You are on page 1of 18

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sebagian besar senyawa organik bahan alam adalah senyawa-senyawa aromatic. Senyawasenyawa ini tersebar luas sebagai zat warna alam yang menyebabkan warna pada bunga, kayu
pohon tropis, bermacam-macam kapang dan lumut termasuk zat alizarin.

Senyawa aromatik ini mengandung cincin karboaromatik yaitu cincin aromatic yang hanya
terdiri dari atom karbon seperti benzene, naftalen dan antrasen. Cincin karboaromatik ini
biasanya tersubstitusi oleh satu atau lebih gugus hidroksil atau gugus lainnya yang ekivalen
ditinjau dari biogenetiknya. Oleh karena itu senyawa bahan alam aromatic ini sering disebut
sebagai senyawa-senyawa fenol walaupun sebagian diantaranya bersifat netral karena tidak
mengandung

gugus

fenol

dalam

keadaan

bebas.

Dalam makalah ini akan diuraikan tentang sejarah flavonoid, macam-macam flavonoid dari
yang sederhana sampai ke senyawa kompleks flavonoid, gugus fungsi yang terdapat pada
flavonoid, sintesis dan isolasi flavonoid, sifat-sifat flavonoid, serta tumbuhan-tumbuhan yang
mengandung flavonoid.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud flavonoid ?
2. Bagaimanakah sifat-sifat kimia dan fisika dari flavonoid ?
3. Pada simplisia tanaman apa sajakah flavonoid berada ?
4. Bagaimana cara isolasi dan identifikasi dari senyawa flavonoid?

Untuk mengetahui isolasi dan identifikasi dari senyawa flavonoid. senyawa ini terdiri dari lebih dari 15 atom karbon yang sebagian besar bisa ditemukan dalam kandungan tumbuhan. 4. bakteri tanah yang bertugas untuk menjaga dan memperbaiki kandungan nitrogen dalam tanah. ungu atau biru. D. PENGERTIAN FLAVONOID Flavonoid merupakan sejenis senyawa fenol terbesar yang ada. Untuk mengetahui simplisia tanaman yang mengandung flavonoid. yaitu semua warna .Bagian tanaman yang bertugas untuk memproduksi flavonoid adalah bagian akar yang dibantu oleh rhizobia. untuk menambah wawasan dan sebagai bahan pelajaran untuk dapat mendeskripsikan senyawa flavonoid. Flavin memberikan warna kuning atau jingga. antodianin memberikan warna merah.C. Tidak ada benda yang begitu menyolok seperti flavonoida yang memberikan kontribusi keindahan dan kesemarakan pada bunga dan buah-buahan di alam.Flavonoid juga dikenal sebagai vitamin P dan citrin. Untuk mengetahui sifat-sifat kimia dan fisika dari senyawa flavonoid 3. Manfaat Penulisan Makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa. Tujuan Penulisan 1. BAB II PEMBAHASAN A. Untuk mengetahui apa yang dimaksud flavonoid 2. dan merupakan pigmen yang diproduksi oleh sejumlah tanaman sebagai warna pada bunga yang dihasilkan.

teh. Sejumlah flavonoida mempunyai rasa pahit sehingga dapat bersifat menolak sejenis ulat tertentu. Bagi tumbuhan.Clure (1986) menemukan pula oleh bahwa senyawa flavonoid yang diekstrak dari Capsicum anunuum serta Citrus limon juga dapat menyembuhkan pendarahan kapiler subkutan. Flavonoid merupakan pigmen tumbuhan dengan warna kuning. dan merah dapat ditemukan pada buah. Senyawa flavonoid adalah suatu kelompok fenol yang terbesar yang ditemukan di alam. penyakit. KLASIFIKASI SENYAWA FLAVONOID Flavonoid merupakan metabolit sekunder yang paling beragam dan tersebar luas. biji. herbivori. serta kualitas nutrisi makanan. B. rempah-rempah. Senyawa flavonoid untuk obat mula-mula diperkenalkan oleh seorang Amerika bernama Gyorgy (1936). Senyawa-senyawa ini merupakan zat warna merah. serta produk pangan dan obat dari tumbuhan seperti minyak zaitun. Secara tidak sengaja Gyorgy memberikan ekstrak vitamin C (asam askorbat) kepada seorang dokter untuk mengobati penderita pendarahan kapiler subkutaneus dan ternyata dapat disembuhkan. Keberadaan flavonoid pada tingkat spesies. kompetisi. batang. interaksi dengan mikrobia. rasa. Mekanisme aktivitas senyawa tersebut dapat dipandang sebagai fungsi „alat komunikasi‟ (molecular messenger} dalam proses interaksi antar sel. Tumbuhan umumnya hanya menghasilkan senyawa flavonoid tertentu. senyawa flavonoid berperan dalam pertahanan diri terhadap hama. kuning jeruk. dengan struktur kimia dan peran biologi yang sangat beragam Senyawa ini dibentuk dari jalur shikimate dan fenilpropanoid. dan obat herbal. sayuran. dengan . yang selanjutnya dapat berpengaruh terhadap proses metabolisme sel atau mahluk hidup yang bersangkutan. Senyawa ini berperan penting dalam menentukan warna. anggur merah. molekul sinyal pada berbagai jalur transduksi. baik bersifat negatif (menghambat) maupun bersifat positif (menstimulasi). serta molekul sinyal pada polinasi dan fertilitas jantan. bunga. Secara biologis flavonoida memainkan peranan penting dalam kaitan penyerbukan tanaman oleh serangga. pelindung terhadap radiasi sinar UV. dormansi biji. bau. kacang. Sekitar 510% metabolit sekunder tumbuhan adalah flavonoid. cokelat.yang terdapat pada pelangi kecuali warna hijau. Mc. herba. ungu dan biru dan sebagai zat warna kuning yang ditemukan dalam tumbuh-tumbuhan. genus atau familia menunjukkan proses evolusi yang terjadi sepanjang sejarah hidupnya.

khususnya tumbuhan berpembuluh. kulit. Substitusi gugus kimia pada flavonoid umum. buah buni dan biji. flavanon. Kebanyakan flavonoid berbentuk monomer. tetapi terdapat pula bentuk dimer (biflavonoid). nectar. dimana dua cincin benzene (C6) terikat pada suatu rantaipropana (C3) sehingga membentuk suatu susunan C6-C3-C6. Flavonoida mempunyai beberapa cirri struktur yaitu: cincin A dari struktur flavonoida mempunyai pola oksigenasi yang berselang-seling yaitu pada posisi 2. Senyawa-senyawa flavonoid terdiri dari beberapa jenis tergantung pada tingkat oksidasi dari rantai propane dari system 1. trimer. tepung sari. Flavonoid banyak terdapat dalam tumbuhan hijau (kecuali alga). di antaranya ada yang mengklasifikasikan flavonoid menjadi flavon. antosianin. flavonol dan antosianidin adalah jenis yang banyak ditemukan di alam sehingga sering disebut sebagai flavonoida utama. terutama suku leguminosae. metilasi dan glikosilasi. flavonon.3-diarilpropana. Kira-kira 2% dari seluruh karbon yang difotosintesis oleh tumbuh-tumbuhan diubah menjadi flavonoid.beberapa alternatif biosintesis. dimana posisi orto dari dari cincin A dan atom karbon yang terikat pada cincin B dari 1. Klasifikasi flavonoid sangat beragam.nya berupa hidroksilasi. Banyaknya senyawa flavonoida ini disebabkan oleh berbagai tingkat hidroksilasi. Flavonoida atau 1. dan kalkon. Masingmasing jenis senyawa flavonoida mempunyai struktur dasar tertentu. Lebih dari 6467 senyawa flavonoid telah diidentifikasi dan jumlahnya terus meningkat. akar. Senyawa-senyawa isoflavonoida dan neoflavonoida hanya ditemukan dalam beberapa jenis tumbuhan. Susunan ini dapat menghasilkan tiga jenis struktur senyawa flavonoida. dicirikan oleh kerangka 15 karbon (C6-C3-C6) yang terdiri dari satu cincin teroksigenasi dan dua cincin aromatis.4 dan 6. dan polimer. flavanol.3-diarilpropana . kayu. Cincin A selalu mempunyai gugus hidroksil yang letaknya sedemikian rupa sehingga memberikan kemungkinan untuk terbentuk cincin heterosiklik dalam senyawa trisiklis. Flavonoid sebenarnya terdapat pada semua bagian tumbuhan termasuk daun. alkoksilasi atau glikosilasi dari struktur tersebut. Flavonoid mempunyai kerangka dasar karbon yang terdiri dari 15 atom karbon. Flavon. yaitu nama dari salah satu flavonoida yang terbesar jumlahnya dalam tumbuhan. Cincin B flavonoida mempunyai satu gugus fungsi oksigen pada posisi para atau dua pada posisi para dan meta aau tiga pada posisi satu di para dan dua di meta. isoflavon. Istilah flavonoid diberikan untuk senyawa-senyawa fenol yang berasal dari kata flavon. bunga. Senyawa-senyawa flavon ini mempunyai kerangka 2-fenilkroman. Flavonoid merupakan turunan fenol yang memiliki struktur dasar fenilbenzopiron (tokoferol). tetramer.3 diarilpropana dihubungkan oleh jembatan oksigen sehingga membentuk cincin heterosiklik yang baru (cincin C). metoksilasi. yaitu: 1.

69 persen dari buah-buahan dan 50 persen dari bunga. yaitu : sianidin. Dalam hal ini. Warna tertentu yang diberikan oleh suatu antosianin. dengan hilangnya sebuah proton dari salah satu gugus fenolnya. Istilah garam flavilium berasal dari nama untuk flavon. Karena itu antosianin harus diekstraksi dari tumbuhan dengan pelarut yang mengandung asam asetat atau asam hidroklorida (misalnya metanol yang mengandung HCl pekat 1%) dan larutannya harus disimpan di tempat gelap serta sebaiknya didinginkan. Flavonoid yang kepolarannya rendah dan yang kadang-kadang terdapat pada bagian luar tumbuhan. Bagian bukan gula dari glukosida itu disebut suatu antosianidin dan merupakan suatu tipe garam flavilium. sianin berada dalam bentuk anionnya. yang berwarna kuning. Dalam cornflower biru. sianin serupa dengan indikator asam-basa. dan semuanya terbentuk dari pigmen sianidin ini dengan penambahan atau pengurangan gugus hidroksil atau dengan metilasi. Kebanyakan warna bunga merah dan biru disebabkan antosianin. Antosianidin terdapat enam jenis secara umum. Dalam sekuntum mawar merah. petunidin. peonidin. malvidin dan delfinidin. Glikosida antosianidin dikenal sebagai antosianin. Warna biru bunga cornflower dan warna merah bunga mawar disebabkan oleh antosianin yang sama. Antosianin tidak mantap dalam larutan netral atau basa. biru.Beberapa senyawa flavonoida yang ditemukan di alam adalah sebagai berikut a) Antosianin Antosianin merupakan pewarna yang paling penting dan paling tersebar luas dalam tumbuhan. yaitu sianidin. paling baik diisolasi hanya dengan merendam bahan tumbuhan segar dalam heksana atau eter selama beberapa menit. daun segar atau daun bunga jangan dikeringkan tetapi harus digerus dengan MeOH. Antosianidin ialah aglikon antosianin yang terbentuk bila antosianin dihidrolisis dengan asam. sianin berada dalam bentuk fenol. Senyawa paling umum adalah antosianidin. pelargonidin. Senyawa ini tergolong pigmen dan pembentuk warna pada tanaman yang ditentukan oleh pH dari lingkungannya. Ekstraksi hampir segera terjadi seperti terbukti dari warna larutan. Secara kimia antosianin merupakan turunan suatu struktur aromatik tunggal. Nama ini berasal dari bahasa Yunani antho-. yakni sianin. sebagian bergantung pada pH bunga. . bunga dan kyanos-. yang merupakan senyawa tidak berwarna. Antosianidin adalah senyawa flavonoid secara struktur termasuk kelompok flavon. Adisi gugus hidroksil menghasilkan flavonol. sianidin yang terjadi dalam sekitar 80 persen dari pigmen daun tumbuhan. Dalam pengidentifikasian antosianin atau flavonoid yang kepolarannya rendah.

ramnosa dan kadangkadang pentosa). Dengan ion logam. Warna pigmen antosianin merah. Perbedaannya adalah bila pada bunga mawar pigmennya berupa garam asam sedangkan pada bunga jagung berupa garam netral. jika enzim menyerang asam askorbat yang akan menghasilkan hydrogen peroksida yang mengoksidasi sehingga antosianin mengalami perubahan warna. Bila air pemasaknya mempunyai pH 8 atau lebih (dengan penambahan soda) maka warna menjadi kelabu violet tetapi bila ditambahkan cuka warna akan mejadi merah terang kembali. Dalam tanaman terdapat dalam bentuk glikosida yaitu membentuk ester dengan monosakarida (glukosa. sebaliknya pada konsentrasi pekat berwarna merah dan konsentrasi biasa berwarna ungu. Pada pemanasan yang tinggi. Pada pH rendah (asam) pigmen ini berwarna merah dan pada pH tinggi berubah menjadi violet dan kemudian menjadi biru. Misalnya pada pemasakan bit atau kubis merah. Dalam pengolahan sayur-sayuran adanya antosianin dan keasaman larutan banyak menentukan warna produk tersebut. Pada konsentrasi yang encer antosianin berwarna biru. pH juga mempengaruhi stabilitasnya. Jika zat warna tersebut memiliki pH sekitar 4 maka perlu ditambahkan larutan buffer asetat. kalengnya perlu mendapat lapisan khusus (lacquer) b) Flavonol flavonol lazim sebagai konstituen tanaman yang tinggi. Karena itu pada pengalengan bahan yang mengandung antosianin. dan terdapat dalam berbagai bentuk . dan biasanya dijumpai pada bunga. antosianin pecah menjadi antosianidin dan gula. Adanya tanin akan banyak mengubah warna antosianin. Zat warna ini juga tidak stabil dengan adanya oksigen dan asam askorbat. Pada umumnya. buah-buahan dan sayur-sayuran. kestabilan dan ketahanan zat warna antosianin akan berubah dan mengakibatkan kerusakan. Asam askorbat kadang melindungi antosianin tetapi ketika antosianin menyerap oksigen. Tetapi jarang makanan mempunyai pH yang sangat tinggi. Antosianin lebih stabil dalam suasana asam daripada dalam suasana alkalis ataupun netral. antosianin membentuk senyawa kompleks yang berwarna abu-abu violet.Stabilitas Antosianin Antosianin secara umum mempunyai stabilitas yang rendah. Warna merah bunga mawar dan biru pada bunga jagung terdiri dari pigmen yang sama yaitu sianin. Selain mempengaruhi warna antosianin. Konsentrasi pigmen juga sangat berperan dalam menentukan warna. dimana dalam suasana asam akan berwarna merah dan suasana basa berwarna biru. zat-zat warna distabilkan dengan penambahan larutan buffer yang sesuai. asam askorbat akan menghalangi terjadinya oksidasi. demikian pula zat warna yang memiliki pH yang berbeda maka harus dilakukan penyesuaian larutan buffer. Sewaktu pemanasan dalam asam mineral pekat. violet. biru. galaktosa. Pada kasus lain.

koreopsin. Phlorizin merupakan β-D-glukosida phloretin. Alasan pokok bahwa khalkon cepat mengalami isomerasi menjadi flavanon dalam satuan keseimbangan.7 –trihidroksiflavon. hibissetin adalah 3.5.4’. tangeretin dan 3’. Bentuk khusus hidroksilasi (C6(A)-C3-C6(B). Genus Melicope mengandung melisimpleksin dan ternatin.4’. dan family Compositea. dan genus citrus mengandung nobiletin. maka ternyata sisa glukosa tidak dapat terlepas dan dihasilkan phloroglusinol β-O-glukosida. Meskipun flavon. e) Auron (Cincin A –COCO CH2 – Cincin B) Auron atau system cincin benzalkumaranon dinomori sebagai berikut : e) Dihidrokhalkon. Phlorizin telah lama dikenal dalam bidang farmasi.5’ heptahidroksiflavon. Coreopsidinae subtribe. ia memiliki kesanggupan menghasilkan kondisi seperti diabetes. terutama sebagai pigmen daun bunga berwarna kuning. diperoleh dalam 2 flavonol yang paling lazim yaitu kaempferol dan quirsetin. Jika glukosida phlorizin dipecah dengan alkali dengan cara yang sama.3’. c) Flavonon d) Khalkon polihidroksi khalkon terdapat dalam sejumlah tanaman. isomer flavanon mngikat 5 gugus hidroksil. Flavonol kebanyakan terdapat sebagai 3-glikosida. 3. seperti halnya hidroksi flavon. dan flavanon pada umumnya terdistribusi melalui tanaman tinggi tetapi tidak terdapat hubungan khemotakson yang jelas.7. .terhidroksilasi. Hidroksiflavonol. Beberapa khalkon misalnya merein. biasanya terdapat dalam tanaman sebagai glikosida. dan stabilisasi mempengaruhi ikatan hydrogen 4-karbonil-5-hidroksil maka menyebabkan keseimbangan khalkon-flavon condong ke arah flavanon. Flavonol alami yang paling sederhana adalah galangin.8. Bila khalkon 2. flavonol. kebanyakan terdapat dalam tanaman Heliantheaetribe. lanseolin yang terdapat dalam tanaman. dalam mana C6 (A) adalah turunan phloroglusional.4-dihidroksi. stillopsin.4-hidroksil atau gugus 2-hidroksil-6-glikosilasi. dan cincin B adalah 4-atau 3.5. Hingga khalkon yang terdapat di alam memiliki gugus 2. Meskipun dihidrokhalkon jarang terdapat di alam.6. namun terdistribusinya di alam tidak lazim.6-dihidroksilasi. Phloretin mudah terurai oleh alkali kuat menjadi phloroglusional dan asam phidroksihidrosinamat. sedangkan yang paling rumit. namun satu senyawa yang penting yaitu phlorizin merupakan konstituen umum family Rosaceae juga terdapat dalam jenis buahbuahan seperti apel dan pear.7-pentametoksiflavon. Struktur khalkon.5.

biazilin. sel lebih terlindung dari pengaruh negatif. sehingga 5-hidroksi-polimetoksiflavon mudah dibuat. Flavon alam 2. algae. asam benzoate yang diturunkan dari cincin A. pembentukan prostaglandin. prosianidin. tetapi ternyata pada mikroba seperti bakteri.2-diarilpropana. jamur dan lumut tidak mengandung isoflavon. flavon stabil terhadap asam kuat dan eternya mudah didealkilasi dengan penambahan HI atau HBr. atau aktivitas „radical scavenging’ suatu molekul. serta telah dapat dimanfaatkan untuk obat-obatan. flavon dan isoflavon.6 dihidroksiflavon (persamaan 1).2diarilpropan) dan merupakan kelompok yang terbesar dalam kelompok tersebut. Namun demikian. Senyawa flavonoid yang dapat berfungsi sebagai anti-inflamasi adalah toksifolin. Sebagai contoh demetilasi 5. Dalam keadaan khusus pembukaan lanjut dapat terjadi (persamaan 2). nepritin. Melalui mekanisme tersebut.f) Flavon Flavon mudah dipecah oleh alkali menghasilkan diasil metan atau tergantung pada kondisi reaksi. . karena mikroba tersebut tidak mempunyai kemampuan untuk mensintesanya. rotenoid dan kumestan. Isoflavon terdiri atas struktur dasar C6-C3-C6. Meskipun isoflavon merupakan salah satu metabolit sekunder. Anti-inflamasi Mekanisme anti-inflamasi terjadi melalui efek penghambatan jalur metabolisme asam arachidonat. haematoksilin. Berdasarkan biosintesa tersebut maka isoflvon digolongkan sebagai senyawa metabolit sekunder. Jenis senyawa isoflavon di alam sangat bevariasi. calkon. Diantaranya telah berhasil diidentifikasi struktur kimianya dan diketahui fungsi fisiologisnya. asam kumarat. Biosintesa tersebut berlangsung secara bertahap dan melalui sederetan senyawa antara yaitu asam sinnamat. Isoflavonoida atau 1. pelepasan histamin. selama demetilasi tata ulang sering teramati. gosipin. dan lain-lain. oleh pengaruh asam kuat dapat menyebabkan pembukaan cincin pada cara yang lain. atau dengan aluminium klorida dalam pelarut inert. Demetilasi gugus 5-metoksi dalam polimetoksiflavon segera terjadi pada kondisi yang cocok. Isoflavon termasuk dalam kelompok flavonoid (1. Berbagai potensi senyawa isoflavon untuk keperluan kesehatan antara lain: a. secara alami disintesa oleh tumbuh-tumbuhan dan senyawa asam amino aromatik fenilalanin atau tirosin. misalnya isoflavon. sehingga dapat meningkatkan viabilitas sel.8-dimetoksiflavon dengan HBr dalam asam asetat menghasilkan 5.

serotonin. histamin. Anti-virus Mekanisme penghambatan senyawa flavonoida pada virus diduga terjadi melalui penghambatan sintesa asam nukleat (DNA atau RNA) dan pada translasi virion atau pembelahan dari poliprotein. (3) penghambatan regulasi siklus sel. fosfatase. Genistein merupakan salah satu komponen yang banyak terdapat pada kedelai dan tempe. dan penyerapan Ca. d.b. (2) penghambatan aktivitas enzim DNA isomerase II. Penyakit kardiovaskuler Berbagai pengaruh positif isoflavon terhadap sistem peredaran darah dan penyakit jantung banyak ditunjukkan oleh para peneliti pada aspek berlainan. khususnya penghambatan pembentukan protein yang mengandung tirosin. Senyawa-senyawa flavonoid lainnya yang digunakan sebagai anti-allergi antara lain terbukronil. proksikromil. Anti-tumor/Anti-kanker Senyawa isoflavon yang berpotensi sebagai antitumor/antikanker adalah genistein yang merupakan isoflavon aglikon (bebas). dan senyawa kromon.5‟ siklik monofast fosfodiesterase.4. Khususnya isoflavon pada tempe yang aktif sebagai antioksidan. e. melalui mekanisme sebagai berikut : (1) penghambatan pembelahan/proliferasi sel (baik sel normal. (3) berinteraksi dengan pembentukan fosfoprotein. yaitu dengan cara pemberian intravena dan juga terhadap penyakit hepatitis B. yaitu sel yang mengandung granula.7. Berbagai percobaan lain untuk pengobatan penyakit liver masih terus berlangsung.trihidroksi isoflavon (Faktor-II). (4) sifat antioksidan dan anti-angiogenik yang disebabkan oleh sifat reaktif terhadap senyawa radikal bebas. Penghambatan sel kanker oleh genistein. Percobaan secara klinis menunjukkan bahwa senyawa flavonoida tersebut berpotensi untuk penyembuhan pada penyakit demam yang disebabkan oleh rhinovirus. yaitu 6. (2) penghambatan pada enzim oxidative nukleosid-3‟. sel yang terinduksi oleh faktor pertumbuhan sitokinin. terbukti berpotensi sebagai anti kotriksi pembuluh darah (konsentrasi 5μg/ml) dan juga berpotensi . c. dan heparin. (5) sifat mutagenik pada gen endoglin (gen transforman faktor pertumbuhan betha atau TGFβ). alkalin. Mekanisme tersebut dapat berlangsung apabila konsentrasi genestein lebih besar dari 5μM. maupun sel kanker payudara yang terinduksi dengan nonil-fenol atau bi-fenol A) yang diakibatkan oleh penghambatan pembentukan membran sel. Anti-allergi Aktivitas anti-allergi bekerja melalui mekanisme sebagai berikut : (1) penghambatan pembebasan histamin dari sel-sel „mast‟.

1-diarilpropana neoflavonoid meliputi jenis-jenis 4-arilkumarin Penggolongan Flavonoid Berdasarkan Jenis Ikatan a. pembentukan LDL (low density lipoprotein). Isoflavon. Estrogen tidak saja berfungsi dalam sistem reproduksi. Dengan kata lain. Pengaruh isoflavon terhadap penurunan tekanan darah dan resiko CVD (cardio vascular deseases) banyak dihubungkan dengan sifat hipolipidemik dan hipokholesteremik senyawa isoflavon. Dimana equol mempunyai struktur fenolik yang mirip dengan hormon estrogen. Walaupun ikatannya lemah. Di sisi lain. dapat terikat dengan _-ER. g. tetapi dengan β-ER mempunyai ikatan sama dengan estrogen. Mekanisme lain penurunan kolesterol oleh isoflavon dijelaskan melalui pengaruh peningkatan katabolisme sel lemak untuk pembentukan energi yang berakibat pada penurunan kandungan kolesterol. Mengingat hormon estrogen berpengaruh pula terhadap metabolisme tulang. Efek estrogenik ini terkait dengan struktur isoflavon yang dapat ditransformasikan menjadi equol. isoflavon dapat melindungi proses osteoporosis pada tulang sehingga tulang tetap padat dan masif. tetapi juga manusia. Neoflavonoida atau 1. menunjukkan bahwa tidak saja kolesterol yang menurun. Beberapa target organ seperti pertumbuhan dada. tulang. 2000). 3. tetapi juga trigliserida VLDL (very low density lipoprotein) dan LDL (low density lipoprotein). Dengan demikian isoflavon dapat mengurangi terjadinya arterosclerosis pada pembuluh darah. tepung kedelai dapat meningkatkan HDL (high density lipoprotein) (Amirthaveni dan Vijayalakshmi. jantung. Flavonoid O-Glikosida dan berbagai dalbergoin . terutama proses kalsifikasi. tetapi juga berfungsi untuk tulang. khususnya efek estrogenik. maka adanya isoflavon yang bersifat estrogenik dapat berpengaruh terhadap berlangsungnya proses kalsifikasi. produksi estrogen menurun sehingga menimbulkan berbagai gangguan. khususnya genistein. Anti kolesterol Efek isoflavon terhadap penurunan kolesterol terbukti tidak saja pada hewan percobaan seperti tikus dan kelinci. dan mungkin juga otak. f. estrogen membutuhkan reseptor estrogen (ERs) yang dapat “on/off” di bawah kendali gen pada kromosom yang disebut _-ER. Estrogen dan Osteoporosis Pada wanita menjelang menopause. Dalam melakukan kerjanya.menghambat. dan empedu responsif terhadap _-ER tersebut. Pada penelitian dengan menggunakan tepung kedelai sebagai perlakuan. Senyawa isoflavon terbukti mempunyai efek hormonal.

senyawa ini memiliki struktur dasar yang serupa yaitu 5. I-5. Biflavonoid yang paling banyak diteliti adalah ginkgetin. sayuran. Banyak berupa glikosida bisulfat yang terikat pada OH fenol yang mana saja yang masih bebas atau pada guIa. isoginkgetin. raminosa. Flavonoid C-Glikosida Gugus gula terikat langsung pada inti benzen dengan suatu ikatan karbon-karbon yang tahan asam. Flavonoid Sulfat Senyawa flavonoid yang mengandung satu ion sulfat atau lebih yang terikat pada OH fenol atau gula. II-8] biflavon). hinokiflavon. Biflavonoid (atau biflavonil. Disakarida juga dapat terikat pada flavonoid misalnya soforosa.4’trihidroksi flavanoid. d. arabinosa.7. Umumnya hanya terdapat pada Angiospermae yang mempunyai ekologi dengan habitat air. b. morelloflavon. flavandiol) merupakan dimer flavonoid yang dibentuk dari dua unit flavon atau dimer campuran antara flavon dengan flavanon dan atau auron. rutinosa dan lain-lain. gentibiosa. II-4’. Hingga kini jumlah biflavonoid yang diisolasi dan dikarakterisasi dari alam terus bertambah.II-3′)apigenin. amentoflavon.3′.. dan ochnaflavon. silosa. robustaflavon. II-5. Jenis gula yang terlibat lebih sedikit dibandingkan dengan O-glikosida. tetapi berbeda pada sifat dan letak ikatan antar flavanoid C. biloba berupa senyawa berwarna kuning yang dinamai ginkgetin (I-4’. II-7tetrahidroksi [I-3’.O-C juga ada. ramilosa. Biflavonoid Senyawa ini mula-mula ditemukan oleh Furukawa dari ekstrak daun G. fruktosa dan kadang-kadang glukoronat dan galakturonat. Secara teknis termasuk bisulfate karena terdapat sebagai garam yaitu flavon OSO3K. pengaruh glikosida ini nenyebabkan flavonoid kurang reaktif dan lebih mudah larut dalam air. arabinosa. Biflavonoid terdapat pada buah. Lazim di temukan gula terikat pada atom C nomor 6 dan 8 dalam inti flavonoid. Gula paling umum adalah galaktosa. I-7-dimetoksi. Gula yang paling umum terlibat adalah glukosa disamping galaktosa.Pada senyawa ini gugus hidroksil flavonoid terikat pada satu gula atau lebih dengan ikatan hemiasetal yang tidak tahan asam.3-dihidroapigeninil-(I. Senyawa. namun yang diketahui bioaktivitasnya masih terbatas. dan bagian tumbuhan lainnya. c. Senyawa ini memiliki ikatan interflavanil C-C antara karbon C-3′ pada masingmasing flavon. Struktur dasar biflavonoid adalah 2. Senyawa Flavonoid Pada Simplisia Tanaman . silosa. Beberapa biflavonoid dengan ikatan interflavanil C.

kencing manis (diabetes militus). sayap kupu-kupu. flavonol. . pelembut kulit. radang kulit bernanah (obat luar). 2. dan tanin Penggunaan : Anti spasmodik dan sedatif 4. Khalkon. Mahoni Nama simplisia : Swieteniae Radix Nama Tanaman Asal : Swietenia mahaboni Jacq. Hibiscus rosasinensidis Radix Nama Tanaman Asal : Hibiscus rosa-sinensis L. Keluarga : Malvaceae Zat berkhasiat : Lendir. bronkitis. sedatif. 3. yang mana dianggap bukan hasil biosintesis melainkan dari tumbuhan yang menjadi makanan hewan tersebut. diuretik. C-Gl ikosida . radang kemih dan sariawanbisul (obat luar). flavonon. radang payudara(obat luar) Anti inflamasi. dan zat samak Penggunaan : Akar : Batuk. Remak Daging Nama simplisia : Hemigraphis coloratae Folium Nama Tanaman Asal : Hemigraphis colorata Hall. flavonoid. analgesik. Angiospermae mengandung senyawa flavonoid kompleks yang lebih banyak. Berikut beberapa contoh tanaman yang mengandung flavonoid 1. rematik. Senyawa biflavonoid banyak terdapat pada subdivisi Gymnospernae sedang isoflavonoid pada suku leguminosae. .Flavonoid sebenarnya terdapat pada semua bagian tumbuhan termasuk daun. demam. haid tidak teratur. bunga. misalnya dalam kelenjar bau berang-berang. dihidrokhalkon. flavon. paku. Keluarga : Meliaceae Zat berkhasiat : Saponin dan flavonoida Penggunaan : Tekanan darah tinggi (hipertensi). Senyawa antosianin sering dihubungkan dengan warna bunga tumbuhan. Pada tumbuhan yang mempunyai morfologi sederhana seperti lumut. dan ekspectoran. buah dan biji. kulit. Hanya sedikit catatan yang melaporkan flavonoid pada hewan. akar.kurang nafsu makan.keputihan. tepungsari. nektar.masuk angin. dan paku ekor kuda mengandung senyawa flavonoid O-GIikosida. sianomaklurin (zat samak). propilis (sekresi lebah). infeksi saluran kemih. Keluarga : Moraceae Zat berkhasiat : Morin. Thumb. Nangka Nama simplisia : Artocarpi Lignum Nama Tanaman Asal : Artocarpus integra Merr. Sianidin umumnya terdapat pada suku Gramineae. kayu. demam. Kembang Sepatu Nama simplisia : Hibiscus rosa-sinensidis Folium.

wasir.gula. diaforetik. sakit maag. bisul (obat luar). Sidaguri Nama simplisia : Sidae Folium Nama Tanaman Asal : Sida rhombifolia L. senyawa kalium : Disentri. memar (obat luar). prokurkumenol. sterol Alkaloid hipaforina. saponin. antiflogostik. Keluarga : Acanthaceae Zat berkhasiat : Alkaloid. stomakik. flavonoida dan politenol : anti malaria 7. pelega perut.saponin. flavonoid. triterpenoid. radang kulit bernanah (obat luar). nyeri hamil rahim membesar. Keluarga : Malvaceae Zat berkhasiat : flavonoid. hars. Roscoe. Antineoplastik.kukumadeol. sineol. kholeretik. . saponin. kurkumol isofuranolgermakrena. natrium. Kulit kina Nama simplisia : Cinchonae Cortex Nama Tanaman Asal : Cinchona succirubra Keluarga : Rubiaceae Zat berkhasiat Penggunaan : alkaloida kinina. antipiretik.minyak lemak. pencernaan tidak baik. 6. Temu Putih Nama simplisia : Zedoariae Rhizoma Nama Tanaman Asal : Curcuma zedoaria Berg. rematik (obat luar) dan sakit kepala (obat luar) Analgesik.Keluarga Zat berkhasiat Penggunaan : Euphorbiaceae : Flavonoid. memar (obat luar). zat pati lendir. dan antipiretik. Penggunaan : Kanker rahim. Keluarga : Zingiberaceae Zat berkhasiat : Minyak atsiri zingiberin. kurkumenol. polifenol Alkaloid yustisina dan minyak atsiri Penggunaan : Haid tidak teratur. Gandarusa Nama simplisia : Gendarusa Folium . polivenol danflavonoid. Gendarusa Radix Nama Tanaman Asal : Justicia gendarussa Burm. diuretik dan sedatif 8. F. patah tulang (obat luar). perdarahan sesudah melahirkan Diuretik dan hemostatik 5. kanker kulit.

Pemisahan senyawa golongan flavonoid berdasarkan sifat kelarutan dalam berbagai macam pelarut dengan polaritas yang meningkat adalah sebagai berikut : 1. Oleh karena itu banyak keuntungan ekstraksi dengan polaritas yang meningkat. disentri. O-Glikosida. ketombe (obat luar) Anti inflamasi.cacing keremi. ekstraksi dilakukan dalam dua tahap. Pertama dengan metanol:air (9:1) dilanjutkan dengan metanol:air (1:1) lalu dibiarkan 6-12 jam. Penyaringan dengan corong buchner. 3. butanol. atau sampai semua metanol menguap dengan ekstraksi menggunakan pelarut heksan atau kloroform (daIam corong pisah) dapat dibebaskan dari senyawa yang kepolarannya rendah. G. Eksem (obat luar). dan karena merupakan senyawa polihidroksi(gugus hidroksil) maka juga bersifat polar sehingga dapat larut dalan pelarut polar seperti metanol. diuretik. aseton. etanol. radang amandel. lalu kedua ekstrak disatukan dan diuapkan hingga 1/3 volume mulamuIa. Flavonoid bebas dan aglikon. dimetil sulfoksida. Isolasi Dengan Charaux Paris . sakit perut. dan analgesik. terpen. batu ginjal. rematik. klorofil. 2. Isolasi dan Identifikasi Flavonoid 1. dimetil formamida. Sifat Fisika dan Kimia Senyawa Flavonoid Flavonoid merupakan senyawa polifenol sehingga bersifat kimia senyawa fenol yaitu agak asam dan dapat larut dalam basa.Penggunaan : Batuk darah. air. Disamping itu dengan adanya gugus glikosida yang terikat pada gugus flavonoid sehingga cenderung menyebabkan flavonoid mudah larut dalam air. gatal (obat luar). malaria.dalam eter . demam.dalam etil asetat. D. usus buntu. Bisul (obat luar). Isolasi Dengan metanol Terhadap bahan yang telah dihaluskan. C-Glikosida dan leukoantosianin dalambutanol dan amil alkohoI. seperti lemak. selesma. santifil dan lain-lain 2.

Dari ketiga fase yang didapat itu langsung dilakukan pemisahan dari komponen yang ada dalam setiap fasenya dengan mempergunakan kromatografi koLom.Serbuk tanaman diekstraksi dengan metanol. .butanol yang kering. ldentifikasi Dengan Reaksi warna 1.Merah krimson untuk golongan fLavonol. Ekstrak etano lpekat dilarutkan dalam air lalu diekstraksi gojog dengan dietil eter dan n-butanol. kemudian ekstrak yang diperoleh dipekatkan dibawah tekanan rendah.Jingga Daerah untuk golongan flavon. 3.reaksi positif jika terjadi warna merah yang intensif atau warna ungu BAB III PENUTUP A. Uji WILSTATER Uji ini untuk mengetahui senyawa yang mempunyai inti δ benzopiron. 4. Uji BATE SMITH MATECALVE Reaksi warna ini digunakan untuk menuniukkan adanya senyawa leukoantosianin. Ekstrak air encer lalu ditambah eter. Fase nbutanol diuapkan maka akan didapatkan ekstrak n . lakukan pemisahan dari kedua fase tersebut.lalu diuapkan sampai kental dan ekstrak kental ditambah air panas dalam volume yang sama. Fase air ditambah lagi pelarut n butanol. Fase air dari hasil pemisahan ditambah lagi pelarut etil. 2. . Warna-warna yang dihasilkan dengan reaksi Wilstater adalah sebagai . Isolasi dengan beberapa pelarut. Metode ini sangat baik dipakai dalam mengisolasi flavonoid dalam tanaman karena dapat dilakukan pemisahan flavonoid berdasarkan sifat kepolarannya. mengandung flavonoid dalam bentuk C-glikosida dan leukoantosianin. Serbuk kering diekstraksi dengan kloroform dan etanol. butanol dan dietil eter. setelah dilakukan ekstraksi. asetat diuapkan sampai kering yang kemungkinan didapat Flavonoid O Glikosida. sehingga dengan demikian didapat tiga fraksi yaitu fraksi kloroform. lakukan ekstraksi kocok. KESIMPULAN berikut: . pisahkan fase eter lalu uapkan sampai kering yang kemungkinan didapat bentuk bebas.Merah tua untuk golongan flavonon.

scribd. Zedoariae Rhizoma 6. aseton. Gendarusa Radix 8. 2010.edu/Direktori/D%20%20FPMIPA/JUR. Flavonoidmerupakan golongan senyawa bahan alam dari senyawa fenolik yang banyak merupakansebagai pigmen tumbuhan. Online : http://www. . Hernawati. air. 2010. Perbaikan Kinerja Reproduksi Akibat Pemberian Isoflavon dari Tanaman Kedelai. dimetil sulfoksida. Hemigraphis coloratae Folium 5.  Flavonoid merupakan senyawa polifenol sehingga bersifat kimia senyawa fenol yaitu agak asam dan dapat larut dalam basa.upi.  Beberapa contoh simplisia yang mengandung falavonoid 1. Biflavonoid.%20PEND. diakses tanggal 30 Oktober 2010. butanol. dan karena merupakan senyawa polihidroksi(gugus hidroksil) maka juga bersifat polar sehingga dapat larut dalan pelarut polar seperti metanol. Sidae Folium \ DAFTAR PUSTAKA Anonim. Swieteniae Radix 3.com/doc/12754372/D090115AHMBifavonoidxxx.%20BIOLOGI/197003311997022%20%20HERNAWATI/FILE%2012. diakses tanggal 30 Oktober 2010.sinensidis Radix 2. dimetil formamida. Hibiscus rosa-sinensidis Folium. Gendarusa Folium . Online: http://file. Artocarpi Lignum 4. etanol. Disamping itu dengan adanya gugus glikosida yang terikat pada gugus flavonoid sehingga cenderung menyebabkan flavonoid mudah larut dalam air. Flavonoid adalah senyawa polifenol yang banyak terdapat di alam.pdf. Hibiscus rosa. Cinchonae Cortex 7.

.com/SENYAWA-FLAVONOID. and write whatever i know and always hopely that what i write can give help for other people " do thing that usefull for other " i think cause that my parents give me name F.. Sofia.. Diposkan oleh faedah pharm di Thursday.A.-FENIL-PROPANOIDDAN-ALKALOID.. February 07. 2006. my neighbors. Online:http://www. diakses tanggal 30 Oktober 2010. my friend.A. Senyawa Flavonoid.pdf-searcher. semoga bermanfaat.Lenny. 2013 Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to FacebookShare to Pinterest Label: my study pharmacy farmakognosi Newer Post Older Post Home Subscribe to: Post Comments (Atom) what u looking for ??? About Me faedah pharm this blog i dedicated to all people commonly and specifically for my family. Fenil Propanoid dan Alkaloid.D.H :) View my complete profile There was an error in this gadget followers Blog Archive  ► 2014 (1)  ▼ 2013 (15) o ► September (1) o ► August (1) o ► July (4) .html.. my teachers and everyone who know who am i in this blog i want create the real me.E.

norma dan moral merupakan suatu kenya. Latar Belakang Suspensi adalah sediaan yang mengandung bahan obat padat dalam bentuk halus dan tidak l.... Cengkeh/ Clove Nama Latin : Caryophylli Flos Nama Tanaman Asal : Syzygium aromaticum. Latar Belakang Sebagian besar senyawa organik bahan alam adalah senyawa-senyawa aromatic. Bunga ( Flos ) 1..  Hubungan Pancasila sebagai Nilai. salat sunnah. (Linn. dan Moral Nilai. dsbg.1.  PRAKTIKUM VIII SUSPENSION II BAB I PENDAHULUAN I. .o o o  ► June (4) ► May (1) ▼ February (4)  Makalah Reseptor Kanal Ion (Inotropik)  Contoh Simplisia yang Mengandung Terpenoid  Makalah Flavonoid  Contoh Simplisia yang Mengandung Alkaloid ► 2012 (29) Populer Topic  Contoh Nilai – Nilai 5 Sila Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari Ø Sila pertama 1. puasa.) Mer. Keterkaitan nilai.. Melaksanakan ibadah kepada Allah seperti salat fardu. Fungsi dan Tujuan Agama Dalam Realitas Kehidupan Manusia Sehari-hari. BAB I PENDAHULUAN I.  Peran..  Contoh – Contoh Simplisia A. 2.. Ki..1 LATAR BELAKANG Membicarakan peran pada dasarnya membicarakan fungsi atau kegunaan.... norma. Dalam kajian ilmu-i.  Makalah Flavonoid BAB I PENDAHULUAN A. Senyawa-seny.zakat. dan moral adalah konsep-konsep yang saling berkaitan. Norma..