kedokteran Indonesia. sebagai seorang mahasiswa kita harus mengetahui dengan benar tentang etika profesi kedokteran. apabila bertindak. karena etika mahasiswa kedokteran disamakan dengan etika profesi kedokteran.12 BAB III KESIMPULAN Berdasarkan hasil diskusi kami. Selain itu.

kami akan berusaha untuk belajar memperbaiki kesalahan dan kekeliruan dalam diskusi tutorial ini untuk mempersiapkan diskusi tutorial selanjutnya.13 BAB IV SARAN Saran untuk dr. yaitu bisa lebih banyak lagi mencari sumbersumber ilmiah yang bisa dimasukkan tambahan sehingga tidak berdasar pada pendapat pribadi maupun sumber populer lagi.Lea mampu menempatkan diri pada posisi apapun. pembaca juga kami sarankan untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari dan berusaha untuk melaksanakannya dengan maksimal sehingga pembaca pun dapat beretika baik dalam kehidupan sehari-hari. saran lain untuk dr. Oleh karena itu. khususnya untuk langkah ke empat dan ke tujuh. Lea adalah dr. Selain itu. Saran untuk pembaca adalah pembaca banyak membaca tentang aturanaturan etika yang berkaitan dengan profesi kedokteran seperti Kode Etika Kedokteran sehingga kemungkinan untuk terjadi masalah etika dapat diminimalkan. Saran untuk kelompok kami. . Selain banyak membaca. kelompok kami masih merasa ada kekurangan dalam menyambungkan informasi satu dengan lainnya. Lea pada kasus tersebut adalah dr. Selain itu. Lea lebih banyak membaca tentang aturan medis dokter sehingga ia memahami dan mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.Lea dalam bertindak mengetahui siapa dia dalam keadaan itu. bagaimana dia dalam keadaan itu. Maksudnya adalah dr. dan kepada siapa dia akan melakukan sesuatu hal. terutama dalam menyatukan pendapat masing-masing anggota kelompok.

id/3484/1/Evidence- pada tanggal 21 September 2014 Arti Kata.ac.com/arti-336101-konsultasi.html diakses pada tanggal 21 September 2014 CV.2009.Multisoft.14 DAFTAR PUSTAKA Amir. Diazepam.com/arti/diazepam diakses pada 21 September 2014 Kasim. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).Jakarta : EGC Kamus Kesehatan. Konsultasi.2008.Farmakope Indonesia edisi IV. J.1995. 2002.Jakarta : Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI) Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Indonesia (MKEK). Jakarta : Balai Pustaka Hanafiah.unand. Fakultas Kedokteran Unand Based_Medicine_For_Students_%5BCompatibility_Mode%5D. http://siaa.id/help/mahasiswa-khs. http://kamuskesehatan.Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) : Jakarta Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 290/MENKES/PER/III/2008 tentang Persetujuan Tindakan Kedokteran Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2052/MENKES/PER/X/2011 tentang Izin Praktik dan Pelaksanaan Praktik Kedokteran Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan . http://artikata. Evidence-Based Medicine. Kode Etik Kedokteran Indonesia dan Pedoman Pelaksanaan Kode Etik Kedokteran Indonesia.pdf diakses http://repository.2008.atip.F.ac. Jakarta : Korpri sub unit Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan Depdikbud. Kartu Hasil Studi KHS.Informasi Spesialite Obat (ISO) Indonesia.D.htm diakses pada tanggal 21 September 2014 Departemen Kesehatan RI. Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan.

ac. http://id.org/wiki/Konvulsi diakses pada tanggal 21 September 2014 Wiliams.id/static/file/dasar-dasar_terapi_secara_rasional.wikipedia. Dasar-dasar Terapi Secara Rasional. Fakultas Kedokteran UNS : Solo http://fk. 2006. 2009.org/wiki/Diazepam diakses pada tanggal 21 September 2014 Wikipedia Indonesia. Diazepam. http://id.wikipedia. John.ppt diakses pada tanggal 21 September 2014 UU Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran UU Republik Indonesia Nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan UU Republik Indonesia Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran UU Republik Indonesia Nomor 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan UU Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan Wikipedia Indonesia.15 Sugiarto. Konvulsi. Panduan Etika Medis. Yogyakarta : Pusat Studi Kedokteran Islam Fakultas Kedokteran UMY .uns.