You are on page 1of 19

KOMPLEKSOMETRI

Kompleks adalah dibentuk melalui reaksi ion logam, sebuah kation,
dengan sebuah anion atau molekul netral yang larut namun sedikit terdisosiasi.
Titrasi kompleksometri adalah titrasi berdasarkan pembentukan senyawa
kompleks antara kation dengan zat pembentuk kompleks. Salah satu zat
pembentuk kompleks yang banyak digunakan dalam titrasi kompleksometri
adalah garam dinatrium etiln diamina tetra asetat (dinatrium EDTA).
EDTA merupakan salah satu jenis asam amina polikarboksilat. EDTA
sebenarnya adalah ligan seksidentat yang dapat berkoordinasi dengan suatu ion
logam lewat kedua nitrogen dan keempat gugus karboksil-nya atau disebut ligan
multidentat yang mengandung lebih dari dua atom koordinasi per molekul. Suatu
EDTA dapat membentuk senyawa kompleks yang mantap dengan sejumlah besar
ion logam sehingga EDTA merupakan ligan yang tidak selektif. Dalam larutan
yang agak asam, dapat terjadi protonasi parsial EDTA tanpa pematahan sempurna
kompleks logam, yang menghasilkan produk baru seperti CuHY-.
Faktor-faktor yang membuat EDTA sebagai titrimetri:
1. selalu membentuk kompleks ketika direaksikan dengan ion logam
2. kestabilannya dalam membentuk kelat sangat konstan sehingga reaksi berjalan
sempurna (kecuali dengan logam alkali)
3. dapat bereaksi cepat dengan banyak jenis ion logam
4. telah dikembangkan indikatornya secara khusus
5. mudah diperoleh bahan baku primernya
6. dapat digunakan baik sebagai bahan yang dianalisis maupun sebagai bahan
untuk standardisasI [4]
EDTA akan membentuk kompleks yang stabil dengan semua logam
kecuali logam alkali seperti natrium dan kalium. Logam alkali tanah seperti
kalsium dan magnesium membentuk kompleks yang tidak stabil dengan EDTA
pada pH rendah, karena titrasi logam-logam ini dengan EDTA dilakukan pada
larutan buffer ammonia pH 10. Persamaan reaksi umum pada titrasi
kompleksometri adalah:

Perubahan warnanya dari merah jambu menjadi biru murni. Indikator zat warna ditambahkan pada larutan logam pada saat awal sebelum dilakukan titrasi dan akan membentuk kompleks berwarna dengan sejumlah logam kecil. 6.3. demikian juga pada pH 12. Pada pH 5 senyawa itu sendiri berwarna merah. [1] Indikator yang dapat digunakan untuk titrasi kompleksometri ini antara lain: 1. Hitam Solokrom (Hitam Eriokrom T) Indikator ini peka terhadap perubahan kadar logam dan pH larutan. Larutan indikator ini stabil hampir tanpa batas waktu. Biru Tua Solokrom atau Kalkon Nama lain hitam eriokrom RC mempunyai 2 atom hidrogen fenolat yang dapat terionisasi secara bertahap dengna pK masing-masing 7. marupakan indikator ion logam pertama yang digunakan dalam titrasi EDTA. [3] 5. Mureksida garam monium dari asam purpurat dan anionnya mempunyai struktur (1). 4. Jingga xilenol . Pada pH 8 10 senyawa ini berwarna biru dan kompleksnya berwarna merah anggur. sehingga titik akhir sukar diamati. pada titrasi kalsium secara kompleksometri dengna adanya magnesium ini harus dilakukan pada pH kira-kira 12. Kalmagit Indikator ini mempunyai perubahan warna ayng sama seperti hitam solokrom. 3. Kalsikrom Mempunyai struktur lingkaran dan sangat selektif untuk kalsium. Umumnya titrasi dengan indikator ini dilakukan pada pH 10. berwarna ungu kemerahan pH 9 sampai pH 11 dan biru di atas pH 11.Mn+ + Na2EDTA (MEDTA)n-4 + 2H+ [1] Untuk mendeteksi titik akhir titrasi digunakan zat warna. 2. tetapi warnanya agak lebih jelas dan tajam.5.4 dan 13. Zat ini sebenarnya tidak begitu sesuai sebagai indikator EDTA.

Indikator ini berwarna kuning sitrun dalam suasana asam dan merah dalam suasana alkali. [4] Berikut adalah kurva titrasi kompleksometri Gambar 4. Kurva titrasi 50 mL 0. Titrasi langsung Merupakan metode yang paling sederhana dan sering dipakai. misalnya buffer pH 10 lalu ditambah indicator logam yang sesuai dan dititrasi langsung dangan larutan baku dinatrium edetat. karena itu digunakan pada titrasi dalam suasana asam. dan kelebihan dinatrium edetat dititrasi kembali . untuk senyawa yang membentuk kompleks yang sangat lambat dan ion logam yang membentuk kompleks lebih stabildengan natrium edeta daripada dengan indicator. Kompleks logam-jingga xilenol berwarna merah. dilakukan dengan penambahan pembentuka kopleks pembantu misalnya tartrat. 10. Larutan ion yang akan ditetapkan ditambah dengan buffer. dapat ditambahkan larutan baku dinatrium edetat berlebihan kemudian larutan ditambah buffer pada pH yang diinginkan. B.2. sitrat. dan 12 Macam-macam titrasi komplesometri A. Titrasi kembali Cara ini penting untuk logam yang mengendap dengan hidrokasida pada pH yang dikehendaki untuk titrasi.01 M Ca2+ dititrasi dengan 0. untuk senyaw yang tidak larut misalnya: sulfat. Untuk mecegah pengendapan logam hidroksida atau garam basa dengan buffer.01 M EDTA pada pH 8. atau trietanol amin. Pada keadaan demikian.1. kalsium oksalat.

proton dari dinatrium edetat. Kalsium. Penetapan titik akhir menggunakan indikator asam-basa atau secara potensiometri. Sebagi contoh barbiturate tidat bereaksi dengan EDTA. C. kompleks dipindahkan dengan cara penyaringan dan dilarutkan kembali dalam larutan baku EDTA berlebihan.bismut subkarbonat .kalsium karbonat .bismut subnitrat . Titrasi subtitusi Cara ini dilakukan bila ion logam tersebut memberikan itik akhir yang jelas apabila dititrasi secara langsung atau dengan titrasi kembali. [1] Titrasi kompleksometri digunakan untuk menentukan kandungan garamgaram logam seperti: . D. E. Setelah pengendapan dengan kelebihan Hg(II). Na2H2Y dibebaskan oleh logam berat dan dititrasi dengan larutan baku alkali sesuai dengan persamaan reaksi berikut: Mn+ + H2Y2- (MY)+n-4 + 2H. atau juga ion logam tersebut membentuk komples dengna dinatrium edetat lebih stabil daripada logam lain seperti magnesium dan kalsium.dengan larutan baku ion logam. akan tetapi secara kuantitatif dapt diendapkan dengan ion merkuri dalam keadaan bas sebagai ion kompleks. Titik akhir ditunjukkan dengan pertolongan indikator logam. timbal dan raksa dapat ditetapkan dengan cara ini dengan indikator hitam eriokrom dengan hasil yang memuaskan.[1] Logam larutan yang ditetapkan dengan metode ini sebelum dititrasi harus dalam suasana netral terhadap indikator yang digunakan. Titrasi alkalimetri Pada titrasi ini. Titrasi tidak langsung Cara titrasi tidak langsung dapat digunakan untuk menetukan kadar ion-ion seperti anion yang tidak bereaksi dengna pengkelat.

kesadahan sementara ini dapat dengan mudah dieliminir dengan pemanasan (pendidihan). Karena penyebab dominan/utama kesadahan adalah Ca2+ dan Mg2+. dan Zn dalam bentuk garam sulfat.kalsium hidroksida . Kesadahan ada dua jenis. Mn.kalsium hidrogen fosfat . Mg2+.mangan sulfat - zink sulfat [4] Kesadahan adalah salah satu sifat kimia yang dimiliki oleh air. Penyebab air menjadi sadah adalah karena adanya ion-ion Ca2+.kalsium klorida . atau juga dapat disebabkan karena adanya ion-ion lain dari polyvalent metal (logam bervalensi banyak) seperti Al.kalsium sulfat . dimana sabun ini diendapkan oleh ion-ion Ca2+ dan Mg2+.. khususnya Ca2+ maka arti dari kesadahan dibatasi sebagai sifat/karateristik air yang menggambarkan konsentrasi jumlah dari ion Ca2+ yang dinyatakan sebagai CaCO3. yaitu: . sehingga terbentuk endapan CaCO3 atau MgCO3.Kesadahan sementara adalah kesadahan yang disebabkan oleh adanya garamgaram bikarbonat.kalsium glukonat . . Sr. Fe.magnesium stearat - magnesium sulfat . klorida dan bikarbonat dalam jumlah kecil. Pengertian kesadahan air adalah kemampuan air mengendapkan sabun.magnesium karbonat . seperti Ca(HCO3)2.larutan topikal kalsium pantotenat .

2. [5] Tabel 4. Cal2. Jika air yang mengandung garam-garam tersebut dipanaskan maka akan terjadi senyawa CaCO3 dan MgCO3 yang mempunyai sifat kelarutan kecil di dalam air sehingga dapat diendapkan.2 derajat kesadahan Drajat Kesadahan Ca (ppm) Mg (ppm) CaCO3 mg/L .Proses pengendapan kimia Di dalam proses penghilang kesadahan dengan pengendapan kimia tujuanya adalah untuk membentuk garam-garam kalsium dan magnesium menjadi bentuk garam-garam yang tidak larut. sehingga dapat diendapkan dan dapat dipisahkan dari air. MgCl2. Kesadahan tetap dapat dikurangi dengan penambahan larutan soda kapur (terdiri dari larutan natrium karbonat dan manesium hidroksida) sehingga terbentuk endapan kalium karbonat (padatan/endapat) dan magnesium hidroksida (padatan/ endapan) dalam air.[4] Kation penyebab kesadahan dapat dikurangi atau dihilangkan dengan prosesproses sebagai berikut: . .Ca(HCO3)2 (dipanaskan) Mg(HCO3)2(dipanaskan) CO2(gas) + H2O(cair) + CaCO3(endapan) CO2(gas) + H2O(cair) + MgCO3(endapan) [4] . misal CaSO4. Pertukaran ini berlangsung dengan cara melewatkan air sadah ke dalam tempat butiran yang terbuat dari bahan yang mempunyai kemampuan menukarkan ion. sulfat dan karbonat. kalsium dan magnesium ditukar dengan sodium.Proses pertukaran ion Pada proses pertukaran ion. MgSO4.Kesadahan tetap adalah kesadahan yang disebabkan oleh adanya garam-garam klorida.Pemanasan Penghilang kesadahan dengan cara pemanasan hanya dapat menghilangkan kesadahan sementara yakni garam Ca(HCO3)2 dan Mg(HCO3)2. . Bahan penukar ion pada awalnya menggunakan bahan yang berasal dari alam yaitu greensand yang biasa disebut zeloit.

491 g / mol Penampilan : putih.Lunak < 50 < 2.75 Amonium klorida (NH4Cl) sebuah senyawa anorganik. Masa molar : 17. Merupakan anggota dari asam karboksilat poliamino keluarga ligan. Amonia memberikan signifikasi terhadap gizi kebutuhan organism. sangat larut dalam air. Kristal langsung membentuk gas.5 Kebasahan (pKb) : 4. EDTA 4 . karena mereka larut dalam air. Amonia klorida terjadi secara alami di gunung berapi daerah pembentukan pada batuab volkanik dekat asap-releasing ventilasi (fumarol).34 °C Keasaman (pKa) : 32. Kristal putih garam. baik langsung atau tidak langsung juga merupakan bahan untuk sintesis banyak obat-obatan dan digunakan di banyak produk pembersih.9 1-75 Agak sadah 50-100 2.biasanya mengikat kation logam melalui dua amina dan empat karboksilat.9-5.9-11. Gas ammonia dapat menyebabkan kerusakan paru-paru dan kematian.73 °C Titik didih : -33.9 150-300 Sangat sadah >200 > 11. tidak larut dalam air padat. Mineral ini umumnya terjadi pada pembakaran (dibentuk oleh kondensasi dari gas batubara yang diturunkan).245 EDTA (C10H16N2O5) adalah asam karboksilat poliamino dan berwarna. hidroskopis Titik lebur : 338 °C Keasaman (pKa) : 9. tidak berwarna dengan karateristik berbau tajam.9 75-150 Sadah 100-200 5. .031 g / mol Penampilan : gas yang tidak berwarna dan berbau sangat menyengat Titik lebur : -77. dan cenderung berumur pendek.9 > 300 Amonia (NH3) atau azane adalah senyawa dari nitrogen dan hydrogen. Masa molar : 53.

air minum. Ini dapat dibuat dengan memanaskan alloxantin dalam amonia gas sampai 100 ° C. larutan basa berwarna biru-ungu. hidroskopis Titik lebur : 237-245 °C Keasaman (pKa) : 1. Natrium hidroksida adalah basa yang paling umum digunakan dalam laboratorium kimia. Dalam larutan asam kuat berwarna kuning. menyerap karbon dioksida dari udara bebas.43 . adalah amonium garam dari asam purpura .1g /mol Kebasahan (pKb) : -2. sangat larut dalam air dan akan melepaskan panas ketika dilarutkan.9971 g /mol Penampilan : zat padat putih Titik lebur : 318 °C Titik didih : 1390 °C Densitas : 2. Murexide sedikit larut dalam air. tidak larut dalam dietil eter.19 g / mol Penampila : bubuk ungu kemerahan Natrium hidroksida (NaOH) juga dikenal sebagai soda kaustik atau sodium hidroksida adalah sejenis basa logam kaustik. Masa molar : 39. tekstil.Masa molar : 292. meninggalkan noda kuning pada kain dan kertas. natrium hidroksida digunakan di berbagai macam bidang industri sebagai basa dalam proses produksi bubur kayu dan kertas. Natrium hidroksida membentuk larutan alkalin yang kuat ketika dilarutkan ke dalam air. juga larut dalam etanol dan methanol. larutan asam lemah berwarna ungukemerahan. Natrium hidroksida lembab cair dan secara spontan.5 Murexide (NH4C8H4N5O6) juga disebut ammonium purpurate atau MX.24 g / mol Penampilan : putih. atau dengan uramil mendidih (5aminobarbituric asam) dengan oksida merkuri. sabun dan deterjen. Rumus molekul : NH4C8H4N5O6 Massa molar : 284.

pipet volume .indikator Murexide (NH4C8H4N5O6)-NaCl .air sumur . Preparasi larutan .ammonium klorida (NH4Cl) . Alat-alat yang digunakan .buret .botol aquadest .neraca analitik .termometer B.natrium hidroksida (NaOH) .01 M sebanyak 500 mL .Seng sulfat (ZnSO4) adalah senyawa anorganik dengan rumus ZnSO4 berupa padatan tak berwarna yang merupakan sumber umum dari ion seng larut.75 gram amonium klorida ditambahkan dengan 57 mL larutan amonium pekat) .statif dan klem .etiendiamintetraasetat (HO2CCH2)2NHCH2CH2N(CH 2CO2CO2H)2) .aquadest (H2O) .seng sulfat (ZnSO4) A.membuat larutan natrium hidroksida 2 M sebanyak 100 mL .Erlemeyer . Berat molekul : 161.labu ukur . .01 M sebanyak 100 mL .membuat larutan buffer pH 10 sebanyak 100 mL (6.ammonia (NH3) .pipet tetes .kertas saring .batang pengaduk .indikator EBT-NaCl .membuat larutan seng sulfat 0.47 g/mol Titik lebur : 680 oC Titik didih : 740 oC Densitas : 5.corong .membuat campuran EBT-NaCl dan Murexide-NaCl.beakerglass .gelas arloji .7 g/100 ml A. Bahan-bahan yang digunakan .membuat larutan EDTA 0.

memipet 25 mL larutan seng sulfat 0. Standarisasi larutan EDTA 0.01 M .melakukan percobaan samapi 3 kali.2 Data pengamatan penentuan kesadahan total Keterangan I II III Volume larutan dititrasi .1 4. Menentukan kesadahan total .9 43.B. Data pengamatan standarisasi larutan EDTA Keterangan I II II Volume larutan seng sulfat dititrasi (mL) 102 102 102 Volume larutan EDTA .mengocok lalu menambahkan sedikit indikator EBT-NaCl sampai warna larutan merah anggur .menambahkan kurang lebih 75 mL aquadest dan 2 mL larutan buffer pH 10 .peniter (mL) 5.menambahkan 20 tetes larutan NaOH 2 M dan sedikit indikator Murexide-NaCl . memasukkan ke dalam Erlenmeyer 250 mL .4 Volume rata-rata larutan seng sulfat dititrasi (mL) 43.mengulangi percobaan sampai 3 kali.peniter (mL) 43. C.mentitrasi dengan larutan EDTA 0.memipet 25 mL larutan contoh. memasukkan ke dalam Erlenmeyer 250 mL .mentitrasi dengan larutan EDTA sampai terjadi warna merah anggur .sampel (mL) 25 25 25 Volume larutan EDTA .1 42.01 M sampai warna lasrutan menjadi biru .8 .4 5 Volume rata-rata larutan yang dititrasi-sampel (mL) 4.5.1 4.01 M.

6. Data pengamatan perubahan standarisasi EDTA Standarisasi larutan EDTA Perubahan Warna Larutan titran dengan indicator EBT-NaCl ZnSO4 + Larutan bufer Standarisasi larutan EDTA ZnSO4 + Larutan buffer + EDTA Merah anggur H+ Biru Tabel 4. Data pengamaan perubahan penentu kadar Mg2+ Menentukan kesadahan tetap Perubahan Warna Larutan titran dengan indicator EBT-NaCl Larutan sampel + NaOH + EBT NaCl Penentuan kadar Mg2+ dengan Murexide-NaCl Larutan sampel + NaOH + EBT NaCl + EDTA Ungu Merah angur Persamaan Reaksi A.6.9 Tabel 4. Menentukan kadar Ca2+ dan Mg2+ CaIn-(merah) + H+ (kalsium EDTA) (hidrogen) (Khopkar) .3 9.peniter (mL) 10.4. Standarisasi larutan EDTA Zn2+ + HIn2-(biru) (seng) (EDTA) ZnIn-(merah) + (seng EDTA) H+ (hidrogen) (Khopkar) B.6. Data pengamatan perubahan penentuan kadar Ca2+ Menentukan kesadahan total Perubahan Warna Larutan titran dengan indicator Murexide-NaCl Larutan sampel + NaOH + Murexide NaCl Penentuan kadar Ca2+ dengan EDTA Larutan sampel + NaOH + Murexide NaCl + EDTA Ungu Merah anggur Tabel 4.5.sampel (mL) 25 25 25 Volume larutan EDTA .1 10.6.Data pengamatan penentuan kesadahan tetap Keterangan I II III Volume larutan dititrasi . Menetukan kandungan Ca2+ Ca2+ + HIn2-(biru) (Kalsium) (EDTA) C.2 Volume rata-rata larutan yang dititrasi-sampel (mL) 9.

tidak hanya dalam titrasi . Reaksi-reaksi pembentukan kompleks atau yang menyangkut kompleksbanyak sekali. sedangkan secara teori 0. Selain . Karena pada pH diatas 11. Memahami Kesadahan .Kompleksometri ialah jenis titrasi dimana titrant dan titrat sailing mengkompleks.(merah) + H+ (magnesium EDTA) (hidrogen) (Khopkar) (EDTA) Pembahasan 1. jadi membentuk hasil berupa kompleks. kesadahan tetap menggunakan indikator Murexide.Perubahan warna terjadi karena larutan tersebut sudah mencapi titik ekuivalen .Kesadahan air adalah kandungan mineral-mineral tertentu di dalam air.Ca2+ + (kalsium) Mgy2-(biru)- Cay2.01M. sedangkan air lunak adalah air dengan kadar mineral yang rendah. dan penerpan juga banyak.Penambahan indikator bertujuan untuk mengetahui kadar kesadahan total dan kesadahan tetap. murexide berubah menjadi biru . 2. Air sadah adalah air yang memiliki kadar mineral yang tinggi. umumnya ion kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) dalam bentuk garam karbonat.Konsentrasi EDTA yang didapat pada saat praktikum adalah 0.Menentukan kesadahan air menggunakan titrasi karena untuk menentukan kesadahan diperlukan volume titrasi dari air sampel .00575M. Kesadahan tetap menggunakan indikator EBTNaCl.EDTA sbagai lartan baku skunder karena EDTA lalu membentuk kompleks ketika direksiakan dengan ion logam dan kestabilan EDTA sangat konstan sehingga reaksi sempurna - ZnSO4 sebagai larutan baku primer karena mudah bereaksi dengan larutan EDTA . Memahami Kompleksometri .+ (magnesium) (kalsium EDTA) Mg2+ + Hin2-(biru) (magnesium) Mg2+ (magnesium) MgIn. Ini disebabkan karena EDTA membentuk senyawa kompleks yang lebih stabil.

Kesimpulan . tingkat kesadahan mencapai 80.ion kalsium dan magnesium.Kompleksometri merupakan titrasi dimana reaksi antara titran dan titrat membentuk senyawa kompleks . kami menyimpulkan bahwa kesadahan air.Penyebab kesalahan dari pratikum yang kami lakukan. air tersebut masih bisa digunakan karena masi di baha batas kesadahan air Kadar Ca pada air sampel yang ketiga. sabun akan menghasilkan busa yang banyak .2872 ppm air tersebut sudah tidak bisa digunakan karena melampaui batas kesadahan air . berbeda-beda tergantung air yang kita uji dan tingkat kesadahan air tersebut.4 ppm.6 ppm.Kadar kesadahan dalam air sampel Kadar Ca dalam air sampel Kandungan Ca pada air sampel sumur 1 yang pertama mencapai 81.Berdasarkan praktikum yang telah kami lakukan. Metode paling sederhana untuk menentukan kesadahan air adalah dengan sabun. Kadar Ca pada air sampel sumur 2 tingkat kesadahan mencapai 70. peimbangan tidak bisa dipastikan secara sempurna karena menggunakan timbangan neraca . kami menyimpulkan kesalahan yang terjadi karena faktor penimbangan EDTA. air tersebut masih bisa digunakan karena masih dalam ambang batas kesadahan air. Dalam air lunak. penyebab kesadahan juga bisa merupakan ion logam lain maupun garam-garam bikarbonat dan sulfat. mengunakan air kran tingkat kesadahan mencapai 80 ppm air tersebut masih bisa digunakan karena masih di bawah batas kesadahan air Kadar Mg dalam air sampel Kadar Mg pada air sammpel sumur 1.

mengunakan air kran tingkat kesadahan mencapai 79. . Kadar Ca dan Mg dalam air sampel yang ketiga mencapai 163 ppm air masih bisa digunakan karena pada batas normal kesadahan air Kompleksometri 1. 2. Pembuatan larutan NaOH 2 M M NaOH = 2M = W = 8 gram Jadi untuk membuat larutan standard NaOH 2 M yaitu dengan menimbang 8 gram NaOH dan melarutkannya didalam labu ukur 100 mL sampai tanda batas.161 gram Jadi untuk membuat larutan standard ZnSO4 0. air masih bisa digunakan Kadar Ca dan Mg dalam air sampel yang kedua mencapai 364 ppm air tidak bisa digunakan karena melebihi ambang batas kesadahan air.01 M yaitu dengan menimbang 0.Kadar Mg pada air sampel sumur 2 tingkat kesadahan mencapai 71.161 gram ZnSO4 dan melarutkannya didalam labu ukur 100 mL sampai tanda batas. air terseb ut sudah tidak bisa digunakan karena melampaui batas kesadahan air Kadar Ca dan Mg dalam air sampel Kadar Ca dan Mg dalam air sampel yang pertama mencapai 165 ppm.3448 ppm. Pembuatan larutan standard seng sulfat 0. air tersebut sudah tidak bisa digunakan karena melampaui batas kesadahan air Kadar Mg pada air sampel 3.01 M = W = 0.01 M M ZnSO4 = 0.704ppm.

1 mL .46 gram dan melarutkannya didalam labu ukur 500 mL sampai tanda batas.9 mL VEDTA3 = 43.01 M = W = 1.00575 M.47 mL VZnSO4 × MZnSO4 = VEDTA × MEDTA 25 × 0.01 M yaitu dengan menimbang 1. 5.01 M VEDTA1 = 5. Perhitungan Standarisasi Diketahui : MZnSO4 = 0. 4. Pembuatan larutan standard EDTA 0.01 M MEDTA = 0.01 M VEDTA1 = 43.01 M V ZnSO4 = 25 mL MEDTA = 0.1 mL VEDTA2 = 43.00575 M Jadi Molaritas EDTA adalah 0.47× MEDTA MEDTA = 0. Menentukan kadar Ca2+ Diketahui : V sampel1 = 25 mL V sampel2 = 25 mL V sampel3 = 25 mL MEDTA = 0.01 = 43.3.4 mL Vrata-rata = = = 43.46 gram Jadi untuk membuat larutan EDTA 0.

2 mL .6 ppm Jadi kadar Ca2+ dari air sampel 1(air sumur 1 ) adalah 81.1 mL VEDTA3 = 10. Ca2+ = = = 70.3 mL VEDTA2 = 9. 6.VEDTA2 = 4. Ca2+ = = = 80 ppm Jadi kadar Ca2+ dari air sampel 3(air kran) adalah 80 ppm. Menentukan kadar Ca2+ dan Mg2+ Diketahui : V sampel1 = 25 mL V sampel2 = 25 mL V sampel3 = 25 mL MEDTA = 0.4 mL VEDTA3 = 6 mL BM Ca2+ = 40 Ditanya : Kadar Ca+ pada tiap-tiap sampel? Ca2+ = = = 81.4 ppm.4 ppm Jadi kadar Ca2+ dari air sampel 2 (air sumur 2) adalah 70.01 M VEDTA1 = 10.6 ppm.

7.3 BM CaCo3 = 100 .4 ppm Kadar Ca2+sampel3 2+ = 80 ppm 2+ Kadar Ca dan Mg sampel1 = 412 ppm Kadar Ca2+ dan Mg2+sampel2 = 364 ppm Kadar Ca2+ dan Mg2+sampel3 = 408 ppm BM Mg2+ = 24. Ca2+ dan Mg2+ = = = 364 ppm Jadi kadar Ca2+ dan Mg2+ dalam air sampel 2 (air sumur 2) adalah 364 ppm.6 ppm Kadar Ca2+sampel2 = 70. Menentukan kadar Mg2+ Diketahui : Kadar Ca2+sampel1 = 81.BMCaCO3 = 100 Ditanya : Kadar Ca2+dan Mg2+ ? Ca2+ dan Mg2+ = = = 412 ppm Jadi kadar Ca2+ dan Mg2+ dalam air sampel 1 (air sumur 1) adalah 165 ppm. Ca2+dan Mg2+ = = = 408 ppm Jadi kadar Ca2+ dan Mg2+ dalam air sampel 3 (air kran) adalah 163 ppm.

704 ppm.2872 ppm Jadi kadar Mg2+ dalam air sampel 1 (air sumur 1) adalah 80.704 ppm Jadi kadar Mg2+ dalam air sampel3 (air kran) adalah 79.243 = 71.6 × 0.3448 ppm.4) × ] = 293. Mg2+ = [(Kadar Ca2+ dan Mg2+sampel3) –Kadar Ca2+sampel3)] × = [(408) – 80) × ] = 328 × 0.2872 ppm.6) × ] = 330.4 × 0.Ditanya : Kadar Mg2+ pada tiap-tiap sampel? Mg2+ = [(Kadar Ca2+ dan Mg2+sampel1) – Kadar Ca2+sampel1)] × = [(412) – 81.243 = 80. .3448 ppm Jadi kadar Mg2+ dalam air sampel2 (air sumur 2) adalah 71.243 = 79. Mg2+ = [(Kadar Ca2+ dan Mg2+sampel2) – Kadar Ca2+sampel2)] × = [(364) – 70.

J. 2007.pdf BAB9 Sadah Air.http//www. 1990.Vogel Kimia Analisis Kuatitatif Anorganik. Khopkar.http//www. 5. Ibnu.com/12/05/2012. . Pustaka Belajar. Buku Kedokteran EGC. 3. 2. Yogyakarta. Gholib.wikipedia. (____. 1994. Kimia Farmasi Analisi. Basset. 4. Jakarta.com/27/04/2012.DAFTAR PUSTAKA 1. Universitas Indonesia. konsep Dasar Kimia Analitik. (____.