You are on page 1of 7

1

BAB I
PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Masalah
Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan
proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya
untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat,
bangsa dan negara.
Tujuan belajar dalam pendidikan formal sudah diatur pada Peraturan
Pemerintah nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 1 ayat
(4), yaitu standar kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap,
pengetahuan, dan keterampilan. Sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang
dimaksud tersebut tentunya adalah yang bersifat positif pada siswa. Standar
kompetensi lulusan tersebut yang kemudian digunakan untuk menentukan kelulusan
seorang siswa. Hal tersebut tertulis pada Peraturan Pemerintah nomor 19 Tahun 2005
Tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 26 ayat (1) yang berbunyi, "Standar
Kompetensi Lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan
kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan"1

1

Anonim. Peraturan Pemerintah nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Jakarta.2005

1

1

2

Dewas ini Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang terus bahkan sangat
pesat. Perkembangan ini bukan di hitung tahun, bulan atau hari, melainkan jam,
teruama berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi. Hal ini di sebabkan
dengan temuan teknologi yang di tayangkan di meda elektronik maupun media
pencetak. Pengaruhnya meluas di berbagai bidang yang dapat memberikan dampak
positif dan negative. Sebab itu pendidikan membutukan perhatian yang khusus.
Pemerintah telah menstandarkan delapan aspek pendidikan yang di kenal
dengan delapan standar pendidikan yaitu standar isi, standar proses, standar
kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga pendidik, standar sarana dan pra
sarana, standar pengolahan, standar pengolahan, standar pembiayaan dan standar
penilaian pendidikan. Namun dalam pelaksanaannya perlu di selenggarakan dan
diadaptasikan dengan kondisi sekolah, masarakat, serta pengembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi, terutama teknologi informasi yang berkembang pesat
bersama dengan era globalisasi.
Salah satu cara yang digunakan oleh sekolah untuk mencapai harapan di atas
adalah dengan memberlakukan Pelajaran Teknologi Informasi dan komunikasi
(TIK), Mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi dimaksudkan untuk
mempersiapkan peserta didik agar mampu mengantisipasi pesatanya perkembangan
tersebut. Mata pelajaran ini perlu di perkenalkan, dipraktekan dan kuasai peserta
didik sedini mungkin. Peserta didik juga di harapkan mampu memiliki bekal untuk
menyesuaikan diri dalam kehidupan global yang ditandai dengan perubahan yang
sangat cepat. Untuk menghadapi perubahan tersebut diperlukan kemampuan dan
kemauan belajar sepanjang hayat dengan cepat dan cerdas. Hasil dari teknologi

3

komunikasi adalah peserta didik dapat belajar secara cepat, serta dapat
memanfaatkannya untuk proses belajar yang pada akhirnya dapat mengadaptasikan
peserta didik dengan lingkungan dan dunia kerja.
Pemerintah mengharapkan hasil yang kompeten dari dunia pendidikan.
Namun fakta di lapangan, terkadang hasil dari pendidikan formal belum mampu
menjawab kebutuhan di dunia pekerjaan, kenyataannya bahwa hanya sebagian kecil
saja dari mereka yang mendapatkan prestasi bagus di sekolah menjadi orang dewasa
yang sukses di dunia kerja. Penyumbang keberhasilan terbesar bukanlah dari IQ saja,
tetapi juga dipengaruhi faktor-faktor lain. Golleman mengatakan bahwa keberhasilan
seseorang dipengaruhi oleh 20% IQ (Intellectual Quotient) sedangkan 80%
dipengaruhi kecerdasan lain, salah satunya EQ (Emotional Quotient).2
Kenyataannya dalam pendidikan untuk melihat keberhasilan siswa tidak
hanya dilihat dari segi kecerdasan Intelektual saja, tapi dilihat juga dari berbagai
faktor, siswa dalam menuntut ilmu harus dapat mengontrol emosi diri dan dapat
membina hubungan dengan teman sekelas dan guru. Karena tanpa ada interaksi
dengan teman, kita sulit untuk membuat tugas yang diberikan, tanpa ada hubungan
dengan guru kita sulit untuk mengerti penjelasan yang diberikan, seperti kata pepatah
tak kenal tak di sayang, oleh karena itu siswa harus meningkatkan kecerdasan
Personalnya yang meliputi kecerdasan Intrapersonal dan kecerdasan Interpersonal.
Menurut Prof. Howard Gardner, manusia mempunyai delapan kecerdasan,
yaitu: linguistik Intelligence atau kecerdasan linguistik (bahasa), musical intelligence
atau kecerdasan musical,

2

logical/matematical

intelligence

Daniel Goleman, Emotional Intelligence, (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka, 2000) h. 44

atau kecerdasan

4

matematis-logis,

visual/spatial

intelligence

atau

kecerdasan

ruang-visual,

Body/kinestic intelligence atau kecerdasan kinestetik badani, intrapersonal
intelligence atau kecerdasan intrapersonal, interpesonal intelligence atau kecerdasan
interpersonal serta menambahkan satu tipe kecerdasan yakni: natural intelligence
atau kecerdasan lingkungan3.
Melalui survey yang dilakukan peneliti di SMA Kristen Tobelo siswa kurang
memahami materi yang diberikan sesusai kurikulum. Dapat dilihat melalui nilai
tugas mandiri, tugas kelompok, nilai mid dan proses kegiatan belajar mengajar di
kelas, kurangnya komunikasi antara teman-teman sekelas, kurangnya keterampilan
atau kurangnya pengadaptasian diri terhadap pergaulan, salah memilih teman
bergaul, malu bertanya kepada guru apabila belum mengerti dengan materi yang
diajarkan, tidak memperhatikan saat guru mempraktekan materi yang diajarkan, tidak
mencatat materi yang diberikan, dan tidak membuat tugas yang diberikan.
Semua

masalah

ini

merupakan

fakto-faktor

kurangnya

kecerdasan

interpersonal dari latar belakang ini maka penulis tertarik tentang Hubungan
Kecerdasan Interpersonal siswa SMA Kristen Tobelo dengan Hasil belajar pada
Mata Pelajaran TIK tahun ajaran 2013- 2014
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka terdapat permasalahan
yang perlu untuk digaris bawahi :
1. Rendahnya hasil belajar karena kurangnya komunikasi antar teman dan guru
di sekolah sehingga murid salah dalam membuat tugasyang diberikan guru.
3

Howard Gardner, Multiple Intelligence: Kecerdasan Majemuk Dalam Teori dan
Praktek, (Batam: Interaksara, 1993)

5

2. Rendahnya hasil belajar karena malu bertanya jika belum mengerti materi
yang di berikan gurur dalam proses belajar mengajar maupun di luar proses
belajar mengajar.
3. Rendahnya hasil belajar karena malu bergaul dengan teman-teman maupun
guru di sekolah.
4. Rendahnya hasil belajar karena siswa salah memilih teman bergaul sehingga
keseriusan belajar terganggu.
5. Rendah hasil belajar karena siswa kurang terampil dalam memecahkan
masalah.
6. Rendahnya hasil belajar karena guru seringkali salah memberikan nilai.
7. Rendahnya hasil belajar karena siswa kurangnya komunikasi antar temanteman.
8. Rendahnya hasil belajar karena siswa kurang mendapat informasi dari teman
sekelas unuk membuat tugas yang diberikan guru di sekolah.
C. Pembatasan Masalah
1. Mengingat keterbatasan yang ada pada peneliti baik dari segi waktu, dana,
sarana dan prasarana maka tidak semua hambatan dalam penulisan skripsi
akan diteliti sehingga faktor yang diduga mempunyai hubungan kuat adalah
faktor Kecerdasan Iterpersonal dengan Hasil Belajar Mata Pelajaran TIK
tahun ajaran 2013- 2014.

6

D. Perumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi dan batasan masalah di atas, maka penelitian ini
ingin menjawab :
1. Adakah hubungan signifikan antara variabel Kecerdasan Interpersonal
Dengan Hasil Belajar siswa kelas XI SMA Kristen

Tobelo pada mata

pelajaran TIK?
E. Tujuan Penelitian
Tujuan yang hendak dicapai dari penelitian ini adalah untuk memperoleh
gambaran secara obyektif tentang pentingnya kecerdasan Interpersonal terhadap hasil
belajar siswa. Jadi penelitian ini bertujuan :
Untuk mengetahui hubungan antara variabel Kecerdasan Interpersonal
dengan Hasil belajar siswa kelas XI SMA Kristen Tobelo pada mata pelajaran TIK.
F. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini :
1. Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dalam
pengembangan ilmu pengetahuan terutama yang berhubungan dalam Kecerdasan
Interpersonal.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi pendidik, sebagai data dan informasi tentang pentingnya
meningkatkan kecerdasan interpersonal sehingga dapat diupayakan kiat
belajar yang lebih baik, strategi pembelajaran dan pelayanan yang lebih
sesuai bagi siswa yang memiliki karakteristik berbeda-beda.

7

Dengan demikian dapat diupayakan optimalisasi peranan siswa
khususnya dalam upaya meningkatkan hasil belajar.
b. Bagi peneliti merupakan pengalaman lapangan dalam menerapkan Ilmu
Pengetahuan yang didapat dibangku kuliah.