You are on page 1of 10

TUGAS BAHASA INDONESIA

NASKAH PUBLIKASI

PERBEDAAN DAYA ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI
TEMU KUNCI (Boesenbergia pandurata) DENGAN
KUNYIT PUTIH (Curcuma zedoaria) TERHADAP
PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus
SECARA IN VITRO

Tugas ini disusun sebagai salah satu syarat untuk mengikuti Ujian
Tengah Semester

Disusun Oleh :
YULI NOOR ALFIANI
NIM : P07134112039

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES YOGYAKARTA
JURUSAN ANALIS KESEHATAN
2014

2 KARYA TULIS ILMIAH PERBEDAAN DAYA ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI TEMU KUNCI (Boesenbergia pandurata) DENGAN KUNYIT PUTIH (Curcuma zedoaria) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO Karya Tulis Ilmiah ini Disusun sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Ahli Madya Analis Kesehatan Disusun Oleh : NINGGAR LUVIANINGSIH NIM : P0713406066 DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN YOGYAKARTA JURUSAN ANALIS KESEHATAN 2009PENDAHULUAN .

sineol). Staphylococcus aureus hidup Minyak atsiri rimpang temu kuncisebagai saprofit di dalam saluran(Boesenbergia pandurata) jugasaluran pengeluaran lendir dari . khususnya aktivitas obat atsiri perlu antimikroba lebihStaphylococcus (Wijayakusuma. Upaya pengenalan. 2007). kamfer. selain sangat penting mengingat berbagaiitu dapat berefek pada pelarutan macam tumbuhan yangbatu ginjal kalsium secara in vitro. yang yang bakteri aureus terdapat kandungan zat aktif minyak atsiri Staphylococcus flavonoid infeksi di masih Indonesia. saponin.manusia (Cyberhealth. khasiat Minyak tradisional ditingkatkan rimpang dankunyit putih mampu menunjukkan keamanan suatu obat.3 Peranan obat tradisionalberefek pada pertumbuhan coli.comma 1992). pengujian pengembangan danpotensial. Vibrio Escherichia coli.Staphylococcus memilikibanyak (bornel.untuk dikembangkan menjadi herba penelitian. (Farmasi UGM. dkk. Staphyllococus dalam meningkatkan dan meratakanEntamoeba pemeliharaan kesehatan masyarakataureus dan Candida albicans. dan terhadap aureus. Temu kunci dan kunyit putih merupakan banyak Rimpang tanaman obat terdapat di temu kunci Penyakit yangdisebabkan oleh Indonesia. adalah parasit terdapat dimana- 2008).mana. menghasilkan obat banyak tumbuh Kunyit putih memiliki peluang di Indonesia.

4 tubuh manusia dan hewan-hewan seperti hidung.Oleh karena itu perlu dilakukan Staphylococcus aureus juga dapatpenelitian secara ilmiah mengenai menyebabkan infeksi seperti bermacam-macamperbedaan daya antibakteri minyak jerawat. Selainterhadap dapat menyebabkan daya antibakteri Staphylococcus aureus. mulut Minyak atsiri rimpang temu dankunci dan kunyit putih sama-sama tenggorokan dan dapat dikeluarkanmempunyai pada waktu batuk atau bersin. dengan Desain Penelitian Post Laboratorium Bakteriologi Jurusan Test With Control. bisul. intoksikasi. . pneumoniaterhadap pertumbuhan dan mastitis pada manusia danStaphylococcus aureus secara in hewan (Supardi dan Sukamto. 1999).atsiri temu kunci dan kunyit putih meningitis.vitro. osteomielitis. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah Penelitian True Experiment untuk mengetahuimengenai secara perbedaan ilmiah daya perbedaan daya antibakteri minyakantibakteri minyak atsiri temu kunci atsiri temu kunci dan kunyit putihdan terhadap kunyit pertumbuhanpertumbuhan putih terhadap Staphylococcus Staphylococcus aureus secara inaureus secara in vitro ini dilakukan di vitro.

0. pertumbuhan BerbagaiStaphylococcus aureus.5 Pada tabung ke 10 dibuangStaphylococcus aureus yaitu dengan sebanyak 0.20%.5 0. 3.5 Analis Kesehatan.5 0.5 melihat ada tidaknya kekeruhan.78 0.13.Whitney Test menggunakan program Pembacaan hasil dengan mengamatiSPSS 11.5 0.5 0.13 1.5 0. dan 0.5 0.5 0. Menambahkan 0.5 6.5 0. 50.5 0.5 ml. 6. Diinkubasi padasecara statistik dengan uji Mannsuhu 37oC selama 24 jam.56 0. 25. yaitu 100.5 0. 12. . ml bakteri Staphylococcus aureus Data yang terkumpul dianalisa pada tiap tabung. Pembuatan berbagai konsentrasi minyak atsiri temu kunci Tabung 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 konsentrasi (%) 100 50 25 12.5 0.78.5 0. Variabel bebas dari penelitianSedangkan ini adalah berbagai variabel kunyit dari konsentrasipenelitian ini adalah daya antibakteri minyak atsiri temu kunci dan minyak terhadap atsiri terikat putih. Kemenkes Yogyakarta.39 0.25 3.39.5 0.5 0.56. 0. 1. Poltekkes%. konsentrasi minyak atsiri temu kunci Membuat berbagai dan minyak atsiri kunyit putih adalah konsentrasi minyak atsiri temu kunci minyak atsiri yang dibuat dalam dan minyak atsiri kunyit putih dengan berbagai konsentrasi dengan satuancara sebagai berikut: Tabel 1.0 for windows dengan taraf ada tidaknya pertumbuhansignifikan 5%.5.20 bahan (ml) 1 0.5 0.5 0.25.5 BHI (ml) - 0.

13 1. Data hasil uji daya antibakteri minyak atsiri temu kunci (Boensenbergia pandurata) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus Percobaan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Konsentrasi minyak atsiri temu kunci (%) 100 50 25 12. dapat diketahui bahwa baikStaphylococcus minyak atsiri temu kunci maupunkonsentrasi aureus 1.6 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian pada tabel 2menghambat pertumbuhan dan 3.39 0.56%.56 0.39%.78 0.Staphylococcus pertumbuhan aureus pada Minyak atsiri temu kunci masih dapatkonsentrasi 0. Tabel 2.25 3. pada sedangkan minyak atsiri kunyit putih sama-samaminyak atsiri kunyit putih masih mempunyai terhadap daya antibakteridapat Staphylococcus menghambat aureus.5 6.20 + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + .

5 6. padamenghambat minyak atsiri temu kunci.13 1. yaitu dengan kandungan borneol pada minyakmenghambat pembentukan dinding atsiri kunyit daripada putih yang lebih terkandung banyak sel bakteri.39 0.56 0.7 Tabel 3.78 0. 2008).20 + + + + + + + + + + + + + + + + karena didugapertumbuhan bakteri. Data hasil uji daya antibakteri minyak atsiri kunyit putih (Curcuma zedoaria) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus Percobaan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Hal ini Konsentrasi minyak atsiri kunyit putih (%) 100 50 25 12.25 3. kontrol positif obat ampisilin karenakovalen kerja obat kerja transpeptidase Penelitian ini menggunakanmengikat cara Ampisilin ini enzim dapat enzim dengan cara melalui ikatan sehingga mencegah dalampembentukan dinding sel bakteri menghambat pertumbuhan bakteri(Indah. sama dengan cara kerja minyak atsiri temu kunci dan minyak atsiridapat kunyit putih dalam Minyak atsiri menghambat menghambatStaphylococcus kunyit putih pertumbuhan aureus pada .

vitro sebesar 0. alami.39%.02%.8 konsentrasi 0. atsiri temu kunci pertumbuhan samping. Daya antibakteri minyak atsiri mudah didapat. menunjukkan pertumbuhan ada aureus secara in vitro sebesar perbedaan minyak daya atsiri (Boensenbergia antibakteri temu pandurata) kunci Staphylococcus 1. .02%. dan 2.56%. Ada perbedaan daya antibakteri ini setara dengan obat ampisilin minyak konsentrasi Dengan (Boensenbergia pandurata) dan demikian temu kunci dan kunyit putih kunyit putih (Curcuma zedoaria) dapat dijadikan obat alternatif untuk terhadap mengobati infeksi Staphylococcus Staphylococcus aureus secara in aureus yang tidak menimbulkan efek vitro.39%. temu Berdasarkan hasil analisis kunci (Boensenbergia pandurata) terhadap yang telah dilakukan. hal ini setara KESIMPULAN dengan obat ampisilin konsentrasi 0. dapat diambil Staphylococcus kesimpulan sebagai berikut: aureus pada konsentrasi 1. temu Sedangkan kunci minyak dapat pertumbuhan atsiri Berdasarkan hasil penelitian menghambatyang telah dilakukan. lebih murah. hal 1.56%. dan 3. Daya antibakteri minyak atsiri minyak atsiri kunyit putih (Curcuma kunyit putih (Curcuma zedoaria) zedoaria) terhadap terhadap pertumbuhan pertumbuhan Staphylococcus aureus secara in Staphylococcus aureus secara in vitro. 0.

Bandung. Perlu dilakukan penelitian lebih dengan menggunakan putih Escherichia coli. misalnya dalam bentuk ekstrak atau rebusan. 3. Mikroba Pangan 1. Bandung: Penerbit Laboratorium dan Klinik. serta daya antibakteri minyak atsiri kunyit lanjut albicans. metode lain. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai daya antibakteri minyak atsiri pertumbuhan kunci terhadap Entamoeba coli DAFTAR PUSTAKA Kedokteran Agusta. 2000. sehingga dapat mengembangkan kunyit pengetahuan. G dan Koeswardono. Jakarta: Bonang. ITBFardiaz. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap pertumbuhan Vibrio comma dan sediaan lain dari temu kunci dan putih.9 dan SARAN Candida 1. S. Gramedia . dengan ilmu 4. Minyak Atsiri Tumbuhan Tropika Indonesia. 1982. A. untuk Mikrobiologi PT Pustaka Utama. S. menggunakan secara in vivo sehingga dapat diketahui efektivitasnya lebih lanjut. misalnya difusi. Perlu dilakukan penelitian serupa 2. 1992. Jakarta: Gramedia. E.

Supardi. dalam Pangan.10 Guenther. H. 1987. Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia. 1994. E.Warsa. Dasar-Dasar Mikrobiologi. S. Pelczar. L. Bandung: Alumni. dan Adelberg. Jakarta: Universitas Mikrobiologi Indonesia. Buku Medical Mikrobiologi. Melnick. Jakarta: EGC. Edisi Ajar 20. E. . Jakarta: Universitas Indonesia. Pengolahan dan Keamanan Jawetz.Wijayakusuma. C. Jakarta: Pustaka Kartini Jilid II. Jilid I. 1996. I dan Sukamto. M dan E. A. . 1992. 1998. Minyak Atsiri. Usman Chatib. J. E. Kedokteran. Mikrobiologin Jakarta: Bina Rupa Aksara. Chan. 1999.