You are on page 1of 3

Indonesia Dalam Stabilitas Dan Kemajuan

Indonesia tidak lain adalah salah satu negara berkembang yang memiliki potensi yang
sangat luar biasa dalam segala faktor, akan tetapi bagaimana hal tersebut bisa dimaksimalkan
sesuai dengan kapasitasnya masih menjadi angan. Terdapat pelbagai macam indikator yang
mutlak harus terpenuhi demi terwujudnya pemaksimalan potensi-potensi disetiap sektor yang
ada di indonesia.
Banyak hal yang menjadi permasalahan negara berkembang khususnya indonesia.
Menjadi perihal yang tidak bisa tersepelehkan ketika melihat bagaimana kompleksitas di
indonesia dalam berbagai segi, baik segi sosio, kultural, politik, maupun ekonomi.
Permasalahan indonesia bisa dilihat dan dipahami secara kasat mata, karena permasalahan di
indonesia merpakan masalah yang ada dalam berbagai dimensi bahkan bertransformasi
menjadi masalah multi-dimensional.
Permasalahan dari pelbagai masalah tersebut menjadi penghambat dari stabilitas baik
stabilitas sosio, politik, maupun ekonomi serta kemajuan dari negara itu sendiri. Jika
dibiarkan maka semua permasalahan tersebut akan menjadi rintangan penghambat secara
nyata maupun laten.
Realita negara berkembang menunjukan kelemahan kelemahan khususnya dalam
pengelolaan negara. Kegagalan dalam pengelolaan negara membuat sedikit banyaknya
ketidakstabilan negara dalam menjalankan fungsinya. Melihat kondisi tersebut secara
langsung akan memunculkan konklusi bahwa dibutuhkannya berbagai macam upaya baik
secara strategis maupun akademis untuk mengatasi kebutuhan kebutuhan negara. Berbagai
macam upaya untuk mengatasi dan memberikan solusi terhadap persoalan akan berbanding
lurus dengan tingkat kompleksitas permasalahan sosio, politik, serta ekonomi bangsa ini.
Berbicara tentang negara berkembang Andre Gunder Frank sedikit meneropong
tentang bagaimana kondisi negara ketiga, menggunakan teorinya yang disebut dikenal
dengan teori dependensi. Teori dependensi menggambarkan kesenjangan antara negara ketiga
dengan negara utama, dimana terdapat saling ketergantungan antara dua negara tersebut.
Ketika permasalahan kompleks yang ada di Indonesia ditelaah kembali, maka
menurut frank permasalahan multi dimensional tersebut tidak hanya berasal dari internal
negara. Frank tidak membenarkan bahwa semua itu berasala dari ketidakpekaan negara atau
ketidak berhasilan negara dalam mengelola pemerintahan dan menumbuhkan stabilitas.
Semua permasalahan multidimensional juga di pengaruhi oleh faktor eksternal dari negara
tersebut.
Frank menjelaskan bahwa terdapat pola ketergantungan antara negara-negara
berkembang dengan negara maju yang mengakibatkan disparitas pembangunan diantara
negara tersebut. Disparitas pembangunan tersebut akan menumbuhkan permasalahan yang
kompleks dan multidimensional kepada negara-negara berkembang.
Untuk menjawab bagaimana persoalan yang di hadapi oleh bangsa dan negara ini,
akan lebih kongkrit jika melihat persoalan dari beberapa perspektif, perspektif yang
digunakan akan menjelaskan permasalahan multidimensional yang susah untuk dihadapi.
Dalam bidang perekonomian negara berkembang mengalami permasalahan yang
sangat kompleks. Dalam kondisi perekonomian jika dianalisis melalui faktor-faktor internal
dari negara maka akan bisa dilihat melalaui beberapa indikator. Indikator yang digunakan

sebagai pertimbangan dalam melihat keadaan ekonomi nasional negara berkembang salah
satunya adalah garis kemiskinan, serta pendapatan perkapita, akan tetapi yang paling kredibel
untuk menentukan tingkat perekonomian negara adalah tingkat kesenjangan antara yang kaya
dengan yang miskin.
Dalam bidang politik kondisi perpolitikan negara yang seperti ini, menjadikan negara
jika tidak dapat mengelola maka akan timbul ke tidakstabilan dalam sistem politik dan sistem
pemerintahan. Dari ketidak stabilan baik dalam pengambilan kebijakan maupun distribusi
kebijakan akan berpotensi dalam menciptakan ketidak stabilan dan jika negara gagal maka
buka perihal yang mustahil untuk bisa menyebabkan disintegrasi. Disisi lain ketidak stabilan
dalam sistem politik akan secara langsung mempengaruhi kestabilan ekonomi dan
pembangunan.
Kondisi sosial pun menjadi pertimbangan yang mempengaruhi stabilitas dan integrasi
bangsa. Indonesia memiliki tingkat kemajemukan yang tinggi, bahkan multikultur akan
menyebabkan berbagai macam ketidakstabilan perilaku diskriminatif, konflik suku dan
lainnya.
Tiga perspektif yang digunakan sebagai analisis sederhana dalam memisahkan
persoalan negara, maka ditemukan relevansi antara dimensi yang satu dengan dimensi yang
lainnya. Negara diharuskan untuk mengelola dan menyelesaikan persoalan yang ada.
Persoalan multidimensioanl yang ada menjadikan indonesia stagnan dalam proses
untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan, pemerintah melalui kewenangannya akan
mengambil kebijakan kebijakan strategis untuk mengatasi persoalan stabilitas negara yang
mendorong pembangunan.
Persoalan negara yang ada menjadikan konsepsi pembangunan sebagai tahap awal
yang harus diutamakan. Untuk mencapai pembangunan yang optimal agar menjadi tonggak
dari kemajuan negara, maka pembangunan tersebut memiliki kaitan yang erat dengan
stabilitas dan keamanan (militer). Militer dan pembangunan di asumsikan memiliki relevansi
yaitu pada kemampuannya untuk mendapatkan mengenai pertahanan atau pengembangan
yang harus dipelajari dan diperhitungkan. Pembangunan merupakan upaya untuk mencapai
kesejahteraan umum bangsa, baik dalam segi keamanan, politik, ekonomi, sosial, maupun
budaya. Peranan militer dalam pembangunan menurut djiwandono dikaitkan dalam dua hal,
yaitu prediktabilitas atau stabilitas pembangunan serta kesejahteraan yang berkaitan dengan
pertumbuhan dan distribusi. Militer dan lingkungan kemudian memiliki suatu keterkaitan,
yaitu bahwa body (struktur dan organisasi) dan mind (nilai dan perilaku kelompok)
militer harus dalam posisi koordinasi sebelum bereaksi terhadap lingkungan yang mempu
mendorong dan menciptakan serta menjaga stabilitas untuk memajukan negara dan
mendorong pembanguna yang lebih massive.
Menelaah keterlibatan militer dalam pembangunan lingkungan tentunya akan sangat
berkontribusi dalam situasi negara, agar lebih kondusif dan terkendali, karena pada
hakikatnya pembangunan akan sangat mustahil jika negara negara dalam ketidak stabilan
baik segi sosial, politik, maupun ekonomi. Peran militer juga terlihat ketika kondisi krisis,
seperti dalam pelayanan pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan publik lainnya yang memasuki
wilayah yang tidak aman. Hal ini dikarenakan oleh keamanan merupakan prekondisi bagi
stabilitas, yang merupakan prekondisi bagi pembangunan. Posisi strategis militer selanjutnya
akan memberikan implikasi militer kemudian menjadi kebutuhan negara untuk bisa berkaitan

dan bahkan terlibat langsung dengan kelompok-kelompok penting terutama dalam bidang
politik, sosial, dan ekonomi dalam upaya mendorong pembangunan pada suatu negara khusus
nya militer Indonesia.
Pola kepemimpinan dan komunikasi dalam militer mendorong proses konsolidasi
dalam pengelolaan negara untuk lebih fokus kedalam pembangunan. Proses komunikasi yang
dua arah dan bersifat hierarkis membuat militer memiliki keselarasan gerak dan tujan, yang
implementasikan secara serentak. Tentunya dalam konteks saat ini akan sangat bisa
menentukan untuk membantu gerak eksekutif pemerintah yang awam. Negara tidak bisa
hanya mengandalkan progress pembangunan hanya pada satu jalur saja entah itu eksekutif
dalam konteks pelayanan publik akan tetapi juga butuh apartur neegara untuk membantu
stabilitas sosial, politik dan ekonomi.
Menarik konklusi dari pemahaman konteks sederhana dari proses kemajuan
indonesia, maka militer menjadi suatu entitas yang penting dalam sistem kenegaraan.
Tanggung jawab keamanan, stabilitas, dan kedamaian dalam suatu negara dijaga oleh militer,
sehubungan dengan tugasnya untuk mencegah ancaman bagi negara baik secara eksternal
maupun internal. Kondisi stabil, aman, dan damai ini menciptakan suatu iklim yang sehat
bagi pembangunan negara dalam bidak politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Interrelasi
antara militer dengan bidang yang lain memiliki implikasi tersendiri yang terkadang berjalan
secara positif dan bukan tidak mungkin pula jika hubungannya malah menciptakan konflik.
Kehadiran sektor politik dan ekonomi dalam militer juga dapat memengaruhi pemikiran
militer dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya.