You are on page 1of 6

BAB I

PENGENALAN STRUKTUR STATIS TAK TENTU


UNTUK STRUKTUR RANGKA
1.1 Ciri-Ciri Struktur Rangka
Struktur Rangka adalah struktur yang terdiri dari batang-batang yang panjangnya jauh lebih besar
dibandingkan dengan ukuran penampangnya. Sruktur rangka dibagi atas beberapa kategori yaitu:
a. Balok
Balok adalah suat batang lurus dengan satu atau lebih tumpuan. Gaya luar pada balok dianggap bekerja
pada bidang yang melalui sumbu simetri penampang lintangnya. Penampang lintang balok dapat
mengalami resultan tegangan dalam yang berupa gaya aksial, gaya geser, dan momen lentur.

Gambar 1-1
b. Rangka Batang Bidang
Rangka batang bidang adalah himpunan batang yang sebidang dan bersambungan sendi di titik
kumpulnya. Batangnya hanya mengalami gaya aksial tarik atau tekan.
.

Gambar 1-2
c. Rangka Batang Ruang
Rangka batang ruang sama dengan rangka batang bidang kecuali bahwa batang-batangnya berarah
sembarang dalam ruang, dan gaya yang bekerja juga berarah sembarang.

Gambar 1-3
d. Portal Bidang
Portal bidang sama sepeti balok, tetapi titik kumpul batang merupakan sambungan kaku.Resultan
tegangan dalam di suatu penampang batang portal bidang , terdiri dari momen lentur, gaya geser dan
gaya aksial.

Gambar 1-4
e. Balok Silang
Balok silang adalah struktur bidang yang dibentuk oleh balok menerus yang saling bertemu atau
bersilang. Jika balok saling bertemu sambungan dianggap kaku, jika bersilangan dianggap sendi.

Berbeda dari portal bidang yang gaya luar berada dalam bidang struktur. Gaya luar pada balok silang
tegak lurus bidang struktur.

Gambar1-5
1.2 Struktur Statis Tak Tertentu
Perbedaan gaya pada struktur statis tak tertentu dan tertentu adalah: Gaya pada struktur statis tak
tertentu tidak dapat dicari hanya dengan persamaan keseimbangan statis, yaitu:
V = 0 ; H = 0 ; M = 0
Analisa struktur statis tak tertentu umumnya membutuhkan persamaan linear secara simultan yang
jumlahnya tergantung pada cara analisanya.
1.2.1 Ketidaktentuan Statis
Tinjaulah sebuah benda bebas dalam ruang yang dibebani beberapa gaya. Agar benda berada dalam
keseimbangan, komponen resultan dalam arah sumbu X, Y, dan Z yang saling tegak lurus harus = 0,
sehingga persamaan keseimbangan statis dapat ditulis sebagai;
Fx = 0 Fy = 0 Fz = 0
Mx = 0 My = 0 Mz = 0
Jadi pada benda yang dibebani gaya tiga dimensi, kita akan mendapatkan enam persamaan
keseimbangan statis.
Bila seluruh gaya yang bekerja pada benda bebas itu terletak dalam satu bidang, maka hanya tiga dari
enam persamaan statika yang dapat digunakan yaitu;
Fx = 0 Fy = 0 Fz = 0
Jadi struktur statis tak tertentu adalah struktur dengan jumlah gaya yang tidak diketahui lebih besar dari
pada jumah persamaan yang ada
Ketidaktentuan suatu struktur dapat bersifat luar, dalam atau keduanya. Karena itu suatu struktur ruang
akan bersifat statis tak tertentu luar bila jumlah komponen reaksinya lebih dari enam. Sedangkan untuk
struktur bidang komponen reaksinya lebih dari tiga.
Contoh:

(a) (b)

(c)
Gambar 1-6
1.2.2 Struktur Statis Tak Tentu Luar
Pada gambar 1-6 (a) diatas dengan tumpuan A ; Rol, B ; Rol dan C ; Jepit mempunyai 5 komponen
reaksi. Oleh karena jumlah persamaan keseimbangan statis hanya tiga, maka 2 buah gaya kelebihan
yang tak dapat dicari dengan statika, sehingga balok bersifat statis tak tentu luar.
Derajat ketidaktentuan didefenisikan sebagai jumlah gaya yang tak diketahui dikurangi jumlah persamaan

statika, jadi balok pada gambar 1-6(a) adalah statis tak tentu berderajat dua.
1.2.3 Struktur statis tak tentu dalam
Marilah kita tinjau suatu struktur secara eksternal bersifat statis tertentui, tetapi secara internal bersifat
statis tak tentu.

Gambar 1-7
Contoh rangka batang di sebelah gaya batangnya tidak dapat dicari hanya dengan persamaan statika .
jika satu dari dua batang diagonal dihilangkan (dipenggal) gaya-gaya batang bisa dihitung dengan
persamaan statika. Jadi rangka batang ini bersifat statis tak tentu dalam berderajat satu, walaupun
struktur bersifat statis tertentu luar.
Contoh portal di sebelah bersifat statis tak tertentu dalam berderajat tiga, dan akan statis tertentu bila
salah satu batangnya dipenggal. Penggalan ini merupakan penghilangan atau pelepasan tiga buah
resultante tegangan: gaya geser, gaya aksial dan momen lentur

Gambar 1-8
Jumlah struktur pelepasan yang dibutuhkan agar struktur bersifat statis tertentu merupakan derajat
ketidaktentuan.
1.2.4 Struktur statis tak tertentu luar dan dalam sekaligus
Portal di sebelah bersifat tak tentu luar berderajat satu. Tetapi resultante tegangan tidak dapat dicari
dengan statika meskipun reaksi tumpuan telah diketahui. Resultan ini hanya dapat diketahui bila portal
dipenggal di dua penampang, sehingga memberikan enam pelepasan. Jadi derjat ketidaktentuan totalnya
ialah tujuh.

Gambar 1-9
1.3 Persamaan Derajat Ketidaktentuan
1.3.1 Rangka Batang Bidang

R1
Gambar 1-10
Tinjau suatu rangka batang bidang dengan m buah batang dan j buah titik kumpul sendi (termasuk
tumpuan yang juga sendi), jumlah gaya yang tak diketahui ialah:tiga komponen reaksi dan gaya di setiap
batang yaitu: 3 + m.

Sedangkan di setiap titik kumpul terdapat dua persamaan keseimbangan, yaitu:


Fx = 0 Fy = 0
Jadi jumlah persamaan yang ada : 2j
Pada keadaan statis tertentu, jumlah persamaan statika = jumlah gaya yang tak diketahui
2j = m + 3
Jika jumlah komponen reaksi adalah r maka
2j = m + r
Persamaan di atas harus dipenuhi agar konstruksi bersifat statis tertentu, dengan demikian derajat
ketidaktentuan adalah:
i = (m + r) 2j
Rangka batang di atas :
r = 4 m = 18 j = 10 i = (18 + 4) 2.10 = 2
1.3.2 Rangka Batang Ruang
Persamaan keseimbangan adalah
Fx = 0 Fy = 0 Fz = 0
Persamaan menjadi 3j = m + r
Derajat ketidaktentuan
i = (m + r) 3j

j = 4 3.4 = 3 + 9
m = 3 Statis tertentu
r=4

Gambar 1-11
1.3.2 Portal Bidang
Setiap titik kumpul yang kaku mempunyai dua persamaan gaya dan satu persamaan momen. Resultan
tegangan di setiap batang, bisa dicari bila tiga dari enam gaya ujung F1, F2,, F6 diketahui, sehingga
pada setiap mempunyai 3 gaya batang yang tak diketahui.

Gambar1-12
Jumlah gaya yang tak diketahui adalah jumlah komponen reaksi yang tak diketahui ditambah jumlah
gaya dalam yang tak diketahui, jadi suatu portal bidang yang kaku akan bersifat statis tertentu jika 3j =
3m + r
Dan derajat ketidaktentuan:
i = (3m + r) 3j
Contoh
j=6
m=7
r = 4 i = ( 3.7 + 4) 3.6 = 7
Gambar 1-13

Jika sebuah titik kumpul portal yang kaku diganti sendi, maka persamaan keseimbangan berkurang 1,
karena momen lentur pada pertemuan itu menjadi nol, sehingga jumlah yang tak diketahui berkurang
sebanyak jumlah batang di sendi
tersebut.
j=5
m=4
r=4
3j = 3jm + r
(3 . 5) 1 = 3.4 + 4 2
sehingga portal menjadi statis tertentu
Gambar 1-14

1.3.3 Portal Ruang

Gambar 1-15
Pada titik kumpul kaku mempunyai 3 persamaan gaya dan 3 persamaan momen, Resultan tegangan
disetiap batang bisa dicari, bila 6 dari 12 gaya (pada gambar) diketahui sehingga setiap batang memberi
enam gaya yang tak diketahui.
Jadi portal ruang bersifat statis tertentu jika:
6j = 6m + r
Derajat ketidaktentuan:
i = (6m + r) 6j
Contoh
Portal ruang mempunyai enam komponen reaksi di setiap tumpuan.
Tiga komponen x, y, z serta tiga kopel Mx, My, dan Mz.

Gambar 1-16
Jadi komponen reaksi struktur tersebut berjumlah 24, sedang persamaan keseimbangan yang ada
berjumlah enam, dengan demikian portal bersifat statis tak tentu luar berderajat 18. Jika reaksi diketahui
resultan tegangan pada keempat kolom dapat dicari dengan statika, salah satu balok harus dipenggal
dengan jumlah pelepasan enam; gaya ksial, gaya geser, di dua arah yang saling tegak lurus, momen
lentur terhadap dua sumbu dan momen puntir , maka struktur statis tak tentu dalam berderajat 6 dan
derjat ketidaktentuan total ialah 24.
j=8
m=8
r = 24
i = (6.8 + 24) 6.8
= 24

1.4 Ketidaktentuan Kinematis


Bila suatu struktur yang terdiri dari beberapa batang dibebani, maka titik-titik kumpul akan mengalami
perpindahan dalam bentuk rotasi (putaran sudut) dan translasi yang tergantung pada konfigurasi struktur.
Perpindahan titik kumpul diketahui dari pengekangan yang diberikan pada struktur. Misalnya: ditumpuan
jepit tidak dapat terjadi perpindahan apapun.
Namun biasanya pada tumpuan terdapat perpindahan yang tak diketahui, perpindahan titk kumpul yang
tak diketahui inilah yang disebut besaran ketidaktentuan kinematis, yang jumlahnya menyatakan derajat
ketidaktentuan kinematis struktur, atau jumlah derajat kebebasan.
Contoh:
Gambar 1-17
Jepitan di A tidak dapat mengalami perpindahan apapun, sedangkan Rol pada B, tak dapat berpindah
dalam arah vertikal tetapi dapat bergerak ke arah horizontal dan juga dapat terjadi putaran sudut (Rotasi).
Jadi ketidaktentuan kinematis balok ini berderajat dua
Dalam praktek biasanya kita boleh mengabaikan deformasi aksial balok, dalam hal ini titik B hanya
memiliki satu derajat kebebasan dan struktur dianalisa sebagai struktur dengan satu derajat
ketidaktentuan kinematis.

Gambar 1-18
Balok ini tidak memiliki perpindahan yang tak diketahui, jadi balok ini bersifat kinematis tertentu. Tetapi
bersifat statis tak tentu berderajat 3.

Gambar 1-19
Rangka batang ini bersifat statis tak tentu berderajat 2. titik A pada rangka batang bisa mengalami 2
komponen perpindahan, sehingga mempunyai 2 derajat kebebasan.