You are on page 1of 1

BAB VI

PENUTUP
A.Kesimpulan
Isolasi sosial: Menarik diri pada pasien Kelolaan Ny.”M”, mempunyai beberapa
masalah keperawatan yaitu gangguan persepsi sensori: halusinasi yang sudah teratasi, harga
diri rendah, dan koping keluarga infektif: ketidakmampuan dalam merawat pasien.
Pasien setiap diagnosa keperawatan, perihal tindakan keperawatan kelompok mencoba
melakukan implementasi sesuai dengan standar asuhan keperawatan. Ternyata banyak hal
yang dapat diterapkan dalam kasus ini.
Pada setiap diagnosa keperawatan, perawat selalu membina hubungan saling percya
sebab merupakan awal untuk dapat melakukan intervensi yang lain. Intervensi dilakukan
sesuai dengan teori pnduan asuhan keperawatan jiwa. Intervensi yang dilakukan juga
melibatkan keluarga sebagai suatu sistem keluarga dan staf ruangan sebagai tim kerja
kelompok. Sedangkan evaluasi dilakukan setiap saat interaksi guna memperoleh respon
verbal dan non verbal.
B.Saran
1) Setiap melakukan interaksi dengan pasien isolasi sosial hendaknya perawat
menciptakan hubungan saling percaya dengan cara kontak singkat dan seing,
bersikap empati, dan selalu jujur dan terbuka pada pasien.
2) Keluarga merupakan suatu sistem, perlu dilibatkan dalam setiap intervensi
keperawatan sehingga keluarga mampu memberikan dukungan yang positif pada
pasien.
3) Standar asuhan keperawatn jiwa merupakan panduan bagi perawat dalam
melaksanakan tindakan keperawatan jiwa dan mengevaluasi proses tindakan
keperawatan jiwa.