PERATURAN DAERAH KABUPATEN DOMPU NOMOR 07 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATAKERJA LEMBAGA TEKNIS DAERAH KABUPATEN

DOMPU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI DOMPU, Menimba ng :

a.

bahwa untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah, Bupati perlu dibantu oleh Perangkat Daerah yang dapat menyelenggarakan seluruh urusan pemerintahan daerah meliputi urusan wajib dan urusan pilihan; bahwa dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota dan Peraturan Pemerintah 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Peranagkat Daerah, maka Organisasi Perangkat Daerah perlu dilakukan penyesuaian; bahwa sesuai ketentuan Pasal 128 ayat (1) Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, dipandang perlu membentuk Perangkat Daerah Kabupaten Dompu; bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, b dan c, perlu menetapkan Peraturan Daerah Kabupaten Dompu tentang Organisasi dan TatakerjaLembaga Teknis Daerah Kabupaten Dompu. Undang–undang Nomor 69 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah–daerah Tingkat II Dalam Wilayah Daerah-daerah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (Lembara Negara Republik Indonesia Tahun 1958 Nomor 122, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1655); Undang-undang Nomor 8 tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembara Negara Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890); Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389); Undang–undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437) sebagaimana telah diubah kedua kali dengan Undang-undang Nomor 12 tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Menjadi Undang-undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); Undang–undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan

b.

c.

d.

Menginga t

:

1.

2.

3.

4.

5.

File Sub Bagian Kelembagaan Bagian Organisasi “ Perda LTD Alternatif 2008”

Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

6.

Undang-undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 67, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4724); Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pedoman Satuan Polisi Pamong Praja (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 112); Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan, dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 15, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4263); Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4594); Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741); Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah; Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Organisasi dan Tatakerja Inspektorat Provinsi dan Kabupaten/Kota; Peraturan Daerah Kabupaten Dompu Nomor...... Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan Daerah Kabupaten Dompu (Lembaran Daerah Kabupaten Dompu Tahun 2008 Nomor....., Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Dompu Nomor ........). Dengan Persetujuan Bersama

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN DOMPU Dan BUPATI DOMPU MEMUTUSKAN Menetapka n : PERATURAN ORGANISASI DAERAH DAN KABUPATEN DOMPU TEKNIS TENTANG DAERAH

TATAKERJA

LEMBAGA

KABUPATEN DOMPU BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan : 1. Daerah adalah Daerah Kabupaten Dompu.
File Sub Bagian Kelembagaan Bagian Organisasi “ Perda LTD Alternatif 2008”

2. Pemerintah Daerah adalah Bupati dan Perangkat Daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. 3. Bupati adalah Bupati Dompu. 4. Sekretaris Daerah yang selanjutnya disingkat SEKDA adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Dompu.

5. Lembaga Teknis Daerah, selanjutnya disingkat LTD adalah perangkat daerah
Kabupaten Dompu sebagai unsur pendukung tugas Bupati dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah yang bersifat spesifik. 6. Unit Pelaksana Teknis Badan, yang selanjutnya disingkat UPTB adalah unsur pelaksana tugas teknis dan pelaksana tugas penunjang pada LTD berbentuk Badan. 7. Urusan Pemerintahan adalah fungsi-fungsi pemerintahan yang menjadi hak dan kewajiban setiap tingkatan dan/atau susunan pemerintahan untuk mengatur dan mengurus fungsi-fungsi tersebut menjadi kewenangannya dalam rangka melindungi, melayani, memberdayakan, dan menyejahterakan masyarakat. 8. Eselon adalah tingkatan jabatan struktural. 9. Kelompok Jabatan Fungsional yang selanjutnya disebut Kelompok Jafung adalah sejumlah tenaga fungsional yang terbagi atas berbagai kelompok masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. BAB II PEMBENTUKAN Pasal 2

(1) (2)

Dengan Peraturan Daerah ini dibentuk Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Dompu. Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Dompu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari : a. Inspektorat Kabupaten; b. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian dan Pengembangan, selanjutnya disingkat BAPPEDA dan LITBANG; c. Badan Kepegawaian Daerah, yang selanjutnya disingkat BKD; d. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, selanjutnya disingkat BPM dan Pemdes; e. Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan, selanjutnya disingkat Badan KP2; f. Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, selanjutnya disingkat Badan BP2KB; g. Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat, selanjutnya disingkat Kantor Kesbanglinmas; h. Kantor Perpustakaan, Arsip, dan Dokumentasi, selanjutnya disingkat Kantor Perpusarsdok; i. Kantor Lingkungan Hidup dan Penanaman Modal, selanjutnya disingkat Kantor LHPM; j. Rumah Sakit Umum Daerah, selanjutnya disingkat RSUD. BAB III LEMBAGA TEKNIS DAERAH Bagian Kesatu Inspektorat Kabupaten Paragraf Pertama Kedudukan Pasal 2

(1)

Inspektorat Kabupaten merupakan unsur pengawas penyelenggaraan pemerintahan daerah yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Bupati dan secara teknis administratif mendapat pembinaan dari SEKDA. Inspektorat Kabupaten dipimpin oleh Inspektur. Inspektorat Kabupaten dalam melaksanakan administratif mendapat pembinaan dari SEKDA. tugas dan fungsinya secara

(2) (3)

File Sub Bagian Kelembagaan Bagian Organisasi “ Perda LTD Alternatif 2008”

Paragraf Kedua Tugas Pokok dan Fungsi Pasal 3

(1)

Inspektorat Kabupaten mempunyai tugas melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan urusan pemerintahan di daerah Kabupaten Dompu, pelaksanaan pembinaan atas penyelenggaraan pemerintahan desa dan pelaksanaan urusan pemerintahan desa.

(2)

Inspektorat Kabupaten dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), menyelenggarakan fungsi : a) perencanaan program pengawasan; b) perumusan kebijakan dan fasilitasi pengawasan; c) pemeriksaan, pengusutan, pengujian dan penilaian tugas pengawasan; d) pengendalian dan evaluasi pelaksanaan tugas bidang pengawasan; dan e) pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya. Paragraf Ketiga Susunan Organisasi Pasal 4

(1)

Susunan Organisasi Inspektorat Kabupaten terdiri dari : a. Inspektur; b. Sekretariat, terdiri dari : 1) Subbagian Perencanaan; 2) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan; dan 3) Subbagian Administrasi dan Umum c. Inspektur Pembantu Wilayah I, terdiri dari : 1) Seksi Pengawas Pemerintah Bidang Pemerintahan; 2) Seksi Pengawas Pemerintah Bidang Pembangunan; 3) Seksi Pengawas Pemerintah Bidang Kemasyarakatan; d. Inspektur Pembantu Wilayah II, terdiri dari : 1) Seksi Pengawas Pemerintah Bidang Pemerintahan; 2) Seksi Pengawas Pemerintah Bidang Pembangunan; 3) Seksi Pengawas Pemerintah Bidang Kemasyarakatan; e. Inspektur Pembantu Wilayah III, terdiri dari : 1) Seksi Pengawas Pemerintah Bidang Pemerintahan; 2) Seksi Pengawas Pemerintah Bidang Pembangunan; 3) Seksi Pengawas Pemerintah Bidang Kemasyarakatan; f. Inspektur Pembantu Wilayah IV, terdiri dari : 1) Seksi Pengawas Pemerintah Bidang Pemerintahan; 2) Seksi Pengawas Pemerintah Bidang Pembangunan; 3) Seksi Pengawas Pemerintah Bidang Kemasyarakatan; g. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagan Organisasi Inspektorat Kabupaten adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran I. Paragraf Keempat Wilayah Kerja Pembinaan Dan Pengawasan Inspektur Pembantu Pasal 5

(2)

(1) (2)

Masing-masing Inspektur Pembantu Wilayah membawahi wilayah kerja pembinaan dan pengawasan pada satuan kerja perangkat daerah serta desa. Pembagian wilayah kerja pembinaan dan pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diatur dengan Peraturan Bupati.

File Sub Bagian Kelembagaan Bagian Organisasi “ Perda LTD Alternatif 2008”

Bagian Kedua BAPPEDA DAN LITBANG Paragraf Pertama Kedudukan Pasal 6 (1) BAPPEDAdan LITBANG pemerintahan daerah. merupakan unsur perencana penyelenggaraan

(2)

BAPPEDAdan LITBANG dipimpin oleh Kepala Badan.

(3)

BAPPEDAdan LITBANG dalam melaksanakan tugas dan fungsinya secara administratif dikoordinasikan oleh Asisten Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat. Paragraf Kedua Tugas Pokok dan Fungsi Pasal 7

(1)

BAPPEDA dan LITBANG mempunyai tugas membantu Bupati dalam melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang perencanaan pembangunan daerah, bidang statistik, dan bidang penelitian dan pengembangan. BAPPEDA dan LITBANG dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menyelenggarakan fungsi : a. perumusan kebijakan teknis perencanaan, statistik, dan penelitian dan pengembangan; b. pengoordinasian penyusunan perencanaan pembangunan dan penelitian dan pengembangan; c. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan tugas bidang perencanaan pembangunan daerah, bidang statistik, dan bidang penelitian dan pengembangan; d. pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan pembangunan daerah dan penelitian dan pengembangan; dan e. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya. Paragraf Ketiga Susunan Organisasi Pasal 8

(2)

(1)

Susunan Organisasi BAPPEDA dan LITBANG terdiri dari : a. Kepala Badan; b. Sekretariat, terdiri dari : 1) Subbagian Program; 2) Subbagian Keuangan; 3) Subbagian Umum dan Kepegawaian; c. Bidang Perencanaan Fisik dan Prasarana, terdiri dari : 1) Subbidang Perencanaan Fisik; 2) Subbidang Perencanaan Prasarana; d. Bidang Perencanaan Ekonomi dan Sosial Budaya, terdiri dari : 4) Subbidang Perencanaan Perekonomian; 5) Subbidang Perencanaan Sosial Budaya; e. Bidang Statistik dan Pelaporan, terdiri dari : 1) Subbidang Statistik dan Analisa; 2) Subbidang Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan; f. Bidang Litbang, terdiri dari :

File Sub Bagian Kelembagaan Bagian Organisasi “ Perda LTD Alternatif 2008”

2) Subbidang Penelitian Sumber Daya; 3) Subbidang Pengembangan Sumber Daya; g. Kelompok Jabatan Fungsional. (2) Bagan Organisasi BAPPEDA dan LITBANG adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran II. Bagian Ketiga Badan Kepegawaian Daerah Paragraf Pertama Kedudukan Pasal 7 (1) Badan Kepegawaian Daerah merupakan unsur pendukung tugas Bupati yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui SEKDA.

(2) (3)

Badan Kepegawaian Daerah dipimpin oleh Kepala Badan. Badan Kepegawaian Daerah dalam melaksanakan tugas dan fungsinya secara adminsitratif dikoordinasikan oleh Asisten Administrasi Umum. Paragraf Kedua Tugas Pokok dan Fungsi Pasal 8

(1)

Badan Kepegawaian Daerah mempunyai tugas pokok membantu Bupati dalam melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah bersifat spesifik pada urusan pemerintahan daerah bidang kepegawaian, pendidikan dan pelatihan. Badan Kepegawaian Daerah dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1), menyelenggarakan fungsi : a. perumusan kebijakan teknis bidang kepegawaian, pendidikan dan pelatihan; b. perencanaan program dan kegiatan bidang kepegawaian, pendidikan dan pelatihan; c. pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah bidang kepegawaian, pendidikan dan pelatihan; d. pengoordinasian dan pembinaan pelaksanaan tugas bidang kepegawaian, pendidikan dan pelatihan; e. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan tugas bidang kepegawaian, pendidikan dan pelatihan; dan f. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya. Paragraf Ketiga Susunan Organisasi Pasal 9

(2)

(1) Susunan Organisasi Badan Kepegawaian Daerah terdiri dari : a. Kepala Badan; b. Sekretariat, terdiri dari : 1) Subbagian Program dan Pelaporan; 2) Subbagian Keuangan; 3) Subbagian Umum dan Kepegawaian; c. Bidang Diklat dan Pengembangan, terdiri dari : 1) Subbidang Diklat Pegawai; 2) Subbidang Pengembangan Pegawai; d. Bidang Pembinaan dan Kesejahteraan Pegawai, terdiri dari : 1) Subbidang Pembinaan Pegawai; 2) Subbidang Pensiun dan Kesejahteraan Pegawai; e. Bidang Mutasi dan Pengadaan, terdiri dari:
File Sub Bagian Kelembagaan Bagian Organisasi “ Perda LTD Alternatif 2008”

1) Subbidang Mutasi Pegawai dan Jabatan; 2) Subbidang Pengadaan Pegawai dan Kepangkatan; f. Kelompok Jabatan Fungsional. (2) Bagan Organisasi Badan Kepegawaian Daerah adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran III. Bagian Keempat Badan Pemberdayaan Masyarakat Paragraf Kesatu Kedudukan Pasal 10 (1) Badan Pemberdayaan Masyarakat adalah unsur pendukung tugas Bupati yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui SEKDA.

(2)

Badan Pemberdayaan Masyarakat dipimpin oleh Kepala Badan. Badan Pemberdayaan Masyarakat dalam melaksanakan tugas dan fungsinya secara administratif dikoordinasikan oleh Asisten Pemerintahan dan Aparatur. Paragraf Kedua Tugas Pokok dan Fungsi Pasal 11

(3)

(1)

Badan Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas pokok membantu Bupati dalam melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah bersifat spesifik pada urusan pemerintahan daerah bidang pemberdayaan masyarakat. Badan Pemberdayaan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), menyelenggarakan fungsi : a. perumusan kebijakan teknis bidang pemberdayaan masyarakat; b. perencanaan program dan kegiatan bidang pemberdayaan masyarakat; c. pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah bidang pemberdayaan masyarakat; d. pengoordinasian dan pembinaan pelaksanaan tugas bidang pemberdayaan masyarakat; e. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan tugas bidang pemberdayaan masyarakat; dan f. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya. Paragraf Ketiga Susunan Organisasi Pasal 12

(2)

(1)

Susunan Organisasi Badan Pemberdayaan Masyarakat terdiri dari : Kepala Badan; Sekretariat, terdiri dari : 1) Subbagian Program dan Pelaporan; 2) Subbagian Keuangan; dan 3) Subbagian Umum dan Kepegawaian; c. Bidang Usaha Ekonomi Masyarakat, terdiri dari : 1) Subbidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat; 2) Subbidang Pengembangan Produksi dan Teknologi Tepat Guna; a. b.

File Sub Bagian Kelembagaan Bagian Organisasi “ Perda LTD Alternatif 2008”

d.

Bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna, terdiri dari : 1) Subbidang Pengelolaan Sumber Daya Alam; 2) Subbidang Teknologi Tepat Guna; e. Bidang Kelembagaan dan Sosial Budaya terdiri dari : 1) Subbidang Kelembagaan Desa dan Masyarakat; 2) Subbidang Sosial Budaya Masyarakat; f. Kelompok Jafung. (2) Bagan Organisasi Badan Pemberdayaan Masyarakat, Keluarga Berencana dan pemerintahan Desa adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran IV. Bagian Kelima Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Paragraf Kesatu Kedudukan Pasal 13 (1) Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan adalah unsur pendukung tugas Bupati yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui SEKDA.

(2)

Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan dipimpin oleh Kepala Badan. Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya secara administratif dikoordinasikan oleh Asisten Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat. Paragraf Kedua Tugas Pokok dan Fungsi Pasal 14

(3)

(1)

Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan mempunyai tugas pokok membantu Bupati dalam melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah bersifat spesifik pada urusan pemerintahan daerah bidang ketahanan pangan dan penyuluhan. Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), menyelenggarakan fungsi : a. perumusan kebijakan teknis bidang ketahanan pangan dan penyuluhan; b. perencanaan program dan kegiatan bidang ketahanan pangan dan penyuluhan; c. pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah di bidang ketahanan pangan dan penyuluhan; d. pengoordinasian dan pembinaan pelaksanaan tugas bidang ketahanan pangan dan penyuluhan; e. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan tugas bidang ketahanan pangan dan penyuluhan; f. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya. Paragraf Ketiga Susunan Organisasi Pasal 15

(2)

(1) Susunan Organisasi Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan terdiri atas : a. Kepala Badan; b. Sekretariat, terdiri dari :
File Sub Bagian Kelembagaan Bagian Organisasi “ Perda LTD Alternatif 2008”

1) Subbagian Program dan Pelaporan; 2) Subbagian Keuangan; dan 3) Subbagian Umum dan Kepegawaian;

c. Bidang Ketersediaan Pangan, terdiri dari : 1) Subbidang Cadangan dan Neraca Pangan; 2) Subbidang Kerawanan Pangan; d. Bidang Distribusi dan Konsumsi Pangan, terdiri dari : 1) Subbidang Analisa Harga dan Akses Pangan; 2) Subbidang Keamanan dan Diversifikasi Pangan; e. Bidang Penyuluhan, terdiri dari : 1) Subbidang Kelembagaan Penyuluh; 2) Subbidang Pengembangan Sumber Daya; f. Kelompok Jafung. (2) Bagan Organisasi Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran V. Bagian Keenam Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Paragraf Kesatu Kedudukan Pasal 16 (1) Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana adalah unsur pendukung tugas Bupati yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui SEKDA.

(2) (3)

Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana dipimpin oleh Kepala Badan. Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana dalam melaksanakan tugas dan fungsinya secara administratif dikoordinasikan oleh Asisten Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat. Paragraf Kedua Tugas Pokok dan Fungsi Pasal 17

(1)

Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana mempunyai tugas pokok membantu Bupati dalam melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah bersifat spesifik pada urusan pemerintahan daerah bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, dan bidang keluarga berencana dan keluarga sejahtera. Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), menyelenggarakan fungsi : a. perumusan kebijakan teknis bidang bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, dan bidang keluarga berencana dan keluarga sejahtera b. perencanaan program dan kegiatan bidang bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, dan bidang keluarga berencana dan keluarga sejahtera; c. pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, dan bidang keluarga berencana dan keluarga sejahtera; d. pengoordinasian dan pembinaan pelaksanaan tugas bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, dan bidang keluarga berencana dan keluarga sejahtera;

(2)

File Sub Bagian Kelembagaan Bagian Organisasi “ Perda LTD Alternatif 2008”

e.

f.

pengendalian dan evaluasi pelaksanaan tugas bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, dan bidang keluarga berencana dan keluarga sejahtera; dan pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya. Paragraf Ketiga Susunan Organisasi Pasal 18

(1)

Susunan Organisasi Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana terdiri dari : a. Kepala Badan; b. Sekretariat, terdiri dari : 1) Subbagian Program dan Pelaporan; 2) Subbagian Keuangan; 3) Subbagian Umum dan Kepegawaian; c. Bidang Perlindungan dan Gender terdiri dari : 1) Subbidang Partisipasi dan Perlindungan Perempuan dan Anak; 2) Subbidang Kelembagaan Perempuan dan Dunia Usaha; d. Bidang Pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi, terdiri dari : 1) Subbidang Pelayanan KB; 2) Subbidang Kesehatan Reproduksi; e. Bidang Ketahanan dan Penguatan Kelembagaan Keluarga, terdiri dari : 1) Subbidang Ketahanan dan Kemberdayaan Keluarga; 2) Subbidang Penguatan Kelembagaan Keluarga; f. UPTB; g. Kelompok Jafung. Bagan Organisasi Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran VI.

(2)

Bagian Ketujuh Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Paragraf Kesatu Kedudukan Pasal 19

(1)

Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat adalah unsur pendukung tugas Bupati yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui SEKDA. Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat dipimpin oleh Kepala Kantor. Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat dalam melaksanakan tugas dan fungsinya secara administratif dikoordinasikan oleh Asisten Pemerintahan. Paragraf Kedua Tugas Pokok dan Fungsi Pasal 20

(2) (3)

File Sub Bagian Kelembagaan Bagian Organisasi “ Perda LTD Alternatif 2008”

(1)

Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat mempunyai tugas pokok membantu Bupati dalam melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah bersifat spesifik pada urusan pemerintahan daerah bidang kesatuan bangsa, politik dalam negeri dan perlindungan masyarakat. Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), menyelenggarakan fungsi : a. perumusan kebijakan teknis bidang kesatuan bangsa, politik dalam negeri dan perlindungan masyarakat; b. perencanaan program dan kegiatan bidang kesatuan bangsa, politik dalam negeri dan perlindungan masyarakat; c. pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah bidang kesatuan bangsa, politik dalam negeri dan perlindungan masyarakat; d. pengoordinasian dan pembinaan pelaksanaan tugas bidang kesatuan bangsa, politik dalam negeri dan perlindungan masyarakat; e. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan tugas bidang kesatuan bangsa, politik dalam negeri dan perlindungan masyarakat; dan f. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya. Paragraf Ketiga Susunan Organisasi Pasal 21

(2)

(1) Susunan Organisasi Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat terdiri dari : a. Kepala Kantor; b. Subbagian Tata Usaha; c. Seksi Pengembangan Nilai-nilai Kebangsaan; d. Seksi Pengembangan Politik dan Fasilitasi Organisasi Politik/Organisasi Massa; e. Seksi Pengembangan SDM dan Satuan Linmas; f. Kelompok Jafung. (2) Bagan Organisasi kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran VII.

Bagian Kedelapan Kantor Perpustakaan, Arsip, dan Dokumentasi

Paragraf Kesatu Kedudukan Pasal 22

(1)

Kantor Perpustakaan, Arsip, dan Dokumentasi merupakan unsur pendukung tugas Bupati yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui SEKDA. Kantor Perpustakaan, Arsip, dan Dokumentasi dipimpin oleh Kepala Kantor. Kantor Perpustakaan, Arsip, dan Dokumentasi dalam melaksanakan tugas dan fungsinya secara administratif dikoordinasikan oleh Asisten Administrasi Umum. Paragraf Kedua Tugas Pokok dan Fungsi

(2) (3)

File Sub Bagian Kelembagaan Bagian Organisasi “ Perda LTD Alternatif 2008”

Pasal 23 (1) Kantor Perpustakaan, Arsip, dan Dokumentasi mempunyai tugas pokok membantu Bupati dalam melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah bersifat spesifik pada urusan pemerintahan daerah bidang perpustakaan, arsip dan dokumentasi. Kantor Perpustakaan, Arsip, dan Dokumentasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), menyelenggarakan fungsi : a. perumusan kebijakan teknis bidang perpustaakaan, arsip dan dokumentasi; b. perencanaan program dan kegiatan bidang perpustakaan, arsip dan dokumentasi; c. pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah bidang perpustakaan, arsip dan dokumentasi; d. pengoordinasian dan pembinaan pelaksanaan tugas bidang perpustakaan, arsip dan dokumentasi; e. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan tugas bidang perpustakaan, arsip dan dokumentasi; dan f. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya. Paragraf Ketiga Susunan Organisasi Pasal 24 (1) Susunan Organisasi Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi terdiri atas : a. Kepala Kantor; b. Subbagan Tata Usaha; c. Seksi Pengelolaan Arsip dan Dokumentasi; d. Seksi Pelayanan; e. Seksi Minat dan Baca; f. Kelompok Jafung. (2) Bagan Organisasi Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran VIII. Bagian Kesembilan Kantor Lingkungan Hidup dan Penanaman Modal Paragraf Kesatu Kedudukan Pasal 25 (1) Kantor Lingkungan Hidup dan Penanaman Modal merupakan unsur pendukung tugas Bupati yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui SEKDA. Kantor Lingkungan Hidup dan Penanaman Modal dipimpin oleh Kepala Kantor.

(2)

(2)

(3)

Kantor Lingkungan Hidup dan Penanaman Modal dalam melaksanakan tugas dan fungsinya secara administratif dikoordinasikan oleh Asisten Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat. Paragraf Kedua Tugas Pokok dan Fungsi Pasal 26

(1)

Kantor Lingkungan Hidup dan Penanaman Modal mempunyai tugas pokok membantu Bupati dalam melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan

File Sub Bagian Kelembagaan Bagian Organisasi “ Perda LTD Alternatif 2008”

kebijakan daerah yang bersifat spesifik pada urusan pemerintahan daerah bidang lingkungan hidup dan bidang penanaman modal.

(2)

Kantor Lingkungan Hidup dan Penanaman Modal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), menyelenggarakan fungsi : a. perumusan kebijakan teknis bidang lingkungan hidup dan penanaman modal; b. perencanaan program dan kegiatan bidang lingkungan hidup dan penanaman modal; c. pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah bidang lingkungan hidup dan bidang penanaman modal; d. pengoordinasian dan pembinaan pelaksanaan tugas bidang lingkungan hidup dan bidang penanaman modal; e. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan tugas bidang lingkungan hidup dan bidang penanaman modal; dan f. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya. Paragraf Ketiga Susunan Organisasi Pasal 27

(1) terdiri dari : a. b.

Susunan Organisasi Kantor Lingkungan Hidup dan Penanaman Modal Kepala Kantor; Subbagian Tata Usaha; Seksi Pengendalian dan Pencegahan Lingkungan Hidup; Seksi Pemulihan Lingkungan Hidup; Seksi Penanaman Modal; Kelompok Jafung.

c.
d.

e.
f. (2)

Bagan Organisasi Kantor Lingkungan Hidup dan Penanaman Modal adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran IX. Bagian Kesepuluh Rumah Sakit Umum Daerah Paragraf Kesatu Kedudukan Pasal 28

(1)
(2) (3)

Rumah Sakit Umum Daerah adalah unsur pendukung tugas Bupati yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui SEKDA. Rumah Sakit Umum Daerah dipimpin oleh Direktur. Rumah Sakit Umum Daerah dalam melaksanakan tugas dan fungsinya secara administratif dikoordinasikan oleh Asisten Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat.

Paragraf Kedua Tugas Pokok dan Fungsi Pasal 29

(1)

Rumah Sakit Umum Daerah mempunyai tugas membantu Bupati dalam melaksanakan penyusunan dan pelaksananan kebijakan daerah bersifat spesifik pada urusan pemerintahan daerah bidang pelayanan kesehatan.

File Sub Bagian Kelembagaan Bagian Organisasi “ Perda LTD Alternatif 2008”

(2)

Rumah Sakit Umum Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), menyelenggarakan fungsi : a. perumusan kebijakan teknis bidang pelayanan kesehatan; b. perencanaan program dan kegiatan bidang pelayanan kesehatan; c. pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah bidang pelayanan kesehatan; d. pengoordinasian dan pembinaan pelaksanaan tugas bidang pelayanan kesehatan; e. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan tugas bidang pelayanan kesehatan; dan f. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya. Paragraf Ketiga Susunan Organisasi Pasal 30

(1) Susunan Organisasi Rumah Sakit Umum Daerah terdiri atas : a. Direktur; b. Komite Medis; c. Bagian Tata Usaha, terdiri dari : 1) Subbagian Program dan Pelaporan; 2) Subbagian Keuangan; 3) Subbagian Administrasi dan Humas; d. Bidang Pelayanan Medis, terdiri dari : 1) Seksi Pelayanan dan Penunjang Medis; 2) Seksi Manajemen Informasi Kesehatan; e. Bidang Sarana Prasarana Medis, terdiri dari : 1) Seksi Perbekalan Farmasi; 2) seksi Peralatan dan Pemeliharaan; f. Bidang Perawatan, terdiri dari : 1) Seksi Asuhan Keperawatan Pasien; 2) Seksi Penunjang Mutu Pelayanan Keperawatan Pasien; g. Instalasi; h. Kelompok Jabatan Fungsional. (2) Bagan Organisasi Rumah Sakit Umum Daerah adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran X. BAB VI UNIT PELAKSANA TEKNIS 31

(1)
(2) (3)

Pada LTD berbentuk Badan dapat dibentuk UPT Badan untuk melaksanakan sebagian kegiatan teknis operasional dan kegiatan teknis penunjang. Wilayah kerja UPT Badan terdiri dari satu atau beberapa Kecamatan. Setiap UPT Badan didukung oleh Kelompok Jafung sesuai keahlian dan kebutuhan. Kepala UPT Badan secara administratif bertanggung jawab kepada Kepala Badan melalui Sekretaris dan secara teknis operasional di bawah koordinasi oleh Camat. Nomenklatur, jumlah dan jenis, susunan organisasi, tugas, fungsi dan tatakerja UPT Badan ditetapkan dengan Peraturan Bupati. BAB VII KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Pasal 32

(4)

(5)

(1)

LTD dapat didukung oleh Kelompok Jafung sesuai dengan keahlian dan kebutuhan.

File Sub Bagian Kelembagaan Bagian Organisasi “ Perda LTD Alternatif 2008”

(2)

Kelompok Jafung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang tenaga fungsional señor yang ditetapkan dengan Keputusan Bupati. Pasal 33

LTD yang didukung oleh Kelompok Jabatan Fungsional dilakukan penyerasian dan rasionalisasi struktur organisasinya sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. Pasal 34

(1)
(2)

Kelompok Jafung mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian LTD sesuai dengan keahlian dan kebutuhan. Kelompok Jafung sebagaimana dimaksud pada ayat (1), terdiri daris sejumlah tenaga dalam jenjang Jafung yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. Setiap Kelompok Jafung sebagaimana dimaksud pada ayat (2), dipimpin oleh seorang tenaga fungsional señor yang ditunjuk oleh Bupati. Jumlah Jafung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Jenis dan jenjang Jafung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur sesuai dengan peraturan perundang-undangan. BAB VIII ESELON Pasal 35

(3) (4) (5)

(1)

Inspektur dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon IIb. Kepala Kantor, Direktur, Inspektur Pembantu dan Sekretaris adalah jabatan struktural eselon IIIa. Kepala Bagian pada RSUD dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon IIIb. Kepala Subbagian pada Sekretariat, Kepala Subbidang, Kepala Seksi, dan Kepala UPTB adalah jabatan struktural eselon IVa. BAB IX PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 36

(2) (3) (4)

(1)
(2)

Pejabat di lingkungan Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Dompu diangkat dan diberhentikan oleh Bupati sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Jenis dan pengisian jabatan fungsional pada setiap kelompok jabatan fungsional yang diatur dalam Peraturan Daerah ini, ditetapkan secara selektif oleh Bupati berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dengan memperhatikan kebutuhan, beban kerja, dan kemampuan keuangan daerah.

BAB X PEMBIAYAAN Pasal 37

File Sub Bagian Kelembagaan Bagian Organisasi “ Perda LTD Alternatif 2008”

Biaya yang diperlukan untuk pelaksanaan tugas Inspektorat, BAPPEDA dan LITBANG, dan Lembaga Teknis Daerah lainnya dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, dan sumber lainnya yang sah. BAB XI TATAKERJA Pasal 55 (1) Dalam melaksanakan tugasnya, Kepala Dinas, dan pimpinan unit kerja serta Kelompok Jafung wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi, sinkronisasi, dan simplifikasi secara vertikal dan horizontal baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi sesuai dengan tugas masing-masing. Setiap pimpinan organisasi wajib melaksanakan pengawasan melekat. Setiap pimpinan organisasi dan unit kerja pada Satuan Kerja Perangkat Daerah bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahan masing-masing dan memberikan bimbingan, petunjuk/arahan, mengawasi dan mengendalikan pelaksanaan tugas bawahan. Setiap pimpinan satuan organisasi dan unit kerja pada Satuan Kerja Perangkat Daerah wajib menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya. BAB XI KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 38 Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Dompu yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Dompu Nomor 5 Tahun 2006 dengan berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pedoman Satuan Polisi Pamong Praja, dinyatakan tetap berlaku sepanjang belum diadakan perubahan. BAB XII KETENTUAN PERALIHAN Pasal 39 Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan Kepala Bidang pada Dinas/Badan dan telah menduduki jabatan struktural eselon IIIa sebelum berlakunya Peraturan Daerah ini, tetap diberikan hak-hak kepegawaian dan keuangan serta hak administrasi lainnya dalam jabatan struktural eselon IIIa. Pasal 40 Apabila jabatan fungsional pengawas dan fungsional auditor telah ditetapkan oleh Pemerintah sesuai dengan peraturan perundang-undangan, maka jabatan struktural di bawah Inspektur Pembantu dihapus. Pasal 41 Pada saat Peraturan Daerah ini berlaku, Pegawai Negeri Sipil yang bertugas di lingkungan Lembaga Teknis Daerah tetap dalam kedudukannya masing-masing serta menerima hakhak kepegawaian dan hak keuangan sesuai peraturan perundang-undangan sampai dengan ditetapkannya Keputusan baru oleh Bupati.

(2) (3)

(4)

BAB XIII KETENTUAN PENUTUP
File Sub Bagian Kelembagaan Bagian Organisasi “ Perda LTD Alternatif 2008”

Pasal 42 Dengan berlakunya Peraturan Daerah ini, maka : a. Peraturan Daerah Kabupaten Dompu Nomor 7 Tahun 2000 tentang Pembentukan, Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi Dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Dompu Nomor 12 Tahun 2001; b. Peraturan Daerah Kabupaten Dompu Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pembentukan, Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tatakerja Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Dompu; c. Peraturan Daerah Kabupaten Dompu Nomor 02 Tahun 2007 tentang Pembentukan, Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tatakerja Kantor Pertambangan Energi dan Lingkungan Hidup Kabupaten Dompu; dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi. Pasal 43 Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kabupaten Dompu. Ditetapkan di Dompu pada tanggal Januari 2009 BUPATI DOMPU,

SYAIFURRAHMAN SALMAN Diundang di Dompu pada tanggal Januari 2009 SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN DOMPU,

Drs. ZAENAL ARIFIN HIR Pembina Utama Muda NIP. 610 007 235 LEMBARAN DAERAH KABUPATEN DOMPU TAHUN 2009 NOMOR ………

PENJELASAN ATAS RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN DOMPU NOMOR TAHUN 2008 TENTANG
File Sub Bagian Kelembagaan Bagian Organisasi “ Perda LTD Alternatif 2008”

ORGANISASI DAN TATAKERJA LEMBAGA TEKNIS DAERAH KABUPATEN DOMPU I. UMUM Dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, Kepala Daerah dibantu oleh Perangkat Daerah yang berkedudukan sebagai unsur pendukung tugas Kepala Daerah Daerah dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah bersifat spesifik yang diwadahi dalam bentuk Lembaga Teknis Daerah. Dasar utama penyusunan perangkat daerah dalam bentuk suatu organisasi adalah adanya urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota, yang terdiri dari urusan wajib dan urusan pilihan. Dengan perubahan terminologi pembagian urusan pemerintah yang bersifat konkuren berdasarkan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004, maka dalam implementasi kelembagaan perangkat daerah terwadahi fungsi-fungsi pemerintahan tersebut pada masing-masing perangkat daerah. Urusan wajib adalah urusan pemerintahan yang wajib diselenggarakan oleh pemerintahan daerah provinsi dan pemerintahan daerah kabupaten/kota, berkaitan dengan pelayanan dasar, meliputi : 2) pendidikan; 3) kesehatan; 4) lingkungan hidup; 5) pekerjaan umum; 6) penataan ruang; 7) perencanaan pembangunan; 8) perumahan; 9) kepemudaan dan olahraga; 10) penanaman modal; 11) koperasi dan usaha kecil dan menengah; 12) kependudukan dan catatan sipil; 13) ketenagakerjaan; 14) ketahanan pangan; 15) pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak; 16) keluarga berencana dan keluarga sejahtera; 17) perhubungan; 18) komunikasi dan informatika; 19) pertanahan; 20) kesatuan bangsa dan politik dalam negeri; 21) otonomi daerah, pemerintahan umum, administrasi keuangan daerah, perangkat daerah, kepegawaian, dan persandian; 22) pemberdayaan masyarakat dan desa; 23) sosial; 24) kebudayaan; 25) statistik; 26) kearsipan;dan 27) perpustakaan. Sedangkan urusan pilihan adalah pemerintahan yang secara nyata ada dan berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan kondisi, kekhasan, dan potensi unggulan daerah yang bersangkutan. Urusan tersebut meliputi : 1) kelautan dan perikanan; 2) pertanian; 3) 4) 5) 6) 7) 8) kehutanan; energi dan sumber daya mineral; pariwisata; industri; perdagangan; dan ketransmigrasian.

File Sub Bagian Kelembagaan Bagian Organisasi “ Perda LTD Alternatif 2008”

Masing-masing urusan pada prinsipnya tidak mutlak dibentuk dalam lembaga perangkat daerah tersendiri, namun sebaliknya masing-masing urusan dapat dikembangkan atau dibentuk lebih dari satu lembaga perangkat daerah sesuai dengan prinsip-prinsip organisasi, kebutuhan, dan kemampuan keuangan daerah masing-masing. Penyelenggaraan urusan pemerintahan yang bersifat wajib, diselenggarakan oleh seluruh Provinsi, Kabupaten, dan Kota. Sedangkan penyelenggaraan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan hanya dapat diselenggarakan oleh Daerah yang memiliki potensi unggulan dan kekhasan daerah yang dapat dikembangkan dalam rangka pengembangan otonomi daerah. Hal ini dimaksudkan untuk efisiensi dan memunculkan sektor unggulan masing-masing daerah sebagai upaya optimalisasi pemanfaatan sumber daya daerah dalam rangka mempercepat proses peningkatan kesejahteraan rakyat. Besaran organisasi Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Dompu sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Daerah ini pada prinsipnya memperhatikan beberapa indikator sebagai berikut : 1) kebutuhan dan kemampuan keuangan daerah; 2) jenis dan banyaknya tugas serta cakupan beban kerja SKPD; 3) potensi daerah yang bertalian dengan urusan yang ditangani; 4) prinsip efisiensi, efektivitas, rasional, dan proporsional; 5) skala prioritas pembangunan daerah; 6) jumlah dan kepadatan penduduk yang dilayani;dan 7) sarana dan prasarana penunjang tugas. Dalam pembentukan Lembaga Teknis Daerah tersebut memperhatikan ketentuan yang diatur dalam Pasal 22 ayat (5) Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah, dimana telah ditentukan perumpunan bidang urusan pemerintahan yang diwadahi dalam Lembaga Teknis Daerah berbentuk Badan, Kantor, Inspektorat, dan Rumah Sakit terdiri dari : 1) bidang perencanaan pembangunan dan statistik; 2) bidang penelitian dan pengembangan; 3) kesatuan bangsa, politik dan perlindungan masyarakat; 4) bidang lingkungan hidup; 5) bidang ketahanan pangan; 6) bidang penanaman modal; 7) bidang perpustakaan, arsip, dan dokumentasi; 8) bidang pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa; 9) bidang pemberdayaan perempuan dan keluarga berencana; 10) bidang kepegawaian, pendidikan dan pelatihan; 11) bidang pengawasan; dan 12) bidang pelayanan kesehatan. II. PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Cukup jelas Pasal 2 Cukup jelas Pasal 3 Cukup jelas Pasal 4 Cukup jelas Pasal 5 Ayat Ayat Ayat Ayat Ayat

(1), (2), (3), (4), (5),

cukup cukup cukup cukup cukup

jelas jelas jelas jelas jelas

File Sub Bagian Kelembagaan Bagian Organisasi “ Perda LTD Alternatif 2008”

Ayat (6) Dalam rangka akuntabilitas dan obyektivitas hasil pengawasan, maka Inspektur dalam pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab langsung kepada Bupati. Sedangkan pertanggungjawaban Inspektur kepada Sekretaris Daerah merupakan pertanggungjawaban administratif dalam hal keuangan dan kepegawaian. Pasal 6 Ayat Ayat Ayat Ayat Ayat Ayat (1), cukup jelas (2), cukup jelas (3), cukup jelas (4), cukup jelas (5), cukup jelas (6) Pertanggungjawaban Kepala Badan melalui Sekretaris Daerah adalah pertanggungjawaban administratif yang meliputi penyusunan kebijakan, perencanaan, pelaksanaan tugas dan fungsi, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan tugas Lembaga Teknis Daerah. Dengan demikian Kepala Badan bukan merupakan bawahan langsung Sekretaris Daerah. (1), cukup jelas (2), cukup jelas (3), cukup jelas (4), cukup jelas (5) Pertanggungjawaban Kepala Badan, Kepala Kantor, dan Direktur melalui Sekretaris Daerah adalah pertanggungjawaban administratif yang meliputi penyusunan kebijakan, perencanaan, pelaksanaan tugas dan fungsi, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan tugas Lembaga Teknis Daerah. Dengan demikian Kepala Badan/Kepala Kantor/Direktur bukan merupakan bawahan langsung Sekretaris Daerah.

Pasal 7 Ayat Ayat Ayat Ayat Ayat

Pasal 8 Ayat (1) Kegiatan teknis operasional yang dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Teknis Badan adalah tugas untuk melaksanakan kegiatan teknis yang secara langsung berhubungan dengan pelayanan masyarakat. Sedangkan kegiatan teknis penunjang adalah melaksanakan kegiatan untuk mendukung pelaksanaan tugas organisasi induknya. Ayat (2), cukup jelas Ayat (3), cukup jelas Ayat (4) Pertanggungjawaban Kepala UPTD melalui Sekretaris adalah pertanggungjawaban secara administratif, yang meliputi penyusunan kebijakan, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan tugas. Pertanggungjawaban kepada Sekretariat untuk lebih menfungsikan Sekretariat sebagai unsur staf dalam rangka koordinasi penyusunan program dan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Badan. Ayat (5) Wilayah kerja UPTD meliputi satu atau beberapa Kecamatan, oleh karenanya pelaksanaan tugas operasional UPTD di Kecamatan harus berada di bawah koordinasi Camat agar terdapat keterpaduan, keserasian, dan sinkronisasi program pembangunan daerah yang dilaksanakan di Kecamatan, sehingga secara teknis operasional Kepala UPTD melaporkan program kegiatan kepada Camat. Ayat (6), cukup jelas Pasal 9 Cukup jelas Pasal 10 Cukup jelas Pasal 11 Cukup jelas
File Sub Bagian Kelembagaan Bagian Organisasi “ Perda LTD Alternatif 2008”

Pasal 12 Cukup jelas Pasal 13 Cukup jelas Pasal 14 Bagi pejabat yang sudah atau sebelumnya memangku jabatan struktural eselon IIIa kemudian dimutasikan kedalam jabatan Kepada Bidang pada Dinas/Badan berdasarkan Peraturan Daerah yang berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007, maka yang bersangkutan tetap diberikan hak-hak kepegawaian dan hak administrasi lainnya dalam jabatan struktural eselon IIIa, walaupun organisasinya menjadi eselon IIIb. Jabatan eselon IIIb tersebut efektif diberlakukan bagi pejabat yang baru dipromosikan memangku jabatan tersebut. Pasal 15 Cukup jelas Pasal 16 Cukup jelas Pasal 17 Cukup jelas Pasal 13 Cukup jelas Pasal 14 Cukup jelas Pasal 15 Cukup jelas Pasal 16 Pada saat Peraturan Daerah ini dberlakukan, perlu diatur ketentuan masa transisi antara ketentuan lama dengan ketentuan baru dengan maksud untuk memberikan kepastian hukum dan supaya tidak terjadi kevakuman dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Pasal 17 Cukup jelas

TAMBAHAN LEMBARAN DAERAH KABUPATEN DOMPU NOMOR …….

File Sub Bagian Kelembagaan Bagian Organisasi “ Perda LTD Alternatif 2008”

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful