You are on page 1of 2

Landasan Teori

Zat kimia yang terdapat dalam pegagan antara lain asiaticosida, asiatic asid, made-kasid dan
madekasosid, sitosterol dan stigmasterol dari golongan steroid, vallerin, brahmosida, brahminosida
dari golongan saponin (Perry, 1980).
Khasiat Pegagan (Centella asiatica) antara lain meningkatkan biosintesis neurotransmitter
yang terlibat langsung pada proses belajar dan mengingat (asetilkolin, noradrenalin, 5-HT atau 5
hidrotriptamin, dan dopamine), meningkatkan modifikasi dendrit (Rao, 2005; Sari, 2000),
mempercepat perbaikan akson (Soumyanath, 2005), serta mencegah kerusakan sel syaraf dari
kerusakan akibat respon stres oksidatif (Saowalak, 2003; Kumar dan Gupta, 2003; Rao, 2005; Mook
Jung, 1999). Dalam penelitian Soumyanath (2005) juga didapatkan kesimpulan bahwa Ekstrak
Ethanol Pegagan (Centella asiatica) dapat digunakan untuk mengatasi gangguan belajar dan memori,
serta meningkatkan perbaikan akson. Diperkirakan peningkatan memori disebabkan oleh
menurunnya pengubahan monoamine sentral, melibatkan norepineprin, dan system 5-HT (5
hydrotetraamine) pada proses memori dan pembelajaran (Ramasamy, 2005). Selain itu Pegagan
(Centella asiatica) juga sebagai proteksi terhadap stres antioksidan (Hussin, 2007).

Ekstrak pegagan terstandar yang mengandung asam tanat setara 29,9 mg/g,
asiatikosida 1,09 mg/g, asam asiatat 48,89 mg/g diuji aktivitas performa kognitifnya pada 28
sukarelawan sehat pria dan wanita (ratarata usia 65 tahun) yang menerima dosis 250, 500 dan
750 mg setiap hari selama 2 bulan dan dievaluasi menggunakan computerized test battery.
Hasil menunjukkan bahwa ekstrak pegagan dosis 750 mg dapat meningkatkan spatial
memory, picture recognition, numeric recognition dan word recognition pada 2 bulan setelah
perlakuan.9
Ekstrak air daun pegagan dosis 200 mg/kg BB pada tikus selama periode kehamilan
dan dosis 20 ml/kg BB peroral pada anak anjing menunjukkan bahwa ekstrak selama periode
kehamilan tidak akan memberikan efek perlindungan terhadap hilangnya neuron
hippocampus atau kognisi, namun pemberian ekstrak pada periode pasca melahirkan akan
melindungi neuron hippocampus terhadap stres selama kehamilan dan juga meningkatkan
kemampuan daya ingat dan pembelajaran.10 Serbuk daun pegagan dosis 12 mg/kg BB/hari
selama 10 hari secara intragastrik pada tikus jantan galur Wistar memperlihatkan aktivtas
penurunan periode laten secara signi!kan yang diperlihatkan oleh adanya perbaikan dalam
kemampuan mempertahankan latihan yang diberikan melalui daya ingat yang lebih baik (p<
0,05), namun tidak dapat mempercepat proses pembelajaran (efek pembelajaran yang
lemah).11 Tanaman ini tidak toksik sampai dosis 350 mg/kg BB.11 Ekstrak pegagan
menunjukkan LD50 > 5 g/kg BB pada tikus galur Sprague Dawley secara peroral dan tidak
muncul manifestasi toksik apapun selama 14 hari pengamatan.14

Ekstraksi adalah metode pemisahan dimana komponen-komponen terlarut dari suatu campuran
dipisahkan dari komponen yang tidak larut dengan pelarut yang sesuai (Leniger dan Beverloo, 1975).
Metoda paling sederhana untuk mengekstraksi padatan adalah mencampurkan seluruh bahan
dengan pelarut, lalu memisahkan larutan dengan padatan tidak terlarut. Menurut Earle (1982),
ekstraksi adalah proses pemisahan bahan berupa padatan atau cairan yang dapat dilakukan dengan
menggunakan bahan cair (air) atau pelarut. Proses ekstraksi dirancang untuk mengurangi

I. 1987).konsentrasi komponen di dalam suatu aliran dan meningkatkan konsentrasi komponen tersebut di dalam aliran lainnya. flavonoid. Dalam proses ekstraksi.. Zat aktif tersebut misalnya alkaloid. glikosida. dan lain-lain (Depkes R. bahan dan jenis senyawa yang diisolasi (Harborne. Simplisia tumbuhan mengandung zat aktif yang dapat larut dan yang tidak dapat larut dalam pelarut. . bahan aktif dari suatu tumbuhan tergantung pada tekstur. kadar air. 1986).