You are on page 1of 14

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR I

REAKSI KIMIA PADA SIKLUS LOGAM TEMBAGA

Oleh :
Putu Sri Gayatri
1408105013
Kelompok 5

JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS UDAYANA
2014

Secara sederhana reaksi kimia dapat diartikan sebagai pencampuran satu atau lebih unsur atau senyawa menjadi unsur atau senyawa yang baru. Endapan adalah zat yang memisahkan diri sebagai fase padat dari larutan.Reaksi Kimia Pada Siklus Logam Tembaga I Tujuan Percobaan Mempelajari perubahan kimia yang terjadi pada siklus logam Cu. Hal ini membuktikan bahwa suatu zat atau unsur yang bereaksi dapat mengalami perubahan warna  Timbul endapan Endapan yang ada merupakan zat baru yang terbentuk akibat akibat pencampuran 2 macam zat. Hal ini dapat membuktikan bahwa peristiwa reaksi kimia dapat menghasilkan gas. dimana dalam prosesnya melibatkan pergerakan elektron dalam pembentukan atau pemisahan ikatan kimia. maka dihasilkan larutan Cu(OH)2 warna larutan menjadi lebih muda. Contohnya larutan Cu(NO3)2 dan larutan .reaksi kimia yang menyebabkan perubahan kimia yang sesungguhnya sering kita rasakan dalam kehidupan. perubahan yang terjadi dapat kita amati dari salah satu atau beberapa peristiwa ini :  Timbulnya gas Dalam reaksi kimia adanya gas yang terbentuk ditunjukkan dengan munculnya gelembung-gelembung dalam larutan yang direaksikan. Contohnya jika Cu direaksikan dengan larutan HNO3 akan timbul gelembung-gelembung kecil sebagai tanda menghasilkan gas NO. II Dasar Teori Reaksi kimia adalah reaksi yang terjadi antara unsur kimia atau senyawa kimia.  Terjadi perubahan warna Contohnya jika larutan Cu(NO3)2 berwarna biru terang direaksikan dengan larutan NaOH warna bening. Reaksi.

NaOH direaksikan. Dalam reaksi reaksi kimia zat yang mengalami perubahan disebut zat pereaksi (reaktan) dan zat yang terbentuk disebut hasil reaksi (produk). Bau tidak sedap yang terhirup dapat membuktikan bahwa perubahan kimia terjadi.  Tercium adanya bau baru Pencampuran suatu zat dapat menimbulkan adanya bau yang khas. Dalam mereaksikan suatu zat. Segala perhitungan dalam reaksi kimia melibatkan stoikiometri. Stoikiometri merupakan sesuatu yang amat vital dan fatal dalam perhitungan kimia. Contohnya jika logam Cu dengan larutan HNO3 maka salah satu hasilnya adalah gas NO (nitrogen monoksida) yang menyebabkan bau tidak sedap. Faktor-faktor ini dapat diamati secara langsung untuk mengetahui apakah reaksi kimia terjadi atau tidak. yang menyatakan bahwa : setiap reaksi kimia. massa zat – zat setelah bereaksi adalah sama dengan zat sebelum . Hal ini membuktikan bahwa adanya endapan merupakan salah satu ciri terjadinya perubahan kimia yang dapat teramati secara langsung. Dalam persamaan reaksi kimia zat atau unsur pereaksi diletakan disebelah kiri dan hasil reaksi diletakan disebelah kanan. Diantara dua sisi tersebut digabungkan dengan tanda kesamaan (=) atau tanda panah (→). yaitu : - Reaksi eksotern : merupakan reaksi pembebasan panas dari sistem ke lingkungan sehingga suhu lingkungan bertambah - Reaksi endoterm : merupakan reaksi penyerapan panas dari lingkungan ke sistem sehingga suhu lingkungan berkurang. Pada persamaan reaksi kimia berlaku Hukum Kekekalan Massa. Perubahan suhu dapat dibedakan menjadi dua. sangat diperlukan ketelitian dalam menghitung banyaknya suatu zat yang akan direaksikan.  Terjadi perubahan suhu Perubahan suhu yang terjadi seperti dari normal menjadi hangat atau sebalinya merupakan ciri telah terjadi perubahan kimia. Perhitungan zat atau unsur yang terlibat dalam reaksi kimia disebut stokiometri. terbentuklah endapan berwarna hitam pekat. Konsep mol merupakan kelanjutan dari stoikiometri.

Hubungan Mol dengan Volume Zat dalam keadaan STP  Mol gas x  Volume gas x (STP) = Mol gas X .02 x 1023 Untuk senyawa (Molekul) mol . c. Zat-zat yang bereaksi dengan zat-zat hasil reaksi dihitung berdasarkan partikel-partikel zat tersebut. Hubungan Mol dengan Molaritas   b. Berikut ini adalah konsep dasar stokiometri dengan skema sebagai berikut: a.4 L Hubungan Mol dengan Massa Zat - Untuk unsur (Atom) - mol d. 22.bereaksi. Hubungan Mol dengan Jumlah Partikel  Mol zat  Jumlah partikel = mol x 6.

Dengan hati – hati ditambahkan larutan HNO3 sebanyak 2 ml ke dalam gelas beker yang berisi logam Cu. Kemudian dipotong kecil – kecil. hingga logam Cu habis bereaksi.2 gram. Jadi simpulannya sebagai berikut: Perbandingan koefisien setara dengan perbandingan mol. . dan dimasukan ke dalam gelas beker 250 ml. mol merupakan penyederhanaan dari dari jumlah partikel sehingga perbandingan mol setara dengan perbandingan jumlah pertikel yang juga setara dengan perbandingan koefisien. Lalu gelas kimia ditutup dengan gelas arloji. mol zat x III mol zat y Alat dan Bahan Alat yang digunakan adalah : - Gelas beker 250 ml - Alat pemanas (Streambath) - Gelas arloji - Pipet tetes - Gunting - Botol semprot - Gelas ukur - Lap - Batang pengaduk Bahan yang digunakan adalah : IV - Logam Cu 0.2 gram - Air suling - Larutan HNO3 - Larutan H2SO4 - Larutan NaOH - Logam Fe Cara Kerja Langkah I ( Reaksi antara logam Cu dengan Asam Nitrat (HNO3) ) Logam Cu diambil dan ditimbang dengan teliti sebanyak 0. Kemudian hasil reaksi disimpan untuk pengerjaan reaksi berikutnya.Pada prinsipnya.

Hal ini mungkin terjadi karena penambahan Fe yang berlebih. Setelah dingin. Setelah larutan mendidih dan warnanya menjadi hitam. dengan diaduk sampai tidak terlihat perubahan yang dapat teramati lagi. ini bisa dilihat dari tidak timbulnya gas. hasilnya disimpan untuk pengerjaan berikutnya. . Langkah V ( Penambahan Logam Fe ) Logam Fe sebanyak 0. Proses pencucian diulangi dengan menggunakan air suling dan didekantasi kembali. Kemudian larutan disimpan untuk percobaan berikutnya. Kemudian larutan disimpan untuk langkah berikutnya. antara Cu dan Fe menyatu sehingga dekantasi untuk mendapat Cu tidak dapat dilakukan. Langkah III ( Pemanasan ) Sebanyak 50 ml air suling ditambahkan ke dalam gelas kimia yang masih berisi larutan pada langkah kedua. lalu gelas kimia ditutup dengan kaca arloji dan dibiarkan reaksi kimia berlangsung hingga Fe habis bereaksi. Batang pengaduk yang digunakan dicuci dengan aquades untuk melepas partikel yang melekat.5 ml ke dalam gelas kimia.2 gram diambil kemudian dimasukkan ke dalam gelas kimia yang masih berisi larutan langkah sebelumnya. Langkah IV ( Penambahan Larutan H2SO4 ) Dilakukan penambahan larutan H2SO4 sebanyak 1. Langkah VI ( Mendapatkan Cu kembali ( Recovery Cu ) Langkah ini tidak dapat dilakukan karna hasil dari langkah 5 tidak sempurna. larutan diambil untuk di dekantasi. Kemudian gelas kimia beserta larutannya dipanaskan dengan terus diaduk perlahan sampai larutan mendidih. Padatan yang tersisa kemudian ditambah dengan 50 ml air suling. larutan dengan gelas kimia diangkat dan didinginkan. biarkan zat padat kembali mengendap.Langkah II ( Penambahan Larutan NaOH ) Hasil reaksi dalam gelas kimia pada langkah pertama ditambahkan larutan NaOH 1 M dengan volume 6 ml. larutan dituangkan dengan hati – hati sambil diaduk. kemudian di dekantasi lagi.

2 gram. 2 Dilakukan penambahan Setelah ditambahkan NaOH reaksi yang NaOH dialami adalah Cu(NO3)2 + 2NaOH Cu(OH)2 + 2NaNO3. saat kembali muncul endapan. Warnanya menjadi biru 3 Dilakukan penambahan air Saat ditambahkan air suling endapan kembali suling kemudian dipanaskan tercampur dan warnanya masih biru. dipotong kecil dan padat dengan warna coklat kemerahan dimasukkan kedalam gelas ditambahkan larutan HNO3 dan terjadi reaksi beker serta ditambahkan 3Cu + 8HNO3 HNO3 (Asam Nitrat) 4H2O sehingga 3Cu(NO3)2 + 2NO + terjadi perubahan pada campuran logam dan larutan yaitu muncul gelembung-gelembung kecil yang berwarna biru muda. Setelah dipanaskan dengan diaduk sampai mendidih larutan menjadi berwarna hitam karena terjadi reaksi Cu(OH)2 larutan sudah dipanaskan dingin CuO + H2O. 4 Ditambahkan larutan H2SO4 Setelah penambahan larutan H2SO4 terjadi perubahan pada endapan yang awalnya berwarna hitam menjadi berwarna biru bening tanpa endapan. CU yang tidak habis bereaksi diawal terlihat kembali. Sesuai reaksi yang terjadi CuO + H2SO4 + H2O CuSO4 . Endapan dan cairan beningnya kemudian dipisahkan dengan didekantasi sebanyak 2x.V Data pengamatan Langkah Perlakuan Hasil pengamatan 1 Logam Cu diambil sebanyak Logam Cu yang semula berbentuk lempengan 0. Serta dihasilkan gas berbau dan beracun bila terhirup (dalam gelas tertutup terlihat gas berwarna kekuningan).

Setelah gelembung2 minggu didiamkan warna larutan menjadi oranye pekat. Sehingga dekantasi untuk mendapat Cu tidak dapat dilakukan. Hal ini mungkin karena penambahan Fe yang berlebih. 6 Cu didapatkan (recovery Cu) kembali Langkah tidak dapat saya lakukan karena Cu dan Fe tercampur. Larutan menjadi berwarna kehijauan bening dan gelembung munculnya kecil. VI Pembahasan Langkah I Pada percobaan ini terjadi reaksi antara logam Cu dan larutan HNO3 sesuai persamaan reaksi dibawah ini : 3Cu(s) + 2HNO3(aq) → 3Cu(NO3)2(aq) + 2NO(g) + H2O(l) Sehingga reaksi menjadi : 3Cu(s) + 8HNO3(aq) → 3Cu(NO3)2(aq) + 2NO(g) + 4H2O(l) .5 Dilakukan penambaha logam Setelah dilakukan penambahan serbuk logam Fe (besi) Fe terjadi reaksi CuSo4 + Fe Cu + FeSO4.

- Wujud : padatan - Bentuk : pipih (lempengan pipih) - Warna : coklat kemerahan - Massa : 0. Timbul gas NO yang beracun dan berwarna kekuningan. Berikan penjelasan tentang larutan NaOH yang digunakan.008 mol M HNO3 = 4 M= V = 0.2 gram b. Amati perubahan kimia yang terjadi dan jelaskan reaksinya. 3Cu(s) + 8HNO3(aq) → 3Cu(NO3)2(aq) + 2NO(g) + 4H2O(l) n Cu = = = 0. Cu mulai bereaksi yang ditandai dengan adanya gelembung dan berubahnya larutan HNO3 dari warna bening menjadi biru. - Wujud : cair - Warna : bening - Bentuk : larutan - Kemolaran : 1 M - Volume : 6 ml . jadi volume HNO3 yang diperlukan adalah 2 mL c.002 L .003 = 0. Berikan penjelasan tentang logam Cu meliputi warna dan bentuknya.Logam Cu = 0.003 mol n HNO3 = x 0. Pada saat HNO3 dimasukan. Langkah II Reaksi yang terjadi pada langkah ini adalah Cu(NO3)2(aq) + 2NaOH(aq) → Cu(OH)2(s) + 2NaNO3(aq) a.2 gram a. Hitunglah jumlah larutan NaOH yang diperlukan.

Setelah dipanaskan sampai mendidih Cu yang berada dalam larutan mulai mengendap. Sebagai senyawa apakah logam Cu pada akhir langkah ini? Cu dalam langkah ini berbentuk Cu(OH)2 karena Cu dalam Cu(NO3)2 bereaksi dengan NaOH membentuk Cu(OH)2 sebagai penyebab warna larutan menjadi biru pekat. Hitung jumlah larutan NaOH yang diperlukan Cu(NO3)2(aq) + KOH(aq) → Cu(OH)2(s) + KNO3(aq) Cu(NO3)2(aq) + 2NaOH(aq) → Cu(OH)2(s) + 2NaNO3(aq) Menjadi : 1 : 2 : 1 : 2 Keterangan : Mol Cu = mol Cu(NO3)2 Cu(NO3)2 = 0. Amati dan catat perubahan yang terjadi. Berlangsungnya reaksi kimia dapat diamati dari perubahan warna menjadi biru pekat dan ditujukan dengan fakta timbul endapan setelah didiamkan.006 L = 6 mL c.003 mol Mol NaOH = = =0. . d. Endapan Cu pada awalnya berwarna biru berubah menjadi warna hitam.b.006 Karena NaOH yang digunakan adalah 1M maka Volume NaOH yang diperlukan adalah M= 1=  V = 0. Amati perubahan kimia yang terjadi dan jelaskan reaksinya. LANGKAH III a.

Berikan penjelasan tentang larutan H2SO4 yang digunakan! - Wujud : cair - Bentuk : larutan - Warna : bening - Kemolaran : 2 M - Volume : 8 ml b. Amati dan catat perubahannya. Karena jumlah mol Cu = CuO = Cu(NO3)2 maka jumlahnya adalah 0. Mol H2SO4 = M= 2=  V = 0.5 mL Jadi penambahan H2SO4 ke dalam CuO = 1. Perubahan yang terjadi: . Hitung banyaknya asam sulfat yang digunakan. Tuliskan reaksi yang dialami senyawa Cu.Hasil setelah dipanaskan sampai mendidih: CuO : hitam pekat dan mengendap H2O : cairan yang berwarna putih bening (terpisah dengan endapan setelah didinginkan) b.5 ml.0015 L = 1.008 mol. c. Cu(OH)2(s) dipanaskan CuO(s) + H2O(l) LANGKAH IV Reaksinya yang terjadi saat ditambahkan H2SO4 adalah : CuO(s) + H2SO4(aq) → CuSO4(aq) + H2O(l) 1 : 1 : 1 : 1 a.

Tuliskan reaksi kimia yang dialami oleh senyawa tembaga. Tuliskan reaksi kimia yang terjadi! CuSO4(aq) + Fe(s) → Cu(s) + FeSO4(aq) 4. 2. Perubahan warna larutan menjadi kehijauan c. b. Timbul endapan Cu yang berwarna merah bata berbentuk serbuk. Zat yang bereaksi mengendap Zat yang bereaksi mengendap. Sebagai apa senyawa logam Cu sekarang? CuSO4 Langkah V 1.- Adanya perubahan warna menjadi biru muda seperti semula - Zat yang bereaksi telah habis terlarut - Cu yang tidak habis bereaksi ditahap awal muncul kembali d. 3. Cu telah terbentuk kembali dalam bentuk serbuk berwarna merah kecoklatan karena fe yang ditambahkan telah mengikat SO4 yang pada awalnya diikat oleh Cu. Perubahan kimia yang berlangsung antara lain: a. Hal ini karena kesalahan dan kurang telitinya kami saat . Hitung berat logam Fe yang diperlukan. Amati dan catat perubahan kimia yang berlangsung. Dalam hal ini logam Fe tidak dilakukan perhitungan logam Fe karena hanya dikira-kirakan sebanyak 0.2 gram setara dengan logam Cu yang digunakan diawal. Sebagai apakah Cu sekarang? Cu (aq) Langkah VI Pada langkah 6 kelompok kami tidak dapat melakukan perhitungan massa Cu dan rendemennya karena pada Cu dan Fe menyatu. CuO(s) + H2SO4(aq) → CuSO4(aq) + H2O(l) e.

Kimia Dasar : Konsep – konsep Inti Jilid I Edisi Ketiga. Jurusan Kimia FMIPA. Bali Chang. Jika didekantasi dan direcovery maka massa yang didapat adalah massa Cu yang bercampur dengan Fe. Raymond. Perubahan kimia yang terjadi pada siklus logam Cu dapast diamati secara langsung melalui beberapa peristiwa yaitu :  Timbulnya gas  Terjadi perubahan warna  Timbul endapan  Terjadi perubahan suhu  Tercium adanya bau baru 2.html.2014.com/materi-kimia-kelas-xi/laju-reaksi/faktor-faktor-yangmempengaruhi-laju-reaksi/ diakses pada 29 Oktober 2014 http://www. jika tidak dilakukan perhitungan secara teliti mengakibatkan kegagalan mendapat hasil praktikum.org/2012/12/konsep-dasar-perhitungan-stoikiometri.org/wiki/Reaksi_kimia.penambahan Fe yang berlebih sehingga Fe mengoksidasi Cu.wordpress.wikipedia. 29 oktober 2014 http://www. VII Simpulan 1.ilmukimia. Universitas Udayana : Bukit Jimbaran. VIII Lampiran - Data pengamatan Daftar Pustaka Staf Kimia Dasar.Penuntun Praktikum Kimia Dasar I.org/mw/Perubahan_Materi_Dan_Reaksi_Kimia_-_Anni_Winarsih_7.massa. Dalam mereaksikan suatu zat harus melakukan ketelitian perhitungan dengan konsep stokiometri (perhitungan mol.Erlangga : Jakarta http://id.volume).2004.crayonpedia.2 diakses pada 29 Oktober 2014 http://polarisasi. diakses 29 Oktober 2014 .