You are on page 1of 2

RESUME

Pendekatan Konstruktivisme
Konstruktivisme merupakan landasan berpikir pembelajaran kontekstual. Pengetahuan
dibangun oleh siswa melalui kegiatan eksplorasi dan diskusi degan temannya. Pengetahuan
bukanlah seperangkat fakta, konsep, atau kaidah yang siap untuk diambil dan diangkat, tetapi
siswa harus mengkonstruki pengetahuannya sendiri (Sanjaya, 2006)
a. Karakteristik

Menurut Hari Suderadjat (Sanjaya, 2006: 133), pembelajaran kontruktivis memiliki
beberapa karakteristik, antara lain :

Proses top-down

Pembelajaran kooperatif

Pembelajaran generatif atau generative learning

Pembelajaran dengan penemuan,

Pemebelajaran dengan pengaturan diri,

b. Tipe Pendekatan Konstruktivisme

Konstruktivisme Rasional
Konstruktivisme rasional membangun representasi mental akurat
menggunakan skema dan aturan kondisi-tindakan. Sehingga belajar adalah
membangun struktur mental akurat yang merefleksikan “sesuatu cara secara
real” dalam dunia eksternal.

Konstruktivisme Radikal
Konstruktivisme radikal memelihara pengetahuan bukan merupakan
suatu cermin dari dunia eksternal meskipun kenyataannya pengalaman
mempengaruhi berpikir dan berpikir mempengaruhi pengetahuan. Pengetahuan
dikonstruk secara luas oleh interaksi antar personal dan pembatas kultur dan
ideologi.

Konstruktivisme Dialektis
Konstruktivisme dialektis adalah cara yang cukup, mengusulkan bahwa
pengetahuan tumbuh melalui interaksi dari faktor internal (kognitif) dan
eksternal (lingkunganan sosial).

c. Tahapan pendekatan Konstrutivisme

 Tahap apersepsi  Tahap eksplorasi  Tahap diskusi dan penjelasan konsep  Tahap pengembangan aplikasi konsep .