You are on page 1of 32

Efusi pleura adalah akumulasi cairan
berlebihan di dalam rongga pleura yang
disebabkan oleh ketidakseimbangan antara
pembentukan dan pengeluaran cairan
pleura

 Pleura

membran serosa yang tipis, (0,13 ml/kgBB)
lapisam : 1.lapisan visceralis
2. lapisan parietalis.
 Diantara kedua lapisan terdapat rongga

sempit dinamakan pleura space, berisi
cairan pleura yang sangat sedikit (seperti
lapisan film)
 Fungsi Cairan pleura

1. cairan ini akan mempertahankan lapisan
parietalis dan viseralis tetap berdekatan
2. sebagai lumbrikan atau pelumas
sehingga memudahkan pergerakan lapisan
pleura pada saar proses respirasi

.

.1) produksi cairan pleura yang berlebihan. 2) berkurangnya absorbsi cairan pleura. atau 3) keduanya.

seperti pada pneumonia atau reaksi sensitivitas  Penurunan absorbsi  Penurunan absorbsi saluran limfatik karena sumbatan tumor  Penurunan tekanan di rongga pleura. seperti gagal jantung kiri  Penurunan tekanan onkotik. seperti pada hiperproteinemia  Peningkatan permeabilitas kapiler. seperti pada atelektaksis . Peningkatan produksi  Peningkatan tekanan hidrostatik.

.000 orang di negara berkembang.  Insiden pada pria dan wanita sama namun etiologi tertentu mempunyai predileksi pada wanita contohnya 2/3 dari efusi pleura malignant terjadi pada wanita dan hal ini berkaitan dengan keganasan mammae dan ginekologi.  Morbiditas dan mortalitas dari efusi pleura tergantung kepada penyebab. Insidensi efusi pleura ini diperkirakan sekitar 320 per 100. staging dari penyakit dan penemuan biokimia dari cairan pleura. Angka ini meningkat di negara yang mempunyai prevalensi tuberkulosis yang tinggi.

N : 10 – 20 ml Pembentukan cairan pleura melebihi absorbsinya .Pleura : membran semipermeable melewatkan molekul kecil & menahan molekul besar. Keseimbangan jumlah plasma yang difiltrasi pleura parietal & yang diabsorbsi pleura viseral serta drainase limfatik menjaga akumulasi cairan tidak berlebihan.

.

. 3. abdomen atas biasanya karena pergerakan diafragma. Nyeri Dada Nyeri dada bisa ringan maupun berat. 2. lebih berhubungan dengan distorsi dari diafragma dan dinding dada pada saat bernafas. Dispneu Merupakan gejala yang paling sering dialami penderita. Bernafas dalam akan menyebabkan nyeri yang berat.ANAMNESIS Gejala-gejala : 1.Gejala lain yang muncul dapat mengarahkan pada etiologi efusi pleura. Batuk Batuk pada kebanyakan pasien merupakan batuk ringan dan nonproduktif. Nyeri bisa terlokalisasi pada dinding dada ataupun menjalar (refrerred pain) ke bahu. misalnya batuk yang berat disertai sputum yang purulent atau berdarah mengarah pada adanya pneumonia atau endobronkial lesion.

. Pergerakan dinding dada asimetrik. mengindikasikan karena gagal jantung kongestif. berkurang atau        terhambat pada bagian yang sakit Suara nafas berkurang atau tidak dapat didengar Pergeseran mediastinum (Terlihat hanya jika terjadi efusi masif (>1000ml) Vokal dan taktil fremitus menurun Pelebaran sega iga Dullness Pleural friction rub Edema periferal.

antara lain:  Edema anasarka  Perubahan kulit pada penyakit hati kronis  Distensi vena-vena leher  Bunyi S3 gallop  Clubbing finger  Nodul pada mammae atau massa intraabdomen .Hal-hal penting lainnya yang dapat ditemukan pada pemeriksaan fisik.

darah/ pus .1. eksudat. Foto Thoraks Tidak dapat membedakan jenis efusi pleura : transudat.

Gambaran efusi pleura pada foto toraks lateral .

Gambaran efusi pleura pada foto toraks PA. menunjukkan efusi pleura terisolasi pada sisi kiri paru dan hilangnya sudut kostofrenikus .

Mendeteksi efusi pleura dengan jumlah cairan yg sedikit ( 5-50ml) 3. USG Menentukan adanya dan lokasi cairan di rongga pleura. CT-Scan  Mendeteksi stadium awal dari abnormalitas pleura  Menentukan lokasi efusi  Membedakan konsolidasi paru dan efusi pleura .2.

Indikasi :  Ada efusi pleura signifikan secara klinis dengan sebab tak diketahui  Efusi pleura unilateral  Efusi pleura bilateral yg bertahan selama 3 hr setelah terapi diuretik .

Indikasi:  Penderita mengeluh sesak saat istirahat Tak boleh > 1000-1500 cc tiap aspirasi .

Warna Cairan pleura kemerahan Trauma Infark Keganasan Kuning-kehijauan Coklat Empiema Abses karena amuba .

5 >200 >0.6 >1.016 Rivalta negatif Eksudat >3 >0.016 positif .6 Berat jenis <1.Transudat Kadar protein <3 Rasio prot. efusi dg prot. serum <0.5 LDH (IU) <200 Rasio prot. efusi dg prot. serum <0.

Biasanya juga ditemukan banyak sel eritrosit. Sel mesotel maligna: pada mesotelioma Sel-sel besar dengan banyak inti: pada artritis reumatoid Sel LE: pada lupus eritematosus sistemik . Sel neutrofil: menunjukkan adanya infeksi akut  Sel limfosit: menunjukkan adanya infeksi kronik     seperti pleuritis tuberkulosa atau limfoma malignum Sel mesotel: bila jumlahnya meningkat ini menunjukkan adanya infrak paru.

 Jenis kuman yang sering ditemukan dalam cairan pleura adalah : Pneumococcus. Coli. Enterobacter. . Klebsiella. E. Pseudomonas. biakan cairan terhadap kuman tahan asam hanya dapat menunjukkan yang positif sampai 20-30%.  Pleuritis tuberkulosa.

1. Pneumonia 3. Atelektasis . Tumor paru 2.

.

.

 Empiema  Pulmonary fibrosis  Sepsis .

Menghilangkan gejala 2. Mencegah kekambuhan . Mencegah fibrosis pleura 4.Tujuan : 1. Mengobati penyakit dasarnya 3.

 Bed rest  Diet tinggi kalori dan rendah garam  Pemberian oksigen .

juga efektif untuk mengeluarkan cairan yang banyak secara cepat dengan resiko edema paru yang lebih rendah karena tekanan yang seimbang dengan masuknya udara ke rongga pleura.  Pengobatan secara sistemik hendaknya segera diberikan . tetapi ini akan tidak berarti bila tidak diiringi pengeluaran cairan yang adekuat.Medikal torakostomi  Efusi yang terinfeksi perlu pula segera dikeluarkan dengan memakai pipa intubasi melalui sela iga. perlu tindakan operatif  Di samping berguna untuk prosedur diagnostik. . Bila cairan pusnya kental sehingga sulit keluar atau bila empiemanya multilokular.

bleomisin . Corynebacterium parvum. Berbagai zat kimia yang digunakan untuk menginduksi pleurodesis adalah Bleomycin.Pleurodesis  Bertujuan untuk fusi lapisan pleura visceralis dan parietal dalam mencegah reakumulasi cairan atau udara dalam rongga paru. doksisiklin. tetrasiklin.

 Antibiotik spesifik tergantung hasil kultur mikroorganisme dan resistensi  parasetamol 500mg 3 kali sehari .