You are on page 1of 12

LAPORAN PBL III

BLOK NBSS

MENINGITIS

Disusun Oleh:
KELOMPOK 7

DHITA ADRIANY

G1A007011

AGUSTINA HARTUTI

G1A007019

REZKY GALUH SAPUTRA

G1A007020

DWITA YOGASWARI

G1A007051

GENDIS AYU ARDIAS

G1A007099

ADHINI DWIRESPATI

G1A007105

YOSINOV NUR H

G1A007112

MOHAMMAD ANGGI MONTAZERI

G1A007121

ESTER MORYAAN

G1A007137

DEWI SILVIANI

K1A006091

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

Semakin hari panasnya semakin tinggi. Informasi III Pemeriksaan Fisik : KU : Gelisah GCS : E2M5V6 Tekanan darah : 100/70 mmHg Denyut nadi : 100x/menit Respirasi : 24x/menit .UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN JURUSAN KEDOKTERAN PUWOKERTO 2010 PBL III Blok NBSS 2010 Informasi I Jicko. Informasi II Ketika dokter jaga UGD berbicara kepadanya. Tiba-tiba jicko muntah menyemprot dan seluruh badannya kaku dengan kedua mata tertutup sangat rapat hampir 5 menit. seorang laki-laki usia 24 tahun datang ke UGD diantar oleh keluarganya karena keluhan sakit kepala berat. Jicko belum pernah mengalami sakit kepala sehebat ini. keluhan dirasakan sudah 2 hari. Dia terus memejamkan matanya menghindari cahaya dan bergerak hanya sesekali saja. Menurut keluarganya. jicko hanya merintih-rintih. jicko sudah satu minggu tidak berangkat bekerja karena sakit panas. dan jicko hanya minum obat turun panas yang dibeli di warung. Riwayat trauma kepala disangkal. Mata jicko terpejam dan kelihatan sangat tidak nyaman. Jicko sudah tidak mampu lagi menahan badannya untuk berdiri sehingga ia segera dibaringkan di bed pasien. Menurut keluarganya.

5 C Status internus : dalam batas normal Status Neurologis : • • Leher : Kaku kuduk (+). isokor. Tes Brudzinki (+) Mata : conjungtiva palpebra tak anemis.1 x 106 mmk Analisis LCS dari Pungsi Lumbal: Sifat : keruh Tekanan : 300 mmhg Protein : 75 mg/dl Leukosit total : 10/ml . sclera tak ikterik. refleks cahaya +/+ • N.Suhu Tubuh : 39.Cranialis : dalam batas normal Fungsi Motorik Superior (D/S) Inferior (D/S) Gerak sulit dinilai sulit dinilai Kekuatan sulit dinilai sulit dinilai Refleks fisiologis meningkat/Normal meningkat/Normal Refleks patologis -/- +/- Tonus N/N N/N Trofi Eutrofi eutrofi Sensorik : sulit dinilai tutorial II Informasi IV Hasil laboratorium Hb : 11 gr/dl Leukosit : 1100/mm3 Hct : 34 vol% Eritrosit : 4.

O2 3 L/m .Parasetamol .Infus asering 16 tpm .Glukosa : 100 mg/dl Tutorial III Informasi V Diagnosis Diagnosis Klinis : Penurunan Kesadaran Sefalgia Kejang Diagnosis topis Diagnosis etiologis : Meningen : meningitis bacterial Informasi VI Penatalaksanaan : .Injeksi Ceftriaxon 1x2 gram .Metil Prednisolon 2x125 gram -Diazepam 10 mg (bila kejang) .

Selain itu meningitis dapat pula disebabkan oleh infeksi dari riketsia. dan leptomeningitis(piamater dan arakhnoidmater) Etiologi meningitis Secara umum penyebab meningitis ialah oleh mikroorganisme bakteri ataupun virus(meningitis aseptik). Streptokokus pneumonia(pneumokokus) 4. Streptokokkal pneumonika 5. Faktor risiko meningitis Berikut merupakan faktor-faktor yang membuat seseorang rentan dapat terinfeksi meningitis: 1. Stafilokokus aureus 6. Mikobakterium tuberkulosis Sedangkan meningitis viral biasanya disebabkan oleh golongan enterovirus yang terdiri dari virus polimeilitis. Neisseria meningitides(meningokokus) 2. serta mengenai pula bagian superfisial otak dan medulla spinalis serta pembuluh darah otak(vaskulitis). jamur. Berikut merupakan bakteri yang sering menyebabkan meningitis: 1. Hemophilus influenza tipe b 3. dan virus ECHO.Definisi meningitis Merupakan infeksi cairan otak disertai radang yang mengenai piamater dan arakhnoidmater. Neonatus dan balita . meningitis dapat dibedakan menjadi pakimeningitis(duramater). Berdasarkan lapisan otak yang terkena. dan protozoa. cacing. Stafilokokus epidermis 7.

contohnya agamaglobulinemia 3. Tuberkulosa 2.2. Pasien tuberkulosis(komplikasi kepada meningitis tuberkulosa Klasifikasi : 1. Meningitis karena Cacing 6. Meningitis karena Riketsa 4. Meningitis karena Protozoa Faktor predisposisi meningitis: 1. Meningitis karena Jamur 5. Kelainan pada penekanan reaksi imunologik. Infeksi parameningeal Gambaran klinis (Tanda dan Gejala) meningitis: . Leptomeningitis: infeksi pada arakhnoid dan piamater 2. Penderita immunocompromissed 5. Meningokokus b. Meningitis karena Virus 3. Pemirauan (shunting) ventrikel 4. Sepsis 2. Usia lanjut 3. Pungsi lumbal dan anestesi spiral 5. Pneumokokus c. Meningitis karena Bakteri a. Peminum alkohol 4. Pasien cedera kepala 6. Berdasarkan letak anatomisnya: a. Hemofilus influenza d. Meningitis berdasarkan penyebab : 1. Pakimeningitis: infeksi pada duramater b.

menggigil. kelemahan umum. peka rangsang tinggi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.Panas . halusinasi dan mudah tersinggung. rasa nyeri pada punggung serta sendi. paralisis nervus VI. dan gangguan psikis seperti mudah gelisah. nervus VIII. Referensi: (Harsono. muncul reflek patologis. nyeri kepala terus menerus. 2005. hiperaktif. Kapita Selekta Neurologi. Dengan pemeriksaan bisa didapatkan : kaku kuduk. nervus VII. tanda kernig. 169-172) . takut cahaya. Radang Susunan Syaraf. tanda brudzinsky. kejang (jarang). hilang nafsu makan. hiperreflek. mual dan muntah.

ruptur serebri (langsung) Vaskulitis (arteritis&plebi tis) Respon imun: DEMAM Perkontinuitatum (penyebaran infeksi yang berasal dari daerah kepala. prosedur bedah. nasofaringitis) Hematogen (bloodstream) invasi Blood Brain Barrier ara Infark serebri permeabilitas vaskuler ↑ Iritasi meningeal Penurunan aliran darah ke otot leher depolarisasi membran ↑ edema serebral Peningkatan TIK influks Ca2+ ↑ Spasme NUCHAL RIGIDITY/KAKU KUDUK stasis vena dan arteri nekrosi s NYERI KEPALA traksi & rangsang pusat muntah medulla oblongata MUNTAH PROYEKTIL Pelepasan neurotransmitter ↑di neuro-muscular junction depolarisasi sel otot ↑ KEJAN G . virus. sinusitis.Patofisiologi Meningitis: organisme patogen (bakteri. contoh: otitis media. jamur. protozoa) Trauma terbuka.

- Pemeriksaan penunjang: • Laboratorium darah: darah lengkap:HB. perhatikan tanda meningeal (nyeri kepala. LED. dan penurunan glukosa) • Kultur darah • CT scan untuk melihat ada lesi desak ruang akibat progresi inflamasi seperti abses. elektrolit darah • Pungsi lumbal untuk pemeriksaan LCS (indikasi infeksi: peningkatan sel darah putih. dan fotofobia). leukosit. Kernig sign dan Burdzinsky.Penegakkan diagnosis meningitis: - Anamnesis (dapat dilakukan dengan autoanamnesis atau alloanamnesis bila pasien tidak koperatif) - Pemeriksaan fisik. tekanan CSF > 180 mmHg. protein. kaku kuduk. eritrosit. HT. dan penumpukan cairan LCS (hidrosefalus) .

Isoniazid 10 – 20 mg/kg/24 jam oral. Ampisilin 150 – 200 mg (400 gr)/kg/24 jam IV. Ampisilina 150-200 mg (400 mg)/kg/24 jam IV 4-6 kali sehari. Diazepam IV : 0. 3 kali sehari.Edema otak dengan resiko herniasi 2. Obat anti inflamasi : Meningitis tuberkulosa : 1. 2 kali sehari maksimal 500 gr selama 1 ½ tahun. Hidrosefalus 5. Serebritis 6. 3. subdural empiemi Penatalaksanaan Farmakologis: A. Subdural efusi (pada bayi dan anak) 7. tromboflebitis kortikal 4.6/mg/kg/dosis kemudian 2. Abses otak. atau rectal 0. ggn serebrovaskular autoregulasi 3. B.2 – 0. Meningitis bacterial. fokal kortikal hiperperfusi. Turunkan panas : . Streptomisin sulfat 20 – 40 mg/kg/24 jam sampai 1 minggu. Rifamfisin 10 – 15 mg/kg/ 24 jam oral. 3. 4 – 6 kali sehari. Sefalosporin generasi ke 3 2. Cerebral .Komplikasi meningitis: 1. Sefalosforin generasi ke 3. Fenitoin 5 mg/kg/24 jam. Koloramfenikol 50 mg/kg/24 jam IV 4 kali sehari. 2. Pengobatan simtomatis : 1. 1 kali sehari selama 1 tahun.4 – 0. Komplikasi pemb darah arteri: arteritis vasopasme. 2. umur > 2 bulan : 1. Septik sinus/ trombosis venous terutama sinus sagitalis superior.5 mg/kg/dosis. 3. Meningitis bacterial. selama 3 bulan. 1 – 2 kali sehari. umur < 2 bulan : 1.

Zat asam. Kejang Tonik Kejang ini biasanya terjadi pada bayi baru lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR) dengan masa kehamilan kurang dari 34 minggu dan bayi dengan komplikasi prenatal berat. terlokalisasi dengan baik. kejang dapat diklasifikasikan menjadi 3 (tiga) yaitu : 1. b. 2. Pengobatan suportif : 1. Bentuk klinis kejang tonik yaitu berupa pergerakan tonik satu ekstremitas atau pergerakan tonik umum dengan ekstensi lengan dan tungkai yang menyerupai desebrasi. kejang (konvulsion) adalah aktifitas motorik dan gangguan fenomena sensorik akibat dari pelepasan muatan listrik secara tiba-tiba yang tidak terkontrol dari sel saraf korteks serebral yang ditandai dengan serangan tiba-tiba dan disertai gangguan kesadaran.a. Kejang Klonik Kejang klonik dapat berbentuk fokal. Bentuk kejang ini disebabkan oleh kontusio serebri akibat trauma fokal pada bayi besar dan cukup bulan atau oleh ensefalopati metabolik. bilateral dengan permulaan fokal dan multifokal yang berpindah-pindah. Antipiretika : parasetamol atau salisilat 10 mg/kg/dosis. Berdasarkan gambaran klinisnya. C. 2. tidak disertai gangguan kesadaran. . Bentuk kejang tonik yang menyerupai desebrasi harus dibedakan dengan sikap epistotonus yang disebabkan oleh rangsang meningkat karena infeksi selaput otak atau kernikterus. Kompres air PAM atau es. Cairan intravena. unilateral. Dalam bahasa lain. kejang merupakan pergerakan abnormal akibat perubahan tonus otot yang distimulasi oleh pelepasan muatan listrik yang tidak terkontrol. KEJANG (KONVULSI) Menurut Doenges (1993). usahakan agar konsitrasi O2 berkisar antara 30 – 50%. atau ekstensi tungkai dan fleksi lengan bawah dengan bentuk dekortifikasi. dan biasanya tidak diikuti oleh fase tonik. Bentuk klinik kejang fokal berlangsung antara 1 .3 detik.

lama serangan beberapa detik. Referensi: Mursal. Kejang Mioklonik Gambaran klinis yang terlihat adalah gerakan ekstensi dan fleksi lengan atau keempat anggota gerak yang berulang dan terjadinya cepat. Seizure. Jakarta. M. Diakses tanggal 22 Maret 2010.3.ui. Syeban. 2009.com/2010/01/klasifikasi-kejang.ac. 4. ditemukan pada sindrom epilepsy umum simptomatik/kriptogenik.blogspot. .html. Kejang ini merupakan pertanda kerusakan susunan saraf pusat yang luas dan hebat. dapat 50-100 kali/hari.pdf. Klasifikasi Kejang. Diakses tanggal 22 Maret 2010.id/contents/koleksi/11/b57aff6a3dbda16067187a327825 527a221a328f. Jakarta. Available from URL : http://repository. Available from URL : http://moershaell. Kejang Tonik-Atonik Biasanya berbentuk drops attack. 2010. Gerakan tersebut menyerupai gerakan refleks moro. Gambaran EEG kejang mioklonik pada bayi tidak spesifik. Zakiah S.