You are on page 1of 23

ECCE III

K3

Kasus

Pasien perempuan 47 tahun mengeluh sesak napas
yang mendadak, berlangsung terus menerus, dan tidak
disertai suara ngik-ngik. Keluhan sesak dirasakan berat
saat bernapas dan tidak membaik dengan perubahan
posisi yang membuatnya sulit untuk melakukan
aktifitas. Pasien juga mengeluh batuk dan penurunan
nafsu makan serta berat badan yang menurun tanpa
alasan yang jelas. Sebelumnya pasien pernah
mendapatkan pengobatan yang membuat kencing
menjadi merah selama 3 bulan.

berat badan turun. lain : sesak nafas : 2 minggu yang lalu : sesak sampai sulit beraktivitas : terus menerus : bernafas :: batuk. berkeringat di malam hari . penurunan nafsu makan.Anamnesis  KU Onset Kualitas Kuantitas Perberat Peringan Kel.

pasien menderita batuk-batuk yang tak kunjung sembuh selama 1 bulan. pasien merasakan sesak yang terus menerus dirasakan semakin parah sehingga pasien memutuskan untuk ke puskesmas . 2 minggu ini. Pasien dinyatakan terkena penyakit TB dan mendapatkan pengobatan dari puskesmas. Kronologis 2 tahun yang lalu. pasien menghentikan pengobatan oleh karena dinyatakan sudah sembuh meskipun harus terus mendapatkan pengobatan. Setelah 3 bulan. 5 bulan yang lalu. pasien mengalami gejala serupa namun belum sempat berobat.

kebersihan lingkungan kurang baik . ventilasi rumah kurang baik. anak 5 masih dalam usia sekolah. RPD : riwayat meminum obat yang menyebabkan kencing berwarna merah selama 3 bulan RPK : suami dengan keluhan batuk dan mengkonsumsi obat yang menyebabkan kencing berwarna merah 1 bulan terakhir RPSos : bekerja sebagai buruh. suami buruh.

darah Suhu RR : 130x/menit : 140/100 mmHg : 38 derajat celcius : 10x/menit Kepala dbn leher Pembesaran KGB coli dextra .Pemeriksaan Fisik  Tanda Vital Nadi Tek.

pembesaran KGB supraclavikula : pulmo dextra redup. pulmo sinistra sonor : suara dasar vesikuler menurun pada pulmo dextra.Thorax Paru-paru Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi Jantung dbn  : asimetris gerak nafas. normal pada pulmo sinistra . pulmo dextra tertinggal : fokal fremitus pulmo dextra lebih rendah dari pulmo sinistra.

 Abdomen dbn Ekstrimitas dbn .

Pemeriksaan penunjang   Foto Rontgen Foto thorax AP menunjukkan gambaran opaque pada seluruh lapang pandang pulmo dextra .

000 sel/dl Eritrosit : 5.  Pemeriksaan darah rutin Leukosit : WBC 12. didapatkan jumlah limfosit 5.00 mmol/L  Analisis cairan pleura dengan thoracosentesis Didapatkan cairan kental berwarna kuning kehijauan.80 mg/dl Ht : 40% Trombosit : 200.000/mm3  Pewarnaan sputum dan cairan pleura BTA : +++  Tes Tuberkulin +  EKG dbn .6 103/μL Hb : 11.00 mmHg Na : 125. Dengan pemeriksaan sitologi.000 sel/ul LED : 40 mm/jam  Pemeriksaan analisis gas darah PO2 : 77.

 Diagnosis Kerja Efusi Pleura Masif e.c Pleuritis TB Diagnosis Banding Pleuritis TB TB Kasus Putus Obat .

Definisi Efusi Pleura  Penumpukan cairan melebihi normal di dalam cavum pleura .

tuberculosis atau pleuritis TB .Definisi Efusi Pleura TB  efusi pleura yang disebabkan oleh M.

Cardiovaskular  Hipoalbuminemia  Hidrothotaks hepatik  Meig’s syndrom  Dialisis peritoneal .Etiologi  Berdasarkan Jenis Cairan o Hemothoraks o Efusi pleura transudatif  Gang.

c. o Efusi pleura eksudatif  pleuritis E. Bakteri piogenik  pleuritis E.c tuberkulosis  Efusi E.c.c fungi  pleuritis E.c neoplasma  Efusi parapneumoni  Penyakit kolagen  AIDS . Virus & mikoplasma  pleuritis E.

Epidemiologi  Secara geografis penyakit ini terdapat di seluruh dunia. diperkirakan terdapat 320 kasus efusi pleura per 100. kasus Efusi Pleura mencapai 2. Di negara – negara industri. . Menurut Depkes RI (2006). bahkan menjadi problema utama di negara – negara yang sedang bekembang termasuk Indonesia.7 % dari penyakit infeksi saluran napas lainya.000 orang.

Patogenesis Efusi Pleura TB  .

 .

segera direabsorpsi oleh saluran limfe Penimbunan eksudat disebabkan oleh peradangan atau keganasan pleura terjadi keseimbangan antara produksi dan reabsorpsi Efusi pleura akan menghambat fungsi paru dengan membatasi pengembangannya. Timbul sesak.Patofisiologi Efusi Pleura  Keadaan normal produksinya meningkat atau reabsorpsinya menurun (abnormal) cairan ke dalam rongga pleura melalui kapiler pada pleura parietalis Cairan pleura cenderung tertimbun pada dasar paru akibat gaya gravitasi. dispneu permeabilitas kapiler atau gangguan absorpsi getah bening .

Penatalaksanaan kasus           Pemasangan WSD Pemberian Oksigen kanul nasal 2L/menit Diberikan cairan IVFD NS 20 tpm Diet tinggi kalori tinggi protein Pemberian analgetik codein 3x10 mg ciprofloxacim 2x400 mg Ceftriaxon 2x1 gram IV Kultur sputum OAT kategori 2 (kasus putus obat) 2(RHZE)S/RHZE/5(RH)3E3 .

  Thorakosentesis (pungsi pleura)  WSD (Water Sealed Drainage)  Pleurodesis .

Torakosintesis  .

 .