You are on page 1of 13

BAB I

SIFAT BAHAN

1.1 Natrium Hidroksida
Struktur Natrium hidroksida (NaOH) juga dikenal sebagai soda kaustik
atau sodium hidroksida merupakan jenis basa logam kaustik. Natrium hidroksida
membentuk larutan alkalin yang kuat ketika dilarutkan dalam air. Natrium hidroksida
digunakan di dalam berbagai macam bidang industri (Prasetya dkk., 2010).
Natrium hidroksida kebanyakan digunakan sebagai

basa dalam proses

industri bubur kayu, kertas, tekstil, air minum, sabun, dan deterjen. Selain itu
natrium hidroksida juga merupakan basa yang paling umum digunakan dalam
laboratorium kimia. Natrium hidroksida murni berbentuk putih padat dan tersedia
dalam bentuk pelet, serpihan, butiran, dan larutan jenuh 50%. NaOH bersifat
lembab cair dan secara spontan menyerap karbon dioksida dari udara bebas.
NaOH juga sangat larut dalam air dan akan melepaskan kalor ketika dilarutkan
dalam air(Prasetya dkk., 2010).

1.2 Asam Klorida
Pada kondisi tertentu (melebihi kadar 40 %) asam klorida berkekuatan
merusak, terutama terkadap jaringan halus seperti dipermukaan usus (Sudiati dan
Widyamartaya, 2005).
Asam klorida tidak dapat dianggap sebagai larutan baku primer, karena
kemurniannya

cukup

bervariasi.

Baku

primer

adalah

senyawa-senyawa

kimiastabilyang tersedia dalam kemurnian tinggi dan yang dapat digunakan untuk
membakukan larutan baku yang digunakan dalam titrasi (Syarief, 2007).

25% sodium hypochlorite pada jaringan vital dapat menyebabkan hemolisi. mengandung sekitar 5% klorin yang tersedia. dkk. NaOCl mempunyai pH 11-12. 2009). kemudian dikeringkan (Mariyani. NaOCl mempunyai bau yang kaustik. Ini akibat dari kemampuan mereduksi. Banyak penelitian dilakukan untuk menelusuri sumber potensial produksi L-Asparagin dari bakteri termofilik untuk memperoleh L-Asparagin . Salah satu amilum yang dapat digunakan sebagai bahan penghancur yaitu amilum jagung. Efek sitotoksik 5. 2009).4 Amilum Kemampuan amilum sebagai bahan penghancur dipengaruhi oleh amilosa dalam amilum. 1. Hal ini dikarenakan amilosa mampu menyerap air sehingga mempengaruhi proses pengembangan amilum.3 NaOCl Natrium Hipoklorat merupakan suatu pereaksi bahan. Dapat menyebabkan inflamasi akut yang diikuti dengan nekrosis jaringan apabila NaOCl berkontak dengan jaringan lunak yang vital kecuali epitelium yang berkeratinisasi tinggi (Arifah. hidrolisis dan sifat osmosis yang memicu cairan keluar dari sel.1.5 yang mana mengakibatkan luka primer apabila terjadinya pengoksidan protein (Arifah. bersifat korosi terhadap metal. 1. kurang efektif pada saluran akar yang sempit.2009). Amilum jagung mudah diperoleh dan harganya terjangkau. Amilum pregelatin adalah amilum yang dibuat dengan pemanasan suspensi amilum pada suhu gelatinasinya.5 L-Asparagin L-Asparagin juga terbukti dapat menurunkan kandungan akrilamida di dalam makanan.

NaH2PO4 dan Na2HPO4menyebabkan iritasi saluran pencernaan jika tertelan serta iritasi saluran pernapasan jika terhirup (-------------)..dengan aktivitas dan stabilitas yang tinggi (Patta dkk. pati beras terdiri dari dua komponen yaitu amilosa dan amilopektin. Buffer posfat akan menghambat aktivitas dari beberapa metabolik enzim termasuk karboksilase. fumarase.6 Buffer Posfat Buffer posfat memiliki pH antara 6-8. 1. Ion H+kemudian akan menempel pada gugus OH amilosa sehingga O menjadi positif dan dilepas dalam bentuk H2O dengan semakin banyaknya dinatrium hidrogen fosfat yang digunakan maka semakin banyak suplai H+ yang . dan posfoglukomutase. Reaksi yang terjadi dengan penambahan dinatrium hidrogen fosfat adalah reaksi hidrolisis amilosa dengan menggunakan variasi logam asam karena terdapat logam natrium (Na) pada dinatrium hidrogen fosfat. Buffer posfat berfungsi untuk mengatur pH larutan agar tetap konstan di area yang mendekati nilai 7. Besarnya nilai pH pada larutan tersebut bergantung pada komposisi pencampuran NaH2PO4 dan Na2HPO4tersebut. 2011). diamana amilosa lebih mudah larut dalam air dibanding dengan amilopektin. 1. Buffer posfat terdiri dari campuran Na3PO4 dan Na2HPO4 di mana molekul-molekul tersebut mampu menyerap air.5Dinatrium Hidrogen Fosfat Rumus strukturnyaNa2HPO4yang merupakan katalis yang berfungsi untuk mempercepat reaksi. Semakin banyak konsentrasi dinatrium hidrogen fosfat yang digunakan dalam perendaman beras menyebabkan semakin tinggi kadar air instan yang dihasilkan karena ion H+pada dinatrium hidrogen fosfatterlepas dan membentuk ikatan hidrogen dengan gugus amilosa pada beras.

9 Alanin Alanin adalah asam amino netral alifatis non-esensial bagi manusia ataupun hewan berpencernaan tunggal (manogastrik). 1.10 Asam Aspartat . 2002).8 Glisin Glisin merupakan asam amino yang paling sederhana dan dapat berdisosiasimembentuk suatu anion glisin H2N-CHz-CO2yang dapat bertindak sebagai liganterhadap kation logam transisi. karena mempunyai pasanganelektron bebas dalam atomN dan pasangan elektron dalam atom Osebagai kelebihan elektron.didapatkan hasil regang ikatan logam dengan glisin (Sudjana dkk. Dengan demikian pelepasan alanin untuk gluconeogenesis melebihi kandungan asam amino ini dalam protein jaringan otot (Kilegmen. dan Nelson. ligansemi. Glisin digolongkan kepada ligan bidentat. terutama katabolisme asam amino rantai cabang. Alanin secara kuantitatif merupakan prekursor asam amino glukomeogenik utama yang dalam pembentukan dan pelepasannya dari otot selama masa pembatasan kalori diperbesar oleh adanya adanya siklus glukosa alanin dan oleh pembentukan baru substrat lain dalam otot. Dengan cara membandingkan serapan glisin dengan serapan kompleksnya. 1. dan ligan negatif. 2010).dilepas dalam bentuk H2O sehingga menyebabkan kadar airnya meningkat (Hendra dan Widjanarko. 1996). β-alanin adalah unsur pokok asam pantotenat dan koenzim A (Makfoeld.. 2010). 1.

asam aspartat hidroklorida adalah sebuah asam triprotik (Underwood. . Apabila pH sama dengan pKa. 1. dan noradrenalinransmiter saraf yang mengordinasi fungsi-fungsi tubuh yang berorientasi pada tindakan.Beberapa asam amino mempunyai rumus COOH ataupun NH2 sebagai bagian dari grup R. 2013). Tirosin juga esensial bagi pembentukan transmitter saraf dopamin dari hormon tiroid dan pigmen kulit yang disebut melanin (Batmanghelidj. yaitu jumlah molekul dengan muatan nol pada rantai sisi setara dengan jumlah molekul yang bermuatan negatif (William dan Wilkins. Tirosin dapat mengganti sebagian atau 50 % dari kebutuhan fenil alanin bagi pertumbuhannya. Tirosin diklasifikasikan sebagai asam amino aromatik. Untuk menentukan kebutuhan asam amino aromatik khususnya fenil alanin. Nila pKa pada rantai sisi asam amino tersebut adalah sekitar 4. 1996). sehingga disebut asam amino asam (acidic). Asam aspartat mengandung asam karboksilat pada rantai sisinya. dalam pengujian haruslah digunakan bahan pangan tanpa tirosin atau berkadar tirosin sangat rendah (Buwono. 2002). Bentuk asam amino yang bermuatan negatif disebut aspartat. spesies yang mengalami protonisasi (tidak bermuatan) jumlahnya setara dengan jumlah spesies yang bermuatan negatif. sebagai contoh. 2013).11 Tirosin Tirosin adalah bahan dasar untuk pembuatan adrenalin.

5 M = .25 L = 60 gram. Perhitungan M = 2. b. Pembuatan Ditimbang 60 gram NaOH ke dalam gelas piala 100 mL kemudian dilarutkan dengan 250 mL akuades kedalam gelas piala 300 mL dan diaduk hingga semua NaOH larut dan homogen.BAB II PERHITUNGAN DAN PEMBUATAN BAHAN 2.5 M a.2 NaOH 2. 2. Pada saat NaOH dilarutkan gelas piala dimasukkan ke dalam baskom yang berisi air. NaOH akan melepaskan panas. Perhitungan M = 6 M= gram = 6 M x 40 g/mol x 0.1 NaOH 6 M a. karena pada saat NaOH dilarutkan.

Perhitungan ⁄ .33 mL NaOCl 12% ke dalam gelas piala 250 mL kemudian ditambahkan akuades hingga volume larutan 200 mL lalu diaduk hingga homogen. Pembuatan Ditimbang 10 gram NaOH ke dalam gelas piala 100 mL kemudian dilarutkan dengan 100 mL akuades ke dalam gelas piala 200 mL dan diaduk hingga semua NaOH larut dan homogen.gram = 2. Perhitungan b.3 NaOCl 2% a. NaOH akan melepaskan panas.5 M x 40 g/mol x 0. Pembuatan Dipipet 33.4 Amilum 1% a. karena pada saat NaOH dilarutkan. b. 2. Pada saat NaOH dilarutkan gelas piala dimasukkan ke dalam baskom yang berisi air.1 L = 10 gram. 2.

2 M dengan gelasukur 100 mL kemudian dimasukkan ke dalam gelas piala 250 mL.14 g/mol x 0. Dipipet 19 mL NaH2PO4 0. jika L-aspargin tidak dapat larut sempurna dengan akuades maka ditambahkan beberapa tetes HCl hingga L-aspargin larut.01 L = 0. Pembuatan Diambil 81mL Na2HPO40. b.2 M lalu . Ditambahkan akuades ke dalam labu ukur hingga garis batas kemudian dihomogenkan.6 Buffer Fosfat pH 7 a. L-aspargin yang telah larut sempurna kemudian dimasukkan ke dalam labu ukur 10 mL. selanjutnya larutan amilum dipanaskan sambil terus diaduk hingga mendidih dan larutan berwarna bening. Pembuatan Ditimbang 0. 2. Perhitungan Ditimbang 5 gram amilum ke dalam gelas piala 1 L kemudian ditambahkan 500 mL akuades.0150 gram.01 M = gram = 0.b.0150 gram L-aspargin kedalam gelas piala 50 mL kemudian dilarutkan dengan sedikit akuades hingga semua L-aspargin larut.01 M x 150.01 M a. Larutan diaduk hingga semua amilum larut semua.5 L-Asparagin 0. 2. Perhitungan M = 0.

Dilarutkan dengan sedikit akuades hingga glisin larut sempurna. 2. Perhitungan M = 0. Pembuatan Dipipet 50 mL Na2HPO42 M ke dalam gelas piala 500 mL kemudian ditambahkan akuades hingga volume larutan 500 mL lalu diaduk hingga homogen.dimasukkan ke gelas piala yang telah berisi larutan Na2HPO4 0.01 M x 75 g/mol x 0.1 L = 0.7 Na2HPO4 0. 2. b. Ditambahkan akuades hingga volume larutan 100 mL kemudian diaduk hingga homogen.2 M a.01 M a. Pembuatan Ditimbang 0.01 M = gram = 0.8 Glisin 0.075 gram.2 M kemudian ditambahkan 100 mL akuades dan diaduk hingga homogen.075 gram glisin ke dalam gelas piala 100 mL. Perhitungan .9 Alanin 0. 2. Perhitungan b.01 M a.

089 gram b.01 M x 89 g/mol x 0.01 M = gram = 0.10 HCl 6 M a.50 mL HCl 37 % dengan gelas ukur 100 mL kemudian sedikit demi sedikit dimasukkan kedalam gelas piala 250 mL yang telah berisi  75 mL akuades sambil diaduk.089 gram alanin ke dalam gelas piala 100 mL. Pembuatan Diambil 99. 2. Pada saat . Dilarutkan dengan sedikit akuades hingga semua alanin larut sempurna. Pembuatan Ditimbang 0. Kemudian ditambahkan akuades hingga volume larutan 200 mL setelah semua HCl 37 % dimasukkan dan diaduk hingga homogen.1 L = 0. Ditambahkan akuades hingga volume larutan 100 mL kemudian diaduk hingga homogen. Perhitungan M = 12.M = 0.06 M b.

Ditambahkan akuades hingga volume larutan 100 mL kemudian diaduk hingga homogen.proses pembuat HCl 6 M gelas piala yang berisi HCl 6 M diletakkan di dalam baskom yang berisi air karena HCl akan melepaskan panas pada saat dilarutkan. Perhitungan M = 0. Dilarutkan dengan sedikit akuades hingga semua asam aspartata larut sempurna.01 M a.01 M x 133 g/mol x 0.11 Asam Aspartat 0.01 M = gram = 0. Pembuatan Ditimbang 0.133 gram asam aspartat ke dalam gelas piala 100 mL.133 gram b. . 2.1 L = 0.

. Pengaruh Konsentrasi Amilum Jagung Pregelatinasi Sebagai Bahan Penghancur Terhadap Sifat Fisik Tablet Vitamin E untuk Anjing (Online). Ahmad. diakses pada tanggal 21 Februari 2014 pada pukul 01. Terampil Meringkas. Dan Karakterisasi L-Asparaginase Dari Bakteri Termofilik (online).com. M. A. Pengaruh Konsentrasi NaOH Terhadap Kandungan Gas CO2 Dalam Proses Purifikasi Biogas Sistem Continue (Online).. 4(2):69-68. B.1996. 2009.diakses pada tanggal 21 Februari 2014 pada pukul 21..net.pharmacybio. A. S. Prasetya. S. A. I. Sudjana. Samik Wahab..00 WITA).. SpA(k). (http//www. Mn. Maman. 2010. 1996. D. Patta. 2002. diakses pada tanggal 21 Februari 2014 pada pukul 22. dan Sugiarto.. Konisius. Widhiyanuariyawan. A. Buku Kedokteran EGC. dan Nelson.00 WITA). Mariyani.. Yuliasri. Makfoeld. Kamus Istilah Pangan dan Nutrisi. Widyamantaya. diterjemahkan oleh Prof.. Karakterisasi Senyawa Kompleks Logam Transisi Cr. Hendra. (http://www. 2010.. Abdurachman. Jakarta..DAFTAR PUSTAKA Batmangheldj.. A.00 WITA). Produksi. Jakarta. Andika. L. diakses pada tanggal 21 Februari 2014 pada pukul 19. Sudiati. 2005. Eddy.. F. Jurnal Bonatura.net.sciencebiotech. Kilegman. 2011. dan Widjanarko. 2013. Pemurnian Parsial. Konisius. dan Yuyu. Asrianti. Pengaruh Disodium Fosfat Dan Kondisi Perendaman Dalam Sifat Fisik Dan Organikleptik Nasi Instan (Online). Ilmu Kesehatan Anak Nelson edisi 15.nadiakisahku.dr A. . Yogyakarta. K. dan Setyawan. Erlangga.net. AIR.00 WITA). Dr.. V. (http//www. A. 2002. Dan Ag Dengan Glisin Melalui Spektrofotometri Ultraungu Dan Sinar Tampak.pharmacybio. H. Yogyakarta. E.dan Natsir.. (http://www.

Underwood. Jakarta. Jakarta. Biokimia Kedokteran Dasar Sebuah Pendekatan Klinis. . Williams dan Wilkins.2005.2007. S. Apt. W. diterjemahkan oleh Winny R. Buku Ajar Untuk Mahasiswa Farmasi dan Praktisi Kimia Farmasiedisi 2. Syarief. Jakarta. Brahm U Pendit. Analisis Kimia Kuantitatif. Erlangga. Buku Kedokteran EGC..Si. diterjemahkan oleh dr. EGC.Syarief. R. SpKK 1996. 1996.. 2002.